Bupati Kutai Kartanegara Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Kicau Bupati Cup 3

August 4, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri didampingi Kepala Dinas Dispora Kukar Aji Ali Husni dan Kepala DPMD Kukar Arianto menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba kicau burung Bupati Cup 3 Tahun 2025. Acara berlangsung di Gantangan Ketinjau, Komplek Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Minggu, (3/8/2025).

Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pemenang. Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melestarikan budaya dan mendukung hobi masyarakat. Aulia juga bersyukur perlombaan berjalan dengan lancer. Lebih seribu peserta dengan 30 macam jenis kategori lomba.

“Ini luar biasa antusias masyarakat,” ungkapnya pada saat wawancara setelah penyerahan hadiah.

Ia menyebutkan lomba kicau burung akan terus berlanjut setiap tahunnya. “Bagi para pencinta burung jangan khawatir, kita punya tempat yang resperentatif khusus untuk lomba burung di Komplek Stadion Aji Imbut ini, jadi kita akan komitmen terus mengadakan lomba kicau burung ini, “sebutnya.

Dikatakannya dengan adanya lomba kicau burung adalah salah satu bentuk dukungan Pemerintah terhadap kegiatan positif di masyarakat. Salah satu kegiatan pelestarian budaya yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, yaitu hobi memelihara dan melombakan burung berkicau.

Ia berharap akan muncul bibit unggul di bidang kicau burung yang nantinya dapat mengharumkan nama Kukar.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakatnya yang menjadi kegiatan positif, ” pungkasnya.

Pada sesi terakhir Bupati juga mencabut undian hadiah doorprize bagi peserta yang disediakan berupa kulkas, mesin cuci, setrikaan dan banyak hadiah menarik lainnya. (kk06)

Kajati Supardi Ungkap Kasus Korupsi BUMD Kutim, Akademisi Unmul Sebut Shock Therapy Bagi Kaltim

August 3, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur yang baru, Assoc. Prof. Dr. Supardi, SH.MH, mencetak gebrakan besar hanya dua pekan setelah resmi menjabat. Ia berhasil mengungkap kembali kasus korupsi BUMD Kutai Timur senilai Rp38 miliar yang terjadi tahun 2014.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur yang baru, Assoc. Prof. Dr. Supardi, SH.MH

Kasus yang telah lebih dari satu dekade ini, kini mulai menemukan titik terang dengan penetapan dan penahanan seorang tersangka berinisial MSN yang menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Likuidator PT KTE. Langkah cepat Kajati Supardi mendapat apresiasi luas, termasuk dari kalangan akademisi.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Dr. Nur Arifudin, SH, MH menyebut keberhasilan ini sebagai “shock therapy” yang sangat dibutuhkan di Kalimantan Timur. Ia menilai tindakan tegas Kajati tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan moral dan komitmen negara dalam memberantas korupsi.

“Kita sering mendengar kasus-kasus korupsi yang macet di tengah jalan. Penetapan tersangka ini seperti alarm keras agar semua pihak membuka mata,” ujar Nur Arifudin, Sabtu (2/8/2025).

Ia menegaskan bahwa korupsi adalah ancaman serius bagi masa depan daerah, terlebih Kalimantan Timur kini berada dalam fokus nasional dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Nur juga mendorong aparat penegak hukum untuk tidak ragu dalam bertindak, terutama jika alat bukti sudah cukup.

“Penegakan hukum tak boleh ditunda. Jaksa harus berani membawa kasus ke pengadilan agar tidak ada lagi status hukum yang menggantung bertahun-tahun,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepastian hukum sebagai dasar kepercayaan publik terhadap institusi hukum. Menurutnya, penundaan proses hukum hanya akan menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan dari masyarakat.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Dr. Nur Arifudin, SH, MH

Selain itu, Nur Arifuddin melihat latar belakang akademis Kajati Supardi sebagai nilai tambah. Dengan pengalaman sebagai dosen hukum di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulawarman, ia menilai Supardi sebagai figur yang berpikir sistematis dan bisa menjadi teladan dalam penegakan hukum yang cepat, adil, dan tepat.

“Beliau bukan hanya praktisi, tapi juga akademisi. Harapannya, beliau mampu membawa perubahan kultur di lembaga hukum,” tambahnya.

Kasus BUMD Kutai Timur yang kini kembali bergerak diharapkan menjadi awal dari penuntasan berbagai perkara korupsi lain yang selama ini tertunda. Nur berharap seluruh institusi penegak hukum dapat bersinergi dan bergerak lebih cepat demi menegakkan keadilan dan mengembalikan kepercayaan publik.

“Sudah saatnya tak ada lagi perkara yang dibiarkan mengambang tanpa kejelasan hukum,” pungkasnya.(th/he)

Kejadian di Danau Bukit Lontar Terjadi di Danau Alami, Bukan Bekas Lubang Tambang MHU

August 1, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – Peristiwa tenggelamnya seorang pemuda di Danau Bukit Lontar, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, sempat menimbulkan kesalah pahaman di masyarakat. Beredar kabar yang menyebutkan lokasi kejadian merupakan lubang bekas tambang milik PT Multi Harapan Utama (MHU). Namun, hasil verifikasi di lapangan membuktikan informasi tersebut tidak benar. Kejadian ini berlangsung di danau alami yang berada di luar wilayah konsesi pertambangan perusahaan. Kamis (31/7/2025)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan, tidak terdapat kaitan antara peristiwa tersebut dengan aktivitas pertambangan.

“Danau Bukit Lontar merupakan danau alami yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan, kawasan ini pernah diusulkan sebagai lokasi ketahanan pangan berbasis perikanan air tawar,” jelas Bambang.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian yang terjadi.

Korban diketahui bernama Thomas Steven Gomes (21), seorang karyawan PT Budi Duta Agromakmur (BDA) yang tinggal di mess perusahaan tidak jauh dari danau. Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menjelaskan, korban bukan warga setempat dan tidak memiliki kemampuan berenang.

“Korban mencoba ikut bermain air setelah melihat anak-anak berenang, namun sayangnya tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam,” kata Rusdi.

Ia menambahkan, danau tersebut awalnya merupakan rawa yang secara alami semakin dalam seiring waktu. Warga sempat berencana memanfaatkannya sebagai program ketahanan pangan desa, namun dibatalkan karena kondisi dasar danau yang penuh tunggul kayu dan dinilai kurang aman.

External Relation PT MHU, Syamsir, turut menegaskan, lokasi kejadian bukan merupakan lubang bekas tambang perusahaan.

“Danau Bukit Lontar adalah danau alamiah dan berada di luar konsesi kami,” ujarnya.

Perusahaan juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan telah menjalin komunikasi baik dengan keluarga korban.

“Meskipun kejadian ini berada di luar wilayah operasional kami, perusahaan tetap memberikan dukungan moral dan membuka komunikasi dengan pihak keluarga,” tambah Syamsir.

Sebagai komitmen terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan, MHU memastikan seluruh area bekas tambang di wilayah konsesinya telah dilengkapi pagar pengaman dan rambu larangan agar mencegah aktivitas berisiko seperti berenang atau memancing.

Pemerintah daerah dan perusahaan berharap tidak ada lagi kesalah pahaman di masyarakat. Peristiwa ini merupakan kecelakaan yang terjadi di danau alami dan tidak berkaitan dengan aktivitas pertambangan. (yud)

Kue Jadul Rasa Kekinian Jadi Ikon Kuliner PPU

July 29, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Yuliana

PENAJAM –Di tengah tren kuliner modern yang serba viral, siapa sangka kue cincin jadul bisa tampil kembali dengan sentuhan kekinian dan menjadi produk unggulan khas Penajam Paser Utara (PPU). Pelaku UMKM asal Desa Babulu Darat sukses mengangkat kembali kue warisan keluarganya hingga dikenal luas dengan merek Cincin Benuo Taka.

Dia adalah Yuliana (36) pemilik usaha kue jadul dengan merek Cincin Benuo Taka. Ia berasal dari Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, yang dengan tekad dan kreativitasnya, berhasil membawa produk makanan jadul menjadi produk khas PPU ke tingkat yang lebih modern.

Usaha ini bermula dari warisan keluarga. Ibu tiga anak ini mengawali usahanya dengan meneruskan usaha ibunya yang sudah berjualan kue cincin sejak tahun 2000-an. Kala itu, sang ibu berjualan secara keliling, menitipkan produknya di warung-warung sekitar. Namun, pada tahun 2018, Yuliana memutuskan untuk mencoba peruntungan baru dengan memasarkan produknya secara online melalui media sosial Facebook.

“Awalnya, saya coba jual di Facebook. Beberapa teman pesan dan mereka minta opsi ukuran kecil agar tidak terlalu ‘eneg’ saat dimakan,” kata Yuliana.

Dari situ, ia mulai berpikir untuk berinovasi. Tanpa bantuan browsing di Google, ia mencoba memutar otak untuk menciptakan bentuk yang unik dan disukai anak-anak. Hasilnya, ia berhasil menciptakan kue cincin dengan bentuk yang lebih menarik, menggunakan tutup botol air mineral sebagai cetakan kue jadul itu.

Perjalanan usaha Yuliana tidak selalu mulus. Pada tahun 2019, suaminya yang bekerja sebagai pengangkut material mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi COVID-19. Hal ini memaksa mereka untuk lebih giat mempromosikan produknya di media sosial. Dengan tekad yang sangat kuat, Yuliana mulai melayani pemesanan secara delivery dengan layanan gratis ongkir.

“Alhamdulillah, permintaan semakin meningkat. Bahkan, pada tahun 2020, saat lebaran, pesanan tembus hingga 30 kilogram (kg),” ungkap Yuliana.

Tahun 2023 menjadi titik balik bagi usaha Yuliana. Ia bergabung dengan Persatuan UMKM PPU binaan dari Rizal Ramadhan selaku ketua dan mendapatkan berbagai pelatihan dari dinas setempat.

Dari situ, ia mulai memperbaiki kemasan produknya, mendapatkan sertifikasi PIRT, dan bahkan merambah ke swalayan seperti YOFA MART serta ikut dalam segala kegiatan dan event yang dilaksanakan di daerahnya.

“Saya ingin produk saya dikenal sebagai makanan khas PPU. Makanya, saya beri nama Cincin Benuo Taka, untuk mengenalkan bahwa ini asli dari daerah kami,” jelasnya.

Meski sudah mencapai banyak hal, Yuliana tidak berhenti berinovasi. Ia menambahkan varian durian dan jahe ke dalam produknya, yang ternyata disukai oleh masyarakat. Namun, tantangan tetap ada. Produksi yang masih terbatas karena dikerjakan sendiri membuatnya harus berpikir keras untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Saya belum berani mempekerjakan orang lain. Butuh waktu untuk menyiapkan mental dan sistem yang baik,” ujar Yuliana.

Yuliana berharap, suatu saat nanti, Cincin Benuo Taka bisa menjadi produk yang dikenal tidak hanya di PPU, tetapi juga di seluruh Indonesia. Ia ingin terus mengangkat bahwa makanan jadul tersebut tidak kalah bersaing dengan makanan kekinian jaman sekarang.

“Saya ingin anak-anak muda juga mengenal dan mencintai makanan tradisional kita,” tutupnya.  (Dian Mulia S)

Pelantikan Pengurus Baru Laskar Gepak Kaltim, Siap Hadapi Isu Sosial Daerah

July 27, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lintas Karya Gerakan Pemuda Kalimantan (Laskar Gepak), Eddy Ngo, melantik seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gepak Kalimantan Timur periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Yen Delight, Jalan Juanda 7, Samarinda, Sabtu (26/7/2025).

Pada kesempatan tersebut, Achmad Ramadhan dimandatkan sebagai Ketua DPW Laskar Gepak Kaltim memimpin dan mengkonsolidasikan organisasi di seluruh wilayah provinsi.

Eddy Ngo, menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Ia menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar benar-benar memahami arti dari sebuah perjuangan di Laskar Gepak. Menurutnya, sebuah organisasi akan besar jika para pengurusnya bekerja dengan hati, setia pada visi perjuangan, dan tidak mudah goyah pada kepentingan sesaat.

“Saya butuh orang yang siap berdiri di garis depan ketika organisasi membutuhkan. Loyalitas dan militansi adalah harga mati di Laskar Gepak,” tegas Eddy.

Ia juga menambahkan, kepengurusan baru ini harus mampu menjadi motor penggerak yang aktif dan responsif terhadap berbagai isu sosial di daerah. Laskar Gepak, bukan hanya organisasi seremonial, tetapi harus menjadi kekuatan riil yang berpihak pada masyarakat bawah.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan organisasi agar membuktikan, Laskar Gepak adalah organisasi pemuda yang siap berkontribusi nyata bagi Kaltim,” ujar Eddy Ngo.

Ia juga berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar menjaga kekompakan dan menjadikan organisasi sebagai ruang pembinaan kader-kader muda yang militan, berintegritas, dan berdaya saing.

Acara pelantikan ini disaksikan Ketua Umum PB Gepak, abraham Ingan dan Ketua Umum DPP Kawan Gepak, Ratu Magdalena. Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru perjalanan Laskar Gepak Kaltim dalam mengawal peran sosial kepemudaan di Kalimantan Timur. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb