Kaltim Dapat Tambahan 5 Kasus Covid-19

June 20, 2022 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kasus Covid-19 kembali bertambah. Masyarakat diminta kembali meningkatkan kewaspadaan agar kasus positif Covid-19 tidak kembali  melonjak, seperti tahun lalu.

“Hari ini terdapat tambahan lima kasus positif. Sementara di hari yang sama tidak ada kasus sembuh,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Masitah melalui rilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Minggu (19/6/2022).

Dijelaskan, tambahan kasus itu terjadi seluruhnya di Kota Balikpapan.  Dengan tambahan 5 kasus itu maka saat ini total positif Covid-19 di Kaltim tersisa menjadi 30 kasus.

Melihat kasus yang terjadi di Balikpapan ini, maka bisa dipastikan Covid-19 belum benar-benar aman dari bumi Kalimantan Timur.

“Maka sekali lagi kami ingatkan agar protokol kesehatan tetap harus kita patuhi,” pesan Masitah.

Bagaimana pun kata dia, mencegah akan lebih baik daripada menderita karena sakit.

“Bila kita semua disiplin, insyaallah tidak akan terjadi lonjakan,” tutupnya. (sam)

Tingkatkan Sistem Distribusi dan Pengendalian Mutu, Gakeslab Kaltim Gelar Pelatihan CDAKB

May 24, 2022 by  
Filed under Berita, Kesehatan

SAMARINDA – Keamanan, mutu, dan manfaat alat kesehatan dapat menurun akibat penanganan yang tidak sesuai selama kegiatan distribusi. Distribusi alat kesehatan memiliki peranan penting dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat alat kesehatan yang beredar di masyarakat.

Melalui Permenkes nomor 4 tahun 2014 tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB), pemerintah telah menyusun pedoman yang digunakan dalam rangkaian kegiatan distribusi dan pengendalian mutu. Dengan bertujuan untuk menjamin agar produk alat kesehatan yang didistribusikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai tujuan penggunaannya.

Di Kaltim menurut data Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan laboratorium (Gakeslab) Provinsi Kaltim pada tahun 2022, ada 56 perusahaan alat kesehatan di Kaltim, dengan rincian 27 di Balikpapan, 28 di  Samarinda dan 1 perusahan di Bontang. Dengan skala usaha sebagai perusahaan nasional yang berkantor cabang di Kaltim maupun perusahaan lokal yang dimiliki pengusaha lokal asal Kaltim dan berkantor di Kaltim.  Semua perusahaan tersebut sesuai peraturan Permenkes RI nomor 4 tahun 2014 harus bersertifikat CDAKB.

Namun secara management, pengetahuan dan standar operasional  CDAKB,  perusahaan nasional dan perusahaan lokal sangat berbeda. Dari sisi pengetahuan perusahaan lokal masih terbatas terkait Permenkes RI nomor 4 tahun 2014 ini.

H. Mujono, SP, MM Koordinator Region Kalimantan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan laboratorium (Gakeslab) Indonesia

Guna meningkatkan pengetahuan Sistem Distribusi dan Pengendalian Mutu atau Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) maka  Gakeslab Kaltim menginisiasi atau menjadi penggagas pelatihan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) Berstandar Traning of Trainer (ToT) pada tanggal 23 – 25 Mei 2022 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kaltim Jalan Wolter Monginsidi Samarinda.

“Gakeslab memiliki tanggung jawab agar perusahaan lokal memiliki kesamaan pengetahuan dan kemampuan standards operasional  CDAKB dengan perusahaan nasional, sehingga Perusahaan lokal juga memiliki sertifikat CDAKB yang sama dengan perusahaan nasional,” ujar H. Mujono, SP, MM Koordinator Region Kalimantan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan laboratorium (Gakeslab) Indonesia, yang didampingi H. Lukman Hakim wakil ketua Gakeslab Kaltim, Senin (23/05/2022).

Peserta pelatihan CDAKB ini diikuti oleh 45 peserta, diantaranya ada 2 orang  dari Dinkes propinsi, 1 orang Dinkes balikpapan, 1 orang Dinkes samarinda. Pelibatan ASN dari Dinkes sebagai peserta mengingat sebagai regulator – ASN yang akan mengawasi pelaksanaan CDAKB perusahaan alat kesehatan, sehingga ASN yang ikut pelatihan mempunyai persamaan persepsi dan sudut pandang terkait penerapan CDAKB di lapangan.

Disebutkan Mujono, tahun 2021 sedikitnya ada 3 perusahaan yang mendapatkan sanksi berat berupa penutupan usaha dan beberapa perusahaan yang mendapat sanksi ringan berupa penyegelan atas operasional perusahaan atas pelanggaran sistem CDAKB ini.

Pelatihan dilaksanakan dengan sistem hybrid yakni trainer yang berasal dari Gakeslab Pusat secara offline atau tatap muka, dan dari Kemenkes RI yang diwakili Direktur Alat Kesehatan hadir secara online melalui zoom meeting.

Peserta pelatihan ini akan mendapat sertifikat Training of trainer (ToT) CDAKB dan diharapkan peserta mampu mengkomunikasikan materi pelatihan dan selanjutnya melatih karyawan perusahaannya masing-masing karena CDAKB adalah bukan sebuah produk tapi sebuah sistem, diharapkan bisa dimiliki dan diterapkan perusahaan alat kesehatan.

Sertifikasi pelatihan CDAKB akan diterbitkan oleh kemenkes RI dan Gakeslab Pusat, ada dua orang yang bertandatangan, yaitu Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Kemenkes RI dan Ketua Gakeslab Indonesia.

Sistem CDAKB meliputi aspek: a. sistem manajemen mutu; b. pengelolaan sumber daya; c. bangunan dan fasilitas; d. penyimpanan dan penanganan persediaan; e. mampu telusur produk (traceability); f. penanganan keluhan; g. tindakan perbaikan keamanan di lapangan (Field Safety Corrective Action/FSCA); h. pengembalian/retur alat kesehatan; i. pemusnahan alat kesehatan; j. alat kesehatan ilegal dan tidak memenuhi syarat; k. audit internal; l. kajian manajemen; dan m. aktivitas pihak ketiga (outsourcing activity). (mun/hel)

 

 

 

Masyarakat Antusias Ikut Gebyar Vaksin Berhadiah

April 13, 2022 by  
Filed under Kesehatan

BATU – Polres Batu melaksanakan ” Gebyar Vaksin Ramadhan Berhadiah ” di depan Pos Alun-alun kota Batu 9.0. Tepatnya di depan alun-alun kota Batu, Selasa (12/4/2022), malam.

Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan suci Ramadan, yaitu di mulai setelah shalat Maghrib hingga selesai.

Antrian masyarakat yang ingin membutuhkan vaksin terutama masyarakat yang usai melaksanakan sholat Tarawih terlihat berbondong-bondong mendatangi gerai vaksi gratis tersebut.

Kapolres Batu Akbp I Nyoman Yogi Hermawan melalui Kasi Humas Polres Batu Iptu Ivandi Yudiatiro menyebutkan gerai ” Gebyar Vaksin Ramadhan Berhadiah Polres Batu” ini memang sangat di minati oleh masyarakat.

“Selain masyarakat bisa mendapatkan vaksin secara gratis, juga bisa mendapatakan hadiah menarik apabila beruntung,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang mengikuti vaksin tersebut, diberikan kupon yang akan diundi untuk mendapatkan hadiah utama satu unit sepeda motor bagi yang beruntung.

“Pada giat gebyar vaksi ini di sediakan banyak hadiah menarik dan hadiah utama berupa berupa kulkas, mesin cuci, televisi led, dan dua sepeda motor matic. Untuk pemenang akan di umumkan pada tanggal 30 April 2022 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Urusan Kesehatan (Paur Kes) Polres Batu Ipda Herianto menjelaskan tidak ada target dalam pelaksanaan vaksin tersebut. Diupayakan sebanyak-banyaknya masyarakat yang ikut vaksin lebih baik sehingga Kota Batu menjadi sehat.

“Pada malam hari ini mencapai sekitar 350 orang, namun paling banyak vaksin boster. Ini membuktikan bahwa masyarakat merasa pentingmya vaksinasi,” jelasnya. (Buang Supeno)

Polres Batu Gelar Vaksinasi Berhadiah Motor

April 8, 2022 by  
Filed under Kesehatan

Gebyar vaksin Polres Batu berhadiah

BATU – Polres Batu terus gencar melaksanakan program Pemerintah yakni vaksinasidi bulan Ramadhan pada malam hari. Bahkan, agar minat masyarakat ikut vaksin semakin meningkat, Polres Batu memberikan hadiah sepeda motor.

“Ini tehnik kami dalam beri layanan dan menarik minat masyarakat untuk vaksin apalagi di bulan ramadhan yang penuh berkah ” ungkap Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, Jumat (9/4/2022) melalui kasi Humas Iptu Ivandi.

Polres Batu mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan vaksin di bulan Ramadan serta untuk mempercepat vaksinasi Covid – 19 di Kota Batu, Polres Batu menggelar vaksinasi malam hari yang digelar di pusat Kota Batu dan dibuka setiap hari setelah selesai Sholat Tarawih.

Percepatan vaksinasi ini juga mendukung kebijakan pemerintah yang menjadikan syarat booster bagi mereka yang ingin mudik Lebaran nanti.

Yogi Hermawan menyebutkan guna mendukung percepatan Vaksinasi dan mewujudkan Herd Immunity  Polres Batu, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan Vaksinasi walaupun di bulan puasa.

Dikatakan, kegiatan vaksinasi Ramadhan yang pusatkan di Alun- alun Kota Batu mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Masyarakat masih ragu apabila vaksin di siang hari, Gerai Ramadan ini bisa menjadi alternatif pilihan.

“Antusias masyarakat setiap hari semakin meningkat dari malam sebelumnya, tadi malam sekitar 200 orang sudah kita suntik . Banyak juga dari masyarakat yang selesai melaksanakan sholat tarawih ikut daftar untuk Vaksin ketiga atau booster, apalagi ada hadiah yang akan kita undi nanti di tanggal 30 April dengan hadiah utama berupa dua buah motor matic  ” lanjutnya.

Kapolres Batu juga berpesan kepada masyarakat yang sudah di vaksin agar tetap patuhi protokol kesehatan 5M dalam melakukan aktivitas.

“Jangan merasa kita sudah divaksin lalu abai untuk menerapkan protokol kesehatan,karena virus ini masih ada di sekitar kita dan masih dimungkinkan bisa menyerang siapa saja,” tutupnya. (Buang Supeno)

Investasi Dalam Upaya Penanggulangan TBC Harus Ditingkatkan untuk Eliminasi 2030

March 30, 2022 by  
Filed under Kesehatan

Vivaborneo.com, Yogyakarta — Side event rangkaian pertemuan pertama Health Working Group (HWG) dalam rangkaian Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia yang berlangsung di  Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, pada 29-30 Maret 2022, menghadirkan empat sesi pembahasan.

Dengan tema “Pembiayaan Penanggulangan TBC: Mengatasi Disrupsi Covid-19 dan Membangun Kesiapsiagaan Pandemi Masa Depan”, side event ini berlangsung atas kerjasama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Stop Tuberkulosis Partnership Indonesia (STPI).

Pada sesi pertama, Direktur Eksekutif Stop TB Partnership, Lucica Ditiu saat memimpin diskusi mengatakan, TBC adalah penyakit yang sudah muncul jauh sebelum Covid-19. Namun, dengan munculnya Covid-19 kondisi TBC semakin jauh memburuk.

Menariknya, 50% dari kasus TBC berada di negara G20, sehingga jika semua negara G20 mampu melakukan eliminasi TBC di negaranya masing-masing, maka kita hanya perlu fokus kepada 50% lainnya.

“TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan, hanya saja kita kekurangan sumberdaya dan juga perhatian pada isu ini. TBC perlu diperlakukan sama dengan Covid-19, mendapatkan perhatian yang sama, melihat pada gejala dan kondisi dari kedua penyakit ini yang sangat mirip. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab moral untuk mengakhiri TBC di negara kita,” ujar Lucica.

Pada sesi dua, : Pendekatan Alternatif dan Inovatif untuk Memperluas Akses Pendanaan untuk Akhiri TBC.

Pandemi telah memperlihatkan bahwa terdapat krisis kesehatan endemik seperti tuberkulosis. Di Asia Pasifik, TBC telah membunuh lebih dari 60% lebih banyak jika dibandingkan Covid-19 pada dua tahun terakhir. Selain itu, 60% dari jumlah kasus TBC dunia berasal dari enam negara dengan beban TBC tertinggi.

Situasi ini seakan menjadi ajakan untuk membuat penanggulangan TBC sebagai prioritas. Kita telah melihat secara langsung bahwa pemerintah dan sektor swasta telah bersatu untuk berhasil memerangi Covid-19. Perjuangan serupa akan dibutuhkan untuk memerangi TBC.

Dalam sesi yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Prastuti Soewondo, S.E., M.PH., Ph.D. ini,  diharapkan pemimpin dunia mampu memobilisasi sumber daya empat kali lipat dari sebelumnya.

Ini untuk pengobatan dan pencegahan TBC sebesar 9,8 miliar USD dan penelitian dan pengembangan sebesar 2,4 miliar USD setiap tahunnya. Hal ini diperlukan karena kesehatan memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi.

Pembiayaan penanggulangan TBC memerlukan upaya multisektor dan sistematik untuk investasi yang lebih rasional dan sesuai dengan beban serta dampak epidemi ini terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, H.E. Budi Gunadi Sadikin memimpin perwakilan Indonesia dalam side event TBC G20.

Negara-negara G20 didesak untuk menjalin kemitraan yang efektif dengan semua pemangku kepentingan terkait, termasuk penyintas TBC, anggota parlemen, masyarakat sipil, lembaga teknis dan multilateral, sektor swasta, bank pembangunan, dan filantropi.

Di sesi ketiga : Pengembangan Airborne Infection Defence Approach (AIDA).

Pandemi benar-benar telah berhasil menyita perhatian global, kita ketahui bersama bahwa penanganan COVID-19 menyita banyak sekali sumber daya termasuk sumber daya untuk penanganan TBC.

Dengan adanya kesempatan untuk membenahi penanganan TBC di masa pandemi ini, negara-negara dapat meningkatkan pengetahuan dan aset untuk meningkatkan respon penanggulangan TBC dan melindungi masyarakat dari infeksi menular melalui udara lainnya di masa mendatang.

Deputy Executive Director Stop TB Partnership, Suvanand Sahu memberikan rekomendasi kepada G20 untuk menyadari TBC adalah ancaman kesehatan global dan mengintegrasikan penanggulangan TBC ke dalam Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Pandemi.

Negara G20, ujar Suvanand  diharapkan dapat menciptakan peluang untuk mendiskusikan lebih lanjut aspek-aspek teknis pendekatan “Airborne Infection Defense Approach” guna mengatasi penyakit menular pernafasan lainnya.

Untuk mencegah pandemi di masa akan datang, Pulmonologist dan Dewan Stop TB Partnership Indonesia, DR. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), merasa perlu untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan masyarakat yang ketat serta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, meningkatkan infrastruktur kesehatan dan surveilans untuk memprediksi pandemi lainnya, industri farmasi perlu fokus memunculkan inovasi yang kompetitif, penelitian, penemuan obat-obatan yang efektif dan ramah.

“Kita perlu meningkatkan kolaborasi untuk mewujudkan upaya 3T yang massive ini sebagaimana dilakukan pada COVID-19, bayangkan saja vaksin covid hanya ditemukan dalam waktu 1 tahun, sementara TBC vaksin masih sangat lambat, selama 94 tahun belum ada penemuan vaksin baru,” ujar dr. Erlina.

Di sesi terakhir,  sesi 4 : Pendanaan untuk Akhiri TBC di Tahun 2030 – Bentuk Keberhasilan Penanganan TB yang Dipimpin G20.

Sesi terakhir ini membahas komitmen untuk dapat segera mengakhiri TBC, dibutuhkan investasi yang kuat untuk penelitian dan pengembangan, pendekatan inovatif baik dalam penelitian maupun penemuan kasus secara aktif di masyarakat, serta aksi politik untuk mewujudkan komitmen anggaran yang dibutuhkan untuk eliminasi TBC.

Anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D., mengajak semua pihak untuk menemukan pendekatan inovatif dan juga menerjemahkan komitmen politik serta menemukan benchmark kepemimpinan yang dapat membantu kita kembali kepada jalur penanggulangan TBC.

Sedangkan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI,  Prof Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan tujuh hal untuk mengatasi kekurangan dana global penanggulangan TBC dunia, diantaranya perlunya meningkatkan anggaran TBC sampai empat kali lipat termasuk anggaran domestik masing-masing negara dengan advokasi dan komitmen politik, dan menggali kemungkinan peran sektor swasta dan filantropi.

Para pembicara menekankan perlunya negara-negara anggota G20 untuk membawa urgensi untuk mereplikasi pemanfaatan teknologi digital Covid-19 dalam menangani krisis TBC. Berinvestasi dalam TBC hemat biaya dan akan menguntungkan semua orang. Ini juga merupakan dasar dari strategi jaminan kesehatan universal.

Terlepas dari komitmen tingkat tinggi ini, investasi penanggulangan TBC saat ini ($5,3 miliar pada 2020) masih kurang dari setengah dari $13 miliar yang diperkirakan diperlukan setiap tahun untuk mencapai target global yang ditetapkan oleh strategi END TB dan pertemuan tingkat tinggi PBB tentang TBC.

 Tahun 2020, pengeluaran global untuk layanan TBC turun untuk pertama kalinya sejak 2016, menjadi US$ 5,3 miliar (turun 8,7% antara 2019 dan 2020). Jika dunia tidak memenuhi END TB secara global akan terjadi 31,8 juta kematian TBC dan kerugian $ 18,5 triliun selama periode 2020-2050.

Melanjutkan dua hari seminar ini, Presidensi Indonesia mengajak negara G20 serta beberapa negara undangan lainnya untuk mengembangkan “Call to Action on Financing for TB Response”. Dokumen tersebut akan dikembangkan selama Presidensi Indonesia berlangsung pada tahun 2022 dan diharapkan memunculkan pandangan kolektif yang konkrit untuk meningkatkan investasi yang lebih tinggi, lebih efektif, dan lebih efisien guna mencapai eliminasi TBC.(VB/YUL)

« Previous PageNext Page »

  • vb