Boros Berkedok Self-Reward

December 27, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

— Istilah self-reward kini semakin akrab di kalangan anak muda. Mulai dari membeli kopi mahal, checkout barang impulsif, hingga liburan singkat, semua kerap dibenarkan atas nama “menghargai diri sendiri”. Namun, di balik narasi positif tersebut, para ahli mengingatkan adanya risiko perilaku konsumtif yang tak disadari.

Sejumlah penelitian menunjukkan, self-reward yang tidak terkontrol dapat memicu pola belanja impulsif. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research menjelaskan individu cenderung membenarkan pengeluaran berlebih setelah merasa lelah secara emosional atau mental. Kondisi ini dikenal sebagai emotional spending, di mana keputusan membeli lebih didorong oleh perasaan ketimbang kebutuhan rasional.

Penelitian lain dari American Psychological Association (APA) juga menyebutkan stres berkepanjangan dapat menurunkan kontrol diri seseorang, sehingga meningkatkan kecenderungan melakukan pembelian impulsif sebagai bentuk pelarian psikologis sementara. Sayangnya, efek bahagia dari perilaku tersebut umumnya bersifat singkat dan sering diikuti rasa bersalah.

Fenomena ini turut dirasakan Yuli, seorang mahasiswa dan juga freelancer yang menjadikan self-reward sebagai bentuk apresiasi setelah hari kerja yang melelahkan, namun perlahan berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.

“Awalnya cuma beli kopi atau jajan kecil. Lama-lama jadi sering checkout barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan. Alasannya selalu sama, capek kerja, butuh hadiah buat diri sendiri,” ujar Yuli.

Yuli menyadari, kebiasaan tersebut berdampak langsung pada kondisi keuangannya. Ia mengaku pernah menyesal ketika menyadari sebagian besar pengeluaran bulanannya habis untuk hal-hal yang bersifat impulsif.

“Pas dicek lagi, ternyata banyak pengeluaran yang bisa ditahan. Dari situ baru sadar, self-reward itu penting, tapi kalau berlebihan justru bikin stres baru,” katanya.

Psikolog menilai, self-reward sejatinya bukan perilaku yang keliru. Namun, konsep tersebut perlu dibarengi dengan kesadaran finansial dan pengendalian diri. Mengganti self-reward berbasis konsumsi dengan aktivitas non-materi, seperti beristirahat cukup, berolahraga, atau menikmati waktu bersama orang terdekat, dinilai lebih sehat secara mental dan ekonomi.

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi dengan Pemuda Jomblo Terbanyak

December 27, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Kalimantan Timur masuk dalam daftar 10 besar provinsi dengan persentase pemuda jomblo tertinggi di Indonesia pada 2025.  Data yang dirilis GoodStats.id berdasarkan laporan Statistik Pemuda Indonesia 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sebanyak 75,66 persen pemuda berusia 16–30 tahun di Kaltim tercatat belum menikah.

Dengan capaian tersebut, Kalimantan Timur menempati peringkat kedelapan nasional, berada di bawah Papua (83,96 persen), DKI Jakarta (83,27 persen), Aceh (78,24 persen), Banten (78,13 persen), Papua Tengah (77,61 persen), Sumatera Utara (77,12 persen), dan Papua Pegunungan (76,69 persen). Angka Kaltim juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 61,82 persen.

Fenomena tingginya angka pemuda belum menikah ini dinilai tidak bisa dilihat secara tunggal sebagai persoalan sosial, melainkan berkaitan erat dengan dinamika pendidikan, ekonomi, hingga perubahan orientasi hidup generasi muda. Urbanisasi, tuntutan karier, serta biaya hidup yang meningkat turut memengaruhi keputusan pemuda dalam menunda pernikahan.

Salah satu pemuda di Samarinda, Adi (23), mengaku memilih untuk tetap single karena ingin memprioritaskan pengembangan karier.

“Bukan gamau menikah, tapi sekarang aku masih fokus kerja dan pengen mandiri secara finansial dulu. Menikah itu tanggung jawab besar, jadi aku pengin siap,” ujarnya.

Menurut Adi, pandangan generasi muda saat ini terhadap pernikahan cenderung lebih realistis. Banyak pemuda tidak lagi menjadikan usia sebagai patokan utama, melainkan kesiapan mental dan ekonomi. (intan)

Jasa Raharja Samarinda Selenggarakan Pelatihan PPGD

December 26, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat keselamatan berlalu lintas, PT Jasa Raharja Cabang Samarinda menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi para pengemudi angkutan umum di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Selasa, (23/12/2025). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengemudi dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Melalui pelatihan PPGD, para peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan dasar mengenai penanganan awal korban kecelakaan lalu lintas. Materi yang disampaikan meliputi penanganan korban tidak sadar, penghentian pendarahan, hingga tindakan pertolongan pertama sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.

Penanggung Jawab Pelayanan Jasa Raharja Samarinda, Rivaldy Arvelsa Landarto, menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam mendorong peran aktif pengemudi terhadap keselamatan lalu lintas.

“Kami berharap para pengemudi tidak hanya mengutamakan keselamatan dalam berkendara, tetapi juga memiliki kepedulian serta kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan kepada sesama saat terjadi kecelakaan. Respons awal yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap keselamatan korban,” ungkap Arvel.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan simulasi penanganan kondisi gawat darurat yang berpotensi terjadi di jalan raya. Dengan praktik langsung tersebut, peserta diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh secara optimal.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Jasa Raharja Cabang Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan perusahaan angkutan umum serta para pemangku kepentingan lainnya, guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Samarinda. (*)

Jasa Raharja Samarinda Bekali Masyarakat Sangatta Utara dengan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

December 26, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Sebagai bentuk komitmen dalam menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Cabang Samarinda Wilayah Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Sangatta Utara, Rabu (24/12/2025).

Pada kegiatan tersebut, perwakilan Jasa Raharja Kutai Timur, Hur Rahman, menyampaikan paparan mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja, sekaligus menjelaskan tujuan utama pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan PPGD. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik pertolongan pertama gawat darurat yang dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada para peserta.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, serta terlibat langsung dalam praktik penanganan awal korban kecelakaan. Pelatihan PPGD ini merupakan bagian dari Program Keselamatan Transportasi Jasa Raharja yang bertujuan meminimalkan tingkat fatalitas kecelakaan, khususnya di wilayah yang tergolong rawan kecelakaan lalu lintas.

Selain memberikan pembekalan materi dan keterampilan PPGD, Jasa Raharja juga menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya perilaku berlalu lintas yang aman dan tertib.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Jasa Raharja berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan serta tingkat fatalitas korban, mengurangi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman. (*)

Warga Binaan Lapas Bontang Terima Remisi Khusus Natal 2025

December 26, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

BONTANG – Suasana penuh sukacita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang pada peringatan Hari Raya Natal, Kamis (25/12)/2025.

Sebanyak 136 warga binaan yang beragama Kristen dan Katolik menerima Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2025. Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya dipastikan langsung menghirup udara bebas.

Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada Warga Binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi syarat administratif maupun substantif selama menjalani masa pidana. Penyerahan itu diberikan langsung secara simbolis Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, kepada perwakilan warga binaan di Gereja Oikumene Lapas Bontang.

Suranto menegaskan, remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, melainkan hak yang diberikan atas pencapaian warga bnaan dalam mengikuti program pembinaan. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada seluruh WBP untuk terus menunjukkan sikap terbaik dalam menjalani masa tahanan. Bahkan kata dia, pemberian remisi ini harus mengikuti beberapa aturan yang sudah ditetapkan.

“Remisi ini adalah reward dari pemerintah atas kesungguhan dalam mengikuti pembinaan di Lapas. Khusus bagi satu orang yang langsung bebas hari ini (RK II), kami ucapkan selamat kembali ke keluarga. Jadikan pengalaman di sini sebagai pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat,” ungkap Suranto.

Suranto juga menyebut seluruh proses pengusulan remisi dilakukan secara transparan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) tanpa dipungut biaya apapun. Ia berharap momen Natal ini dapat menjadi motivasi bagi Warga Binaan lainnya untuk terus berkelakuan baik dan produktif selama berada di dalam Lapas.

“Jadikan momen ini untuk terus berbuat baik dalam menjalani masa hukuman,”harapnya.

Adapun rincian perolehan remisi bagi 136 warga binaan tersebut yaitu Remisi Khusus I (Pengurangan Sebagian) sebanyak 135 orang dan remisi Khusus II (Langsung Bebas) sebanyak satu orang.

Besaran pengurangan masa pidana yang diterima bervariasi, mulai dari 15 hari hingga 2 bulan, sesuai dengan masa pengabdian dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan pemberian remisi diakhiri dengan doa bersama dan ibadah Natal, yang berlangsung dengan khidmat serta dalam pengawasan keamanan yang kondusif. (wan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1105643
    Users Today : 2008
    Users Yesterday : 4433
    This Year : 42153
    Total Users : 1105643
    Total views : 10813055
    Who's Online : 75
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-10