Supriyanto Edukasi Warga Melek Hukum

March 9, 2022 by  
Filed under Profil

DR. Supriyanto, SH. MH

Siapa yang tidak kenal DR. Supriyanto,SH MH, Kajari Kota Batu. Lapisan masyarakat dari 3 kecamatan yang ada di kota dingin Batu, langsung secara kompak menyebut.. kenal.

Supriyanto resmi dilantik menjadi Asisten bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, (9/3/2022).

Selama menjabat Kajari Batu 2 Tahun lebih,  Supriyanto banyak dikenal masyarakat, orangnya supel dan suka bergaul serta banyak ide cemerlang. Bahkan saat berbincang dengan vivaborneo terlontar ungkapan yang jarang terdengar di kalangan adyaksa. Tugas utama kejaksaan pada sisi aspek hukum.

Oleh karena itu selama dia menjabat dan dipercaya sebagai jaksa maka harus bisa merealisasikan penegakan hukum yang memberi solusi.

“Seandainya  ada masalah hukum di masyarakat maka  kita harus cari tahu awal atau inti permasalahannya, baru kita tindak sampai akarnya. Kemudian kita kasih solusi supaya tidak sampai terulang kembali. Itu konsep kinerja saya,” paparnya. Supriyanto.

Dia mengibaratkan saat membersihkan halaman rumah kotor tidak bisa hanya dengan menyapu dan membersihkan kotorannya saja tanpa mencari tahu penyebabnya. Ini hal paling penting. Setelah itu baru membenahi upaya pencegahan agar halaman rumah kita tetap bersih dan asri.

Konsep inilah sehingga.Supriyanto yang sarat gagasan dan ide mudah masuk disemua lorong dan lini heterogenitas masyarakat kota Batu dan diterima.

Supriyanto. resmi dilantik sebagai Kajari Batu dan menyerahkan jabatan sebagai Kajari Kab. Gorontalo pada bulan Agustus Tahun 2020, dan mulai beraktifitas di Kajari Batu pada  tanggal 31 Agustus 2020.

Bertugas di Kota Batu yang merupakan Kota Wisata yang memiliki keanekaragaman potensi wisata dan budaya sehingga memunculkan gagasan berbagai Program, yang intinya penyuluhan hukum bisa masuk diseluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok yang ada di Kota Batu, dengan pendekatan tebar senyum melek hukum..

Program Supriyanto meluncur di tengah masyarakat seperti Jaga Desa (Jaksa Menjaga Desa Sejahtera), Jaksa Sahabat Jurnalis, Jaksa Sahabat Guru, Jaksa Sahabat Pemuda, Jaksa Sahabat Petani, Jaksa Sahabat PHRI, Jaksa Peduli Pariwisata, Jaksa Peduli Lingkungan, Jaksa Peduli Bencana, Jaksa Sayang Anak, Jaksa Masuk Sekolah/Kampus, Jaksa Menyapa (di RRI/Televisi).

Guna memberikan pencerahan hukum di kalangan pesantren dibuat program Jaksa Masuk Pesantren. Demikian pula dengan komunitas Penghayat dibuat program jaksa sedulur penghayat, jaksa peduli budaya/seniman mocopat serta Ngopi Saja (Ngobrol Inspiratif Sama Jaksa), Podcast Pro-Satu (Program Suara Adhyaksa Kejari Batu).

Melalui program “Jaksa Peduli Wisata” Kejari Baru bersama Disparta Kota Batu merangkul semua elemen kepariwisataan Kota Batu mulai PHRI, Fordewi, Pokdarwis dan Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, program tersebut merupakan layanan Hukum Kejari Batu untuk pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata.

Tidak hanya sektor Pariwisata dan Ekonomi kreatif namun Supriyanto juga memunculkan gagasan pelestarian seni budaya salah satunya bersama Disparta Kota Batu menyelenggarakan Mocopat Idol untuk meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan di Kota Batu.

Supriyanto yang berasal dari Sragen kota di Jawa Tengah yang masih kental akan adat dan budaya Jawa. Beliaupun sempat menekuni dunia pedalangan dan dapat kembali menyalurkan hobinya yang telah lama tak ditekuni saat bertugas di Kota Batu.

Ibarat ikan bertemu kolam, langsung membaur berenang dengan sukaria. Terlebih, Dr. Supriyanto, juga memiliki misi untuk menyampaikan Sosialisasi Hukum kepada Masyarakat melalui media Wayang, seperti dilakukan saat sesi perpisahan dengan Warga Batu, Forkompinda, seniman dan pelaku wisata dan lainnya. Supriyanto mendalang di Singhasari Resort dengan lakon Wahyu Makothoromo, dengan pituturnya ingin menyampaikan pesan – pesan bahwa menjadi seorang pemimpin harus memberi contoh danberperilaku yang baik .

Langkah tersebut akan jauh lebih efektif, dimana Masyarakat akan lebih teredukasi tentang hukum dengan cara baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Rasa ingin selalu dekat dengan masyarakat selalu muncul dalam benak Dr. Supriyanto,  Melalui program yang terorganisir, dengan nama kegiatan “Penyuluhan Hukum Giat Jaga Desa (Jaksa Menjaga Desa Sejahtera) yang dilaksanakan secara bergantian di setiap Desa dan Kelurahan di Kota Batu.

Kegiatan ini memberikan edukasi dan sharing tentang pertanyaan-pertanyaan terkait hukum yang dihadapi oleh masyarakat Kota Batu. Keseluruhan progam-program tersebut dalam wadah PRAJA-SATU yaitu Program Jaksa Sahabat Kota Batu Kejaksaan Negeri Batu juga membentuk tim pemberantasan mafia tanah.

Upaya ini di lakukan agar masyarakat Kota Batu lebih terbantu karena adanya Praktik mafia tanah yang sangat meresahkan dan dapat berpotensi menghambat investasi di Kota Batu, yang dapat berimplikasi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Kota Batu.

Inisasi meningkatkan peran karyawan Kejari Batu dalam meningkatkan keterbukaan infomasi publik serta penyebarluasan tugas fungsi Kejaksaan Negeri Batu,  dibentuk tim Publikasi Kejari Batu, yang bertugas mendokumentasikan dan mengungah seluruh kegiatan Kejaksaan Negeri Batu setiap hari nya pada media sosial bagi Facebook, Instagram, Twitter, Youtube maupun Website.

Kegiatan tersebut juga sebagai salah satu sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaiakn kritik dan saran pada Kejaksaan Negeri Batu. Kejaksaan Negeri  Batu yang senantiasa memberikan pelayanan prima dan menerapkan budaya anti korupsi kepada masyarakat.

Kejaksaan Negeri Batu, kini bukan lagi lembaga yang menakutkan melainkan sahabat yang mencerahkan.

Berkat prestasi dan kinerjanya, wajar kemudian Kejari Batu meraih Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Kota Batu Tahun 2021 dari Kementerian PAN RB Republik Indonesia.

Kejari Baru  terus berupaya meningkatkan manajemen perubahan, penguatan Ketatalaksanaan, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas dan Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Sebagai rasa syukur atas apa yang telah diraih, Kejaksaan Negeri Kota Batu ingin lebih dekat lagi kepada seluruh Warga Masyarakat Kota Batu dengan mengadakan Jum’at Berkah dengan berbagi rezeki himpunan dari para Karyawan Kejari Batu diberikan kepada sesama yang melewati depan kantor Kejari di jalan Sultan Agung No.7, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur .

Semoga di jabatan baru Asisten pengawas ( Aswas ) di Kejati DIY, mampu mengawasi penegakan hukum sesuai amanah tugas utama kejaksaan , penegakan hukum dengan memberi solusi. (Buang Supeno)

Prangko Tanggap Bencana ‘Letusan Semeru’

February 28, 2022 by  
Filed under Profile

Oleh: EkoWahyuanto

Prangko Letusan Gunung Semeru

Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur, merupakan puncak gunung berapi tertinggi di Jawa. Tahun lalu, tepatnya 4 Desember 2021, mengalami erupsi dahsyat. Letusannya menghempaskan ribuan ton abu vulkanik, melelehkan lava pijar cair dan panas guguran, serta hujan abu. Mengakibatkan arus air bah deras,  mengalirkan material vulkanik dari lereng bagian atas, menerjang kawasan pemukiman, mematahkan kaki jembatan Glagah Perak, jalur vital transportasi kedua lokasi itu. Erupsi Semeru akibatnya, kerusakan lingkungan dan  sejumlah jiwa melayang.

Dalam upaya mitigasi dan tindakan dini terhadap bencana alam,  pemerintah mencanangkan program bertajuk “Indonesia Tanggap Bencana”. Gerak cepat dalam menanggulangi dampak bencana serta pengabdian para pegiat bencana dalam melakukan pertolongan pertama, dipotret dalam sebuah seri prangko berjudul “Letusan Semeru” terbit Senin 28 Februari 2022.

Melalui program penerbitan prangko 2022, Direktorat Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, sesuai UU No 38 tahun 2009 dan Permen Kominfo No 21 Tahun 2012 Tentang Prangko, mengangkat subyek letusan Gunung Semeru dalam tema Indonesia  Tanggap Bencana.   Seri “Letusan Semeru” ini sekaligus menjadi terbitan perdana seri prangko di tahun 2022.

Pemerintah dalam hal ini Kominfo, didukung  Kementerian Sosial selaku PIC, PT. Pos Indonesia dan Peruri, bersama Pokja Nasional Prangko telah merancang seri prangko tersebut pasca terjadinya erupsi Semeru di penghujung tahun lalu.

Prangko adalah carik kertas kecil, berukuran antara 2 X 3 cm, dicetak secara security printing, dan digunakan sebagai pengganti alat bayar pengiriman pos. Melalui prangko dapat didokumentasikan peristiwa penting seperti bencana alam, sebagai sarana pembelajaran, dengan pesan pesan pentingnya mitigasi dini bagi masyarakat terdampak.

Prangko “Letusan Semeru” ini akan menjadi dokumen penting bagi Indonesia sebagai negara dengan barisan gunung berapi terpanjang di dunia. Prangko Letusan Semeru ini dilengkapi barcode, mengarah pada web https://geologi.esdm.go.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kebencanaan, termasuk informasi kebencanaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-PVMBG. Lembaga di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral-ESDM ini, mempunyai tugas melaksanakan penelitian, penyelidikan, perekayasaan dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Melalui prangko “Letusan Semeru” public dapat masuk ke portal tersebut dan melihat informasi seputar bencana geologi

Prangko dapat menjadi sarana promosi wisatake dunia internasional, betapa Indonesia memiliki keindahan alam terutama gunung berapi yang indah dan memikat. Selain itu setiap penerbitan prangko dicatatkan pada organisasi pos dunia, Universal Postal Union (UPU), sehingga pesan dalam prangko dapat mendunia.

Dalam jangka waktu tertentu, prangko “Letusan Semeru menjadi dokumen kebencanaan dan dapat dikoleksi sebagai benda collectable bernilai tinggi. Setelah diterbitkan, filatelis akan memburu benda kecil itu untuk dikoleksi dan diperdagangkan.

Jutaan tahun lalu, Pulau Jawa termasuk Jawa Timur sering dilanda bencana gunung meletus. Sebagai wilayah ring of fire di Asia Pasifik kisah runtuhnya beberapa kerajaan di Jawa juga terkait bencana alam ini. Tidak heran jika sejak ratusan tahun lalu masyarakat telah akrab dengan kisah cerita rakyat terkait meletusnya gunung berapi.

Prangko Indonesia yang mengangkat kisah dalam tema gunung berapi diantaranya; Gunung Bromo terbit tahun 1987, 2017, cerita rakyat Tengger terbit tahun 1998., Letusan Tambora terbit dalam SS tahun 2015. Disamping itu ada seri gunung 2003 bentuk trapezium ada 5 gunung, yaitu G. Kerinci, G. Merapi, G, Tambora, G. Krakatau, G. Raung. Tangkuban Prahu terbit tahun 1961. 100 Tahun Meletusnya Krakatau terbit tahun 1983.

Di Jawa Timur, kisah sukuTengger misalnya, merupakan salah satu cerita rakyat lereng Bromo, disampaikan secara turun-temurun hingga kini. Pemerintah sudah menerbitkan Prangko tentang cerita seputar kawah Bromo dan peristiwa Kasodo tahun 1987 dengan total produksi 2 juta keeping dalam seri pariwisata Indonesia. Sedangkan untuk upacara Kasodo termasuk dalam seri cerita rakyat yang terbit tahun 1998 sebanyak 5 buah gambar dan Sampul Hari Pertama – SHP dan souvenir sheet. Jadi prangko selain sebagai alat bayar juga sarana edukasi bagi generasi melenial.

Sejarah lain yang dipotret dalam prangko diantaranya, prangko bertemakan Gunung Tambora dalam tajuk Tambora Menyapa Dunia tahun 2015, yakni bertepatan dengan 200 tahun terjadinya erupsi Gunung Tambora tepatnya tahun 1915 hingga menenggelamkan satu kota, dan membuat langit dihampir seluruh belahan dunia gelap. Prangko ini dihiasi gambar berlatar belakang gugusan bukit Gunung Tambora, beberapa perempuan yang menggunakan rimpu, yaitu kain sarung yang digunakan menutupi kepala yang hanya menampakkan wajah.

Seri prangko yang terkait dengan peduli bencana alam antara lain seri Merapi tahun 1954, Tsunami Aceh tahun 2005, 200 Tahun Meletusnya G. Tambora tahun 2015, 100 Tahun Meletusnya Krakatau tahun 1983, Bencana Alam Meletusnya Gunung  Agung  tahun 1963, bencana tsunami di Flores tahun 1961 (cetak tindih), bencana alam 1953 (meletusnya  G. Sangeang Api NTB  dan banjir di Aceh), seri bencana alam tahun 1967 dan seri bencana alam meletusnya G. Kelud tahun 1966.

Kisah- kisah tragis, dan informasi tentang kebencanaan dinarasikan pada bagiaan diskripsi penerbitan prangko, sehingga prangko mencatat jejak sejarah, menjadi sarana informasi dan komunikasi serta pembelajaran yang murah dan efektif. (*)

Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Madya Kemkominfo – Kandidat Doktor Universitas Negeri Jakarta

Ghaib Sampurno, Dari Tangan Dinginnya Lahir  Pebliyard Unggulan

February 21, 2022 by  
Filed under Profile

Ghaib Sampurno, ketua POBSI Kota Batu

Di Kota Batu, siapa yang tidak kenal nama Ghaib Sampurno. Ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia ( POBSI) Kota Batu. Dari sentuhan tangan dinginnya banyak melahirkan pebilyard muda yang membawa nama harum kota wisata Batu.

Jika pertama ketemu dengannya tentu tidak akan mengira jika dia penhobby olahraga tusuk bola. Penampilannya sangat bersahaja, sederhana dan pendiam, dengan potongan rambut di kuncir belakang.

Ghaib Sampurno yang lahir di Kota kelahiran Bung Karno Blitar 7 November 1963, putra seorang tentara pejuang.  Orangnya tenang dan suka menolong teman.

Sejak usia masih SMP, Ghaib begitu panggilan akrabnya  sudah mengenal olah raga bilyard. Awalnya ia hanya melihat orang bermain bilyard ketika usai pulang sekolah.

Ketertarikan olahraga tusuk bola ini terus berlanjut dengan seringnya ikut main bersama-sama temannya di rumah bola di Blitar. Akhirnya bilyard menjadikan hobby utamanya dan dari sanalah ia bisa menyekolahkan kedua putrinya hingga lulus SMAK Yos Soedarso Batu.

Ghaib tertarik main olahraga bilyard karena olahraga ini unik. Bagaimana atlet bisa memainkan  “Cue Ball (bola putih)  untuk memasukkan bola lainnya hingga habis. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari permainan olahraga bilyard kata Ghaib.

Disebutkan, ternyata ada beberapa hal yg menarik juga daripada olahraga billiard ini, selain melatih ketangkasan, juga melatih strategi dan logika. Bola yang akan kita masukkan ke lubangnya, perlu perhitungan  juga agar berhasil. Untuk membuat arah bola yang tepat, maka kita perlu membuat perhitungan sudut , tenaga pukulan dan kecepatan moment bola tersebut,.

Menarik juga bola yang akan kita tembak, bisa jadi tak masuk ke lubangnya, tapi menghantam bola lainnya, sehingga bisa jadi  malah bola lain yang tak diperkirakan sebelumnya yang malahan masuk. Seperti hal nya dalam kehidupan sehari hari bisakita mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan. Namun tanpa diduga, dari kegagalan itu bisa mendapat sebuah keberuntungan yang tidak terduga sebelumnya. Karena itu janganlah selalu memandang negatif sebuah kegagalan.

“Kalau kita bisa berpikir positif, siapa tahu ada hikmahnya di balik kejadian tersebut. Jalan nasib tak bisa diduga kemana larinya, tapi kita bisa berencana dan berusaha kemana mengarahkan nya,” kata Ghaib..

Menurut Ghaib, bermain adalah naluri manusia, walau sudah tak muda lagi, ia tetap senang bermain, dalam bentuk permainan yang mungkin berbeda dengan permainan anak kecil.  Ada sebagian orang dewasa yang begitu kecanduan dengan permainan atau hobby nya, seperti memancing, mengutak-atik kendaraan, main musik, nonton bola dan berbagai bentuk hobby lainnya.

“Saking kecanduannya, ia malah menyepelekan hal-hal lainnya seperti keluarga,” kata Ghaib.

Terlalu kuatnya hoby main bola sodok, akhirnya Ghaib Sampurna mendirikan klub bilyard  di rumahnya yang diberi nama “ GS Bilyard “, singkatan dari namanya  didirikan tahun 2000  awalnya dengan menggunakan bola bilyard kecil.

Dua tahun kemudian 2012, memulai dengan menggunakan bola besar. Para penghobi olahraga bilyar kota Batu mengusulkan Ghaib Sampurna untuk menjadi ketua Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu tahun 2014, bahkan sekarang sudah 2 kali periode menduduki jabatan ketua POBSI.

Ingin Jadi Ketua KONI

Semangat untuk mengembangkan olah raga selain bilyard terus berkecamuk dihati Ghaib. Oleh karena itu  jika digelar pemilihan Calon Ketua KONI Kota Batu, dirinya siap mencalonkan diri.

Daikui, Kota Batu mempunyai potensi untuk pertumbuhan kegiatan olahraga. Namun KONI belum maksimal melihatnya. Oleh karena itu dia sudah menyusun strategi untuk bisa tampil dalam jajaran KONI kedepan.

Ghaib melihat, anggaran KONI cukup besar tetapi penyaluran untuk membina setiap cabang olahraga dinilai terlalu kecil. Disebutkan cabang olahraga bilyard di bawah naungan POBSI yang dia pimpin, setiap tahun hanya diberi dana pembinaan Rp.28 juta saja. Sehingga setiap ada kejuaraan baik Kejurkot maupun ke Jurda yang diikuti atlit bilyard selalu pihaknya yang “nomboki “.

Kakek dengan 3 Cucu ini terus berkarya dalam memajukan kegiatan ke-olahragaan di Kota Apel Batu. Ia mempunyai harapan yang telah diukirnya selama ini menjadi prasasti hidupnya dan semangat anak dan cucunya kelak. (Buang Supeno)

Suliono, Kepala Desa Tulungrejo Batu Kolektor Gramaphone Antik

February 16, 2022 by  
Filed under Profile

Suliono Kepala Desa Tulungrejo Batu, mengoleksi gramaphone antik buatan Amerika peninggalan Belanda

Kaum milineal (Kawula muda) mungkin tidak kenal dengan namanya “gramaphone“ . Bagi sebagian orang mendengar kata gramophone mungkin masih terdengar asing. Apalagi bagi generasi muda saat ini.

Gramophone adalah alat untuk memutar musik atau lagu dari piringan hitam. Alat ini lazim digunakan untuk memutar musik pada zaman dahulu, jauh sebelum munculnya kaset, DVD bahkan Mp3 seperti saat ini.

Bagi pemburu barang-barang antik, gramophone menjadi salah satu buruan para kolektor. Gramophone kini menjadi incaran para kolektor benda-benda antik.

Salah penggemar Gramaphone adalah Suliono, kepala desa Tulungrejo Kecamatan Bamuaji Kota Batu – Jawa Timur.

Suliono menyebutkan  gramophonenya  yakni gramophone langka buatan tahun 1911 dari Amerika Serikat yang merupakan koleksi orang Belanda yang menempati villa yang kini menjadi kantor Desa Tulungrejo.

“Barang ini merupakan kelengkapan dari orgamen Villa milik Mr. Provos orang Belanda. Villanya yang kini menjadi kantor Desa Tulungrejo. Dulu sempat dibeli orang, kemudian saya beli kembali hingga saat ini,“ papar Suliono sambil memutar Gramaphone yang masih bisa dipergunakan, dengan musik lagu Belanda, Selasa (15/2/2022).

Dijelaskannya juga, ketika memiliki Gramaphone, perawatan rutin memang harus dilakukan. Hal yang sederhana adalah membersihkan setiap bagian dari Gramaphone agar tidak berdebu maupun tidak terdapat goresan, utamanya pada piringan hitam.

Saat mendengarkan piringan hitam, juga tak bisa sembarangan. Terlebih lagi ketika memainkan dengan turntable  yang mengharuskan memakai jarum di atas piringan hitam. Perlu kehati-hatian dalam meletakkan pada piringan untuk menghindari goresan.

“Perawatannya benar-benar ekstra, tidak sembarangan,” pungkasnya

Jika kita mengenal istilah “ Grammy Award “ . Kata Grammy yang digunakan oleh The National Academy of Recording Arts & Sciences untuk anugerah musik berasal dari “gramophone“. Bahkan pada awalnya, 1959, nama lengkap anugerah itu adalah Gramophone Award.

Gramofon, atau pemutar pirigan hitam, diciptakan oleh Thomas Alva Edison pada 1877 lalu dikembangkan oleh Alexander Graham Bell. Pemutar musik ini juga dinamai phonograph dan turn table. Meski dilindas oleh musik digital, piringan hitam dan pemutarnya masih dijual.

Piringan hitam album Adele 21 dari Adele, misalnya, di Indonesia dijual Rp 350 ribu. Alat pemutarnya, misalnya Denon DP-29F, berharga sekitar Rp2,1 juta.

Nama Gramophone (Gramopon) berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone.

Pada tahun 1918 masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone masih terbatas pada kalangan menengah atas saja.

Sejarah piringan hitam diawali oleh Leon Scott yang menemukan dan mematenkan “phonautograph” pada tahun 1857 yang menggunakan diafragma bergetar dan stylus untuk grafis yang merekam gelombang suara. Pada waktu itulah rekaman suara pertama kali mulai dikenal. Pada tahun 1860, Scoot membuat “phonautograms”yang merekam nyanyian dan pidato.

Pada tahun 1877, Thomas Alfa Edison menemukan “phonograph” yang berbeda dengan “phonautograph”, di mana alat ini mampu merekam dan mereproduksi suara. Pada satu dekade kemudian Edison mengembangkan “gramophone”.

Sebenarnya gramophone dan phonograph adalah sama, hanya saja gramophone adalah istilah yang lazim dipakai di Inggris sedang Phonograph adalah istilah yang lazim dipakai di Amerika Serikat.

 

Ada tiga ukuran piringan hitam dalam hitungan rpm (rotation per minute) yaitu 78, 45, 33 1/3. Piringan hitam 78 dan 45 untuk plat berdiameter 25 cm, sedangkan 33 1/3 untuk plat berdiameter 30 cm. 78, 45, 33 1/3 rpm maksudnya adalah, setiap satu menit piringan hitam itu berputar sebanyak angka yang menjadi ukurannya (78, 45, 33 1/3). Semakin besar diameter platnya, semakin kecil ukuran untuk memutarnya.

Selain Gramaphone peninggalan Belanda, di ruang kerja Suliono yang menjabat kepala desa sudah 8 tahun ini, ada meja kerja dan ukiran asli tinggalan Belanda serta tempat tunggu pemanas, yang kini sudah ditutup.

“Ini meja kayu jati asli tinggalan Belanda, sampai sekarang masih utuh dan kuat. Pintu yang ada di Balai desa tetap, hanya kita sesuaikan dengan kondisi sekarang, seperti lantai kita ganti keramik,“ jelasnya..

Suliono rupanya gemar mengoleksi barang-barang antik lainnya. Seperti Ukiran zaman Kerajaan Mojopahit, Gepyok Mataram dan lainnya. Barang yang menjadi koleksinya, banyak peminatnya tetapi dia tidak mau menjual. (Buang Supeno)

Andri Mitra Perwira Peraih Wikan Cakti Pratawa Poltekad TNI AD 2022

February 3, 2022 by  
Filed under Profile

Serda Andri Mitra Perwira Peraih Wikan Cakti Pratawa

BATU – Sesuai namanya Serda Adrian Mitra Perwira S.Tr.T. (27th)  lulusan terbaik dari Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, akhirnya mampu membawanya ke jenjang Perwira. Jenderal TNI Dudung Abdurachman  Kepala Staf Angkatan Darat membuka kran lulusan Poltekad angkatan 2008 -2022 ini otomatis bisa masuk Secapa (Sekolah Calon Perwira) TNI AD.

“Ini bagaikan mimpi tidak terbayangkan bagi saya, bisa lulus Poltekad langsung bisa sekolah Perwira. Saya belum pernah naik pangkat jadi saya baru masuk masih Serda,“ Ungkap pemuda asal Mojokerto – Jawa Timur dengan pangkat Sersan dua (Serda) asal kesatuan Batalyon Arhanud 11 Wirabuanayuda Medan.

Andrian baru berdinas di TNI AD, 4 tahun dan belum merasakan naik pangkat. Oleh karena itu dengan penghargaan yang diberikan Jenderal Dudung Abdurachman , lulusan Poltekad otomatis bisa lanjut sekolah Perwira. Hal ini menurutnya merupakan anugrah yang tidak terhingga harganya.

Saat ditanya apa karena namanya Andri Mitra Perwira, terus dia bisa cepat menjadi perwira. Dengan tersenyum andrian berkata “ hanya Tuhan yang tahu, yang bisa mengabulkan doa dan permintaan  umatnya,“ tambahnya.

Andri Mitra Perwira

Menyandang wisudawan terbaik jurusan elektronika dan Penghargaan Wikan Caksi Pratama (Wisudawan  terbaik Poltekad) dan menyabet Tropi Kasad 2022, bukan pekerjaan muda. Ia lalui dengan semangat tekun belajar dan tidak menggantungkan dengan ilmu yang diperolehnya di Poltekad saja. Ia banyak belajar dari berbagai buku dan dosen- dosen dari perguruan tinggi lainnya di Malang seperti Polenema,  Brawijaya serta Universitas Negeri Malang (UM). Dosen dari perguruan tinggi itulah yang mewarnainya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di Poltekad ini. Adri  bahkan tidak jarang belajar juga melalui You tube.

Sebagai mahasiswa junior (paling muda) di kelasnya di Poltekad, maka banyak kesibukan yang harus dilaluinya, dibandingkan dengan seniornya.

“Itu menjadi tantangan bagi saya untuk terus belajar lebih banyak dan berusaha lebih daripada lainnya,“ paparnya.

12 Kali Ikut Tes Angkatan

Adri panggilan akrabnya menyebutkan perjuangan masuk angkatan sudah dilalui dengan mengikuti tes sebanyak 12 kali.  Namun selalu gagal.

Disebutkan 12 tes yang diikuti meliputi tes taruna akmil 2 kali, bintara darat 4 kali, bintara laut 2 kali, tes bintara udara  kali dan PSDP.

Andri mencoba mengikuti tes di Universitas Brawijaya Malang, ternyata lulus, kemudian dijalani sampai semester 5. Namun semangatnya untuk menjadi tentara tidak luntur. Dirinya tidak pernah jerah dan patah arang untuk masuk tentara. Memang keinginan untuk masuk angkatan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil.

Dengan melihat ada kesempatan pembukaan pendaftaran, dimana peluang ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk bisa menjadi bintara TNI AD. Maka diikuti test tersebut, ternyata adri lulus. Bagaimana dengan kuliahnya.

“Sempat cuti kuliah, karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya out dari UB,“ paparnya.

Alhamdulillah dapat penggantinya kuliah Gratis di Poltekad yang ada di Pendem Junrejo Batu.

Selalu Juara

Dewi Furtuna selalu menyertai Andri Mitra Perwira. Betapa Tidak. Berbagai kejuaraan yang diikuti baik di tingkat Nasional antara Perguruan Tinggi maupun lingkut TNI AD selalu berakhir dengan kemenangan.

Disebutkan dari 7 kompetisi, 6 diantara lomba karya tulis tingkat nasional antar mahasiswa se Indonesia dan yang satunya lomba cipta tehnologi tingkat Angkatan  Darat di Mabesad di Jakarta.

Ada 7 Kejuaraan yang diikuti semuanya meraih penghargaan,  diantaranya juara Pertama Tingkat Nasional dan lainnya juara Dua.

Disebutkan diantara juara tersebut yakni Juara I Karya Tulis Ilmiah (KTI)  Tingkat Nasional di Universitas Negeri Jember, Juara 2 KTI Tingkat Nasional di Politehnik Negeri Jember dan Juara 2 KTI Tingkat Nasional di UIN Alauddin Makasar serta Juara 2 The best paper  Tingkat Nasional  yang diselenggarakan di Politeknik Bangka Belitung

“Semuanya merupakan kebetulan saja dan keberuntungan,“ ungkapnya merendah.

Keluarga Broken Home

Banyak orang tidak tahu bahwa Andri Mitra Perwira merupakan korban broken home. Kondisi ibu dan bapaknya, bercerai sejak kecil. Dia ikut ibunya hingga dewasa. Oleh karena itu dia selalu berupaya bagaimana bisa mengangkat taraf hidup keluarganya.

“Saya ingin membahagiakan ibu dan melindunginya,“ katanya..

Ia pun bertekat menjadi seorang angkatan,yang bisa melindungi keluarga. Berkat doa ibunya, akhirnya Andri bisa masuk dan terwujud cita-citanya menjadi seorang tentara bahkan kuliah gratis di Poltekad dan kini masuk Secapa (Sekolah Calon Perwira) TNI AD tahun ini dengan IPK 3,88 predikat pujian.

Ciptakan Detektor Covid-19

 sebagai ujian akhir di Poltekad ia harus bisa menciptakan karya. Karena masih dalam situasi Pandemi Covid -19 yang belum berakhir dan munculnya varian baru, maka kemudian dia punya ide, bagaimana bisa menciptakan alat yang bisa dipergunakan untuk mendeteksi covid-19. Maka diciptakanlah Polektor atau Poltekad Elektornik Detector.

Polektor atau Poltekad elektronik detector ciptaan Andri yaitu alat yang bisa menentukan resiko covid-19. Alat ini mempunya kecerdasan  buatan yang datanya itu sudah diambil dari riwayat pasien covid tahun Juni 2020 – Juli 2021 di 2 rumah sakit di Kota Malang. Ia membuat kecerdasan buatan sehingga alat itu ketika membaca akan menyimpulkan orang itu termasuk resiko atau tidak. Data bisa diakses secara on line menggunakan smart phone.

“Untuk uji klinik, belum dilakukan tetapi secara akademis sudah dilakukan di Poltekad, selama pengujian berjalan lancar dan sukses tidak pernah error, “ tegasnya.

Adri bertekat akan terus mengembangkan alat yang diciptakan untuk mengakhiri kuliah di Poltekad dengan lebih sempurnah. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat perkembangan Virus Covid-19 dengan varian barunya semakin berkembang. Selamat berjuang Andri, semoga terus berkarya demi keselamatan bangsa dan Negara. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1462437
    Users Today : 4043
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 398947
    Total Users : 1462437
    Total views : 12873207
    Who's Online : 33
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-11