Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Butuh Strategi Terpadu dalam Pengelolaan Sampah

February 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah mengusung tema Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari memilah sampah hingga daur ulang, serta mendorong komitmen semua pihak untuk mengatasi masalah sampah.

Berdasarkan Global Waste Management Outlook 2024, sampah global yang tidak terkelola dengan baik sebanyak 38%, sehingga memberikan kontribusi negatif terhadap Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim (climate change), kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan polusi (pollution) atau timbulan sampah.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, timbulan sampah nasional di Indonesia sebanyak 24,8 juta ton/tahun dengan capaian pengelolaan sampah nasional tahun 2025 adalah sebesar 34,55 persen atau 8,5 juta ton/tahun terkelola dengan baik dan sebesar 65,45 persen atau 16,3 juta ton/tahun tidak terkelola.

Selain itu, sampah yang masuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sanitary landfill atau controlled landfill sebanyak 36,24% sedangkan 63,76 persen diantaranya masih menerapkan open dumping (penimbunan terbuka).

Masih berdasarkan SIPSN 2025, tercatat penyumbang sampah terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 56,7% atau 7,2 juta ton/tahun adalah sektor rumah tangga. Sumber lain meliputi perniagaan menyumbang 7,58% atau 972,2 ribu ton/tahun, pasar sebesar 1,7 juta ton/tahun, sementara fasilitas publik sebesar 7,03% atau 899,7 ribu ton/tahun dan kawasan sebesar 4,68% atau 598,6 ribu ton/tahun. Kategori lainnya tercatat sebesar 6,13% atau 785,1 ribu. Sektor perkantoran menjadi penyumbang paling kecil dengan persentase 4,22% atau 541,8 ribu dari total timbulan sampah nasional.

Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengatakan dibutuhkan strategi terpadu dalam pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan  meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kombinasi strategi yang perlu dijalankan mencakup reformasi kebijakan, inovasi teknologi, kampanye kesadaran dan edukasi publik serta partisipasi aktif dari masyarakat luas,” ujarnya.

Reformasi kebijakan menjadi fondasi utama dengan menghadirkan regulasi yang tegas, insentif bagi praktik ramah lingkungan, serta sistem pengawasan yang konsisten agar pengelolaan sampah berjalan secara efektif. Di sisi lain, inovasi teknologi seperti pengolahan sampah berbasis daur ulang, pemanfaatan limbah menjadi energi, dan digitalisasi sistem pengumpulan sampah dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Kampanye kesadaran dan edukasi publik berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Seluruh upaya tersebut akan berjalan optimal apabila didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, baik dalam skala rumah tangga, komunitas, maupun sektor industri, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Ketika masyarakat diberdayakan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab, mereka tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi, yang mengarah pada masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan”, imbuh Dolly.

Dolly menegaskan pengelolaan sampah berkelanjutan bukan sekadar kewajiban lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan yang tangguh dan rendah karbon yang dapat menguntungkan semua pihak baik di tingkat lokal maupun global.

Oleh karena itu, peringatan HPSN ini dapat menjadi momentum penting untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menerapkan solusi inovatif dalam membangun ekonomi sirkular, untuk merawat Bumi kita, serta sekaligus membantu membuka peluang untuk kesejahteraan masyarakat.(vb/yul)

 

 

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

February 24, 2026 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Telkomsel resmi mulai menerapkan registrasi pelanggan berbasis biometrik pengenalan wajah (face recognition – FR) untuk nomor seluler. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Telkomsel terhadap program Senyum Nyaman dengan Biometrik (SEMANTIK) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 7 Tahun 2026, yang bertujuan memperkuat validitas identitas pelanggan dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital, termasuk scam dan phishing.

VP Customer Care Management Telkomsel, Filin Yulia menyatakan, Telkomsel fokus mendukung Kemkomdigi melalui program SEMANTIK, untuk menghadirkan proses registrasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pelanggan.

“Melalui registrasi biometrik, kita semua bisa ambil peran untuk  memastikan agar setiap nomor terhubung dengan identitas yang benar. Dengan demikian, kami berharap pelanggan dan masyarakat dapat merasa lebih tenang saat berkomunikasi dan bertransaksi via digital,” kata Filin.

Dijelaskan, ada perubahan registrasi pelanggan baru Telkomsel. Perubahan tersebut yaitu  registrasi pelanggan WNI dilakukan menggunakan NIK dan verifikasi wajah. Selain itu, registrasi pelanggan di bawah 17 tahun dan belum menikah dilakukan menggunakan NIK pelanggan sekaligus NIK dan verifikasi wajah kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga.

Filin Yulia juga menjelaskan beberapa hal perlu diketahui pelanggan Telkomsel antara lain Kartu perdana wajib diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Aktivasi hanya dapat dilakukan setelah data tervalidasi (WNI) atau terverifikasi (WNA). Pemerintah juga membatasi kepemilikan maksimal 3 nomor prabayar per identitas per operator, dengan pengecualian untuk kebutuhan tertentu. Pelanggan yang telah registrasi biometrik memiliki kendali penuh untuk cek seluruh nomor yang terdaftar atas NIK mereka, serta meminta pemblokiran jika terdaftar nomor tidak dikenali.

Untuk melakukan Registrasi Biometrik dapat dilakukan melalui GraPARI atau secara mandiri. Pelanggan dapat ke GraPARI terdekat cukup dengan membawa KTP. Petugas layanan Telkomsel siap membantu seluruh pelanggan, termasuk yang tidak memiliki smartphone.

Sementara untuk melakukan registrasi mandiri bisa dilakukan melalui laman tsel.id/registrasibiometrik. Setelah verifikasi nomor yang akan diregistrasi, pelanggan cukup memasukkan NIK dan melakukan selfie (potret diri).

Telkomsel memastikan bahwa data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku. Teknologi yang digunakan telah memenuhi prinsip pencegahan penipuan serta ketahanan terhadap ancaman siber sebagaimana dipersyaratkan oleh regulator.

“Implementasi ini merupakan kelanjutan dari uji coba bertahap yang telah kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir bersama Komdigi. Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan Telkomsel kini dapat merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti,” tambah Filin.

Pelanggan masih dapat melakukan registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK hingga Juni 2026, sesuai masa transisi yang ditetapkan Pemerintah. Setelah periode tersebut berakhir, proses registrasi nomor seluler akan sepenuhnya menggunakan identitas yang valid beserta data biometrik pelanggan.

  • Nomor yang sudah teregistrasi sebelum peraturan berlaku tetap dapat digunakan.
  • Telkomsel juga menyediakan fasilitas registrasi ulang bagi pelanggan yang ingin berpindah ke sistem biometrik.

Info lebih lanjut, cek tsel.id/registrasibiometrik atau hubungi kanal layanan pelanggan resmi Telkomsel. (*)

Bubur Peca dan Rindu Ramadan Lama di Masjid Shiratal Mustaqiem

February 23, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Tradisi berbuka puasa dengan bubur peca di Masjid Shiratal Mustaqiem tidak hanya menarik jamaah sekitar Samarinda Seberang, tetapi juga warga dari berbagai penjuru kota yang datang untuk merasakan suasana Ramadan yang dinilai semakin jarang ditemui.

Sejak siang hari, bubur peca mulai dibagikan kepada jamaah. Menu khas yang hanya hadir saat Ramadan ini dikenal dengan tekstur lebih padat dan cita rasa gurih-rempah yang kuat, berbeda dari bubur pada umumnya. Dimasak menggunakan tungku kayu, aroma khasnya menjadi bagian dari pengalaman berbuka di masjid tertua di Samarinda tersebut.

Anjani (24), warga KS Tubun, mengaku sengaja datang untuk merasakan atmosfer Ramadan yang kental.

“Saya datang ke sini untuk ikut merasakan berbuka puasa dengan vibes yang sangat kental. Ketika berbuka di sini bisa mengingatkan saya pada masa kecil,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Hal serupa disampaikan Eka (40), warga Bengkuring, yang menjadikan kunjungan ke masjid ini sebagai agenda rutin setidaknya setahun sekali bersama keluarga.

“Saya senang datang ke sini karena suasananya beda. Ramadan-nya sangat terasa,” katanya.

Menurutnya, suasana kebersamaan seperti ini sudah semakin sulit ditemukan di kota-kota besar. Karena itu, ia ingin anak-anaknya ikut merasakan pengalaman yang sama.

“Saya juga mau mengajarkan anak-anak biar ikut merasakan suasana Ramadan yang berbeda di sini. Saya pertama kali makan bubur peca justru di sini,” ujarnya.

Tradisi bubur peca yang telah berlangsung lebih dari satu abad itu kini bukan sekadar warisan kuliner, tetapi juga ruang nostalgia bagi warga. Di tengah geliat kota yang terus berkembang, Masjid Shiratal Mustaqiem menghadirkan suasana Ramadan yang tetap sederhana, hangat, dan sarat makna. (intan)

Biodiversity Warriors Ajak Generasi Muda Kenali Dan Lindungi Burung Air

February 21, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Di tengah tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan pesisir, upaya menjaga keanekaragaman hayati menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Biodiversity Warriors mengambil bagian dalam pelaksanaan Asian Waterbird Census (AWC) 2026 melalui kegiatan sensus burung air secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta, yaitu Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK), Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk dan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Sabtu (14/2/26).

Mengusung tema “Kenali dan Lindungi Burung Air di Sekitar Kita”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sensus burung air terbesar di Asia yang dilakukan secara serentak setiap tahun. Di Indonesia, pelaksanaan AWC berlangsung sepanjang Januari–Februari 2026 dan mencakup berbagai habitat lahan basah, diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan, Wetlands International Indonesia/Yayasan Lahan Basah, Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Burungnesia, dan Burung Laut Indonesia.

“Asian Waterbird Census bukan sekadar kegiatan pengamatan burung, tetapi bagian dari mekanisme ilmiah pemantauan ekosistem lahan basah yang dilakukan secara serentak di tingkat global. Data yang dikumpulkan dari kawasan pesisir Jakarta akan berkontribusi pada pembaruan basis data nasional dan regional mengenai populasi burung air, yang sangat penting untuk mendeteksi tren penurunan, perubahan pola migrasi, hingga tekanan terhadap habitat’” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini.

Burung air merupakan indikator penting kesehatan ekosistem lahan basah. Mereka hidup di sungai, danau, tambak, mangrove, rawa gambut, sawah, hingga kawasan pesisir. Keberadaan jenis-jenis seperti kuntul, bangau, bebek, pecuk, burung pantai, camar, hingga pelikan, menjadi penanda keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, Biodiversity Warriors berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melibatkan 83 peserta muda yang berasal dari siswa SMA/sederajat dan mahasiswa di Jakarta untuk terjun langsung melakukan pengamatan di tiga kawasan pesisir Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data terbaru mengenai jenis dan jumlah burung air yang terpantau, tetapi juga memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami pentingnya konservasi burung air dan habitat pesisir.

Peserta yang terlibat berasal dari Saka Wanabakti Daerah Provinsi DKI Jakarta, mahasiswa Kelompok Studi Hidupan Liar Comata Universitas Indonesia, Kelompok.

Pengamat Burung (KPB) Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Himpunan Mahasiswa Biologi Rafflesia Universitas Islam As-Syafi’iah. Kegiatan ini turut didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Mangrove Resort TWA Angke Kapuk, TFCA Sumatera dan Yayasan Lahan Basah.

Partisipasi generasi muda dalam AWC menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Selain mendukung pemutakhiran data nasional burung air, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, penggiat lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kawasan pesisir Jakarta, yang menjadi lokasi kegiatan, memiliki nilai ekologis penting sebagai habitat burung air sekaligus benteng alami dari ancaman perubahan iklim dan abrasi. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai tekanan seperti pencemaran, alih fungsi lahan, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengamatan burung secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta yaitu HLAK ditemukan 38 jenis burung dengan total 289 individu, 18 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 206 individu, TWA Angke Kapuk ditemukan 34 jenis burung dengan total 117 individu, 12 jenis diantaranya masuk dalam jenis burung air dengan total 54 individu dan SMMA ditemukan 27 jenis burung dengan total 126 individu, 13 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 42 individu.

Beberapa jenis burung air yang ditemukan di tiga kawasan pesisir Jakarta tersebut diantaranya adalah blekok sawah (Ardeola speciosa), pecukpadi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecukular asia (Anhinga melanogaster), cangak abu (Ardea cinerea) dan cangak merah (Ardea purpurea).

Dengan pelaksanaan Asian Waterbird Census 2026, Biodiversity Warriors menegaskan bahwa konservasi tidak hanya soal perlindungan satwa, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan kehidupan manusia yang bergantung pada ekosistem yang sehat.

Melalui pengamatan, pencatatan, dan kolaborasi, generasi muda diajak menjadi bagian dari solusi—bukan sekadar saksi—atas tantangan lingkungan hari ini. “Melibatkan generasi muda dalam proses ini juga berarti membangun kapasitas sains warga (citizen science) yang kredibel dan berbasis metodologi, sehingga konservasi tidak hanya berbasis kepedulian, tetapi juga berbasis data,” tutup Rika.(vb/yul/rls)

Wali Kota Samarinda Buka Wisata Belanja Ramadan

February 21, 2026 by  
Filed under Berita

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat membuka wisata belanja Ramadan

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun rmembuka Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan GOR Segiri, Jumat (20/2/2026) sore. Agenda tahunan ini kembali digelar sebagai bagian dari tradisi Ramadan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Andi Harun menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini. Ia mengingatkan bahwa momentum bulan suci bukan hanya tentang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang memperbanyak amal dan mempererat silaturahmi.

“Paling utama kita syukuri adalah masih diberi umur untuk kembali bertemu Ramadan. Ini kesempatan untuk memperbanyak kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah, perbankan, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pasar Ramadan di GOR Segiri telah menjadi tradisi yang melekat di Samarinda selama puluhan tahun. Bahkan ia menyebut pasar tersebut sebagai salah satu yang legendaris karena konsisten hadir dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun, Samarinda selalu memiliki Pasar Ramadan. Sudah berpuluh-puluh tahun, tempatnya pun tetap di sini, di GOR Segiri. Tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai Pasar Ramadan yang legendaris,” katanya.

Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai historis dan emosional bagi warga. “Kalau Ramadan di Samarinda tanpa Pasar Ramadan di GOR Segiri, rasanya ada yang kurang,” tambahnya.

Andi Harun turut menyinggung selesainya sejumlah penataan kawasan GOR Segiri pada 2025, termasuk fasilitas olahraga dan sarana pendukung. Beberapa pekerjaan lanjutan direncanakan berlanjut pada 2026 untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang.

Ia berharap Wisata Belanja Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi kerakyatan. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb