Perkantoran Harus Utamakan K3

November 17, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

KESELAMATAN: Gazali membuka sosialisasi dan advokasi K3 Perkantoran.

TANJUNG REDEB – Berbagai persoalan bisa saja terjadi di lingkungan kerja. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang terjadi saat ini. Tentu para pegawai harus bisa mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Targetnya bisa mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan aman,” kata Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali di Ruang Rapat Sangalaki Kantor Bupati Berau, Senin (16/11/2020).

Disampaikan, wajib bagi Dinas Kesehatan bisa menerapkan prinsip K3 terlebih dahulu di lingkungan kerjanya. “Ini menjadi contoh bagi OPD lainnya untuk bisa diterapkan. Kantor Dinkes, rumah sakit dan puskesmas harus menerapkan K3 ini,” sebutnya.

Ia berharap setelah Dinkes, kantor pemerintahan lainnya menjadi contoh bagi perusahaan yang ada di Berau. Selain itu, Gazali diingatkan tenaga kesehatan yang ada di setiap kecamatan lebih meningkatkan kewaspadaan diri. Khususnya lebih waspada terhadap para pendatang yang masuk ke kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyebutkan, sengaja melakukan sosialisasi dan advokasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perkantoran. Ini penting agar perkantoran tetap bisa berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut diawali safety briefing untuk antisipasi jika terjadi musibah, seperti kebakaran dan gempa bumi. Peserta diarahkan mengikuti instruksi yang telah diberikan jika mengalami musibah tersebut. Sehingga para peserta paham apa yang harus dilakukan dalam mengatasi hal tersebut.

Kegiatan menurutnya sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada para pegawai dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. “Tujuan sosialisasi ini agar peserta paham dan mengerti serta mendapatkan pengetahuan dalam menerapkan K3 ini. Dalam sosialisasi ini juga akan ada diskusi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (*/vb1)

Sekkab Sambut Baik Kehadiran PT Pelni

November 16, 2020 by  
Filed under Berau


KERJA SAMA: Jajaran Pemkab Berau bersama jajaran PT Pelni di Kepulauan Derawan Berau

TANJUNG BATU – Rencana masuknya kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ke Berau melalui pelabuhan Tanjung Batu, Pulau Derawan, disambut baik Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau M Gazali.

“Rencana masuknya kapal Pelni ke Berau telah lama menjadi harapan masyarakat Berau. Karena itu kami menyambut baik kunjungan jajaran PT Pelni dan rencana masuknya kapal Pelni ke Berau,” ucap Gazali di sela menerima kunjungan Komisaris Utama PT Pelni, Ali Masykur Musa bersama rombongan, di Pulau Derawan, Sabtu (14/11/2020).

Dari hasil diskusi dengan jajaran PT Pelni, Gazali menyampaikan, perusahaan negara itu akan mengoperasikan kapal penumpang dan barang ke Berau. Tak hanya itu, perusahaan pelat merah yang mengurusi transportasi laut itu juga akan berinvestasi dengan mengoperasikan kapal pesiar di Kepulauan Derawan. Kapal pesiar yang akan didatangkan itu seperti yang sudah beroperasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Dengan hadirnya PT Pelni, tentu akan semakin meningkatkan pariwisata Kabupaten Berau. Karena itu, kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan Pelni untuk pariwisata Berau,” katanya.

Gazali juga menyampaikan, Pelabuhan Tanjung Batu saat ini sudah sangat siap menerima kedatangan kapal milik perusahaan BUMN tersebut. Apalagi pengelolaan pelabuhan Tanjung Batu telah dikerjasamakan Pemkab Berau dengan PT Pelindo IV sejak beberapa tahun lalu.

Dikatakan, keberadaan Pulau Derawan dan sekitarnya, termasuk Maratua, Kakaban, dan Sangalaki sudah semakin populer. Tak heran jika pulau ini menjadi incaran pelancong lokal maupun asing untuk dikunjungi.

Pemkab Berau, terus berupaya meningkatkan akses transportasi menuju lokasi wisata ini. Harapannya, sektor wisata di Bumi Batiwakkal ini akan meningkat dan pada akhirnya pendapatan asli daerah dari sektor ini juga bisa semakin besar.

“Mudah-mudahan Pelni bisa segera merealisasikan rencana ini,” tegasnya. (vb1)

Pelatihan Menjahit Diserbu 800 Pendaftar

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Religi, Sosial & Budaya

TANJUNG REDEB – Program pelatihan untuk masyarakat yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau ternyata sangat diminati masyarakat. Sebagai contoh, ketika instansi ini membuka pelatihan menjahit, pesertanya ternyata membeludak sampai 800 orang.

“Padahal, kuota peserta yang tersedia hanya belasan orang saja,” sebut Kepala Disnakertrans Berau, Junaidi, (15/11/2020).

Disebutkan, instansi yang dipimpinnya menggelar 4 program pelatihan untuk masyarakat. Di antaranya pelatihan menjahit, otomotif, reparasi AC dan komputer. Program pelatihan itu selalu diselenggarakan setiap tahun, guna mendorong kemandirian masyarakat.

Terutama, yang menjadi sasaran adalah remaja yang baru lulus SLTA dan ingin langsung terjun ke dunia kerja. Harapannya, dengan keterampilan yang dimiliki, para lulusan SLTA ini bisa langsung wirausaha secara mandiri.

“Program pelatihan ini mendapat respons baik masyarakat. Setiap tahun peserta pelatihan terlihat sangat antusias,” tuturnya.

Selama ini, informasi tentang penyelenggaraan pelatihan ini biasanya diteruskan kepada aparatur kampung atau kelurahan se-Kabupaten Berau, untuk mencari warga yang berminat. Namun, sejak 2020 ini, pengumuman disebarkan melalui laman Disnaskertrans Berau.

“Ternyata peminatnya tak hanya kalangan muda saja. Yang tua-tua juga banyak. Ini mungkin dampak dari PHK yang terjadi,” ujarnya.

Junaidi berharap, ke depan anggaran pelatihan keterampilan ini bisa semakin meningkat. Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang mampu berwirausaha mandiri. “Kami juga ingin, setiap peserta pelatihan menjahit, nantinya juga diberikan bantuan mesin jahit. Sehingga peserta bisa langsung praktik,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap, program seperti ini bisa terus dilakukan. Tak hanya secara kualitas, tapi juga bisa menambah jumlah kuota peserta. “Semoga tahun depan anggarannya ada lagi, sehingga bisa dilaksanakan lebih baik lagi. Kami harap masyarakat yang telah mengikuti kegiatan bisa berwirausaha,” harapnya. (vb1)

Tanpa Masker Denda Rp 150 Ribu

November 16, 2020 by  
Filed under Berau

DENDA: Pengunjung dan pedagang tanpa masker, didata, dan akan dikenakan sanksi denda.

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan PMI, mulai bertindak tegas. Warga yang kedapatan tanpa masker, akan dikenakan denda Rp 150 ribu. Tindakan tegas itu diambil, mengingat sosialisasi yang sudah dilakukan selama ini dianggap sudah maksimal.

Teguran hanya akan diberikan satu kali. “Jika nanti melanggar lagi, maka ada sanksi sosial maupun denda sesuai Perbup yakni Rp 150 ribu,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tibum dan Tramas Satpol PP Berau, Ahmad Yani.

Minggu (15/11/2020) tadi, Satpol-PP bersama tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan PMI menggelar operasi yustisi, guna menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2020 di Pasar Sanggam Adji Dilayas. Kegiatan itu dilakukan untuk menegaskan kepada masyarakat terkait pentingnya menjalani protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid 19. Tim dibagi tiga regu, menyisir pintu masuk pasar dan pintu keluar pasar untuk penertiban.

Faktanya, dalam operasi tersebut ada saja sejumlah pedagang maupun pengunjung tidak memakai masker, padahal mereka sudah membawa masker. Pengunjung atau pedagang yang terbukti tidak memakai masker diberi teguran dan didata.

Jika nantinya kedapatan lagi tidak menggunakan masker, langsung diterapkan sanksi denda Rp 150 ribu sesuai Peraturan Bupati Berau. “Kami berharap masyarakat patuh dengan peraturan yang ada, selalu menggunakan masker saat bepergian guna melindungi diri maupun orang lain,” ujar Ahmad Yani.

Sementara itu, upaya penerapan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan Satpol PP bersama tim gabungan mendapat apresiasi warga yakni Bakri. Meski terjaring razia, Bakri mengaku mengapresiasi langkah tersebut. “Tidak apa-apa mas, ini kan untuk kebaikan kita juga,” katanya. (vb1)

Pelni Siap Buka Rute ke Berau

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Wisata

RUTE WISATA: Sekkab Berau, M Gazali berbincang dengan Komisaris Utama PT Pelni, Ali Masykur Musa dan Direkrut Armada PT Pelni, Tukul Harsono di Pulau Derawan.

TANJUNG REDEB – “Melihat potensi di Pulau Derawan, Maratua, Kakaban maupun Sangalaki dan dengan masuknya kapal wisata seperti kapal pinisi, turis domestik maupun mancanegara akan semakin banyak ke Berau,” jelas Komisaris Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Ali Masykur Musa, di sela berkunjung ke Kepulauan Derawan Sabtu (14/11/2020)..

Melihat potensi itu pula, sangat terbuka peluang bagi PT Pelni untuk membuka rute singgah ke Berau, terutama di dermaga Tanjung Batu, Pulau Derawan.

“Karena itu pelabuhan Tanjung Batu yang telah memenuhi syarat ini bisa dihidupkan kembali,” harap Ali. Dengan begitu, Berau akan terkoneksi dengan kota lain di Indonesia yang sudah terlebih dahulu disinggahi kapal milik PT Pelni.

Seperti diketahui, jajaran PT Pelni dipimpin Komisaris Utama, Ali Masykur Musa, mengunjungi Kepulauan Derawan sejak Sabtu (14/11) hingga Senin (15/11). Ali didampingi para direktur dan disambut Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali beserta para asisten dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait di Pulau Derawan.

Kunjungan tersebut memang dilakukan dalam rangka penjajakan rencana masuknya kapal milik Pelni guna mendukung pengembangan pariwisata bahari di Berau.

Lebih jauh Ali menyampaikan, selama ini, Pelni sudah rutin mengunjungi berbagai pulau di Indonesia. Harapannya, nantinya juga bisa ke Pelabuhan Tanjung Batu, Pulau Derawan. Sehingga wisatawan bisa semakin banyak berkunjung ke Berau.

Selain itu, penduduk Berau yang ingin ke luar daerah menggunakan kapal, misalnya ke Sulawesi, bisa memanfaatkan kehadiran kapal tersebut. “Apalagi Derawan menjadi salah satu destinasi unggulan. Potensi yang ada ini menjadi perhatian PT Pelni untuk mendukung pengembangan pariwisata. Di antaranya kapal pesiar yang dikelola anak perusahaan PT Pelni juga bisa masuk ke sini,” ulasnya.

Jika angkutan kapal penumpang dan barang berkembang di pelabuhan Tanjung Batu, wisata di Derawan menurutnya akan semakin berkembang. Dampaknya tentu akan semakin positif terhadap pertumbuhan ekonomi warga Berau, terutama warga Pulau Derawan dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan sektor wisata meningkat. Kehidupan ekonomi masyarakat juga semakin baik,” harapnya. (vb1)

« Previous PageNext Page »

  • vb