IKN Siapkan Strategi Penanganan Karhutla Berbasis Teknologi Hadapi Dampak El Niño

May 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang (El Niño) 2026 melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi.

Selain itu mitigasi juga dilakukan penguatan infrastruktur pemadaman, serta kolaborasi bersama masyarakat dan lintas pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat di Nusantara tetap berjalan aman dan berkelanjutan di tengah potensi cuaca ekstrem tahun ini.

Kesiapan tersebut dibahas dalam Koordinasi Pemantapan Musim Kemarau 2026 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar pada Rabu (13/05/2026) di Kantor Otorita IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyatakan bahwa strategi penanganan yang dilakukan Otorita IKN bertujuan agar aktivitas masyarakat di wilayah IKN tidak terganggu.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy Pantouw.

El Niño merupakan fenomena alam yang terjadi secara siklik dan dapat memengaruhi Indonesia melalui perubahan proses hidrologis serta pola curah hujan. Dampaknya, musim kemarau dapat berlangsung lebih kering dan panjang sehingga perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Berdasarkan data paparan BMKG pada April 2026 menyatakan bahwa sifat musim kemarau di IKN di tahun 2026 sebagian besar bawah normal yang artinya curah hujan saat musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari rata-rata normal.

Sehingga kondisi cenderung lebih kering dan potensi kekeringan atau karhutla bisa meningkat. Berdasarkan prakiraan curah hujan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 mm. Sementara itu, sepanjang 2026 terdapat beberapa titik panas yang terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Otorita IKN telah menggagas strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat termasuk masyarakat adat, memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah, serta memperkuat pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Pada tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla. Pemantauan dilakukan secara langsung melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan.

Selain itu, kesiapan pemadaman juga diperkuat melalui penyediaan pos pemadam kebakaran di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar di kawasan KIPP IKN. Otorita IKN juga telah memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga akan berkolaborasi dengan beberapa desa dan lintas pemangku kepentingan di wilayah delineasi IKN.(vb/oikn)

 

Pengukuhan DPW Matra Kaltim dalam Perkuat Semangat Kebaragaman Nusantara

May 4, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, Nusantara —Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, beserta jajaran menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Kalimantan Timur Periode 2025–2030 di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Minggu (3/5/2026).

Pelantikan kepengurusan ini menjadi momentum untuk menjaga semangat keberagaman, sejalan dengan nilai kebudayaan dan persatuan yang tercermin dalam Bhinneka Tunggal Ika. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DPW Matra Kaltim terpilih, Bambang Arwanto, sekaligus menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai pemersatu di tengah keberagaman adat dan suku bangsa.

“Saya berterima kasih karena IKN telah dipilih sebagai tempat pengukuhan Matra ini, luar biasa. Ini kan macam-macam semua dari adat atau sukunya, ternyata yang menyatukan kita disini adalah bahasa indonesia. Ini sangat powerful,” sambut Basuki.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Matra, KPH. Andi Bau Malik Barammamase Satrio Sasmita, turut hadir untuk melantik kepengurusan DPW Matra Kaltim periode 2025–2030 ini. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Otorita IKN dalam pelaksanaan pelantikan tersebut.

“Kami selaku DPW Pengurus Pusat mengaku merasa bangga dengan masyarakat Kalimantan Timur, terutama bapak Kepala Otorita IKN yang memberikan kesempatan kita untuk pelantikan disini. Mudah-Mudahan setelah kegiatan ini, DPW Kaltim bisa membuat festival adat di Kalimantan Timur, salah satunya demi menjaga adat dan budaya Kalimantan Timur,” ujarnya.

Hal tersebut turut disambut positif oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri terkait pentingnya membangun kemandirian pangan melalui komunitas di berbagai daerah.

“Saya menyampaikan pesan dari Bapak Mendagri, tolong bangun kemandirian kepada komunitas yang ada. Sekali lagi, saya berharap, Matra Kaltim ini bisa berkolaborasi dengan IKN dan yayasan-yayasan, terkait dengan kemandirian pangan. Bagi saya, Matra, ayo kita berkolaborasi, mulai dari membangun budaya kemandirian pangan ini di IKN,” ujar Akmal.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat adat di Kalimantan Timur ini juga turut diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bagi Otorita IKN, kehadiran Matra di Nusantara menjadi bagian penting dalam memperkuat ruang kebudayaan, menjaga nilai-nilai adat, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat lokal dan adat di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Kita harus menghargai nilai-nilai adat dalam pembangunan, kami mohon dukungan dan kerja samanya untuk membangun IKN yang lebih baik ke depan,” tutup Basuki.(vb/oikn)

Otorita IKN Tegaskan Peran Generasi Muda dalam IKN Youth Forum

May 2, 2026 by  
Filed under Nasional

Vivaborneo.com, JAKARTA – Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, berdiskusi bersama generasi muda dalam kegiatan IKN Youth Forum bertema “Mengawal Infrastruktur IKN, Menata Masa Depan Pendidikan Indonesia”.Kegiatan ini diselenggarakan bersama komunitas Gen Smart Indonesia di Kantor Perwakilan Otorita IKN Jakarta, Kamis (30/04/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog interaktif untuk membahas perkembangan pembangunan IKN sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan keingintahuan generasi muda terkait arah pembangunan nasional ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Troy menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai IKN.

“Kami selalu menyampaikan kepada siapa pun yang berkunjung ke IKN atau berdiskusi tentang IKN: sampaikanlah informasi yang benar. Karena kami banyak menghadapi informasi yang dipelintir, disinformasi, bahkan hoaks. Namun dengan dukungan teman-teman, media, pemangku kepentingan, dan terutama generasi muda, kami sangat terbantu dalam menyampaikan informasi yang benar melalui media sosial,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pembangunan IKN terus berjalan sesuai rencana. Saat ini, pembangunan telah mencakup kawasan eksekutif, yang meliputi Istana Presiden, Kantor Presiden (Istana Garuda), serta berbagai infrastruktur pendukung bagi presiden, wakil presiden, dan kementerian. Tahapan selanjutnya akan mencakup pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif sebagai bagian dari penguatan fungsi trias politika di IKN.

Lebih lanjut, Troy menegaskan bahwa IKN bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban baru Indonesia.

“Pada 2045, saat Indonesia mencapai masa emas, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan menjadi pengelola IKN. IKN bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi peradaban baru Indonesia,” ungkapnya.

IKN juga diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa, khususnya di Kalimantan Timur, sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.

Selain pembangunan infrastruktur, Otorita IKN juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Berbagai program pendampingan pendidikan telah dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk program INOVASI yang merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Australia.

Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber lain yang hadir, Romeo Matthew, praktisi dan pemerhati kecerdasan artifisial, menekankan pentingnya berpikir kritis dalam penggunaan AI, disertai penerapan etika seperti transparansi dan tanggung jawab. Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan AI untuk inovasi dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Dijelaskan selanjutnya oleh Troy bahwa Otorita IKN juga telah menyusun peta jalan pendidikan secara komprehensif, termasuk penerapan wajib belajar selama 13 tahun di kawasan IKN, yang mencakup 1 tahun pendidikan pra-sekolah sebelum jenjang sekolah dasar.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan kritis. Salah satu pertanyaan yang mengemuka disampaikan oleh peserta bernama Dandi terkait perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya satwa endemik seperti orangutan.

Otorita IKN bekerja sama dengan berbagai lembaga konservasi, antara lain Borneo Orangutan Survival Foundation dan Yayasan Arsari. Upaya yang dilakukan meliputi reforestasi, pengembalian fungsi alami ekosistem (rewilding), perlindungan habitat, pelarangan perburuan, serta pembangunan jembatan satwa pada infrastruktur jalan untuk menjaga konektivitas ekosistem.

Selain isu lingkungan, peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap proses pemindahan pemerintahan ke IKN serta isu keberlanjutan lingkungan lainnya, termasuk pengelolaan limbah dan target zero waste yang menjadi bagian dari visi jangka panjang pembangunan IKN.

Melalui forum ini, Otorita IKN berharap generasi muda dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus berperan aktif dalam mengawal pembangunan IKN sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045.(vb/oikn)

 

HUT ke-41 Hermina Hadirkan Penanaman Pohon di Nusantara

April 23, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Hermina Hospitals Group memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 melalui penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajarannya serta berbagai mitra di kawasan Nusantara, termasuk RS Hermina Nusantara.

Dalam sambutan hangatnya, Direktur RS Hermina Nusantara, dr. Stefanus Dony, menyampaikan momentum perayaan HUT melalui penanaman pohon ini merupakan komitmen Hermina dalam mendukung pembangunan Nusantara, salah satunya  melalui kontribusi terhadap lingkungan.

“Kami memilih kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk komitmen bahwa rumah sakit (RS Hermina Nusantara) tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga berperan dalam upaya promotif dan preventif, termasuk menjaga lingkungan yang sehat. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai forest city, sponge city, dan smart city,” sambut direktur tersebut pada Rabu (22/04/2026).

Seiring dengan berkembangnya Hermina yang kini telah mencapai lebih dari 50 rumah sakit di Indonesia, dr. Stefanus Dony menambahkan bahwa kehadiran RS Hermina Nusantara turut menguatkan sistem dan layanan kesehatan di kawasan Nusantara, termasuk pemenuhan tenaga dokter spesialis dan dukungan infrastruktur ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Basuki mengapresiasi inisiatif Hermina Group dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukkan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya menjaga lingkungan yang sehat. Menanam pohon harus menjadi bagian dari gaya hidup kita bersama. Setiap kontribusi kecil akan memberikan dampak besar bagi masa depan Ibu Kota Nusantara,” tutup Basuki.

Penanaman pohon menjadi simbol sederhana dari kolaborasi yang lebih besar. Di kawasan Nusantara, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana setiap pihak, baik itu layanan kesehatan, perbankan, serta berbagai lainnya ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.(vb/hms-oikn)

 

Gen Matic x Shopee Dorong Generasi Melek Digital dan UMKM di Nusantara

April 20, 2026 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Kegiatan Gen Matic x Shopee yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Jumat (17/04/2026).

Acara ini menarik kehadiran para peserta dari berbagai daerah sejak pagi hari. Antusiasme terlihat melalui aktivitas peserta yang tidak hanya menjajakan berbagai produk, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan.

Kegiatan Generasi Melek Teknologi (Gen Matic) ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penjual (seller) di platform Shopee serta sebagai affiliate yang memanfaatkan konten digital untuk mendorong penjualan. Materi disertai dengan praktik langsung, mulai dari pengelolaan toko hingga pembuatan konten yang menarik dan relevan untuk meningkatkan performa di platform digital.

Membuka kegiatan tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, khususnya dalam penguatan keterampilan kewirausahaan di sektor digital.

“Melalui pelaksanaan kegiatan di Ibu Kota Nusantara ini, kami ingin mendorong agar masyarakat lokal memiliki akses yang sama untuk berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital nasional,” ujar Neil.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, turut menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat Nusantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menghadirkan narasumber langsung dari Kampus UMKM Shopee Team, Mohamad Caesar Elfauza, peserta didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar melalui platform digital.

“Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan kalah. Jika kita ingin mendapatkan tambahan penghasilan, kita harus beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai platform bisnis digital. Itulah yang dimaksud dengan e-commerce,” jelas Caesar dalam paparannya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan masyarakat di Nusantara semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.(VB/iokn)

 

 

Next Page »

  • vb