PT BIM-PPS Salurkan 43.750 Bibit Bandeng untuk Perkuat Ekonomi Anggota KTPA Desa Lori

June 30, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

PASER – PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) menyalurkan 43.750 bibit ikan bandeng dan 21 kilogram pakan ikan kepada tujuh anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Lori, Kabupaten Paser, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Desa Lori. Setiap anggota KTPA menerima 6.250 bibit ikan bandeng dan 3 kilogram pakan ikan untuk mendukung usaha tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

‎Selain bantuan ekonomi, kegiatan tersebut juga disertai pelatihan penanggulangan kebakaran guna meningkatkan kapasitas anggota KTPA dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.

‎Kepala Desa Lori, Sudarmono, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang selama ini mengandalkan usaha tambak sebagai sumber penghidupan.

‎“Terima kasih kepada PT BIM-PPS. Bantuan ini sangat meringankan anggota yang memiliki tambak karena ikan bandeng dan udang merupakan komoditas penghasilan terbesar masyarakat Desa Lori,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

‎Sudarmono berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut, termasuk dalam mendukung pengembangan bibit ikan bandeng di Desa Lori. Menurutnya, selama ini kebutuhan bibit masih harus didatangkan dari luar daerah.

‎“Kami masih cukup kesulitan mendapatkan bibit ikan bandeng karena harus dibeli dari luar daerah. Semoga ke depan kami bisa belajar mengembangkan bibit sendiri dan PT BIM-PPS dapat terus memberikan dukungan agar komoditas bandeng di desa kami terus berkembang,” katanya.

‎Manajemen PT BIM-PPS melalui Joko Widodo menjelaskan program bantuan dirancang sesuai dengan karakteristik Desa Lori sebagai kawasan pesisir, di mana sebagian besar anggota KTPA memiliki tambak untuk budidaya ikan dan udang.

‎“Bantuan ekonomi yang kami berikan disesuaikan dengan kebutuhan anggota KTPA Desa Lori. Sebagai desa pesisir, sebagian besar anggota memiliki tambak untuk budidaya ikan maupun udang. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat anggota KTPA dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran,” ujarnya.

‎Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya berkolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

‎“Bantuan ini menjadi penyemangat bagi anggota KTPA agar terus aktif menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari usaha tambak yang mereka kelola. Bantuan ini sepenuhnya kami serahkan untuk dikelola oleh penerima manfaat sehingga hasilnya dapat dinikmati secara langsung,” katanya.

‎Sementara itu, salah seorang anggota KTPA Desa Lori, Barake, mengaku bantuan bibit ikan bandeng sangat membantu karena selama ini pasokan bibit harus didatangkan dari Surabaya.

‎“Kami cukup kesulitan dalam pengadaan bibit ikan bandeng karena harus didatangkan langsung dari Surabaya. Ikan bandeng hanya bisa dikelola dalam satu siklus enam bulan karena tidak bisa berkembang biak lagi. Kami hanya bisa menebar bibit, kemudian enam bulan ke depan baru dipanen,” ungkapnya.

‎Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT BIM-PPS dalam membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi dan peningkatan kapasitas pencegahan karhutla guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.*

IPPRISIA Kaltim Jajaki Kolaborasi dengan DPPPA Kutai Timur

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melanjutkan agenda silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (19/6/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Rombongan IPPRISIA diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, di Kantor DPPPA Kutai Timur.

Delegasi IPPRISIA Kalimantan Timur dipimpin Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, didampingi Wakil Ketua Fitri Eka Dinanti, Trainer Pengembangan SDM Endro S. Efendi, Ketua Bidang Organisasi Violeta, Ketua Bidang Usaha Nuraidah, Ketua Bidang Humas Sahidin Ahmad, Anggota Bidang Humas Taufik Riyadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Wita Royani Djaang, serta Wakil Sekretaris Tiwi Latifah.

Dalam audiensi tersebut, Marliana memperkenalkan IPPRISIA sebagai organisasi yang menghimpun berbagai praktisi dan profesi dari beragam bidang keahlian yang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan lintas profesi.

Ia menjelaskan, IPPRISIA merupakan organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah hadir di Kalimantan Timur sejak tahun 2009. Organisasi ini sebelumnya bernama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan monitoring.

“Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, pada tahun 2024 kami bertransformasi menjadi Ikatan Penata Indonesia atau IPPRISIA. Transformasi ini dilakukan agar organisasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, mulai dari balita, anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia,” ujar Marliana.

Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan penguatan program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Beberapa program unggulan yang diperkenalkan kepada DPPPA Kutai Timur di antaranya SIAP BERDAYA, yakni program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan selama sembilan hingga dua belas bulan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, mental, dan kemandirian.

Program berikutnya adalah SAPA (Sahabat Peduli Anak) yang berfokus pada penguatan karakter anak usia sekolah melalui pendampingan relawan pendidikan bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Selain itu, IPPRISIA juga memiliki program DICINTAI (Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesehatan, penguatan pola asuh, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pembentukan lingkungan yang sehat.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah yang siap berkolaborasi. Harapan kami, program-program yang dimiliki IPPRISIA dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marliana.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPPRISIA Kalimantan Timur.

Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memiliki kesamaan tujuan dengan program-program yang selama ini dijalankan DPPPA Kutai Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA Kalimantan Timur. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi kami. Semoga komunikasi ini menjadi awal dari kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Supianti.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai profesi yang tergabung dalam IPPRISIA, diharapkan akan lahir inovasi dan program-program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih komprehensif.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (*)

SMK Teacher Factory Visit to Yamaha Guru SMK Kunjungi Pabrik Yamaha, Siap Sinergi Lahirkan Talenta SMK Kelas Dunia

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Sebagai manufaktur sepeda motor global, Yamaha pun turut berkomtimen untuk memberikan kontribusi dan perannya bagi perkembangan dunia pendidikan serta profesi tanah air. Terbaru, Yamaha Indonesia kembali menerima kunjungan pabrik (factory visit) dari para guru SMK di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Pulo Gadung, Jakarta, 5 Juni 2026.

Kunjungan pabrik ini sendiri merupakan agenda kunjungan resmi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam kesempatan ini, pihak kementerian mengundang dan mengajak para guru SMK jurusan pemasaran dari seluruh Indonesia, untuk melakukan studi banding dan mengetahui dinamika industri manufaktur bersama Yamaha.

“Sebagai wujud nyata dan komitmen kami dalam memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan dan profesi, kami terus melakukan inovasi dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku pendidikan untuk datang dan belajar bersama kami di Yamaha. Kunjungan pabrik menjadi salah satu medium-nya, di mana melalui hal ini kami tidak hanya semakin membuktikan kapasitas dan kualitas Yamaha sebagai manufaktur berskala global. Namun, kami juga ingin membuktikan kapasitas kami dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan penguatan talenta yang siap terjun ke dunia industri,” ungkap Hendri Kartono, Assistant General Manager Sales PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Inisiasi atas agenda kunjungan ini, merupakan bagian dari partisipasi Yamaha dalam mendukung program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah ingin mewujudkan peningkatan kompetensi dan keilmuan guru SMK dengan melibatkan langsung para pelaku industri, melalui penguatan sinergi dunia pendidikan dan bisnis, sekaligus mempelajari dinamika dan tren marketing global yang terus bergerak dinamis.

Dalam kunjungannya di pabrik Yamaha di Jakarta, para guru mendapatkan beragam pemaparan, mulai dari perjalanan sejarah Yamaha di Indonesia, pemanfaatan dan pengembangan teknologi manufaktur, pengendalian mutu, serta inovasi Yamaha Indonesia dalam mengembangkan strategi marketing & sales selama lebih dari 51 tahun, melalui talenta para anak bangsa yang dapat bersaing di tingkat global.

Selain itu, para peserta pun juga berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi yang ada di dalam lingkungan pabrik, mulai dari engine assy process, body assy process, hingga final inspection, sekaligus berdiskusi dengan tim dari Yamaha Institute mengenai tantangan, peluang, dan strategi dunia sales serta marketing sepeda motor dari Indonesia yang dapat bersaing hingga ke kancah global.

Kunjungan ini pun kembali menjadi momen penting bagi Yamaha Indonesia untuk terus menunjukkan kapabilitasnya dalam persaingan industri manufaktur di tingkat nasional maupun global, sekaligus juga menegaskan komitmen Yamaha dalam mewujudkan eksosistem pengetahuan, vokasi, dan profesi yang inklusif serta konstruktif bagi perkembangan dunia pendidikan Indonesia. (*)

Perkuat Sinergi, PT Pama Gelar Media Gathering

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SEMARANG – PT Pamapersada Nusantara kembali menggelar Media Gathering 2026 sebagai agenda tahunan yang bertujuan mempererat hubungan dan memperkuat sinergi dengan insan media. Kegiatan yang berlangsung di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (24/6/2026), itu juga dirangkai dengan aksi penanaman 2 ribu bibit mangrove dikawasan pesisir Mangunharjo, Kota Semarang.

Media Gathering tahun ini mengusung semangat kolaborasi untuk keberlanjutan dengan menghadirkan rangkaian kegiatan berupa diskusi, edukasi lingkungan, hingga aksi nyata pelestarian alam. Manajemen PAMA bersama wartawan dari berbagai media nasional dan daerah turut terlibat langsung dalam penanaman mangrove.

Penanaman 2 ribu bibit mangrove tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, mangrove juga berperan sebagai habitat berbagai biota laut serta penyerap karbon yang efektif.

Sebelum melakukan penanaman, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan mangrove. Materi disampaikan oleh Nana Kariada Tri Martuti, Kepala Sub Direktorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), serta Vania F. Herlambang, Puteri Indonesia Lingkungan 2018 dan pegiat lingkungan.

PDA sesi tersebut, para narasumber memberikan gambaran mengenai kondisi ekosistem pesisir Indonesia, manfaat ekologis mangrove, hingga pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara PAMA Group dan Universitas Negeri Semarang (UNNES), sebagai mitra akademik yang memiliki komitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan aksi konservasi lingkungan. Sinergi antara dunia usaha, akademisi, dan media diharapkan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan.

Perwakilan Manajemen PAMA menegaskan bahwa Media Gathering bukan sekadar agenda rutin perusahaan, melainkan ruang untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan terbuka dengan insan media.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, kami ingin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin sekaligus menghadirkan pengalaman bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Nana Kariada Tri Martuti mengapresiasi langkah PAMA Group yang menggabungkan kegiatan silaturahmi dengan aksi konservasi lingkungan.

“Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan. Keterlibatan insan media dalam kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Vania F. Herlambang yang menilai aksi penanaman mangrove memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar menanam pohon.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menciptakan perubahan secara fisik dikawasan pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi. Saya berharap semangat kolaborasi yang terbangun hari ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut bergerak dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan,” tuturnya.

Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, perusahaan berharap hubungan harmonis dengan insan media dapat terus terjalin. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan berbagai inisiatif dan nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungan secara berkelanjutan. (arf).

Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan, Jasa Raharja Aktif dalam FKLL Kota Samarinda

June 24, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda menghadiri kegiatan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) bersama para stakeholders terkait yang diselenggarakan di Kota Samarinda, Senin (22/6/2026),  Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang PT Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa, bersama unsur pemerintah daerah, kepolisian, dinas perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

Forum ini menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda. Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis terkait keselamatan jalan, langkah pencegahan kecelakaan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur, Gentur A. Waseso, melalui Kepala Cabang Samarinda Patria Adiwibawa menyampaikan, kolaborasi yang kuat antar stakeholder merupakan kunci utama dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas dan mewujudkan keselamatan transportasi yang berkelanjutan.

“Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendukung program-program keselamatan lalu lintas melalui sinergi aktif dengan seluruh stakeholder. Diharapkan melalui FKLL ini, berbagai upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Patria

Melalui kegiatan FKLL, PT Jasa Raharja Samarinda berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor dapat semakin diperkuat guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb