Meski Pandemi COVID-19, Pisang Kepok Kutim Tetap Hasilkan Miliaran Rupiah 

October 3, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

Ketua Koperasi TBM Prayitno

SANGATTA- Pendemi COVID-19 tak menyurutkan semangat para petani di Kaubun, Kaliorang dan Karangan untuk tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah. Buktinya, para petani tiga kecamatan itu, dibawah binaan Koperasi Taruna Bina Mandiri (TBM), sukses menghantarkan hasil pertanian berupa pisang kepok jenis grecek menjadi komoditi ekspor beromset miliaran rupiah.

Tercatat dalam kurun waktu 9 bulan terakhir, mulai Januari hingga September 2021, koperasi ini telah mengekspor sebanyak 865 ton pisang kepok dan menghasilkan omset hingga Rp 12,512 miliar.

“Pengiriman terbanyak pada Bulan Agustus dan September. Sebanyak 160 ton ke Kanada, dengan nilai total Rp 3,840 miliar,” jelas Ketua Koperasi TBM Prayitno, sesaat setelah pertemuan dengan Bupati  Kutim Ardiansyah Sulaiman di Pendopo Rujab Bupati, Sabtu (2/10/2021), untuk persiapan Gernas BBI 2021 12 Oktober nanti.

Di 2021 ini, sambung Prayitno, setiap bulan rata-rata pihaknya bisa mengirim 96,1 ton ke lima negara tujuan ekspor. Dari hasil perkebunan pisang seluas 1700 haktare yang dikelola kelompok tani mitra dari Koperasi TBA. Lima negara tujuan ekspor dimaksud yaitu Kanada, Malaysia, Pakistan,Yunani dan Taiwan. Kendati sudah mencapai produksi luar biasa, namun dia optimis hasilnya bisa lebih ditingkatkan. Apabila jalan usaha tani yang saat ini masih menjadi kendala segera diatasi. Tentunya dengan dukungan pemerintah.

Di konfirmasi terpisah, Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pencapaian kelompok tani pisang kepok yang dinaungi Koperasi TBA. Merespon kendala yang disampaikan petani melalui pihak koperasi, Ardiansyah berjanji akan menjadikan hal tersebut sebagai skala prioritas pembangunan selama jabatannya.

“Infastruktur akan terus kita tingkatkan. Terutama jalan usaha tani akan menjadi skala prioritas,” tegasnya. (*/hm)

Pisang Kepok Kaubun Kutim Jadi Wakil Kaltim di Gernas BBI 2021

October 3, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Sejak berdirinya Kabupaten Kutai Timur (Kutim), daerah ini sudah terkenal dengan hasil pisangnya. Sempat populer, tapi lama kelamaan meredup. Namun kini, pisang kepok dari Kecamatan Kaubun kembali menjadi primadona baru dibidang pertanian. Tak hanya “go international” tapi juga kerap dijadikan rujukan pengembangan.

Paling anyar, Kutim dengan pisang kepok dari Kaubun, terpilih menjadi wakil Kaltim ikut dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 yang di gelar Kemeterian Ekonomi Investasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, pada 12 Oktober 2021 nanti. Tentunya ini menjadi salah satu kado indah bagi Pemkab Kutim yang akan berulang tahun pada tanggal yang sama.

Bupati Kutim H Ardiansyah mengaku bersyukur Kutim didaulat sebagai duta Kaltim di ajang  Gernas BBI. Apalagi even ini bakal disaksikan Presiden RI Joko Widodo secara virtual.

“Alhamdulillah kita (Kutim) bisa mendapat promosi produk (pisang kepok) secara cuma-cuma. Semoga produk ini bisa dilirik oleh para pengusaha yang ikut dalam acara ini,’ harap Ardiansyah usai melaksanakan Tapping (pengambilan gambar) oleh Tim Gernas BBI.

Ardiansyah menyebut, pisang kepok merupakan salah satu produk andalan pertanian dari Kecamatan Kaubun. Sudah di ekspor ke berbagai negara. Antara lain Malaysia, Pakistan dan yang terbaru dikirim ke Kanada pada September lalu. Dia berharap melalui even ini, tercipta pangsa pasar pisang kepok yang lebih luas.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kutim juga  menghadirkan beberapa pelaku UMKM. Ardiansyah pun mengapresiasi pelaku UMKM yang mampu bertahan dimasa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Dikatakannya, Pemkab tentunya akan terus memberikan dorongan kepadan UMKM agar tak henti berinovasi.

“Tadi saya minta kepada mereka (pelaku UMKM) untuk saling bertukar Informasi. Karena diantara mereka sudah ada yang menjadi eksportir, sehingga apabila ada produk yang bisa dikembangkan pemasarannya, mereka bisa saling membantu,” tutup Ardiansyah.

Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Pemprov Kaltim Andik Riyanto menjelaskan, Gernas BBI tahun ini adalah lanjutan dari gerakan sebelumnya yang telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 14 Mei 2020. Gerakan ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk menghargai karya-karya anak bangsa yang telah menghasilkan produk dan layanan para pelaku UMKM. Gernas BBI adalah cerminan kepala daerah dalam memberikan motivasi serta pembinaan terhadap para pelaku UMKM.

Dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, hanya ada 3 daerah yang mewakili provinsi dalam Gernas BBI. Yakni Kota Samarinda dengan Sarung, Kota Bontang dengan Batik dan Kutim dengan Pisang Kepok.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya UMKM secara riil di Kaltim. Sehingga Kaltim mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Dia menyakini produk yang nantinya akan dipamerkan oleh Kutim mampu bersaing dengan produk-produk dari provinsi lainnya.

“Kita lihat tadi pak bupati (Kutim) begitu serius menawarkan produk UMKM-nya dan dalam hitungan hari mampu mengumpulkan para pelaku UMKM. Salah satunya pisang kepok yang menjadi andalan Kutai Timur,” tambahnya.

Sementara itu Priyanto Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri Kecamatan Kaubun mengaku bangga karena ditunjuk oleh Bupati untuk  mewakili Kutim di Gernas BBI 2021.

“Kami sangat berterima kasih. Sebagai pelaku UMKM, kami merasa diperhatikan dan dibina secara baik. Khususnya para pelaku UMKM yang ada di kecamatan Kaubun. Kami bangga, apalagi nanti dilihat sama pak (Presiden RI) Jokowi,” ujarnya bangga.

Kedepan dia berharap ada perhatian yang lebih terhadap para pelaku UMKM di Kutim. Khusunya para petani pisang kepok di Kaubun. Karena saat ini masih terkendala kurang maksimalnya infrastruktur jalan usaha tani yang menjadi akses mengangkut hasil pertanian. (*/hm)

Grebek Kampung Bersih Sasar Gang Family Sangatta Utara

October 3, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA-  Gerakan Kampung Bersih yang di inisiasi oleh RKPL dan Persatuan Roda Tiga Sangatta menyasar RT 23, 24 dan 43 Gang Family, Sangatta Utara, Monggu (3/10/2021) pagi. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman. Kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Nurul Iman.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan program Grebek Kampung Bersih ini patut terus digalakkan. Perlu mendapat dukungan tak hanya dari pemerintah, tapi juga stakeholder lainnnya yakni perusahaan dan masyarakat. Sebab kegiatan ini adalah inisiatif kelompok masyarakat yang sangat peduli lingkungan.

“Maknanya kegiatan ini sekaligus edukasi kepada warga, betapa pentingnya kebersihan lingkungan,” sebut Ardiansyah.

Ardiansyah lantas berpesan kepada masyarakat agar mendisiplinkan diri mengelola sampah, dengan cara memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Berikutnya membuang sampah sesuai tempat dan waktu yang telah ditetapkan. Agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

“Manfaatnya bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk kesehatan warga dan lingkungan kita sendiri,” tutur Ardiansyah.

Sedangkan Ketua RKPL Andika menjelaskan, kegiatan Grebek Kampung Bersih ini adalah sarana silaturahim dengan masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana edukasi kepada warga agar bisa lebih peduli kebersihan dilingkungan sekitar.

“Masalah sampah masih menjadi topik hangat di Kutim khususnya di Sangatta, mari kita sebagai warga membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah,” ajak Andika.

Sementara itu, Ali Mahmudi salah seorang perwakilan warga yang juga Ketua RT 24 Gang Family mengapresiasi program Grebek Kampung Bersih ini. Program ini menurutnya bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dia berharap program ini terus bergulir tidak hanya di Kota Sangatta, tapi ke seluruh wilayah di Kutim.

“Kami mengajak kepada semua, mari kita selesaikan permasalahan sampah ini. Sehingga cita-cita kita untuk menjadi kota yang bersih dari sampah segera terwujud,” tutup Ali. (*/hm)

Semangat Hari Kesaktian Pancasila Harus Terus Dipertahankan

October 1, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA- Hari Kesaktian Pancasila di Kutim tahun ini di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperingati dengan melaksanakan upacara di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi Sangatta, Jumat (1/10/2021). Bertindak selaku inspektur upacara adalah Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman dengan pembatasan jumlah peserta upacara dengan protokol kesehatan Covid-19.

Upacara berjalan lancar dan hikmat diikuti unsur OPD,  Forkopimda dan sejumlah pejabat pemkab Kutim duduk berjarak dan memgenakan masker sesuai protokol kesehatan sambil mengikuti jalannya upacara. Pembacaan Ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila yang di bacakan oleh Ketua Komisi A DPRD Kutim Piter Palinggi melengkapi upacara ini.

Ditemui usai kegiatan, Bupati Kutim H Ardiansyah menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan yang amat fundamental bagi bangsa Indonesia. Pancasila juga menjadi filosofis berbangsa maupun bernegara.

Selanjutnya, tanggal 30 September 1965 merupakan salah satu peristiwa sejarah bagi bangsa Indonesia, terkait ada upaya rongrongan Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tapi dengan upaya yang dilakukan oleh tentara Indonesia, Pancasila mampu dipertahankan.

“Makanya semangat ini harus terus kita gelorakan kepada anak cucu kita. Supaya mereka paham bagaimana kondisi negara (Indonesia) saat itu mengalami goncangan,” jelas Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa serta bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. (*/hm)

5 Isu Strategis Fokus Penanganan Stunting di Kutim

October 1, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

Kepala Bappeda Kutim Suprianto CES

SANGATTA- Guna menentukan fokus penanganan gizi buruk anak di Kabupaten Kutai Timur, Bappeda Kutai Timur mengelar acara Rembuk Stunting yang bertema “Kawal dan Selamatkan Keluarga 1000 HPK Hadir Untuk Generasi Kutai Timur Cemerlang”.

Rembuk yang digelar di Kantor Bappeda Kutim, Rabu (29/09/2021) ini akhirnya merekomendasikan 5 isu strategis yang dijadikan fokus penanganan stunting di Kabupaten Kutim.

Kepala Bappeda Kutim Suprihanto CES mengatakan kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Kutim bersama stakeholder guna menentukan program perencanaan. Dengan fokus menurunkan angka stunting, khususnya desa-desa lokus stunting.

Berikut 5 isu strategis yang akan menjadi fokus utama penanganan Stunting di Kabupaten Kutai Timur.

Kesatu, komitemen dan visi pimpinan tertinggi Negara. Kedua, kampaye nasional fokus pada pemahaman perubahan perilaku komitmen dan akuntabilitas. Ketiga, korvergensi, koordinasi program nasional daerah dan masyarakat. Keempat, mendorong Kebijakan ‘Nutrional Food Security’ (ketahanan pangan dan gizi) Sedangkan isu kelima yang tak kalah penting yaitu pemantauan dan evaluasi.

Suprihanto menambahkan, dalam konvergensi stunting yang bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting dalam kerangka kebijakan dan institusi, ada 8 aksi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (stunting).

Sedangkan di Kutim, dari 8 tahapan yang ada, pelaksanaan konvergensi baru memasuki tahapan yang ketiga yakni rembuk stunting. Tahap selanjutnya yang segera dilaksanakan adalah memberikan payung hukum berupa Peraturan Bupati sebagai dasar pelaksanaan.

“Salah satunya isinya mewajibkan tiap desa untuk bahu membahu membantu menangani permasalahan stunting,” terang Suprihanto yang pernah menjabat Kabag Pembangunan Setkab Kutim tersebut.

Selanjutnya setiap desa yang menjadi target program stunting akan diintervensi dalam bentuk yang lebih spesifik maupun bersifat sensitif. Desa-desa tersebut harus segera di buatkan rencana kerja. Bisa saja dikerjakan oleh beberapa OPD sesuai dengan tupoksinya.

Lebih jauh, mantan Kadis Kominfo dan Perstik Kutim ini menjelaskan, aksi spesifikas maupun esensial perlu menjadi pembahasan utama dalam pencegahan stunting. Sehingga menghasilkan konvergensi (pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas) seluruh stekholder. Guna mewujudkan penurunan tingkat stunting di kabupaten Kutim.

Sementara itu nara sumber rembuk stunting Nurul Wardah SKM MKes Dari Dinkes Provinsi Kaltim, dalam paparannya menjelaskan strategi percepatan penanggulangan penurunan stunting sudah dilakukan sejak 2017.

“Untuk Kaltim sekarang sudah 4 kabupaten/kota. Yaitu Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, Kutai Kartanegara serta Kutai Timur. Tahun depan semua kabupaten/kota di Kaltim akan menjadi lokus stunting,” sebutnya.

Tugas dari Pemprov Kaltim melalui Dinkes adalah memfasilitasi Kemendagri dalam penilaian kinerja tiap kabupaten/kota dalam percepatan penurunan lokus stunting. (*/hm)

« Previous PageNext Page »

  • vb