Serikat Pekerja PLN Tegaskan Komitmen Jaga Kedaulatan Energi Listrik

January 29, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Serikat Pekerja PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan energi listrik nasional melalui Sidang ke-6 Gugatan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (28/1/2026). Sidang ini menjadi bagian dari perjuangan konstitusional SP PLN untuk memastikan pengelolaan ketenagalistrikan tetap berada di tangan negara dan berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

Sidang tersebut turut dihadiri oleh anggota SP PLN dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas perjuangan. Selain itu, hadir pula solidaritas Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom SP BUMN) yang terdiri dari berbagai serikat pekerja BUMN, koordinator Public Services International (PSI) Indonesia, menegaskan bahwa isu kedaulatan energi merupakan kepentingan bersama lintas sektor dan lintas serikat.

Dalam persidangan ini, SP PLN menghadirkan Saksi Ahli, Eddy Denastiadi Erningpradja, sebagai Direktur SDM dan Umum PT PLN (Persero) Tahun 2009–2014. Kehadiran beliau memberikan perspektif historis, struktural, sekaligus moral mengenai proses penyusunan RUPTL serta perbedaan mendasar antara RUPTL pada masa lalu dengan RUPTL 2025–2034 yang saat ini digugat.

Di hadapan majelis hakim, Eddy Denastiadi menjelaskan, RUPTL pada masa ia menjabat diposisikan sebagai instrumen strategis negara, bukan sekadar dokumen perencanaan teknis. RUPTL menjadi peta jalan ketenagalistrikan nasional yang harus menjaga keseimbangan antara pembangunan, kemampuan negara, serta kepentingan jangka panjang rakyat Indonesia.

Eddy menilai, RUPTL 2025–2034 menunjukkan pergeseran orientasi yang signifikan, di mana porsi pembangkit listrik lebih banyak diberikan kepada Independent Power Producer (IPP) atau swasta. Menurutnya, kondisi ini berpotensi menggerus peran negara melalui PLN dalam mengendalikan sektor strategis ketenagalistrikan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dengan nada reflektif, Eddy menegaskan bahwa kebijakan kelistrikan seharusnya tidak disusun semata berdasarkan angka dan proyeksi keuntungan, serta tidak boleh mengutamakan kepentingan pihak swasta atau sekelompok pihak tertentu di atas kepentingan negara dan rakyat secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa listrik bukanlah komoditas biasa, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan keadilan sosial dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Eddy mengkritisi penerapan skema take or pay (ToP) dalam kerja sama dengan IPP. Skema tersebut dinilai menempatkan PLN pada posisi yang dirugikan karena harus menanggung kewajiban pembayaran meskipun listrik tidak terserap. Kondisi ini membuat PLN seolah-olah tidak mampu membangun dan mengelola pembangkit sendiri, padahal secara kapasitas dan pengalaman, PLN memiliki kemampuan tersebut.

 

Terkait proses penyusunan RUPTL, Eddy menegaskan bahwa secara normatif penyusunan RUPTL merupakan kewenangan internal PLN yang dimulai dari Direktur Utama PLN. Apabila proses tersebut dilakukan dengan dasar hukum yang keliru atau menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-undangan, maka RUPTL yang dihasilkan berpotensi cacat hukum sekaligus mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Ketua Umum SP PLN dalam keterangannya menegaskan bahwa gugatan ini lahir dari panggilan tanggung jawab dan hati nurani. “Kami menegaskan kembali, perjuangan ini bukan hanya untuk karyawan PLN, termasuk juga seluruh Insan yang bekerja di sektor ketenagalistrikan jumlahnya sekitar 200 ribu orang. Kami berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia agar ketahanan energi nasional tetap terjaga,” tegasnya.

Ketua Umum SP PLN juga mengingatkan agar jangan sampai sektor ketenagalistrikan mengalami kondisi serupa dengan apa yang diapami sektor distribusi BBM, antara SPBU Pertamina dan swasta beberapa waktu yang lalu. Ia menyoroti potensi penguasaan pembangkit listrik oleh swasta hingga 76 persen yang dapat berpotensi melemahkan kendali negara dan membuka risiko terjadinya kembali peristiwa padam total, seperti yang pernah terjadi di Nias pada tahun 2016.

Dalam persidangan, Ketua Umum SP PLN menyampaikan analogi yang menggambarkan situasi tersebut secara sederhana namun bermakna. PLN diibaratkan sebagai rumah makan Padang, sementara pembangkit listrik adalah dapurnya. Jika dapur itu dikuasai pihak lain, maka PLN hanya akan menjual masakan jadi yang dibeli dari dapur orang lain, sehingga harga dan keuntungan sepenuhnya ditentukan pihak luar dan pada akhirnya berpotensi merugikan negara serta rakyat.

Kuasa Hukum SP PLN, Dr. Redyanto Sidi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keterangan saksi ahli dalam sidang ini semakin memperkuat dalil-dalil gugatan SP PLN. Ia menegaskan bahwa pandangan saksi ahli Eddy Denastiadi sejalan dengan keterangan saksi ahli sebelumnya, Prof. Kamarullah, yang sama-sama menyoroti adanya cacat hukum dan penyimpangan prinsip penguasaan negara dalam penyusunan RUPTL 2025–2034.

Melalui Sidang ke-6 Gugatan RUPTL 2025–2034 ini, SP PLN bersama solidaritas Forkom SP BUMN menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukanlah penolakan terhadap pembangunan, melainkan upaya menjaga agar pembangunan ketenagalistrikan nasional berjalan dalam koridor hukum, etika, dan keadilan sosial, demi terwujudnya kedaulatan listrik dan ketahanan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

PT Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas Tahun 2025

January 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dari aspek keselamatan, operasi, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

Capaian tersebut disampaikan dalam Townhall Meeting (THM) Direktur Utama PHI yang berlangsung di Jakarta pada Beberapa hari yg lalu, yang sekaligus menjadi momen peringatan HUT Satu Dekade PHI bertemakan “10 Years Strong for Indonesia”.THM tersebut diikuti oleh ribuan pekerja PHI-Regional 3 Kalimantan secara hybrid dari berbagai lokasi kerja di Jakarta, Balikpapan, maupun wilayah operasi lainnya yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Direktur Utama PHI Sunaryanto memaparkan kinerja perusahaan pada aspek keselamatan, operasi dan produksi, finansial, human capital, dan program pemberdayaan masyarakat yang dicapai sepanjang tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa keselamatan senantiasa menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas perusahaan. “Kita mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Saya tegaskan, tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Tahun 2026, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja,” ujar Anto, sapaan akrab Sunaryanto.

Di aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), Perusahaan berhasil mencatatkan 41,8 juta jam kerja selamat, dengan NoA 0 dan TRIR 0,12.

Sedangkan pada aspek lingkungan, Perusahaan meraih tujuh kandidat rating Hijau dan empat rating Biru pada PROPER 2025. Dari sisi operasi, kinerja produksi dan lifting minyak maupun berhasil melampaui target yang ditetapkan, sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan, kinerja operasi, dan kuatnya kolaborasi lintas fungsi di Perusahaan.

Pada kinerja eksplorasi, Perusahaan mencapai target 100 persen melalui pengeboran sumur SBKD-001, MDP-1X, dan SS-123, dengan seluruh sumur eksplorasi mencatatkan discovery. Hasil di atas target juga dicatatkan oleh jumlah pengeboran sumur pengembangan, work over dan well service. Dampaknya terlihat pada peningkatan cadangan 1P dan 2C di atas target.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Meidawati menyampaikan rasa syukur atas kinerja Perusahaan dan peringatan 10 tahun perjalanan PHI yang penuh makna dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Ia mengatakan, satu dekade ini adalah perjalanan panjang yang diwarnai oleh kerja keras, kolaborasi, dan prestasi bersama seluruh pekerja.

“Pada hari ini kita bersyukur kepada Allah Swt. karena PHI telah genap berusia 10 tahun. Ini adalah perjalanan prestasi yang tidak singkat, dan semua capaian ini merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik seluruh pihak,” ujarnya.

Meidawati juga menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian sepanjang tahun 2025. Menurutnya, PHI berhasil menorehkan kinerja positif yang patut dibanggakan, khususnya pada aspek produksi migas.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian kinerja produksi minyak dan gas yang melampaui target RKAP atau Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan,” katanya.

Terkait aspek HSSE, Meidawati menyampaikan bahwa kinerja keselamatan di lingkungan Perusahaan terus terjaga dengan baik.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat keandalan aset dan pengamanan area operasi agar seluruh aktivitas berjalan semakin aman dan andal. “Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa budaya keselamatan harus terus disosialisasikan dan benar-benar dipahami serta dilaksanakan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga para frontliner di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap momentum ulang tahun ke-10 ini menjadi penguat semangat seluruh insan PHI untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi ketahanan energi Indonesia.

Pada THM kali ini, Anto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja atas dedikasi dan ketangguhan dalam menjaga keandalan operasi di tengah kompleksitas lapangan tua (mature).

“Produksi migas tetap terjaga, fasilitas berjalan andal, dan pasokan energi dari Kalimantan terus mengalir karena kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab seluruh Perwira.

Ini bukan hasil kerja satu orang atau satu fungsi, tetapi kerja kolektif seluruh elemen organisasi dan pekerja,” imbuhnya.

Memasuki 2026, Anto menegaskan kembali komitmen PHI untuk terus mengedepankan keselamatan, profitable investment, dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi keberlanjutan, sejalan dengan semangat “10 Years Stronger” dan visi PHI untuk terus mendukung ketahanan energi nasional pada dekade-dekade mendatang.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (*)

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Perkuat Kepedulian Sosial melalui Donor Darah di Bulan K3 Nasional 2026

January 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif para pendonor dalam kegiatan donor darah di UBP Mahakam.

SAMARINDA – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mahakam menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Samarinda, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan, keselamatan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Peringatan Bulan K3 Nasional menjadi momentum strategis untuk menegaskan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak hanya dalam mendukung keandalan operasional pembangkitan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi pendonor maupun penerima darah.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di lingkungan PLN Indonesia Power UBP Mahakam dengan melibatkan pegawai serta Tenaga Alih Daya (TAD). Antusiasme dan partisipasi aktif seluruh unsur perusahaan mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial yang terus tumbuh di lingkungan kerja.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, turut berpartisipasi langsung sebagai pendonor darah, sekaligus memberikan dukungan dan keteladanan dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan tersebut.

“Tema Bulan K3 Nasional tahun ini menekankan pentingnya membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif. Dengan ikut serta mendonorkan darah, kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat budaya kerja yang sehat, serta mendorong partisipasi aktif seluruh insan PLN Indonesia Power dalam aksi kemanusiaan,” ujar Firman Ramdan.

Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima donor, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat internalisasi budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, dan nilai kemanusiaan di lingkungan PLN Indonesia Power UBP Mahakam.

Melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional pembangkitan, tetapi juga menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab sosial perusahaan. (*)

PDC Gelar Townhall Meeting, Siap Perkuat Daya Saing di 2026

January 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC) memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus strategi bisnis 2026 dalam kegiatan Townhall Meeting (THM) yang digelar pada Selasa (20/01/2026). Kegiatan tersebut di ikuti seluruh perwira dan pertiwi PDC di head office dan lokasi project.

Townhall meeting ini menjadi ajang konsolidasi internal serta penguatan arah transformasi perusahaan di tengah dinamika industri energi. Paparan yang disampaikan dalam THM berdasarkan data sementara yang masih bersifat unaudited.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, mengatakan bahwa kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif, baik dari sisi operasional maupun finansial.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perwira PDC. Di tengah tantangan industri yang semakin dinamis, kita tetap mampu menjaga kinerja operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta membukukan pertumbuhan keuangan yang sehat,” ujar Fitra.

Dari sisi operasional, pada tahun 2025 PDC berhasil mempertahankan catatan keselamatan kerja dengan Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,00.

Ketersediaan aset (asset availability) tercatat mencapai 96 persen, sementara indeks kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index/CSI) berada di level 4,31, melampaui target perusahaan di tahun sebelumnya yang berada di level 4,04.

Sementara itu, produktivitas aset tercatat sebesar 78,36 persen dan realisasi investasi mencapai 67,41 persen. Hal tersebut dinilai menjadi pondasi penting dalam mendukung target pertumbuhan perusahaan pada tahun 2026.

Pada aspek finansial, PDC membukukan pendapatan sebesar Rp2,83 triliun sepanjang 2025. Laba bersih tercatat sebesar Rp141 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp245 miliar. Dalam pengelolaan arus kas, periode penagihan (collection period) berada di angka 92 hari, lebih baik dari target yang ditetapkan perusahaan pada tahun sebelumnya.

Fitra juga menegaskan bahwa kinerja positif tersebut tidak hanya diukur dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas tata kelola dan disiplin operasional.

“PDC tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Disiplin operasional, kepatuhan terhadap standar, serta tata kelola yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis PDC,” katanya.

Selain kinerja inti, PDC juga mencatat realisasi berbagai inisiatif nilai tambah (value-added initiatives) sepanjang 2025 dengan total manfaat sebesar Rp41,31 miliar. Program ini mencakup optimalisasi pengelolaan keuangan, efisiensi biaya operasional, pengelolaan pajak, hingga pemanfaatan aset.

 

Dalam kesempatan tersebut, Fitra juga menegaskan penguatan budaya perusahaan melalui internalisasi nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif). Nilai ini menjadi pedoman bagi seluruh pekerja pertamina dalam menjalankan aktivitas bisnis secara berintegritas.

“Budaya PASTI harus menjadi perilaku, bukan sekadar slogan. Dengan disiplin dan efisiensi yang konsisten, kami optimistis PDC dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder,” pungkas Fitra.

Melalui pelaksanaan THM ini, PDC menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi kinerja operasional, tata kelola, maupun penguatan budaya perusahaan.

Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kolaborasi, PDC optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan dan stakeholder serta memberikan kontribusi nyata bagi sektor energi nasional di tahun 2026 dan seterusnya. (*)

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Raih Gridlight Award 2025

January 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penghargaan Gridlight Award 2025 diserahkan lRiko Ramadhano Budiawan, selaku General Manager PLN UIP3B Kalimantan.

JAKARTA — PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mahakam kembali menegaskan pencapaian strategis melalui diraihnya Penghargaan Gridlight Award 2025 sebagai bentuk pengakuan atas kinerja unggul dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi pembangkit listrik di Sistem Kelistrikan Kalimantan. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen UBP Mahakam dalam memastikan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Pencapaian tersebut disampaikan dalam Rapat Alokasi Energi (RAE) Bulan Februari 2026 Sistem Kalimantan, forum strategis yang membahas evaluasi operasi Desember 2025, rencana pemeliharaan Februari–Maret 2026, alokasi energi Februari 2026, Power Plant Awards 2025, serta Focus Group Discussion (FGD) terkait risiko operasi dan langkah mitigasinya.

Keandalan pembangkit merupakan fondasi utama keberlangsungan sistem kelistrikan yang dibangun melalui konsistensi kinerja, disiplin operasi, serta dedikasi seluruh insan pembangkit. Melalui diraihnya Gridlight Award 2025, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas Sistem Kelistrikan Kalimantan.

Pada ajang ini, PLN Indonesia Power UBP Mahakam berhasil meraih tiga kategori penghargaan, yakni Superior System Resilience – Non Coal untuk PLTMG MPP Bontang, Grid Dependable Powerplant untuk PLTG Peaking, serta Pristine Operation Enabler untuk PLTGU Tanjung Batu. Penghargaan tersebut mencerminkan kinerja unggul UBP Mahakam dalam aspek ketahanan sistem, keandalan pembangkit, serta penerapan praktik operasi yang bersih dan berstandar tinggi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Riko Ramadhano Budiawan, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata PLN Indonesia Power UBP Mahakam dalam mendukung pengoperasian sistem kelistrikan regional secara andal dan berkesinambungan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan, pencapaian ini ditandai dengan diraihnya Penghargaan Gridlight Award 2025, yang merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pembangkit.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, serta memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi Sistem Kelistrikan Kalimantan,” ujarnya.

Melalui penerapan disiplin operasi dan standar kinerja yang konsisten, PLN Indonesia Power UBP Mahakam terus memperkuat keandalan pembangkit sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas Sistem Kelistrikan Kalimantan dan mendukung ketahanan energi nasional. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1469982
    Users Today : 2956
    Users Yesterday : 3989
    This Year : 406492
    Total Users : 1469982
    Total views : 12948421
    Who's Online : 36
    Your IP Address : 216.73.216.222
    Server Time : 2026-03-13