Dispora Kukar Perketat Akses Masuk Komplek Stadion Aji Imbut

November 29, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Stadion Sultan Aji Imbut

Tenggarong – Pengelolaan Stadion Aji Imbut di Tenggarong Seberang kini diperkuat dengan pengawasan akses yang lebih ketat.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mengambil langkah ini untuk menjaga keamanan kawasan sekaligus memastikan fasilitas stadion tetap terawat sesuai standar nasional.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa beberapa titik masuk memang ditutup secara terkontrol. Hal tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan besarnya beban pemeliharaan fasilitas stadion yang memerlukan perlindungan lebih intensif.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

“Beberapa jalur masuk di area kompleks Stadion Aji Imbut memang kami lakukan penutupan. Langkah ini bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Sebelum aturan diberlakukan, Dispora telah melakukan sosialisasi kepada unsur kecamatan, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Ali menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan memutus aktivitas warga, melainkan lebih untuk menata ulang pola penggunaan fasilitas.

“Penutupan ini bukan berarti akses benar-benar ditutup total. Dalam kondisi darurat, masyarakat tetap bisa masuk dengan menghubungi petugas kami,” jelasnya.

Dispora juga menetapkan jam operasional stadion mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. Namun aturan tersebut masih dapat berubah sesuai kebutuhan, termasuk opsi penyesuaian hingga pukul 22.00 WITA untuk memaksimalkan penjagaan.

“Kami mengalami keterbatasan jumlah petugas. Berkurangnya tenaga satpam membuat jangkauan pengamanan menyempit,” kata Ali.

Meski akses diperketat, masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan fasilitas stadion di luar jam operasional selama berkoordinasi dengan petugas jaga. Pendekatan ini dianggap paling realistis mengingat stadion tetap menjadi ruang olahraga favorit warga.

Ali mengapresiasi sikap masyarakat yang menerima kebijakan tersebut dengan baik. Setelah sosialisasi dilakukan, warga dinilai memahami pentingnya pengamanan stadion demi kenyamanan bersama.

“Alhamdulillah, setelah sosialisasi, masyarakat memahami dan mendukung. Mereka tetap diberi kesempatan menggunakan fasilitas di atas jam operasional sepanjang berkoordinasi dengan petugas,” tutupnya. (Adv dispora kukar/Rd)

IPRO Dorong Kutim Jadi Pusat Industri Sawit

November 28, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebagai wilayah strategis dalam agenda besar hilirisasi industri kelapa sawit yang masuk pada dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) 2025. Penetapan ini menegaskan arah transformasi ekonomi Kaltim yang mulai meninggalkan ketergantungan panjang pada tambang dan bergerak menuju industri bernilai tambah.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menilai Kutim memiliki kapasitas produksi sawit yang besar dan selama ini hanya berfokus pada pengiriman bahan mentah. Menurutnya, perubahan pola industri menjadi keharusan agar manfaat ekonomi tidak berhenti di hulu.

“Kutim harus naik kelas. Bukan hanya mengirim crude palm oil, tapi mampu menghasilkan produk turunan yang memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakatnya,” ujar Rudy, Jumat (28/11/25).

Dalam IPRO, hilirisasi sawit Kutim diarahkan masuk pada dua klaster utama, pangan dan kimia. Untuk sektor pangan, peluang investasi difokuskan pada produk seperti margarin, olein, shortening, hingga lemak nabati pada industri roti dan makanan olahan. Sementara pada sektor kimia, Kutim disiapkan mengembangkan gliserol, fatty acid, surfaktan, serta bahan baku kosmetik dan farmasi.

Seluruh peta investasi tersebut disiapkan agar Kutim tidak hanya menjadi lumbung sawit, melainkan pusat industri turunan yang mampu bersaing secara nasional dan internasional.

Upaya memperkuat posisi Kutim juga dilakukan melalui promosi terpadu dalam forum investasi, business matching, dan expo perdagangan. Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) menjadi titik utama yang diproyeksikan menampung pabrik pengolahan serta rantai logistik terintegrasi dengan pelabuhan ekspor.

Ia menekankan, hilirisasi sawit tidak boleh hanya menguntungkan sektor industri besar. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan keterlibatan petani, koperasi, dan tenaga kerja lokal melalui skema kemitraan rakyat dan pelatihan vokasi.

“Agenda IPRO harus memberi ruang lebih besar bagi petani plasma dan generasi muda Kutim yang ingin masuk ke industri pengolahan,” ungkapnya.

Pemprov Kaltim berharap, dengan percepatan hilirisasi di Kutim, struktur ekonomi daerah semakin seimbang ketika era batu bara berakhir. Jika skenario IPRO berjalan sesuai rencana, Kutim akan berkembang menjadi pusat industri oleokimia dan pangan strategis di kawasan Timur Indonesia, bukan lagi sekadar daerah pemasok sawit mentah. (adv/diskominfokaltim/yud)

Kawasan Industri Kaltim Masuki Fase Percepatan

November 28, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat strategi transformasi ekonomi dengan mempercepat pembangunan kawasan industri prioritas yang menjadi pusat pelaksanaan proyek hilirisasi dalam dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Langkah ini dinilai penting agar berbagai proyek siap tawar, mulai dari perkebunan, energi hijau, hingga industri bernilai tambah yang dapat segera dieksekusi dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan kawasan industri merupakan fondasi utama keberhasilan IPRO. Tanpa dukungan infrastruktur kawasan yang memadai, investor akan kesulitan mempercepat pembangunan fasilitas produksi, termasuk pabrik dan gudang.

“IPRO bukan hanya daftar proyek investasi. Ini peta jalan agar Kaltim bisa naik kelas secara ekonomi. Karena itu pusat-pusat industrinya harus benar-benar siap,” ucapnya, Jumat (28/11/25).

Pemprov menempatkan tiga kawasan industri sebagai lokomotif utama transformasi:

  1. Kawasan Industri Kariangau (KIK), Balikpapan

Difokuskan industri energi bersih, manufaktur pendukung rantai pasok, hingga logistik modern. KIK juga menjadi simpul industri pesisir yang terhubung dengan jalur perdagangan antarwilayah.

  1. Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kutai Timur

Disiapkan sebagai pusat pengolahan sawit, produk pangan turunan, oleokimia, hingga bioenergi. Kedekatan dengan sentra perkebunan dan pelabuhan khusus menjadi keunggulan wilayah ini dalam menarik investor hilirisasi.

  1. KEK Buluminung, Penajam Paser Utara

Kawasan ini diarahkan industri penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN), seperti manufaktur ringan, logistik, dan fasilitas perakitan yang membutuhkan akses dekat ke pusat pemerintahan baru.

Dirinya memastikan, Pemprov tengah menyiapkan berbagai insentif dan kemudahan agar kawasan industri ini semakin kompetitif, mulai dari percepatan perizinan, penyediaan utilitas dasar, hingga program vokasi tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Ia menekankan, manfaat hilirisasi harus dirasakan masyarakat secara langsung, bukan hanya sektor industri.

“Penguatan kawasan industri bukan hanya soal investasi, tapi bagaimana ekonomi masyarakat ikut tumbuh bersama hilirisasi,” kata Rudy.

Pemprov optimistis penguatan kawasan industri prioritas akan membuat IPRO menjadi instrumen utama untuk membangun ekonomi non-tambang yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dorongan hilirisasi yang semakin masif, Kaltim menargetkan diri sebagai pusat industri baru di Indonesia pada era pasca-batu bara. (adv/diskominfokaltim/yud).

Penguatan Pelabuhan Perkuat Daya Saing Investasi Kaltim

November 28, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat sektor transportasi dan logistik sebagai tulang punggung percepatan investasi. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat agar menggenjot pembangunan infrastruktur konektivitas, terutama jaringan transportasi dan pelabuhan yang dinilai krusial bagi kelancaran arus produksi dan distribusi.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan, arus logistik yang efisien adalah syarat mendasar agar hilirisasi pertanian, sawit, hingga industri pengolahan dapat berjalan optimal. Menurutnya, infrastruktur memadai menentukan seberapa cepat manfaat investasi bisa dirasakan masyarakat.

“Kalau konektivitas dan pelabuhan tidak kuat, investasi sulit bergerak ke fase produksi. Dampaknya, manfaat ekonomi untuk masyarakat juga melambat,” ucap Rudy, Jumat (28/11/25).

Salah satu simpul logistik yang kini menjadi tumpuan adalah Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Kariangau di Balikpapan, pelabuhan internasional yang berfungsi sebagai gerbang distribusi dan ekspor-impor utama. Keberadaan KKT disebut vital karena menopang kawasan industri di berbagai titik Kaltim dan mempermudah akses investor mengirim maupun menerima komoditas.

Melalui pelabuhan ini, bahan baku serta produk hasil hilirisasi perkebunan dan industri diharapkan dapat bergerak lebih cepat menuju pasar nasional dan global. Hal tersebut sekaligus mendorong minat investor untuk membangun fasilitas pengolahan di Kaltim, karena rantai logistiknya semakin efisien.

Ia menegaskan, integrasi sistem logistik, pelabuhan, dan kawasan industri menjadi fondasi utama arah pembangunan ekonomi pasca-tambang.

“Dengan mempercepat konektivitas, daya saing investasi Kaltim akan meningkat. Ini membuka ruang lebih besar bagi ekspor produk hilir dan menjaring investasi baru, baik dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Ia menambahkan, infrastruktur pelabuhan serta jaringan logistik modern bukan sekadar proyek fisik, melainkan dasar agar investasi yang masuk benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan penguatan jalur logistik dan sinergi kawasan industri dan pelabuhan, Pemprov Kaltim berharap geliat investasi semakin kuat dan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi. Target besarnya adalah menjadikan Kaltim sebagai pusat industri dan ekspor berbasis hilirisasi yang mampu menciptakan lapangan kerja luas serta mendorong kemajuan ekonomi lokal. (adv/diskominfokaltim/yud).

Kaltim Genjot Infrastruktur Energi dan Digital untuk Investasi

November 28, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih dan konektivitas digital sebagai fondasi agar menarik investasi jangka panjang. Arah pembangunan ini dinilai menjadi kunci agar kawasan industri baru di Kaltim mampu bersaing dalam era ekonomi hijau sekaligus mendukung transformasi digital nasional.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan, kedua sektor tersebut adalah elemen dasar bagi pertumbuhan ekonomi masa depan. Tanpa listrik yang stabil dan jaringan digital yang kuat, mustahil membangun kawasan industri modern yang kompetitif.

“Pembangunan PLTS adalah langkah nyata menuju agenda Kaltim Hijau 2045. Kita ingin menambah porsi energi terbarukan secara bertahap,” ucapnya, Jumat (28/11/25).

Di bidang energi terbarukan, sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala menengah mulai dibangun di berbagai titik, terutama di kawasan dengan kebutuhan daya tinggi. Selain itu, pemerintah menyiapkan pemanfaatan biomassa berbasis limbah perkebunan dan kehutanan sebagai sumber energi industri. Menurut Rudy, Kaltim memiliki potensi besar dari sektor sawit, hutan tanaman industri, dan agroforestri.

“Biomassa adalah peluang yang harus dimaksimalkan. Energi bersih harus menjadi identitas industri kita ke depan,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada energi, Pemprov Kaltim juga memperluas jaringan fiber optik lintas daerah. Penguatan konektivitas ini menyasar kawasan industri Kariangau, KEK Buluminung, serta Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur. Infrastruktur digital tersebut dibutuhkan agar perusahaan teknologi, layanan keuangan digital, hingga industri berbasis data dapat beroperasi sesuai standar global.

Agar mendukung ekosistem digital, Kaltim juga menyiapkan pembangunan data center regional yang akan difungsikan sebagai pusat layanan komputasi bagi perusahaan logistik, e-commerce, sektor keuangan digital, serta penyimpanan data pemerintah. Rudy menilai fasilitas ini menjadi katalis penting dalam menarik investor digital dan perusahaan rintisan masuk ke Kaltim.

“Konektivitas digital sekarang bukan pelengkap, tapi kebutuhan utama. Kita ingin Kaltim menjadi destinasi investasi yang ramah teknologi dan berstandar global,” tambahnya.

Pemprov optimistis dapat memperkuat struktur ekonomi baru Kaltim yang tidak lagi bergantung pada sektor batu bara. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi sekaligus membuka peluang industri masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (adv/diskominfokaltim/yud).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1635903
    Users Today : 2403
    Users Yesterday : 4571
    This Year : 572413
    Total Users : 1635903
    Total views : 13993807
    Who's Online : 44
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-11