Laskar dan Kawan Gepak Rayakan HUT Bersama

July 27, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA– Dua organisasi kemasyarakatan berbasis kedaerahan di Kalimantan Timur, yakni DPP Laskar Gepak dan DPP Kawan Gepak, merayakan hari ulang tahunnya secara bersamaan, Laskar Gepak merayakan usia ke-6, sedangkan Kawan Gepak menapaki usia ke-9 tahun. Acara berlangsung meriah yang bertempat di Yen’s Delight, Jalan Juanda, Samarinda, Sabtu (26/7/2025).

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Laskar Gepak Eddy Ngo, jajaran pengurus DPC dan DPW, Ketua Umum DPP Kawan Gepak Ratu Magdalena, serta pengurus Kawan Gepak se-Kaltim. Hadir pula Ketua Umum PB Gepak, Abraham Ingan, yang menyampaikan refleksi panjang mengenai makna “asli Kalimantan” dan pentingnya menjaga persaudaraan lintas suku dan agama.

Diperayaan tersebut, Laskar Gepak mengangkat tema “Menjaga Tradisi, Mengokohkan Persaudaraan”. Eddy Ngo menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kebudayaan lokal sebagai fondasi kekuatan sosial di tengah perubahan zaman.

“Kami ingin Laskar Gepak menjadi garda terdepan menjaga tradisi dan memperkuat persaudaraan antar warga Kalimantan. Tradisi bukan hanya warisan, tapi jati diri yang harus terus dirawat dan diperjuangkan,” ujar Eddy Ngo.

Sementara itu, Kawan Gepak yang merupakan organisasi perempuan, mengusung tema “Jadilah Wanita Multitalenta yang Tangguh”. Ketua Umum DPP Kawan Gepak, Ratu Magdalena, mendorong perempuan Kalimantan agar terus berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang.

“Jadilah perempuan di Kalimantan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga menjadi pelopor perubahan. Menjadi wanita multitalenta artinya mampu berperan di keluarga, masyarakat, hingga politik dengan semangat dan ketangguhan,” tegas Ratu Magdalena.

Ketua Umum PB Gepak, Abraham Ingan, menyoroti pentingnya menjaga identitas Kalimantan dalam bingkai nasionalisme. Ia menegaskan, siapa pun yang lahir dan besar di Kalimantan, dari suku mana pun, adalah bagian dari Kalimantan.

“Asli Kalimantan itu bukan soal suku, tapi hati. Siapa pun yang hidup, beranak-pinak, dan membangun Kalimantan, dia adalah bagian dari kita. Persaudaraan adalah pondasi kekuatan kita,” tegas Abraham.

Perayaan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi, tetapi juga momentum memperkuat peran ormas lokal dalam menjaga persatuan, nilai-nilai adat, dan memperluas kontribusi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. (yud)

Diterpa Hoaks, Vihara Vajra Vijaya Citta Pertimbangkan Jalur Hukum

July 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Vihara Vajra Vijaya Citta di Samarinda tengah menjadi sorotan setelah muncul tuduhan tak berdasar yang dilontarkan dalam Rapat Umum True Buddha Foundation (TBF) di Jakarta, 5 Juli 2025 lalu. Pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik itu membuat pihak vihara mempertimbangkan langkah hukum.

Ketua Yayasan Vijaya Citta, Agus Haryono menegaskan, tuduhan tersebut adalah hoaks dan sangat merugikan pihak vihara. Ia menyebut, hingga kini pihaknya belum menerima klarifikasi memadai dari penyelenggara TBF, meskipun sudah mengirimkan surat resmi.

“Kami masih membuka ruang mediasi, tetapi proses hukum sedang kami pertimbangkan. Pengacara sudah kami tunjuk untuk memetakan langkah-langkah yang akan diambil,” ujarnya saat jumpa pers di Samarinda.

Tuduhan yang dimaksud menyebut vihara diduga menggalang dana dari umat dengan janji dapat menghilangkan karma buruk, serta meminta donasi untuk pelapisan emas patung suci sebagai bentuk persembahan.

Ketua Vihara Vajra Vijaya Citta, Julianti Chiasidy, dalam kesempatan yang sama, meminta penyelenggara TBF mengungkap identitas oknum penyebar fitnah. Ia juga menyerukan agar yang bersangkutan segera menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial.

“Kami beri kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak, kami siap tempuh jalur hukum,” tegas Julianti.

Menanggapi hal ini, Pelaksana tugas Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (Madha Tantri), Ridwan Liong, membenarkan bahwa pernyataan yang menyinggung vihara memang mencuat dalam forum, meski awalnya disampaikan melalui email.

“Itu tidak seharusnya disampaikan dalam forum terbuka. Ada kelalaian dalam penyampaian, sehingga menimbulkan kegaduhan. Kami paham umat merasa tersakiti,” ucap Ridwan.

Ridwan juga menambahkan, majelis telah melakukan investigasi internal dan akan memastikan kejelasan informasi yang beredar. Jika tuduhan terbukti tidak benar, maka penyebar informasi harus bertanggung jawab dan meluruskan pernyataan.

Pihak vihara berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai, namun tetap menyiapkan jalur hukum sebagai opsi terakhir jika tidak ada itikad baik dari pihak yang menyebarkan hoaks.

“Kami menjunjung tinggi nilai toleransi dan ajaran damai. Namun kami juga punya hak untuk menjaga kehormatan vihara dan umat,” pungkas Agus. (ama)

Ketua YJI Kaltim Target Kontingen Kaltim Tampil Maksimal

July 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kaltim Hj Wahyu Hernaningsih Seno hadir menyemangati kontingen Kaltim yang akan berlaga di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) 26 Juli – 1 Agustus 2025.

“Alhamdulilah. Kita (YJI Cabang Kaltim,Red) mengirimkan perwakilan ikut berpartisipasi di ajang Fornas Kormi. Senam Jantung Sehat Seri IV beregu dan Senam Jantung Sehat Seri III, V, dan VI perorangan,” ujar Hj Wahyu Hernaningsih Seno saat menghadiri pelepasan Kontingen Kaltim di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (24/7/2025).

Dia menargetkan cabang Senam Jantung Sehat Seri IV  beregu dan Senam Jantung Sehat Seri III, V, dan VI perorangan  ini tampil maksimal memberikan hasil terbaik, sehingga menyumbang perolehan medali bagi Provinsi Kaltim.

Terlebih Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menargetkan juara 3 dalam kompetisi 46 induk olahraga (inorga) tersebut.

Menurutnya, mereka yang mewakili Kaltim pada Senam Jantung Sehat Seri IV beregu ini akan bertanding melawan 14 provinsi lain. Terdapat 15 regu yang akan tampil dan Provinsi Kaltim saat pencabutan nomor tampil pertama atau nomor urut 1.

“Jangan pantang menyerah dan cepat puas. Kapan ada kesempatan terus berlatih agar semakin mantap saat tampil. Perhatihan hal-hal yang menjadi penilaian dewan juri dan sebisa mungkin menghindari yang mengurangi penilaian,” serunya.

Untuk diketahui Kontingen Kaltim yang akan diberangkatkan mengikuti Fornas Kormi  NTB sebanyak 820 orang terdiri dari dari 647 penggiat olahraga (atlet), 173 pelatih dan 166 ofisial.

Gubernur sangat optimis para atlet Kaltim mampu menorehkan prestasi terbaik karena persiapan sudah dilakukan sangat matang. Pemprov Kaltim sendiri pun telah memberikan dukungan luar biasa kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kaltim yang membina para atlet olahraga masyarakat ini.

Fornas menurut Gubernur,  bukan hanya menjadi kompetisi ajang olahraga, tapi juga media promosi wisata, seni dan budaya. Dia berharap Kontingen Kaltim bisa membawa kabar baik tentang Benua Etam di kancah nasional tersebut.

Nampak hadir saat itu Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Kaltim.(*)

Jasa Raharja Gelar PPKL di SMP 1 Barong Tongkok

July 23, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – Jasa Raharja Wilayah Kutai Barat berkolaborasi dengan Satlantas Polres Kutai Barat menggelar kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMP Negeri 1 Barong Tongkok Kabupaten.Kutai Barat, Selasa (22/7/ 2025).

Kegiatan PPKL yang digelar ini merupakan salah satu upaya pencegahan kecelakaan pada usia-usia pelajar, memang belum termasuk dalam kategori cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor, oleh sebab itu ini menjadi kesempatan yang baik untuk menanamkan tertib lalu lintas sebelum nantinya cukup umur.

Bagi Jasa Raharja, program PPKL ini sejalan dengan program pencegahan dan penanggulangan kecelakaan yang menjadi salah satu tugas dari Jasa Raharja. Petugas Jasa Raharja Wilayah Kutai Barat, Imam Rofik menyampaikan data yang terhimpun mayoritas korban kecelakaan merupakan pengendara kendaraan bermotor yang berada pada rentang usia pelajar hingga produktif

Rata-rata 60persen korban kecelakaan itu pada usia produktif pelajar yang masih duduk di bangku sekolah. Usia-Usia yang mungkin secara emosional masih labil.

“Penting untuk membangun kesadaran berkendara karena mungkin 1-2 tahun lagi mereka sudah cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor, sebagai upaya memberikan pondasi ketika nanti menjadi pengendara di jalan raya,” jelas Imam.

Jasa Raharja juga sebagai Member Of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan. (*)

Wali Band Tutup MTQ XLV Kaltim, Sampaikan Syair Islami pada Ribuan Pasang Mata

July 20, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA — Ribuan pasang mata menatap penuh semangat ke arah panggung megah di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (18/7/2025) malam. Ketika cahaya lampu menyorot ke tengah panggung dan lantunan musik mengalun, euforia penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai puncaknya. Wali Band, grup musik religi pop asal Jakarta, tampil menghibur dengan harmoni lagu-lagu sarat pesan spiritual keislaman dan optimisme kehidupan.

Sejak sore hari, lapangan utama itu sudah dipenuhi masyarakat Kutim dari berbagai pelosok. Mereka rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan penampilan langsung dari Faank dan rekan-rekannya. Tak hanya warga lokal, tamu-tamu dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim yang hadir mengikuti MTQ turut memadati arena, menambah warna dalam atmosfer persaudaraan yang hangat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kutai Timur! Apa kabar semuanya?,” seru Faank membuka penampilannya, disambut gemuruh tepuk tangan dari lautan manusia.

Selama kurang lebih satu jam, Wali Band membawakan lagu-lagu hits mereka seperti “Nenekku Pahlawanku”, “Aku Bukan Bang Toyib”, hingga “Ada Gajah di Balik Batu”. Lagu-lagu ini tak hanya menghibur, tapi juga menyisipkan pesan moral, keislaman, dan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari.

Tak sedikit penonton yang larut dalam irama, menyanyikan bait demi bait, sembari mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Beberapa bahkan beruntung mendapatkan cenderamata khusus dari para personel Wali, mulai dari handuk hingga pin bertema religi.

“Alhamdulillah, senang banget bisa lihat langsung Wali Band. Selama ini cuma lihat di TV, sekarang bisa nyanyi bareng di sini,” tutur Salah seorang penonton, Ayu Permata (27) dari Bengalon dengan terharu dan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Wali Band bukan sekadar pertunjukan musik. Bagi panitia MTQ, ini adalah bentuk sinergi antara syiar Islam dan ekspresi budaya populer. Penutupan yang meriah ini menjadi momen untuk menjangkau lebih luas kalangan masyarakat. Terutama generasi muda, agar semakin dekat dengan nilai-nilai Qur’ani melalui cara yang menyenangkan dan berkesan.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, yang turut hadir di tengah masyarakat, tampak menikmati suasana hangat dan meriah itu. Diapit jajaran pejabat daerah dan perwakilan peserta dari berbagai daerah, ia menyaksikan langsung bagaimana semangat MTQ dibalut dengan seni yang membumi dan menghibur.

“Kehadiran Wali Band malam ini adalah penutup yang manis. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi penyempurna dari pesan-pesan MTQ—tentang kebersamaan, syukur, dan penguatan nilai-nilai Islam,” kata Ardiansyah kepada awak media.

Penampilan Wali Band menandai akhir dari perhelatan MTQ Kaltim ke-45 yang telah berlangsung selama sepekan penuh. Dari arena lomba hingga Alun-alun, gema Al-Qur’an bersambut dengan lantunan musik penuh dakwah, menjadikan Kutim tidak hanya sebagai tuan rumah yang sukses secara teknis, tetapi juga pusat resonansi spiritual dan sosial. Malam penutupan MTQ Kaltim di Sangatta telah mencatat satu pesan jelas, bahwa seni, iman, dan kebersamaan bisa bersatu dalam panggung yang sama.

Penampilan Wali Band dalam penutupan MTQ Kaltim ke-45 bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan keberagaman ekspresi syiar. Dari podium tilawah hingga panggung musik, Kutim menunjukkan bahwa cahaya Al-Qur’an bisa bersinar melalui berbagai medium, dengan semangat yang tetap satu, memperkuat ukhuwah dan mencintai Kalamullah. (kopi5/kopi13/fj)

« Previous PageNext Page »

  • vb