Halalbihalal FWK Soroti Kelemahan Komunikasi Publik di Tengah Krisis Global

April 16, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) dalam acara Halalbihalal di Jakarta, Rabu (15/4/2026), mengingatkan di tengah krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki komunikasi publik.  Adanya kritik tajam terhadap kinerja pemerintah,  pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan dan Koperasi Merah Putih (KMP), salah satu disebabkan karena komunikasi publik yang belum baik.

FWK mengapresiasi langkah antisipasi pemerintah. Kebijakan pemerintah meredam gejolak global dan menjaga daya beli masyarakat, dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi perlu diapresiasi, demikian salah satu pernyataan pers Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane, kemarin.

Pada acara halalbihalal ini diadakan diskusi, antara lain menyoroti kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, perkembangan dan kinerja ekonomi Indonesia kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Hadir dalam diskusi itu, antara lain, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun serta sejumlah wartawan senior.

Hendry Bangun, mantan wartawan Kompas mengatakan, pemerintah sudah cukup baik dalam menangani berbagai persoalan ekonomi nasional. Termasuk melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi tantangan krisis energi global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Selain menghitung dengan cermat anggaran negara, mengelola ruang fiskal secara hati-hati dan adaptif diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah, tambahnya, juga dituntut memperbaiki kelemahan komunikasi publik dan menggerakkan masyarakat menghemat pemakaian energi.

Diskusi FWK mencatat, hingga kini belum terlihat adanya “sense of crisis”, kepekaan sedang terjadi krisis energi global yang membutuhkan respons cepat dan penanganan serius. Sebab tidak ada kepastian, kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Jika perang berkepanjangan, dunia makin tertekan, dibayangi inflasi tinggi. Makin mahalnya biaya hidup.

“Kita lihat saja, lalu lintas di Jakarta masih macet parah. Ini kan pemborosan energi. Hindari pemborosan,”tambah Hendry Bangun.

Komunikasi publik menjadi isu yang diangkat Raja Pane dan Abdul Rahim Loebis, wartawan senior Kantor Berita “Antara”. Menurut mereka, FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah. Upaya menjaga daya beli masyarakat perlu diapresiasi.

Kebijakan subsidi, bantuan tunai langsung bagi kelompok rentan, perlu mendapat perhatian pemerintah. Pekerja media, wartawan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Banyak wartawan  terkena PHK. Mereka ini perlu mendapat bantuan pemerintah hingga mendapat pekerjaan kembali.

“FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah, tapi sebagai wartawan  harus tetap kritis,”tambahnya. Sebaliknya, pemerintah perlu mawas diri, berhati-hari dalam mengelola ekonomi nasional. Jangan sampai persepsi positif masyarakat, dihapus dengan langkah tidak produktif. Seperti, impor 105.000 kendaraan (pikap/truk) dari India untuk mendukung Koperasi Merah Putih. Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN mengimpor kendaraan ini, merusak citra positif Presiden Prabowo yang sedang gencar menarasikan kemandirian ekonomi Indonesia.

Hendry Bangun juga mengajak anggota FWK melakukan liputan langsung ke lapangan, melihat langsung kehidupan riil masyarakat. Ini penting menjalankan kontrol sosial pers terhadap pemerintah.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menyebut perlunya kebebasan pers dalam mengkritisi pelaksanaan program pemerintah. Mengutip pendapat ekonom dan peraih Nobel, Amartya Sen bahwasanya kebebasan pers diperlukan dalam pembangunan. Ia juga alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Lewat liputan pers, dapat mengungkap terjadinya kemiskinan dan korupsi. Dan, pemerintah harus merespon positif tekanan media.*

PT Itci Hutani Manunggal Antisipasi Dini Menghadapi Musim Kemarau

April 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

Memasuki periode musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian utama berbagai pihak. Bagi PT Itci Hutani Manunggal (IHM), kondisi ini bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana mencegahnya sejak awal.

Di lapangan, upaya tersebut dijalankan secara sistematis mulai dari sosialisasi, patroli rutin, hingga penyiagaan tim dan peralatan. Salah satu yang terlibat langsung dalam implementasi ini adalah Fauzi, Fire Mandor yang telah bekerja selama lebih dari satu dekade.

“Sudah kurang lebih 12 tahun saya di sini,” ujarnya singkat.

Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pengalaman individu, melainkan bagaimana perusahaan membangun sistem pencegahan yang terintegrasi.

Mendorong Kesadaran Melalui Sosialisasi

PT IHM menempatkan sosialisasi sebagai salah satu langkah utama dalam pencegahan kebakaran. Tidak hanya menyasar karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area operasional.

Dikatakan Fauzi, perusahaan terus melakukan sosialisasi kepada karyawan, masyarakat, maupun pengguna jalan, apalagi saat musim kemarau sebagai antisipasi kebakaran. Sosialisasi ini dilakukan secara berkala melalui program tahunan, serta secara langsung di lapangan. Setiap interaksi menjadi kesempatan untuk mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap potensi kebakaran.

“Pendekatan ini dinilai efektif karena membangun kesadaran secara kolektif, bukan hanya mengandalkan tim internal,” kata Fauzi.

Kesiapsiagaan Tim di Tengah Musim Kemarau antisipasi Karhutla

Selain edukasi, perusahaan juga memperkuat kesiapan operasional tim fire, khususnya saat kondisi cuaca mulai mengering. Pemantauan kondisi lingkungan dilakukan menggunakan indikator seperti Fire Danger Rating (FDR). Ketika curah hujan rendah dalam beberapa hari, status kesiapsiagaan langsung ditingkatkan.

Dijelaskan Fauzi, tim harus siap saat memasuki musim kering. Jika beberapa hari tidak hujan, tim langsung siaga.

“Patroli dilakukan setiap hari, bahkan malam juga standby,” katanya.

Patroli difokuskan pada area-area yang berpotensi rawan, termasuk wilayah perbatasan dengan lahan masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Penguatan Peralatan dan Respons Awal

Dalam mendukung kesiapsiagaan, PT IHM juga memastikan ketersediaan dan kesiapan peralatan. Tim di lapangan dilengkapi dengan berbagai sarana, antara lain kendaraan patroli seperti sepeda motor, kendaraan operasional (LV) dan mobil pemadam kebakaran, baby tank untuk suplai air. Selain itu juga harus sedia peralatan manual dan semi-mekanis, mesin pompa air dan perangkat pemadam portabel seperti mini striker untuk penanganan awal.

“Peralatan portabel ini menjadi penting untuk merespons titik api kecil sebelum berkembang menjadi lebih besar,” ujar Fauzi. .

Dijelaskan Fauzi, perusahaan selalu memastikan peralatan selalu siap digunakan. Pengecekan rutin dilakukan setiap minggu, dan untuk mesin dilakukan uji fungsi setiap bulan. Langkah ini memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal saat dibutuhkan.

Kolaborasi dengan Masyarakat Sekitar

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui komunikasi aktif dengan masyarakat sekitar. Dalam beberapa kondisi, aktivitas masyarakat seperti pembukaan lahan memiliki potensi risiko jika tidak diawasi.

“Sekarang masyarakat biasanya sudah memberi informasi jika ada aktivitas di lahannya, jadi kita bisa antisipasi,” terang Fauzi.

Meski demikian, perusahaan tetap menegaskan bahwa tidak ada izin untuk praktik pembakaran. Pendekatan yang dilakukan lebih kepada pengawasan dan pencegahan agar api tidak menyebar.

Dari Reaktif ke Preventif

Pengalaman masa lalu menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan dalam membangun sistem yang lebih baik. Pendekatan yang sebelumnya lebih berfokus pada pemadaman kini bergeser menjadi pencegahan.

Sosialisasi yang konsisten, patroli yang intensif, serta kesiapan tim dan peralatan menjadi pilar utama dalam strategi ini.

Menjaga Bersama, Mencegah Lebih Awal

Menghadapi musim kering bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana meminimalisir potensi sejak awal.

PT Itci Hutani Manunggal menunjukkan, pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran, didukung oleh sistem, dan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan,

melainkan dari seberapa efektif api itu dicegah untuk tidak pernah muncul. (*)

Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru untuk Masa Depan Sawit Indonesia

April 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

SIMALUNGUN – Lebih dari empat dekade lalu, sebuah langkah kecil dalam dunia serangga mengubah wajah industri kelapa sawit Indonesia. Pada tahun 1982, introduksi serangga penyerbuk menjadi titik balik yang mendorong lonjakan produktivitas secara signifikan.

Sejarah itu seperti menemukan babak barunya. Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, tiga pendatang baru dari Tanzania resmi diperkenalkan yakni Elaeidobius Subvittatus, Elaeidobius Kamerunicus, dan Elaeidobius Plagiatus.

Meski berukuran kecil, peran serangga penyerbuk sangat besar dalam menentukan terbentuknya buah yang menjadi sumber utama produksi minyak sawit.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyebut inovasi ini sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang industri sawit Indonesia.

“Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya saat dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Ebi Rulianti.

Selama ini, banyak yang melihat kelapa sawit dari sisi luas lahan dan produksi. Namun di balik itu, terdapat proses biologis yang sangat menentukan penyerbukan alami oleh serangga.

Ebi Rulianti menyampaikan, momentum ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Ia menambahkan, keberadaan serangga penyerbuk tersebut dinilai mampu menekan biaya dalam kegiatan budi daya, khususnya pada aspek penyerbukan, sehingga mendukung efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kita menandai langkah strategis dalam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga ini sangat mampu menurunkan cost dalam produktivitas sawit,” Kata Ebi dalam sambutan pelepasan serangga penyerbuk di Simalungun yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Selain Kementan RI dan GAPKI, introduksi serangga penyerbuk hingga pelepasan ini juga melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan konsorsium perusahaan anggota GAPKI.

Ebi menegaskan, seluruh proses yang dilakukan sudah melalui tahapan ilmiah dan regulasi yang sangat ketat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Mulai eksplorasi dari negara asal, kemudian pengujian yang komprehensif ini melibatkan Agen hayati juga kementerian dan Lembaga. Dari seluruh pengujian tersebut menunjukkan bahwa spesies yang diintroduksi memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Langkah yang kita ambil ini adalah kebijakan berbasis sains, terukur dan tetap menjujung tinggi prinsip kehati-hatian,” papar Ebi.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, menilai momentum ini sebagai simbol kesinambungan inovasi.

“Ini bukan hanya soal serangga, tetapi tentang bagaimana kita menjaga masa depan industri sawit Indonesia,” katanya.

Ketiga spesies penyerbuk tersebut telah melalui serangkaian pengujian ilmiah dan dinyatakan aman untuk dikembangkan. Harapannya, mereka dapat memperkuat sistem penyerbukan sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem perkebunan.

Menurut Eddy, pelepasan serangga ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi bahwa masa depan industri sawit nasional. Upaya memajukan industri ini sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kolaborasi.

Dari Tanzania ke Simalungun, langkah kecil ini membawa harapan besar lahirnya generasi baru kelapa sawit Indonesia yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Dukung Generasi Muda Kalimantan Timur Tampil di Ajang Nasional Duta Potensi Pemuda Indonesia

April 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — PLN Indonesia Power UBP Mahakam kembali menunjukkan peran aktif dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui partisipasi delegasi Kalimantan Timur dalam Pemilihan Duta Potensi Pemuda Indonesia tingkat nasional yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Dalam ajang tersebut, Saudari Nurul Fatihah hadir sebagai delegasi resmi Provinsi Kalimantan Timur yang membawa semangat serta potensi daerah untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Penampilan Nurul Fatihah di panggung nasional mencerminkan semangat pemuda Kalimantan Timur. Sebagai bagian dari Pokdarwis Pesona Pengempang Kabupaten Kutai Kartanegara, keikutsertaannya menunjukkan potensi di tingkat nasional.

Keikutsertaan Nurul Fatihah menjadi momentum penting bagi generasi muda daerah untuk menunjukkan kapasitas, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan. Sebagai bagian dari Pokdarwis Pesona Pengempang Kabupaten Kutai Kartanegara, dukungan PLN UBP Mahakam merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam membuka ruang bagi talenta muda untuk berkembang, sekaligus mendorong terciptanya generasi penerus yang adaptif dan inovatif.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, Nurul Fatihah menjalani seluruh tahapan seleksi secara intensif, mulai dari pembekalan wawasan kebangsaan, uji kompetensi kepemimpinan, hingga presentasi program inovasi tingkat nasional. Ia menampilkan program inovasi bertajuk “PELITA LIMAU” sebagai gagasan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Selain proses seleksi, Para delegasi juga menampilkan kekayaan budaya daerah melalui bahasa dan pertunjukan tradisional, serta mengikuti talkshow inspiratif bersama narasumber nasional di bidang kepemudaan untuk menambah wawasan dan motivasi.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan bahwa dukungan terhadap generasi muda merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan SDM berkualitas. “PLN Indonesia Power UBP Mahakam berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda yang memiliki semangat dan potensi untuk berkembang. Kami percaya generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa di masa depan,” ujarnya.

Nurul Fatihah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN Indonesia Power UBP Mahakam. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh sehingga saya dapat menghadiri kegiatan awarding di Jakarta dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan maksimal. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ungkapnya.

PLN UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda Kalimantan Timur yang unggul dan berdaya saing, sehingga mampu melahirkan talenta inspiratif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (*)

Karyawan Mengajar Safe School di SMKN 2 Sendawar, Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja

April 4, 2026 by  
Filed under Nusantara

SENDAWAR – Melalui program kegiatan karyawan mengajar, PT PAMA membekali siswa kelas XII dengan materi identifikasi bahaya dan penilaian risiko di lingkungan sekolah serta menjaga kesehatan dalam menghadapi persiapan dunia kerja dan materi soft skills berupa komunikasi efektif dan kepedulian lingkungan sekitar.

Kepala sekolah SMKN 2 Sendawar, Jusran Atlan saat ditemui menyampaikan, kegiatan positif yang dilakukan PT PAMA ini terhadap kompetensi siswa maupun guru di SMKN 2 ini sangat diharapkan pihak sekolah.
Diakui, selama ini siswa hanya mendapatkan bimbingan dari guru yang ada di sekolah. Adanya karyawan mengajar dari PT PAMA ini membuat siswa mendapatkan nilai tambah dalam segi ilmu yang di dapat.

“Siswa sangat perlu sekali pengalaman dalam dunia kerja, terutama kelas XII. Ketika mereka lulus setidaknya sudah siap bekerja, dan pembekalan dari karyawan mengajar ini sangat bermanfaat dan diperlukan. Kami sebagai guru sangat berterima kasih sekali terhadap PT PAMA ini,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia mengatakan, dalam menghadapi dunia kerja ini siswa memang belum berpengalaman, akan tetapi dengan bekal dari karyawan mengajar ini setidaknya akan mempunyai sedikit pegangan setelah terjun langsung ke lapangan untuk mencari pengalaman kerja. Apa yang di sampaikan oleh karyawan mengajar dari PT PAMA ini menjadi bekal dalam mencari pekerjaan setelah lulus nanti.

Ia berharap ke depannya bukan hanya siswa saja yang mendapatkan pelatihan agar menjadi kompeten, gurunya pun bisa mengikuti pelatihan agar mereka juga mempunyai sertifikat kompeten. Dari hasil komunikasi dengan pihak perusahaan akhirnya ada satu orang guru yang diikutkan pelatihan keluar daerah oleh PT PAMA.

“Kami atas nama sekolah SMKN 2 Sendawar sangat mengapresiasi terhadap respon dari PT PAMA ini untuk menjadikan gurunya juga menjadi kompeten,” bebernya.

Manajemen PT Pamapersada Nusantara, diwakili CSR Section Head Bayu Handoko mengungkapkan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang bertujuan menyiapkan siswa/i kelas XII untuk mengadapi dunia kerja khusunya jika mengikuti seleksi dan bekerja di industri pertambangan.

“Jika pada pertemuan sebelumnya kita memberikan materi seputar administrasi dan tahapan seleksi pada umumnya, pada pertemuan ini kami memberikan materi seputar kesehatan diri, dimana terkadang faktor ini terlupakan padahal ini menjadi faktor penentu seseorang diterima di perusahaan atau tidaknya yakni pada tahapan medical check-up (MCU),”ungkapnya

Selain mengajarkan persiapan diri siswa untuk menghadapi seleksi dunia kerja, materi yang disampaikan SHE Departemen Head PT PAMA, Adi Wibowo kali ini juga berisi tentang bagaimana mengidentifiakasikan bahaya dan resiko, baik di lingkungan sekolah, lingkungan bermasyarakat, maupun di dunia kerja nantinya

“Sebagai bagian dari budaya PT PAMA, kami ingin menularkan semangat menjaga kesehatan dan keselamatan kerja kepada anak-anak murid sejak dini, sehingga hal ini pun dapat menjadi budaya hidup sehari-hari,”katanya. (arf).

« Previous PageNext Page »

  • vb