Rayakan Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, PLN Indonesia Power Hadir untuk Masyarakat Ring 1

August 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA — Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mahakam melalui sub unit nya yakni Unit Pembangkitan (UP) Samarinda hadir di tengah masyarakat ring 1, khususnya warga RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Program TJSL ini diwujudkan melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan sembako, serta bantuan genset untuk mendukung aktivitas Masjid Al Falah. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan sekaligus komitmen untuk membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan memberikan manfaat bersama dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Manager Unit Pembangkitan Samarinda, Alberthon Panan menyampaikan, kemerdekaan harus diisi dengan kontribusi yang memberikan arti bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi harus diisi dengan kepedulian dan aksi nyata. Melalui TJSL ini, kami ingin menunjukkan bahwa PLN Indonesia Power tidak hanya hadir menyediakan energi, tetapi juga hadir, peduli, dan tumbuh bersama masyarakat, khususnya masyarakat ring 1,” ujarnya.

Aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan ini. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini. Sementara bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan bantuan genset bagi Masjid Al Falah mendukung kelancaran aktivitas ibadah serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Mahakam, TJSL bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Kehadiran perusahaan di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, kepedulian, serta semangat gotong royong.

Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan akan semakin bermakna ketika diisi dengan kontribusi dan kepedulian.

Dari energi yang menerangi negeri, PLN Indonesia Power menghadirkan energi kepedulian, tumbuh bersama masyarakat, dan memberikan manfaat untuk Indonesia yang lebih maju. (*)

Rahasia di Balik Lonjakan Produksi Migas PHSS di Kaltim

August 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan – Menjaga produksi migas dari lapangan yang telah memasuki fase mature menjadi tantangan tersendiri bagi industri hulu energi. Ketika produktivitas reservoir mulai mengalami penurunan, teknologi dan inovasi menjadi instrumen penting untuk mempertahankan produksi sekaligus mengoptimalkan cadangan yang masih tersedia.

Kondisi tersebut mendorong PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerapkan teknologi hydraulic fracturing pada sejumlah sumur di Lapangan Mutiara dan Pamaguan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program yang dimulai sejak 2023 hingga 2026 ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sumur dan menahan laju penurunan produksi migas.

Selama periode tersebut, hydraulic fracturing telah diterapkan pada 16 sumur. Setiap pekerjaan dirancang berdasarkan kajian teknis yang mempertimbangkan karakteristik reservoir dan tantangan operasional masing-masing sumur.

Pendekatan tersebut menghasilkan peningkatan produktivitas yang cukup signifikan. Setelah stimulasi, tambahan produksi minyak pada sumur tertentu dapat mencapai 100 hingga 500 barel minyak per hari (BOPD). Sementara tambahan produksi gas berada pada kisaran 0,1 hingga 0,4 MMSCFD, bergantung pada karakteristik reservoir.

Tidak hanya berdampak terhadap produksi jangka pendek, program tersebut juga diproyeksikan memberikan tambahan Estimated Ultimate Recovery (EUR) hingga sekitar 1,3 juta barel minyak dan 300.000 kaki kubik gas.

Salah satu hasil terbaik tercatat pada sumur PAM-66 di Lapangan Pamaguan. Setelah hydraulic fracturing dilakukan, sumur tersebut mampu mencatat tambahan laju produksi minyak awal hingga 500 BOPD. Sejumlah sumur lainnya juga menunjukkan peningkatan produksi setelah mendapatkan stimulasi yang disesuaikan dengan kondisi reservoir.

General Manager Zona 9, Dadang Soewargono mengatakan, penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadapi tantangan produksi pada lapangan migas yang telah beroperasi dalam waktu panjang.

Menurutnya, inovasi dan teknologi berperan penting dalam meningkatkan recovery rate sekaligus mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan mature di Kalimantan.

“Kami percaya bahwa penerapan inovasi dan teknologi memainkan peranan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” ujar Dadang.

Hydraulic fracturing merupakan metode stimulasi sumur dengan memompa cairan bertekanan tinggi untuk membentuk rekahan pada batuan reservoir. Rekahan tersebut menciptakan jalur aliran sehingga minyak dan gas yang sebelumnya sulit mengalir dapat diproduksikan secara lebih optimal.
Namun, keberhasilan metode tersebut sangat bergantung pada karakteristik reservoir. Karena itu, PHSS melakukan kajian teknis sebelum setiap pekerjaan agar potensi risiko teknikal maupun operasional dapat dimitigasi.

Dadang menegaskan penerapan hydraulic fracturing yang disesuaikan dengan kondisi reservoir telah membantu meningkatkan produktivitas sejumlah sumur sekaligus memperkuat keberlanjutan produksi.

Bagi PHSS, optimalisasi sumur eksisting tidak sekadar mengejar tambahan produksi dalam jangka pendek. Langkah tersebut juga menjadi strategi untuk memperpanjang masa produktif lapangan dan memaksimalkan nilai aset migas yang masih tersedia.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan. Ke depan, PHSS akan terus mengidentifikasi sumur dan reservoir potensial untuk mendapatkan program optimasi lanjutan sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi berkelanjutan.

PHSS merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9 yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur. Sebagai KKKS pemerintah melalui SKK Migas, PHSS bersama afiliasi PHI terus mengembangkan inovasi dan teknologi untuk menghasilkan energi yang aman, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan.

Optimalisasi lapangan mature melalui teknologi hydraulic fracturing pada akhirnya bukan hanya soal meningkatkan angka produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan pasokan migas dari Kalimantan Timur untuk memperkuat ketahanan energi nasional. (*)

FWK Ingatkan Pemerintah Peka Keresahan Masyarakat

August 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti arah masa depan Indonesia di tengah berbagai persoalan krusial dan kegelisahan publik.

Dalam forum tersebut, para narasumber sepakat refleksi kritis terhadap perjalanan bangsa menjadi hal yang mendesak untuk segera dilakukan.

A.R Loebis dalam pandangannya menyatakan bahwa momentum saat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kembali mendalami pemikiran para pendiri bangsa sekaligus menggelorakan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

Ia menegaskan, FWK hadir bukan untuk membahas figur atau individu tertentu, melainkan murni membicarakan arah serta masa depan bangsa Indonesia.

Kendati demikian, nada tajam dan kritis turut disampaikan mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun. Ia menyoroti kinerja lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya minim pengalaman dalam bernegara.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para pembantu presiden cenderung bekerja hanya untuk menyenangkan atasan tanpa orientasi kenegaraan yang matang.

Situasi ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu apatisme di tengah masyarakat akibat pengelola negara yang dianggap kurang kompeten.

Diskusi ini juga merefleksikan kegelisahan masyarakat luas yang merasa bahwa di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, kemerdekaan yang dicita-citakan belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat.

Muncul pandangan kritis, institusi negaranya memang sudah merdeka, namun kemerdekaan yang hakiki bagi kesejahteraan rakyat masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.

Diskusi ini merupakan Refleksi Kemerdekaan HUT RI ke 81, terkait masa depan Indonesia melihat kondisi kebangsaan yang ada saat ini.

Pada peserta diskusi menyoroti berbagai masalah terkait dengan program pemerintah, seperti MBG dan KDMP, situasi pelaksanaan hukum yang cenderung tumpul ke atas tajam ke bawah, dan hidup masyarakat yang semakin sulit karena banyak PHK, pengangguran besar, pendapatan turun, dan harga bahan pokok yang cenderung naik.

Hadir dalam diskusi Pemred VOI Iqbal Irsyad, mantan Sekretaris Redaksi Kompas, M Nasir, wartawan senior Budi Nugraha, Tatang Suherman, Sigit Setiono, Herwan Pebriansyah, Rudi Sitompul, Elwan Charisma, Fajar Ridwan Rahmat, Junie Rakhmat, Mukhsin dan lainnya. (*)

Operasi Migas Tak Hanya Soal Energi, Ini Dampaknya untuk Masyarakat

August 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

BALIKPAPAN – Kehadiran industri hulu migas di Kalimantan tidak hanya berbicara mengenai produksi energi. Di tengah aktivitas operasi, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama entitasnya di Zona 9 terus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).

Sepanjang semester pertama 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 750 penerima manfaat langsung. Pelaksanaannya melibatkan PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field, PEP Sangasanga Field, PEP Tanjung Field, serta PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Program dikembangkan berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sasarannya cukup luas, mulai dari penguatan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur hingga penanganan kebencanaan.

General Manager Zona 9, Dadang Soewargono menilai keberlanjutan operasi hulu migas tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang baik dengan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, masyarakat yang semakin mandiri dan berdaya merupakan bagian penting dari keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

“Hubungan yang harmonis dengan masyarakat yang berdaya dan mandiri, serta lingkungan yang lestari akan mendukung keberlanjutan produksi migas perusahaan untuk puluhan tahun yang akan datang,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui PPM tidak diarahkan sekadar menjadi program bantuan. Perusahaan berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi secara mandiri dan menghasilkan manfaat ekonomi maupun sosial yang berkelanjutan.

Pelaksanaan program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasi hulu migas.

Di Zona 9, program PPM mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur serta penanganan bencana. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Potensi Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

Di wilayah operasi PEP Tanjung Field, pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan mengembangkan potensi lokal melalui program SEKARA JIRAK, LESTARI Belimbing, BASMA, K-INTEGRA dan Bintang Borneo.

Sejumlah program tersebut melahirkan produk amplang berbahan ikan Haruan yang mampu memberikan keuntungan kelompok hingga 30 persen. Selain itu, program juga mendorong penguatan legalitas usaha, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan melalui penguatan kapasitas dan teknologi tepat guna.
Sementara itu, PEP Sangatta Field menjalankan Program Bintang Pertiwi dan ECO-STEP untuk memperkuat perekonomian sekaligus mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

Bintang Pertiwi mengembangkan usaha pengolahan jamur, amplang dan hortikultura. Salah satu kelompok penerima manfaat tercatat mampu membukukan penghasilan bersih lebih dari Rp24 juta.
Melalui ECO-STEP, petani didorong menggunakan pupuk semi-organik, mengembangkan hidroponik serta memanfaatkan sumber daya lokal. Program tersebut meningkatkan pendapatan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per petani bagi 20 petani penerima manfaat. Biaya produksi melalui penggunaan pupuk NPK juga dapat ditekan hingga sekitar Rp5 juta setiap siklus panen.

Pendidikan dan Kesehatan Tetap Diperkuat
Di PEP Sangasanga Field, program PPM menyentuh pendidikan, kesehatan, lingkungan dan keterampilan.

Sebanyak 165 pelajar mengikuti Kelas Bahasa Inggris Kota Juang Sangasanga, sementara 105 siswa memperoleh edukasi lingkungan melalui Green School Movement. Pada sektor kesehatan, sebanyak 54 balita berisiko stunting memperoleh intervensi gizi melalui Prokesmas Puja.
Perusahaan juga memberikan ruang praktik kepada alumni pelatihan barber. Upaya ini diharapkan membuka jalan agar keterampilan yang telah diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan.

Sementara PHSS menjalankan PPM di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan infrastruktur sosial. Program tersebut mencakup pengembangan UMKM dan wisata melalui Jagoan Usaha PHSS, peningkatan kapasitas pertanian, perikanan dan peternakan, akses air bersih, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan dan Posyandu, hingga pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur.
Pendampingan alumni pelatihan barista dan barber juga berlanjut. PHSS turut memperkuat Program BIOKOSMO serta meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan mengatakan, setiap program PPM dirancang berdasarkan karakteristik dan potensi wilayah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Setiap tahun, kami berinvestasi pada lebih dari 100 program PPM yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan,” ungkap Dony.

Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan program. Pelibatan para pemangku kepentingan dilakukan untuk menciptakan shared value sekaligus memastikan program tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Zona 9 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan di bawah PHI. Entitas di wilayah ini berstatus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bekerja sama dengan SKK Migas dalam pengelolaan operasi hulu migas di Sanga Sanga dan Sangatta, Kalimantan Timur, serta Tanjung, Kalimantan Selatan.

Di tengah kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional, PHI dan entitas Zona 9 terus mendorong inovasi serta pemanfaatan teknologi dengan mengedepankan keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan dan kelestarian lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya diukur dari produksi energi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Semangat inilah yang terus dibangun untuk memperkuat kontribusi energi Kalimantan bagi Indonesia melalui #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (*)

Pemuda Kaltim Dibekali Sertifikasi K3 Migas, PHSS Dorong SDM Lokal Naik Kelas

August 11, 2026 by  
Filed under Nusantara

BALIKPAPAN – Persaingan memasuki dunia kerja di sektor energi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Kompetensi teknis dan sertifikasi profesi menjadi salah satu modal penting, terutama bagi generasi muda yang tinggal di sekitar wilayah operasi industri hulu minyak dan gas bumi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Perusahaan kembali membuka akses peningkatan kompetensi bagi masyarakat lokal dengan memfasilitasi 12 pemuda dari wilayah sekitar operasi di Kalimantan Timur mengikuti pelatihan dan sertifikasi Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas.

Para peserta berasal dari Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Muara Jawa, dan Samboja. Program pelatihan yang berlangsung sejak Juli 2026 itu dilaksanakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas, Cepu, Jawa Tengah.

Bagi PHSS, program tersebut bukan sekadar pelatihan teknis. Sertifikasi profesi diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin menuntut kompetensi dan standar keselamatan kerja.

Selama mengikuti pelatihan intensif, para peserta mendapatkan materi mengenai penerapan keselamatan kerja di sektor hulu migas, pengoperasian peralatan, hingga penyusunan laporan teknis.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, 12 peserta menjalani uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas untuk memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional.

Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut dia, sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kompetensi, tetapi menjadi modal untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki pasar kerja.

“Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri, khususnya sektor energi di masa mendatang,” ujar Iva.

Dari Samboja Menuju Dunia Kerja

Salah satu peserta, Dafa Fadillah, pemuda asal Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, merasakan langsung manfaat program tersebut.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman, pengetahuan, keterampilan, sekaligus jaringan baru selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi Operator K3 Migas.

“Kami mendapatkan banyak ilmu, keterampilan, dan relasi yang menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja. Semoga PHSS terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dafa.

Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan dapat diarahkan pada kebutuhan nyata dunia kerja. Dengan sertifikasi yang mengacu pada standar kompetensi nasional, peserta memiliki bekal yang lebih relevan untuk bersaing di sektor energi maupun industri pendukungnya.

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan mengatakan, pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu perhatian perusahaan dalam menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPPM) bidang pendidikan.

“Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan dengan standar nasional diarahkan untuk memberikan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar nasional ini, kami ingin membekali peserta dengan kompetensi yang relevan agar memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier dan berkembang secara profesional,” katanya.

Sudah Lebih dari 100 SDM Lokal Bersertifikat

Program peningkatan kompetensi tersebut bukan kali pertama dilakukan PHSS. Menurut Dony, rangkaian pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi perusahaan telah menghasilkan lebih dari 100 sumber daya manusia lokal yang memiliki lisensi atau sertifikasi kompetensi.

Capaian itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat di sekitar wilayah operasi terhadap pelatihan berbasis kebutuhan industri.

PHI berharap semakin banyak generasi muda lokal yang memiliki keterampilan sesuai standar profesi sehingga tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga

mampu mengambil bagian dalam rantai industri energi dan pembangunan ekonomi di daerah.

“Dengan menghadirkan akses terhadap pelatihan berbasis kebutuhan industri, kami berharap semakin banyak generasi muda di sekitar wilayah operasi yang memiliki keterampilan unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi nasional,” ujar Dony.

PHSS merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 9. Perusahaan menjalankan kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHSS bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Program tersebut mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur hingga tanggap bencana.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan SDM lokal ditempatkan bukan hanya sebagai kegiatan sosial perusahaan, melainkan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki kemampuan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Bagi 12 pemuda yang telah mengikuti pelatihan K3 Migas, sertifikat yang diperoleh menjadi satu langkah baru. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sekaligus memperkuat peran tenaga lokal dalam ekosistem industri energi di Kalimantan Timur. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb