Searah Mulai Proyek Pengembangan Gas Laut Dalam

August 11, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Searah mencapai dua tonggak penting dalam pelaksanaan Proyek Pengembangan North Hub melalui keberhasilan penyelenggaraan seremoni pemotongan baja perdana untuk bagian topside serta peletakan lunas lambung kapal untuk Floating Production, Storage and Offloading (FPSO), yang menandai dimulainya konstruksi skala penuh salah satu proyek pengembangan gas laut dalam ultra paling strategis di Indonesia.

Seremoni pemotongan baja perdana dilaksanakan 23 Juli 2026 di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau, Indonesia, sebagai penanda dimulainya fabrikasi topsides FPSO.

Selanjutnya, seremoni peletakan lunas lambung kapal diselenggarakan 28 Juli 2026 di China Merchants Heavy Industry (CMHI), Jiangsu, Tiongkok, yang menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan lambung kapal (hull) fasilitas FPSO. Kedua pencapaian ini mencerminkan momentum pelaksanaan proyek yang terus berlanjut menuju target produksi perdana.

Tonggak pencapaian ini tidak hanya menandai dimulainya tahap konstruksi, tetapi juga mencerminkan kemajuan nyata salah satu proyek pengembangan laut dalam ultra paling strategis di Indonesia serta komitmen bersama kami untuk menghadirkan energi secara aman, bertanggung jawab, dan efisien.

“North Hub mencerminkan keyakinan kami terhadap masa depan energi Indonesia sekaligus ambisi untuk mengembangkan sumber daya yang kompleks melalui inovasi, kemitraan yang kuat, dan eksekusi berstandar kelas dunia, sehingga mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia, para mitra, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Mirko Araldi, CEO Searah North Ganal.

Berlokasi di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, proyek Kutei North Hub akan mengembangkan Lapangan Gehem dan penemuan gas raksasa Geng North melalui pengeboran 16 sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Beroperasi di lingkungan laut dalam ultra memerlukan penerapan teknologi bawah laut yang canggih, sistem produksi dengan tingkat keandalan tinggi, serta kapabilitas rekayasa berstandar internasional. Hal tersebut menjadikan North Hub sebagai salah satu proyek pengembangan lepas pantai dengan kompleksitas teknis tertinggi di Indonesia.

Sebagai inti dari pengembangan proyek ini, FPSO generasi terbaru ini akan memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (Bscfd) serta sekitar 80.000 barel kondensat per hari, menjadikannya salah satu FPSO terbesar yang pernah dibangun di dunia sekaligus yang terbesar untuk Indonesia. Proyek ini juga mencakup reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang, yang akan memperpanjang masa operasi salah satu fasilitas LNG utama Indonesia sekaligus memperkuat rantai nilai industri gas nasional. (*)

Muhammad Faisal Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI

August 7, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) menggelar serah terima jabatan Ketua Umum di Swiss-Belhotel Kalibata, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepemimpinan organisasi diserahkan dari Muhammad Faisal, eks Kepala Diskominfo Kaltim yang kini menjabat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, kepada Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat, Rudy Rinaldi.

Muhammad Faisal menyampaikan rasa syukur karena telah menuntaskan amanah sebagai Ketua Umum ASKOMPSI sejak terpilih pada 28 Februari 2023 menggantikan Sudarman, saat itu menjabat Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Hari ini saya telah menyelesaikan tugas sebagai Ketua Umum ASKOMPSI. Amanah ini saya emban selama kurang lebih tiga tahun enam bulan,” ujarnya usai acara.

Berdasarkan Anggaran Dasar ASKOMPSI, ketua umum yang tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo harus menyerahkan estafet kepemimpinan meskipun masa jabatannya belum berakhir.

“Saya dimutasi menjadi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur pada 29 Juni 2026. Karena itu, sesuai ketentuan organisasi, jabatan Ketua Umum harus segera diserahkan. Alhamdulillah, melalui musyawarah nasional secara daring beberapa waktu lalu telah terpilih Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat, Bapak Rudy Rinaldi sebagai ketua yang baru,” jelasnya.

Sementara itu, Rudy Rinaldi menyatakan siap melanjutkan kepemimpinan ASKOMPSI dan berkomitmen meneruskan berbagai program yang telah berjalan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Dalam waktu dekat kami akan melengkapi susunan kepengurusan dan melaksanakan pengukuhan pengurus periode 2026–2028. Insya Allah program-program yang telah berjalan baik akan kami lanjutkan, disertai sejumlah inovasi baru untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.

Prosesi serah terima jabatan berlangsung dalam rangkaian pembukaan Executive Leadership Panel, yang merupakan sesi presentasi ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 sekretaris daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital pemerintahan di Indonesia. (KRV)

Kesantunan Berbahasa Diperlukan dalam Berbangsa dan Bernegara

August 6, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA– Kesantunan berbahasa dalam komunikasi tetap diperlukan dalam berbangsa dan bernegara untuk menjaga kebersamaan, keharmonisan, dan ketenangan bersama.

Kesantunan berbahasa harus tetap dijaga, jangan sampai jatuh ke dalam situasi komunikasi yang tidak beradab, barbar. Zaman barbar sudah berlalu ketika manusia belum mengenal etika dan hukum.

Demikian benang merah hasil diskusi  Reboan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Diskusi dihadiri sejumlah wartawan senior dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane. Diskusi menyoroti berbagai masalah kekinian yang menjadi keprihatinan bersama.

Dalam diskusi yang juga dihadiri pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun mantan Wakil Ketua Dewan Pers, materi diskusi yang paling menjadi sorotan adalah penggunaan bahasa dalam berkomunikasi, baik yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto maupun masyarakat yang memberi tanggapan terbuka di berbagai aplikasi media sosial.

Penggunaan bahasa di media sosial belakangan ini dinilai oleh forum diskusi, sudah kebablasan. Kata-kata yang tidak pantas, seperti makian, umpatan, dan hinaan bertebaran dalam postingan-postingan, meme-meme, unggahan video, maupun komentar-komentar atas unggahan-unggahan tentang berbagai hal, terutama reaksi atas ucapan atau pidato Presiden RI Prabowo Subianto di luar teks resmi pidato.

Dalam diskusi tersebut, Pemimpin Redaksi VOI.ID Iqbal Irsyad mengatakan, reaksi keras dan kasar menanggapi ucapan presiden yang dinilai tidak akurat semakin menjadi-jadi. Terakhir mengenai sebuah usaha penggilingan padi yang dikatakan presiden mendapat keuntungan dua triliun rupiah dalam satu kali musim panen.

“Kemudian soal tudingan presiden terhadap wartawan, LSM, dan pengamat sebagai londo ireng,” kata Iqbal yang  juga mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Hendry Ch. Bangun berpendapat, di tengah situasi seperti sekarang ini diperlukan komunikasi publik yang dapat mendinginkan suasana. Kalau dibiarkan seperti sekarang ini, akan berakibat buruk dan tidak menguntungkan semua pihak, baik untuk negara maupun bangsa.

“Negeri ini tidak kekurangan orang hebat dalam mengelola kompleksitas  dalam berkomunikasi publik. Angkat lah mereka itu guna mendinginkan suasana dan mengatasi kekisruhan akibat komunikasi yang kurang tepat,” tutur Hendry, mantan wartawan senior senior Harian Kompas.

Menurut Hendry CH Bangun dalam diskusi tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon sebaiknya masuk dalam lingkaran dalam presiden. “Sehingga kualitas komunikasi pemerintah semakin berbobot,” kata Hendry.

Semua peserta rapat sepakat Fadly Zon masuk lingkaran dalam presiden. Tujuannya untuk menambah bobot komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Munculnya nama Fadli Zon terkait dengan akan adanya reshuffle  kabinet dalam waktu dekat.

Raja Parlindungan Pane, wartawan senior dan pemimpin redaksi peserta diskusi Yesayas Octavianus, Budi Nugraha, Umy Syarifah, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan L Radja, dan Rudy Sitompul sepakat dengan apa yang disampaikan Hendry dalam diskusi.

“Kita di FWK harus ikut mendukung penyelesaian rumitnya persoalan negeri ini. Kita sudah berkali-kali membahas tentang komunikasi. Sekali lagi kita sampaikan kritik dan masukan kita untuk kebaikan,” kata Raja Pane.

Mantan wartawan Harian Kompas Mohammad Nasir yang hadir dalam diskusi ini juga berpendapat, bahwa komunikasi dengan menggunakan tutur kata yang santun mutlak diperlukan, supaya dapat mewujudkan kebersamaan dan saling percaya.

Sementara itu Berman Nainggolan berpendapat, dalam situasi ekonomi sulit ini, perlu kehati-hatian dan keakuratan pemerintah dalam menyampaikan kebijakannya kepada masyarakat. “Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang sejuk dan nyaman. Sehingga masyarakat tidak bertambah bingung,” ujar Berman.  (*)

Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026

August 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Fokus pada kebutuhan pelanggan dan konsistensi menghadirkan layanan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati” terus memperkuat fundamental bisnis Telkomsel. Sepanjang Semester I 2026, Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas positif. Capaian ini menunjukkan bagaimana transformasi BUMN dapat memberikan manfaat nyata ketika diwujudkan melalui layanan yang semakin aman, andal, praktis, dan relevan bagi pelanggan.

Kinerja tersebut selaras dengan arah transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Transformasi ini mendorong penguatan tata kelola, peningkatan fokus bisnis, optimalisasi aset, serta organisasi yang semakin lincah dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional. Sebagai operating company, Telkomsel menerjemahkan arah tersebut melalui investasi yang disiplin, penguatan kualitas jaringan, penyederhanaan produk dan layanan, serta pengalaman pelanggan yang semakin praktis.

Tumbuh Sehat dengan Memberi Nilai Lebih bagi Pelanggan

Pada Semester I 2026, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA pun meningkat 8,6% menjadi Rp26,1 triliun, dengan margin menguat dari 44,6% menjadi 46,9%. Laba bersih tumbuh 8,3% menjadi Rp10,4 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang semakin berkualitas, operasional yang efisien, serta pelaksanaan investasi yang terarah.

Angka pertumbuhan tahunan itu didukung oleh pendapatan bisnis mobile yang meningkat 5,6% menjadi Rp42,8 triliun dan pendapatan bisnis digital yang tumbuh 11,0% menjadi Rp40,8 triliun. Konsumsi data juga meningkat 0,8% dibanding tahun sebelumnya menjadi 11,8 juta terabyte, menunjukkan peran konektivitas yang semakin besar dalam membantu pelanggan bekerja, belajar, menjalankan usaha, dan menikmati layanan digital.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan, “Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group.”

Pertumbuhan Berkualitas Ditopang Produktivitas Pelanggan dan Keandalan Jaringan

Adapun pertumbuhan bisnis mobile yang sehat didukung melalui penyederhanaan produk, disiplin penawaran, dan peningkatan adopsi layanan dengan nilai tambah yang lebih relevan. Pada Semester I 2026, rata-rata pendapatan per pelanggan mobile meningkat 9,0% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp45,6 ribu, dengan basis pelanggan mencapai 153,5 juta. Capaian ini mencerminkan peningkatan produktivitas pelanggan dan kebutuhan yang semakin kuat terhadap layanan digital Telkomsel.

Untuk menjaga kualitas pengalaman pelanggan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS, yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, stabil, dan responsif, sekaligus memastikan investasi mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Perkuat Pemberdayaan Generasi Muda

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

‎‎SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak dan generasi muda melalui Program Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak (Pendikresa) yang dijalankan Fuel Terminal Samarinda.

‎‎Momentum Hari Anak Nasional 23 Juli 2026  dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kreativitas, dan pengembangan karakter anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎‎Program Pendikresa menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan belajar, penguatan literasi, pendidikan keagamaan, hingga pengembangan keterampilan dan kreativitas anak. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat, relawan, pemerintah, dan berbagai mitra guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli lingkungan, dan berdaya saing.

‎‎Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial yang terukur untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

‎‎“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Melalui Program Pendikresa, perusahaan berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang dapat membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Edi.

‎‎Berdasarkan hasil pemetaan sosial program tersebut, keterbatasan akses pendidikan di wilayah sasaran bukan disebabkan rendahnya minat belajar anak, melainkan belum tersedianya ruang belajar berbasis komunitas yang mampu menghubungkan anak-anak, orang tua, pemuda, dan relawan.

‎‎Sejak diluncurkan pada 2023, Pendikresa terus berkembang dengan mengusung empat pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan, pemberdayaan, serta kreativitas dan pengembangan karakter.

‎Hingga 2026, sebanyak 70 anak telah mengikuti program bimbingan belajar, sementara 250 anak berpartisipasi dalam kelas minat dan bakat. Selain itu, sebanyak 35 pemuda lokal terlibat aktif sebagai relawan dalam mendukung keberlanjutan program.

‎‎Program ini juga melahirkan The Recycle Room, sebuah pusat edukasi dan pengolahan sampah kertas yang bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus menciptakan aktivitas positif dan produktif bagi masyarakat sekitar.

‎‎Menurut Edi, Pendikresa tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda untuk berkontribusi sebagai agen perubahan di lingkungannya.

‎‎“Program ini tidak hanya memberikan pendampingan kepada anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda lokal untuk mengambil peran sebagai relawan dan penggerak perubahan di lingkungannya,” katanya.

‎‎Atas dampak sosial yang dihasilkan, Program Pendikresa meraih penghargaan ENSIA Awards 2025 pada kategori Inovasi Sosial. Sementara Yurni Handayani sebagai local hero sekaligus penggagas program tersebut menerima penghargaan ENSIA Awards 2025 kategori Pengurangan Kesenjangan.

‎‎Melalui Pendikresa, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan energi, tetapi juga lewat kontribusi sosial yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.*

« Previous PageNext Page »

  • vb