Desa Sejahtera Astra Kemiren Menjaga Budaya Osing, Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

July 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro (tengah) bersama warga setempat yang menjadi pelaku usaha lokal di bidang membatik.

Banyuwangi –  Suara kayu lesung yang berpadu, mengiringi suasana pagi di halaman rumah berarsitektur khas Osing. Irama yang dimainkan masyarakat setempat itu menjadi sambutan hangat untuk wisatawan yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur yang dibina oleh PT Astra International Tbk (Astra). Kehidupan seperti inilah yang masih dapat dijumpai di desa tempat masyarakat Osing, sebagai suku asli Banyuwangi, menjaga tradisi dan kearifan lokal bersama masyarakat setempat sebagai kekuatan penggerak kesejahteraan desanya secara turun-temurun.

Masyarakat di Desa Sejahtera Astra Kemiren secara konsisten melestarikan budaya Osing melalui berbagai tradisi seperti upacara adat Barong Ider Bumi, dan Tumpeng Sewu, tarian adat Tari Gandrung, kuliner lokal, musik tradisional, hingga arsitektur khas Osing yang menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi yang menggerakkan kehidupan desa. Potensi tersebut kemudian diperkuat Astra sejak 2024 melalui program Desa Sejahtera Astra. Bersama masyarakat dan penggerak lokal, Astra mengembangkan empat bidang yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran mereka sebagai pelaku utama desa wisata. Saat ini, terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Pokdarwis yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sebesar 33%, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa budaya yang terus dijaga masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Penguatan Desa Sejahtera Astra Kemiren dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pada bidang kesehatan, Astra berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak, serta penyelenggaraan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Pada bidang pendidikan, Astra memperkuat PAUD melalui penyediaan sarana belajar dan alat permainan edukatif, dukungan kegiatan pembelajaran, serta pengenalan budaya lokal kepada generasi muda yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan budaya Osing dengan melibatkan generasi penerus sejak usia dini.

Seiring berkembangnya aktivitas wisata, pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa. Masyarakat didampingi dalam pengelolaan sampah organik dan non-organik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.

Di bidang kewirausahaan, Astra mendukung pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren dilakukan melalui penguatan sarana penunjang wisata, pemberdayaan UMKM lokal, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengembangan homestay dan usaha masyarakat, serta promosi wisata budaya Osing sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi desanya turut mendapatkan apresiasi di tingkat nasional maupun internasional. Sejak 2019, desa ini telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan ASEAN Tourism Award 2025. Pada tingkat internasional, Desa Sejahtera Astra Kemiren juga terpilih sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025 yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Selain melalui program Desa Sejahtera Astra, Astra melalui Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra melakukan pembinaan kelompok tani Buah Naga binaan di wilayah Desa Sejahtera Astra Banyuwangi, tepatnya di Desa Sumbermulyo. Pendampingan ini dilakukan untuk kelompok tani buah naga bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU) yang mencakup penguatan mentalitas dan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, serta fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan. Hasilnya, para petani berhasil mengantongi sertifikasi Budidaya Organik, dengan total panen meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025, sementara omzet kelompok tani naik dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama. Produk segar maupun olahan dari kelompok tani ini, telah menembus pasar yang lebih luas baik di dalam negeri maupun pasar ekspor ke Singapura dan Hong Kong. Buah naga tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, namun juga menjadi produk olahan seperti Sale Buah Naga dan buah naga dehydrated. (*)

 

Perkuat Desa Sejahtera Astra Desa Les melalui Pelestarian Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

July 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

Petani garam di Desa Sejahtera Astra Desa Les mempertahankan metode produksi garam tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pengembangan komoditas unggulan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

BALI: Pembangunan sering kali dihadapkan pada pilihan antara mengejar pertumbuhan atau menjaga kelestarian alam dan budaya. Namun, Desa Sejahtera Astra Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali, menunjukkan keduanya dapat tumbuh beriringan. Berbekal potensi alam, tradisi, dan semangat gotong royong masyarakat, desa ini berkembang menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan dan budaya mampu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Terletak di pesisir utara Pulau Bali, Desa Sejahtera Astra Desa Les memiliki keindahan alam yang membentang dari kawasan perbukitan hingga garis pantai. Kekayaan alam tersebut selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, serta produksi garam tradisional yang masih dipertahankan hingga kini. Di sisi lain, kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan budaya lokal juga berkembang menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat yang memberikan pengalaman autentik bagi para wisatawan.

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024, PT Astra International Tbk (Astra) bersama masyarakat terus mengembangkan potensi tersebut melalui berbagai program yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan alam dan budaya desa. Berbagai inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 800 masyarakat, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 25%, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal hingga terserap seluruhnya.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat. Astra berharap kolaborasi yang dijalankan melalui Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Pengembangan Desa Sejahtera Astra Desa Les dilakukan secara menyeluruh melalui empat bidang kontribusi sosial Astra. Pada bidang kesehatan, Astra bersama masyarakat memperkuat layanan kesehatan dasar melalui Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk. Sementara itu, di bidang pendidikan, generasi muda didorong mengenali sekaligus mengembangkan potensi desanya melalui kelas bahasa Inggris dan penguatan kapasitas pariwisata untuk mempersiapkan local guide bagi wisatawan mancanegara.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui berbagai upaya pelestarian lingkungan. Masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Les Grow, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu milik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Inisiatif tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Pelestarian budaya juga berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Tradisi pembuatan garam secara alami yang diwariskan secara turun-temurun tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas Desa Sejahtera Astra Desa Les. Saat ini masyarakat mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam setiap musim panen yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan potensi tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM lokal, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali yang membuka peluang pemasaran garam hingga sekitar satu ton per bulan atau setara kurang lebih Rp25 juta per bulan.

Pendekatan pembangunan yang bertumpu pada pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat tersebut turut mengantarkan Desa Sejahtera Astra Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat desa.

Semangat Astra untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat seperti di Desa Sejahtera Astra Desa Les sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)

FWK Nilai Komunikasi Pemerintah Masih Buruk

July 2, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai komunikasi publik pemerintahan Prabowo-Gibran masih buruk, sejumlah menteri, pejabat negara di Kabinet Merah Putih sering menunjukkan sikap nirempati, egois dalam menjawab berbagai kesulitan yang dihadapi warga masyarakat.

“Komunikasi publik perlu empati, pejabat negara perlu mendengar kesulitan yang dihadapi masyarakat. Sikap egois, denial yang sering dipertontonkan pejabat negara hanya akan menambah persepsi buruk sebagian masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane dalam diskusi kebangsaan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Hadir dalam diskusi ini, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 1999-2022 Hendry Ch Bangun; Sekretaris FWK Dr Budi Nugraha; sejumlah pemimpin redaksi media massa dan pendiri FWK seperti M Nasir; Dadang Rachmat; Umi Sjarifah, Rudy Sitompul dan Herwan Pebriansyah.

Tanggal 1 Juli 2026, saat peringatan Hari Bhayangkara, Presiden Prabowo meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk merasakan penderitaan rakyat dan menjaga kepercayaan rakyat. Dua poin itu mendapat sorotan khusus dalam diskusi kebangsaan FWK.

Mantan wartawan senior Kompas, Hendry Bangun mengatakan, komunikasi dengan empati sangat diperlukan agar rakyat yang susah tahu pemerintah peduli. Kesulitan ekonomi rakyat meningkat— akibat krisis energi global dan melemahnya kurs rupiah— harus bisa dikomunikasikan dengan bahasa baik dan memberi harapan agar dapat membangun kepercayaan publik.

Meningkatnya beban hidup, bukan saja karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok, kondisi ini diperberat karena hilangnya mata pencarian akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami sebagian orang. Ada fenomena, ibu-ibu memunggut sisa sayuran di pasar— Untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Disamping komunikasi dengan empati, pejabat negara harus memiliki ‘sense of crisis’ agar kesulitan rakyat tidak menumpuk dan berkepanjangan,”tambah M Nasir, mantan wartawan Kompas lainnya.

FWK mencatat, komunikasi publik pemerintahan Prabowo-Gibran masih buruk karena mengabaikan empati dan “sense of crisis”. Tidak heran jika pejabat negara berpidato, sering ditanggapi  nitizen negatif di media sosial.

Kebijakan menaikkan harga Pertamax. Pemadaman listrik secara bergiliran di Jawa. Penjelasan terkait isu Koperasi Merah Putih adalah contoh-contoh kurangnya empati dan ‘sense of crisis’. Di sini beberapa pejabat negara memposisikan “si paling tahu”, “si paling mengerti” dan mengabaikan dampak, kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Dalam istilah wartawan senior M Nasir, ini sikap “mentang-mentang”, saya pejabat maka saya harus didengar, harus dimengerti, tapi di sisi lain tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi rakyat.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK mengatakan, kebijakan transformasi ekonomi dan tantangan Indonesia harus bisa dikomunikasikan dengan baik. Ekonomi bukan saja soal angka, tapi juga narasi yang dapat menunjukkan arah ke depan sekaligus menumbuhkan optimisme, harapan yang lebih baik. *

PDC dan Pemkot Prabumulih Perkuat Sinergi Pengembangan Kompetensi SDM Lokal

June 30, 2026 by  
Filed under Nusantara

PRABUMULIH – PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Prabumulih melalui pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Prabumulih, Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal bagi kedua belah pihak untuk membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan program peningkatan kompetensi sumber daya masyarakat lokal yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Rombongan PDC diterima Wali Kota Prabumulih H. Arlan beserta jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih Sanjay Yunus beserta jajaran. Dari PDC, pertemuan dihadiri oleh Corporate Secretary Ani Aryani, Manager Human Capital Muhammad Ichsan, Transport & Logistic Manager, Kurniawan Setyo Nugroho, serta Treasury Manager, Resya Kusumawardhani.

Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif sebagai bagian dari penguatan hubungan antara perusahaan dan pemerintah daerah. Selain mempererat komunikasi, kedua belah pihak berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menyampaikan, sinergi dengan Pemerintah Kota Prabumulih merupakan wujud komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“PDC meyakini keberadaan perusahaan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kota Prabumulih, kami berharap dapat bersama-sama mengembangkan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kompetensi masyarakat sehingga memiliki daya saing yang semakin baik sesuai kebutuhan dunia industri,” ujar Ani.

Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peluang kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih dalam pengembangan program peningkatan sumber daya masyarakat lokal.

Manager Human Capital PDC, Ichsan, mengatakan peningkatan kompetensi merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kesiapan sumber daya masyarakat lokal dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

“Kami melihat peluang kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dalam menyelaraskan kebutuhan kompetensi industri dengan program pengembangan masyarakat yang dimiliki pemerintah kota Prabumulih. Harapannya, tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang semakin baik dan daya saing yang lebih tinggi untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di dunia kerja,” katanya.

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menyambut baik komitmen PDC untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah kota dalam mendukung pengembangan sumber daya masyarakat lokal.

“Kami mengapresiasi komitmen PDC yang tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga memiliki perhatian terhadap pengembangan masyarakat. Pemerintah Kota Prabumulih siap mendukung kolaborasi yang dapat meningkatkan kompetensi sumber daya masyarakat lokal sehingga semakin siap menghadapi kebutuhan dunia industri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, Sanjay Yunus, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dalam pengembangan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga kerja.

“Dinas Tenaga Kerja menyambut baik inisiatif ini. Kami siap membangun koordinasi dengan PDC dalam penyelarasan kebutuhan kompetensi dengan program pelatihan yang dimiliki pemerintah daerah sehingga masyarakat memiliki daya saing yang semakin baik,” kata Sanjay.

Melalui kolaborasi tersebut, PDC berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah Kota Prabumulih dalam menciptakan program pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

PDC juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tenaga kerja di lingkungan perusahaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan organisasi, pemenuhan persyaratan jabatan, kompetensi, serta ketentuan yang berlaku. Melalui penguatan kompetensi masyarakat, perusahaan berharap semakin banyak sumber daya masyarakat lokal yang memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia industri.*

PDC Kembangkan Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Bisnis

June 29, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing di tengah transformasi industri energi yang semakin mengandalkan pemanfaatan data serta teknologi digital.

Pengembangan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam diskusi bertajuk “Pengenalan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja” yang diselenggarakan di PDC Tower, Jakarta, pada Kamis (4/6). Kegiatan menghadirkan Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ahmad R. Djarkasih sebagai pembicara utama.

Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, dalam sambutannya mengatakan perkembangan teknologi menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi agar mampu meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus memperkuat daya saing di industri jasa penunjang energi.

“Industri jasa penunjang energi menuntut kecepatan, akurasi, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis data. AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus mendukung efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek tata kelola dan keselamatan kerja,” ujar Agam.

Di lingkungan PDC, pemanfaatan AI mulai dikembangkan untuk mendukung berbagai proses bisnis, antara lain evaluasi tender, analisis kontrak, pengolahan dokumen, serta pemanfaatan data berbasis konteks dan natural language processing guna mendukung aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan proses kerja, akurasi analisis, serta kualitas pengambilan keputusan.

Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, menambahkan jika keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga kesiapan organisasi dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi.

“Transformasi digital bukan semata-mata tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membangun kesiapan organisasi melalui pengelolaan data yang baik, sistem yang terintegrasi dengan keamanan yang terpadu dan penguatan kompetensi sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad R. Djarkasih, Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, membagikan pengalaman implementasi AI di berbagai sektor industri. Menurutnya, pemanfaatan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya model bisnis dan sumber pertumbuhan baru.

Berdasarkan pengalaman Telkom dalam mendampingi transformasi digital di berbagai sektor, implementasi AI mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya rata-rata hingga 49,1 persen, serta mendorong penciptaan sumber pendapatan baru sebesar 58 persen.

“Nilai terbesar AI bukan hanya pada otomatisasi pekerjaan, tetapi pada kemampuannya mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat, akurat, dan terukur,” ujar Ahmad.

Melalui pengembangan pemanfaatan AI, PDC berkomitmen membangun proses bisnis yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sejalan dengan itu, perusahaan akan terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur digital, dan tata kelola data sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan***

« Previous PageNext Page »

  • vb