Pelatihan Menjahit Diserbu 800 Pendaftar

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Religi, Sosial & Budaya

TANJUNG REDEB – Program pelatihan untuk masyarakat yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau ternyata sangat diminati masyarakat. Sebagai contoh, ketika instansi ini membuka pelatihan menjahit, pesertanya ternyata membeludak sampai 800 orang.

“Padahal, kuota peserta yang tersedia hanya belasan orang saja,” sebut Kepala Disnakertrans Berau, Junaidi, (15/11/2020).

Disebutkan, instansi yang dipimpinnya menggelar 4 program pelatihan untuk masyarakat. Di antaranya pelatihan menjahit, otomotif, reparasi AC dan komputer. Program pelatihan itu selalu diselenggarakan setiap tahun, guna mendorong kemandirian masyarakat.

Terutama, yang menjadi sasaran adalah remaja yang baru lulus SLTA dan ingin langsung terjun ke dunia kerja. Harapannya, dengan keterampilan yang dimiliki, para lulusan SLTA ini bisa langsung wirausaha secara mandiri.

“Program pelatihan ini mendapat respons baik masyarakat. Setiap tahun peserta pelatihan terlihat sangat antusias,” tuturnya.

Selama ini, informasi tentang penyelenggaraan pelatihan ini biasanya diteruskan kepada aparatur kampung atau kelurahan se-Kabupaten Berau, untuk mencari warga yang berminat. Namun, sejak 2020 ini, pengumuman disebarkan melalui laman Disnaskertrans Berau.

“Ternyata peminatnya tak hanya kalangan muda saja. Yang tua-tua juga banyak. Ini mungkin dampak dari PHK yang terjadi,” ujarnya.

Junaidi berharap, ke depan anggaran pelatihan keterampilan ini bisa semakin meningkat. Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang mampu berwirausaha mandiri. “Kami juga ingin, setiap peserta pelatihan menjahit, nantinya juga diberikan bantuan mesin jahit. Sehingga peserta bisa langsung praktik,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap, program seperti ini bisa terus dilakukan. Tak hanya secara kualitas, tapi juga bisa menambah jumlah kuota peserta. “Semoga tahun depan anggarannya ada lagi, sehingga bisa dilaksanakan lebih baik lagi. Kami harap masyarakat yang telah mengikuti kegiatan bisa berwirausaha,” harapnya. (vb1)

Tanpa Masker Denda Rp 150 Ribu

November 16, 2020 by  
Filed under Berau

DENDA: Pengunjung dan pedagang tanpa masker, didata, dan akan dikenakan sanksi denda.

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan PMI, mulai bertindak tegas. Warga yang kedapatan tanpa masker, akan dikenakan denda Rp 150 ribu. Tindakan tegas itu diambil, mengingat sosialisasi yang sudah dilakukan selama ini dianggap sudah maksimal.

Teguran hanya akan diberikan satu kali. “Jika nanti melanggar lagi, maka ada sanksi sosial maupun denda sesuai Perbup yakni Rp 150 ribu,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tibum dan Tramas Satpol PP Berau, Ahmad Yani.

Minggu (15/11/2020) tadi, Satpol-PP bersama tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan PMI menggelar operasi yustisi, guna menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2020 di Pasar Sanggam Adji Dilayas. Kegiatan itu dilakukan untuk menegaskan kepada masyarakat terkait pentingnya menjalani protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid 19. Tim dibagi tiga regu, menyisir pintu masuk pasar dan pintu keluar pasar untuk penertiban.

Faktanya, dalam operasi tersebut ada saja sejumlah pedagang maupun pengunjung tidak memakai masker, padahal mereka sudah membawa masker. Pengunjung atau pedagang yang terbukti tidak memakai masker diberi teguran dan didata.

Jika nantinya kedapatan lagi tidak menggunakan masker, langsung diterapkan sanksi denda Rp 150 ribu sesuai Peraturan Bupati Berau. “Kami berharap masyarakat patuh dengan peraturan yang ada, selalu menggunakan masker saat bepergian guna melindungi diri maupun orang lain,” ujar Ahmad Yani.

Sementara itu, upaya penerapan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan Satpol PP bersama tim gabungan mendapat apresiasi warga yakni Bakri. Meski terjaring razia, Bakri mengaku mengapresiasi langkah tersebut. “Tidak apa-apa mas, ini kan untuk kebaikan kita juga,” katanya. (vb1)

Pelni Siap Buka Rute ke Berau

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Wisata

RUTE WISATA: Sekkab Berau, M Gazali berbincang dengan Komisaris Utama PT Pelni, Ali Masykur Musa dan Direkrut Armada PT Pelni, Tukul Harsono di Pulau Derawan.

TANJUNG REDEB – “Melihat potensi di Pulau Derawan, Maratua, Kakaban maupun Sangalaki dan dengan masuknya kapal wisata seperti kapal pinisi, turis domestik maupun mancanegara akan semakin banyak ke Berau,” jelas Komisaris Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Ali Masykur Musa, di sela berkunjung ke Kepulauan Derawan Sabtu (14/11/2020)..

Melihat potensi itu pula, sangat terbuka peluang bagi PT Pelni untuk membuka rute singgah ke Berau, terutama di dermaga Tanjung Batu, Pulau Derawan.

“Karena itu pelabuhan Tanjung Batu yang telah memenuhi syarat ini bisa dihidupkan kembali,” harap Ali. Dengan begitu, Berau akan terkoneksi dengan kota lain di Indonesia yang sudah terlebih dahulu disinggahi kapal milik PT Pelni.

Seperti diketahui, jajaran PT Pelni dipimpin Komisaris Utama, Ali Masykur Musa, mengunjungi Kepulauan Derawan sejak Sabtu (14/11) hingga Senin (15/11). Ali didampingi para direktur dan disambut Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali beserta para asisten dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait di Pulau Derawan.

Kunjungan tersebut memang dilakukan dalam rangka penjajakan rencana masuknya kapal milik Pelni guna mendukung pengembangan pariwisata bahari di Berau.

Lebih jauh Ali menyampaikan, selama ini, Pelni sudah rutin mengunjungi berbagai pulau di Indonesia. Harapannya, nantinya juga bisa ke Pelabuhan Tanjung Batu, Pulau Derawan. Sehingga wisatawan bisa semakin banyak berkunjung ke Berau.

Selain itu, penduduk Berau yang ingin ke luar daerah menggunakan kapal, misalnya ke Sulawesi, bisa memanfaatkan kehadiran kapal tersebut. “Apalagi Derawan menjadi salah satu destinasi unggulan. Potensi yang ada ini menjadi perhatian PT Pelni untuk mendukung pengembangan pariwisata. Di antaranya kapal pesiar yang dikelola anak perusahaan PT Pelni juga bisa masuk ke sini,” ulasnya.

Jika angkutan kapal penumpang dan barang berkembang di pelabuhan Tanjung Batu, wisata di Derawan menurutnya akan semakin berkembang. Dampaknya tentu akan semakin positif terhadap pertumbuhan ekonomi warga Berau, terutama warga Pulau Derawan dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan sektor wisata meningkat. Kehidupan ekonomi masyarakat juga semakin baik,” harapnya. (vb1)

Ingat, Pandemi Belum Berakhir

November 16, 2020 by  
Filed under Berau, Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi

TANJUNG REDEB – Tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya Covid-19 semakin besar. “Lihat semua orang selalu pakai masker, setiap rumah dan tempat umum ada fasilitas cuci tangan,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi, akhir pekan tadi.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan. Hingga akhir pekan tadi, perkembangan kasus Covid-19 di Berau, tercatat kasus positif 396 kasus dan 37 kasus masih menjalani perawatan medis.

“Penyebaran masih terjadi. Pandemi ini belum berakhir. Kami imbau masyarakat terus terapkan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian,” tegasnya.

Sementara itu, terkait momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November tadi, Iswahyudi mengatakan tidak menggelar acara peringatan. Paling utama saat ini adalah, bagaimana caranya pandemi berakhir.

“Kesadaran masyarakat memiliki peran besar untuk memutus penyebaran virus mematikan ini. Sebagai warga negara harus mengikuti arahan pemerintah,” katanya.

Ditambahkan, pemerintah telah meluncurkan program gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Pemkab Berau juga telah mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 42 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Segala upaya telah kami lakukan, mulai sosialisasi bahkan memberikan sanksi bagi pelanggar prokes. Tapi semua kembali pada kesadaran masyarakat,” tutupnya. (vb1)

STIEM Berubah Jadi UMB

November 14, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

SERAHKAN : Pjs Bupati Berau, M Ramadhan menyaksikan penyerahan SK penetapan UMB.

TANJUNG REDEB – Perjuangan panjang perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau membuahkan hasil.

Surat Keputusan perubahan bentuk STIEM Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) akhirnya diserahkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Jumat (13/11). Penyerahan dilakukan di aula UMB disaksikan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan.

Kepala Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Udiansyah menjelaskan, proses sebelum terbentuknya UMB ini cukup panjang. Beberapa kali kelengkapan dokumen dikembalikan untuk dilengkapi. Hingga akhirnya seluruh persyaratan bisa dipenuhi.

“Angka partisipasi kuliah di Berau termasuk rendah yaitu 36 persen. Banyak alasan yang membuat lulusan SMA tidak kuliah, seperti kendala biaya, ongkos ke kota, bayar SPP, kos dan lainnya. Dengan adanya universitas di sini, diharapkan bisa mengatasi semua masalah tersebut,” kata Udiansyah.

Penetapan perubahan status STIEM menjadi UMB ini mendapat apresiasi dari Pjs Bupati Berau, M Ramadhan. Dengan adanya universitas tersebut, diharapkan bisa membantu pemerintah menghasilkan SDM berkualitas.

“Khusus lulusan SMA bisa meneruskan pendidikannya. Apalagi ini baru pertama kali adanya universitas. Tentu kita harapkan program pemerintah daerah dalam jangka panjang bisa terwujud, terutama dalam hal peningkatan SDM,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPH STIEM Tanjung Redeb, Ilyas Natsir menyampaikan, apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah.

“Hari bersejarah bagi Berau telah berdirinya universitas. Sehingga kita harus bangga, senang. Berdirinya universitas ini harus dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan SDM andal,” ujarnya.

Penetapan ini merupakan cita-cita besar yang telah terwujud. Dengan resmi berdirinya universitas ini maka lulusan SMA tidak perlu lagi menempuh pendidikan ke luar daerah. Pemerintah juga tidak lagi keluar biaya besar.

“Ke depan kita juga bisa keluarkan program pasca sarjana,” tegasnya.

Ilyas berharap UMB bisa menjadi universitas maju dan dapat berkiprah di tingkat provinsi dan nasional. Tanggung jawab besar telah menunggu untuk dikerjakan. Dalam rangka wujudkan masyarakat Berau sejahtera. “Mohon doa restu untuk realisasi cita-cita ini,” katanya. (vb1)

« Previous PageNext Page »

  • vb