Kaltim Juara Umum STQHN-XXVII Kendari

October 19, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

KENDARI — Kafilah Kaltim berhasil menjadi Juara Umum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits Nasional (STQHN) – XXVIII di Kendari tahun 2025.

Total perolehan nilai yang diraih 22 peserta Kaltim mencapai 259 poin atau unggul dari 16 provinsi se Indonesia yang berpartisipasi.

“Alhamdulillah ini prestasi membanggakan. Kita kembali mengulang kesuksesan menjadi juara umum yang telah diraih pada perhelatan MTQN XXX di Provinsi Kaltim tahun 2024,” ucap Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an LPTQ Kaltim Sri Wahyuni penuh haru gembira seusai menerima penghargaan Juara Umum pada Penutupan STQHN-XXVII, di Arena Eks MTQ/ Tugu Persatuan Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/10/2025) malam.

Dikatakan Sri Wahyuni, keberhasilan ini lahir dari proses panjang sembilan bulan pembinaan intensif yang dilanjutkan dengan karantina satu bulan penuh sebelum keberangkatan ke Kendari. Para peserta digembleng tidak hanya dalam aspek teknis bacaan dan hafalan, tetapi juga dalam kedisiplinan, mental, dan spiritualitas Qur’ani.

Ketua Kafilah Kaltim Bunyamin menambahkan, peserta sebelumnya telah ditempa oleh pelatih profesional, baik dari kalangan lokal maupun nasional, yang berpengalaman dalam kompetisi tingkat tinggi.

Selain itu, dibalik sistem pembinaan yang solid, ada sosok pemimpin visioner, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Sri Wahyuni, selaku Ketua Umum LPTQ Kaltim.

“Dengan keteguhan dan perhatian beliau, LPTQ tidak hanya menjadi lembaga penyelenggara, melainkan pusat pembinaan yang hidup, tempat para qari, hafiz, dan da’i muda tumbuh dalam semangat cinta Al-Qur’an dan cinta Rasul,” ujarnya.

Capaian Kaltim di STQH Kendari 2025 membuktikan bahwa prestasi bukan hasil dari fasilitas, tapi buah dari proses.

Para peserta tidak datang untuk mempertahankan gelar semata, melainkan untuk meneguhkan jati diri sebagai ahlul Qur’an sejati, mereka yang berjuang, bersabar, dan berdoa dengan sepenuh hati.

Karena itu, jika Kaltim kembali mengukir nama di papan juara, itu bukan karena pernah menjadi tuan rumah, tetapi karena ketulusan, kesungguhan, dan cinta kepada Kalam Ilahi.

Penyerahan Piala Bergilir STQHN-XXVII dilakukan Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Profesor Warsito kepada Ketua LPTQ Provinsi Kaltim sekaligus menutup kegiatan.

 

Nampak menyertai Kafilah Kaltim Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim M Sirajuddin, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim Dasmiah, dan segenap Pengurus LPTQ Provinsi Kaltim. (AM)

“Bekerja dengan Hati”, Dorongan bagi ASN PPPK untuk Mengabdi dengan Ketulusan

October 16, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Semangat kerja yang tulus dan berintegritas menjadi penekanan utama dalam kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bertema Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Angkatan 380 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (13/10/2025).

Kegiatan menghadirkan Endro S. Efendi sebagai pembicara tamu. Endro hadir dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kalimantan Timur sekaligus praktisi Hipnoterapis Klinis di Kaltim.

Sesi motivasi ini turut didampingi oleh Viko Januardhy selaku Widyaiswara BPSDM Kaltim, yang memberikan dukungan dan penguatan terhadap nilai-nilai pembelajaran selama kegiatan orientasi berlangsung.

Pada sesi bertajuk “Bekerja dengan Hati”, Endro menegaskan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara, khususnya PPPK, bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan sebuah panggilan untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Kualitas pelayanan dan efektivitas kerja kita sangat ditentukan oleh niat dan ketulusan hati. Saat kita bekerja dengan hati, setiap tantangan akan dihadapi dengan solusi, bukan keluhan,” ujar Endro, yang juga dikenal sebagai tokoh pers Kalimantan Timur.

Dengan latar belakang keahliannya sebagai Hipnoterapis Klinis, Endro mengajak para peserta untuk memahami cara mengelola emosi dan pikiran, agar semangat kerja tetap terjaga dan fokus pelayanan publik tidak mudah goyah.

“Integritas dan etika yang ditanamkan selama orientasi ini harus menjadi pondasi kuat dalam setiap tindakan. Hati yang tulus akan menuntun pada pelayanan publik yang optimal, bebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” tegas alumni Lemhannas PPRA LVII tahun 2018 itu.

Dalam cuplikan materinya, Endro menjelaskan hati adalah pusat kesadaran terdalam manusia. Hati yang bersih melahirkan niat yang benar, sementara hati yang terjaga menuntun pada tindakan yang bermanfaat.

“Ketika hati terlibat, pekerjaan bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan ibadah. Hati yang tulus tidak mencari pujian, tapi memberi makna. Ia tidak menuntut imbalan, tapi menemukan kebahagiaan dalam memberi manfaat,” ujarnya dengan nada lembut yang menginspirasi peserta.

Sementara itu, Viko Januardhy menekankan pentingnya peserta memahami orientasi bukan hanya sebagai kegiatan formal, tetapi sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai ASN berakhlak dan berintegritas tinggi. Ia berharap semangat yang terbangun dalam sesi motivasi ini dapat berlanjut dalam praktik kerja nyata di instansi masing-masing.

Kehadiran Endro dan pendampingan aktif dari Viko memberikan warna tersendiri bagi kegiatan orientasi tersebut. Keduanya menghadirkan sinergi antara motivasi, nilai etika, dan pembentukan karakter ASN yang berdaya saing dan berjiwa melayani.

Sesi ini diharapkan dapat menumbuhkan komitmen kuat bagi para PPPK Angkatan 380 untuk mengabdi sepenuhnya bagi kemajuan Kalimantan Timur. Materi “Bekerja dengan Hati” juga menjadi bekal penting sebelum peserta memasuki agenda Praktik Membangun Pola Pikir ASN (PPPK) pada hari berikutnya.

Dengan semangat baru dan hati yang tergerak untuk melayani, para PPPK diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif di instansi masing-masing, serta menjadikan nilai-nilai integritas dan ketulusan sebagai dasar pengabdian kepada bangsa dan daerah. (esf)

BSSR Ajak Generasi Muda Kaltim Menulis dan Angkat Budaya Lokal ke Panggung Nasional

October 14, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan literasi di kalangan generasi muda. Melalui program Baramulti Menulis, perusahaan tambang batubara ini mengajak pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Timur untuk menyalurkan gagasan dan imajinasinya lewat karya tulis yang mengangkat nilai budaya lokal. Workshop tersebut digelar di Gedung Rektorat Lantai 4 Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) pada Selasa (14/10/2025).

Acara ini diikuti puluhan peserta dari SMA dan mahasiswa Polnes. Kegiatan berlangsung hangat dengan pemutaran film pendek serta sesi berbagi bersama para penulis dan pengembang karya kreatif.

Hadir sebagai narasumber, penulis cerpen dan novel Miranda Seftiana, bersama dua pengembang Intellectual Property (IP) dari Visi8 Studio, Marcell Mahesa Mirzada dan Marcel Gowidjaja. Acara dibuka dengan pemutaran film pendek Jendela Seribu Sungai dan Semusim Setelah Kemarau, dua karya adaptasi dari tulisan Miranda Seftiana yang pernah ditayangkan pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2023.

Dalam sesi berbagi, Miranda Seftiana yang juga Supervisor CSR BSSR menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pengembangan generasi muda di bidang literasi dan kreativitas. “Kami ingin memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan menulis mereka, baik dalam bentuk karya fiksi maupun nonfiksi. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir penulis-penulis muda berbakat dari berbagai daerah,” ungkap Miranda.

Menurutnya, program Baramulti Menulis sebelumnya telah sukses diselenggarakan di Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. Setelah Samarinda, kegiatan ini akan dilanjutkan ke Sumatera Selatan. “Setiap wilayah punya potensi dan karakter unik yang ingin kami gali melalui literasi. Kami ingin anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang sama untuk menyalurkan ide dan imajinasinya,” tambahnya.

Selain workshop, BSSR juga menggelar Lomba Menulis Cerpen. Dua karya terbaik dari setiap provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk bersaing di tingkat nasional dan berkesempatan memenangkan hadiah puluhan juta rupiah. “Lomba ini bukan sekadar soal hadiah, tapi bagaimana menulis bisa menjadi jalan untuk berpikir kritis, mengekspresikan diri, dan memberi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Miranda.

Ketua Panitia, Nanang Qozym, menyebutkan kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari SMA MA DDI, SMA 2 Loa Janan, serta beberapa jurusan di Polnes. Sementara itu, Ketua UKM Pengembangan Penalaran Kreativitas Mahasiswa (PPKM) Polnes, Achmad Ramadani, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan BSSR dapat terus berlanjut. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa meningkatkan minat menulis di kalangan siswa dan mahasiswa, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri,” katanya.

Salah satu peserta, Dipa Amelia dari jurusan D3 Perhotelan Polnes, sekaligus penerima beasiswa BSSR mengaku mendapat pengalaman baru dari kegiatan ini. “Saya dapat banyak ilmu tentang menulis dan mengenal banyak teman baru. Dari sini saya jadi tahu bagaimana menulis bisa jadi media untuk bercerita,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber dari Visi8 Studio, Marcel Gowidjaja, menilai peserta Samarinda memiliki ide yang unik dan beragam. “Banyak cerita menarik, mulai dari kisah cinta hingga kuliner lokal. Anak-anak Samarinda punya perspektif kuat terhadap budayanya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Marcell Mahesa Mirzada, yang menekankan pentingnya berpikir kreatif. “Kami ingin peserta berani berpikir out of the box dan tidak takut mengekspresikan ide mereka, karena semua ide bisa dijadikan cerita,” jelasnya.

CSR Manager Holding Baramulti, Ibnu Wahyu Hidayat mengatakan, program ini merupakan rangkaian kegiatan literasi BSSR di beberapa provinsi. “Tahun ini kami menggelar kegiatan di empat lokasi, yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara. Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda tahunan agar semangat literasi terus tumbuh,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan kembali budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda yang kini lebih banyak bergantung pada gawai. “Kalau budaya membaca dan menulis kembali hidup, maka khasanah budaya kita juga akan semakin kaya,” katanya.

Fajri Pasaribu, CSR Section Head BSSR menegaskan, Baramulti Menulis merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan di bidang pendidikan. “Kami di BSSR berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan literasi di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda. Kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk memunculkan bibit-bibit penulis kreatif yang kelak bisa berkontribusi bagi bangsa,” ucap Fajri.

Ia berharap, semangat literasi yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat berlanjut dan menginspirasi peserta untuk terus menulis. “Menulis bukan hanya keterampilan, tapi juga sarana membangun karakter dan daya pikir kritis generasi muda,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan wujud peran serta CSR BSSR di bidang pendidikan terhadap siswa dan mahasiswa di Samarinda. Dengan semangat kolaboratif antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas, kegiatan Baramulti Menulis diharapkan menjadi wadah lahirnya penulis-penulis muda yang mampu mengangkat budaya lokal Kaltim ke panggung nasional. (yud)

Dinas ESDM Kaltim Siap Evaluasi Tata Kelola Pertambangan

October 13, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperbaiki sistem pengawasan sektor pertambangan di daerah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Ngopi Minggu dan Diskusi bertajuk “Pengawasan Pertambangan, Pemerintah Ngapain Aja? Potret Pengawasan Aktivitas Tambang di Kalimantan Timur” yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kaltim di Bagios Caffe, Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda. Minggu (12/10/2025).

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata menyebut, kegiatan diskusi seperti ini sangat penting agar membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

“Acara ini menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat, sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah. Banyak kritik yang kami terima terhadap Dinas ESDM, namun itu kami anggap sebagai peluang untuk tumbuh dan memperbaiki diri, bukan serangan pribadi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritik yang konstruktif sangat dibutuhkan agar ESDM dapat terus meningkatkan transparansi dan efektivitas dalam pengawasan tambang di Kalimantan Timur.

“Kritik yang membangun dapat membantu menyadari kelemahan, memperluas sudut pandang, dan mendorong perbaikan,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil Kaltim, Syafruddin, yang turut hadir dalam diskusi tersebut, menyoroti persoalan keadilan pada pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan. Ia menilai pembagian DBH saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kontribusi besar Kaltim terhadap pendapatan negara.

“Sebagai anggota Badan Anggaran, saya akan menyuarakan persoalan ini. Kaltim memiliki banyak sumber daya, tapi pembagian DBH-nya tidak sebanding. Kita akan mendorong agar pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM, meninjau ulang mekanisme ini,” tegasnya.

Syafruddin juga menyinggung perlunya pembahasan terkait dana yang disebutnya sebagai “dana jaminan reklamasi (Jamrek)” yang masih berada di kas negara. Ia berharap dana tersebut bisa diarahkan ke sektor-sektor riil agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Diskusi tersebut dihadiri berbagai kalangan, mulai dari aktivis, akademisi, hingga pegiat lingkungan. Forum itu menjadi ajang terbuka untuk membedah berbagai persoalan pertambangan di Kaltim, termasuk transparansi izin, pengawasan lapangan, hingga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.

Terbukanya ruang dialog seperti ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih baik di Kaltim. (yud)

SMA Negeri 10 Samarinda Tanamkan Integritas Akademik Lewat Seminar Literasi Digital

October 13, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA — SMA Negeri 10 Samarinda menggelar Seminar Literasi Digital bagi peserta didik kelas X di Ruang Kesenian sekolah, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi Siswa yang rutin diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra dan menumbuhkan semangat membaca, menulis, berpikir kritis, serta membangun integritas akademik di kalangan pelajar.

Acara dibuka Plt. Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani dan mengajak seluruh peserta untuk menikmati proses belajar sepanjang hari dengan suasana yang menyenangkan. Ia mengingatkan para siswa untuk menjaga semangat dan fokus selama kegiatan.

“Hari ini kalian belajar bersama dari pagi sampai sore. Pastikan nyaman, tetap fokus, dan kalau mulai ngantuk—minum air. Itu bagian dari perjuangan agar tetap semangat belajar,” ujarnya disambut tawa ringan para siswa.

Ni Made juga menekankan pentingnya membangun integritas akademik sejak dini. Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi tempat tumbuhnya karakter jujur, tangguh, dan berilmu. “Integritas akademik berarti tidak mencuri ide atau tulisan orang lain. Orang yang berintegritas selalu jujur dengan sumber ilmunya. Ilmu itu yang menjadikan seseorang bercahaya, bukan polesan atau penampilan luar,” tuturnya dengan penuh makna.

Seminar Literasi Digital kali ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang dan instansi, mulai dari Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur, BPSDM Provinsi Kaltim, hingga praktisi pendidikan dan akademisi. Materi yang dibahas meliputi isu-isu penting seputar plagiarisme, karya tulis ilmiah, literasi digital, penulisan artikel, dan kemampuan berbicara di depan umum.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi “Menulis Artikel: Menulis Kreatif, Inspiratif, dan Berpengaruh” yang disampaikan Endro S. Efendi dari Semesta Academy. Dalam paparannya, Endro mengajak siswa untuk menulis dengan hati dan menjadikan tulisan sebagai sarana menebar inspirasi. “Tulisan yang baik tidak hanya enak dibaca, tapi juga membuat pembacanya berpikir dan tergerak. Karena itu, penulis perlu menghadirkan ruh dalam setiap tulisan—yaitu niat baik, ketulusan, dan kejujuran berpikir,” jelasnya.

Endro juga menegaskan, menulis bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang tumbuh lewat latihan. Ia mendorong siswa agar tidak takut memulai, bahkan dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. “Menulis itu soal keberanian. Jangan takut salah, yang penting mulai dulu. Dari menulis, kita belajar mengenal diri, berpikir jernih, dan berempati,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini juga diisi dengan pengukuhan Duta Perpustakaan, Duta Baca, dan Sahabat Perpustakaan. Momen tersebut menjadi simbol semangat literasi yang terus dikembangkan SMA Negeri 10 Samarinda.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa semakin memahami pentingnya literasi digital, mampu berpikir kritis, serta memiliki integritas dalam setiap karya yang mereka hasilkan.

Di akhir kegiatan, Plt. Kepala Sekolah kembali menegaskan pesan sederhana namun dalam maknanya: “Laki-laki tampak berwibawa karena isi kepalanya, perempuan tampak cantik karena kecerdasannya. Maka belajarlah dengan sepenuh hati, karena ilmu adalah cahaya yang tak pernah padam.” (ese)

« Previous PageNext Page »

  • vb