Kontingen Kaltim Harapan 1 Lomba SJS Seri 2 Beregu Kategori 25-40 Tahun

September 16, 2023 by  
Filed under Kesehatan

LAMPUNG — Kontingen Kaltim meraih Juara Harapan 1 Lomba Senam Jantung Sehat (SJS) Seri 2 Beregu Kategori 25-40 tahun Jambore Nasional Yayasan Jantung Indonesia tahun 2023, Lampung, 14 – 17 September 2023.

Ketua Kontingen YJI Cabang Utama Kaltim Achmadi bersyukur wakil Kaltim berhasil tampil maksimal. Meskipun hanya sebagai juara harapan 1 dengan total nilai 2.299 poin.

“Ini menjadi oleh-oleh terbaik bagi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kaltim,” ujar Achmadi saat menyaksikan Pengumuman Pemenang Lomba SJS Seri 2 Kategori 25-40 tahun dan kategori 41-60 tahun, di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Kamis (14/9/2023).

Menurutnya keberhasilan atlet asal Kota Bontang ini boleh dibilang pecah telor. Sebab kontingen Kaltim baru kali pertama naik podium sepanjang perhelatan lomba Jamnas YJI. Ia berharap ini menjadi penyemangat YJI Cabang Utama Kaltim melalui bidang preventif untuk aktif melakukan pengkaderan atlet senam Kaltim.

Harapannya semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan penguasaan senam jantung sehat. Giliran selain diharap mampu mewakili Kaltim pada berbagai lomba SJS tingkat lokal, regional, bahkan nasional. Utamanya lomba SJS dalam rangka silaturahim lima tahunan pengurus, pelatih, maupun anggota Klub Jantung Sehat (KJS) dan Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR) seluruh Indonesia.

Disisi lain, Achmadi yang didampingi Ketua Bidang Preventif Sihabudin menyebut Kaltim mengikuti Lomba SJS Seri 2 Kategori 25-40 tahun diwakili Kota Bontang dan Lomba SJS Seri 2 Kategori 41-60 tahun diwakili Kota Samarinda.

Hanya saja untuk Lomba SJS Seri 2 Kategori 41-60 tahun belum mampu berbicara banyak.

“Kita masih ada lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan SJS seri 1-6 kategori pelatih. Mohon doanya semoga berhasil menjadi juara,” ujarmya.(arf)

Dinas Kesehatan Kaltim Luncurkan Program Imunisasi Rotavirus

July 25, 2023 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kaltim meluncurkan program imunisasi Rotavirus sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Program ini bertujuan untuk mencegah diare terutama pada bayi yang rentan terhadap infeksi tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Provinsi Kaltim Ivan Hariyadi mengatakan, imunisasi Rotavirus akan diberikan secara tetes di mulut bagi bayi yang berumur dua bulan.

“Ini akan dilakukan di seluruh posyandu di Kaltim, dimulai dari bayi yang berusia dua bulan,” jelasnya ketika ditemui di Kantor Dinkes Kaltim, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, Selasa (25/7/2023).

Setelah vaksin diterima, proses imunisasi akan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan interval empat minggu antara setiap suntikan. Dengan demikian, program ini memberikan perlindungan yang optimal bagi bayi dari risiko diare selama masa pertumbuhan mereka.

“Imunisasi Rotavirus menjadi tambahan penting dalam rangkaian vaksinasi bagi bayi. Dengan memberikan vaksin ini sesuai jadwal yang telah ditentukan, diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh mereka hingga mencapai usia yang lebih besar,” kata Ivan.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa diare pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi yang serius. Sehingga diperlukan sebuah langkah serius untuk mengatasinya.

Dinas Kesehatan Kaltim pun berharap agar seluruh masyarakat dan para orang tua mendukung program imunisasi ini.

“Program ini merupakan bentuk komitmen dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak,” tutup Ivan. (yer)

Dinkes Kaltim Akan Lakukan Vaksinasi HPV Bagi Murid SD

July 25, 2023 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur akan melaksanakan vaksinasi serentak Human Papillomavirus (HPV) untuk seluruh murid kelas 5 di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kaltim.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program pemberian vaksin secara nasional untuk melawan risiko kanker serviks pada wanita.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Ivan Hariyadi menyatakan bahwa program imunisasi ini telah dimulai sejak tahun 2023 dan telah dilaksanakan di beberapa daerah.

“Kegiatan kick-off nasional dilakukan pada tanggal 9 Agustus mendatang di Sulawesi,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinkes Kaltim, Selasa (25/7/2023).

Dinkes berharap untuk tahap awal vaksinasi, dapat terimplementasi kepada sekitar 40 ribu siswi kelas 5 SD. Yang dimana sebagian besar dari mereka berada di daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Balikpapan, dan Samarinda.

Vaksinasi ini nantinya akan dilakukan sebanyak dua kali. Tahap kedua akan dilakukan ketika para siswi tersebut telah menginjak kelas 6 SD.

Kanker serviks umumnya terdeteksi pada usia lanjut, namun, dengan memberikan imunisasi HPV pada usia dini yang belum aktif secara seksual, diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi mereka hingga usia dewasa.

Ivan berharap orang tua mendukung program ini dengan memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan perlindungan maksimal dari risiko kanker serviks.

“Kami harap program ini dapat diselesaikan hingga September mendatang. Dan semoga pengendalian kanker serviks di Indonesia dapat berhasil dengan baik,” tutup Ivan. (yer)

Kecamatan Muara Badak Akan Miliki RSUD Tipe C

July 11, 2023 by  
Filed under Kesehatan

TENGGARONG – Masyarakat Kecamatan Muara Badak dan beberapa kecamatan yang berada di sekitarnya  akan segera mendapat layanann kesehatan rumah sakit. Dalam waktu dekat tepatnya di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak akan segera berdiri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C.

Peetakan batu pertama Pembangunan RSUD Kecamatan Muara Badak dilakukan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Senin (10/7/2023).

Kadis Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti dalam laporannya mengatakan bahwa pembangunan gedung RSUD tersebut dalam pelaksanaan pembuatan feasibility study (teknik analisis -red), Rancang Bangun Rinci (Detail Engineering Design), dan Master plannya berada pada Dinas Kesehatan Kukar, namun dalam pengerjaan fisiknya dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

“Namun nanti dalam pemanfaatannya akan kembali kepada Kami (Dinkes-red), untuk memulai operasional dari rumah sakit Muara Badak ini, seperti kita ketahui bersama bahwa untuk sebuah rumah sakit yang pertama untuk mendirikan diperlukan izin pendirian, dan apabila sudah berdiri diperlukan izin operasional, kalo sudah ada izin operasional barulah rumah sakit ini bisa menerima pasien,” ujar dr Martina Yulianti.

Ditambahkannya, adapun guna mendapatkan izin operasional tersebut setiap rumah sakit harus memiliki kelengkapan penunjang seperti alat kesehatan, mebeler, serta sumber daya manusia penunjangnya.

“Rumah sakit ini rencananya rumah Sakit Tipe C dengan jumlah tempat tidur diproyeksikan sekitar 100 tempat tidur, dan tentunya nanti akan dilengkapi dengan penunjang disamping UGD, Ruang rawat jalan, kemudian ruang rawat inap, tentunya ada ruang radiologi, ruang laboratorium, ruang intensif, kemudian juga ruang operasi,” ucapnya.

dr Martina Yulianti mengatakan dengan akan berdiri dan beroperasinya nanti rumah sakit tersebut, diharapkan masyarakat yang berada di sekitarnya khususnya warga masyarakat Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Marangkayu kedepan tidak perlu lagi dirujuk ke rumah Sakit yang berada di Kota Samarinda maupun Kota Bontang yang dulunya menjadi arah rujukan, namun hal itu juga disesuaikan dengan kasus yang bisa ditangani rumah sakit tipe C.

“Bangunan rumah sakit ini nantinya akan berdiri diareal seluas 2,5 hektar, adapun untuk luas areal keseluruhan sekitar 7,5 hektar. mudah-mudahan nanti di perubahan akan ada penganggaran lagi untuk melanjutkan beberapa gedung, beberapa ruangan yang akan membuat rumah sakit ini bisa dioperasikan tahun depan,” ucap dr Martina Yulianti.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah dalam arahannya mengapresiasi tingkat kehadiran para tamu undangan yang hadir pada kegiatan seremonial peletakan batu pertama tersebut, karena menurutnya pembangunan rumah sakit tersebut memang tidak terlepas dari aspirasi dan usulan para masyarakat khususnya yang berada di Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Marangkayu.

Ditambahkannya, dirinya berharap dalam proses pengerjaan proyek pembangunan yang telah melalui kajian teknis tersebut tidak terdapat kendala yang berarti, baik itu dari sisi internal maupun eksternal, karena menurutnya apa yang dihadapinya saat ini yaitu masih terlalu banyaknya “roh-roh halus” yang berada dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

“Semoga kegiatan proyek ini tidak diganggu oleh “roh-roh halus”, baik eksternal maupun internal terutama”roh-roh halus” internal, kita doakan bersama agar itu tidak terjadi,” ujar Edi Damansyah.

Lebih lanjut, dirinya meminta dukungan seluruh pihak, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak, agar kedepannya kegiatan tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana dan pagu anggaran yang telah ditetapkan.

“Saya minta betul-betul dan sungguh-sungguh Dinas PU, jajaran kontraktor yang sudah mendapatkan kepercayaan ini agar melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Edi Damansyah.

Dirinya juga berharap, hasil akhir dari pekerjaan proyek yang telah dilaksanakan tersebut tidak mengecewakan seluruh pihak, terkhusus menurutnya masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan dasar kesehatan dari pelayanan rumah sakit tersebut nantinya.

“Jangan kecewakan kami, jangan kecewakan rakyat yang membutuhkan pelayanan dasar rumah sakit ini,” ujarnya.

Sekedar informasi, kegiatan proyek yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Kukar tahun anggaran 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp63,28 miliar dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender  melibatkan penyedia dari PT Tunas Jaya Sanur, dan Pengawas Konsultan Modal Kerja (MK) Perjanjian Kerjasama Operasional (KSO) dari PT Citra Yasa Persada, PT Sarana Budi Prakarsaripta, PT Ciriajasa Cipta Mandiri Gedung, serta Konsultan Perencana dari PT Medisain Dadi Sempurna.(kk07).

Literasi Reproduksi Perlu Untuk Hindari Stunting

June 21, 2023 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Siswa Sekolah Menengah Atas maupun kejuruan ataupun Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA) mereka sebagian besar telah mengalami haid atau menstruasi sebagai fase dalam organ reproduksi wanita. Bahkan tidak sedikit yang belum memahami fase-fase dalam siklus menstruasi yang dialami wanita yang telah melalui masa pubertas.

“Proses menstruasi ini melalui berbagai fase dalam organ reproduksi wanita, mulai dari pembentukan sel telur hingga keluarnya sel telur dari rahim. hal ini sangat penting untuk diketahui bagi remaja, agar memiliki cukup pengetahuan untuk merawat kemaluan maupun kesehatan diri secara umum,” kata Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur Noryani Sorayalita pada acara Pengembangan Design Program Pelaksana Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Hotel Harris Samarinda, Selasa (20/6/2023).

Menurut Sorayalita, literasi kepada generasi remaja sangat penting agar di sekolah memiliki peran dalam meningkatkan reproduksi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini untuk menuju generasi emas 2024.

“Literasi masalah reproduksi selama ini dilakukan DKP3A Kaltim dengan memberikan  informasi kesehatan yang disampaikan secara langsung oleh para ahli dibidangnya seperti Dinas Pendidikan yang menyiapkan intelektualnya, Dinas Kesehatan yang menyiapkan fisiknya, BKKBN sebagai narasumber,” jelas  Sorayalita.

Dijelaskan, DKP3A membatasi peserta hanya 40 orang agar efektif dalam berinteraksi dan akan  dilaksanakan secara bertahap. Diharapkan yang hadir mengikuti acara ini bisa menyampaikan kepada kawan-kawan  di sekolah.

Sebanyak sembilan sekolah SMA/SMK/MA diundang pada kegiatan ini antara lain SMAN 1 Samarinda, SMAN 2 Samarinda, SMAN 5 Samarinda, SMAN 6 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Samarinda, SMKN 2 Samarinda, MAN 1 Samarinda, MAN 2 Samarinda dan Forum Anak Kaltim.

Sementara itu, Waka Humas SMAN 5 Samarinda Hj. Nani Heriyani yang mendampingi siswanya sangat berharap besar terhadap acara ini untuk bisa memberikan informasi lebih detail dan dalam masalah stunting.

“Masalah stunting bagi para guru sangat penting agar paham dan tidak hanya melalui informasi, komunikasi tetapi bagaimana melakukan edukasi terhadap siswa, agar pada sehat, tidak sembarang dalam bergaul sebagai antisipasi sejak dini menyiapkan generasi emas,” jelasnya.

“Anak seusia SMA ini sangat rentan, karenanya tidak hanya memanfaatkan literasi tentang reproduksi, tetapi juga harus diberikan edukasi tata cara merawat organ reproduksi,” kata Nani.

Menurutnya, karena kurangnya pemahaman merawat alat reproduksi bisa mengakibatkan terkena kanker kanker payudara dan kanker serviks. (mun)

« Previous PageNext Page »

  • vb