Ingat, Pandemi Belum Berakhir

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi

TANJUNG REDEB – Tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya Covid-19 semakin besar. “Lihat semua orang selalu pakai masker, setiap rumah dan tempat umum ada fasilitas cuci tangan,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi, akhir pekan tadi.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan. Hingga akhir pekan tadi, perkembangan kasus Covid-19 di Berau, tercatat kasus positif 396 kasus dan 37 kasus masih menjalani perawatan medis.

“Penyebaran masih terjadi. Pandemi ini belum berakhir. Kami imbau masyarakat terus terapkan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian,” tegasnya.

Sementara itu, terkait momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November tadi, Iswahyudi mengatakan tidak menggelar acara peringatan. Paling utama saat ini adalah, bagaimana caranya pandemi berakhir.

“Kesadaran masyarakat memiliki peran besar untuk memutus penyebaran virus mematikan ini. Sebagai warga negara harus mengikuti arahan pemerintah,” katanya.

Ditambahkan, pemerintah telah meluncurkan program gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Pemkab Berau juga telah mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 42 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Segala upaya telah kami lakukan, mulai sosialisasi bahkan memberikan sanksi bagi pelanggar prokes. Tapi semua kembali pada kesadaran masyarakat,” tutupnya. (vb1)

STIEM Berubah Jadi UMB

November 14, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

SERAHKAN : Pjs Bupati Berau, M Ramadhan menyaksikan penyerahan SK penetapan UMB.

TANJUNG REDEB – Perjuangan panjang perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau membuahkan hasil.

Surat Keputusan perubahan bentuk STIEM Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) akhirnya diserahkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Jumat (13/11). Penyerahan dilakukan di aula UMB disaksikan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan.

Kepala Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Udiansyah menjelaskan, proses sebelum terbentuknya UMB ini cukup panjang. Beberapa kali kelengkapan dokumen dikembalikan untuk dilengkapi. Hingga akhirnya seluruh persyaratan bisa dipenuhi.

“Angka partisipasi kuliah di Berau termasuk rendah yaitu 36 persen. Banyak alasan yang membuat lulusan SMA tidak kuliah, seperti kendala biaya, ongkos ke kota, bayar SPP, kos dan lainnya. Dengan adanya universitas di sini, diharapkan bisa mengatasi semua masalah tersebut,” kata Udiansyah.

Penetapan perubahan status STIEM menjadi UMB ini mendapat apresiasi dari Pjs Bupati Berau, M Ramadhan. Dengan adanya universitas tersebut, diharapkan bisa membantu pemerintah menghasilkan SDM berkualitas.

“Khusus lulusan SMA bisa meneruskan pendidikannya. Apalagi ini baru pertama kali adanya universitas. Tentu kita harapkan program pemerintah daerah dalam jangka panjang bisa terwujud, terutama dalam hal peningkatan SDM,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPH STIEM Tanjung Redeb, Ilyas Natsir menyampaikan, apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah.

“Hari bersejarah bagi Berau telah berdirinya universitas. Sehingga kita harus bangga, senang. Berdirinya universitas ini harus dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan SDM andal,” ujarnya.

Penetapan ini merupakan cita-cita besar yang telah terwujud. Dengan resmi berdirinya universitas ini maka lulusan SMA tidak perlu lagi menempuh pendidikan ke luar daerah. Pemerintah juga tidak lagi keluar biaya besar.

“Ke depan kita juga bisa keluarkan program pasca sarjana,” tegasnya.

Ilyas berharap UMB bisa menjadi universitas maju dan dapat berkiprah di tingkat provinsi dan nasional. Tanggung jawab besar telah menunggu untuk dikerjakan. Dalam rangka wujudkan masyarakat Berau sejahtera. “Mohon doa restu untuk realisasi cita-cita ini,” katanya. (vb1)

Pjs Bupati Bagi Masker di Pasar

November 14, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

CEGAH COVID: Pjs Bupati Berau, M Ramadhan membagikan masker di Pasar Sangam Adji Dilayas.

TANJUNG REDEB – Masyarakat perlu diberikan edukasi lagi. Faktanya pandemi yang terjadi saat ini masih menghantui masyarakat. Sehingga kewaspadaan harus dilakukan terus melalui penerapan protokol kesehatan ini. “Tidak ada jalan lagi. Ekonomi harus tetap jalan dan edukasi juga. Sehingga adapatasi dengan kehidupan baru ini harus dilakukan,” kata Pjs Bupati Berau, M Ramadhan di sela membagikan masker di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Jumat (13/11) pagi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Berau telah mengeluarkan Peraturan Bupati yang mengatur protokol kesehatan sebagai bagian dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Kampanye pun selalu dilakukan kepada masyarakat. Dengan harapan aturan ini bisa menjadi budaya yang selalu diterapkan.

Akan tetapi penerapan protokol kesehatan tidak bisa dilakukan tanpa adanya dukungan dari seluruh pihak. Ia pun mengajak masyarakat bisa bersama-sama berperan di dalamnya. “Selain jaga jarak, cuci tangan, juga menggunakan masker. Mudahan covid-19 ini bisa menghilang di Bumi Batiwakkal,” ujarnya.

Yang terjadi saat ini, masyarakat sudah mulai abai, dan ada saja yang tidak menggunakan masker. Karena itu, M Ramadhan menegaskan bahwa pandemi ini belum selesai, belum berakhir. Salah satu cara efektif untuk mencegah adalah dengan melakukan protokol kesehatan.

Dalam pembagian ratusan masker di Pasar SAD itu, M Ramadhan didampingi Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali serta sejumlah kepala OPD. Selain pedagang, masker juga diberikan juga kepada pengunjung. Tak hanya pembagian masker, sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukan. (vb1)

Muncul Klaster Baru, Perusahaan Tambang Diminta Perketat Protokol Kesehatan

November 14, 2020 by  
Filed under Berau

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi

TANJUNG REDEB – “Kami meminta pihak perusahaan melakukan perbaikan sistem penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja mereka. Kita heran bisa terjadi transmisi lokal, bukan dari pelaku perjalanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi (13/11/2020) terkait adanya klaster baru Covid-19 dari perusahaan tambang yakni SIS BMO.

Iswahyudi juga menyampaikan, telah meminta pihak perusahaan melakukan evaluasi terkait karyawannya yang terpapar Covid-19. “Dinkes terus melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan baik induk maupun kontraktor. Kami akan terus melakukan pengamatan terkait adanya klaster baru ini,” sambungnya.

Agar kasus ini tidak semakin meluas, pihak perusahaan telah mengambil langkah melakukan karantina mandiri terhadap karyawan perusahaan, serta melakukan penelusuran terhadap orang lain di lingkungan sekitar.

“Jika ini membesar, yang jelas akan kena ya orang-orang tambang di lingkungan tempat mereka saja. Semoga tidak sampai keluar,” harapnya.

Saat ini, para pasien yang telah dinyatakan positif dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul rivai. Terkait gejala, mayoritas pasien memiliki gejala. Iswahyudi mengaku akan terus menggali informasi untuk mencari penyebaran awalnya. Dugaan awal, ada orang tanpa gejala (OTG) sehingga penularan virus Covid itu tiba-tiba meluas.

“Pandemi ini belum berakhir, kami imbau masyarakat meningkatkan kedisiplinan, menerapkan protokol kesehatan, memakai masker saat berpergian, hindari keramaian dan rajin mencuci tangan,” kata Iswahyudi. (vb1)

Bersama Sriwijaya Air, PMI Bantu Keberangkatan Bayi Hidrosefalus

November 13, 2020 by  
Filed under Berau, Berita

KE BALIKPAPAN: Sriwijaya Air dan PMI Berau menyerahkan tingkat keberangkatan kepada keluarga Jeconia agar bisa berobat ke Samarinda.

TANJUNG REDEB – Harapan agar bayi hidrosefalus, Jeconia Calya Kilapong bisa sembuh, masih terbuka lebar. Palang Merah Indonesia (PMI) Berau akhirnya bisa mendapatkan dukungan agar sang bayi dan keluarganya bisa berangkat ke Samarinda.

“Alhamdulillah, setelah kami bersurat dan berkoordinasi dengan pihak Sriwijaya Air, akhirnya bayi dan keluarganya mendapatkan tiket gratis ke Balikpapan, agar bisa berobat ke Samarinda,” sebut M Hatta Basrie, sekretaris PMI Berau di sela penyerahan tiket kepada pihak keluarga sang bayi, Jumat (13/11/2020) siang, di perumahan Alfa Omega, Jalan Murjani II Tanjung Redeb.

Penyerahan tiket pesawat langsung dilakukan Branch Manager Sriwijaya Air Berau, Presley Sumanti. Menurut Presley, dukungan tiket tidak hanya dari Sriwijaya Air. “Ada juga dukungan dari teman-teman forum Berau Tourism yang fokus mengangkat pariwisata Berau. Mereka juga memberikan dukungan agar keluarga bayi bisa berangkat berobat,” sebut Presley.

Presley pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMI Berau yang terus melakukan koordinasi sejak awal. “Kami berharap, adik Jeconia bisa segera sembuh,” sebutnya.

Ia berharap, perhatian dari manajemen perusahaan dan masyarakat bisa terus berlanjut. “Semoga di kesempatan lain kami bisa berbuat lebih banyak,” sambungnya.

Menurut Presley, momen dukungan diberikan bertepatan dengan ulang tahun Sriwijaya Air. “Karena itu kami memohon maaf, sejatinya bisa berangkat pas Hari Pahlawan kemarin, tapi ada kendala teknis sehingga baru bisa berangkat Sabtu ini,” tuturnya.

Sementara itu, lebih lanjut Sekretaris PMI Berau M Hatta Basrie menyampaikan, akan berkoodinasi dengan PMI Samarinda, dengan harapan, rekan relawan PMI Samarinda juga bisa memberikan pendampingan selama berobat di RSU AW Sjahranie Samarinda.

“Semoga teman-teman PMI Samarinda juga bisa membantu,” harapnya.

Ayah sang bayi, Joanly Timotius Kilapong menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Katanya nanti di Samarinda mau diobservasi dulu,” sebut Joanly didampingi istrinya Irim Apriana Ajang. Ia dan keluarga sudah bersiap berangkat ke Samarinda via Balikpapan, Sabtu (14/11/2020) pagi. Termasuk, sudah rapid test sebagai salah satu syarat agar bisa terbang dengan pesawat udara ke Balikpapan.

Dikabarkan sebelumnya, sempat viral di media sosial atas keberadaan bayi berusia 4 bulan yang menderita hidrosefalus. Bayi bernama Jeconia Calya Kilapong itu akhirnya dijenguk Wakil Bupati Berau non aktif, H Agus Tantomo.

Dari hasil kunjungan itu, Agus Tantomo pun koordinasi dengan PMI Berau, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau untuk membantu pengobatan Jeconia. Hasilnya, dukungan sumbangan untuk Jeconia terus berdatangan.

Pada kunjungan tersebut, Agus Tantomo menerangkan, untuk operasi bayi Jeconia membutuhkan biaya tidak murah. Karena itu ia mengajak masyarakat bisa membantu kebutuhan bayi tersebut. Meski secara pribadi Agus Tantomo juga sudah memberikan bantuan, namun tentu akan lebih maksimal juga masyarakat luas juga bisa membantu. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb