Merawat Pernikahan Lewat Kesadaran Diri

July 15, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Rumah Sejahtera menggelar Workshop Quantum Life Transformation for Happy Marriage di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, mulai Minggu, 13 Juli 2025. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat pekan penuh, setiap Minggu hingga 3 Agustus 2025.

Workshop ini dibimbing langsung oleh Inggit Luimenta, CHt®️, CT, seorang hipnoterapis klinis sekaligus trainer bersertifikat dari Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology. Melalui pendekatan ilmu pikiran bawah sadar, Inggit membimbing peserta untuk memahami ulang hakikat pernikahan dengan cara yang lebih sadar dan utuh.

“Pernikahan itu ibarat berkendara, diperlukan peta perjalanan yang jelas. Kalau tidak paham petanya, apalagi tidak punya peta, maka perjalanan bisa membingungkan dan tidak bisa tiba ke tempat tujuan,” ujar Inggit dalam sesi pembuka.

Tak hanya teori, Inggit juga menghadirkan berbagai contoh kasus nyata dalam rumah tangga yang diharapkan bisa menjadi cermin dan pembelajaran bagi peserta. Uniknya, peserta workshop ini datang dari berbagai latar belakang usia pernikahan, mulai dari yang baru dua minggu menikah hingga mereka yang sudah menjalaninya puluhan tahun.

“Setiap angkatan selalu ada peserta yang sedang bersiap menikah. Ini penting supaya mereka punya bekal kesadaran sebelum melangkah ke kehidupan pernikahan,” tambah Inggit.

Dengan jadwal dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, para peserta diajak untuk menggali lebih dalam berbagai dinamika hubungan suami istri, mengenali diri sendiri, serta membangun komunikasi sehat berdasarkan pemahaman akan kebutuhan emosional masing-masing.

Workshop ini menjadi salah satu upaya serius untuk membantu pasangan menjalani kehidupan pernikahan dengan lebih bahagia, berkesadaran, dan penuh penerimaan. Program yang digagas Rumah Sejahtera ini sekaligus memperkuat komitmen mereka dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat secara mental dan spiritual.

Workshop Quantum Life Transformation for Happy Marriage menjadi ruang transformasi, bukan hanya bagi pasangan yang sudah lama menikah, tetapi juga sebagai persiapan bagi mereka yang sedang atau akan memulai bahtera rumah tangga.

Jika pernikahan diibaratkan sebuah perjalanan, maka workshop ini adalah koper yang berisi lengkap untuk bekal perjalanan yang lancar dan menyenangkan bagi pasangan. (**)

DPPKUKM Kaltim Gelar Tiga Pelatihan Sekaligus

July 15, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Salah satu upayanya diwujudkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim melalui UPTD Pelatihan Koperasi (Pelkop) yang menggelar tiga pelatihan sekaligus di Aula Gedung UPTD Pelkop, Jalan DI Panjaitan, Samarinda Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting agar meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi maupun pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Tiga pelatihan yang digelar secara serentak tersebut yakni Pelatihan Tata Kelola Usaha Simpan Pinjam Koperasi, Pelatihan Keterampilan Menjahit Tingkat Lanjut Angkatan I, serta Pelatihan Kerajinan Kayu yang secara khusus diikuti peserta dari Kabupaten Kutai Barat. Seluruh program ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 14 hingga 18 Juli 2025.

Plt Kepala UPTD Pelkop DPPKUKM Kaltim, Ali Wardana, menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan koperasi dan UMKM yang terus digencarkan pemerintah provinsi.

“Kami berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan keterampilan dan pengelolaan usahanya,” ungkap Ali.

Adapun total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 80 orang. Rinciannya, 30 peserta mengikuti pelatihan menjahit, 30 peserta pelatihan tata kelola simpan pinjam berasal dari Kota Samarinda, dan khusus pelatihan kerajinan kayu diikuti oleh 20 peserta dari Kutai Barat.

“Kegiatan ini menjadi sarana penguatan kapasitas pelaku usaha, baik dari sisi manajerial maupun keterampilan teknis. Kami berharap para peserta bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya secara lebih profesional,” lanjut Ali.

Ia juga menyampaikan, melalui pelatihan semacam ini, DPPKUKM Kaltim ingin mendorong lahirnya koperasi dan usaha kecil yang lebih produktif, mandiri, serta berdaya saing tinggi.

“Kami akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan. Hasil dari pelatihan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha, tetapi juga mendorong daya saing UMKM Kaltim di pasar lokal maupun nasional,” jelasnya.

Setiap pelatihan menghadirkan narasumber dan instruktur yang kompeten di bidangnya, dengan materi aplikatif sesuai kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Dengan demikian, diharapkan output pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat langsung diimplementasikan dalam pengembangan usaha peserta di daerah masing-masing. (yud/adv diskominfo kaltim)

Bangkitkan Semangat, SMA 2 Samarinda Gelar In House Training untuk Guru

July 14, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – SMA Negeri 2 Samarinda menggelar kegiatan In House Training (IHT) untuk para guru dengan tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Pembelajaran Mendalam”, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam membentuk generasi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan IHT dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Samarinda dan diikuti puluhan guru dengan antusias. Salah satu sesi yang paling dinanti adalah materi motivasi guru bertajuk “Bangkitkan Semangat, Tingkatkan Kualitas: Guru Cerdas Emosional dan Spiritual”, yang disampaikan oleh Endro S Efendi, SE., M.Sos., CHt., CPS.

Pada sesi berdurasi dua jam ini, Endro menekankan pentingnya guru menjaga semangat, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual. “Bangsa ini punya harapan besar karena ada Bapak dan Ibu Guru yang dengan sepenuh hati mempersiapkan masa depan generasi muda. Maka semangat guru adalah nyawa bagi pendidikan,” ujar Endro yang juga dikenal sebagai praktisi motivasi dan kesehatan mental.

Tak hanya menyampaikan motivasi, Endro juga memberikan beberapa tips praktis dan aplikatif untuk meningkatkan kecerdasan emosional, termasuk cara memperbaiki dan memperkuat hubungan dengan pasangan serta anak. “Guru yang bahagia di rumah, akan lebih mudah menularkan kebahagiaan itu di ruang kelas. Keluarga yang sehat dan harmonis menjadi pondasi guru dalam menjalankan perannya di sekolah,” jelasnya.

Selain itu, Endro turut membagikan pemahaman tentang teknologi pikiran, sebagai bekal pengembangan kapasitas diri bagi para guru di era yang terus berubah. Dengan memahami cara kerja pikiran, guru diharapkan mampu mengelola stres, meningkatkan fokus, dan lebih kreatif dalam mengajar.

Endro mengaku, meskipun baru saja tiba dari Jakarta ke Samarinda, ia tak ingin melewatkan kesempatan berbagi bersama para guru. “Setiap kali diundang berbagi dengan guru, rasanya sulit menolak. Karena bagi saya, tanpa guru, saya tidak akan ada di titik ini. Maka meski lelah, semua hilang begitu melihat wajah-wajah penuh semangat para pahlawan pendidikan,” ungkapnya penuh haru.

IHT ini menjadi bagian penting dari komitmen SMA Negeri 2 Samarinda dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih bermutu. Kepala sekolah H. Agus Gazali menyebutkan, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas guru agar semakin siap menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Dengan moderator Firda Iryanti, sesi motivasi ini berlangsung penuh interaktif dan inspiratif. Harapannya, semangat yang terbangun tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjalar hingga ke ruang-ruang kelas di mana guru menjadi teladan bagi para siswa. (ef)

Laskar Gepak dan Kawan Gepak Tegaskan Komitmen Bangun Kalimantan

July 12, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Dua organisasi besar yang menaungi putra-putri asli Kalimantan, yakni Dewan Pimpinan Pusat Lintas Karya Gerakan Pemuda Kalimantan (DPP LASKAR GEPAK) dan Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Wanita Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (DPP KAWAN GEPAK), menggelar acara tasyakuran atas peresmian sekretariat baru mereka. Kegiatan tersebut berlangsung di ruko komplek perumahan Citraland, Samarinda Utara, Kota Samarinda. Sabtu (12/7/2025).

Acara ini dihadiri jajaran pengurus kedua organisasi. Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak jelas ketika doa bersama dilantunkan, memohon keberkahan atas ditempatinya sekretariat baru yang diharapkan menjadi pusat koordinasi berbagai program sosial, budaya, dan ekonomi.

Ketua Umum Laskar Gepak, Eddy Ngo, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh anggota dan masyarakat. Ia menegaskan, keberadaan kantor pusat ini akan semakin memperkuat gerak langkah organisasi agar memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan.

“Kami ingin sekretariat ini menjadi rumah bersama bagi semua komponen masyarakat yang cinta Kalimantan. Dari sini kita akan terus menggagas program-program nyata agar pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda,” kata Eddy Ngo.

Sementara itu, Ketua Umum Kawan Gepak turut menyampaikan harapannya agar sekretariat baru ini bisa menjadi tempat mempererat tali silaturahmi antar anggota, sekaligus memupuk semangat kaum perempuan Kalimantan agar aktif berperan dalam pembangunan.

“Perempuan Kalimantan harus tampil terdepan, mandiri, dan bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga. Melalui Kawan Gepak, kita akan terus dorong pelatihan keterampilan dan kegiatan sosial yang bermanfaat,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan makan siang bersama sebagai simbol rasa syukur dan semangat kebersamaan agar terus berkontribusi memajukan Kalimantan dalam berbagai bidang. (yud)

Pemprov Kaltim Akan Larang Sekolah Adakan Seragam Sekolah Mandiri

July 12, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Menjelang tahun ajaran baru 2025, suara keluhan dari para orang tua siswa di Kalimantan Timur mulai mengemuka. Biaya pembelian seragam sekolah yang dinilai memberatkan keluarga, terutama di masa ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, menjadi salah satu beban utama jelang masuk sekolah.

Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan, sekolah tidak dibenarkan menetapkan iuran seragam secara sepihak. Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengakui, praktik pemesanan seragam memang masih terjadi di beberapa sekolah, terutama karena proses pengadaan itu sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.

“Pengadaan seragam yang dilakukan sekolah pada tahun ini merupakan sisa dari proses pemesanan yang telah dilakukan pada 2024. Maka dari itu, memang masih ada sekolah yang menyiapkan seragam sendiri,” jelas Armin, Jumat (11/7/25).

Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran bantuan seragam dari pemerintah belum dapat menjangkau semua siswa karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, mengantisipasi agar beban serupa tidak terulang di masa depan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan segera mengeluarkan kebijakan baru.

Mulai 2026, surat edaran resmi akan diberlakukan yang melarang sekolah melakukan pengadaan seragam secara mandiri. Dengan kebijakan ini, sekolah hanya diperbolehkan mendistribusikan seragam melalui skema bantuan dari pemerintah, sehingga tidak ada lagi pungutan yang dapat memberatkan wali murid.

“Kami mengimbau agar sekolah tidak menetapkan harga seragam secara langsung kepada orang tua. Jika pun masih terjadi, itu karena bantuan dari pemerintah belum menjangkau seluruh siswa. Namun, sekolah tetap harus memberikan opsi dan tidak memaksa,” tegas Armin.

Disdikbud Kaltim tetap melanjutkan program bantuan seragam bagi siswa baru di jenjang SMA, SMK, dan SLB. Setiap siswa akan menerima satu set seragam putih abu-abu, tas, dan sepatu. Program ini menyasar sekitar 60 ribu peserta didik dengan total anggaran mencapai Rp65 miliar.

“Fokus bantuan seragam tahun ini ditujukan kepada siswa baru. Masing-masing akan menerima seragam, tas, dan sepatu,” ujar Armin.

Meski belum dapat mengakomodasi seluruh siswa di Kalimantan Timur, evaluasi terus dilakukan agar cakupan bantuan dapat diperluas pada tahun-tahun berikutnya. Lewat berbagai langkah ini, Disdikbud Kaltim berharap dunia pendidikan di daerah dapat berjalan lebih inklusif dan tidak menjadi beban ekonomi tambahan bagi keluarga. (yud/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb