CIMB Niaga Lanjutkan Bantuan Pembiayaan UMKM di Indonesia Timur

June 30, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (kedua kanan) berbincang dengan Community Development Head CIMB Niaga Astrid Candrasari (kedua kiri), Syariah Branch Manager Kuta Mandalika CIMB Niaga Baiq Wanty Kusumasari (kanan), dan pemilik UMKM Ombak Food Yosi Eka Kurniawati (kiri) saat pameran produk UMKM dalam rangkaian acara Graduation Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 (2025-2026) di Mataram, Nusa Tenggara Barat

MATARAM– PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mendorong pemberdayaan ekonomi bagimasyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan serta teman disabilitas di Indonesia Timur yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan perbankan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan yang diinisiasi sejak 2022 dan kini memasuki Musim ke-4.

Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, CIMB Niaga bersama mitra pelaksana Berdaya Bareng menyelenggarakan Graduation Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menandai kelulusan para pelaku UMKM yang telah mengikuti rangkaian pelatihan serta pendampingan dari CIMB Niaga dan mitra, sekaligus menjadi momentum penyerahan dukungan akses permodalan kepada UMKM terpilih.

Program Community Link #JadiBerkelanjutan merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL/CSR) CIMB Niaga yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi, serta Iklim dan Lingkungan. Program ini menjadi wujud nyata dari pilar Pemberdayaan Ekonomi yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, khususnya di Indonesia Timur.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, Community Link #JadiBerkelanjutan sejalan dengan aspirasi CIMB Niaga dalam mengusung semangat Advancing Customers & Society, yaitu membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Melalui program ini, kami membekali UMKM dengan pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan. Kami berharap para pelaku UMKM ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya,” ujar Fransiska.

Sejak dilaksanakan pada 2022, kolaborasi CIMB Niaga dan Berdaya Bareng telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia Timur, termasuk Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar), Toraja, Manado, Samarinda, Balikpapan, hingga Kupang. Secara keseluruhan, program ini telah memberikan pelatihan kepada 979 pelaku UMKM serta membuka akses permodalan bagi sekitar 150

UMKM sebagai langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian usaha. Memasuki Musim 4 yang dimulai pada 2025, program terus berkembang dengan menjangkau wilayah baru, yaitu Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Lombok. Setelah melalui proses seleksi dari 284 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan, sebanyak 57 UMKM terpilih memperoleh pendampingan lanjutan berupa pembiayaan tanpa bunga atau dukungan nonfinansial, 12 di antaranya berasal dari Lombok.

Lombok dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas karena memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta peluang besar untuk pengembangan UMKM berbasis ekonomi berkelanjutan. Melalui program ini, CIMB Niaga mendorong pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan potensi secara optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari kontribusi CIMB Niaga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta sejalan dengan program nasional pemberdayaan kewirausahaan melalui pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

Selain prosesi graduation, rangkaian kegiatan di Lombok juga diisi dengan talkshow dan pameran produk UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring dan akses pasar.

“Ke depan, kami berharap sinergi antara CIMB Niaga, Berdaya Bareng, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga UMKM Indonesia semakin inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Fransiska. (*)

CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan

June 29, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BOGOR – Sebagai bagian dari rangkaian Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 yang telah dimulai pada awal Maret 2026, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bersama Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) menyelenggarakan SJF Masterclass 2026 di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis-Sabtu, 25-27 Juni 2026.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 jurnalis penerima SJF 2026, terdiri atas 11 orang kategori individu dan 9 orang dari kategori kelompok dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka terpilih melalui penjurian atas 233 proposal ide sosial dan keberlanjutan yang masuk dari seluruh Indonesia. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta SJF Masterclass akan memperoleh dukungan pendanaan sebesar total keseluruhan Rp200 juta untuk merealisasikan ide mereka.

Pada kegiatan SJF Masterclass ini, selama tiga hari para peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi dan belajar langsung dengan pakar hingga praktisi di bidang perbankan, jurnalisme, dan keberlanjutan. Materi tersebut antara lain mengenai “Jurnalisme Konstruktif Mengawal Kepentingan Publik dan Isu Keberlanjutan”, “Mengambil Peran dan Kolaborasi dalam Mengarusutamakan Keberlanjutan”, “Mengenali Praktek Greenwashing vs Genuine Sustainability”, “Membuat Storytelling Keberlanjutan Lebih Berdampak”, hingga melihat langsung best practice dari program sustainability CIMB Niaga maupun dari para ahli.

Para peserta juga akan mengikuti proses mentoring bersama para pakar dan praktisi di bidang keberlanjutan. Dari proses mentoring tersebut, para peserta kemudian dapat mengimplementasikan program aksi keberlanjutan di tempat asalnya masing-masing, yang diharapkan dapat berdampak secara sosial maupun lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyatakan, SJF 2026 merupakan bagian dari tanggung jawab CIMB Niaga untuk turut membantu membangun kesadaran dan meningkatkan peran jurnalis dalam mengangkat isu keberlanjutan, serta mendorong lahirnya solusi yang berdampak positif. Hal ini sejalan dengan inisiatif The Cooler Earth dan purpose CIMB Niaga Advancing Customers & Society.

“Terima kasih atas antusiasme dan partisipasi rekan-rekan jurnalis dalam mengikuti program SJF 2026. Kami berharap program ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkaya perspektif dalam mengangkat isu keberlanjutan. Kami meyakini media dapat berperan sebagai changemakers yang mampu mengimplementasikan berbagai program keberlanjutan. Dengan semangat kolaborasi, kami optimis akan lahir lebih banyak cerita, karya, dan inisiatif yang memberikan dampak positif serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujar Fransiska.

Salah satu pemateri, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers Abdul Manan memaparkan, jurnalis dalam isu keberlanjutan mempunyai empat fungsi utama. Di antaranya adalah harus menjadi penyampai informasi publik dengan membantu warga memahami isu keberlanjutan yang kompleks seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, energi terbarukan, hingga polusi. “Pelaporan yang akurat memungkinkan publik untuk membuat keputusan yang tepat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris mengungkapkan SJF 2026 ini hadir untuk memperkuat kapasitas jurnalis agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya informatif, melainkan juga dapat mendorong perubahan yang konstruktif. Sebab, di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya kompleksitas tantangan pembangunan, publik saat ini membutuhkan jurnalisme yang mampu menerjemahkan isu-isu strategis menjadi pengetahuan yang mudah dipahami.

“Keberlanjutan kini bukan lagi sekadar isu lingkungan semata, melainkan juga terkait langsung dengan isu ekonomi, sosial, tata, kelola, dan masa depan bangsa. Karena itu, jurnalisme harus mampu menjelaskan persoalan keberlanjutan secara utuh, berbasis data, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui program SJF 2026 ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak jurnalis yang kritis, independen, dan berkomitmen mengawal agenda sustainability Indonesia,” ujarnya.

Dengan menghadirkan para pemimpin dan praktisi terkemuka di bidang keberlanjutan, mulai dari Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times), Satrya Wibawa (Indonesia Country Coordinator dan APAC Regional Coordinator UNEP FI), Lany Harijanti (Regional Program Implementation Manager ASEAN GRI), hingga Robert Basuki Wanasida (CCMO Kanma Group dan CEO Daur Baur Micro Factory), SJF 2026 menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah inspirasi dan kolaborasi dalam mendorong masa depan yang berkelanjutan. (*)

Teman Hebat Records Rilis 15 Lagu Penyanyi Berkebutuhan Khusus

June 29, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta – Teman Hebat Records kembali menghadirkan langkah besar bagi dunia musik Indonesia dengan merilis 15 lagu terbaru yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus.

Seluruh karya tersebut resmi tersedia di berbagai platform musik digital mulai Jumat, 26 Juni 2026, sekaligus menjadi tonggak lahirnya penyanyi-penyanyi muda yang memiliki karya orisinal dan identitas musikal masing-masing.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari misi besar Teman Hebat Records sebagai rumah kreatif bagi anak dan remaja berkebutuhan khusus, meliputi Down Syndrome, Autism, ADHD, Dyslexia, Slow Learner, hingga penyandang disabilitas. Bersama Senada Studio’s, Teman Hebat Records membuktikan bahwa dunia musik mampu menjadi ruang yang inklusif bagi siapa saja yang ingin berkarya.

Founder Teman Hebat Records, Rulli Aryanto kepada awak media pada Sabtu (27/6/2026) mengatakan antusiasme masyarakat saat proses open talent semakin menguatkan alasan berdirinya label musik tersebut. Menurutnya, banyak talenta luar biasa yang selama bertahun-tahun belum memperoleh ruang untuk berkembang.

“Semakin memperjelas arah dan tujuan didirikannya Teman Hebat Records sebagai rumah bagi anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus yang ingin berkarya dan punya lagu sendiri. Waktu kami membuka talent, ternyata animonya sangat besar. Artinya masih banyak potensi yang bisa digali, terutama dalam bidang menyanyi,” ujar Rulli Aryanto.

 

Sebanyak 15 lagu yang diluncurkan masing-masing dibawakan oleh Kinanthi Ulfidiyanaa melalui Wujudkan Impian, Evi Lugvianty Craib (Tak Harus Sama), Junior Noya (Kuat Dengan Cara Kita), Shafaminata (Aku Tak Sendiri), Vanessa Adelynn (Kisah Kita), Azka Farzana (Indah Dibalik Semua), Velovelyn Gwen (Semoga), Aisha Natasya (Aku Hebat Aku Bisa).

Sedangkan Kenzie Rachel Andrea (Genggam Harapan), Ben Hite (Jangan Ragukan Dirimu), Azalea Dzahin (Pasti Bisa), Alika Ashadewi (Lebih Dari Segalanya), Vanesa Audrey (Hebat & Juara), Jihan Nicklany (Kita Semua Teman), serta Vanita Hiadah Rizky Aryo Putri melalui Caraku Sendiri.

Seluruh karya dipersembahkan oleh Teman Hebat Records bersama PasarLagu. Produksi musik dikerjakan oleh Rulli Aryanto, Tixxy (Tety Widiastuti), Senada Studio’s, Kenneth Trevi, Denny Boy, Ivan Daniel, Andrea, serta didukung NPSCorp, Utut Utama Agung, BikinKlip, dan Kunamkane sebagai bagian dari gerakan yang menghadirkan ruang berkarya bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang keterbatasan.

Teman Hebat Records bersama Senada Studio’s juga membawa visi yang jauh lebih luas daripada sekadar memproduksi musik. Seluruh program dirancang agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar, berkarya, hingga menjadikan bakat sebagai profesi yang dikelola secara profesional.

Rulli mengaku banyak momen emosional selama proses rekaman berlangsung. Salah satu pengalaman paling membekas hadir saat melihat perjuangan setiap anak memberikan kemampuan terbaik sesuai versi mereka masing-masing.

“Mereka mengajarkan bahwa menjadi bagus merupakan proses. Seseorang harus terus bergerak, tidak berhenti, tidak menyerah, dan terus belajar,” tutur Rulli.

Pelajaran lain yang paling membekas baginya adalah bagaimana setiap anak mampu mensyukuri setiap langkah kehidupan meski menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan sering kali melahirkan rasa syukur yang lebih besar.

Founder Teman Hebat Records, Yuly Twins, memandang perjalanan seluruh penyanyi jauh lebih bernilai dibanding hasil akhir rekaman. Sebagai ibu yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus, ia memahami bahwa perjuangan sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum mereka memasuki studio.

Menurut Yuly Twins, setiap anak melewati tantangan yang berbeda. Sebagian masih belajar membaca, sebagian lain menghafal lirik melalui pendengaran, bahkan ada yang dibantu orang tua dengan gerakan visual agar lebih mudah memahami setiap bait lagu.

Pendampingan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. Selama bertemu dengan 15 keluarga penyanyi, Yuly Twins melihat satu kesamaan yang sangat kuat, yakni keyakinan orang tua selalu menjadi sumber keberanian anak.

“Kepercayaan diri anak tumbuh dari keyakinan orang tuanya terlebih dahulu. Orang tua yang terus percaya akan memberi kesempatan lebih besar bagi anak untuk percaya kepada dirinya sendiri,” jelasnya.

Momen paling berkesan baginya hadir ketika para penyanyi pertama kali mengenakan headset dan mendengar suara mereka melalui perangkat rekaman profesional. Ekspresi bahagia, bangga, dan takjub menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.

Yuly Twins juga mengajak seluruh orang tua agar tidak pernah berhenti memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba. Konsistensi latihan, pengulangan, serta dukungan tanpa menghakimi diyakini mampu membuka potensi yang selama ini belum terlihat.

Bagi Teman Hebat Records, bernyanyi hanyalah media untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Seluruh perjalanan tersebut diarahkan agar setiap anak memiliki keberanian, pengalaman berhasil, rasa diterima, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama seperti siapa pun.

“Lagu hanya menjadi kendaraan. Tujuan terbesar kami adalah membangun keberanian, kepercayaan diri, pengalaman berhasil, rasa diterima, dihargai, dipercaya, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama,” tutup Yuly Twins.

Lima belas lagu dari 15 penyanyi berkebutuhan khusus yang dirilis Teman Hebat Records tersebut bisa didengarkan melalui tautan playlist YouTube berikut ini: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqNnHUAkPv7EhawYFuIXYxos&si=qQ6-y5RMQztraDmN. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Yamaha Fazzio Hybrid Tampil Anti-Mainstream Lewat Ragam Modifikasi Penuh Karakter

June 28, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Modifikasi kini tak lagi sekadar mengubah tampilan kendaraan, tetapi juga menjadi media untuk mengekspresikan karakter, passion, hingga gaya hidup pemiliknya. Hal tersebut tercermin dari beragam karya modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid yang tampil mencuri perhatian lewat konsep-konsep anti-mainstream, mulai dari kendaraan pendukung industri kreatif, karakter pop culture, fashion lifestyle Jepang, hingga budaya custom internasional.

Dengan desain ikonik yang stylish dan mudah dieksplorasi, Yamaha Fazzio Hybrid menjadi kanvas kreativitas bagi para penggunanya untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi serta cerita di balik setiap detail modifikasinya.

“Setiap modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid memiliki karakter dan cerita yang berbeda. Mulai dari konsep kendaraan pendukung aktivitas kreatif hingga budaya custom otomotif global, seluruh karya tersebut menunjukkan fleksibilitas Yamaha Fazzio Hybrid sebagai media yang mampu mewadahi berbagai ide kreatif penggunanya. Tidak hanya tampil menarik secara visual, setiap modifikasi juga merepresentasikan identitas dan passion pemiliknya,” ujar Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Studio Berjalan dalam Wujud Skutik

Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah milik “Bujang Rimba” yang mengusung konsep Scooter Matic Shooting & Production Utility Vehicle. Terinspirasi dari para pekerja kreatif yang selalu bergerak cepat di balik layar, motor ini dirancang sebagai kendaraan multifungsi untuk mendukung aktivitas produksi konten, fotografi, videografi, hingga kebutuhan shooting harian.

Tampilan motor diperkuat dengan berbagai rak penyimpanan di bagian depan dan belakang yang berfungsi membawa perlengkapan produksi. Sentuhan grafis warna-warni yang ekspresif dipadukan dengan nuansa industrial workshop style menciptakan karakter unik yang merepresentasikan sosok pekerja kreatif yang produktif, adaptif, dan selalu siap berkarya di mana saja.

Membawa Imajinasi ke Dunia Nyata

Sementara itu, kreativitas tanpa batas juga terlihat pada Yamaha Fazzio Hybrid milik Windha Kusuma yang terinspirasi dari karakter ikonik animasi Toy Story. Skutik yang diberi nama “Buzzio” ini menghadirkan interpretasi unik dunia animasi ke dalam sebuah skuter modern dengan permainan warna khas karakter tersebut yang langsung menarik perhatian pengunjung. Konsep ini menunjukkan bagaimana Yamaha Fazzio Hybrid mampu menjadi media ekspresi bagi para penggemar pop culture untuk menuangkan passion mereka ke dalam sebuah karya yang personal dan berbeda.

Ketika DNA Yamaha Fazzio Hybrid Bertemu Ikon Custom Culture Dunia

Tidak kalah menarik, perhatian pengunjung juga tertuju pada Yamaha Fazzio hasil kolaborasi Pickers Service x Mooneyes yang menghadirkan nuansa retro custom dengan karakter budaya kustom global yang kuat. Mengusung warna khas Moon Yellow dan livery ikonik Mooneyes, motor ini tampil sebagai perpaduan harmonis antara gaya skuter Eropa klasik dengan budaya kustom Jepang-Amerika yang telah dikenal luas di dunia otomotif.

Grafis pinstripe bergaya vintage racing, penggunaan wheel cover retro, serta detail emblem dan lettering khas Pickers Service semakin memperkuat identitas heritage dan garage culture yang menjadi ruh utama modifikasi ini. Hasilnya bukan hanya sebuah motor modifikasi yang menarik secara visual, tetapi juga karya yang memiliki nilai budaya dan storytelling yang kuat.

Manis, Stylish, dan Penuh Karakter

Nuansa yang lebih manis dan fashionable hadir melalui Yamaha Fazzio Hybrid bertema “Japanese Cute Style” milik Rani Listiasari. Mengusung konsep pastel kawaii scooter, motor ini terinspirasi dari budaya fashion Jepang yang identik dengan warna-warna lembut dan karakter yang ceria. Dominasi warna putih dan pink pastel dipadukan dengan berbagai aksesori fungsional seperti front rack, rear rack, sandaran, hingga tas belakang yang dibuat serasi dengan keseluruhan konsep.

Modifikasi ini menunjukkan bahwa kendaraan tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari fashion statement yang mampu mencerminkan identitas pemiliknya. Dengan modifikasi yang tetap ringan dan nyaman digunakan sehari-hari, karya ini berhasil menghadirkan karakter yang unik, feminin, dan penuh personality.

“Konsep ini terinspirasi dari Fazzio Japanese Style yang saya lihat di media sosial, lalu saya kembangkan dengan kombinasi pink dan putih agar terlihat lebih elegan, modern, dan berbeda. saya juga menambahkan tas di bagian belakang untuk membawa perlengkapan konten dan kebutuhan sehari-hari. Buat saya, Yamaha Fazzio Hybrid sangat asyik dimodifikasi karena desainnya fleksibel dan tetap nyaman dipakai untuk aktivitas harian, ” ujar Rani Listiasari.

Beragam karya tersebut menunjukkan bahwa Yamaha Fazzio Hybrid mampu mengakomodasi berbagai ide kreatif tanpa kehilangan karakter fashionable yang menjadi ciri khasnya. Fleksibilitas desainnya memberikan kebebasan bagi setiap pengguna untuk menghadirkan interpretasi yang berbeda, mulai dari modifikasi yang mengedepankan fungsi, gaya hidup, hingga nilai artistik.

Lebih dari sekadar kendaraan untuk mobilitas harian, Yamaha Fazzio Hybrid telah berkembang menjadi media ekspresi yang memungkinkan setiap penggunanya menciptakan identitas melalui karya modifikasi yang autentik, personal, dan penuh karakter.

IPPRISIA Kaltim Jajaki Kolaborasi dengan DPPPA Kutai Timur

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melanjutkan agenda silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (19/6/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Rombongan IPPRISIA diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, di Kantor DPPPA Kutai Timur.

Delegasi IPPRISIA Kalimantan Timur dipimpin Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, didampingi Wakil Ketua Fitri Eka Dinanti, Trainer Pengembangan SDM Endro S. Efendi, Ketua Bidang Organisasi Violeta, Ketua Bidang Usaha Nuraidah, Ketua Bidang Humas Sahidin Ahmad, Anggota Bidang Humas Taufik Riyadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Wita Royani Djaang, serta Wakil Sekretaris Tiwi Latifah.

Dalam audiensi tersebut, Marliana memperkenalkan IPPRISIA sebagai organisasi yang menghimpun berbagai praktisi dan profesi dari beragam bidang keahlian yang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan lintas profesi.

Ia menjelaskan, IPPRISIA merupakan organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah hadir di Kalimantan Timur sejak tahun 2009. Organisasi ini sebelumnya bernama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan monitoring.

“Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, pada tahun 2024 kami bertransformasi menjadi Ikatan Penata Indonesia atau IPPRISIA. Transformasi ini dilakukan agar organisasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, mulai dari balita, anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia,” ujar Marliana.

Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan penguatan program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Beberapa program unggulan yang diperkenalkan kepada DPPPA Kutai Timur di antaranya SIAP BERDAYA, yakni program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan selama sembilan hingga dua belas bulan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, mental, dan kemandirian.

Program berikutnya adalah SAPA (Sahabat Peduli Anak) yang berfokus pada penguatan karakter anak usia sekolah melalui pendampingan relawan pendidikan bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Selain itu, IPPRISIA juga memiliki program DICINTAI (Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesehatan, penguatan pola asuh, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pembentukan lingkungan yang sehat.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah yang siap berkolaborasi. Harapan kami, program-program yang dimiliki IPPRISIA dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marliana.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPPRISIA Kalimantan Timur.

Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memiliki kesamaan tujuan dengan program-program yang selama ini dijalankan DPPPA Kutai Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA Kalimantan Timur. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi kami. Semoga komunikasi ini menjadi awal dari kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Supianti.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai profesi yang tergabung dalam IPPRISIA, diharapkan akan lahir inovasi dan program-program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih komprehensif.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb