Disperindagkop Paser Buka Lowongan Pencacah

April 6, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser membuka lowongan petugas pencacah (enumerator) data koperasi dan UMKM.

“Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan melaksanakan kegiatan pendataan lengkap koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai April –  September 2022, karena itu butuh petugas enumerator, ” kata Kadis Disperindagkop UKM Charul Saleh melalui Kabid Koperasi dan UKM, Harsoyo, Senin (4/4/2022).

Untuk pendataan ini, Disperindagkop UKM  Kabupaten Paser  mendapat alokasi penerimaan petugas enumerator sebanyak 88 orang.

Saat ini di Paser, terdapat alokasi 44.000 data koperasi dan UKM. Dengan jumlah itu, setiap enumerator ditarget mendata 500 unit data.

“Setiap unit yang berhasil didata dan terverifikasi, akan diberikan upah Rp20 ribu,” kata Harsoyo.

Harsoyo menjelaskan, syarat menjadi petugas enumerator adalah minimal berpendidikan SMA/sederajat. Syarat selanjutnya yang bersangkutan sedang tidak menjalani proses hukum, kemudian membuat surat pernyataan siap mengikuti pembinaan. calon petugas enumerator harus memiliki kendaraan pribadi untuk menunjang pekerjaannya.

Harsoyo mengemukakan petugas enumerator diprioritaskan mereka yang mengenal geografis wilayah yang akan menjadi wilayah tugasnya.

“Dalam menjalankan tugasnya, petugas disyaratkan dapat berkomunikasi dengan baik,” ucap Harsoyo.

Pendaftaran penerima enumerator ini dimulai sejak 4 hingga 11 April 2022. Peminat bisa mendatangi kantor Disperindagkop UKM Paser di kompleks perkantoran kilometer 5 Tana Paser, atau bisa menghubungi nomor 082158154443 atau 081339659603. (*)

Periode Januari – Maret, Pencari Kerja di Paser Tercatat 706 Orang

April 6, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER  – Selama periode Januari – Maret 2022 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser mencatat  706 orang mencari kerja. Jumlah ini diperkirakan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Kabid Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnakertrans Paser, Nuriansyah, jumlah pencari kerja tahun 2022 diperkirakan lebih banyak dibanding tahun 2021 lalu seiring dengan meredanya pandemi Covid-19.

“Tahun 2021 lalu total pencari kerja sekitar 2 ribu orang,” kata Nuriansyah, Senin (04/04/2022).

Saat pandemi tahun lalu, jumlah pencari kerja tidak sebanyak tahun ini. Hal tersebut disebabkan tidak banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja. Selain itu adanya persyaratan yang memberatkan para pencari kerja seperti tes PCR,.

Dikatakan Nuriansyah, saat ini perusahaan  yang membuka lowongan kerja diantaranya perusahaan tambang, perkebunan, perbankan, jasa keuangan hingga toko ritel modern.  “Para pencari kerja memiliki latar belakang pendidikan SD hingga Sarjana (S1)

“Sebagai besar pelamar berijazah SMA sederajat, ‘” kata Nuriansyah.

Usia mereka adalah usia produktif yakni di kisaran 20 – 30 tahun dan hanya beberapa saja yang berusia di atas 40 tahun.

Nuriansyah mengatakan tahun 2022 ini, Disnakertrans Paser telah mendapat informasi ada 25 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Informasi terkait itu disampaikan di kantor Disnakertrans maupun media sosial resmi milik instansi tersebut.

Disnakertrans tetap mengawasi proses perekrutan sampai penempatan.sehingga bisa diketahui angka pencari kerja maupun angka pekerja yang diterima. (*)

DLH Paser Bersihkan Badan Jalan Menuju RSUD

March 10, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser mulai membersihkan sisa-sisa sampah dari proyek perbaikan jalan  menuju RSUD Panglima Sebaya maupun komplek perkantoran pemda yang sebelumnya ditutup untuk umum akibat longsor. Saat ini jalan  tersebut sudah dibuka dan sudah dilewati kendaraan.

Kepala DLH Paser Achmad Safari mengatakan pembersihan badan jalan dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat  baik masyarakat umum maupun ASN yang menuju kantor.

“Masyarakat pengguna jalan ini sangat layak diberikan kenyamanan, ” ujar Safari, Selasa (9/3/2022).

Kegiatan pembersihan fokus pada pembersihan badan jalan serta pembersihan semak dan rumput yang tumbuh menjalar di kedua sisi jalan. Selain mempertimbangkan aspek kenyamanan bagi pengguna jalan, pembersihan badan jalan juga mempertimbangkan lingkungan sekitar karena di sekitarnya ada ruang terbuka hijau yang perlu dijaga keindahannya.

Jalan lingkar Gentung Temiang selain merupakan akses ke RSUD dan perkantoran, juga mengelilingi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terintegrasi dengan arena promosi, danau serta kawasan hijau. (*)

Jelang Ramadan, Pemotongan Sapi Meningkat

March 9, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER -Kegiatan  pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) Jone Tanah Grogot mulai meningkat menjelang ramadhan tahun ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RPH Jone Mahmudi mengatakan data terakhir Januari-Februari sudah 124 ekor sapi dipotong.

“Kalau tahun lalu jelang Ramadan, pada bulan yang sama hanya 101 yang dipotong di RPH,” kata Mahmudi, Selasa (08/03/2022).

Menurut Mahmudi  pada awal pandemi COVID-19 terjadi penurunan jumlah sapi yang dipotong di RPH. Di masa normal setiap harinya petugas RPH bisa memotong rata rata 12 ekor sapi per hari, sedangkan di masa pandemi hanya 4 ekor sapi yang dipotong per hari.

Ia mengemukakan sapi yang dipotong di RPH, dagingnya di drop ke pasar-pasar dan dipastikan daging yang dipotong di RPH telah memenuhi tata cara pemotongan sesuai standar, serta dijamin kesehatan dagingnya.

Mahmudi juga menjelaskan bahwa sapi yang dipotong telah memenuhi aturan yakni sapi jantan bukan sapi betina.

“Ada aturan yang melarang pemotongan sapi betina di RPH,” ucap Mahmudi.

Sapi-sapi yang dipotong di RPH Jone, kata Mahmudi, berasal dari luar Kabupaten Paser seperti Samarinda, Sulawesi, dan NTT.

“Untuk di Paser belum ada pengusaha sapi atau peternak yang bisa memasok sapi untuk dipotong setiap harinya. Kabupaten Paser masih mengandalkan pasokan sapi dari luar daerah,” katanya. (*)

TPID Paser Segera Sidak Pasar dan Distributor

March 9, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER –  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Paser akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan sejumlah toko ritel atau distributor untuk mamastikan ketersediaan kebutuhan pokok.

“Materi  pokok pembahasan dalam rapat TPID adalah yang saat ini dikeluhkan masyarakat soal kelangkaan minyak di pasar,” kata Staf Ahli Bupati Paser bidang Ekonomi, Afra Naheta usai memimpin rapat TPID yang digelar Selasa (8/3/2022).

Menurut Afra, sebagai tindak lanjutnya, TPID akan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan toko modern.

Afra menambahkan, sidak ke pasar dan toko modern sebelumnya sudah dilakukan TPID sebelum isu kelangkaan minyak ini merebak.

Pada rapat tersebut juga disampaikan untuk menjaga ketersedian minyak di pasaran, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Paser akan bersurat kepada distributor.

“Bupati Paser akan bersurat kepada distributor agar menyuplai minyak goreng yang saat ini sedang langka di pasaran,” katanya.

Dalam rapat itu, TPID telah mengundang pihak distributor minyak namun hanya beberapa saja yang datang.

“Dalam waktu dekat para distributor itu kita undang kembali pada rapat serupa, ” kata Afra.

TPID Paser, lanjut Afra, juga terus bersinergi dengan para distributor minyak untuk mengawasi ketersedian minyak jelang Ramadan.

“Selain sidak dalam waktu dekat, sidak menjelang bulan puasa juga akan kami laksanakan. Bukan hanya minyak saja yang disidak, tapi kebutuhan pokok lainnya juga kami pantau. Ini biasa dilaksanakan setiap tahun,” terang Afra.

Untuk menekan kenaikan harga minyak khususnya, Pemda Paser mengacu pada Surat Edaran Gubernur Kaltim Isran Noor tertanggal 2 Maret 2022, tentang pelaksanaan kebijakan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng.

Ditentukan dalam Surat Edaran tersebut, HET minyak goreng kelas curah Rp11.500, sederhana Rp13.500, premium Rp14 ribu.

Afra menyebut minyak goreng yang dijual di toko modern sudah sesuai dengan HET yang ditetapkan dalam surat edaran tersebut.

“Yang menjadi masalah saat minyak dijual kembali dengan harga lebih mahal,” katanya.

Namun demikian, kata Afra, Pemda Paser akan berupaya menjaga ketersedian kebutuhan pokok termasuk minyak dan memastikan stabilitas harga dengan menggelar operasi pasar murah bersama Bulog dengan melibatkan distributor dan pelaku usaha. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb