Misteri Gunung Padang Babak Baru, Penggalian Tembus 20 Meter

February 23, 2026 by  
Filed under Nusantara

Cianjur – Tim Penelitian dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang memastikan kajian dan proses pemugaran akan kembali dilanjutkan sepanjang 2026. Fokus penelitian tahun ini diarahkan pada pengungkapan lapisan budaya yang diperkirakan berusia ribuan tahun sebelum Masehi, sementara pemugaran fisik dilakukan di teras keempat.

Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran, Ali Akbar, menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai rapat koordinasi dengan instansi terkait guna mematangkan rencana kajian lanjutan tersebut.

“Kami akan melakukan penggalian lebih dalam untuk mengungkap dugaan adanya struktur yang lebih tua lagi di dalam tanah. Sebelumnya hanya struktur di kedalaman 4–5 meter yang kami gali karena keterbatasan waktu. Tahun ini kami rencanakan penggalian bisa mencapai lebih dari 20 meter,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurut Ali, langkah tersebut diambil untuk menelusuri kemungkinan adanya lapisan budaya yang lebih tua dari temuan sebelumnya. Pada tahun lalu, tim telah melakukan pemugaran pada teras kelima yang diperkirakan berusia sekitar 500 tahun sebelum Masehi.

Tahun ini, pemugaran akan dilanjutkan pada teras keempat yang berada di samping teras lima, dan secara bertahap akan berlanjut ke teras berikutnya. Kegiatan penelitian dan pemugaran dijadwalkan berlangsung sejak Maret hingga Desember 2026.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 100 ahli akan dilibatkan, dengan komposisi tim yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Namun, akan ada tambahan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset. Warga setempat juga kembali dilibatkan dalam proses kegiatan tersebut.

Ali berharap kajian lanjutan ini dapat mengungkap lebih banyak fakta baru mengenai sejarah dan peradaban di kawasan Gunung Padang.

“Kami berharap semakin banyak temuan penting yang bisa memperkaya pemahaman kita tentang situs ini,” katanya.

Sementara itu, pada bulan-bulan awal pelaksanaan penelitian, kawasan situs masih dapat dikunjungi wisatawan dengan pengaturan tertentu, sebelum memasuki tahap intensif kegiatan lapangan hingga akhir Desember 2026. (*)

PHI Penggerak Utama Subholding Upstream Raih Predikat Grand Champion di Ajang Optimus 2025

February 20, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengukuhkan dominasinya sebagai pemimpin efisiensi di lingkungan Pertamina Group dengan meraih penghargaan bergengsi “Best ESG Program” dalam ajang Cost Optimization 2025 Appreciation Day & Kick Off Cost Optimization 2026.

Tak tanggung-tanggung, PHI mencatatkan realisasi Program Optimasi Biaya (Optimus) sebesar USD 164 juta atau sekitar Rp2,5 triliun (asumsi kurs Rp15.500). Capaian raksasa ini berasal dari kombinasi pertumbuhan pendapatan (revenue growth), penghematan biaya (cost saving), dan penghindaran biaya (cost avoidance). Keberhasilan PHI ini sekaligus mengantarkan Subholding Upstream (SHU) meraih predikat tertinggi sebagai “Grand Champion”.

Acara yang berlangsung di Grha Pertamina pada 11 Februari 2026 tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan PHI dalam menjaga performa finansial di tengah tantangan pengelolaan aset migas yang telah memasuki fase matang (mature).

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyatakan bahwa efisiensi bukan sekadar angka, melainkan budaya kerja. “Meskipun mayoritas aset kami berada pada tahap mature, semangat optimasi biaya harus menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas dan daya saing Perusahaan,” tegasnya.

Sinergi Borderless dan Komersialisasi Inovatif
Keberhasilan PHI juga didorong oleh strategi operasional yang cerdas melalui implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu inisiatif utamanya adalah efisiensi bahan bakar operasional di seluruh zona kerja di Kalimantan yang berhasil menekan biaya sekaligus emisi karbon.

Sinergi borderless lintas subholding menjadi faktor kunci lainnya. PHI berhasil menjalin kolaborasi strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk memanfaatkan surplus gas bumi guna optimalisasi penyaluran nasional. Langkah ini menciptakan efek domino (multiplier effect) yang positif bagi ekosistem energi Indonesia.

Dari sisi komersial, manajemen PHI membuktikan ketangkasannya dengan mengoptimalkan uncommitted cargo LNG serta LPG lifting. Pendekatan adaptif ini memastikan perusahaan tetap mampu menangkap peluang pendapatan tambahan di tengah fluktuasi pasar global.

Capaian ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. PHI berkomitmen untuk terus mendorong operasional yang unggul dan berkelanjutan demi memastikan pasokan energi yang andal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkesinambungan.

PHI Luncurkan Kartu Sakti Stop Work Authority

February 20, 2026 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, secara resmi meluncurkan Kartu Stop Work Authority (SWA) sebagai instrumen penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan operasi hulu migas.

Peluncuran dilakukan pada penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Jakarta, 13 Februari lalu, setelah rangkaian kegiatan yang digelar serentak di seluruh wilayah operasi PHI di Kalimantan dan kantor pusat Jakarta sejak 15 Januari 2026.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa implementasi SWA merupakan bentuk komitmen manajemen dalam menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas tertinggi dalam setiap aktivitas operasi migas yang berisiko tinggi.

“Kartu SWA memberikan kewenangan kepada setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan perilaku atau kondisi tidak aman, tanpa ada konsekuensi terhadap penilaian kinerja. Tidak ada yang lebih berharga dibandingkan keselamatan jiwa manusia,” ujarnya.
Intervensi Nyata di Area Operasi Berisiko Tinggi

Dalam konteks industri hulu migas, yang sarat risiko seperti pekerjaan pengeboran, lifting, konstruksi fasilitas produksi, hingga aktivitas perawatan sumur, kewenangan menghentikan pekerjaan menjadi langkah preventif krusial.

SWA diposisikan sebagai intervensi nyata untuk memastikan setiap individu, tanpa memandang jabatan, memiliki otoritas moral dan operasional untuk mencegah potensi insiden. Kebijakan ini sekaligus memperkuat implementasi Pertamina Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan HSSE Golden Rules di lapangan.

Sunaryanto juga mendorong seluruh pekerja mengimplementasikan lima langkah praktis dalam kartu SWA, serta menginternalisasi semangat “Saling Peduli, Berani STOP Demi Selamat” dan budaya TEMAN KARIB (Tegur jika Saya Tidak Aman, Kajian Risiko Pribadi) sebagai identitas kerja kolektif.
Ekosistem K3 yang Profesional dan Kolaboratif

Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” selaras arahan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, PHI menggelar berbagai kegiatan lintas fungsi selama Bulan K3.
Beberapa di antaranya meliputi Forum HSSE Mitra Kerja, webinar risiko iklim dan bencana hidrometeorologi, pelatihan Basic Life Support, Hazard Hunt, APAR Challenge, hingga kompetisi internal berbasis HSSE. (*)

PT Patra Drilling Contractor Perkuat Budaya Keselamatan melalui Pelatihan Safety Leadership & Culture for Foundation

February 19, 2026 by  
Filed under Nusantara

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, PT Patra Drilling Contractor (PDC) menyelenggarakan pelatihan Safety Leadership & Culture for Foundation. Program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh lini operasional.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream, PDC memandang penguatan safety leadership dan budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam mendukung kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menyasar jajaran manajemen, tetapi juga melibatkan seluruh pekerja dan mitra kerja di lapangan sebagai garda terdepan operasional perusahaan.

Melalui pelatihan ini, perusahaan mendorong peningkatan kesadaran individu terhadap pentingnya keselamatan kerja sekaligus memperkuat peran setiap pekerja sebagai safety leader di lingkungan kerjanya masing-masing.

Assistant Manager HSSE Operation PDC, Ade Surya Febsandry, dalam paparannya menegaskan bahwa kepemimpinan dalam keselamatan harus dimulai dari diri sendiri sebelum memengaruhi orang lain.

“Safety leadership bukan hanya peran manajemen, tetapi tanggung jawab setiap individu. Ketika kita peduli dan berani saling mengingatkan, di situlah budaya keselamatan terbentuk dan memberikan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bahwa budaya keselamatan dibangun dari nilai, keyakinan, dan perilaku yang konsisten dalam menjalankan pekerjaan secara aman. Selain itu, peserta juga didorong untuk berani melakukan intervensi terhadap tindakan tidak aman, aktif saling mengingatkan, serta menjadikan keselamatan sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya kerja sehari-hari.

Secara terpisah, Manager HSSE PDC, Bagus Uji Widihartono, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah perusahaan dalam memperkuat implementasi budaya keselamatan di seluruh area kerja.

“Sejalan dengan semangat Bulan K3 , PDC terus menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas kerja. Bagi kami keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari tercapainya target suatu proyek, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memastikan seluruh pekerja dapat menjalankan tugas secara aman dan kembali dengan selamat,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan pelatihan Safety Leadership & Culture for Foundation, PDC berharap para peserta dapat menjadi teladan sekaligus safety champion di lingkungan kerja masing-masing.

Pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun budaya HSSE yang unggul, sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.*

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Raih Best Synergy 2025, Tunjukkan Kinerja Unggul dan Kolaborasi Nyata

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penyerahan penghargaan Best Synergy 2025 kepada PLN Indonesia Power UBP Mahakam sebagai strategis dan kinerja unggul sepanjang tahun 2025

BANDUNG – PLN Indonesia Power UBP Mahakam meraih penghargaan Best Synergy 2025 atas keberhasilan membangun kolaborasi strategis selama tahun 2025. Penghargaan ini menegaskan posisi UBP Mahakam sebagai pelopor sinergi kinerja, yang meningkatkan keandalan pembangkit sekaligus mendorong efisiensi dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Penghargaan ini diumumkan dalam Workshop Strategi Pencapaian Kinerja & Sinergi Unit Periode Tahun 2026, yang digelar oleh PT PLN Indonesia Power Services. Acara ini dihadiri oleh Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Bapak Purnomo, Direktur Utama PLN Indonesia Power Services Bapak Hari Cahyono serta para perwakilan divisi dan unit dari seluruh wilayah operasional di Indonesia.

Workshop ini menekankan bahwa sinergi bukan sekadar koordinasi, melainkan integrasi strategi, proses, dan sumber daya untuk menghasilkan kinerja yang nyata dan terukur. Para tim unit dan divisi berkolaborasi, membagikan pengalaman terbaik, dan merancang langkah nyata agar setiap program mendukung pencapaian target kinerja tahunan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan Best Synergy 2025 diterima sebagai bukti keberhasilan UBP Mahakam mengeksekusi kolaborasi strategis secara konsisten. Penghargaan ini menegaskan pencapaian kinerja unggul unit dalam mendorong efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menghadirkan sinergi yang berdampak nyata bagi peningkatan performa serta keandalan pembangkitan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim. “Penghargaan Best Synergy 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan UBP Mahakam yang terus mengedepankan kolaborasi dan profesionalisme. Kami berkomitmen menjaga keandalan pembangkit serta memastikan setiap program strategis dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Firman, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. UBP Mahakam akan terus memperkuat budaya sinergi, meningkatkan kompetensi SDM, serta mengoptimalkan seluruh potensi unit guna mencapai target kinerja yang lebih agresif dan adaptif.

Melalui momentum workshop strategis ini, UBP Mahakam menegaskan kesiapan untuk menghadapi dinamika operasional dan tantangan bisnis di tahun 2026 dengan semangat kolaborasi dan fokus pada kinerja unggul. Sinergi akan terus menjadi fondasi utama dalam memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan sistem kelistrikan nasional. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1457447
    Users Today : 4352
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 393956
    Total Users : 1457446
    Total views : 12837923
    Who's Online : 59
    Your IP Address : 216.73.216.180
    Server Time : 2026-03-10