Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri

April 30, 2026 by  
Filed under Nusantara

Tingkat kebutuhan tenaga kerja di industri minyak dan gas (migas) Indonesia sangat tinggi, sehingga diperlukan dukungan tenaga kerja alih daya (manpower outsourcing) untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Sistem ini bukan sekedar posisi sementara, melainkan jembatan strategis yang menopang operasional hulu dan hilir migas.

Di industri migas Indonesia, PT Patra Drilling Contractor (PDC) masuk ke dalam jajaran perusahaan penyedia layanan Outsourcing Management terpercaya karena kiprah dan kontribusinya yang berkesinambungan.

Manager Outsourcing Management PDC Rahmat Wijaya mengungkapkan, layanan PDC mampu meningkatkan efisiensi operasional pelanggan secara signifikan, memangkas biaya rekrutmen dan pelatihan tenaga kerja, serta memberikan akses ke talenta global yang terspesialisasi.

Dalam layanan ini PDC mengoptimalkan jaringan sumber daya, baik yang tanpa keahlian (non-skill) maupun yang ahli (skill), termasuk tenaga kerja spesialis, mulai dari tenaga kerja operasional, administratif, teknis, sampai dengan pendukung (support services).

“Layanan Outsourcing Management ini bersifat end-to-end yang mencakup seluruh siklus pengelolaan tenaga kerja,” jelas Rahmat.

Mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, proses rekrutmen dan pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga pengelolaan penggajian dan administrasi, serta monitoring dan evaluasi kinerja, kepatuhan pekerja terhadap standar operasional dan aspek-aspek K3L atau HSSE.

Rahmat menjelaskan, keunggulan layanan PDC terletak pada pengalaman yang luas di industri energi, penerapan standar HSSE yang tinggi dan terintegrasi, pemahaman mendalam terhadap sistem dan budaya kerja Pertamina, kemampuan menyediakan layanan end-to-end.

Selain itu, kredibilitas PDC sebagai bagian dari grup Pertamina juga menjamin keandalan dan keberlanjutan layanan.

Dijalani sejak 2014 unit bisnis andalan PDC ini banyak mendukung industri migas Indonesia dengan lingkup layanan operation support manpower, fuel handling support, terminal operation support, HSSE support, logistics support, dan maintenance support.

Area operasi layanan PDC meluas dari rig pengeboran, kantor – baik area dan pusat, terminal BBM, depot, kilang, dan juga field terminal.

Adapun wilayah operasi Outsourcing Management PDC saat ini meliputi DKI Jakarta, Area Sumatera I: Palembang, Jambi, NAD Aceh; Sumatera II: Duri, Pekanbaru, Dumai; Area Jawa: Indramayu , Cirebon, Bojonegoro; Area Kalimantan: Balikpapan, Samarinda, Bunyu, Tarakan, Lawe Lawe, Sorong – Papua.

Hingga Maret 2026, PDC sedangmengerjakan 48 kontrak dari beberapa perusahaan berbeda dengan jumlah tenaga kerja alih daya mencapai hampir 7.000 orang.

Ditegaskan Rahmat, dalam operasinya, pengelolaan tenaga kerja PDC lakukan dengan menerapkan standar dan sistem manajemen yang terintegrasi.

Ini meliputi sistem manajemen mutu ISO 9001, keselamatan dan kesehatan kerja, serta sistem operasional berbasis digital (databased), recruitment system, performance management system, dan payroll system.

“Seluruh proses tersebut dijalankan berdasarkan SOP dan SLA yang terukur serta diawasi melalui mekanisme monitoring dan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas layanan kepada klien,” imbuhnya.

Rahmat menyakinkan PDC menjadi mitra strategis yang penting dalam pertumbuhan bisnis pelanggan karena kombinasi kemampuan operasional yang efisien, fokus pada kualitas SDM, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien.*

Tak Sekadar Perawatan, Ini Strategi PLN Indonesia Power Menjaga Listrik Tetap Menyala

April 29, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – PLN Indonesia Power UBP Mahakam terus memperkuat keandalan operasional melalui kegiatan Care for Asset di PLTD Muara Wahau dan PLTD-MG Bontang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aset pembangkit dan infrastruktur pendukung berada dalam kondisi optimal, aman, dan siap beroperasi secara andal.

Dipimpin langsung oleh Manager UBP Mahakam, Firman Ramdan, kegiatan ini mencakup inspeksi menyeluruh terhadap peralatan utama, sistem pendukung, serta penerapan standar pemeliharaan berbasis risiko. Peninjauan ini bertujuan mengidentifikasi potensi gangguan sejak dini guna mencegah unplanned outage dan menjaga performa pembangkit tetap optimal.

Selain inspeksi teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi efektivitas program pemeliharaan, termasuk aspek keandalan mesin, keselamatan kerja, dan efisiensi operasional.

Selain itu, manajemen UBP Mahakam juga mendengarkan aspirasi serta isu strategis yang disampaikan oleh karyawan sebagai bagian dari upaya perbaikan ke depan. Pendekatan ini memperkuat sinergi antara manajemen dan pelaksana di lapangan dalam menjaga keandalan pembangkit.

“Melalui kegiatan Care for Asset, kami memastikan tidak hanya kesiapan peralatan, tetapi juga kesiapan sistem secara keseluruhan, termasuk sumber daya manusia di dalamnya. Keandalan pembangkit tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari disiplin dalam pemeliharaan, ketelitian dalam pengawasan, serta kolaborasi yang kuat di seluruh lini,” ujar Firman Ramdan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan Care for Asset juga menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang menekankan pada kepedulian terhadap aset sebagai tanggung jawab bersama

Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan komitmennya menjaga pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. (*)

Bukti Komitmen Berkelanjutan, PT HPU Launching Program SATRIA di Sekolah

April 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

eni Linggi, Leader Emergency Response Team (ERT) PT.HPU saat memberikan pengarahan kepada siswa tentang risiko bencana

Kutai Kartanegara– Kesadaran risiko bencana bukan hanya sekadar teori, namu juga upaya menjaga Keselamatan, menjaga keselamatan bukan hanya menjadi bagian prosedur di area kerja, melainkan sebuah budaya yang harus tumbuh dari akar di tengah masyarakat. Sebagai wujud komitmen yang berkelanjutan dalam pilar sosial dan keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance), PT Harmoni Panca Utama site MSJ berkolaborasi dengan SMA N 2 Tenggarong Seberang merancang sebuah inisiatif program bertajuk SATRIA (Siswa Tanggap Risiko Bencana) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana bagi generasi muda sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Jeni Linggi, Leader Emergency Response Team (ERT) PT.HPU menyampaikan, Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan operasional harus berjalan selaras dengan keamanan dan ketangguhan masyarakat sekitar. Sehingga, dengan hadirnya program SATRIA, menjadi langkah perusahaan meningkatkan kesadaran risiko sejak dini bagi para siswa.

Tim emergency response profesional PT HPU Site MSJ

“Pada akhirnya, komunitas yang tangguh adalah komunitas yang siap menghadapi ketidakpastian dengan pengetahuan dan ketenangan.” ucap Jeni Linggi, Selasa,(28/04/2026)

Jeni menegaskan, Program SATRIA hadir bukan tanpa alasan. Dengan mengedepankan pendekatan praktis dan interaktif, Tim emergency response professional PT HPU hadir langsung memberikan arahan ke sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pemetaan titik kumpul, jalur evakuasi, hingga pelaksanaan simulasi tanggap darurat.

“Kami ingin mengubah rasa takut menjadi kesiapsiagaan. Nama SATRIA sendiri kami pilih agar setiap siswa merasa memiliki tanggung jawab sebagai ‘pahlawan’ bagi dirinya sendiri dan teman-temannya saat menghadapi risiko bencana,” Sambung Jeni

Dirinya menegaskan, pengetahuan yang disampaikan kepada siswa tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, namun dampak positif Program SATRIA diharapkan mampu merambah ke lingkungan keluarga. Dengan pengetahuan yang dibawa pulang oleh para siswa, setiap rumah diharapkan memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap potensi risiko di lingkungan sekitar.(Rhea)

PDC Perkuat Budaya Keselamatan Lewat Pelatihan Defensive Driving di Duri

April 28, 2026 by  
Filed under Nusantara

DURI — PT PDC terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Training Driving Safety (Defensive Driving) yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Yard Duri PDC. Kegiatan ini menghadirkan instruktur profesional dari Safety Defensive Consultant Indonesia dan diikuti oleh 54 pengemudi operasional Heavy Transport Equipment.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja di area operasional, khususnya yang melibatkan kendaraan berat. Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran, kompetensi, serta pembentukan perilaku berkendara defensif guna meminimalkan potensi insiden di lapangan.

HSSE Manager PDC, Bagus Puji Widihartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan mengemudi, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berorientasi pada keselamatan. Kami ingin setiap pengemudi memiliki kesadaran penuh bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup manajemen risiko berkendara, teknik defensive driving, pemeriksaan kendaraan (pre-check inspection), hingga teknik pengereman yang aman. Selain itu, aspek penting seperti pengelolaan kelelahan (fatigue), pemahaman blind spot, serta kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat juga menjadi fokus utama pembelajaran.

Bagus menambahkan, perusahaan menargetkan adanya perubahan nyata pascapelatihan. “Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan disiplin, kewaspadaan, serta kemampuan pengemudi dalam mengidentifikasi dan menghindari potensi bahaya, sehingga angka kecelakaan maupun near-miss dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya.

Instruktur Driving Safety dari PT SDCI, Sonny Susmana, menegaskan bahwa kecelakaan umumnya terjadi akibat kombinasi unsafe act (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap proaktif pengemudi dalam mengantisipasi berbagai risiko selama berkendara.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengemudi, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengurangi risiko kecelakaan berkendara, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta membentuk perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip defensive driving, meningkatkan keterampilan berkendara secara aman, serta menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih disiplin dan waspada. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan kerugian operasional perusahaan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan PDC.*

Antisipasi Karhutla, PT KED dan PT SAP Matangkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Terpadu

April 24, 2026 by  
Filed under Nusantara

Kutai Timur – Menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Muara Wahau dan sekitarnya, PT Karyanusa Ekadaya (KED) dan PT Subur Abadi Plantations (SAP) berkolaborasi dengan aparat dan masyarakat menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Desa Karya Bhakti, Selasa (21/4).

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Kegiatan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, serta kelompok masyarakat peduli api (MPA) sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah rawan karhutla.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan antisipasi timbulnya titik api merupakan kunci utama. “Pencegahan adalah kunci. Jangan sampai terjadi kebakaran baru kita bergerak. Semua pihak harus siap, cepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Ia berharap melalui Apel Siaga dan simulasi ini, seluruh pihak semakin meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau, dengan memperkuat sinergi lintas sektor dan konsisten menerapkan prinsip zero burning. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, termasuk PT KED dan PT SAP, atas partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dalam rangkaian kegiatan di lapangan, antara lain penandatanganan komitmen larangan pembakaran hutan dan lahan oleh pemerintah, aparat, dan perusahaan.

Simulasi terpadu turut digelar dengan melibatkan personel gabungan dari perusahaan, TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), hingga tim medis. Simulasi mencakup deteksi dini, pelaporan, mobilisasi tim, pemadaman, hingga penanganan darurat.

Manajemen PT KED, M. Satria A.C.P., menegaskan komitmen dan kesiapan perusahaan dalam mendukung pencegahan karhutla secara terpadu.

“Melalui kegiatan Apel Siaga dan simulasi ini, perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya. Ia menambahkan, perusahaan memastikan seluruh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran dan sumber daya dalam kondisi siap siaga serta mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.

Senada, Manajemen PT SAP, Sulton Saladin, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat langkah preventif dan kolaborasi lintas pihak.

“Kami menegaskan komitmen untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan melalui langkah preventif dan responsif,” ujarnya. Ia menambahkan, PT SAP siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla guna menciptakan lingkungan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan oleh pemegang saham utama sebagai fondasi dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia.

Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mewujudkan target zero fire sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Melalui implementasi Zero Burn Policy dan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan (Fire Prevention System), perusahaan memastikan upaya pencegahan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Implementasi tersebut diperkuat melalui penyediaan sarana dan prasarana, pembentukan dan pelatihan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), serta mekanisme respons cepat dalam menangani potensi titik api.

Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli terpadu, serta edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar. Pelatihan dan simulasi rutin dilakukan untuk meningkatkan kapasitas personel dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perusahaan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan kapasitas personel berada dalam kondisi optimal.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Karyanusa Ekadaya dan PT Subur Abadi Plantations menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut konsistensi dan kesiapsiagaan seluruh pihak, guna memastikan wilayah tetap terlindungi dari risiko kebakaran. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb