LPG 3 Kg Langka, Pemkab Lakukan Operasi Pasar

November 13, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Guna mengatasi kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi di pasaran, Pemkab Kutim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim menggelar operasi pasar. Kegiatan itu digeber Kamis lalu di halaman kantor Camat Sangatta Utara.

Saat operasi pasar berlangsung, banyak warga yang langsung menyerbut, lantaran LPG 3 kg dijual dengan harga Rp 21 ribu. Syaratnya membawa fotocopy KTP saja.

“Operasi pasar ini kita lakukan, karena terjadi kelangkaan LPG 3 kg. Kita bekerjasama dengan Pertamina, untuk menggeber kegiatan ini,” kata Kadisperindag Kutim Zaini, melalui Sekretaris Disperindag Pasombaran, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Pasombaran, pihaknya menjalin bekerjasama dengan PT Pertamina, mengatasi kelangkaan Gas LPG 3 kg di Kecamatan Sangatta Utara dan beberapa kecamatan lainnya.

“Kita melibatkan beberapa agen, sementara saat ini 2 agen untuk membantu, melancarkan dan memudahkan kegiatan ini,” ujar Pasombaran.

Pasombaran menjelaskan, saat operasi pasar berlangsung LPG 3 kg dijual dengan harga Rp 21 ribu dan foto copy KTP. Setiap pembeli maksimal hanya dua tabung saja, karena banyak warga yang memerlukan juga.

“Hal ini kita lakukan, untuk pemerataan kepada masyarakat yang ingin membelinya. Biar semua kebagian, jadi satu orang cuman bisa menukarkan dua tabung gas dan tidak boleh dijual belikan,” ucapnya.

Salah satu agen tabung gas PT Haedar Ismail Bersaudara yang turut serta dalam operasi pasar tersebut, memasok sekitar 250 tabung. “Kami sementara menyediakan 250 tabung saja, sesuai permintaan dari Disperindag. Jika nanti diperlukan, kami siap,” kata Ismail.

Sedangkan PT Badjuber Bersaudara menyerdiakan 560 tabung gas. “Kami siap membantu pemerintah untuk melakukan operasi pasar. Jika akan melaksanakan lagi, kami juga siap membantu,” kata Nasir dari PT Badjuber Bersaudara. (adv)

RSUD Masih Kewalahan Tangani Pasien Cuci Darah

November 13, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Direktur RSUD Kudungga dr Yuwana Sri Kurniawati

SANGATTA – Meski Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, sudah bisa memberikan pelayanan cuci darah atau Hemodialisis (HD) untuk pasien di Sangatta, namun alatnya masih terbatas hanya empat unit saja. Idealnya, minimal yang tersedia 10 unit.

“Hingga sekarang kami masih kewalahan dalam menangani pasien yang akan cuci darah, karena alatnya masih terbatas. Kami berharap akan ada tambahan lagi 6 unit, karena yang ada 4 unit masih terbatas pelayanan kepada pasien,” kata Direktur RSUD Kudungga dr Yuwana Sri Kurniawati.

Setelah dibuka layanan cuci darah di RSD Kudungga, banyak pasien yang memanfaatkan layanan tersebut. “Guna memberikan pelayanan yang baik, kita menggunakan sistem shif kerja,” kata Yuwana Sri Kurniawati.

Seperti diketahui, Hemodialisis (HD) merupakan tindakan medis dengan menggunakan mesin cuci darah sebagai pengganti ginjal yang rusak dalam penyaringan racun-racun hasil metabolisme dalam tubuh dan sekaligus mengeluarkannya.

Direktur RSUD Kudungga dr Yuwana Sri Kurniawati menjelaskan, layanan yang semakin melengkapi rumah sakit milik Pemkab Kutim saat ini lancar beroperasi dan melayani pasien.

“Pelayanan Hemodialisis beroperasi sehari dengan dua shift (dua periode kerja). Setiap shift-nya beroperasi selama 5 jam,” kata Yuwana diwawancara, belum lama ini.

Dalam operasional dua shift tersebut, fasilitas HD sanggup melayani 8 pasien dalam sehari. Dengan jaminan biaya dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Selanjutnya mendukung operasional layanan dimaksud, RSUD Kudungga menugaskan beberapa tenaga medis. Terdiri dari  satu DPJP spesialis penyakit dalam, satu dokter pelaksana serta tiga  perawat sertifikasi Hemodialisa.

“Biaya pasien umum adalah Rp 1.298.450 per sekali Hemodialisa,” sebut Yuwana.

Dia menerangkan, saat ini jumlah pasien yang memerlukan tindakan HD semakin banyak. Hal itu menjadi alasan pihak RSUD Kudungga Sangatta membuka pelayanan HD hingga dua shift. Dengan waktu pelayanan dua shift itu, Yuwana mengaku masih kurang. Ke depan dia berupaya untuk menambah lagi jumlah mesin HD. (adv)

Kutim Jadi Salah satu Daerah Berkomitmen Laksanakan Perkebunan Berkelanjutan

November 12, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Wabup Kasmidi Bulang (kiri) saat mengikuti kegiatan Forum Komitmen Perkebunan Berkelanjutan di Bali bersama daerah lain dan pemerintah Pusat (ist)

BALI– Diperkenalkannya Indikator Yurisdiksi Berkelanjuta, dalam kesempatan B20 Invesment Forum, yang merupakan side event resmi G20 di Bali, Jumat (11/11/2022), Kutai Timur (Kutim) juga menjadi salah satu daerahyang turut andil.

Forum resmi itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang turut hadir pada acara yang cukup penting tersebut. Sebab, Kutim menjadi daerah yang turut berkomitmen dalam mempraktikkan tata kelola sektor perkebunan secara lebih lestari.

Dari ratusan kabupaten/kota se-Indonesia, hanya delapan daerah yang masuk dalam komitmen tersebut. Selain itu, daerah yang turut serta adalah, Aceh Tamiang, Kapuas Hulu, Kotawaringin Timur, Sanggau, Seruyan, Siak, dan Sigi.

Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengaku gembira, lantaran Kutim termasuk dalam salah satu daerah yang memiliki komitmen untuk mempraktikkan tata kelola sektor perkebunan secara lestari.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena Kutim menjadi salah satu daerah di Indonesia yang bakal menjadi sorotan dunia. Setidaknya investor akan melirik Kutim, lantaran berkomitmen terhadap lingkungan,” kata Kasmidi.

Terdapat delapan kabupaten yang telah menunjukkan minatnya untuk memanfaatkan instrument ini dan bertekad untuk mempraktikkan tata kelola sektor perkebunan secara lebih lestari. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Aceh Tamiang, Kapuas Hulu, Kotawaringin Timur, Kutai Timur, Sanggau, Seruyan, Siak, dan Sigi, yang juga hadir dalam gelaran B20 dan mengukuhkan komitmennya.

Seperti diketahui, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS) dan Kementerian Investasi (Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM), didukung Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), mendorong kesiapan daerah dengan cara menyiapkan sebuah model yang diharapkan dapat menarik investasi, yang memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan dan lebih bertanggungjawab.

Model dalam bentuk platform elektronik yang disebut Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan, yang saat ini dikembangkan pemanfaatannya untuk sektor perkebunan ini, diperkenalkan secara resmi pada hari Jumat (11/11/2022), dalam kesempatan B20 Investment Forum, yang merupakan side event resmi G20 yang diselenggarakan di Bali.

Indikator ini relevan bagi Kementerian Investasi/BKPM yang sedang menyiapkan dan membangun pipeline bagi investasi hijau berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Dr Indra Darmawan MSc, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi (BKPM), menyampaikan bahwa informasi yang akan disediakan oleh platform Yurisdiksi Berkelanjutan yang dibangun oleh BAPPENAS ini, dapat menjadi rujukan bagi pengembangan Peta Peluang Investasi selanjutnya yang saat ini sudah memiliki 47 proyek usulan.

“Kedepannya, Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan akan digunakan untuk menjadi ‘alat’ kurasi untuk menentukan peta peluang investasi berkelanjutan di daerah yang sudah terjamin kelestariannya, dan layak untuk diikut sertakan dalam kegiatan perdagangan internasional,” kata Indra. (*/adv)

Perkebunan Sawit Rakyat Berkelanjutan, Topang Perekonomian Rakyat

November 11, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Program perkebunan kelapa sawit rakyat berkelanjutan di Kutim hendaknya terus dijaga dengan baik dan diteruskan. Sebab, sejak berdirinya daerah ini, sudah ada konsep dasarnya, lantaran pembangunan yang nantinya berkelanjutan.

Hal itu diutarakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zubair kepada media ini, Jumat (11/11/2022). Menurutnya, program pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat berkelanjutan memiliki peranan yang cukup baik dalam menopang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita jaga keberlanjutan perkebunan kelapa sawit dengan konsep sederhana. Sumber daya itu masih dipakai tidak habis serta  lestari hutan dan lingkungan tidak terganggu,” kata mantan Kepala Dinas Litbang Kutim ini.

Bagi yang sudah membangu perkebunan kelapa sawit dan bermitra dengan Pemkab Kutim, pihaknya mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan program perkebunan berkelanjtan ini bisa berlanjut, karena mitra yang telah ikut membangun Kutim sama dengan membangun Indonesia.

“Ini bisa kita renungkan dan pahami bersama, bahwa membangun masyarakat Kutai Timur (Kutim) adalah membangun masyarakat Indonesia. Demikian juga jika mengentaskan kemiskinan di sini (Kutim) juga mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” ujar Zubair yang juga mantan Sekretaris Bappeda Kutim ini.

Sebelumnya, Zubair telah membuka lokarya perkebunan sawit rakyat berkelanjutan yang diikuti berbagai pihak, baik OPD maupun perusahaan perkebunan sawit maupun masyarakat pekebun sawit.

Perkebunan sawit rakyat berkelanjutan ini menurut informasi, sudah dilakukan beberapa daerah di Kaltim. Namun untuk di Indonesia, Kaltim merupakan yang pertama. “Guna mewujudkan hal itu, diperlukan komitmen bersama untuk melakukan perkebunan sawit rakyat berkelanjutan,” kata Asmirilda dari Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim. (adv)

Hutan Bukit Pelangi, Bisa Dijadikan Taman Hutan

November 11, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA –  Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman mengatakan,  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), akan tetap menjaga kualitas di kawasan hutan Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur. Tidak menutup kemungkinan kawasan itu dijadikan taman hutan, yang bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya masyarakat banyak.

“Yang lebih menarik, di kawasan hutan Bukit Pelangi itu masih terdapat sejumlah hewan yang jarang terlihat, seperti landak dan kancil. Saya terkadang menyaksikan sendiri saat shubuh, masih ada anak-anak kancil yang menyebrang melintasi jalan menuju hutan,” katanya.

Ke depan tambahnya, kawasan itu bisa dijadikan konservasi taman hutan Bukit Pelangi. Menurut rencana pihaknya akan melakukan pelepasan hewan sebanyak-banyaknya, sebagai dukungan terhadap alam dan hutan sekitarnya.

Tidak heran, jika kawasan Bukit Pelangi menjadi salah satu destinasi wisata di Kutim. Lantaran setiap pekan, banyak masyarakat yang berkunjung di kawasan perkantoran tersebut, selain di kawasan hutan itu.

Bahkan katanya, belum lama ini, kawasan hutan Bukit pelangi juga dijadikan lokasi untuk Jungle Trekking yanhg diikuti masyarakat banyak. “Ini menarik sekali, lantaran kawasan tersebut masih cukup hijau dan udaranya ralatif masih bersih. Sehingga pantas untuk dijadikan lokasi olahraga dan berbagai aktivitas lainnya,” kata Ardiansyah. (adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb