CIMB Niaga Dukung Implementasi Sustainability bagi IKPT melalui Fasilitas Green Financing Berbasis Syariah

December 17, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) berkomitmen untuk terus menyediakan solusi pembiayaan berkelanjutan bagi nasabah, sejalan dengan purpose CIMB Niaga yaitu Advancing Customers & Society.  Terkini, CIMB Niaga mendukung implementasi sustainability bagi PT Inti Karya Persada Tehnik (“IKPT”), perusahaan afiliasi Toyo Engineering Corporation Jepang (TOYO), melalui pemberian fasilitas Green Financing senilai USD18,5 juta.

Fasilitas ini diberikan dalam skema syariah (sharia-green trade finance), untuk mendukung pengembangan bisnis IKPT sebagai kontraktor Engineering, Procurement, & Construction (EPC) terdepan di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi. Penandatanganan dilakukan oleh Corporate Lending Business Head Salman Baharuddin mewakili CIMB Niaga dan Presiden Direktur IKPT Atsushi Yoshihara akhir pekan lalu.

Adapun fasilitas pembiayaan hijau dalam kerja sama ini terdiri dari dukungan berbagai produk perbankan seperti modal kerja, Letter of Credit internasional dan domestik (L/C, SKBDN), bank garansi, dan, trust receipt (TR) yang ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis IKPT di sektor energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan sektor lainnya. Pembiayaan hijau syariah ini merupakan yang pertama bagi IKPT sekaligus menandai langkah penting perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya. Selain itu, CIMB Niaga juga bertindak selaku Green Financing Coordinator, memberikan advisory kepada IKPT dalam penyusunan Green Financing Framework sebagai panduan implementasi pembiayaan berkelanjutan.

Secara terpisah, Head of Corporate Banking CIMB Niaga, Miranty Supardi, menjelaskan kerja sama pembiayaan hijau ini merupakan wujud nyata komitmen CIMB Niaga sebagai bagian dari CIMB Group dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia menuju CIMB Net Zero Emission 2050. Skema syariah memberikan nilai tambah tersendiri di mana fasilitas ini merupakan yang pertama bagi IKPT.

“Kami bangga dapat mendampingi IKPT sebagai mitra strategis dalam mengembangkan portofolio energi terbarukan, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan hijau di Indonesia,” ujar Miranty.

Sebagai informasi, IKPT telah memiliki portofolio pengerjaan proyek panas bumi yang luas, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, PLTP Wayang Windu Unit-3, PLTP Patuha-2, dan PLTP Muara Laboh-2. Sejak menjalin kemitraan strategis dengan Toyo Engineering Corporation Jepang pada 2012, IKPT juga telah memperluas keahlian ke berbagai proyek berkelanjutan, termasuk energi surya, hidro, biomassa, serta transportasi berkelanjutan. IKPT turut berperan sebagai salah satu kontraktor dalam pembangunan MRT Jakarta Fase-1 (CP-107) jalur Utara–Selatan sebagai bagian dari konsorsium METRO ONE.

Melalui solusi pembiayaan berkelanjutan yang diberikan dalam kerja sama ini, CIMB Niaga terus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai upaya mitigasi perubahan iklim nasional. Didukung jaringan luas di Indonesia dan kawasan ASEAN sebagai bagian dari CIMB Group, CIMB Niaga siap untuk mendukung nasabah dalam memperkuat penerapan bisnis berkelanjutan.

Kerja sama tersebut juga sejalan engan semangat The Cooler Earth (TCE), inisiatif keberlanjutan CIMB Niaga untuk menghadirkan aksi nyata terhadap perubahan iklim. Melalui TCE, CIMB Niaga terus mendorong peningkatan kesadaran dan peran aktif semua pihak dalam mendukung masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan, selaras dengan semangat Bank #SekarangUntukMasaDepan. (*)

Kolaborasi Satu Dekade MAXI YAMAHA & PROSTREET, Sulap Lapangan Terbang Jadi Arena Adu Kecepatan

December 17, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

Bandung – Tahun 2025 yang menjadi momen perayaan satu dekade MAXI Yamaha kembali diwarnai dengan event seru. Menutup momen bersejarah tersebut, Yamaha menggandeng brand street wear kenamaan asal Bandung, yaitu PRO STREET, yang juga tengah merayakan satu dekade eksistensi brand-nya, menghadirkan aktivitas kolaborasi bertajuk MAXI Drag Combat pada Sabtu (13/12) di Kota Bandung, Jawa Barat yang terbuka untuk umum.

Menariknya event yang memadukan semangat berkendara dan gaya hidup street race itu mengambil lokasi di lapangan terbang Husein Sastra Negara, yang notabene merupakan Bandar Udara utama di Kota Bandung. Landasan pacu pesawat disulap menjadi arena adu kecepatan bagi para bikers dari semua merek untuk unjuk kemampuan dalam mencetak catatan waktu tercepat. Namun untuk pengguna skutik MAXI Yamaha, akan dibuka kelas khusus yang meliputi Sunmori MAXI Bracket 10 Detik, Sunmori MAXI Bracket 9,5 Detik dan Sunmori MAXi Standar Kirian. Masing-masing kelas akan memperebutkan posisi 1-5 dengan hadiah uang tunai jutaan rupiah.

Konsep Drag Combat yang tidak biasa ini pun sukses menarik minat para bikers yang ada di wilayah Jawa Barat untuk ikut berpartisipasi, terutama bagi mereka yang telah melakukan sentuhan modifikasi pada sektor mesin guna meningkatkan performa berkendara. Maka tidak heran jika total peserta dan pengunjung yang hadir, tembus hingga lebih dari sembilan ribu peserta.

“Menutup akhir tahun 2025 yang menjadi momen bersejarah satu dekade kehadiran MAXI Yamaha di Indonesia, Yamaha berkolaborasi dengan brand apparel PRO STREET untuk pertama kalinya mengadakan kegiatan MAXI Drag Combat. Sinergi antara brand otomotif dan brand apparel ini menjadi bukti, bahwa Yamaha tidak hanya terus beradaptasi dengan perkembangan lifestyle, tetapi juga menunjukan semangat kedua brand, dalam memfasilitas passion serta hobi berkendara yang dapat memberikan excitement feeling kepada konsumen muda melalui cara yang unik,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Selain menampilkan kompetisi adu kecepatan, event MAXI Drag Combat juga menyuguhkan kontes modifikasi di area hangar pesawat yang menampilkan 200 lebih skutik dari berbagai jenis, termasuk jajaran skutik MAXI Yamaha. Ubahan yang dipamerkan juga sangat menarik dengan beragam tema atau genre yang diangkat, seperti Racing, Thai look, Vietnam Style, Indo Propper, hingga Jap-Style dengan ciri khas airbrush bermotif Anime. Part yang dipasang juga tidak sebatas pada produk aftermarket yang bersifat plug and play, tetapi juga banyak bersifat custom atau hand-made sehingga menambah nilai keunikan pada motor.

Dengan banyaknya konten event yang tersaji, peserta pun mengaku sangat antusias dan terhibur dengan jalannya acara. Apalagi arena kontes drag yang mengambil alih fungsi lapangan terbang pesawat memberikan sensasi baru yang benar-benar berbeda. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ade Pudja, pengguna AEROX ALPHA “TURBO” yang ikut berpartisipasi dalam adu drag.

“Event kolaborasi 1 dekade Yamaha dan Pro Street menurut saya pecah banget. Karena konten yang tersaji bener-bener bisa menjawab hobi anak-anak motor. Mulai dari drag combat, modifikasi, freestyle sampe booth-booth brand street wear semuanya tumpah jadi satu di sini. Lokasi drag race nya sih yang paling kece, di lintasan Bandara Husesin Sastranegara. Jarang-jarang kan bisa ngerasain ngebut di bandara dengan ambience hangar dan pesawat militer,” ungkapnya

Bagi para bikers MAXI Yamaha yang ikut serta meramaikan event, mereka juga menadapatkan benefit tambahan dengan kehadiran MAXI Lounge eksklusif yang menjadi area bersantai selama jalannya acara. Berbagai hiburan seru yang melengkapi akhir pekan juga tersaji, meliputi panggung musik yang menampilkan artis-artis lokal hingga booth-booth brand kolaborasi. Untuk informasi lebih lanjut terkait jalannya acara pantau terus akun Instagram @yamahaindonesia dan @prostreetid

Motor Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid Bisa Dibawa Pulang dengan DP Rp800 Ribuan

December 16, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

BALIKPAPAN– Yamaha kembali menghadirkan program menarik bagi masyarakat melalui event bertajuk Yamaha NgeGrebek. Dalam kegiatan ini, pengunjung berkesempatan membawa pulang Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid, motor berkonsep Motor Hebat, Kuat, No Debat, dengan uang muka yang sangat terjangkau.

PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha wilayah Kalimantan Timur menyebutkan bahwa konsumen hanya cukup bayar Rp800 ribuan untuk bisa memiliki Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid.

Asisten Manajer promosi STSJ Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat memiliki sepeda motor Yamaha.

“Dengan uang muka Rp800 ribu, kalian sudah bisa membawa pulang Yamaha Gear Ultima 125. Angsurannya pun ringan, hanya sekitar Rp1 juta per bulan,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Yamaha Kaltim menggelar event Yamaha NgeGrebek yang terbuka untuk umum dan gratis tanpa biaya pendaftaran. Kegiatan ini berlokasi di Lapangan Klamono RT 55 berlangsung pada Minggu (14/12/2025).

Beragam perlombaan dari pagi hari hingga menjelanga sore, banyak games menarik disiapkan panitia, di antaranya ada Senam Sehat, Lomba Memasak, lomba memasukkan barang terbanyak ke bagasi Gear Ultima, lari membawa kelereng, makan kerupuk, memasukkan paku, joget balon, yang berhadiah total jutaan rupiah.

“Dalam kegiatan Yamaha NgeGrebek ini, kami menyiapkan total hadiah hingga jutaan rupiah, dan juga ada program CSR pemberian Tempat Sampah yang langsung di terima Pa RT 55. Dan setelah event di Balikpapan aka nada event yang sama di kota samarinda, Karena semua ini bukti komitmen kuat Yamaha untuk terus memanjakan masyarakat dan customer setianya,” tegas Efendy. (*)

Gen Z Kian Andalkan QRIS

December 16, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA — Sistem pembayaran berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kian melekat dalam keseharian Generasi Z. Kelompok usia muda ini memandang metode pembayaran scan sebagai solusi transaksi yang praktis, cepat, dan sejalan dengan pola hidup digital yang serba instan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga Semester I 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 57 juta orang dengan cakupan 39,3 juta merchant di seluruh Indonesia. Sepanjang periode tersebut, volume transaksi tercatat menembus 6,05 miliar kali dengan nilai akumulasi sebesar Rp579 triliun. Angka ini disampaikan BI melalui laporan resmi kinerja sistem pembayaran yang dirilis pertengahan Juli 2025.

Tingginya adopsi QRIS di kalangan Gen Z juga diperkuat oleh hasil kajian akademik. Studi yang dipublikasikan melalui arXiv pada 2025 menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, manfaat langsung yang dirasakan, serta tingkat kepercayaan terhadap keamanan sistem menjadi faktor utama yang mendorong generasi muda memilih QRIS. Dukungan regulasi dari otoritas terkait turut memperkuat kepercayaan pengguna.

“Sekarang hampir semua transaksi pakai QRIS. Tinggal scan, selesai. Lebih simpel dan gak ribet bawa uang tunai,” kata Syifa (18).

Ia menambahkan, QRIS memudahkan pengelolaan keuangan karena riwayat transaksi tercatat langsung di aplikasi. “Mau nongkrong, bayar ojek, sampai jajan kecil, QRIS selalu kepakai,” ujarnya.

Dari sisi pertumbuhan transaksi, IDX Channel mencatat nilai transaksi QRIS sepanjang paruh pertama 2025 mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini menandakan QRIS semakin menguat sebagai pilihan utama, khususnya di kalangan anak muda dan pelaku usaha skala kecil.

Sementara itu, laporan konsumen digital nasional 2024–2025 menunjukkan bahwa Gen Z cenderung memilih metode pembayaran instan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari split bill, donasi, hingga transaksi bernilai kecil seperti minuman, transportasi, dan jajan harian. Fitur tambahan berupa promo, cashback, serta integrasi dengan dompet digital turut memperkuat daya tarik QRIS.

Meski pertumbuhannya pesat, penggunaan QRIS masih menyisakan tantangan. Penelitian arXiv 2025 mencatat, literasi keuangan digital belum merata, terutama di kalangan pelaku UMKM. Pendampingan dinilai penting agar penggunaan QRIS tidak hanya sebatas pemasangan kode, tetapi juga diiringi pemahaman pengelolaan dan pemanfaatan sistem pembayaran digital secara optimal. (intan)

Lonjakan Penggunaan AI Picu Kekhawatiran Konsumsi Energi

December 16, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Hari gini siapa yang tidak pernah pakai AI? Mulai dari menjawab soal pekerjaan rumah, bikin konten, menulis surat, sampai sekadar bertanya “aku lagi galau, gimana dong?”. Ya, generatif AI seperti ChatGPT telah menjadi mainan sehari-hari kita, murah dan tampak gratis.

Tapi jangan salah, penggunaan AI secara gratis itu sebenarnya tidak benar-benar gratis. Ada harga besar yang dibayar oleh planet ini, sering kali tanpa kita sadari.

Pada April 2025, CEO OpenAI, Sam Altman, menjawab sebuah tweet yang mempertanyakan biaya operasi AI ketika orang menggunakan kata sopan seperti “tolong” dan “terima kasih” dalam permintaan mereka.

“I wonder how much money OpenAI has lost in electricity costs from people saying “please” and “thank you” to their models,” ujar Tomie dengan akun @tomieinlove dalam tweet nya.

Maksudnya, banyak orang sering menambahkan basa-basi sopan ketika berinteraksi dengan chatbot, padahal jawabannya diberikan oleh mesin bukan manusia.

Lalu Altman pun membalas singkat pertanyaan dengan jawaban yang sontak saja bikin kaget para pembaca tweet nya.

“tens of millions of dollars well spent — you never know,” balasnya.

Yang berarti, puluhan juta dolar biaya listrik yang dikeluarkan, mungkin sepadan, tapi itu jumlah yang besar sekali.

Jika dikonversi secara kasaran, puluhan juta dolar itu bisa bernilai ratusan miliar rupiah, tergantung nilai tukar dan fluktuasi. Itu baru untuk listrik saja, belum termasuk biaya infrastruktur lain.

AI modern, terutama model generatif seperti ChatGPT, bukan perangkat kecil yang bisa dijalankan di ponselmu sendirian. Ia bergantung pada pusat data besar (data centers) penuh dengan ribuan chip GPU yang bekerja sepanjang waktu untuk memproses setiap permintaan.

Satu permintaan ChatGPT menggunakan hampir 10 kali listrik lebih banyak dibanding pencarian Google biasa.

Melansir dari International Energy Agency (IEA) dalam laporan Energy and AI. Data center global diperkirakan akan menggunakan sekitar 945 TWh listrik pada 2030, naik dari sekitar 415 TWh di 2024, dengan porsi besar karena AI.

Pusat data sudah menyumbang sekitar 1–2% konsumsi listrik global, dan persentase ini diproyeksikan naik dalam beberapa tahun mendatang karena AI berkembang pesat.

Angka-angka ini menunjukkan setiap operasi AI dari pelatihan model besar sampai memenuhi ratusan juta permintaan sehari memerlukan energi dalam jumlah besar, dan itu otomatis mengakibatkan biaya nyata, baik dari sudut listrik, emisi karbon, maupun sumber daya yang dipakai.

Energi yang digunakan AI umumnya masih bersumber dari jaringan listrik yang banyak mengandalkan bahan bakar fosil. Itu berarti semakin besar energi yang dibutuhkan, semakin banyak emisi karbon dan jejak lingkungan yang dihasilkan.

Jejak karbon AI dan pusat data sudah menyumbang sekitar lebih dari 2% emisi global, setara atau lebih tinggi dari sektor penerbangan.

Permintaan energi dari pusat data diprediksi bisa mencapai 3–4% total konsumsi listrik global pada 2030 jika tren saat ini berlanjut.

Belum lagi air yang digunakan untuk mendinginkan fasilitas fisik ini, sebuah aspek yang sering diabaikan namun tak kalah penting dalam pembicaraan lingkungan.

Maka dari itu muncul ironi besar, meskipun layanan AI tampak gratis karena kita tidak membayar langsung dengan kartu kredit, planet ini yang menanggung sebagian biayanya. Bukan hanya energi dan emisi tetapi juga potensi tekanan terhadap industri energi, persaingan pemakaian listrik dengan sektor lain, dan perluasan infrastruktur yang menggusur ruang hijau.

Beberapa tren penggunaan AI yang “iseng” seperti diminta menghitung dari 1 sampai 1 juta, sebenarnya membebani sistem lebih besar dari yang diduga. Setiap request sekecil apa pun tetap perlu komputasi intensif di pusat data di belakang layar. Semakin sering digunakan, semakin besar pula total energinya.

Bukan berarti kita harus menolak AI mentah-mentah. Teknologi ini sebenarnya punya potensi besar membantu solusi dunia, dari pengoptimalan penggunaan energi, penemuan inovasi bersih, hingga efisiensi sumber daya.

Namun, yang kita butuhkan adalah, kesadaran penggunaan AI yang bijak, tidak asal eksperimen tanpa tujuan.

Karena pada akhirnya, ketika “gratis” tampak terlalu nikmat, sering kali yang membayar adalah bumi kita sendiri. (tan)

« Previous PageNext Page »

  • vb