Mengubah Gerbang Wisata Menjadi Etalase Ekonomi

June 4, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Berau tidak pernah kehabisan pesona. Sebagai daerah yang dianugerahi surga bawah laut dunia seperti Pulau Derawan dan Maratua, arus keluar-masuk pelancong menjadi denyut nadi harian yang menjanjikan. Di tengah riuh rendah mobilitas pelancong tersebut, Dermaga Tanjung Batu berdiri kokoh sebagai pintu gerbang utama. Namun, di balik megahnya infrastruktur penyeberangan ini, ada potensi ekonomi lokal yang masih “tertidur” dan menunggu untuk dibangunkan Kios Cinderamata.

Bupati Berau, Sri Juniarsih

Terletak tepat di jalur krusial keberangkatan dan kedatangan wisatawan, deretan kios ini sebenarnya memegang posisi ekonomi yang sangat strategis. Potensi transaksinya besar, namun pemanfaatannya hingga kini belum berjalan optimal. Menanggapi hal ini, Bupati Berau, Sri Juniarsih, mendorong adanya langkah nyata agar fasilitas yang dibangun lewat anggaran negara ini tidak sekadar menjadi ornamen mati.

Sri Juniarsih menilai, kios cinderamata ini harus bertransformasi menjadi etalase hidup bagi kreativitas masyarakat Berau. Mulai dari kerajinan tangan pesisir yang eksotis, suvenir khas, hingga produk olahan makanan kreatif hasil racikan pelaku UMKM kampung, seluruhnya harus mendapat panggung di tempat ini.

“Tingginya mobilitas wisatawan yang melintas setiap hari, peluang transaksi dan promosi produk daerah terbuka sangat lebar apabila fasilitas tersebut dikelola dengan baik,” ujar Sri Juniarsih, Senin (01/06/2026)

Bagi pemerintah daerah, investasi anggaran yang telah digelontorkan untuk membangun fasilitas fisik tersebut harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga. Kios tersebut tidak boleh dipandang sempit hanya sebagai tempat transaksi jual-beli biasa, melainkan sebuah ruang inkubasi bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas penetrasi pasar mereka melalui tangan para pelancong.

“Kios yang sudah dibangun ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya.

Di samping menghidupkan urat nadi ekonomi melalui UMKM, tantangan besar lain yang dihadapi Dermaga Tanjung Batu adalah masalah estetika dan kebersihan lingkungan. Gerbang wisata adalah wajah pertama yang dilihat wisatawan saat menjejakkan kaki, dan kesan pertama (first impression) selalu bersifat permanen.

Adanya sorotan terhadap masalah sampah di sejumlah titik di sekitar dermaga menjadi alarm penting. Lingkungan yang kurang terawat dikhawatirkan dapat menggerus kenyamanan pengunjung dan mencoreng citra Berau sebagai destinasi wisata premium.

Tata kelola pariwisata yang berkelanjutan memerlukan kerja kolektif. Menghidupkan ekonomi sekadar satu sisi mata uang; sisi lainnya adalah menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan dermaga.

Sri Juniarsih menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar gerbang wisata ini tidak pasif. Pemerintah daerah berharap, investasi pembangunan fisik di kawasan wisata ini melahirkan efek domino yang berkelanjutan bagi ekonomi kreatif.

“Saya berharap Dermaga Tanjung Batu tidak hanya menjadi lokasi penyeberangan wisatawan, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat promosi produk lokal yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Berau,” pungkasnya.

Kini, bola panas berada di tangan para pemangku kebijakan terkait, pengelola dermaga, serta komunitas pelaku usaha lokal. Mengubah sepi menjadi pundi, dan mengubah sampah menjadi berkah di Dermaga Tanjung Batu adalah kerja panjang yang harus segera dimulai demi masa depan pariwisata Berau yang lebih hidup dan mandiri. (Dy/Ok/ ADV)

Langkah Tegap Beatrice Menuju Panggung Paskibraka Nasional

June 3, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Jalur menuju halaman Istana Negara tidak pernah didesain mudah. Diperlukan kedisiplinan baja, fisik prima, dan mental sekukuh karang. Bagi Beatrice Geraldine Limbong, remaja 16 tahun asal SMAN 2 Berau, impian besar itu kini tinggal selangkah lagi menjadi nyata.

Gadis yang baru menduduki bangku kelas X ini terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti seleksi akhir Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Jakarta.

Perjalanan Beatrice adalah potret dari sebuah perjuangan yang panjang. Ia bukan sekadar beruntung. Ia memulai langkah dari seleksi super ketat di tingkat Kabupaten Berau. Beatrice terus melaju menyisihkan ratusan kompetitor, hingga akhirnya berdiri tegak sebagai satu-satunya siswi dari Bumi Batiwakkal yang lolos di tingkat provinsi.

Pertengahan Juni 2026 ini, Cibubur, Jakarta, akan menjadi saksi babak penentuan dalam hidupnya. Bagi mereka yang mengenal Beatrice, urusan ketahanan fisik dan ketangkasan baris-berbaris dari gadis ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, seleksi tingkat nasional menuntut profil yang utuh. Tidak hanya tangguh di lapangan, tapi juga tajam di ruang ujian.

Sadar akan hal itu, Beatrice kini sedang gencar-gencarnya memperdalam wawasan umum. Di sela-sela latihan fisik yang menguras keringat, jemarinya sibuk membuka literatur tentang kekayaan daerah asalnya, Kalimantan Timur.

“Fisik Beatrice sebenarnya sudah sangat siap,” ujar Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Berau, Desmus Ersya.

“Fokus kami sekarang adalah menjaga kondisi tubuh dan memperkuat mentalnya. Kami ingin Beatrice tampil dengan kepercayaan diri penuh saat berhadapan dengan putra-putri terbaik dari seluruh penjuru Indonesia,” terang Desmus Ersya lagi

Dukungan mengalir deras untuk Beatrice. Salah satunya datang dari Wakil Bupati Berau, Gamalis. Saat menyempatkan diri mengunjungi sekolah Beatrice, Gamalis memberikan wejangan yang membakar semangat sang siswi agar tidak gentar membawa nama daerah di panggung nasional.

“Ini adalah prestasi yang sangat besar bagi Berau. Pesan saya untuk Beatrice, jaga kesehatan dan tetap tenang. Tunjukkan kepada mereka di pusat bahwa anak-anak dari daerah kita punya kualitas yang tidak kalah hebat dari anak-anak kota besar,” tegas Gamalis penuh rasa bangga saat ditemui media ini,  Selasa (02/06/2026)

Di Jakarta, Beatrice akan diuji secara menyeluruh selama lima hari penuh. Mulai dari tes kesehatan mendalam, uji kebugaran fisik yang ekstrem, hingga psikotes untuk mengukur kesiapan mentalnya di bawah tekanan.

Tujuan akhirnya sudah jelas: sebuah posisi terhormat dalam formasi pengibaran Sang Merah Putih di Istana Negara pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Berdasarkan jadwal, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) baru akan mengumumkan hasil akhir seleksi nasional ini secara daring pada awal Juli 2026.

Kini, di tengah persiapan terakhirnya sebelum bertolak ke ibu kota, Beatrice menaruh harapan besar di pundaknya. Lewat untaian doa yang ia rapalkan, remaja tangguh ini memohon restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Berau agar ia bisa memberikan pembuktian terbaik bagi Kalimantan Timur. (Dy/OK/ADV)

Wakil Bupati Berau Minta Pemuda Bangun Daerah

May 11, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Tiga Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Berau dilantik untuk masa bakti 2026–2029 dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Minggu (10/5/2026).

Ketiga organisasi tersebut yakni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Berau, Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Berau, dan Pemuda Relawan Indonesia (PRI) Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan harapan besar Pemerintah Kabupaten Berau terhadap peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia meminta agar organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu melahirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong agar segera bergerak merumuskan program-program kerja,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif pemuda, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi terlena, kita harus segera berdampak untuk SDM dan sumber daya lainnya. Perubahan dari pemuda sangat dibutuhkan oleh daerah. Hal itu diiringi dengan semangat perjuangan, daya juang, dan pemikiran,” katanya.

Gamalis menyoroti kondisi ekonomi Berau yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan. Ia menilai daerah harus mulai melakukan pergeseran ekonomi ke sektor lain yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berau begitu terlena dengan PDRB sebanyak 62 persen untuk sektor tambang. Namun ketika melemah kita harus segera bergeser, salah satunya ke UMKM yang ada di Kabupaten Berau,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Apalagi 76,81 untuk tahun 2023 Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemudian hingga tahun 2025 IPM telah menuju poin 77,67 berdasarkan data BPS. Sehingga ini menjadi tren positif, serta menjadikan Berau urutan keempat di Kaltim untuk IPM,” ungkapnya.

Gamalis menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan dinilai sangat strategis dalam mendukung kemajuan daerah ke depan.

“Hal ini tidak bisa diraih tanpa adanya pemuda yang hadir seperti yang saat ini sedang dilantik. Para pengurus tiga organisasi ini akan menjadi salah satu garda terdepan dalam pembangunan Kabupaten Berau,” kuncinya. (*)

Pemkab Berau Kaji Pengembangan Kapal Penumpang Teluk Sumbang

April 19, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan sarana transportasi laut guna mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya pada jalur penyeberangan menuju Sulawesi. Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan kapal yang selama ini digunakan untuk angkutan barang agar dapat difungsikan sebagai kapal penumpang.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan saat ini memang sudah terdapat aktivitas penyeberangan dari wilayah Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk. Namun, kapal yang beroperasi masih difokuskan untuk mengangkut logistik seperti semen dan bahan baku lainnya, bukan khusus untuk penumpang.

Wakil Bupati Berau, Gamalis

“Memang di sana telah ada kapal untuk mengangkut semen dan bahan baku lain. Di situlah masyarakat ikut ke Sulawesi. Jadi bukan khusus kapal penumpang,” ungkapnya, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena tingginya kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terjadwal. Oleh karena itu, Pemkab Berau berencana mengambil langkah strategis untuk meningkatkan fungsi kapal menjadi angkutan penumpang.

“Langkah-langkah yang akan kita lakukan adalah meningkatkan kapal itu menjadi khusus penumpang, agar masyarakat dapat menyeberang ke Sulawesi melalui Teluk Sumbang, Biduk-Biduk,” jelasnya.

Ia menilai, keberadaan jalur laut tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Selain mempermudah akses perjalanan warga, keberadaan kapal penumpang juga diyakini mampu membuka peluang perdagangan dan sektor pariwisata.

Gamalis menambahkan, fasilitas pelabuhan yang ada saat ini dinilai cukup representatif untuk mendukung pengembangan transportasi laut tersebut. Karena itu, Pemkab Berau akan terus berkoordinasi dengan DPRD Berau serta pihak terkait agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan.

“Apalagi pelabuhan yang kita miliki representatif. Jadi kita dari Pemkab Berau akan mendorong itu. Semoga dengan sinergi Pemkab dan DPRD Berau hal itu dapat terwujud,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa jalur penyeberangan Teluk Sumbang sebenarnya telah lama dimanfaatkan masyarakat setempat. Namun, kapasitas dan fasilitasnya masih perlu ditingkatkan agar pelayanan transportasi menjadi lebih maksimal.

“Terlebih penyeberangan yang sekarang menjadi pelabuhan tersebut sudah lama ada. Tinggal kita perbesar lagi nantinya,” pungkasnya. (*)

Bupati Berau Jawab Rekomendasi Fraksi DPRD Pada APBD 2026

November 30, 2025 by  
Filed under Berau

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan seluruh perangkat daerah harus menjadikan kritik dan rekomendasi fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan APBD 2026 sebagai momentum memperbaiki kualitas kerja. Menurutnya, pandangan dewan merupakan masukan konstruktif yang perlu segera ditindaklanjuti.

Bupati menilai, setiap catatan yang disampaikan fraksi bukan sekadar bagian dari prosedur pembahasan anggaran, tetapi gambaran nyata mengenai kondisi pelayanan publik dan efektivitas program pembangunan yang harus dibenahi. Hal ini disampaikan usai rapat paripurna yang memuat pendapat akhir fraksi. Sebelumnya, sejumlah fraksi menggarisbawahi masalah ketepatan sasaran anggaran, capaian program yang belum optimal, serta pelayanan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

“Semua saran, kritikan, hingga usulan yang disampaikan dewan akan menjadi perhatian pemerintah. Ini bukan sesuatu yang kami abaikan, tetapi masukan yang wajib ditindaklanjuti bersama,” jelasnya di Ruang Rapat Gabungan DPRD Berau, Tanjung Redeb, Minggu (30/11/2025).

Dikatakan, poin-poin evaluasi tersebut menunjukkan masih ada sektor yang membutuhkan pembenahan baik di bidang infrastruktur, pelayanan publik, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia menegaskan bahwa APBD harus dikelola secara efektif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Ini adalah alat untuk mendorong pembangunan dan menentukan arah kemajuan Berau. Masukan dari fraksi justru memberikan dorongan bagi kami untuk memperbaiki bagian yang masih belum maksimal,” tuturnya.

Bupati juga memberi arahan khusus kepada kepala perangkat daerah agar tidak menganggap remeh kritik dewan. Ia meminta seluruh jajaran memastikan bahwa setiap masukan menjadi pemicu untuk meningkatkan disiplin, akuntabilitas, dan kualitas pelaksanaan program.

“Saya ingin seluruh kepala perangkat daerah menjadikan masukan dan kritik itu sebagai pemacu semangat untuk bekerja lebih baik, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat serta penggunaan anggaran yang lebih transparan dan tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara eksekutif dan legislatif harus terus diperkuat agar pembangunan tahun 2026 bisa berjalan dengan lebih efektif.

“Kami melihat masukan DPRD sebagai bentuk kepedulian bersama untuk memajukan daerah. Pemerintah akan terus bersinergi agar program-program yang direncanakan pada 2026 dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan terbuka,” pungkasnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb