Kaltim Miliki Gedung Jantung Terpadu

June 25, 2026 by  
Filed under Kesehatan

BALIKPAPAN – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur Hj Wahyu Hernaningsih Seno bersyukur Provinsi Kalimantan Timur memiliki Gedung Jantung Terpadu.

“Kita semua berharap ke depan pelayanan kesehatan jantung semakin baik,” kata Wahyu Hernaningsih Seno saat menghadiri Peresmian Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Rabu (24/6/2026).

Wahyu Hernaningsih berharap peresmian menjadi momen mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan jantung. Kehadiran Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower nantinya akan memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan jantung tanpa harus ke luar daerah. Mengingat selama ini YJI dalam melakukan pendampingan penanganan pasien penyakit jantung harus ke RS Harapan Kita Jakarta.

Menurutnya kehadiran Gedung Jantung Terpadu ini bukan hanya sekadar dengan peralatan canggih, tetapi juga memberikan harapan untuk meningkatkan kesempatan hidup, memperpanjang usia harapan hidup, serta memberikan ketenangan bagi keluarga-keluarga masyarakat Kaltim. Apalagi saat ini penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu,” katanya.

“YJI Cabang Provinsi Kalimantan Timur akan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan RSKD dalam memberikan penanganan pasien penyakit jantung tidakm sebatas diagnosis, tapi juga dalam penanganannya,” katanya.

Hj Wahyu Seno menginginkan peran YJI lebih maksimal dalam upaya pencegahan melalui edukasi pentingnya menjaga kesehatan jantung. Diantaranya memaksimalkan peran Klub Jantung Sehat (KJS) yang ada diseluruh penjuru Kaltim untuk memasyarakatkan hidup sehat melalui aktif olahraga Senam Jantung Sehat.

“Kita punya banyak KJS-KJS yang aktif melaksanakan Senam Jantung Sehat diberbagai fasilitas umum. Semoga kita semua sehat. Memiliki jantung sehat, sehingga hidup lebih bahagia bersama keluarga,”

Peresemian Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilakukan Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud didampingi Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah, Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, dan Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menandatangani prasasti Awang Faroek Tower dan prosesi pengguntingan pita yang menandai grand opening pusat pelayanan kesehatan jantung RSKD yang dipersiapkan menjadi pusat rujukan layanan jantung regional bagi seluruh wilayah Kalimantan. (AM)

Bontang Antusias Bentuk IPPRISIA, Dorong Implementasi Program SIAP BERDAYA

June 24, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BONTANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur terus memperluas sinergi pemberdayaan perempuan di daerah. Setelah mengunjungi Berau, organisasi tersebut melanjutkan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Jumat (19/6/2026).

Pada pertemuan yang diterima Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe, IPPRISIA Kaltim memaparkan Program Sekolah Inklusif Aman dan Produktif untuk Perempuan Berdaya (SIAP BERDAYA), sebuah model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, mengatakan audiensi tersebut bertujuan membangun kolaborasi strategis antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah guna meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya kelompok rentan, agar lebih mandiri secara sosial dan ekonomi.

Menurut Marliana, Program SIAP BERDAYA dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, pendampingan, penguatan jejaring, hingga pengembangan usaha ekonomi produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Program ini menyasar perempuan rentan, perempuan kepala keluarga, penyintas kekerasan, serta kelompok perempuan yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui Program SIAP BERDAYA, perempuan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri, jejaring, dan peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Marliana.

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak cukup dilakukan melalui pelatihan jangka pendek, melainkan membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar menghasilkan perubahan yang nyata.

Dalam audiensi tersebut, IPPRISIA juga memaparkan konsep, tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta peluang sinergi program dengan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Bontang.

Program SIAP BERDAYA sendiri telah mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur melalui surat resmi yang mendorong pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan IPPRISIA dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan. Dukungan itu mencakup identifikasi kelompok sasaran, fasilitasi kolaborasi lintas sektor, hingga pendampingan dan pemantauan program.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, IPPRISIA berharap program tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan menjangkau lebih banyak perempuan penerima manfaat di Kota Bontang.

Menanggapi paparan tersebut, Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menyambut positif Program SIAP BERDAYA dan meminta jajarannya segera melakukan komunikasi intensif untuk merancang kolaborasi yang konkret.

“Mudah-mudahan nanti bisa ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama untuk pelaksanaan program ini,” katanya.

Bahtiar juga mendorong segera terbentuknya IPPRISIA Kota Bontang agar berbagai program yang telah berjalan di daerah lain dapat diadopsi dan dikembangkan di Kota Bontang. (esf)

Wisuda Penghafal Al-Qur’an, SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah Siapkan Program Wisuda di Tanah Suci

June 20, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Upaya membentuk generasi Qurani yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan. Salah satunya ditunjukkan SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah Kota Samarinda yang menggelar Haflatul Imtihan Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Gema Wahyu di Nusantara” tersebut dirangkai dengan wisuda tahfidz Al-Qur’an, peluncuran buku perdana karya guru dan siswa, pentas seni budaya Nusantara, pembagian rapor, serta seminar parenting yang diikuti orang tua murid.

Haflatul Imtihan turut dihadiri Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Samarinda E.L. Nova Saefuddin Zuhri, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Dinas Perpustakaan, pengawas agama Kota Samarinda, serta seluruh wali murid.

Kepala SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah, Abdi Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas capaian peserta didik selama menempuh pendidikan, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.

“Dalam Haflatul Imtihan tahun ini, sebanyak 19 siswa mengikuti wisuda tahfidz. Capaian hafalan mereka telah memenuhi target yang ditetapkan, bahkan beberapa siswa berhasil menghafal hingga lima juz Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain prosesi wisuda, para siswa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai bentuk pengenalan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Abdi Rahman berharap capaian hafalan Al-Qur’an para siswa dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia juga mengungkapkan rencana sekolah untuk menyelenggarakan wisuda tahfidz di Tanah Suci pada tahun ajaran mendatang.

“Insyaallah tahun depan kami merencanakan pelaksanaan wisuda tahfidz di Makkah dan Madinah. Para siswa telah menabung sejak kelas satu untuk mengikuti program tersebut. Kegiatannya tidak hanya umrah, tetapi juga talaqi bersama para syeikh di Makkah dan Madinah serta mempelajari budaya dan sejarah Islam secara langsung. Mudah-mudahan seluruh prosesnya dimudahkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Kota Samarinda, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi atas kontribusi sekolah dalam mencetak generasi Qurani yang memiliki kecerdasan intelektual, akhlak, dan spiritual.

“Kami sangat mengapresiasi keberadaan SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah yang turut melahirkan generasi Qurani. Anak-anak tidak hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan akhlak dan spiritual. Semoga sekolah ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi emas yang membanggakan agama, orang tua, dan bangsa,” tuturnya.

Nova juga menyambut baik rencana penyelenggaraan wisuda tahfidz di Makkah dan Madinah yang dinilai dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam memperkuat pemahaman keagamaan mereka.

“Semoga rencana tersebut diberikan kelancaran dan kemudahan. Anak-anak yang diwisuda nantinya diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak baik, bermanfaat bagi sesama, serta mampu mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*)

Apresiasi hingga Pola Asuh Jadi Materi Seminar Kesehatan Mental

June 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG SEBERANG – Seminar dan Sosialisasi Kesehatan Mental di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog antara peserta dan narasumber.

Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat saat para siswa aktif mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Robiatul Adawiyah, siswi kelas XI, yang mengaku sering menjadi tempat curhat teman-temannya. Namun, niat baik yang ia berikan melalui nasihat kerap mendapat respons yang tidak sesuai harapan.

“Saya sering menjadi tempat curhat, dan ketika saya memberikan nasihat justru saya mendapatkan respons sebaliknya. Padahal saya ingin membantu, dan teman saya playing victim,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hipnoterapi, Endro S. Efendi menjelaskan, perilaku tersebut dapat dipengaruhi pengalaman masa lalu, termasuk minimnya apresiasi yang diterima seseorang saat tumbuh dan berkembang.

“Bisa jadi sejak kecil ia jarang mendapatkan apresiasi. Perilaku itu terkadang menjadi cara untuk mencari perhatian dan pengakuan dari lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Husnul Khatimah mempertanyakan alasan kegiatan kesehatan mental lebih banyak menyasar kalangan pelajar dibandingkan orang tua.

“Kenapa kegiatan ini menyasar kepada siswa, bukan orang tua? Karena saya sebagai anak sudah berulang kali mengajak orang tua beribadah, tetapi tidak berhasil,” katanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ria Atia Dewi menjelaskan, pendekatan kepada generasi muda merupakan salah satu upaya membangun perubahan jangka panjang.

“Pola asuh generasi terdahulu berbeda. Karena itu, edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat memutus rantai pola asuh yang kurang tepat dan melahirkan agen perubahan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Endro menambahkan tidak sedikit orang tua tumbuh dalam lingkungan yang minim edukasi mengenai kesehatan mental. Berbagai tuntutan hidup yang mereka hadapi membuat perhatian lebih banyak tercurah pada pemenuhan kebutuhan ekonomi dibandingkan pemahaman terhadap kondisi psikologis keluarga.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan untuk disalahkan, melainkan dipahami sebagai bagian dari tantangan yang perlu diperbaiki bersama melalui edukasi yang berkelanjutan. (rad)

HPU Dukung Penguatan SDM Kaltim Melalui Edukasi Kesehatan Mental

June 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya. Dari rumah-rumah sederhana, dari pelukan seorang ibu, dan dari keluarga yang sehat secara mental, lahirlah generasi yang kelak menjadi penentu arah bangsa.

Berangkat dari semangat tersebut, Harmoni Panca Utama (HPU) berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur melalui program sosialisasi kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Adar Darajat

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Perwakilan HPU, Adar Darajat selaku External Relations menyampaikan, investasi terbaik bagi masa depan tidak selalu berbentuk bangunan atau infrastruktur, tetapi juga perhatian terhadap kualitas manusia sejak dari lingkungan keluarga.

“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan kuat,” ujarnya. Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dari sosok ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, nilai kehidupan, cara menghadapi masalah, hingga membangun rasa percaya diri yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Sementara itu, Ria Atia Dewi, Founder dari Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur menilai, kesehatan mental merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang generasi muda.

“Menjaga kesehatan mental anak berarti menjaga masa depan bangsa,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah tenaga profesional dan tokoh yang berkompeten di bidangnya, mulai dari praktisi hipnoterapi, psikolog, tokoh keagamaan, hingga figur masyarakat yang memberikan perspektif dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun kualitas SDM Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi ini, HPU dan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur berharap semakin banyak keluarga yang menyadari, kesehatan mental bukan sekadar isu individu, melainkan bagian penting dalam membangun generasi penerus yang berkualitas. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb