RUPST CIMB Niaga Setujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025

April 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga atau Bank; IDX: BNGA) yang berlangsung hari ini, menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian CIMB Niaga tahun buku 2025, serta menerima Laporan Pengurusan Direksi dan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris termasuk Dewan Pengawas Syariah CIMB Niaga tahun buku 2025.

Para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2025 untuk didistribusikan sebagai dividen tunai setinggi-tingginya 60% atau sebesar-besarnya Rp4,07 triliun (gross) dari laba bersih CIMB Niaga (bank only) tahun buku 2025, yaitu Rp6,78 triliun. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan selambatnya 30 hari kalender setelah keputusan RUPST. Sisa laba bersih tahun buku 2025 setelah dikurangi pembagian dividen tunai, dibukukan sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha Bank.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyampaikan terima kasih atas kepercayaan serta dukungan dari nasabah, stakeholders, dan shareholders selama ini. Kinerja positif pada 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank.

“Dengan strategi Forward30, kami meyakini ke depan dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah, masyarakat, dan para pemegang saham CIMB Niaga. Komitmen ini juga sejalan dengan purpose kami ‘Advancing Customers and Society’, yakni membantu nasabah serta masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya,” ujar Fransiska di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Selain keputusan tersebut, RUPST juga menyetujui penunjukan kembali Jimmy Pangestu dan Kantor Akuntan Publik “Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan” (firma anggota PricewaterhouseCoopers Global Network) masing-masing sebagai Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk melakukan audit Laporan Keuangan Konsolidasian CIMB Niaga tahun buku 2026.

Selanjutnya, pemegang saham telah menyetujui pengangkatan kembali 3 anggota Dewan Komisaris CIMB Niaga yaitu Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris Perseroan, serta Sri Widowati dan Farina J. Situmorang masing-masing sebagai Komisaris Independen Perseroan. Pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku dan panduan tata kelola terbaik seperti ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Pada jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), para pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Prof. Dr. M. Quraish Shihab MA sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Perseroan dan Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego M.Ec sebagai Anggota DPS Perseroan. Pemegang saham juga memberikan persetujuan atas pengangkatan Dr. H. Hamim Ilyas M.Ag sebagai Anggota DPS Perseroan yang baru, menggantikan peran Prof. Dr. Fathurrahman Djamil MA.

RUPST juga telah turut menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan, yaitu mengangkat Budiman Tanjung sebagai Direktur CIMB Niaga. Seperti diketahui, Budiman Tanjung telah berpengalaman di industri perbankan dengan jabatan terakhir sebagai Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi CIMB Niaga adalah sebagai berikut:

 Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Didi Syafruddin Yahya
Wakil Presiden Komisaris (Independen) : Glenn Muhammad Surya Yusuf
Komisaris Independen : Sri Widowati
Komisaris Independen : Farina J. Situmorang
Komisaris Independen : Dody Budi Waluyo
Komisaris : Vera Handajani
Komisaris : Novan Amirudin

 Dewan Pengawas Syariah

Ketua : Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA
Anggota : Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec.
Anggota : Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag*

Direksi

Presiden Direktur : Lani Darmawan
Direktur : Lee Kai Kwong
Direktur : John Simon
Direktur merangkap Direktur Kepatuhan : Fransiska Oei
Direktur : Pandji P. Djajanegara**
Direktur : Henky Sulistyo
Direktur : Joni Raini
Direktur : Rusly Johannes
Direktur : Noviady Wahyudi
Direktur : Rico Usthavia Frans
Direktur : Budiman Tanjung*

 

* Efektif terhitung sejak tanggal yang ditentukan dalam RUPS yang mengangkatnya dan setelah mendapat persetujuan dari OJK dan/atau terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan dalam persetujuan dari OJK tersebut

** Pengunduran diri telah disetujui RUPS Luar Biasa tanggal 26 Juni 2025 dan akan efektif sejak berlakunya Tanggal Efektif Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk.

“CIMB Niaga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Fathurrahman Djamil atas kontribusi, jasa dan peran serta kerja sama yang diberikan selama menjabat di CIMB Niaga serta selamat kepada Bapak Hamim Ilyas sebagai Anggota DPS yang baru. Di jajaran Direksi kami ingin menyambut dan menyampaikan selamat atas pengangkatan Bapak Budiman Tanjung sebagai Direktur. Kami percaya dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki selama puluhan tahun di industri perbankan, Bapak Budiman Tanjung dapat memperkuat kinerja CIMB Niaga ke depannya,” ujar Fransiska.

Pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya dalam RUPST, antara lain Penetapan Besarnya Gaji atau Honorarium, dan Tunjangan Lain bagi Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, serta Gaji, Tunjangan dan Tantiem/Bonus bagi Direksi Perseroan. RUPST juga memberikan persetujuan atas pembelian kembali saham Perseroan dari pemegang saham publik, dengan jumlah maksimum 220.000 saham dan total biaya maksimal Rp480 juta, yang akan digunakan sebagai bagian dari program remunerasi berbasis saham kepada Manajemen Bank yang termasuk Material Risk Taker (MRT). Hal ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan program remunerasi yang bersifat variabel tersebut, termasuk pemenuhan ketentuan dalam POJK No. 45/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum.

RUPST menyetujui Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) yang telah disesuaikan dengan ketentuan dan kondisi terbaru sesuai arahan OJK, serta menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Pada RUPST kali ini juga disampaikan Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Perseroan, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hasil Obligasi Subordinasi III Bank CIMB Niaga Tahun 2018 Seri B, dan laporan Realisasi Pengalihan Pembelian Kembali Saham Perseroan.

Seperti RUPS sebelumnya, RUPST ini diselenggarakan secara elektronik (e-RUPS) dengan menggunakan aplikasi eASY.KSEI dan secara fisik di Graha CIMB Niaga Jakarta. Melalui aplikasi yang sama, pemegang saham juga dapat memberikan kuasa secara elektronik (e-Proxy) dan sekaligus menggunakan hak suaranya dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme electronic voting (e-voting). Adapun bagi pemegang saham/kuasanya yang hadir secara fisik di lokasi RUPST, e-voting dilakukan menggunakan smartphone, mobile device, dan monitor layar sentuh yang tersedia di area RUPST.

Hasil RUPST (Ringkasan Risalah Rapat) telah lengkap tersedia dan dapat diakses di situs website resmi CIMB Niaga (www.cimbniaga.co.id).

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Dorong Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon Lewat Clean Energy Day

April 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA — PLN Indonesia Power UBP Mahakam terus menunjukkan komitmen nyata dalam pengurangan emisi karbon melalui implementasi Clean Energy Day yang dilaksanakan secara konsisten setiap hari Jumat. Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kerja yang peduli lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di lingkungan perusahaan.

Melalui Clean Energy Day, PLN Indonesia Power UBP Mahakam mengajak seluruh elemen perusahaan, baik pegawai maupun Tenaga Alih Daya (TAD), untuk bersama-sama membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) saat menuju tempat kerja. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam menekan jejak karbon dari aktivitas harian serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pada pelaksanaan Clean Energy Day, suasana lingkungan kerja tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) terlihat berjalan kaki, menggunakan sepeda, serta mengendarai motor listrik sebagai alternatif transportasi menuju tempat kerja. Partisipasi aktif tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan perubahan nyata menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Program ini tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kolektif yang mendorong perubahan kebiasaan sehari-hari. Mulai dari berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, hingga beralih ke kendaraan listrik, setiap pilihan transportasi menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.

Implementasi Clean Energy Day juga mendorong perubahan mindset dan perilaku seluruh insan perusahaan dalam mengakses tempat kerja. Konsistensi pelaksanaan setiap pekan diyakini mampu membentuk kebiasaan baru yang berkelanjutan serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya efisiensi energi dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Manager UBP Mahakam, Firman Ramdan, menegaskan bahwa Clean Energy Day merupakan gerakan nyata yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan. “Clean Energy Day bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah konkret untuk membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan membatasi penggunaan kendaraan BBM dan beralih ke transportasi ramah lingkungan, kita menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten,” tegas Firman Ramdan.

Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Mahakam akan terus memperkuat implementasi Clean Energy Day sebagai bagian dari budaya kerja berkelanjutan. Melalui komitmen dan sinergi seluruh elemen perusahaan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Halalbihalal FWK Soroti Kelemahan Komunikasi Publik di Tengah Krisis Global

April 16, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) dalam acara Halalbihalal di Jakarta, Rabu (15/4/2026), mengingatkan di tengah krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki komunikasi publik.  Adanya kritik tajam terhadap kinerja pemerintah,  pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan dan Koperasi Merah Putih (KMP), salah satu disebabkan karena komunikasi publik yang belum baik.

FWK mengapresiasi langkah antisipasi pemerintah. Kebijakan pemerintah meredam gejolak global dan menjaga daya beli masyarakat, dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi perlu diapresiasi, demikian salah satu pernyataan pers Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane, kemarin.

Pada acara halalbihalal ini diadakan diskusi, antara lain menyoroti kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, perkembangan dan kinerja ekonomi Indonesia kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Hadir dalam diskusi itu, antara lain, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun serta sejumlah wartawan senior.

Hendry Bangun, mantan wartawan Kompas mengatakan, pemerintah sudah cukup baik dalam menangani berbagai persoalan ekonomi nasional. Termasuk melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi tantangan krisis energi global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Selain menghitung dengan cermat anggaran negara, mengelola ruang fiskal secara hati-hati dan adaptif diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah, tambahnya, juga dituntut memperbaiki kelemahan komunikasi publik dan menggerakkan masyarakat menghemat pemakaian energi.

Diskusi FWK mencatat, hingga kini belum terlihat adanya “sense of crisis”, kepekaan sedang terjadi krisis energi global yang membutuhkan respons cepat dan penanganan serius. Sebab tidak ada kepastian, kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Jika perang berkepanjangan, dunia makin tertekan, dibayangi inflasi tinggi. Makin mahalnya biaya hidup.

“Kita lihat saja, lalu lintas di Jakarta masih macet parah. Ini kan pemborosan energi. Hindari pemborosan,”tambah Hendry Bangun.

Komunikasi publik menjadi isu yang diangkat Raja Pane dan Abdul Rahim Loebis, wartawan senior Kantor Berita “Antara”. Menurut mereka, FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah. Upaya menjaga daya beli masyarakat perlu diapresiasi.

Kebijakan subsidi, bantuan tunai langsung bagi kelompok rentan, perlu mendapat perhatian pemerintah. Pekerja media, wartawan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Banyak wartawan  terkena PHK. Mereka ini perlu mendapat bantuan pemerintah hingga mendapat pekerjaan kembali.

“FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah, tapi sebagai wartawan  harus tetap kritis,”tambahnya. Sebaliknya, pemerintah perlu mawas diri, berhati-hari dalam mengelola ekonomi nasional. Jangan sampai persepsi positif masyarakat, dihapus dengan langkah tidak produktif. Seperti, impor 105.000 kendaraan (pikap/truk) dari India untuk mendukung Koperasi Merah Putih. Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN mengimpor kendaraan ini, merusak citra positif Presiden Prabowo yang sedang gencar menarasikan kemandirian ekonomi Indonesia.

Hendry Bangun juga mengajak anggota FWK melakukan liputan langsung ke lapangan, melihat langsung kehidupan riil masyarakat. Ini penting menjalankan kontrol sosial pers terhadap pemerintah.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menyebut perlunya kebebasan pers dalam mengkritisi pelaksanaan program pemerintah. Mengutip pendapat ekonom dan peraih Nobel, Amartya Sen bahwasanya kebebasan pers diperlukan dalam pembangunan. Ia juga alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Lewat liputan pers, dapat mengungkap terjadinya kemiskinan dan korupsi. Dan, pemerintah harus merespon positif tekanan media.*

PT Itci Hutani Manunggal Antisipasi Dini Menghadapi Musim Kemarau

April 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

Memasuki periode musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian utama berbagai pihak. Bagi PT Itci Hutani Manunggal (IHM), kondisi ini bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana mencegahnya sejak awal.

Di lapangan, upaya tersebut dijalankan secara sistematis mulai dari sosialisasi, patroli rutin, hingga penyiagaan tim dan peralatan. Salah satu yang terlibat langsung dalam implementasi ini adalah Fauzi, Fire Mandor yang telah bekerja selama lebih dari satu dekade.

“Sudah kurang lebih 12 tahun saya di sini,” ujarnya singkat.

Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pengalaman individu, melainkan bagaimana perusahaan membangun sistem pencegahan yang terintegrasi.

Mendorong Kesadaran Melalui Sosialisasi

PT IHM menempatkan sosialisasi sebagai salah satu langkah utama dalam pencegahan kebakaran. Tidak hanya menyasar karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area operasional.

Dikatakan Fauzi, perusahaan terus melakukan sosialisasi kepada karyawan, masyarakat, maupun pengguna jalan, apalagi saat musim kemarau sebagai antisipasi kebakaran. Sosialisasi ini dilakukan secara berkala melalui program tahunan, serta secara langsung di lapangan. Setiap interaksi menjadi kesempatan untuk mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap potensi kebakaran.

“Pendekatan ini dinilai efektif karena membangun kesadaran secara kolektif, bukan hanya mengandalkan tim internal,” kata Fauzi.

Kesiapsiagaan Tim di Tengah Musim Kemarau antisipasi Karhutla

Selain edukasi, perusahaan juga memperkuat kesiapan operasional tim fire, khususnya saat kondisi cuaca mulai mengering. Pemantauan kondisi lingkungan dilakukan menggunakan indikator seperti Fire Danger Rating (FDR). Ketika curah hujan rendah dalam beberapa hari, status kesiapsiagaan langsung ditingkatkan.

Dijelaskan Fauzi, tim harus siap saat memasuki musim kering. Jika beberapa hari tidak hujan, tim langsung siaga.

“Patroli dilakukan setiap hari, bahkan malam juga standby,” katanya.

Patroli difokuskan pada area-area yang berpotensi rawan, termasuk wilayah perbatasan dengan lahan masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Penguatan Peralatan dan Respons Awal

Dalam mendukung kesiapsiagaan, PT IHM juga memastikan ketersediaan dan kesiapan peralatan. Tim di lapangan dilengkapi dengan berbagai sarana, antara lain kendaraan patroli seperti sepeda motor, kendaraan operasional (LV) dan mobil pemadam kebakaran, baby tank untuk suplai air. Selain itu juga harus sedia peralatan manual dan semi-mekanis, mesin pompa air dan perangkat pemadam portabel seperti mini striker untuk penanganan awal.

“Peralatan portabel ini menjadi penting untuk merespons titik api kecil sebelum berkembang menjadi lebih besar,” ujar Fauzi. .

Dijelaskan Fauzi, perusahaan selalu memastikan peralatan selalu siap digunakan. Pengecekan rutin dilakukan setiap minggu, dan untuk mesin dilakukan uji fungsi setiap bulan. Langkah ini memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal saat dibutuhkan.

Kolaborasi dengan Masyarakat Sekitar

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui komunikasi aktif dengan masyarakat sekitar. Dalam beberapa kondisi, aktivitas masyarakat seperti pembukaan lahan memiliki potensi risiko jika tidak diawasi.

“Sekarang masyarakat biasanya sudah memberi informasi jika ada aktivitas di lahannya, jadi kita bisa antisipasi,” terang Fauzi.

Meski demikian, perusahaan tetap menegaskan bahwa tidak ada izin untuk praktik pembakaran. Pendekatan yang dilakukan lebih kepada pengawasan dan pencegahan agar api tidak menyebar.

Dari Reaktif ke Preventif

Pengalaman masa lalu menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan dalam membangun sistem yang lebih baik. Pendekatan yang sebelumnya lebih berfokus pada pemadaman kini bergeser menjadi pencegahan.

Sosialisasi yang konsisten, patroli yang intensif, serta kesiapan tim dan peralatan menjadi pilar utama dalam strategi ini.

Menjaga Bersama, Mencegah Lebih Awal

Menghadapi musim kering bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana meminimalisir potensi sejak awal.

PT Itci Hutani Manunggal menunjukkan, pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran, didukung oleh sistem, dan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan,

melainkan dari seberapa efektif api itu dicegah untuk tidak pernah muncul. (*)

Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru untuk Masa Depan Sawit Indonesia

April 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

SIMALUNGUN – Lebih dari empat dekade lalu, sebuah langkah kecil dalam dunia serangga mengubah wajah industri kelapa sawit Indonesia. Pada tahun 1982, introduksi serangga penyerbuk menjadi titik balik yang mendorong lonjakan produktivitas secara signifikan.

Sejarah itu seperti menemukan babak barunya. Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, tiga pendatang baru dari Tanzania resmi diperkenalkan yakni Elaeidobius Subvittatus, Elaeidobius Kamerunicus, dan Elaeidobius Plagiatus.

Meski berukuran kecil, peran serangga penyerbuk sangat besar dalam menentukan terbentuknya buah yang menjadi sumber utama produksi minyak sawit.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyebut inovasi ini sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang industri sawit Indonesia.

“Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya saat dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Ebi Rulianti.

Selama ini, banyak yang melihat kelapa sawit dari sisi luas lahan dan produksi. Namun di balik itu, terdapat proses biologis yang sangat menentukan penyerbukan alami oleh serangga.

Ebi Rulianti menyampaikan, momentum ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Ia menambahkan, keberadaan serangga penyerbuk tersebut dinilai mampu menekan biaya dalam kegiatan budi daya, khususnya pada aspek penyerbukan, sehingga mendukung efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kita menandai langkah strategis dalam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga ini sangat mampu menurunkan cost dalam produktivitas sawit,” Kata Ebi dalam sambutan pelepasan serangga penyerbuk di Simalungun yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Selain Kementan RI dan GAPKI, introduksi serangga penyerbuk hingga pelepasan ini juga melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan konsorsium perusahaan anggota GAPKI.

Ebi menegaskan, seluruh proses yang dilakukan sudah melalui tahapan ilmiah dan regulasi yang sangat ketat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Mulai eksplorasi dari negara asal, kemudian pengujian yang komprehensif ini melibatkan Agen hayati juga kementerian dan Lembaga. Dari seluruh pengujian tersebut menunjukkan bahwa spesies yang diintroduksi memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Langkah yang kita ambil ini adalah kebijakan berbasis sains, terukur dan tetap menjujung tinggi prinsip kehati-hatian,” papar Ebi.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, menilai momentum ini sebagai simbol kesinambungan inovasi.

“Ini bukan hanya soal serangga, tetapi tentang bagaimana kita menjaga masa depan industri sawit Indonesia,” katanya.

Ketiga spesies penyerbuk tersebut telah melalui serangkaian pengujian ilmiah dan dinyatakan aman untuk dikembangkan. Harapannya, mereka dapat memperkuat sistem penyerbukan sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem perkebunan.

Menurut Eddy, pelepasan serangga ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi bahwa masa depan industri sawit nasional. Upaya memajukan industri ini sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kolaborasi.

Dari Tanzania ke Simalungun, langkah kecil ini membawa harapan besar lahirnya generasi baru kelapa sawit Indonesia yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1693362
    Users Today : 2952
    Users Yesterday : 4511
    This Year : 629872
    Total Users : 1693362
    Total views : 14387982
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.217.140
    Server Time : 2026-04-22