Ahli waris Kesultanan Kutai Kartanegara Tuntut Hak Waris Lahan Terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim

June 22, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Ahli waris kesultanan Kutai Kartanegara menuntut hak pihaknya Pemerintah Provinsi Kaltim terkait tidak diakuinya lahan waris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di wilayah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini terungkap usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim, dan mengadakan Konfersi pers di Banana cafe and Resto Samarinda, Rabu (21/06/23) siang.

Pihak Kesultanan sangat menyesalkan atas statemen  Gubernur Kaltim Isran Noor  yang menyatakan  tidak ada tanah ulayat yang digunakan dalam Pembangunan IKN.

Hal tersebut disampaikan oleh ahli waris Sultan Adji Muhammad Parikesit, Raden Adji Muhammad Roni, ia meminta kepada pihak Komisi I DPRD Kaltim selaku perwakilan di provinsi untuk bisa memanggil Gubernur Kaltim terkait dengan pernyataan beliau.

“Beliau mengatakan  tanah Ulayat itu tidak ada dalam pembangunan IKN. Dari dasar itu kami bisa menyangkal karena kami sudah menyiapkan bukti-bukti otentik terkait dengan data-data hak milik ahli waris Sultan Adji Muhammad Parikesit,” ungkapnya.

Raden Adji Muhammad Roni sangat menyayangkan alasan tersebut karena pembangunan IKN pemerintah tidak pernah melibatkan ahli waris Sultan Adji Muhammad Parikesit yang berujung menjadikan wilayah yang selama ini mereka punya berpindak kepemilikan dengan status yang tidak jelas

“Coba pemerintah awal muasal itu memanggil ahli waris untuk duduk bersama dan akhirnya kita bisa menyelesaikan bersama,” tuturnya

Pihaknya menengaskan, ahli waris meminta tanah yang kosong  milik mereka itu diakui dan akan  memberikan tanah tersebut untuk  membangun  fasilitas  kemaslahatan Republik Indonesia (RI).

Selain itu, keturunan Kesultanan juga mengatakan, dulu Sultan Adji Muhammad Parikesit bergabung itu hanya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan untuk kerabatnya.  Namun saat ini, lanjut Raden Adji Muhammad Roni  justru kerabatnya malah sengsara dan merasa didzalimi.

“Semoga ini terus berjalan sampai hak-hak kami diakui dan bisa kami rasakan semua oleh seluruh kerabat yang ada,” tandasnya.

Hal ini diperteganya agar menjadi perhatian Komisi I DPRD Kaltim terhadap permasalahan lahnan waris Kesultanan Kutai Kartanegara.(Jeng)

Literasi Reproduksi Perlu Untuk Hindari Stunting

June 21, 2023 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Siswa Sekolah Menengah Atas maupun kejuruan ataupun Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA) mereka sebagian besar telah mengalami haid atau menstruasi sebagai fase dalam organ reproduksi wanita. Bahkan tidak sedikit yang belum memahami fase-fase dalam siklus menstruasi yang dialami wanita yang telah melalui masa pubertas.

“Proses menstruasi ini melalui berbagai fase dalam organ reproduksi wanita, mulai dari pembentukan sel telur hingga keluarnya sel telur dari rahim. hal ini sangat penting untuk diketahui bagi remaja, agar memiliki cukup pengetahuan untuk merawat kemaluan maupun kesehatan diri secara umum,” kata Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur Noryani Sorayalita pada acara Pengembangan Design Program Pelaksana Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Hotel Harris Samarinda, Selasa (20/6/2023).

Menurut Sorayalita, literasi kepada generasi remaja sangat penting agar di sekolah memiliki peran dalam meningkatkan reproduksi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini untuk menuju generasi emas 2024.

“Literasi masalah reproduksi selama ini dilakukan DKP3A Kaltim dengan memberikan  informasi kesehatan yang disampaikan secara langsung oleh para ahli dibidangnya seperti Dinas Pendidikan yang menyiapkan intelektualnya, Dinas Kesehatan yang menyiapkan fisiknya, BKKBN sebagai narasumber,” jelas  Sorayalita.

Dijelaskan, DKP3A membatasi peserta hanya 40 orang agar efektif dalam berinteraksi dan akan  dilaksanakan secara bertahap. Diharapkan yang hadir mengikuti acara ini bisa menyampaikan kepada kawan-kawan  di sekolah.

Sebanyak sembilan sekolah SMA/SMK/MA diundang pada kegiatan ini antara lain SMAN 1 Samarinda, SMAN 2 Samarinda, SMAN 5 Samarinda, SMAN 6 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Samarinda, SMKN 2 Samarinda, MAN 1 Samarinda, MAN 2 Samarinda dan Forum Anak Kaltim.

Sementara itu, Waka Humas SMAN 5 Samarinda Hj. Nani Heriyani yang mendampingi siswanya sangat berharap besar terhadap acara ini untuk bisa memberikan informasi lebih detail dan dalam masalah stunting.

“Masalah stunting bagi para guru sangat penting agar paham dan tidak hanya melalui informasi, komunikasi tetapi bagaimana melakukan edukasi terhadap siswa, agar pada sehat, tidak sembarang dalam bergaul sebagai antisipasi sejak dini menyiapkan generasi emas,” jelasnya.

“Anak seusia SMA ini sangat rentan, karenanya tidak hanya memanfaatkan literasi tentang reproduksi, tetapi juga harus diberikan edukasi tata cara merawat organ reproduksi,” kata Nani.

Menurutnya, karena kurangnya pemahaman merawat alat reproduksi bisa mengakibatkan terkena kanker kanker payudara dan kanker serviks. (mun)

DKP3A Kaltim Gelar Design Program Advikasi Komunikasi

June 20, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Kesehatan reproduksi bukan hanya sehat fisik saja namun sehat secara utuh baik fisik, fisikologis mental, spritual serta sosial maupun terkhusus pada Kesehatan Reprodruksi Remaja (KRR). Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari beberapa faktor kesehatan bagi remaja milenial saat ini.

“Data dari website DKP3A Provinsi Kalimantan Timur pada menu e-Infoduk, jumlah penduduk Kalimantan Timur pada semester II Tahun 2022 sebanyak 3,9 juta jiwa. Jika dirinci, penduduk laki-laki  sebanyak 2 juta jiwa (51,8%) dan perempuan 1,8 juta jiwa (48,2%),” kata Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita pada kegiatan Pengembangan Design Program Pelaksana Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Sesuai Kearifan Lokal Bagi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di Hotel Harris Samarinda, Selasa (20/6/2023).

Dikatakan, jumlah rentang kelompok usia 10-14 tahun dan 15-19 tahun (remaja) sebanyak 0,6 juta jiwa atau 17% dari jumlah penduduk dengan rincian laki-laki 344.624 jiwa dan perempuan 323.464 jiwa,” ujar Soraya

Berdasarkan data dari Save The Children tahun 2020 menyatakan bahwa 32% remaja Indonesia usia usia 5-14 tahun dan usia 15-24 tahun mengalami anemia. 2 dari 3 perempuan usia 20-24 tahun menikah kurang dari usia 18 tahun dan 68% diantaranya hamil sebelum usia 18 tahun. 9,1% remaja usia 10-18 tahun pernah merokok, 27% pengguna Napza adalah pelajar dan 4,4% pernah mengkonsusmsi alkohol. Selain itu 50% anak remaja mengkonsumsi makanan manis, 32% mengkonsumsi makanan asin, 11% mengonsumsi makanan instan dan 78% mengkonsumsi makanan berpenyedap.

Fakta tersebut menunjukkan pentingnya remaja mendapatkan upaya-upaya intervensi terkait kesehatan reproduksi sehingga dapat menurunkan angka stunting. Peran remaja dalam mencegah stunting salah satunya dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri yang dapat dikonsumsi 1 tablet per minggu. Menerapkan pola makan sesuai pedoman gizi seimbang dan melakukan olahraga atau aktifitas fisik secara rutin.

Dijelaskan, remaja putri menjadi sasaran utama karena  akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting, remaja putri harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penyebab stunting. Upaya itu butuh peran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Soraya berharap kegiatan ini menjadi wadah sosialisasi dan penyampaian informasi terkait dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

“Kemudian sebagai tindak lanjut untuk melaksanakan Instruksi Gubernur Provinisi Kalimantan Timur Nomor 5 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” tutup Soraya. (dell)

Kepala BPJS Samarinda: Penting Membangun Komunikasi Dengan Media

June 20, 2023 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Samarinda Yerry Gerson Rumawak mengatakan pentingnya membangun komunikasi dan kesepahaman tentang pelayanan JKN kepada media.

“Media dapat memberikan informasi terhadap perkembangan informasi terbaru kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Yerry didampingi Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan Aslamiyah pada acara Media Gathering  bertema NGOPI (Ngobrol Program Terkini) JKN Bareng Media, Senin, (19/6/23).

Dikatakan Yerry, BPJS Kesehatan terus mendorong fasilitas kesehatan untuk berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Layanan kesehatan yang diterima peserta JKN-KIS baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) harus optimal.

Ditambahkan Aslamiyah, saat ini untuk mengakses program JKN-KIS cukup dengan menggunakan KTP. Peserta hanya menyebutkan NIK yang tertera dalam KTP untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Sementara bagi yang belum berusia 17 tahun dapat menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga.

“Semua data peserta teringtegrasi dengan sistem di BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan sehingga mendapat kepastian layanan administrasi dan pelayanan kesehatan,” kata Aslamiyah.

Aslamiyah menyampaikan, saat ini BPJS Kesehatan telah menyediakan sebanyak 696.569 kanal pembayaran untuk memudahkan peserta JKN-KIS membayar iurab melalui bank  (BUMN, swasta dan daerah), jaringan retail, gerai tradisional hingga 3-commerce.

“Peserta wajib membayar iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulan untuk mendapakan hak pelayanan kesehatan,” katanya.

Dijelaskan Aslamiyah, semua peserta JKN-KIS akan mendapat layanan Rawat Inap sesuai dengas yang kelas yang menjadi hak peserta. Jika dalam kondisi tertentu ruang kelas rumah sakit sesuai hak peserta penuh, maka akan dirawat di kelas yang lebih tinggi sampai kelas ruangan tersedia. (*)

Baznas Kaltim Gelar Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi Simba dan Menara Masjid

June 18, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim melakukan  pelatihan pendampingan Sistem Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Menara Masjid, bagi seluruh pengelola BAZNAS Kabupaten/Kota se , Pengurus/Pengelola BAZNAS Kalimantan Utara, dan BAZNAS Kabupaten Malinau dan Tana Tidung di Hotel Jatra, Balikpapan dari tanggal 14 – 16 Juni 2023..

Ketua BAZNAS Kaltim Achmad Nabhan menyampaikan, kegiatan di dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pengelola zakat yang transparan dan akuntabel. Pelatihan diikuto 68 peserta terdiri 16 orang peserta dari BAZNAS Kaltim, 8 orang utusan dari BAZNAS Kalimantan Utara, serta 44 peserta berasal dari BAZNAS Kabupaten/Kota se Kaltim.

Achmad Nabhan menjelaskan narasumber pelatihan dan pendampingan ini langsung dari BAZNAS RI, yaitu Achmad Setio Adinugroho, yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi serta Dwi Riyanto, staf Direktorat Inovasi dan TI.

Pada kesempatan tersebut, Ketua dan seluruh Wakil Ketua BAZNAS Kaltim juga berkomitmen untuk siap membimbing/mengajari aplikasi SIMBA dan yang lain, dengan cara diundang ke daerah atau dari BAZNAS Kabupaten/Kota datang ke BAZNAS Kaltim.

Jauhar Efendi, selaku Ketua Dewan Pengawas BAZNAS Kaltim, menambahkan, aplikasi SIMBA ini sebenarnya telah dipublish sejak Tahun 2012 dan selalu disempurnakan setiap tahun. BAZNAS Kaltim untuk tahun 2023 ini yang pertama kali menyelenggarakan pelatihan   aplikasi SIMBA dengan menu-menu terbaru, karena tahun lalu BAZNAS Kaltim juga menyelenggarakan pelatihan yang sama.

Sekadar informasi, berbagai program BAZNAS Kaltim telah dilaksanakan, seperti kerjasama pendanaan penanganan stunting dengan BKKBN Kaltim dan PKK Kaltim, pemberdayaan kelompok tani padi organik, pemberdayaan kelompok tambak ikan patin, operasi bibir sumbing, pembangunan Rumah Sakit BAZNAS di Berau, dan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho menjelaskan, bahwa saat ini aplikasi SIMBA dilengkapi dengan fitur pencetakan yang meliputi 88  jenis sub laporan yang berbeda yang tergolong ke dalam 33 jenis laporan 5 kelompok.

Selain Aplikasi SIMBA, juga diperkenalkan aplikasi Menara Masjid. Aplikasi ini merpakan sarana informasi dan komunikasi masjid di seluruh Indonesia. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Play Store untuk membanrtu petugas, pengurus dan marbot masjid serta musholla.

Aplikasi Menara Masjid selain memiliki fitur unggulan, seperti pencarian masjid/musholla terdekat, informasi majelis taklim, video kajian dan lain sebagainya, juga sangat bermanfaat digunakan untuk memudahkan pelaporan, pencatatan dan pengelolaan dana masjid, serta zakat, infak dan sedekah BAZNAS. (AM)

« Previous PageNext Page »

  • vb