Lebih dari Satu Abad, Bubur Peca di Masjid Tertua Samarinda Tetap Terjaga

February 23, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

bubur peca

SAMARINDA – Tradisi memasak dan membagikan bubur peca di Masjid Shiratal Mustaqiem kembali berlangsung pada Ramadan tahun ini. Tradisi yang telah ada lebih dari 100 tahun tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah masjid tertua di Kota Samarinda.

Masjid yang dibangun sejak 1881 dan rampung pada 1891 oleh Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi itu tidak hanya dikenal sebagai ikon cagar budaya, tetapi juga sebagai pusat pelestarian kuliner khas Ramadan yang hanya muncul setahun sekali.

Bubur peca dimasak menggunakan beras, santan, serta racikan bawang dan rempah yang dihaluskan terlebih dahulu. Teksturnya lebih padat dibanding bubur ayam pada umumnya, dengan cita rasa gurih-rempah yang kuat. Proses memasak dilakukan menggunakan tungku kayu karena dianggap menghasilkan kekentalan dan aroma yang berbeda dibanding kompor gas.

Kepala juru masak, Mardiana Alus (60), mengatakan ia telah mengabdikan diri lebih dari dua dekade dalam tradisi ini dan merupakan generasi keempat penerus resep bubur peca.

“Rasanya seperti ada kebahagiaan tersendiri ketika saya memasak bubur peca di sini. Karena untuk dibagi-bagikan juga, untuk orang berbuka puasa,” ujarnya ketika ditemui, Sabtu (21/2/2026).

Setiap hari, tim memasak 25 kilogram beras atau sekitar 300 piring bubur. Jumlah itu bisa meningkat hingga 40 kilogram saat jamaah dari luar daerah datang. Dalam sehari, 18 kilogram bawang diolah, dengan proses memasak berlangsung sejak pukul 08.00 Wita dan distribusi dimulai selepas Dzuhur.

Pendanaan tradisi ini awalnya banyak dibantu oleh Haji Muhyar, tokoh masyarakat Samarinda Seberang, serta dukungan swadaya warga. Hingga kini, tradisi tersebut tetap bertahan berkat partisipasi jamaah dan komitmen pengurus masjid. (intan)

Lapak Pedagang Padati Wisata Belanja Ramadan di Halaman GOR Segiri

February 20, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci kembali menggeliat melalui gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 yang dipusatkan di halaman parkir GOR Segiri. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda itu menghadirkan 150 lapak pedagang dan berlangsung hingga 14 Maret 2026.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Menurutnya, event tahunan tersebut bukan sekadar lokasi berburu takjil, melainkan juga wadah strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kembali menggelar Wisata Belanja Ramadan. Antusias masyarakat cukup tinggi untuk datang dan berbelanja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Ratusan pelaku usaha menawarkan beragam produk, mulai dari kue basah, kue kering, aneka makanan siap saji, hingga aksesoris. Ragam pilihan tersebut membuat kawasan GOR Segiri menjelma menjadi pusat pergerakan ekonomi musiman yang padat namun tetap tertata.

Muslimin menjelaskan, dalam empat tahun terakhir pihaknya berupaya melakukan pembenahan konsep dan tata ruang. Jika sebelumnya lapak hanya berupa tenda sederhana, kini penataan dibuat lebih rapi dengan sentuhan dekorasi kain dan pengaturan jarak yang lebih terstruktur guna meningkatkan kenyamanan.

“Kami ingin suasananya berubah, lebih tertata dan nyaman. Bukan hanya pengunjung yang merasa betah, pedagang pun bisa berjualan dengan lebih baik,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, tarif sewa lapak ditetapkan sebesar Rp1.250.000 selama masa kegiatan. Ia menilai angka tersebut masih terjangkau bagi pelaku UMKM, terlebih dengan fasilitas dan keramaian yang ditawarkan. Sebagian dari hasil sewa lapak itu masuk sebagai pendapatan daerah.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan pihak ketiga. Skema kerja sama tersebut dipilih karena keterbatasan anggaran internal.

“Kami memang tidak memiliki anggaran khusus untuk event ini, sehingga pola kerja sama menjadi solusi. Yang penting kegiatan tetap berjalan dan memberi dampak ekonomi,” jelasnya.

Selain transaksi jual beli, panitia juga menyiapkan agenda pendukung seperti buka puasa bersama anak yatim, lomba pergerakan sahur, hingga fashion show muslimah. Hiburan dijadwalkan hadir setiap hari untuk menjaga daya tarik kunjungan masyarakat.

Muslimin menegaskan evaluasi akan terus dilakukan guna memperbaiki kekurangan penyelenggaraan. Ia berharap UPTD sebagai perpanjangan tangan dinas dapat terus berinovasi agar gelaran Ramadan berikutnya semakin tertata, profesional, dan memberi manfaat lebih luas bagi warga Samarinda. (intan)

Pedagang Tahu Bakso Raup Berkah di Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026

February 19, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Antusiasme masyarakat pada hari pertama puasa membawa berkah bagi para pedagang di ajang Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 yang digelar di halaman parkir GOR Segiri. Meski pembukaan resmi dijadwalkan Jumat (20/2/2026), aktivitas jual beli telah berlangsung sejak sehari sebelumnya.

Salah satu pedagang, Endang Burhanuddin (55), penjual Tahu Bakso Ikan Segar Khas Bandung, mengaku bersyukur dengan tingginya minat pembeli. Ia telah berjualan dalam event Ramadan tersebut selama tiga tahun terakhir dan tercatat sudah tiga kali mengikuti kegiatan serupa.

“Alhamdulillah laris,” ujarnya saat ditemui di sela-sela melayani pelanggan, Kamis (19/2/2026).

Endang mulai membuka lapaknya sejak pukul 12.00 Wita untuk mempersiapkan dagangan lebih awal. Didampingi istri dan anaknya, ia tampak sibuk menggoreng tahu bakso yang menjadi menu andalan.

Menurutnya, momentum Ramadan, khususnya dalam rangkaian Samarinda Wisata Belanja Ramadan, selalu memberikan peningkatan penjualan dibanding hari biasa. Ia berharap kondisi tersebut bertahan hingga akhir pelaksanaan kegiatan.

Pantauan di lokasi, stan milik Endang termasuk yang ramai diserbu pengunjung menjelang waktu berbuka, seiring meningkatnya arus masyarakat sejak Ashar. (intan)

Pasar Ramadan Samarinda Diserbu Pengunjung Sejak Ashar

February 19, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Pasar Ramadan dalam rangkaian Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 di halaman parkir GOR Segiri langsung dipadati pengunjung. Keramaian terpantau mulai meningkat sejak waktu Ashar, dengan arus masyarakat yang terus berdatangan hingga menjelang waktu berbuka.

Pengunjung yang hadir berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Sejumlah stan kuliner tampak ramai diserbu warga yang berburu takjil dan menu berbuka puasa.

Meski pembukaan resmi acara dijadwalkan pada Jumat, 20 Februari 2026, kegiatan Pasar Ramadan ini telah mulai berlangsung sejak kemarin.

Salah satu pengunjung, Tiara (24), warga Jalan MT Haryono Samarinda, mengaku telah menantikan momen ini sejak jauh hari. Ia bahkan datang lebih awal untuk menghindari kepadatan.

“Aku udah siap banget buat war takjil, yang pasti excited,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Tiara memilih datang sejak siang hari karena memperkirakan lonjakan pengunjung akan terjadi menjelang sore. Menurutnya, langkah itu membuatnya lebih leluasa memilih makanan tanpa harus berdesak-desakan.

“Biar leluasa aja sih, jadi masih fresh dan nggak terlalu berdesak-desakan kan,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mulai terbentuk di sejumlah stan yang tersedia. (intan)

Peringati Bulan K3 2026, PT BIM dan PT PPS Grup Astra Agro Tegaskan Komitmen Budaya Kerja Aman dan Produktif

February 18, 2026 by  
Filed under Paser, Serba-Serbi

Apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di area operasional perusahaan PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha Grup Astra Agro, Rabu (18/2/2026).

‎‎PASER – PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha Grup Astra Agro, menggelar peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di area operasional perusahaan, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif.

‎‎Peringatan Bulan K3 tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pekerja agar setiap aktivitas operasional dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan kepedulian terhadap keselamatan kerja.

‎‎Apel Bulan K3 Nasional 2026 mengusung tema dari Kementerian Ketenagakerjaan, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, dengan subtema Astra Agro “Memperkuat Transformasi Perilaku Berbasis Keselamatan dan Kesehatan Melalui Keterlibatan Pemimpin Dalam Membentuk Budaya Keselamatan dan Kesehatan Produktif.”

‎‎Tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya tim Safety, Health and Environment (SHE) maupun manajemen. Budaya keselamatan diharapkan dimulai dari pimpinan sebagai teladan dan diterapkan oleh seluruh pekerja dalam setiap aktivitas kerja.

‎‎Komitmen terhadap keselamatan kerja juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kembali ke rumah dengan selamat setelah bekerja.

‎‎“Pekerja wajib mendapatkan perlindungan keselamatan, yakni berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan rutinitasnya masing-masing,” pesannya saat menjadi inspektur upacara Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Balikpapan.

‎‎Sementara itu, Manajemen PT BIM–PPS, Joko Widodo, mengatakan transformasi perilaku keselamatan berarti bekerja tidak sekadar memenuhi kewajiban, tetapi dilandasi kesadaran untuk selalu mengutamakan aspek keamanan dalam setiap aktivitas.

‎‎“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita semua memiliki keluarga yang menunggu di rumah. Bekerja dengan selamat berarti memastikan kita dapat kembali ke rumah dengan selamat setiap hari,” ujarnya.

‎‎Ia mengajak seluruh karyawan untuk mematuhi prosedur kerja dan standar keselamatan, menggunakan alat pelindung diri secara lengkap dan benar, serta berani melaporkan kondisi tidak aman, tindakan berisiko maupun kejadian nyaris celaka. Ia juga menekankan pentingnya saling mengingatkan antarpekerja agar keselamatan menjadi budaya, bukan sekadar aturan.

‎‎Kegiatan Bulan K3 ini diikuti jajaran manajemen, staf, karyawan lapangan, tenaga medis, tim keamanan, tim kesiapsiagaan tanggap darurat (TKTD), serta perwakilan guru dan anak sekolah. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

‎‎Selain apel, kegiatan juga dirangkai dengan berbagai lomba yang diselenggarakan tim SHE, seperti lomba mewarnai untuk anak dan karyawan, lomba video cara kerja aman, serta lomba video yel-yel keselamatan.

‎‎Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, manajemen berharap komitmen terhadap keselamatan terus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari.

‎“Melalui peringatan Bulan K3 ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif sehingga target kerja dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan,” tutup Joko Widodo.*

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1465833
    Users Today : 2796
    Users Yesterday : 4643
    This Year : 402343
    Total Users : 1465833
    Total views : 12901406
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-12