Nol Kasus Covid-19 di Samarinda, Sekda Samarinda Ingatkan Prokes

December 15, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Sugeng Chairuddin

SAMARINDA – Berdasarkan data infografis covid-19 di Kota Samarinda  tercatat sejak Senin 13 Desember sebagai wilayah zona hijau Covid-19 setelah kasus harian pasien positif Covid-19 berada di angka nol. Namun demikian Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin meminta masyarakat tetap mematuhi Protokol kesehatan (Prokes) dan selalu waspada karena Covid-19 belum berakhi

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, itu berharap masyarakat tetap komitmen dalam melaksanakan 5M, mencuci tangan, menjaga kebersihan, menggunakan sanitizer/anti bakteri, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Besar harap kami masyarakat Kota Samarinda untuk tetap Prokes. Kita sudah harus berdamai dan taat azas. Minimal 3 M (mencuci tangan, Menjaga Jarak dan memakai masker),” katanya kepada media ini Selasa (14/12/2021)

Dirinya pun tak lupa mengucapkan rasa syukur karena Samarinda sudah zona hijau berkat kerjasama yang baik dari semua pihak. Hal itu diharapkan bisa dipertahankan dengan komitmen bersama.

“Alhamdulillah berkat kerjasama semuanya, Pemerintah,  swasta,  masyarakat,  akademisi dan media sehingga kondisi bisa membaik seperti ini,” terangnya lagi

Untuk diketahui dari data Dinas Kesehatan Kota Samarinda, 22.308 orang terkonfirmasi, 21.593 orang dinyatakan sembuh, dalam perawatan 0 dan 715 orang meninggal dunia, data update 13 Desember 2021 pukul 17.00 WITA. (Man)

Buddhist Center Samarinda Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19

December 13, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Walapun Kasus Covid-19 terus melandai di Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda, namun berbagai pihak terus menggalakkan sosialisasi protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19. Salah satunya adalah Buddhist Center Samarinda yang telah mengelar vaksinasi untuk lebih dari 100.000 peserta.

Besarnya  angka vaksinasi di Budhist Center Samarinda,  tidak menyurutkan semangat bahkan menambah semangat pengurus Buddhist Center menggelar vaksinasi Covid-19, dimana Rabu, (08/12/2021) lalu Buddhist Center kembali menggelar vaksinasi massal.

Bekerjasama dengan  TNI AL melalui Lanal Balikpapan dalam rangka serbuan vaksin Maritim dan dalam rangka Hari Armada, Buddhis Center menggandeng Paramita Foundation dan Mapan Bumi,  vaksinator dari TNI Angkatan Laut memberikan vaksin jenis Sinovac untuk dosis 1 dan 2 dengan sasaran 500 warga Samarinda.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana vaksinasi massal, Pandita Hendri Suwito, vaksinasi kali ini diharapkan turut serta membantu program pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi covid-19 dengan target mencapai 70 persen penduduk kota Samarinda, yang hingga kini masih di kisaran lebih dari 60 persen.

Pandita Hendri Suwito – Ketua Buddhist Center Samarinda

“Hulunya mengatasi pandemi Covid-19 adalah vaksinasi dan Protokol Kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,  diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat bisa mengikuti vaksinasi lengkap sehingga terjadi kekebalan komunal,” ujar Pandita Hendri Suwito yang juga Ketua Buddhist Center Samarinda.

Dikatakan, melalui vaksinasi massal, dia berharap ada proses edukasi pada masyarkat, seperti  Prokes ketat, budaya tertib antrian, datang tepat waktu, saling menghormati, patuh pada aturan yang ditentukan termasuk mereka wajib membawa KTP/KK dan mengisi kartu kendali.

Sementara itu Doni peserta vaksinasi, warga lempake Samarinda kepada vivaborneo.com mengungkapkan kebahagiaanya telah mendapatkan vaksinasi secara lengkap yakni dua dosis Sinovac.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan vaksinasi hari ini secara lengkap dan gratis, dosis kedua Sinovac, karena sulit sekali mendapatkan vaksin yang memang masih sangat kurang di Samarinda, Terimakasih Budhist Center Samarinda dan TNI AL,” ucapnya sambil tersenyum bahagia. (hel)

 

 

Satgas COVID-19 Kutim Tetap Bersiap Jelang Natal dan Tahun Baru

December 2, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Bupati Kutai Timur Ardiansyah

SANGATTA – Menindak lanjuti rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara nasional jelang perayaan Natal hingga setelah tahun baru, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lantas melakukan rapat, Selasa (30/11/2021).

Rapat yang digelar di Kantor BPBD Kutim, Jalan Soekarno-Hatta ini membahas persiapan pelaksanaan PPKM Level 3 di Kutim jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Ardiansyah menjelaskan bahwa Pemkab Kutim melalui Satgas Penanganan Covid-19 masih menunggu surat edaran dari Pemerintah Pusat terkait hal itu.

“Sambil menunggu (SK dari Pemerintah Pusat), kita (Satgas COVID-19 Kutim) sudah menyiapkan beberapa informasi. Akan kita berikan kepada masyarakat terkait dengan (aturan PPKM Level 3) Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Diluar itu semua, menurut Ardiansyah, Pemkab Kutim terus mengupayakan pencapaian target Herd-immunity masyarakat. Saat ini persentase warga Kutim yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama mencapai 65,8 persen.

“Lima hari ke depan, kita harapkan sudah bisa sampai 70 persen,” harap Ardiansyah.

Karena hingga kini masih masa pandemi COVID-19, Bupati mengimbau agar masyarakat Kutim untuk sementara waktu tidak bepergian. Tak pulang kampung, apalagi dengan tujuan yang tidak mendesak. Masyarakat diingatkan agar tak lengah dengan bahaya penularan COVID-19. Dengan selalu disiplin menerapkan 5M protokol kesehatan COVID-19. Yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas diluar rumah. (hms8/hms3)

Jadi Rujukan di Indonesia Timur, RS Mata Kaltim Gandeng Semesta Academy

November 26, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Sejak diterbitkannya SK Gubernur Nomor 74 Tahun 2019 tentang Pembentukan Rumah Sakit (RS) Mata Provinsi Kalimantan Timur, status Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) sudah dapat ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Mata Provinsi Kaltim pada 31 Desember 2019. Kini RS Mata Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Upaya tersebut ditunjukkan dengan digelarnya sesi pelatihan selama dua hari oleh manajemen RS Mata Kaltim bekerja sama dengan Semesta Academy.

Pelatihan dengan tema delivering service excellent and handling customer’s complaint ini diikuti oleh seluruh manajemen, karyawan, tenaga medis dan tenaga kesehatan.

“Mulai 2020 sudah menjadi Rumah Sakit Mata. Jadi kegiatan ini untuk menyatukan persepsi bersama. Menghadapi tahun 2022, saya berharap ada semangat baru, kekompakan baru,” ungkap Direktur Rumah Sakit Mata Kalimantan Timur drg. Shanty Sintessa Wulaningrum, M. Kes saat membuka sesi pelatihan di Hotel Selyca Samarinda, Jumat (26/11/2021).

Pada 24 September 2021, Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Mata Kaltim di Jalan M Yamin, Gunung Kelua, Samarinda. Sehingga menurut Shanty, kemampuan sumber daya manusia yang berjumlah sekira 112 orang itu dapat lebih optimum saat memberikan pelayanan di gedung baru yang berlantai enam nantinya.

“untuk penggalangan komitmen, karena organisasi kita baru dua tahun. Saat kita pindah ke M Yamin dari Basuki Rahmat nanti sudah siap semua. Karena konsep balai jadi rumah sakit kan agak berbeda ya,” kata Shanty melanjutkan.

Guna mewujudkan semua itu, maka pelatihan service excellent (layanan prima) bersama Semesta Academy, yakni lembaga edukasi untuk peningkatan soft skil dan omni learning dengan menghadirkan pakar pelatih dari Semesta Academy, I Made Kertayasa dan Endro S. Efendi tersebut patut digelar.

“Semesta Academy ini pihak ketiga. Kita perlu pihak ketiga untuk menilai agar lebih obyektif, agar kita maju, dan bagaimana agar mereka (peserta pelatihan) total dalam mengeksplor kemampuan dan dedikasinya. Juga agar hal-hal negatif tidak terjadi saat bekerja,” kata Shanty menjelaskan.

Sebagai BLUD, layanan prima RS Mata Kaltim patut ditingkatkan. Karena menurut Shanty, saat ini rumah sakitnya menjadi sentral rujukan rumah sakit di wilayah Indonesia Timur. Sebab, di rumah sakit ini dilengkapi fasilitas operasi LASIK (laser-assisted in-situ keratomileusis) untuk menangani beberapa gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisme.

“Kami berharap rumah sakit ini membanggakan Kaltim. Rumah sakit di wilayah timur yang satu-satunya punya lasik, agar biaya lebih murah. Menjadi rumah sakit rujukan satu-satunya untuk wilayah timur Indonesia, jadi andalan Kalimantan Timur,” ungkap Shanty memaparkan.

Meski begitu, ia berharap kemampuan SDM di rumah sakit tipe C itu dapat terus tumbuh dalam hal pelayanan juga fasilitasnya.

“Target kita meningkatnya akreditasi dan memiliki lasik terkini atau terbaru. Itikad baik dari pemerintah sudah ada. Bahkan untuk lasik direncankan 2023,” kata Shanty memungkasi.

Pelatihan tersebut juga diikuti oleh dokter senior spesialis mata di Kaltim, dr. Reinhard Arie Umboh. (*/edr)

Kemenkes RI dan SPEAKS Indonesia Gelar Diskusi Membudayakan GERMAS melalui Pemberitaan Media

November 26, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Triyono Lukmantoro – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan SPEAK Indonesia dan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) menggelar acara yang bertema Membudayakan GERMAS Melalui Pemberitaan Media pada Senin (22/11/2021) secara daring melalui aplikasi Zoom meeting.

Diskusi ini bertujuan untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  atau GERMAS dengan harapan dapat memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.

Menghadirkan narasumber Triyono Lukmantoro – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, Ketua Umum AKKOPSI DR. H. Syarif Fasha, ME yang juga Walikota Jambi, Mochamad Abdul Hakam – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Budiono Subambang – Direktur SUPD III Ditjend Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Wiwit Heris – Direktur SPEAK Indonesia dan Wagimin – Pegiat GERMAS yang juga Kades Pranggong Kabupaten Boyolali dan dipandu moderator Stefy Thenu – Ketua JMSI Jateng.

Triyono Lukmantoro – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro mengatakan program GERMAS adalah program yang sangat penting dan sangat bermanfaat dan  sangat diperlukan. Melalui Germas, maka akan memasyarakatkan budaya hidup sehat, meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat dan dukungan program infrastruktur dengan basis masyarakat.

Media massa merupakan perangkat-perangkat komunikasi, baik cetak maupun elektronik, yang menyampaikan pesan-pesan kepada khalayak.

Media dapat menjadi agen sosialisasi dengan mendorong kohesi sosial dengan menampilkan budaya bersama yang telah terstandarisasi.

Dalam konteks pembangunan kolaboratif, media massa juga menjadi salah satu unsur penting. Dukungan media tidak saja memberitakan keberhasilan pembangunan, namun juga memberikan masukan dan kritik. Kritik media menjadi penyeimbang dari kebijakan pemerintah yang dijalankan.

Penegak norma-norma sosial dengan menegaskan kembali perilaku yang pantas dengan menunjukkan tindakan-tindakan masyarakat yang melanggar harapan-harapan sosial.

Jika ada perilaku yang kurang pantas dengan norma-norma sosial , Jika dihubungkan dengan GERMAS, misalnya ada berita seorang guru yang merokok di lingkungan sekolah, sebenarnya tidak boleh dilakukan seorang guru.

“Media menjadi kotrol norma-norma sosial di tengah masyarakat,” ujar Triyono.

Dalam diskusi ini, Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) DR. H. Syarif Fasha, ME menjelaskan AKKOPSI lahir di Jambi setelah deklarasi Jambi tahun 2009, berbagai  isu strategis di advokasikan kepada seluruh kepala daerah terutama saat pandemi Covid=19.

Beberapa isu seperti pembangunan air minum, sanitasi, perumahan dan pemukiman, kawasan kumuh dan isu strategis perkotaan lainnya termasuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  atau GERMAS terus digalakkan.

Dimasa pandemi Covid-19 ini peran GERMAS  sangat penting dan relevan dalam menekan penyebaran Covid-19, meski demikian penerapan program GERMAS tentunya memerlukan komitem yang lebih kuat dari kepala daerah termasuk pelibatan partisipasi masyarakat dalam membudayakan GERMAS.

“Beberapa daerah ada yang berhasil menerapkan kebijakan program GERMAS dengan strategi dan kebijakan dengan menyesuaikan dengan karakteristik dan budaya lokal dan kebutuhan masyarakatnya, ini dapat menjadi pertukaran pengalaman keberhasilan suatu daerah,” ujar Syarif.

Sementara itu,  Wiwit Heris – Direktur SPEAK Indonesia, yang menyampaikan bahwa semangat GERMAS perlu terus digalakkan, karena hidup sehat adalah harapan seluruh rakyat Indonesia.

Wiwit Heris – Direktur SPEAK Indonesia

Dia mengatakan SPEAK Indonesia telah bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) untuk ikut serta dan terlibat dalam gerakan GERMAS.

“Keterlibatan kepala daerah dalam program GERMAS sangat penting, termasuk di masa pandemi, beberapa kebijakan kepala daerah dan didukung masyarakat telah membuat pandemi menurun, termasuk kebijakan pembangunan lingkungan yang sehat seperti sanitasi yang sehat,” ujar Wiwit.

Proses pembudayaan GERMAS menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan agar mampu mempercepat dan mensinergikan upaya promotif dan preventif  hidup sehat, sehingga masyarakat mampu lebih produktif dan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit yang diderita dapat menurun.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Pusat, masih banyak kabupaten/kota di Indonesia yang belum melaksanakan GERMAS. Sebab berdasarkan catatan, sampai kini masih ada 3 provinsi belum menerbitkan regulasi GERMAS. Pada tahun 2020, sebanyak 33%  kabupaten/kota telah melaksanakan Implementasi GERMAS dengan target 30% untuk tahun 2020. Namun, pencapaian tahun 2021 sampai saat ini masih 8% dengan target 48%.

Dengan adanya diskusi Membudayakan GERMAS Melalui Pemberitaan Media ini, diharapkan mampu membawa pengaruh baik kepada masyarakat,  sehingga terwujudnya masyarakat yang sehat dapat segera tercapai. (hel)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb