CIMB Niaga Perkuat Budaya Kepedulian melalui Employee Volunteering Day 2026

July 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (tengah) bersama Direktur Risk Management CIMB Niaga Henky Sulistyo (kanan), Direktur Operations, Technology, Analytics & AI CIMB Niaga Rico Usthavia Frans (kiri), Chief Audit Executive CIMB Niaga Antonius Gunadi (kedua kanan), dan Head of Consumer Collection & Recovery CIMB Niaga Tammadi (kedua kiri) menyerahkan donasi perlengkapan sekolah di sela kegiatan Employee Volunteering Day (EVD) 2026

TANGERANG SELATAN – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menyelenggarakan kegiatan Employee Volunteering Day (EVD) 2026 yang melibatkan ratusan karyawan dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang di wilayah Jabodetabek pada Sabtu (4/7/2026). Berlokasi di kawasan Gelora CIMB Niaga Bintaro, Tangerang Selatan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya EPICC (Enabling Talent, Passion, Integrity & Accountability, Collaboration, Customer Centricity) serta menghidupkan semangat Work From Heart melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, CIMB Niaga menghadirkan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan, di antaranya donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan, aksi bersih-bersih lingkungan di area Bintaro Jaya, pengumpulan donasi makanan untuk balita, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan. Selain itu, karyawan juga berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui proses daur ulang.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (kiri) bersama Chief Audit Executive CIMB Niaga Antonius Gunadi (kanan) menyapa karyawan saat meninjau kegiatan donor darah pada Employee Volunteering Day (EVD) 2026 di Gelora CIMB Niaga Bintaro, Tangerang Selatan

“Employee Volunteering Day merupakan wujud nyata bagaimana karyawan CIMB Niaga dapat berkontribusi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum untuk berbagi, tetapi juga memperkuat rasa empati, kepedulian, serta semangat kolaborasi di antara karyawan. Kami percaya bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama,” ujar Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei di Tangerang Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Employee Volunteering Day 2026 merupakan bagian dari rangkaian program volunteering yang telah dijalankan CIMB Niaga sepanjang tahun. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SHINE Volunteer, Human Resources dan Corporate Social Responsibility (CSR) CIMB Niaga, serta berbagai mitra eksternal dalam memperluas manfaat dan memperkuat budaya berbagi di lingkungan perusahaan.

Sebagai institusi keuangan yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia, CIMB Niaga terus mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak berkelanjutan. Hingga Mei 2026, sebanyak  2.799 karyawan telah berpartisipasi dalam berbagai aktivitas volunteering dengan total kontribusi waktu mencapai lebih dari 10.733 jam.

Pencapaian tersebut mencerminkan komitmen CIMB Niaga dalam mewujudkan purpose Advancing Customers & Society bagi nasabah dan masyarakat luas, sekaligus mendukung strategi Forward30 untuk menciptakan nilai dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi komunitas serta lingkungan. (*)

Usia Tidak Menghalangi Semangat Berkendara

July 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA  – Meski usia sudah lebih dari 50 tahun, mereka masih rutin menyalurkan hobi bermain bulutangkis di lapangan Pondok Surya Jalan PM Noor Samarinda di bawah naungan PB Sehati. Meski demikian, sesekali di tengah kejenuhan olahraga bulutangkis,  mereka menyalurkan hobi lain dengan mengendarai sepeda motor alias touring. Kali ini tujuan ke desa tanpa daratan Muara Enggelam Muara Muntai Kutai Kartanegara .

Mereka adalah Abdul Aziz yang juga pimpinan redaksi Berita Rakyat, Sugihartono pengusaha Roti Jempol yang juga jebolan dealer Yamaha, Cak To berprofesi sebagai pengusaha Buah Buahan dan  Mutanto pensiunan pegawai Dinas Pendidikan Propinsi Kaltim.

Perjalanan ke Muara Enggelam dimulai pukul 07.00 Wita dengan dengan sarapan pagi di warung nasi pecel perumahan Bumi Sempaja sebagai tempat titik kumpul

“Sebelum berangkat kami sarapan pecel isi kampung tengah di lapak perumahan bumi aembaja, lalu start menuju ke Kutai Kartanegara,” kata Cak To  sebagai penggagas Touring yang juga hoby Diving.

Sebelum berangkat Sugi menginfokan ke seluruh peserta untuk mengecek kondisi kendaraan masing masing baik kelengkapan kendaraan dan ganti oli. Selain itu membawa perlengkapan secukupnya baik itu baju touring, jaket dan sepatu serta sarung untuk keperluan sholat dan tidur

“Cek perlengkapan kendaraan dan bawa perbekalan secukupnya, karena di lokasi nanti ga ada penginapan, bawa sarung untuk sholat dan tidur,” kata Sugi menginfokan sebelum berangkat.

Tepat pukul 07.00 Wita rombongan berangkat dari Bumi Sempaja menyusuri rute Jalan PM Noor, Jalan Aw Syahrani, Jalan Kadrie Oening, Jalan P Suryanata dan selanjutnya menuju jalur 2 Kutai Kartanegara Negara untuk lanjut ke jalur arah Kota Bangun.

“Alhamdulillah perjalanan  santai dan setiap 2 jam kita stop untuk menjaga fisik dan stamina mampir warung kopi sambil rehat sejenak,’ terang Cak To sebagai Captain Rider .

Sekitar pukul 11.30 Wita perjalanan tiba di Kota Bangun dan dilanjutkan menyeberangi sungai menuju Muara Muntai dengan kapal. Rasa penat dan capek terobati setelah duduk diatas kapal sambil menikmati pemandangan sepanjang sungai. Kalau beruntung bisa melihat munculnya ikan pesut mengiringi laju perjalanan kapal.

Setibanya di Muara Muntai lanjut berpindah kapal untuk menyeberangi Muara Enggelam yang nota bene disebut bagaimana desa tanpa daratan.

Begitu juga saat malam tiba hanya ada penerangan dari Genset Diesel belum ada penerangan dari PLN, apalagi penginapan belum ada di muara Enggelam.

“Sementara kami nginap di tempat keluarga karena belum ada penginapan di sini. Alhamdulillah disambut baik dan pelayanan penyambutan kami sangat memuaskan, kami di jamu ikan bakar dan makanan khas Kutai. sangat menyenangkan,” terang Abdul Aziz puas .

Minggu pagi 19 Juli 2026 pukul 07.00 Wita rombongan balik dari Muara Enggelam menyeberangi sungai menuju Muara Muntai dan selanjutnya lanjut perjalanan menuju Kota Bangun. Selanjutnya dari Kota Bangun melanjutkan perjalanan darat menuju Kutai Kertanegara yakni dan singgah ke Martabak Kareh H Baen di Loa tebu sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Samarinda menuju rumah masing2 masing .

Mutanto bersyukur perjalanan touring Muara Enggelam berjalan lancer. Ini pengalaman touring pertama baginya.

“Terus terang sangat menyenangkan,” jelas Mutanto. (LKM)

Jual Pentol dan Cireng Hasilkan Rp2 Juta Per Hari

July 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Usaha dengan dibarengi ketekunan dan keuletan akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan. Hari Setiawan, sukses mengembangkan usaha jualan pentol dan cireng goreng di Samarinda.

Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini merantau ke Kota Samarinda akhir tahun 2022. Sejak menginjakkan kaki di Samarinda, Kalimantan Timur, ia sudah bertekad membangun usahanya sendiri. Ia membuka lapak setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 sore.

“Sehari saya menghabiskan sekitar 14 kilogram adonan pentol dan cireng,” kata pria berusia 25 tahun ini.

“Pembeli tidak hanya membeli yang sudah digoreng, banyak juga yang ingin membeli adonan mentahnya,” tambahnya.

Heri mengaku mendapatkan penghasilan kotor lebih dari Rp2 juta setiap harinya. “Kotornya bisa dua jutaan lebih,” katanya sambil tersenyum.

Sejak akhir 2022 hingga 2026, Heri berjualan di atas sepeda motor dan mangkal di tepi Jalan Urip Sumoharjo, persis di samping SDN 005 Samarinda Ilir. Usahanya itu telah memberinya hasil yang nyata.

“Saya sudah memiliki tabungan untuk masa depan dan juga membeli sebidang sawah di kampung halaman sebagai persiapan hari tua. Di kampung, kami percaya jika memiliki sawah untuk ditanami padi, maka hari tua tidak akan kekurangan,” jelasnya.

Heri tidak ragu membuka kunci keberhasilannya sehingga pembeli terus berdatangan, bahkan ada yang datang dari luar Samarinda. Ia mengutamakan menjaga kualitas bahan adonan. Meskipun dagangan laris dan pelanggan terus bertambah, jangan sembarangan menaikkan harga.

“Selain itu, harus tekun bekerja dan tidak merasa malu meskipun hanya berjualan di pinggir jalan,” pungkasnya. (Misman)

Tokoh Agama Kutai Barat Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kedamaian

July 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

‎‎KUTAI BARAT – Tokoh Agama Kristen Kutai Barat, Pdt. Yohanes Traksin, mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat semangat toleransi antar umat beragama menjelang kegiatan keagamaan yang menghadirkan penceramah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat.

Yohanes menegaskan tidak perlu ada aksi penolakan terhadap pihak mana pun. Menurutnya, masyarakat perlu menunjukkan sikap saling menghormati dan menjadi tuan rumah yang baik bagi setiap tamu yang datang.

‎“Tidak perlu ada aksi penolakan terhadap siapa pun. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah tuan rumah yang baik. Jangan menabur benih kebencian kepada kelompok mana pun agar kita tidak menuai buah yang sama di kemudian hari,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

‎‎‎Ia menilai upaya menjaga kerukunan lebih penting dibanding melakukan tindakan yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat. Karena itu, Yohanes mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat persaudaraan.

‎‎“Lebih baik kita mengadakan gerakan doa bersama lintas agama daripada melakukan hal-hal yang justru dapat menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Kutai Barat,” katanya.

‎‎Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, Yohanes juga meminta panitia pelaksana kegiatan bertanggung jawab memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan tidak menyinggung kelompok tertentu.

‎‎Ia berharap materi ceramah yang disampaikan tetap menjaga semangat persaudaraan serta menghormati keberagaman yang ada di Kutai Barat.

‎‎“Saran saya kepada panitia pelaksana agar memastikan ceramah yang disampaikan nanti tidak menyinggung pemeluk agama lain maupun kelompok tertentu. Mohon panitia berkomitmen penuh untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

‎‎Terkait aspek keamanan, Yohanes juga meminta aparat TNI dan Polri terus bersinergi dalam mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan menjaga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung.

‎‎“Kepada TNI dan Polri, saya harapkan dapat menjaga kondusivitas daerah. Segala potensi kerawanan hendaknya diantisipasi sejak dini. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi antarumat beragama di daerah kita tetap terjaga dengan baik dan harmonis,” tutupnya.*

Laut Menyumbang Oksigen dan Sumber Ekonomi

July 2, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – Laut, sebagai anugerah bagi kehidupan manusia dan makhluk Tuhan lainnya, tidak hanya memiliki nilai ekonomi. Laut juga berperan sebagai sumber oksigen yang kita hirup setiap detik.

Penghasil oksigen terbanyak di Bumi justru berasal dari laut, yang dihasilkan oleh mikroorganisme kecil bernama fitoplankton. Mengutip akun resmi media sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), fitoplankton disebutkan menyumbang sekitar 85 persen oksigen yang ada di Bumi.

Laut Indonesia memiliki sekitar 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 jenis biota yang hidup di terumbu karang.

“Sebenarnya kita bisa bernapas berkat keberadaan laut. Laut tidak hanya memanjakan mata dengan keindahannya, tetapi juga memberi oksigen untuk kehidupan. Oksigen yang kita hirup setiap hari sebagian besar berasal dari laut,” ujar Mansur, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas/Pokmaswas) Bina Lestari Pangempang Desa Tanjung  Limau seraya memandang hamparan laut yang terbentang luas di hadapannya, Minggu (30/6/2026)

Bagi Mansur, memancing di lepas pantai Pangempang, Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sangat menyenangkan.  Setidaknya ada tujuh potensi yang dapat menjadi sumber pendapatan dari kekayaan laut Indonesia, khususnya dari keanekaragaman hayatinya. Potensi tersebut yaitu perikanan tangkap, bioteknologi dan biofarmakologi, pemanfaatan garam, sumber daya mineral dan pertambangan, energi kelautan, jasa pariwisata serta jasa transportasi

Bagi penghobi memancing, sebenarnya telah memanfaatkan tiga dari potensi ekonomi tersebut, yaitu penangkapan ikan, jasa transportasi, dan jasa pariwisata. Sebagian besar penghobi memancing merasa sangat senang, bangga, dan puas ketika berhasil mendapatkan ikan. Rasa bahagia itu mampu menutupi rasa lelah dan biaya yang telah dikeluarkan untuk melakukan perjalanan memancing tersebut. (misman)

« Previous PageNext Page »

  • vb