TIDAR Kaltim Bidik Penguatan Kaderisasi

July 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SAMARINDA – Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalimantan Timur melalui pelaksanaan Training Kader (TUNAS) tingkat 1, 2, dan 3 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) I di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Jumat (10/7/26) malam.

Sebanyak 142 peserta dari sembilan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan kader muda yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dalam Musda itu, Khomaruzzaman dipercaya memimpin PD TIDAR Kalimantan Timur menggantikan Achmed Reza Fachlevi.

Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin muda yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“TIDAR dibangun untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami organisasi dan politik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Kami ingin kader-kader TIDAR hadir membawa solusi, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” kata Rahayu Saraswati.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus memperluas peran organisasi di seluruh daerah di Kalimantan Timur.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan, proses kaderisasi menjadi kebutuhan utama bagi setiap partai politik. Ia menyebut TIDAR telah berperan sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia politik.

“Selama tiga hari kalian telah mendapatkan pembinaan. Partai tanpa kader tidak akan mampu berkembang. Karena itu, TIDAR menjadi tempat bagi anak-anak muda untuk belajar bagaimana berorganisasi dan memahami politik yang santun,” ujarnya.

Seno mengingatkan seluruh kader agar memegang teguh pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya membangun persahabatan dalam dunia politik.

“Pak Prabowo selalu menyampaikan bahwa satu lawan terlalu banyak dan seribu kawan masih terlalu sedikit. Itu menjadi pedoman bagi seluruh kader Gerindra dalam berpolitik,” katanya.

Ia juga mengajak kader muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk menyebarkan konten-konten yang positif sekaligus menangkal penyebaran hoaks di media digital.

Menurutnya, meningkatnya dukungan masyarakat terhadap Partai Gerindra harus diiringi dengan kerja nyata para kader yang terus hadir di tengah masyarakat. Bekal yang diperoleh melalui kaderisasi diharapkan dapat menjadi modal menghadapi Pemilu 2029.

Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur terpilih, Khomaruzzaman, berkomitmen melanjutkan program-program organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.

“Terima kasih kepada Bro Achmed Reza Fachlevi yang telah memberikan teladan bagi kader-kader muda. Ke depan kami ingin menjadikan TIDAR sebagai rumah bagi lahirnya ide-ide kreatif sekaligus memperkuat solidaritas pemuda di Kalimantan Timur. Kami siap mengabdi dan bekerja untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur periode sebelumnya, Akhmed Reza Fachlevi, berharap estafet kepemimpinan mampu memperkuat peran TIDAR sebagai pintu masuk kader muda untuk mengenal organisasi dan politik.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bro Khomaruzzaman. Kepengurusan yang baru memiliki amanah besar untuk melanjutkan pembinaan kader di seluruh Kalimantan Timur. Harapan kami, TIDAR tetap menjadi rumah pertama bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, memahami kepartaian, dan menyiapkan diri menjadi calon pemimpin masa depan,” katanya.

Ia optimistis kepengurusan baru mampu memperluas basis kader, terutama di kalangan milenial dan generasi muda, sebagai bagian dari upaya memperkuat Partai Gerindra menghadapi agenda politik pada 2029. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb