Wagub Kaltim Klarifikasi Isu Rumah Dinas Gubernur dan Wagub

April 2, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memberikan penjelasan lanjutan tentang isu rumah dinas gubernur dan wakil gubernur yang ramai dibicarakan. Dalam penjelasannya, Seno Aji menyatakan anggaran Rp25 miliar untuk fasilitas rumah jabatan dan ruang kerja pimpinan daerah di APBD 2025 digunakan untuk rehabilitasi bangunan, perbaikan sistem keamanan, dan perlengkapan pendukung kegiatan resmi.

Seno Aji menjelaskan, rumah jabatan dan ruang kerja gubernur serta wakil gubernur bukanlah fasilitas pribadi, melainkan aset negara yang digunakan untuk mendukung tugas pelayanan publik.

”Anggaran tersebut tersebar dalam puluhan item belanja, termasuk rehabilitasi ruang kantor gubernur, rumah jabatan, dan ruang kerja wakil gubernur,” kata Seno Aji, Kamis (02/04/2026).

Dikatakan rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur sudah beberapa kali dibuka lebar-lebar untuk ribuan warga pada beberapa momen, termasuk saat Idulfitri. Warga bebas datang bersilaturahmi, berfoto, dan makan bersama.

”Itu menunjukkan rumah ini benar-benar menjadi rumah rakyat, bukan sekadar tempat tinggal pejabat,” kata Seno Aji.

Seno Aji juga menjelaskan, pola pengusulan dan penganggarannya mengikuti mekanisme standar penyusunan APBD daerah, dan seluruh proses ini diaudit dan diawasi sesuai peraturan perundang-undangan. Ia juga terbuka atas kritik dan saran terkait dengan kinerja sebagai pengambil kebijakan di daerah. (*)

Pemrov Kaltim Targetkan Seluruh Daerah Raih WTP

April 1, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim, Selasa (31/3/2026).

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan komitmen daerah untuk mendukung penuh proses pemeriksaan yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan data serta dokumen keuangan secara terbuka sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

“Seluruh perangkat daerah harus kooperatif. Ini penting agar hasil pemeriksaan benar-benar mencerminkan kondisi riil tata kelola keuangan kita,” ujarnya.

Ia menargetkan seluruh daerah di Kaltim kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, tetapi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah berjalan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Gubernur juga menekankan proses audit BPK harus dipandang sebagai momentum perbaikan. Evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kualitas laporan keuangan, serta memastikan konsistensi antara perencanaan dan realisasi anggaran.

“Yang paling utama, APBD harus berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim, Mochammad Suharyanto, mengapresiasi ketepatan waktu penyerahan LKPD oleh seluruh kepala daerah. Ia menegaskan pentingnya dukungan aktif dari pemerintah daerah selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Kami membutuhkan dokumen yang lengkap dan akurat agar hasil audit bisa memberikan gambaran yang utuh,” katanya.

Penyerahan LKPD ini diikuti seluruh kepala daerah di Kaltim, baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Usai kegiatan, gubernur juga menggelar diskusi tertutup dengan para bupati dan wali kota untuk membahas arah pembangunan di masing-masing daerah. (sam)

Mahasiswa Unmul Beri “Kartu Merah” Program Gratispol

April 1, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Aksi simbolis “kartu merah” mewarnai forum Kalimantan Timur Strategic Issue Monitoring (K-SIM) di Universitas Mulawarman, Selasa (31/3/2026). Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menjadi sasaran kritik mahasiswa yang menyoroti pelaksanaan program pendidikan Gratispol.

Aksi tersebut muncul di tengah diskusi yang membahas berbagai isu strategis daerah, terutama sektor pendidikan. Mahasiswa menilai masih terdapat persoalan dalam implementasi kebijakan, khususnya terkait akses informasi dan kejelasan program.

Beberapa mahasiswa dari BEM KM Unmul bahkan membawa poster-poster bertuliskan “Gratispol Gagalpol”. Tulisan itu memperolok program andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Menanggapi hal itu, Seno Aji tidak mempersoalkan bentuk protes yang disampaikan. Ia menilai aksi tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi di lingkungan kampus.

“Ini bentuk aspirasi yang harus kita dengarkan. Kritik dari mahasiswa penting sebagai bahan evaluasi pemerintah,” ujarnya usai kegiatan.

Ia mengakui, salah satu kendala utama dalam program pendidikan gratis ini adalah minimnya sosialisasi, sehingga banyak mahasiswa belum memahami mekanisme maupun manfaat yang tersedia.

Sebagai langkah perbaikan, Pemprov Kaltim akan menyiapkan layanan call center khusus untuk memberikan informasi yang lebih mudah diakses. Layanan ini dirancang terintegrasi dengan beberapa operator, bahkan ditargetkan dapat beroperasi selama 24 jam. Selain itu, pemerintah juga berencana memperkuat sosialisasi langsung ke kampus-kampus dengan melibatkan pihak rektorat dan tim percepatan pembangunan daerah.

Seno menegaskan, komitmen pemerintah tetap pada tujuan utama, yakni memastikan mahasiswa di Kalimantan Timur dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.

“Kita ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa,” tegasnya.

Ia juga membuka ruang dialog lebih luas dengan mahasiswa, termasuk organisasi kemahasiswaan, agar perbedaan persepsi yang selama ini muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi langsung. (sam)

Kreator Samarinda Gelar Graphic Memoir Exhibition

March 31, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA –  Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026 akan diselenggarakan pada 11–19 April 2026 di Gedung Samarinda Design Hub, Graha TVRI Asri, Sempaja, Samarinda.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 200 karya dari 20 kreator asal Samarinda yang mengangkat pengalaman personal sebagai cara membaca kota dari dalam.

Pameran ini digagas Ramadhan S. Pernyata—akademisi, praktisi desain, ilustrator, dan Founder Samarinda Design Hub. Pameran ini berangkat dari praktik menggambar yang kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk, mulai dari karya visual, tulisan, hingga pameran sebagai ruang berbagi pengalaman.

Graphic memoir dipilih sebagai medium untuk merekam dan membagikan ingatan, relasi, serta pengalaman keseharian warga.

“Pameran ini berangkat dari pertanyaan mendasar bagaimana sebuah kota dapat dipahami melalui pengalaman personal warganya,” kata Ramadhan.

Dikatakan, selama ini, kota lebih sering dibaca melalui peta, data, dan narasi besar tentang pembangunan. Namun di balik itu, terdapat lapisan yang lebih intim, ngatan, emosi, dan relasi yang membentuk makna kota bagi setiap individu.

Melalui pendekatan graphic memoir, teks dan visual hadir secara simultan, membangun pengalaman membaca yang reflektif dan empatik. Kota tidak ditampilkan sebagai citra tunggal, melainkan sebagai kumpulan fragmen pengalaman yang beragam dan saling bertaut.

Pameran ini menampilkan lebih dari 200 karya dari 20 partisipan terkurasi yang seluruhnya berasal dari Samarinda. Karya-karya tersebut meliputi Graphic memoir, komik pendek, ilustrasi naratif serta zine dan eksplorasi visual storytelling

Beragam pengalaman dihadirkan dalam karya, mulai dari relasi keluarga, makanan khas, masa kecil di Samarinda, dinamika lingkungan tempat tinggal, perubahan ruang kota, hingga pengalaman sosial dan budaya. Setiap karya menjadi bagian dari lanskap narasi yang lebih luas tentang Samarinda.

Pameran yang terbuka untuk pelajar dan mahasiswa, pelaku industri kreatif, seniman visual dan masyarakat umum ini diharapkan dapat memperoleh pengalaman membaca kota melalui perspektif personal, membangun empati melalui narasi visual, serta menemukan keterhubungan dengan cerita-cerita yang dihadirkan.

 

“Semua berangkat dari menggambar. Dari gambar, lahir berbagai bentuk karya, tulisan, dan pameran. Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan Samarinda sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh ingatan dan pengalaman warganya,” ujar Ramadhan S. Pernyata, penggagas pameran sekaligus Founder Samarinda Design Hub.

Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026 mengundang media dan masyarakat luas untuk hadir dan menjadi bagian dari pembacaan kota melalui pengalaman personal. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk melihat karya, tetapi juga ruang untuk membaca, merenung, dan memahami Samarinda sebagai kota yang hidup melalui ingatan dan relasi warganya. (*)

Informasi Teknis

  • Nama Acara: Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026
  • Tanggal: 11–19 April 2026
  • Lokasi: Samarinda Design Hub, Griya Karpet Salma Shofa, Sempaja, Samarinda
  • Jumlah Karya: 200+ karya
  • Partisipan: 20 kreator (Samarinda)
  • Tiket: Rp25.000 / pengunjung
  • Instagram: https://www.instagram.com/samarindadesignhub_/

ESDM Kaltim Dukung Pemeriksaan Kejati

March 31, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemeriksaan dokumen yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim terkait CV Alam Jaya Indah beberapa waktu lalu dipastikan berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/26).

Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata

Ia menegaskan, proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kejaksaan merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang harus didukung semua pihak, termasuk instansi pemerintah daerah. Dinas ESDM Kaltim, kata dia, bersikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan data serta dokumen yang dibutuhkan penyidik.

“Pada prinsipnya, kami di Dinas ESDM Kaltim mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan Kejati Kaltim. Ini merupakan bagian dari transparansi dan keterbukaan informasi, baik kepada aparat penegak hukum maupun kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut difokuskan pada penelusuran dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aktivitas CV Alam Jaya Indah. Ia juga menambahkan, dokumen perizinan perusahaan tersebut diketahui diterbitkan pada tahun 2015.

Selain itu, ia menegaskan, kewenangan penerbitan izin pertambangan batubara telah menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga proses perizinan yang ada perlu dilihat sesuai dengan regulasi yang berlaku pada saat izin tersebut diterbitkan.

Seluruh proses pemeriksaan, berjalan dengan tertib tanpa adanya kendala berarti, karena pihak dinas kooperatif menyiapkan data yang diperlukan.

Dirinya juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait dugaan penyitaan telepon genggam (HP) oleh pihak Kejati Kaltim. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada penyitaan HP seperti yang ramai diberitakan. Memang benar ada pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi, tetapi sifatnya hanya melihat data atau percakapan yang relevan dengan dokumen yang diperiksa. Setelah itu, HP tersebut langsung dikembalikan saat itu juga,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan prosedur biasa pada proses pemeriksaan, guna memastikan kesesuaian antara dokumen fisik dengan komunikasi yang terjadi. Namun, ia memastikan tidak ada barang milik pegawai yang disita.

Ia juga menekankan, Dinas ESDM Kaltim berkomitmen agar terus menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan tugasnya, khususnya di sektor pertambangan yang menjadi perhatian publik.

“Ini menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan bahwa Dinas ESDM Kaltim terbuka terhadap setiap proses hukum. Kami tidak menutup-nutupi informasi, justru kami ingin memastikan bahwa semua berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kejati Kaltim apabila masih diperlukan data tambahan atau klarifikasi lanjutan. Dinas ESDM Kaltim, siap mendukung sepenuhnya proses yang tengah berjalan demi terciptanya tata kelola pertambangan yang lebih baik di Kalimantan Timur.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu penyitaan perangkat komunikasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb