MALIKA 2.0, Ubah Jelantah Menjadi Produk Bernilai Guna

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

Peserta Pelatihan dari 3 Desa sedang di berikan Edukasi terkait pemanfaatan Minyak Jelantah yang di olah dan dapat menambah nilai ekonomi.

ROKAN HILIR – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membekali masyarakat di tiga desa di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, dengan keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun melalui program TJSL MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita).

Program yang dilaksanakan 14–16 Juli 2026 ini melibatkan 25 peserta dari Desa Bangko Bakti, Desa Bangko Jaya, dan Desa Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan serta pelatihan untuk mengolahnya menjadi lilin aromaterapi dan sabun bernilai guna.

MALIKA 2.0 merupakan pengembangan dari program MALIKA yang pertama kali dilaksanakan PDC pada 2025. Pada pelaksanaan tahun ini, cakupan program diperluas ke tiga desa dan dilengkapi dengan pendampingan selama tiga bulan untuk memperkuat keterampilan peserta sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program.

Para peserta pelatihan sedang membuat sabun cair dari minyak jelantah

Sebagai perusahaan jasa penunjang energi, PDC memiliki lini bisnis Food & Lodging Services (FLS) yang mengelola layanan katering dan housekeeping di berbagai wilayah operasi migas. Kegiatan tersebut menghasilkan minyak jelantah yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, PDC mengembangkan MALIKA sebagai sarana edukasi agar masyarakat tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Assistant Manager Food & Lodging Services PDC, Febriyanti Lestari Rahayu mengatakan, melalui MALIKA 2.0, pengalaman operasional PDC dalam mengelola limbah diterapkan untuk membantu masyarakat mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat.

“Melalui MALIKA 2.0, kami ingin membagikan pengalaman PDC dalam mengelola minyak jelantah secara bertanggung jawab. Masyarakat kami ajak untuk tidak lagi melihat jelantah semata sebagai limbah, tetapi sebagai bahan yang masih dapat diolah menjadi produk bermanfaat,” ujar Febriyanti.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mempelajari dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, teknik penanganan yang tepat, serta proses pembuatan lilin aromaterapi dan sabun. Dari rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 12 liter minyak jelantah berhasil diolah menjadi berbagai produk.

Program MALIKA 2.0 tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Selama tiga bulan berikutnya, para peserta akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan produksi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat pengelolaan program.

PDC juga memberikan dukungan bahan baku pembuatan lilin aromaterapi dan sabun, termasuk minyak jelantah. Dukungan tersebut diharapkan membantu peserta untuk terus mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh dan secara bertahap mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri.

Kepala Desa Bangko Jaya, Suhadi, mengapresiasi program MALIKA 2.0 karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Selama ini masih banyak minyak jelantah yang dibuang begitu saja tanpa memahami dampaknya terhadap lingkungan. Melalui pelatihan ini, masyarakat belajar mengelolanya menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap pengetahuan tersebut dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat di ketiga desa,” kata Suhadi.

Melalui MALIKA 2.0, PDC mengintegrasikan pengalaman operasional perusahaan dengan program TJSL untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasi. Program ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

PDC berharap rangkaian pelatihan, pendampingan, dan dukungan bahan baku dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan MALIKA 2.0. Tidak hanya menumbuhkan kesadaran dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab, program ini juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai guna dan mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.*

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Gelar Medical Check Up

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mahakam menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh pegawai di Kantor PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Rabu-Kamis (29–30/7/2026). Kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini  bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Pramita. Ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan pegawai sebagai aset strategis sekaligus memperkuat kesiapan insan pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Pelaksanaan MCU menjadi bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta penguatan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif oleh tenaga medis profesional Laboratorium Klinik Pramita untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan, mencegah penyakit akibat kerja, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut sebagai dasar pembinaan kesehatan pegawai secara berkelanjutan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Syafi’I menegaskan, kesehatan pegawai merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional pembangkit dan keberlangsungan pelayanan kelistrikan.

Semangat Kemerdekaan Indonesia mengajarkan, pengabdian kepada bangsa diwujudkan melalui karya nyata. Bagi PLN Indonesia Power UBP Mahakam, menjaga keandalan listrik dimulai dari memastikan setiap insan pembangkit berada dalam kondisi sehat, aman, dan siap menjalankan tugasnya.

“Medical Check Up bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas, keselamatan kerja, dan menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat,” ujar Syafi’i.

Melalui pelaksanaan Medical Check Up ini, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus membangun insan pembangkit yang profesional, sehat, adaptif, dan tangguh. Sejalan dengan semangat Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, perusahaan akan terus memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga keandalan pasokan listrik sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan kemajuan Indonesia. (*)

Anggaran Pendidikan Harus Kembali Fokus untuk Pendidikan

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan pengujian penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pembacaan amar Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026 dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Putusan tersebut menegaskan, anggaran pendidikan harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan inti dan operasional pendidikan sebagaimana amanat konstitusi.

“Komisi X DPR RI menghormati sekaligus mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi,” kata Hetifah.

Hetifah Sjaifudian

Menurutnya, putusan ini memberikan kepastian konstitusional alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dalam APBN dan APBD harus digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan secara langsung dan tidak boleh mengurangi pemenuhan hak warga negara atas Pendidikan.

Putusan MK merupakan penguatan terhadap amanat UUD NRI Tahun 1945 yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Kepastian hukum tersebut penting agar pengelolaan anggaran pendidikan tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ia menilai pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dari anggaran pendidikan merupakan langkah yang tepat agar pelaksanaan kedua program strategis nasional tersebut dapat berjalan secara optimal tanpa saling mengurangi prioritas masing-masing. Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak Indonesia.

“Namun, pada saat yang sama, anggaran pendidikan harus tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana diamanatkan konstitusi,” katanya.

Hetifah menegaskan, kebutuhan inti sektor pendidikan hingga saat ini masih sangat besar. Mulai dari peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, pembangunan dan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses pendidikan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pendidikan vokasi, riset dan inovasi, hingga penyediaan berbagai layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Ia juga menilai pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi sejalan dengan aspirasi yang selama ini disampaikan berbagai kalangan mengenai pentingnya menjaga integritas anggaran pendidikan agar tidak bergeser dari tujuan utamanya.

 

“Anggaran pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional serta pemenuhan hak konstitusional setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu,” tegas Hetifah.

Ketua Komisi X DPR RI berharap pemerintah segera melakukan penyesuaian terhadap pengelolaan APBN sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, sekaligus memastikan seluruh program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, tetap dapat berjalan secara efektif melalui skema pendanaan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Komisi X DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan amanat konstitusi mengenai anggaran pendidikan dilaksanakan secara konsisten, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Hetifah. (*/munanto)

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Perkuat Keandalan Listrik di Wilayah Isolated

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

KUTAI BARAT – Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN Indonesia Power UBP Mahakam bersama PLN Nusa Daya selaku pelaksana Operation & Maintenance (O&M) pembangkit isolated melaksanakan kunjungan kerja ke PLTD Long Iram, PLTD Long Bagun, dan PLTD Sentawar, 27–29 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi kedua perusahaan dalam memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, khususnya pada wilayah yang belum terhubung dengan sistem kelistrikan interkoneksi.

Selama kunjungan, manajemen meninjau secara langsung kondisi operasional pembangkit, pelaksanaan pemeliharaan, kesiapan peralatan, serta penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Peninjauan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pembangkit beroperasi secara optimal sehingga mampu memberikan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain memastikan keandalan operasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Care for Asset, sebagai bentuk komitmen PLN Indonesia Power UBP Mahakam dalam memperkuat pengelolaan aset pembangkit melalui pemeliharaan yang berkesinambungan, peningkatan keandalan peralatan, serta optimalisasi kinerja pembangkit. Kolaborasi yang erat antara PLN Indonesia Power UBP Mahakam dan PLN Nusa Daya diharapkan mampu menjaga performa pembangkit sekaligus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan di wilayah isolated.

Momentum kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana berdialog dan menyerap aspirasi dari pegawai serta personel yang bertugas di lapangan. Berbagai masukan terkait kondisi operasional, kebutuhan pendukung, hingga tantangan dalam menjaga keandalan pembangkit menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja ke depan.

Melalui kehadiran langsung di lapangan, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan listrik yang andal hingga pelosok negeri. Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi motivasi untuk terus memperkuat pelayanan, menjaga keandalan pembangkit, dan menghadirkan energi yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (*)

PHKT Siapkan Generasi Energi Masa Depan

July 27, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penajam Paser Utara – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui sektor pendidikan vokasi.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Guru Tamu PHKT Goes to School yang menghadirkan para profesional industri hulu migas untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para siswa SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Mengenal Industri Hulu Migas & Persiapan Dunia Kerja”, kegiatan yang berlangsung pada Rabu lalu, itu diikuti sekitar 100 siswa dari sembilan program keahlian serta didampingi 20 guru.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan (link and match) antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Para peserta berasal dari berbagai jurusan, di antaranya Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (LAFALO), Teknik Pemanasan, Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Elektronika (TE), Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Kuliner, serta Perhotelan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan proses bisnis industri hulu migas, mulai dari eksplorasi hingga produksi, termasuk peran strategis sektor energi dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Selain wawasan teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE), integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang menjadi kebutuhan utama industri modern.

Head of Communication Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah, mengatakan bahwa Program Guru Tamu merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja.

“Industri energi membutuhkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengenal lebih dekat industri hulu migas, memahami peluang yang ada, serta termotivasi untuk terus mengembangkan diri agar siap menjadi bagian dari generasi energi masa depan,” ujar Elis.

Dalam sesi pembelajaran, PHKT menghadirkan enam narasumber yang berasal dari PHKT dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul).

Sesi pertama disampaikan oleh Mutiara Dinanti dari Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul yang memaparkan materi mengenai pengelolaan kegiatan usaha hulu migas dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Selanjutnya, para profesional PHKT menjelaskan berbagai aspek operasional industri energi, mulai dari rantai bisnis migas, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3LH), penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, hingga budaya kerja profesional yang menjadi standar perusahaan.

Melalui materi tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai kompetensi, etika kerja, serta kesiapan yang dibutuhkan untuk berkarier di industri energi nasional.

Kepala SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Asfianty Abbas Hasan Yunus, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun PHKT dengan dunia pendidikan.

Menurutnya, kehadiran praktisi industri di lingkungan sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus membuka wawasan siswa mengenai kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya.

Hal senada disampaikan Dzata Bahjah, siswi kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) sekaligus Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara.

Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang akan menjadi bekal saat menjalani Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Materi yang disampaikan sangat informatif, relevan, dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja, khususnya di industri hulu migas. Pengetahuan ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja di masa depan,” ujarnya.

Melalui Program Guru Tamu, PHKT menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka di bawah pengawasan SKK Migas, PHKT terus menjalankan berbagai program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi teknologi untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri, PHKT berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi sehingga mampu menjadi bagian dari pembangunan sektor energi nasional, sejalan dengan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

« Previous PageNext Page »

  • vb