Penanganan Sampah di Berau Perlu Dukungan Masyarakat

July 13, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Tumpukan sampah yang masih terlihat di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Berau menjadi perhatian pemerintah daerah. ‎Meski Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan kontainer sampah telah disediakan di berbagai titik, sampah masih kerap ditemukan berserakan di bahu jalan hingga di sekitar fasilitas pembuangan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis

‎‎Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Persoalan ini pun menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama, terutama saat Berau terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

‎‎Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, penanganan sampah tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan petugas kebersihan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor paling menentukan untuk mengurangi sampah yang berserakan di ruang-ruang publik.

‎‎Pemerintah telah menempatkan tempat sampah dan kontainer di sejumlah lokasi. Namun, masih banyak warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga sampah menumpuk di sekitar fasilitas yang sebenarnya telah disediakan.

‎‎“Masalah utamanya adalah kedisiplinan. Fasilitas sudah ada, tetapi sampah masih dibuang sembarangan. Ini yang harus menjadi perhatian bersama karena kebersihan adalah tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya petugas kebersihan,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

‎‎Gamalis menilai, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Peran ketua RT, pemerintah kampung, kelurahan hingga tokoh masyarakat dinilai penting untuk terus mengedukasi dan mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

‎‎Menurutnya, kebiasaan saling mengingatkan antarsesama akan lebih efektif membangun budaya hidup bersih dibanding hanya mengandalkan penindakan. Kesadaran kolektif menjadi modal utama agar lingkungan tetap terjaga.

‎‎Ia juga mengingatkan persoalan sampah berpengaruh langsung terhadap citra Berau sebagai daerah tujuan wisata. Keindahan destinasi wisata, menurutnya, harus didukung oleh lingkungan yang bersih, baik di kawasan objek wisata maupun di sepanjang akses jalan yang dilalui wisatawan.

‎‎“Jangan sampai wisata kita sudah dikenal indah, tetapi orang yang datang justru melihat sampah berserakan di pinggir jalan. Kebersihan menjadi kesan pertama yang akan dibawa pulang oleh wisatawan. Karena itu, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Dy/Ok/Adv)

Wabup Berau Bidik Potensi Baru di Gusung Senggalau

July 11, 2026 by  
Filed under Berau

‎‎Tanjung Redeb – Wisata Gusung Senggalau di Pulau Derawan dinilai memiliki potensi baru untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Berau. ‎Selama ini kawasan tersebut dikenal dengan hamparan pasir putih yang menjadi favorit wisatawan untuk menikmati panorama laut dan berswafoto.

‎‎Namun, aktivitas penangkapan ikan bersama nelayan setempat kini dinilai dapat menjadi atraksi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.

‎‎Ide tersebut muncul setelah Wakil Bupati Berau, Gamalis menyaksikan aktivitas nelayan saat berada di Gusung Senggalau. Di waktu yang sama, sejumlah wisatawan yang tengah berkunjung justru antusias menyaksikan hingga ikut membantu proses penangkapan ikan menggunakan jala.

‎‎Menurutnya, respons wisatawan menunjukkan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat pesisir memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, wisatawan dari luar daerah rela menunggu momen penangkapan ikan untuk ikut merasakan pengalaman tersebut.

‎‎“Kemarin ada wisatawan dari Jakarta dan Surabaya yang ikut menangkap ikan bersama nelayan. Mereka ternyata memang menunggu kegiatan itu. Artinya ini bisa menjadi atraksi wisata baru yang menarik,” ujar Gamalis. Minggu (05/07/2026)

‎‎Ia mengungkapkan, pengembangan wisata di Gusung Senggalau tidak harus dilakukan dengan membangun berbagai fasilitas permanen. Justru keaslian hamparan pasir putih dan panorama laut yang menjadi ciri khas kawasan itu harus tetap dipertahankan.

‎‎Menurutnya, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah dukungan terhadap masyarakat nelayan agar aktivitas tersebut dapat berlangsung lebih baik. Salah satunya melalui penyediaan perlengkapan seperti jala, pelampung, dan pemberat yang masih menjadi kebutuhan nelayan setempat.

‎‎Dengan dukungan tersebut, aktivitas menangkap ikan tidak hanya menjadi mata pencaharian masyarakat, tetapi juga dapat dikemas sebagai pengalaman wisata yang memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga sekitar.

‎‎“Kalau bisa tetap dijaga seperti sekarang, tanpa banyak bangunan. Wisatawan datang untuk menikmati alamnya sekaligus merasakan pengalaman menangkap ikan bersama nelayan. Itu justru menjadi nilai jualnya,” katanya.

‎‎Gamalis optimistis konsep wisata berbasis pengalaman atau experience tourism tersebut dapat menjadi pelengkap destinasi unggulan di Pulau Derawan.

‎‎Selain menawarkan keindahan alam, Gusung Senggalau juga dinilai mampu menghadirkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir. (Adv)

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian Pemkab Berau 

July 9, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Persoalan sampah di Kabupaten Berau kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang buruk juga dinilai berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko stunting pada anak.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran dalam mengelola sampah dengan baik. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan rendahnya perhatian terhadap sanitasi dinilai menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Menurutnya, lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Selama ini masyarakat lebih banyak mengaitkan stunting dengan persoalan gizi. Padahal, lingkungan yang bersih dan sanitasi yang baik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak,” ujarnya. Rabu (08/07/2026)

Muhammad Said mengatakan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan kampung. Warga didorong membiasakan diri memilah, mengelola, dan membuang sampah pada tempatnya agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah tidak bekerja secara sektoral, tetapi berkolaborasi membangun budaya peduli lingkungan. Pemerintah kampung diharapkan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kalau lingkungan semakin bersih dan sanitasi semakin baik, kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat,” tutupnya. (Dy/Ok/Adv)

Berau Matangkan Geosite Jelang Verifikasi Nasional

July 9, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Kabupaten Berau memasuki tahapan penting dalam perjuangan Geopark Sangkulirang- Mangkalihat meraih status Geopark Nasional. Mulai 8 Juli 2026, tim asesor dan observer akan melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah geosite unggulan yang tersebar di wilayah Berau.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan seluruh persiapan telah dimatangkan untuk menyambut kedatangan tim penilai. Visitasi ini menjadi kesempatan menunjukkan kesiapan daerah dalam mengelola kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Seluruh unsur yang terlibat sudah berkoordinasi. Kami ingin memastikan setiap lokasi yang dikunjungi mampu menggambarkan potensi sekaligus komitmen daerah dalam menjaga kawasan geopark,” ujarnya kepada media ini pada Selasa (07/07/2026)

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Selama berada di Berau, tim dijadwalkan mengunjungi sejumlah kawasan di Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk hingga Biatan. Selain menyaksikan bentang alam, tim juga akan menilai keterlibatan masyarakat serta tata kelola kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Said mengungkapkan, Berau memegang peran strategis dalam kawasan geopark tersebut. Dari total 26 geosite yang diusulkan, sebanyak 15 berada di Kabupaten Berau. Kondisi itu menjadi modal kuat untuk mendukung peningkatan status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional.

Menurutnya, geosite di Berau tidak hanya menyuguhkan kawasan karst dan gua-gua purba, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Keraton Sambaliung dan Museum Gunung Tabur turut masuk dalam rangkaian penilaian karena dinilai memiliki keterkaitan dengan sejarah serta perkembangan kawasan.

“Yang dinilai bukan sekadar keindahan alamnya, tetapi bagaimana nilai geologi, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan. Itu yang terus kami siapkan bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dia berharap proses verifikasi berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Pengakuan sebagai Geopark Nasional akan menjadi peluang besar untuk memperkuat pelestarian kawasan sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau. (Dy/Ok/Adv)

Masyarakat Talisayan Antusias Sambut MTQ

July 7, 2026 by  
Filed under Berau

TALISAYAN – Panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 56 se Kabupaten Berau di Talisayan terus mematangkan persiapan. Panggung utama pembukaan akan berlokasi di halaman Masjid Baiturrahman Jalan Ahmad Yani, Kampung Talisayan. Tamu undangan dan para peserta nantinya akan disuguhkan acara  kesenian berupa tari-tarian bernuansa islami yang dibawakan putra putri Talisayan saat pembukaan MTQ ke ,56 hari Kamis (9/7/2026).

‎Camat Talisayan Mutmainnah, mengungkapkan, persiapan panitia kini masuk tahap akhir sebelum pembukaan MTQ pada hari Kamis mendatang. Pelaksanaan MTQ di Kecamatan Talisayan juga disambut antusias seluruh masyarakat dan wilayah pesisir Berau pada umumnya.

Camat Talisayan Mutmainnah

Menurutnya MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi lebih dari itu sebagai wadah menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Alquran, perkokoh syiar Islam dan membangun moral, karakter generasi muda yang religius.

‎”Melalui acara ini, kita juga dapat perkenalkan potensi lokal dan kebudayaan khas daerah Talisayan dan produk unggulan kepada masyarakat yang datang dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Berau,”kata perempuan yang akrab disapa Iin ini.

‎Dari sisi ekonomi lanjut Iin,  pagelaran MTQ tentu memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal di Talisayan dan sekitarnya.

‎”Meningkatnya jumlah tamu dan pengunjung akan mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi usaha kuliner, penginapan, transportasi, peningkatan omzet pedagang, dan usaha masyarakat lainnya,” sambat Iin lagi.

‎Kendati belum diketahui pasti jumlah peserta yang hadir selama pelaksanaan MTQ lanjut Iin lagi,  mengingat sampai hari ini panitia masih terus lakukan proses finalisasi registrasi seluruh jumlah peserta, kafilah, dewan hakim dan tamu undangan.

‎”Namun kita perkirakan jumlah pengunjung yang datang ke Talisayan saat pelaksanaan MTQ  kurang lebih seribu orang, mulai jumlah kafilah, dewan hakim,  tamu undangan hingga keluarga-keluarga peserta di seluruh kecamatan kabupaten Berau,” ujar Iin.

‎Sesuai jadwal yang ditentukan, pembukaan MTQ ke 56 di Kecamatan Talisayan ini dihadiri dan dibuka  Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas. Acara juga akan dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat. (yoi)

« Previous PageNext Page »

  • vb