PHI Tegaskan Peran Media dalam Industri Migas Nasional

April 24, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik sektor energi melalui penguatan kemitraan strategis bersama insan pers. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan BASO IGA PHI (Bincang Asik Soal Migas Ala PHI) yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Mengangkat tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi untuk Energi Negeri yang Berkelanjutan”, forum ini menjadi wadah dialog konstruktif antara perusahaan dan media dalam mendukung penyebarluasan informasi yang kredibel, berimbang, serta berorientasi pada kepentingan nasional, khususnya dalam sektor minyak dan gas bumi (migas) sebagai tulang punggung ketahanan energi Indonesia.

Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menyampaikan bahwa kontribusi media memiliki peran signifikan dalam membangun persepsi publik yang positif terhadap industri hulu migas. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 6.500 publikasi media terkait PHI, dengan tingkat sentimen positif yang sangat dominan.

“Capaian ini mencerminkan sinergi yang solid antara perusahaan dan media dalam menghadirkan informasi yang tidak hanya akurat, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi edukasi publik serta memperkuat kepercayaan terhadap industri migas nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Handri juga memaparkan secara komprehensif profil perusahaan, kinerja operasional, serta peran strategis PHI dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Paparan ini menjadi penting, terutama bagi jurnalis yang baru mendalami sektor hulu migas, agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berbasis data, kontekstual, dan berdaya edukasi tinggi.
Pada sesi berikutnya, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menghadirkan perspektif pengembangan kapasitas individu melalui materi bertajuk “Tips Sukses Mengelola Perubahan dalam Kehidupan”.

Ia menegaskan bahwa dinamika perubahan merupakan bagian inheren dari kehidupan maupun dunia profesional, termasuk dalam industri energi yang terus berkembang.

“Adaptasi terhadap perubahan adalah kompetensi kunci. Tanpa kemampuan tersebut, individu maupun organisasi akan sulit bertahan di tengah ketidakpastian global,” ungkap Dony, yang juga merupakan penerima penghargaan Tokoh PR Berpengaruh dalam ajang MAW Talk Awards 2025.

Ia menekankan kolaborasi antara perusahaan dan media merupakan faktor krusial dalam membangun literasi energi masyarakat. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membentuk narasi publik yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Edukasi publik terkait industri migas tidak dapat dilakukan secara unilateral. Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan media untuk memastikan informasi yang disampaikan bersifat akurat, berimbang, dan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, PHI memberikan apresiasi kepada sejumlah jurnalis yang dinilai aktif dan konsisten dalam memberitakan sektor hulu migas sepanjang tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas jurnalisme energi di Indonesia.

Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, diwarnai diskusi mendalam, sesi tanya jawab, serta rangkaian apresiasi bagi peserta. Ke depan, PHI juga berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi melalui penyelenggaraan lomba jurnalistik lintas platform, media cetak, televisi, dan digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi energi yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan. (*)

Porwanas Digelar April 2027 di Lampung

April 23, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) telah diputuskan dilaksanakan di Provinsi Lampung pada tahun 2027. Pelaksanaan Porwanas ini juga dibarengi dengan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN).

Penetapan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 diputuskan dalam rapat pleno bersama pengurus PWI Pusat dan PWI Lampung di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengungkapkan pelaksanaan HPN dan Porwanas di Lampung digelar serempak pada pekan kedua April 2027.

“HPN dan Porwanas tahun depan di Lampung akan dilaksanakan pada waktu yang sama, yakni pada pekan kedua April 2027,” katanya saat memimpin rapat pleno di kantor PWI Pusat.

Munir mengatakan perayaan HPN tahun depan tidak dilaksanakan pada 9 Februari 2027 karena mengingat berbarengan dengan bulan suci Ramadan 1448 H.

“Untuk peringatannya (HPN 2027) tetap ada, tapi hanya potong tumpeng bersama seluruh PWI provinsi setelah salat tarawih. Kemudian perayaannya di pekan kedua April 2027 bersamaan dengan Porwanas,” ungkapnya.

Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 akan dituangkan dalam surat keputusan untuk selanjutnya diserahkan ke PWI Lampung.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah membenarkan pelaksanaan HPN dan Porwanas digelar pada pekan kedua April 2027 di Lampung.

“Surat keputusan tentang penetapan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027,” katanya usai menerima SK PWI Pusat Nomor: 077-PLP/PP-PWI/IV/2026 tentang penetapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027.

Wira menambahkan, SK PWI Pusat akan diserahkan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam waktu dekat ini.

“Selanjutnya, SK PWI Pusat ini akan kami laporkan dan serahkan kepada Bapak Gubernur Lampung,” ujarnya. (*)

Maybank Indonesia Perkuat Komitmen Dorong Transisi Hijau di Sektor Perbankan

April 23, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk akan terus memperkuat komitmen dalam menerapkan kebijakan dan kerangka kerja keberlanjutan yang progresif untuk mendukung langkah Bank mendorong transisi hijau di sektor perbankan. Transisi hijau merupakan transformasi ekonomi dan sosial untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, termasuk aksi terhadap perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari inisiatif Maybank Indonesia untuk membangun masa depan bumi yang lebih baik, hijau, dan lestari, sejalan dengan strategi Maybank Indonesia ROAR30 yang menetapkan nilai keberlanjutan sebagai diferensiasi utama untuk memimpin ekosistem perbankan berbasis nilai yang relevan bagi pasar Indonesia.

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan, sebagai institusi keuangan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, Maybank Indonesia sangat memahami bahwa kredibilitas dalam transisi hijau harus dimulai dari dalam perusahaan. Pada 2025, terkait strategi pengelolaan lingkungan dalam operasional bank, dilandaskan pada dua pilar utama, yaitu penguatan fondasi data emisi untuk pelaporan yang lebih akuntabel dan akselerasi transisi energi. Fokus strategi itu akan terus dipertajam pada tahun ini.

Maybank Indonesia juga menyadari, dampak iklim terbesar dari institusi keuangan bukan berasal dari operasional perusahaan, melainkan dari aktivitas pembiayaan kepada nasabah. Oleh karena itu, pada 2025 Bank telah memperkuat strategi dekarbonisasi, baik pada operasional maupun portofolio pembiayaan, melalui pendekatan yang sistematis, terukur, dan berbasis data ilmiah. Dan yang tak kalah penting, Bank meyakini bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon harus bersifat inklusif – turut memberdayakan masyarakat dalam perjalanan menuju pertumbuhan yang lebih bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, pada 2025 Maybank Indonesia berhasil mencatatkan sejumlah capaian signifikan dalam mendukung upaya menekan emisi karbon, mitigasi risiko dampak pemanasan global dan membangun bumi yang lestari, di antaranya melalui penyelenggaraan Maybank Marathon ke-14 yang mengintegrasikan 27 inisiatif keberlanjutan, mencakup Program “Jejak Hijau Desa Sanding” untuk mendukung visi Bali Net Zero 2045 serta peluncuran Kalkulator Jejak Karbon (Carbon Calculator) sebagai bagian dari aspirasi untuk menjadi ajang marathon netral karbon pada 2030.

Bersamaan dengan Maybank Marathon 2025, Maybank Indonesia juga terus memperkuat implementasi program Jejak Hijau sebagai gerakan jangka panjang untuk membangun bumi yang hijau dan lestari.  Melalui program tersebut, Maybank Indonesia telah menetapkan tahapan Jejak Hijau sebagai program tahunan, dimulai dari fase “Menata Jejak Hijau” pada 2025 dengan melakukan perhitungan emisi kegiatan Maybank Marathon (baselining), hingga “Merayakan Jejak Hijau” pada 2030.

“Inisiatif program Jejak Hijau diimplementasikan oleh Maybank Indonesia seiring dengan meningkatnya tekanan perubahan iklim dan kebutuhan akan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” tutur Maria.

Maybank Indonesia juga telah menginisiasi Program MERASA melalui kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada akhir 2025 lalu. Program tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan konservasi Sumber Daya Alam untuk kelompok masyarakat perempuan di Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  Melalui pendekatan agroforestri dan pelatihan intensif, para perempuan petani kakao didampingi untuk mengelola lahan secara produktif, sekaligus melindungi kawasan hutan di sekeliling kampung mereka dari alih fungsi lahan.

Selain itu, Maybank Indonesia juga berhasil menurunkan emisi operasional (Cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84% dari baseline 2019, melampaui target tahunan. Komitmen ini juga didukung oleh budaya keberlanjutan yang kuat di internal perusahaan, tercermin dari lebih dari 388.000 jam aktivitas keberlanjutan oleh karyawan Maybank Indonesia, meningkat 26,5% dibandingkan tahun sebelumnya, serta penanaman lebih dari 3.300 bibit pohon.

Sejalan dengan peringatan Hari Bumi 2026 yang digelar pada 22 April 2026 dengan mengangkat tema Our Power, Our Planet, Maybank Indonesia akan terus memperkuat perannya di sektor keuangan dalam menjaga kelestarian bumi, dimulai dari dalam Perusahaan, hingga kepada masyarakat dan industri, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai katalis dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

Sebagai bagian dari Maybank Group, Maybank Indonesia berupaya memperkuat perannya dalam mendukung  kepemimpinan keberlanjutan di tingkat ASEAN, melalui pengembangan solusi keuangan berkelanjutan serta kontribusi terhadap transformasi digital dan ekonomi hijau di kawasan.

“Sejalan dengan misi Humanising Financial Services, kami percaya bahwa kolaborasi dan aksi konsisten dapat menciptakan dampak nyata. Maybank Indonesia akan terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi untuk generasi mendatang,” ujar Maria. (*)

Topside Proyek Manpatu Berhasil Dikapalkan, Tonggak Penting PT Pertamina Hulu Mahakam Dukung Keberlanjutan Produksi Migas Nasional

April 23, 2026 by  
Filed under Nusantara

Tanjung Pinang – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside yang menandai kemajuan penting Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu yang ditargetkan onstream pada Kuartal I 2027 dengan rencana pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. Seremoni dilakukan di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026.

Tahap  Load Out dan Sail Away Topside ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya, yaitu Sail Away Jacket, yang telah dilaksanakan pada 8 April 2026 lalu. Load Out dan Sail Away Topside termasuk tahapan yang berisiko tinggi (high-risk) dan ketepatan tingkat tinggi (high-precision operation) yang menuntut kesiapan penuh dari sisi teknis, koordinasi, maupun keselamatan. Keberhasilan PHM mencapai tahap ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki fase instalasi di wilayah operasi, dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), guna mendukung peningkatan produksi gas dan kondensat PHM.

Topside yang memiliki berat sekitar 1.000 ton tersebut diangkut menggunakan cargo barge dan menempuh jarak sekitar 1930 km  km menuju lokasi proyek di lepas pantai Balikpapan. Perjalanan kapal diperkirakan sekitar 15 hari. Topside merupakan bagian atas dari sebuah platform / anjungan sumur migas lepas pantai. Bagian ini berfungsi sebagai pusat fasilitas pemrosesan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, serta area akomodasi kerja bagi para pekerja.

Acara seremoni dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, Subkoordinator Penggunaan Barang Operasi Migas Ditjen Migas Gesit Prawatiningsih, Pjs Kepala Divisi Manajemen Proyek SKK Migas Elfan Yusridha, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi Damar Setiawan, dan General Manager PHM Setyo Sapto Edi. Sementara itu, hadir dari pemerintah daerah di Tanjung Pinang, Wan Affandi mewakili Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan yang diwakili dan Syahrir mewakili Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Pinang yang diwakili. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi dan kolaborasi yang baik untuk mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan, Proyek Manpatu yang dijalankan PHM ini merupakan proyek yang signifikan berkontribusi terhadap upaya menjaga lifting migas di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, ia juga mengapresiasi pelibatan lebih dari 360 pekerja terampil asal Kalimantan Timur yang didatangkan dan bekerja untuk Proyek Manpatu di fasilitas fabrikasi di Tanjung Pinang tersebut. “Di saat banyak pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh beberapa perusahaan Kalimantan Timur, PHM memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk penyerapan tenaga kerja terampil dari Kalimantan Timur melalui kontraktor PT Meindo Elang Indah yang mengerjakan Proyek Manpatu,” tutur Seno.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, mitra kerja, masyarakat, serta seluruh kontraktor Engineering, Procurement, Supply Construction and Commissioning (EPSCC) menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. “Penyelesaian tahap fabrikasi Topside ini merupakan wujud kerja keras dan hasil kolaborasi yang solid seluruh tim yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Setyo juga menegaskan kembali komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan investasi, penambahan cadangan migas maupun optimalisasi produksi dari lapangan-lapangan mature.

“Proyek Pengembangan Manpatu adalah bagian dari kontribusi nyata kita terhadap ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan lapangan-lapangan produksi yang semakin mature, kita dituntut untuk terus berinovasi, bergerak cepat, dan tetap menjaga keunggulan operasional,” tegasnya.

Proyek Pengembangan Manpatu tercatat sebagai proyek fast track. Proyek ini berawal dari penemuan (discovery) sumur Eksplorasi Manpatu-1X pada tahun 2022. Selanjutnya, tahapan Front End Engineering Design (FEED) dilaksanakan selama periode 2023 hingga 2024. Sebelum memasuki fase konstruksi, kemajuan proyek ini ditandai dengan seremoni First Cut of Steel pada 16 Mei 2025. Lingkup pekerjaan proyek mencakup fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru, yaitu jacket beserta piles dengan total berat sekitar 1.380 ton, Topside dengan berat sekitar 1.000 Ton, serta modifikasi pada satu anjungan yang sudah ada (existing). Selain itu, proyek ini meliputi pemasangan pipa penyalur bawah laut berdiameter 14 inch sepanjang kurang lebih 2,5 km, serta pelaksanaan pekerjaan di bawah permukaan laut (subsea) dengan tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi. Secara keseluruhan, proyek ini akan mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Direktur Utama PHI Sunaryanto menekankan pentingnya Proyek Manpatu ini dalam mewujudkan komitmen PHI sebagai induk usaha dan anak-anak perusahaannya, seperti PHM, untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eskplorasi dan eksploitasi. “Proyek Pengembangan Manpatu ini bukan hanya tentang menambah produksi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan khususnya dari wilayah Kalimantan. Keberhasilan di proyek ini membuktikan bahwa kita mampu menghadapi tantangan industri melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat,” ungkap Anto, sapaan akrab Sunaryanto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek. “Dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa Kehilangan Jam Kerja Karena Kecelakaan atau Lost Time Incident (LTI) hingga Maret 2026, PHI melalui anak perusahaannya PHM berkomitmen untuk menjaga standar Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE secara konsisten hingga seluruh rangkaian proyek selesai,” tegasnya.

Menurutnya, pencapaian kinerja unggul di aspek kesehatan dan keselamatan kerja mencerminkan kesiapan Perusahaan untuk dapat mengeksekusi proyek secara selamat, cepat, dan terintegrasi. “Energi yang kita hasilkan hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Melalui setiap langkah yang kita ambil, kita sedang menyalakan harapan Indonesia,” tutupnya. (*)

Pertamina EP Sangatta Field Tanam Ratusan Pohon Penyerap Karbon

April 22, 2026 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – Menyambut Hari Bumi 2026 yang diperingati setiap 22 April, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar “Aksi Cinta Bumi” di area operasi ST-220, Dusun Silvaduta, Sangatta Selatan.

Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Hijau Pertamina untuk Bumi Lestari melalui Penanaman Pohon: Wujudkan Investasi Kecil untuk Dampak yang Lebih Besar.”

Aksi yang berlangsung pada 15 April 2026 ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Balai Taman Nasional Kutai, jajaran TNI-Polri (Polres, Kodim 0909, Lanal Sangatta), hingga pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.

Sebanyak 333 bibit pohon ditanam dalam aksi tersebut. Spesies yang dipilih merupakan tanaman darat yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap emisi karbon, seperti mahang damar, meranti, laban, mahoni, ulin, dan trembesi.

Secara ilmiah, pohon trembesi dewasa bahkan mampu menyerap hingga $28,5$ ton $CO_2$ per tahun, menjadikannya aset penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Pjs Field Manager PEP Sangatta Field, Radhintya Danas, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasi hulu migas.

“Kami berkomitmen menjalankan operasi yang selamat, andal, dan ramah lingkungan. Penanaman pohon ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Radhintya.

Edukasi Pengurangan Sampah Plastik

Uniknya, Aksi Cinta Bumi kali ini tidak hanya fokus pada penghijauan. PEP Sangatta Field juga mengampanyekan gaya hidup berkelanjutan dengan menerapkan konsep jamuan ramah lingkungan.

Peserta diajak menggunakan botol minum pribadi (tumbler) dan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai selama acara berlangsung.

Apresiasi datang dari Camat Sangatta Selatan, Dewi. Ia memuji konsistensi Pertamina yang tetap mengedepankan kelestarian lingkungan di tengah aktivitas industri. “Ini adalah kontribusi nyata. Tidak semua instansi mengingat Hari Bumi, namun Pertamina membuktikannya hari ini,” ungkap Dewi.

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menambahkan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati adalah fondasi kebijakan keberlanjutan Perusahaan.

Dalam lima tahun terakhir, PHI melalui anak-anak perusahaannya telah menanam lebih dari 600 ribu pohon di wilayah Kalimantan.

“Program ini merupakan wujud kepatuhan kami terhadap regulasi sekaligus upaya mendukung konservasi flora dan fauna serta pengurangan emisi karbon secara konsisten,” pungkas Dony.

PEP Sangatta Field, yang merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan, terus berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inovatif guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

« Previous PageNext Page »

  • vb