Keberagaman Jadi Kekuatan, Berau Tampilkan Harmoni Budaya Nusantara

June 30, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Berau selama ini kerap dikenal dengan istilah BABADA sebagai representasi tiga suku besar yang menjadi bagian dari sejarah daerah, yakni Berau, Bajau, dan Dayak. Namun, wajah Berau saat ini telah berkembang menjadi jauh lebih beragam. Kehadiran masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia menjadikan kabupaten ini sebagai miniatur Nusantara, di mana puluhan suku hidup berdampingan dalam harmoni.

Potret keberagaman itu tampak nyata dalam Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 yang berlangsung di Panggung Barintak Tepian Segah, Minggu (28/6/2026).

Bukan hanya budaya lokal yang tampil memukau, panggung tersebut juga dipenuhi beragam kesenian dari suku-suku pendatang yang telah lama menetap di Berau.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian pengunjung adalah atraksi Reog Ponorogo. Tarian tradisional khas Jawa Timur dengan topeng Singa Barong berukuran besar itu berhasil memukau masyarakat yang memadati kawasan Tepian Segah.

Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa budaya dari luar daerah tidak sekadar hadir di Berau, tetapi telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Selain Reog Ponorogo, berbagai kelompok seni dari beragam etnis turut menampilkan tarian dan budaya khas masing-masing. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa keberagaman bukan menjadi sekat, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Berau merupakan modal sosial yang harus terus dijaga. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.

“Melalui kegiatan seperti ini kita menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman adalah kekuatan yang menjadi fondasi persatuan masyarakat Berau,” ujarnya.

Ia menilai pagelaran budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal tradisi satu sama lain. Di tengah derasnya pengaruh budaya global, pelestarian budaya lokal maupun budaya nusantara yang hidup di Berau menjadi tanggung jawab bersama.

Gamalis berharap generasi muda tidak hanya bangga terhadap budaya daerah asalnya, tetapi juga memiliki rasa hormat terhadap budaya suku lain yang hidup berdampingan di Kabupaten Berau.

Pagelaran bertema “Bersatu dalam Keberagaman, Melestarikan Budaya, Mengokohkan Pancasila di Bumi Batiwakkal” itu ditutup dengan defile budaya. Peserta dari berbagai paguyuban dan komunitas mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing, memperlihatkan mozaik keberagaman yang kini menjadi wajah baru Berau. (Dy/Ok/Adv)

Bupati Berau Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembayaran Digital

June 30, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb  – Digitalisasi tidak lagi hanya menjadi tren, tetapi telah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha untuk mampu bertahan dan berkembang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan penggunaan QRIS menjadi salah satu langkah strategis agar UMKM lokal mampu mengikuti perubahan pola transaksi masyarakat yang kini semakin mengandalkan pembayaran non-tunai.

Bupati Berau Sri Juniarsih

Menurutnya, kemudahan transaksi yang ditawarkan QRIS dapat meningkatkan kenyamanan konsumen sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.

“QRIS menjadi salah satu solusi yang memudahkan transaksi dan mendukung usaha menjadi lebih modern,” ujarnya. Minggu (28/06/2026)

Sri Juniarsih menjelaskan, digitalisasi pembayaran bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga membuka peluang agar produk-produk UMKM Berau memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Dengan transaksi yang tercatat secara digital, pelaku usaha dinilai lebih mudah mengelola arus keuangan, melakukan evaluasi usaha, hingga membangun kepercayaan konsumen.

Ia menilai semakin banyak pilihan metode pembayaran yang tersedia, semakin besar pula peluang konsumen untuk berbelanja tanpa terkendala keterbatasan uang tunai.

“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Kami ingin UMKM Berau terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” katanya.

Bupati juga berharap pemanfaatan QRIS semakin meluas, tidak hanya di pusat-pusat perdagangan, tetapi juga menjangkau pedagang pasar tradisional, usaha rumahan, hingga sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Berau, sehingga sudah seharusnya mereka mendapat dukungan agar mampu naik kelas melalui pemanfaatan teknologi,” pungkasnya. (Dy/Ok/Adv)

Festival Adat Bakudung Batiung Hidupkan Ekonomi Kampungdan Lestarikan Budaya

June 28, 2026 by  
Filed under Berau

Wakil Bupati Berau, Gamalis

Tanjung Redeb – Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata bahari di Kabupaten Berau, Pemerintah Kabupaten Berau mulai memberi perhatian lebih pada potensi wisata budaya. Kampung Tumbit Dayak dinilai memiliki modal besar untuk menjadi ikon wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri Festival Adat Bakudung Batiung dan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kekayaan tradisi yang masih terjaga hingga kini merupakan aset yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu, pelestarian budaya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas daerah. Kalau terus dijaga dan dikemas dengan baik, budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata,” ujarnya. Sabtu (27/06/2026)

Selama ini Berau lebih dikenal sebagai destinasi wisata bahari dengan gugusan pulau dan keindahan bawah lautnya. Namun, keberadaan kampung-kampung adat seperti Tumbit Dayak menjadi pelengkap yang mampu memperpanjang daya tarik wisata daerah.

Gamalis menilai Festival Bakudung Batiung menjadi contoh bagaimana tradisi dapat dikolaborasikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM dalam festival menunjukkan bahwa pelestarian budaya juga membuka peluang usaha bagi warga.

“Setiap festival berlangsung, produk-produk UMKM ikut terangkat. Pengunjung datang bukan hanya menyaksikan tradisi, tetapi juga membeli hasil karya masyarakat. Ini yang ingin terus kita dorong,” sebutnya.

Selain memberikan dampak ekonomi, Gamalis berharap festival budaya menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal adat istiadat daerahnya di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, berbagai tradisi yang ditampilkan, mulai dari prosesi adat hingga ritual Panjat Piruaj yang menggambarkan hubungan harmonis masyarakat dengan alam, merupakan nilai-nilai lokal yang harus terus diwariskan.

“Kami ingin anak-anak muda bangga dengan budayanya sendiri. Jangan sampai tradisi yang sudah diwariskan ratusan tahun hilang karena tidak lagi dikenalkan kepada generasi berikutnya,” harapnya

Gamalis mengucapkan selamat ulang tahun ke-263 kepada Kampung Tumbit Dayak. Dengan status sebagai Kampung Mandiri, Gamalis optimistis Tumbit Dayak mampu terus berkembang melalui penguatan sektor budaya, pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, Tumbit Dayak semakin dikenal, tidak hanya di Berau, tetapi juga di tingkat nasional,” pungkasnya. (Dy/Ok/Adv)

Ratusan Rumah di Empat Kampung Kecamatan Kelay Segera Nikmati Listrik

June 26, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb  – Setelah bertahun-tahun hidup tanpa aliran listrik, harapan warga di empat kampung di Kecamatan Kelay akhirnya mulai terwujud.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan sekitar 300 hingga 400 rumah di Kampung Mapulu, Panaan, Muara Lesan, dan Lesan Dayak akan mulai menikmati listrik pada Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, usai melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan PLN UP3 Berau, Selasa (23/6/2026).

Wakil Bupati Berau, Gamalis

Menurutnya, program elektrifikasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Alhamdulillah, kami mendapat informasi bahwa jaringan listrik di empat kampung di Kecamatan Kelay siap dinyalakan dalam waktu dekat,” ujar Gamalis.

Ia mengatakan, hadirnya listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di kampung-kampung pedalaman.

Akses listrik akan mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan pelayanan kesehatan, hingga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selama ini masyarakat menunggu cukup lama. Mudah-mudahan dengan masuknya listrik, kualitas hidup warga semakin meningkat dan aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif,” katanya.

Gamalis menegaskan, Pemkab Berau akan terus mendukung percepatan pemerataan listrik hingga seluruh kampung yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati layanan kelistrikan.

Sementara itu, Kepala PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup, mengatakan proses penyambungan pelanggan saat ini sedang dipercepat. Sebanyak 300 hingga 400 rumah di Kampung Mapulu, Panaan, Muara Lesan, dan Lesan Dayak ditargetkan mulai menikmati listrik pada Juli mendatang.

“Kami sedang mempercepat penyambungan pelanggan agar penyalaan bisa dilakukan sesuai target pada Juli,” singkatnya. (Dy/Ok/Adv)

Pemkab Berau Aktifkan Portal Pasar Sanggam

June 24, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mematangkan rencana pengoperasian portal parkir di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD).  Pemerintah memastikan akan menyiapkan mekanisme khusus bagi para pedagang agar aktivitas jual beli tidak terganggu.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menjelaskan, evaluasi terhadap sistem portal terus dilakukan sebelum diterapkan kembali. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memberikan kemudahan bagi pedagang yang setiap hari keluar masuk area pasar.

Menurutnya, pedagang nantinya tidak akan diperlakukan sama dengan pengunjung umum. Mereka akan diarahkan menggunakan akses khusus dan wajib memiliki identitas sebagai pedagang pasar.

“Pedagang yang setiap hari beraktivitas di pasar tentu akan kami kondisikan. Mereka nantinya bisa menggunakan jalur khusus sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan penerimaan retribusi parkir yang selama ini dinilai belum optimal. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, penerapan portal mampu mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.

Sri Juniarsih menyebut, sebelum sistem portal diberlakukan, pendapatan parkir pasar hanya berkisar Rp5 juta per hari. Namun saat portal mulai dioperasikan, penerimaan daerah meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.

Peningkatan itu dinilai menjadi bukti bahwa sistem yang lebih tertata dapat meminimalkan kebocoran retribusi sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pendapatan yang masuk nantinya akan kembali digunakan untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, langkah optimalisasi retribusi menjadi semakin penting di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menggali potensi pendapatan yang sah tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.

Bupati menegaskan tarif parkir yang diberlakukan relatif terjangkau. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas umum, layanan kesehatan, hingga sektor pendidikan.

Sebelum portal kembali dioperasikan, Pemkab Berau juga berencana memperkuat sosialisasi kepada pedagang maupun masyarakat agar kebijakan tersebut dapat dipahami sebagai upaya meningkatkan tata kelola pendapatan daerah dan mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Berau. (Dy/Ok/Adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb