Otorita IKN Tegaskan Peran Generasi Muda dalam IKN Youth Forum

May 2, 2026 by  
Filed under Nasional

Vivaborneo.com, JAKARTA – Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, berdiskusi bersama generasi muda dalam kegiatan IKN Youth Forum bertema “Mengawal Infrastruktur IKN, Menata Masa Depan Pendidikan Indonesia”.Kegiatan ini diselenggarakan bersama komunitas Gen Smart Indonesia di Kantor Perwakilan Otorita IKN Jakarta, Kamis (30/04/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog interaktif untuk membahas perkembangan pembangunan IKN sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan keingintahuan generasi muda terkait arah pembangunan nasional ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Troy menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai IKN.

“Kami selalu menyampaikan kepada siapa pun yang berkunjung ke IKN atau berdiskusi tentang IKN: sampaikanlah informasi yang benar. Karena kami banyak menghadapi informasi yang dipelintir, disinformasi, bahkan hoaks. Namun dengan dukungan teman-teman, media, pemangku kepentingan, dan terutama generasi muda, kami sangat terbantu dalam menyampaikan informasi yang benar melalui media sosial,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pembangunan IKN terus berjalan sesuai rencana. Saat ini, pembangunan telah mencakup kawasan eksekutif, yang meliputi Istana Presiden, Kantor Presiden (Istana Garuda), serta berbagai infrastruktur pendukung bagi presiden, wakil presiden, dan kementerian. Tahapan selanjutnya akan mencakup pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif sebagai bagian dari penguatan fungsi trias politika di IKN.

Lebih lanjut, Troy menegaskan bahwa IKN bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban baru Indonesia.

“Pada 2045, saat Indonesia mencapai masa emas, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan menjadi pengelola IKN. IKN bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi peradaban baru Indonesia,” ungkapnya.

IKN juga diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa, khususnya di Kalimantan Timur, sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.

Selain pembangunan infrastruktur, Otorita IKN juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Berbagai program pendampingan pendidikan telah dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk program INOVASI yang merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Australia.

Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber lain yang hadir, Romeo Matthew, praktisi dan pemerhati kecerdasan artifisial, menekankan pentingnya berpikir kritis dalam penggunaan AI, disertai penerapan etika seperti transparansi dan tanggung jawab. Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan AI untuk inovasi dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Dijelaskan selanjutnya oleh Troy bahwa Otorita IKN juga telah menyusun peta jalan pendidikan secara komprehensif, termasuk penerapan wajib belajar selama 13 tahun di kawasan IKN, yang mencakup 1 tahun pendidikan pra-sekolah sebelum jenjang sekolah dasar.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan kritis. Salah satu pertanyaan yang mengemuka disampaikan oleh peserta bernama Dandi terkait perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya satwa endemik seperti orangutan.

Otorita IKN bekerja sama dengan berbagai lembaga konservasi, antara lain Borneo Orangutan Survival Foundation dan Yayasan Arsari. Upaya yang dilakukan meliputi reforestasi, pengembalian fungsi alami ekosistem (rewilding), perlindungan habitat, pelarangan perburuan, serta pembangunan jembatan satwa pada infrastruktur jalan untuk menjaga konektivitas ekosistem.

Selain isu lingkungan, peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap proses pemindahan pemerintahan ke IKN serta isu keberlanjutan lingkungan lainnya, termasuk pengelolaan limbah dan target zero waste yang menjadi bagian dari visi jangka panjang pembangunan IKN.

Melalui forum ini, Otorita IKN berharap generasi muda dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus berperan aktif dalam mengawal pembangunan IKN sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045.(vb/oikn)

 

Kapan Gibran Ngantor di IKN?

January 7, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUDAH satu minggu kita berada di tahun 2026. Ini tahun penting bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kalau tidak ada perubahan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan segera berkantor di sana.

Kapan tepatnya? Masih kita tunggu konfirmasi resmi. Kemungkinan pada kuartal pertama persis pada saat pembangunan Istana Wapres rampung luar dalam. Yang pasti Gibran sendiri di penghujung tahun 2025 datang kembali ke IKN. Dia sempat bermalam di sana bersama anak istrinya.

Wapres dan istri, Selvi Ananda dikerubuti pengunjung IKN yang ingin bersalaman

Apakah dia menginap di Istana Wapres? Sepertinya belum. Memang pembangunan Istana Wapres sudah mencapai di atas 90 persen, tapi belum bisa dihuni. Kabarnya Gibran menginap di kompleks rumah menteri yang sudah lama rampung. Di situ juga tinggal Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Basuki sebelumnya pada pertengahan Desember 2025 mengatakan, Istana Wapres  tinggal mengisi furniture-nya saja. Setelah itu sudah siap ditempati. “Wapres punya keinginan segera berkantor di IKN tahun 2026,” katanya menjelaskan.

Saya tidak mendengar pernyataan terakhir Gibran ketika berkunjung ke IKN, apakah rencananya berkantor di IKN tidak berubah?

Tentu ada beberapa hal menarik jika Gibran benar-benar jadi berkantor di IKN.

Pertama: Suasana IKN jadi hidup. Warga yang mau berkunjung ke IKN pasti lebih ramai lagi. Sepertinya banyak yang ingin bertemu langsung dengan putra pertama mantan presiden Jokowi itu. Kehadiran Wapres juga akan memompa semangat pembangunan IKN fase kedua, yang dipusatkan untuk pembangunan gedung legislatif dan yudikatif. Soalnya tahun 2028 IKN harus sudah siap dideklarasikan sebagai Ibu Kota Politik. Jadi infrastruktur dan ekosistem pemerintahan baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus benar-benar sudah siap.

Kedua: Ngantornya Wapres di IKN akan mempercepat pemindahan ribuan ASN dari Jakarta. Selama ini rencana pemindahaan ASN berkali-kali tertunda.  Termasuk juga pemindahan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya. Sementara gedung kantor Menko di antaranya sudah lama rampung. Kalau tidak cepat ditempati bakal diisi oleh rayap. Sedang biaya pemeliharaannya jalan terus dan mahal. Saat ini sudah ada seribuan ASN dan PPPK di IKN, tapi semuanya staf Pak Basuki di Otorita.

Ketiga: Kalau Wapres resmi bercokol di IKN, maka kegiatan pengawasan dan penindakan aksi penambangan liar terutama tambang batu bara baik di kawasan IKN maupun di Kaltim dan bagian Kalimantan lainnya bisa lebih tajam dan intensif. Selama ini kegiatan tambang liar sangat marak terjadi di wilayah Kalimantan termasuk di kawasan IKN. Kalau Wapres menetap di IKN, maka mata dan hidungnya bisa lebih tajam lagi mengawasi berbagai aksi penambangan liar tersebut. Banyak yang memperkirakan bencana alam yang dahsyat seperti di Sumatera tinggal menunggu waktu juga terjadi di Kalimantan terutama Kaltim dan Kalsel. Karena itu jika efektif, Wapres bisa jadi dewa penyelamat.

Keempat: Hijrahnya Wapres ke IKN bisa memperkecil arus bully yang sering berseliweran di jagat media sosial. Sekaligus Wapres bisa lepas dari hiruk pikuk Jakarta yang menyesakkan dada dan rasa. Karena itu Wapres bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembannya. Dia tidak pusing dengan serangan dalam berbagai bentuk dan narasi, yang datang dari tujuh penjuru angin. Di IKN, Wapres bisa menikmati udara segar, sambil mancing di embung MBH dan menanam pohon Meranti atau ulin untuk mewujudkan IKN sebagai forest city.

JALAN TOL SANGAT SESAK

Menjelang tahun baru 2026 kemarin, Otorita IKN mengambil kebijakan yang menarik. Membuka pintu tol IKN secara gratis. Meski belum rampung sepenuhnya, jalur tol IKN sudah bisa dilewati. Kontan ribuan kendaraan yang mengangkut puluhan ribu penumpang melintas di sana.

Keindahan IKN di waktu malam

Sebagian besar warga Kaltim. Tapi banyak juga yang datang dari luar daerah. Buktinya tingkat hunian sejumlah hotel di Balikpapan melonjak.

Ada pemandangan menarik di jalur tol IKN. Kendaraan merayap seperti tol Jakarta-Bandung atau Puncak Bogor. Ini belum pernah terjadi di Kalimantan. Sebelum ada tol IKN, satu-satunya jalan tol di Kalimantan yaitu jalan tol Balikpapan-Samarinda. Sampai sekarang masih sepi. Pasti pengelolanya, PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS) banyak nombok. Apalagi ruas jalannya sering anjlok dan perlu terus perbaikan.

Pintu tol IKN dibuka sejak 20 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.  Pintu masuknya hanya boleh lewat Batakan, Balikpapan Timur. Akibatnya, kemacetan sudah terjadi di Jalan Mulawarman menuju mulut pintu tol.

Sebagian kendaraan yang melintas di jalur tol IKN tidak semuanya bertujuan untuk jalan-jalan ke IKN. Banyak juga yang mau menuju Kalsel. Maklum di sana lagi berlangsung hajatan besar, haul Guru Ijai atau Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jamaah termasuk dari Kaltim.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman IKN 2, Arvin Jiri mengungkapkan ada 90 ribu kendaraan yang melintas di tol IKN selama 16 hari. “Rata-rata 4 ribu sampai 5 ribu kendaraan melintas di tol IKN setiap hari,” jelasnya.

Suasana di IKN sendiri luar biasa ramainya. Apalagi  Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (BH), mantan menteri PU era Jokowi bersedia bersilaturahmi dengan warga yang datang. Jadi mereka ramai berebut foto bareng di depan Istana Garuda. Para pengunjung juga sempat ramai-ramai bersalaman dengan Wapres dan istrinya, Selvi Ananda Gibran.

Menurut Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, jumlah pengunjung IKN dari 25 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 mencapai 270 ribu orang. “Pada hari terakhir tol dibuka, Minggu (4/1) jumlah pengunjung tembus di atas 37 ribu,” tambahnya.

Cucu saya Jena dan Aby sempat tidur di IKN. Ibunya, Aisyah Febria yang bertugas di Otorita  sangat sibuk. Maklum dia bertugas di bidang keprotokolan. Kedua anak itu mengaku siap menjadi “anak IKN.” Sekolah dan berkarya full di IKN. Jadi siapa bilang IKN mandek?(*)

  • vb

  • Pengunjung

    1745984
    Users Today : 2043
    Users Yesterday : 3074
    This Year : 682494
    Total Users : 1745984
    Total views : 14736583
    Who's Online : 52
    Your IP Address : 216.73.216.81
    Server Time : 2026-05-04