Jasa Raharja Dorong Edukasi Keselamatan Lalu Lintas DI Kutai Timur

December 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – PT Jasa Raharja turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) bersama instansi terkait yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Selasa (23/12/2025). Rapat koordinasi ini difokuskan pada pembahasan pentingnya peningkatan kegiatan edukasi kepada masyarakat, khususnya melalui sosialisasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas.

Bersama Kepolisian serta instansi terkait lainnya, PT Jasa Raharja terus berupaya menekan jumlah korban kecelakaan lalu lintas melalui berbagai program pencegahan. Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah pembentukan relawan pengatur lalu lintas, yang dinilai mampu membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya sekaligus mendorong terciptanya ketertiban dan disiplin bagi para pengguna jalan.

Perwakilan Jasa Raharja Kutai Timur, Hur Rahman menegaskan, atas nama Forum Komunikasi Lalu Lintas, kegiatan koordinasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut. Pertemuan tidak harus selalu dilaksanakan secara formal, namun juga dapat dilakukan secara informal sebagai sarana diskusi untuk mencari solusi bersama dalam membangun kota yang lebih patuh terhadap aturan lalu lintas dan menjadikannya sebagai contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban amanah untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas jalan, Jasa Raharja senantiasa berkomitmen menghadirkan pelayanan yang prima. Komitmen tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 dan Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, yang merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. (*)

FKLL Jasa Raharja Samarinda Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

December 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Jasa Raharja Kota Samarinda menyelenggarakan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) bersama para mitra terkait, Senin (22/12/2025).

Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa menjelaskan, forum ini merupakan wujud sinergi lintas instansi dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan di Kabupaten Rembang.

Pada pertemuan tersebut, para peserta membahas pemetaan sekaligus evaluasi titik-titik rawan kecelakaan (black spot). Hasil pembahasan ini akan ditindaklanjuti melalui pemasangan papan dan spanduk imbauan keselamatan di lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi tinggi terjadi kecelakaan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat berlalu lintas.

Forum ini menjadi wadah komunikasi yang efektif untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi bersama, demi mewujudkan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan selamat. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara.

Seluruh anggota FKLL menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jasa Raharja atas kontribusinya dalam upaya pencegahan kecelakaan, khususnya melalui penyediaan papan dan spanduk imbauan keselamatan. Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban, terutama di wilayah Kabupaten Rembang.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan, Jasa Raharja menjalankan amanat undang-undang, yakni UU Nomor 33 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang serta UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Ketentuan inilah yang menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program kerja Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (*)

Puluhan Modifikasi Sukses Curi Perhatian Pengunjung dalam Grand Final CustoMAXi Yamaha 2025

December 24, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Kontes akbar modifikasi CustoMAXi Yamaha resmi menutup keseruannya (20/12). Sebanyak 48 dari ratusan peserta yang telah dinyatakan lolos dari tahap seleksi regional di 6 kota, yakni Semarang, Makassar, Bandung, Jakarta, Banda Aceh, dan Balikpapan kembali bersaing ketat di putaran terakhir untuk tampil menjadi jawara CustoMAXi Yamaha yang baru.

Diselenggarakan bertepatan dengan perhelatan Yamaha Rev Festival 2025 di Senayan Park Mall, Jakarta Pusat event Grand Final CustoMAXi Yamaha berhasil tampil menjadi magnet yang menarik bagi para pengunjung, sekaligus menjadi ajang silahturahmi bagi para pecinta otomotif dan modifikasi dari berbagai wilayah untuk melihat langsung karya-karya modifikator MAXi yang anti-mainstream.

“Tidak terasa perhelatan CustoMAXi Yamaha 2025 telah memasuki babak grand final. Kontes modifikasi akbar yang telah berjalan sejak tahun 2018 ini, tidak hanya sekadar menjadi ruang bagi para modifikator untuk menuangkan kreativitas mereka saja. Namun, juga menjadi komitmen kami untuk selalu menjawab kebutuhan lifestyle para pengguna setia MAXi yang terkenal dengan spirit premium, prestige, anti-mainstream, dan gaya yang ultimate. Bentuk nyata spirit itu kami buktikan dalam event ini, di mana total biaya modifikasi dari keseluruhan motor para kontestan di taksir mencapai 7 milliar rupiah. Sekali lagi, terima kasih untuk seluruh partisipasi dari para kontestan dan sampai jumpa di perhelatan berikutnya, salam Full Gaspoll,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Memasuki babak Grand Final CustoMAXi Yamaha 2025, sebanyak 48 peserta dari masing-masing kota kembali menampilkan karya modifikasi MAXi Yamaha terbaik mereka dari berbagai line-up, mulai dari NMAX ‘TURBO”, AEROX ALPHA, XMAX, dan LEXI. Sama seperti perhelatan di 6 kota sebelumnya, CustoMAXi Yamaha 2025 pun kembali membuka dua kelas kompetisi, yakni Street MAXi dan Super MAXi.

Selain mencari The King of MAXi tahun ini, Yamaha pun turut memberikan 24 awarding bergengsi, mulai dari Most Favorite Modification, Best Video Content Creation, Most Shocking MAXi, dan lainnya. Gelaran Grand Final pun juga semakin terasa menantang, di mana seluruh kontestan diminta untuk mempresentasikan hasl modifikasi mereka di hadapan dewan juri, mulai dari modifikasi dengan teknik airbursh, teknologi motorized, fitur voice command, sparepart CNC, dan aneka modifikasi lainnya.

Ingreath Sitepu dan tim, modifikator asal Medan yang berhasil keluar sebagai finalis CustoMAXi Yamaha Banda Aceh beberapa waktu lalu berhasil tampil menjadi The King of MAXi 2025. Dalam sesi wawancara, Ingrid mengaku tidak menyangka bahwa Yamaha XMAX hasil modifikasi bersama timnya mampu meriah berbagai penghargaan dan keluar menjadi The King of MAXi yang baru.

“Perasaan saya tentu sangat senang sekali ya, karena ini jadi kali pertama bagi saya dan tim untuk ikut serta dalam kompetisi CustoMAXi Yamaha 2025, dan tentunya merasa beruntung karena tidak menyangka dapat langsung terpilih sebagai The King of MAXi 2025. Jujur bicara, Yamaha XMAX hasil modifikasi yang kami tampilkan dalam gelaran grand final, kami kerjakan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, di mana modifikasi ini terinpirasi dari salah satu desain helm terkenal sekaligus kami banyak menggunakan part CNC sebagai suguhan utama modifikasi kami. Tentu kami berusaha tampil all-out dalam gelaran final ini, di mana salah satu part yakni emblem Yamaha kami buat spesial dengan bahan emas 18 karat yang praktis semakin menambah nilai premium motor ini. Semoga perhelatan CustoMAXi bisa kembali hadir tahun depan dan menjadi tempat bagi para modifikator untuk terus berkarya. Terima kasih Yamaha!” ujarnya.

Berikut ini adalah daftar keseluruhan pemenang Grand Final CustoMAXi Yamaha 2025 dari masing-masing kelas kompetisi dan kategori:

Kelas Kompetisi Street MAXi

XMAX
Juara 1: Ingreath Sitepu (Banda Aceh)
Juara 2: Equista Henry Kurniawan (Semarang)
Juara 3: Rizky Bayu Pradana (Bandung)
NMAX
Juara 1: Djulkipli Yanto (Jakarta)
Juara 2: Much Rifai (Makassar)
Juara 3: Reza Jayusman (Balikpapan)
AEROX
Juara 1: Giovani Felly (Jakarta)
Juara 2: Hanifan Adi Wiguna (Semarang)
Juara 3: Saddam Hasanuddin (Makassar)
LEXI
Juara 1: Rusly Liemitra (Bandung)
Juara 2: Andika Prawira (Banda Aceh)
Juara 3: Kevin Chandra (Jakarta)

Kelas Kompetisi Super MAXi

XMAX
Juara 1: Juwantono/Ingreath Sitepu (Banda Aceh)
Juara 2: Usman H.M (Makassar)
Juara 3: Djulkipli Yanto (Jakarta)
NMAX
Juara 1: Kadir (Makassar)
Juara 2: Yoga Rizky Satrya (Jakarta)
Juara 3: Rusly Liemitra (Bandung)
AEROX
Juara 1: Achmad Untung (Jakarta)
Juara 2: Alfan Deka Primatama (Semarang)
Juara 3: Andri Haryanto (Bandung)
LEXI
Juara 1: Achmad Untung (Semarang)
Juara 2: M Yasser (Banda Aceh)
Juara 3: Wijanarko Effendi (Bandung)

Liburan Hemat Ala Gen Z di Tengah Keterbatasan Biaya

December 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya biaya hidup, generasi Z memilih cara yang lebih realistis dalam menghabiskan waktu liburan. Alih-alih bepergian jauh dengan anggaran besar, banyak anak muda justru mengadopsi konsep liburan hemat atau low budget traveling yang dinilai lebih adaptif dan sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Tren ini terlihat dari meningkatnya minat Gen Z terhadap liburan singkat di dalam kota, kunjungan ke ruang terbuka publik, hingga perjalanan bersama teman dengan sistem patungan. Bagi mereka, liburan tidak selalu soal destinasi mahal, melainkan pengalaman dan jeda sejenak dari rutinitas.

Salah satu mahasiswa di Samarinda, Ion (22), mengaku memilih liburan sederhana bersama teman-temannya karena keterbatasan biaya. Ia dan rekan-rekannya memanfaatkan waktu libur dengan piknik di ruang terbuka dan menjelajah kafe lokal.

“Kalau dipikir-pikir, yang penting itu kumpul dan suasananya. Kami lebih memilih tempat dekat, bawa bekal sendiri, dan atur pengeluaran bareng-bareng,” ujar Ion saat diwawancarai, Senin (23/12/2025).

Menurutnya, liburan hemat justru membuat perjalanan terasa lebih fleksibel dan tidak membebani secara finansial setelah liburan usai. Ia menyebut, kesadaran finansial menjadi salah satu pertimbangan utama Gen Z dalam merencanakan waktu libur.

Hal serupa juga dirasakan Adrizdan (23), pekerja lepas di bidang kreatif. Ia memilih melakukan liburan sederhana di rumah sambil membuat konten akhir tahun.
“Sekarang lagi banyak tren konten kilas akhir tahun. Jadi sambil liburan di rumah, aku bisa refleksi setahun ke belakang dan tetap produktif,” katanya.

Fenomena ini sejalan dengan kebiasaan Gen Z di media sosial yang kerap membagikan momen liburan sederhana, seperti foto perjalanan singkat, dump kenangan setahun, hingga ringkasan pencapaian pribadi. Liburan tidak lagi ditampilkan sebagai simbol kemewahan, melainkan sebagai ruang refleksi dan pemulihan diri. (intan)

Refleksi Akhir Tahun di Linimasa Gen Z

December 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Menjelang pergantian tahun, linimasa media sosial dipenuhi unggahan reflektif. Mulai dari photo dump perjalanan selama setahun, rangkuman pencapaian akademik dan karier, hingga potongan momen sederhana yang dirangkai sebagai penanda waktu. Bagi banyak orang, terutama Gen Z, akhir tahun menjadi ruang untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.

Konten ringkasan akhir tahun ini kerap hadir dalam berbagai format kolase foto, video singkat dengan musik emosional, hingga catatan refleksi yang menyertai setiap unggahan. Tak jarang, unggahan tersebut menjadi cara seseorang mendokumentasikan proses hidup yang selama ini berjalan tanpa banyak disadari.

Alfi (24) seorang gen z yang mengikuti tren ini menuturkan, unggahan akhir tahun yang ia bagikan bukan semata untuk dilihat orang lain, melainkan sebagai pengingat personal.

“Kadang kita lupa sudah sejauh apa melangkah. Dengan merangkum satu tahun, aku jadi lebih menghargai proses yang sudah dijalani, meskipun tidak semuanya besar atau sempurna,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan cara generasi muda memaknai pencapaian. Jika sebelumnya keberhasilan kerap diukur dari hasil besar, kini momen kecil seperti bertahan di masa sulit, belajar konsisten, atau berani mencoba hal baru juga mendapat tempat dalam narasi akhir tahun.

Namun, refleksi digital ini juga mengajak pengguna untuk lebih bijak dalam memaknai unggahan orang lain. Lisda (23), menyebut, setiap konten akhir tahun sejatinya hanya potongan cerita.

“Apa yang terlihat di media sosial itu bukan keseluruhan hidup seseorang. Semua orang punya fase jatuh yang tidak selalu dibagikan,” katanya.

Di tengah ramainya unggahan pencapaian, sebagian Gen Z memilih cara yang lebih sunyi dalam menutup tahun. Tidak sedikit yang menyimpan refleksi secara privat dalam jurnal, catatan digital, atau percakapan terbatas dengan orang terdekat.

Akhir tahun, dengan segala unggahan dan refleksinya, pada akhirnya kembali pada makna personal. Entah dibagikan ke ruang publik atau disimpan sendiri, momen ini menjadi pengingat setiap orang memiliki garis waktu yang berbeda. Merayakan proses, sekecil apa pun, menjadi cara sederhana untuk menghargai diri sebelum melangkah ke tahun yang baru. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1072331
    Users Today : 726
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 8841
    Total Users : 1072331
    Total views : 10557479
    Who's Online : 65
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03