Dinas PUPR dan Pera Kaltim Gelar Seminar Kepribadian

July 11, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Menjadi istri dengan hati nyaman dan kesehatan mental maksimal, sangat diperlukan di era sekarang ini. Atas alasan itu pula, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPTD Wilayah 1 Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR & Pera) Kaltim di Balikpapan, menggelar seminar menghadirkan trainer dari Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) Kaltim, Endro S Efendi, CHt, CT, CPS, CME. Seminar internal tersebut dilaksanakan di kantor UPTD Wilayah 1 Dinas PUPR & Pera Kaltim di Balikpapan, Minggu (9/7/23) tadi.

Ketua DWP UPTD Wilayah 1 Dinas PUPR dan Pera Kaltim Riska Rahmadia Deny Wardhana menyampaikan apresiasi anggotanya yang bersedia mengikuti seminar tersebut, meski dilaksanakan pada hari Minggu.

“Semoga semua peserta bisa menikmati seminar dengan santai. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” sebutnya.

Riska juga mengaku bahagia karena kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DWP Dinas PUPR dan Pera Kaltim, Marliana Firnanda. “Kegiatan ini penting agar istri para pegawai dan para pegawai wanita perlu diperkuat kesehatannya secara mental untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Sehingga bisa mendukung suami dan anak untuk berkegiatan dengan maksimal,” urainya.

Diakui, terkadang ada saja wanita yang sering merasa cemas dengan pekerjaan dan persoalan di rumah tangga. “Mudah-mudahan seminar ini bisa memberikan manfaat besar. Bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja, termasuk mendukung suami,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DWP Dinas PUPR & Pera Kaltim, Marliana Firnanda yang hadir dalam kegiatan tersebut, juga memberikan apresiasi kepada segenap pengurus dan anggota DWP di UPTD Wilayah 1 yang mau meluangkan waktunya untuk mengikuti seminar, di sela jadwal yang juga cukup padat.

“Luar biasa, hari Minggu masih mau meluangkan waktu. Ini hari keluarga tapi masih berkenan untuk hadir di kegiatan hari ini,” ucapnya.

Dikatakan, seminar tersebut sebagai bentuk pencerahan bagi jajaran pengurus dan anggota DWP, karena sebagai seorang wanita memiliki peranan luar biasa. “Apalagi ada istri yang juga sebagai pekerja, dituntut harus serba bisa,” katanya.

Dalam kondiri tersebut, menurutnya, terkadang ada saja yang mengalami kejenuhan dan tekanan. Tanpa disadari, hal tersebut menyebabkan stres. “Tapi banyak yang tidak mengaku mengalami stres,” imbuhnya.

Ia berharap, melalui seminar ini, peserta bisa belajar bagaimana mengendalikan emosi dan rasa kecemasan berlebihan. Supaya bisa menyelesaikan tanggung jawab di rumah dan di pekerjaan dengan baik.

“Mudah-mudahan, kegiatan ini bisa membawa manfaat baik secara pribadi maupun semua pengurus DWP. Setelah seminar ini, semoga semua bisa kembali bekerja dengan hati berbeda, karena bisa memahami bagaimana menyikapi persoalan yang ada,” ujarnya.

Dalam seminar yang digelar santai namun serius itu, trainer IPPRISIA, Endro S Efendi, CHt, CT, CPS, CME mengajak para pengurus dan anggota DWP UPTD Wilayah 1 untuk memahami bagaimana cara kerja pikiran, yang pada akhirnya bisa menjadikan hidup lebih nyaman dan berkualitas.

“Paling penting, pahami roda kehidupan. Cek, apakah ada putaran dalam diri setiap individu yang kurang nyaman. Kalau ada yang kurang nyaman, berarti ada aspek yang belum dimaksimalkan,” katanya.

Tak lupa, Endro juga memberikan tips yang mudah dilaksanakan untuk menjaga agar kesehatan mental bisa selalu sehat.

Dikatakan, setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. “Kita tidak bisa meminta orang lain berolahraga, tapi sehatnya buat kita,” ucapnya.

Penyampaian materi yang santai diselingi guyonan segar, menjadikan seminar tersebut tak terasa berlangsung hingga lebih 3 jam. Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar dari para peserta sekaligus menjadi bahan diskusi menarik. (*)

Rancangan GPDK untuk Mengoptimalkan Dinamika Kependudukan di Daerah

July 7, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Peraturan Presiden Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) memberikan mandat kepada setiap tingkatan wilayah untuk menyusun Rancangan Induk/Grand Desain Pembangunan Kependudukan (RIPK/GDPK) guna mengoptimalkan dinamika kependudukan di daerah.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mencapai pertumbuhan penduduk yang seimbang, meningkatkan kualitas penduduk agar menjadi faktor penting dalam kemajuan daerah, membangun keluarga yang tangguh, menyeimbangkan persebaran penduduk sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan, serta mengimplementasikan administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan dapat dipercaya.

Noryani Sorayalita, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Syahrul Umar, mengungkapkan bahwa rancangan GDPK bertujuan untuk mencapai peluang-peluang pembangunan melalui pengelolaan jumlah penduduk dengan mengendalikan angka kelahiran, mengurangi angka kematian, dan mengarahkan mobilitas penduduk. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan yang berbasis pada pendekatan hak asasi manusia, guna meningkatkan kualitas penduduk dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Selain itu, GDPK juga bertujuan untuk membangun keluarga berkualitas yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya yang tinggi, serta mampu merencanakan sumber daya keluarga secara optimal. Selain itu, penting juga untuk memperkuat basis data kependudukan melalui pengembangan sistem informasi data kependudukan yang akurat, dapat dipercaya, dan menjaga integritasnya,” ungkapnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyelesaian Akhir Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Fox Lite Samarinda pada Kamis (6/7/2023).

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, GDPK terdiri dari lima pilar utama. Pilar pertama GDPK adalah Pengendalian Kuantitas Penduduk. Berdasarkan data dari Dinas Dukcapil tahun 2020, 70,28 persen penduduk Kaltim masih berada pada usia produktif. Kalimantan Timur belum mengalami penuaan penduduk, ditandai dengan persentase penduduk lansia yang mencapai 6,22 persen atau kurang dari 10 persen.

Pilar kedua GDPK adalah Peningkatan Kualitas Penduduk. Menurut data BPS, partisipasi sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI di Kalimantan Timur mencapai 98,44, mendekati 100 persen. Namun, partisipasi pendidikan perguruan tinggi baru mencapai 22,83, artinya masih ada 77,17 anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, umur harapan hidup (UHH) telah meningkat sebesar 0,37 dari 73,96 menjadi 74,33 dalam tiga tahun terakhir, mencerminkan peningkatan kesehatan masyarakat. Kota Balikpapan memiliki UHH tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.

Pilar ketiga GDPK adalah Pengarahan Mobilitas Penduduk. Menurut data e-infoduk DKP3A Provinsi Kaltim, penduduk paling banyak terdapat di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan. Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat memiliki penduduk yang paling sedikit. Pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur tidak hanya disebabkan oleh lahirnya penduduk tetapi juga migrasi penduduk.

Pilar keempat GDPK adalah Pembangunan Keluarga. Berdasarkan data BPS Provinsi Kaltim, jumlah keluarga secara umum mengalami peningkatan. Jumlah keluarga pra sejahtera di Kalimantan Timur meningkat sebesar 15.790 keluarga. Namun, keluarga sejahtera I mengalami penurunan sebesar 135.552 keluarga, sementara keluarga sejahtera II mengalami peningkatan sebesar 169.099 keluarga. Persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur terjadi di daerah kabupaten, sementara persentase kemiskinan terendah terdapat di daerah kota. Secara keseluruhan, persentase kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan.

Pilar kelima GDPK adalah Pengembangan Database Kependudukan. Menurut data e-infoduk DKP3A Provinsi Kaltim, jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran mengalami peningkatan. Kota Bontang dan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki persentase kepemilikan akta kelahiran tertinggi.

Catatan: Berita ini telah diedit untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas dan rinci mengenai Rancangan GPDK dan pilar-pilar yang terkait.

Pencegahan dan Penanganan Korban KekerasanJadi Indikator Kinerja Utama

July 5, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan perlu dilakukan penanganan melalui regulasi peraturan, penyediaan layanan korban, koordinasi, monitoring dan evaluasi. Selanjutnya dilakukan pencegahan, penguatan kelembagaan, sinkronisasi kebijakan dan penguatan seluruh stakeholder serta penegakan hukum, sistem pencatatan dan pelaporan.

“Upaya lain adalah memperkuat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-TPPO),” kata Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita pada Rapat Koordinasi Teknis Antara Lembaga Layanan dengan Aparat Penegak Hukum Tahun 2023 di Hotel Blue Sky Balikpapan, Selasa (4/7/2023).

DIkatakan, diperlukan sinergi dan kerjasama seluruh stakeholder serta perempuan harus berani untuk bersuara untuk mencegah kekerasan yang terjadi. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir telah terdata korban kekerasan yaitu pada tahun 2020 sebanyak 626 korban, tahun 2021 sebanyak 450 korban dan tahun 2022 sebanyak 1.012 korban.

Soraya menyampaikan keprihatinan kasus kekerasan masih didominasi perempuan. Sementara untuk TPPO di Kalimantan Timur tahun 2021 sebanyak 2 kasus dengan 2 korban, tahun 2022 sebanyak 6 kasus dengan 10 korban, dan tahun 2023 per tanggal 1 Juni 2023 sebanyak 3 kasus dengan 4 korban.

Soraya meminta, hal ini wajib menjadi perhatian bersama karena Gubernur Kalimantan Timur telah menetapkan pencegahan dan penanganan korban kekerasan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU). Sehingga sangat diharapkan sekali adanya tren penurunan kekerasan di Provinsi Kalimantan Timur.

“Mari kita fokuskan seluruh sumber daya yang ada dalam rangka pencegahan dan penanganan korban kekerasan melalui kerjasama, sinergi dalam bentuk forum koordinasi serta dapat pula menciptakan inovasi-inovasi dalam rangka percepatan penurunan kekerasan terhadap perempuan,” harapnya. (dell)

Sekolah Binaan PT WKP Mengajarkan Siswa Berkurban

July 3, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

PENAJAM -Setiap tanggal 10 Dzulhijah, seluruh umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada momen tersebut, umat Islam berqurban, yaitu menyembelih hewan kurban sebagai bentuk pengabdian dan peringatan akan kesetiaan Nabi Ibrahim kepada Allah. Daging hewan kurban tersebut kemudian dibagikan kepada fakir miskin, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan.

TK Pelita Kasih, sekolah binaan PT Waru Kaltim Plantation (WKP) melakukan latihan qurban hewan dengan melakukan pemotongan kambing. Kegiatan yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial pada siswa-siswinya tersebut dilakukan di halaman sekolah TK Pelita Kasih, Rabu (14/06/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut  Zakaria, Asisten Sustainability, Tedy Sutrisno, Kabag Keuangan, dr. Yusuf, Dokter Polibun, M. Fahri, Ketua Komite Sekolah, Niswati, Kepala Sekolah TK Pelita Kasih, dan Ustazd Haerani, Guru Ngaji Afd. OB-PKS.

Niswati, Kepala Sekolah TK Pelita Kasih, mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid atas dukungannya dalam memberikan pengetahuan dan pengelaman berharga kepada siswa mengenai makna dan arti berqurban.

“Kurban adalah momentum untuk menumbuhkan jiwa sosial dan sifat kemanusiaan, kepedulian kepada masyarakat untuk berdarma, sehingga dengan berbagi setidaknya akan mengurangi sedikit beban masyarakat di masa sulit,” ucapnya.

Setelah pemotongan hewan qurban yang dilakukan oleh Ustazd Haerani, daging qurban dibagikan ke Pantai Asuhan Uswatun Hasanah Penajam. Selain daging, qurban juga menyumbangkan sembako dan uang tunai. Semuanya berasal dari perkumpulan wali murid TK Pelita Kasih. Daging qurban dan sumbangan langsung diterima oleh Ustazd KM Wahyudi, S. Ag. yang didampingi anak-anak Pantai Asuhan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada TK Pelita Kasih yang merupakan sekolah binaan PT WKP, semoga kedepannya TK Pelita Kasih semakin maju,” tutup Wahyudi. (*/adv)

Momentum Istimewa Wagub Kaltim Setiap Idul Adha

July 1, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Hari Raya Idul Adha, atau umat muslim lazim menyebutnya hari raya kurban menjadi momentum istimewa bagi Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Pada hari kesepuluh, ke 11, ke 12 hingga hari ke 13 Dzulhijjah setiap tahun, Hadi Mulyadi  pasti disibukkan dengan aktivitas lamanya, yakni menyembelihkan hewan kurban. Selain hewan kurban milik pribadinya dan keluarga juga amanah kaum muslimin di masjid-masjid maupun tempat lainnya, termasuk hewan kurban di rumah potong hewan (RPH).

“Kembali lagi ke profesi lawas,” canda Wagub Hadi Mulyadi ketika tiba di RPH Tanah Merah Lempake Samarinda, pada pukul 00.24 Wita, Jumat (30/6/2023)

Rupanya, di RPH Tanah Merah, orang nomor dua Benua Etam ini kembali melakukan rutinitasnya menyembelih hewan kurban dan sudah menunggu Kepala RPH Tanah Merah drh Kartika, Plt Kepala Biro Kesra Andi Muhammad Ishak, Sekretaris Dinas PKH Fadly, pejabat Dinas Pertanian Samarinda Maskuri.

Khusus di RPH Tanah Merah, Wagub diamanahi menyembelih hewan kurban sapi bantuan Presiden RI Joko Widodo, Kapolri, Wali Kota Samarinda dan milik warga.

“Totalnya ada 4 ekor sapi kurban yang disembelih Pak Wagub,” sebut Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fadly.

Sebelumnya, di hari yang sama sejak pagi, mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini usai khutbah di Desa Bangun Rejo Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, dipercaya melakukan penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Kaltim, Jalan Slamet Riyadi Samarinda.

“Empat ekor sapi disembelih, terdiri sapi kurban Bapak Gubernur dan istri (almarhumah Hj Norbaiti), sapi kurban pak Wagub sendiri dan sapi kurban milik Bapak Awang Faroek Ishak,” ujarnya.

Selanjutnya, Wagub juga melakukan penyembelihan hewan kurban di Badan Pendapatan Daerah Kaltim sebanyak 5 ekor (4 sapi dan 1 kambing). Berlanjut ke rumah pribadinya di Jalan Juanda 7 Samarinda, Wagub menyembelih 5 hewan kurban (1 sapi dan 4 kambing).

“Alhamdulillah selesai. Insyaallah kalau sapi Bapak Presiden, setiap tahun saya yang selalu menyembelihnya,” tutup suami Hj Erni Makmur ini, mengakhiri aktifitasnya memotong kurban d RPH Tanah Merah, hingga pukul 01.00 Wita. (mas)

« Previous PageNext Page »

  • vb