Kaltim Peringkat Kedua Depresi Nasional

November 24, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA  – Kalimantan Timur (Kaltim) menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan tingkat depresi tertinggi di Indonesia, setelah DKI Jakarta. Data ini berdasarkan survei yang dilakukan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Jaya Mualimin, menyampaikan keprihatinannya atas temuan tersebut.

“Tingkat depresi di Kaltim sangat tinggi, berada di urutan kedua nasional. Padahal, kalau kita bandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, Kaltim termasuk tinggi. Harusnya tingkat kesejahteraan itu berbanding terbalik dengan tingkat depresi,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Jaya Mualimin menjelaskan, pihaknya sedang menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat depresi di Kaltim. Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar karena hasil analisis tersebut baru akan rampung dalam waktu dekat.

Jaya Mualimin

“Kami masih mencari dan menganalisis faktor-faktor penyebab ini. Kami berharap hasilnya bisa segera selesai minggu depan,” tambahnya.

Menurutnya salah satu kemungkinan yang menyebabkan tingginya tingkat depresi adalah tekanan hidup yang tidak selalu sejalan dengan indikator ekonomi. Kesejahteraan itu tidak hanya soal materi, namun bisa faktor lain seperti tekanan sosial, lingkungan, atau pola hidup masyarakat.

Dr. Jaya menegaskan, penanganan kesehatan mental perlu menjadi perhatian serius. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi psikologis dan tidak segan untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan. (jal)

Dinas Sosial Kaltim Prioritaskan Pendidikan Kejuruan untuk Anak Panti Sosial

November 21, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur mengambil langkah strategis untuk meningkatkan masa depan anak-anak panti sosial dengan mengutamakan pendidikan kejuruan. Anak-anak yang telah memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA) diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan (SMK) guna mendapatkan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah meninggalkan panti.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan, pendidikan berbasis keterampilan menjadi kunci untuk membekali anak-anak panti agar lebih siap menghadapi dunia kerja atau memulai usaha mandiri.

Andi Muhammad Ishak

“Fokus kami adalah memastikan mereka memiliki bekal keterampilan. Karenanya, kami merekomendasikan mereka melanjutkan ke SMK,” ujar Andi, Kamis (21/11/2024)

Selain pendidikan formal, anak-anak panti sosial juga mendapatkan pelatihan keterampilan tambahan selama berada di panti. Program ini dirancang untuk memperkuat keahlian mereka di berbagai bidang praktis.

“Kami melengkapi mereka dengan berbagai pelatihan keterampilan selama proses rehabilitasi di panti,” jelas Andi lebih lanjut.

Langkah ini, menurut Andi, bertujuan memastikan anak-anak panti tidak hanya memiliki pendidikan tetapi juga keterampilan yang memadai untuk hidup mandiri.

“Target akhirnya adalah kemandirian. Mereka diharapkan mampu bekerja atau berwirausaha dengan keterampilan yang telah dimiliki,” pungkasnya.

Upaya ini mencerminkan komitmen Dinsos Kaltim dalam mempersiapkan generasi muda di panti sosial untuk keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan yang berkelanjutan. (yud/adv)

Sistem Kewaspadaan Dini Kaltim Siap Tangani Penyakit Berisiko Wabah

November 21, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur terus meningkatkan upaya dalam memantau dan merespons penyakit beresiko wabah dengan memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif (SKDR). Sistem ini bertujuan untuk memantau pergerakan penyakit, baik yang disebabkan makanan, kuman, maupun lingkungan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, menjelaskan, SKDR melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, termasuk 188 Puskesmas dan beberapa rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, yang kini telah terhubung melalui aplikasi terintegrasi.

“Aplikasi ini memungkinkan kami untuk memantau laporan kesehatan dari setiap rumah sakit dan Puskesmas. Setiap kejadian seperti batuk pilek, sesak napas, atau gejala lain yang tidak biasa segera dilaporkan melalui aplikasi ini. Misalnya, jika dalam satu minggu ada lebih dari 10 atau 15 kasus batuk pilek, laporan tersebut akan langsung masuk ke sistem dan dapat dilihat pada dashboard kami,” ujar Dr. Jaya, Jumat (21/11/2024).

Dr. dr. H. Jaya Mualimin

Melalui sistem ini, Dinkes Kaltim dapat melihat data yang dilaporkan setiap hari. Setiap Senin, laporan dari fasilitas kesehatan dikumpulkan dan dianalisis. Jika ditemukan lonjakan kasus yang signifikan, Dinkes Kaltim merespons dengan meminta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah ada potensi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jika hasilnya positif dan menunjukkan kejadian yang signifikan, kami segera mengevaluasi apakah itu sudah tergolong KLB. Jika iya, langkah-langkah respons cepat akan diambil untuk mengendalikan situasi,” tambahnya.

Dengan adanya sistem ini, Dinkes Kaltim dapat merespons lebih cepat terhadap potensi wabah penyakit menular, sehingga dapat mencegah penyebaran dan melindungi kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur. (jal)

Dinkes Kaltim Tingkatkan Pengawasan Penyakit Lewat Sistem Kewaspadaan Dini

November 21, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, menjelaskan, Dinkes Kaltim telah menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk memantau perkembangan penyakit berpotensi wabah di wilayahnya. Sistem ini bertujuan untuk memberikan respons cepat terhadap 24 jenis penyakit yang dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.

Dr. dr. H. Jaya Mualimin

“SKDR ini sangat penting dalam mendeteksi dini potensi penyakit yang dapat berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami memantau berbagai penyakit, mulai dari diare akut, demam dengue, pneumonia, hingga penyakit yang lebih berbahaya seperti antraks dan flu burung. Semua laporan mengenai kejadian kesehatan akan diterima setiap hari dan diperbarui satu kali dalam siklus 24 jam,” ujar Dr. Jaya, Jumat (21/11/2024).

Penyakit yang dipantau dalam SKDR mencakup penyakit menular yang dapat menjadi wabah, seperti campak, difteri, malaria, serta berbagai infeksi lain yang berpotensi menyebabkan kerusakan kesehatan. Sistem ini juga memantau penyakit yang disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies, serta penyakit terkait lingkungan seperti leptospirosis dan kolera. Dalam situasi tertentu, SKDR juga mencakup penyakit yang lebih spesifik seperti flu burung dan sindrom jaundice akut.

Dr. Jaya menambahkan, penerapan sistem ini memungkinkan pihaknya untuk merespons dengan cepat jika ada kasus yang berpotensi menjadi wabah. Setiap kejadian yang terdeteksi akan segera dilaporkan dan ditanggapi oleh tim medis yang siap memberikan perawatan dan pencegahan lebih lanjut.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu ada kejadian gondongan di beberapa wilayah. Dengan adanya SKDR, bisa mengetahui peningkatan kasus tersebut dan segera melakukan langkah-langkah pencegahan.

Melalui penerapan SKDR ini, Dinkes Kaltim berharap dapat mengurangi risiko wabah penyakit dengan lebih responsif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, termasuk menjaga kebersihan dan melapor jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan. (jal)

Dinas Kesehatan Kaltim Gencarkan Edukasi dan Screening Kesehatan untuk Cegah PTM

November 19, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dalam Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim terus gencar melakukan edukasi gaya hidup sehat kepada masyarakat.  Hal ini dilakukan sebagai upaya menanggulangi tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) di Kalimantan Timur (Kaltim),.

Setyo Budi Basuki, Plt. Sekretaris Dinkes Kaltim, menjelaskan, salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan screening kesehatan secara berkala di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

“Screening kesehatan yang dilakukan melibatkan tes sederhana seperti pemeriksaan gula darah, tensi, dan kolesterol untuk memastikan apakah angka-angka tersebut masih dalam batas normal,” ujar Basuki.

Selain itu, Dinkes Kaltim juga menyoroti pentingnya deteksi dini kanker serviks, yang menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Kaltim.

Dinkes terus berupaya untuk menanggulangi penyakit ini dengan melakukan screening IVA test kepada ibu-ibu dan memberikan vaksinasi HPV kepada anak-anak di sekolah dasar sebagai langkah preventif.

Diharapkan, dengan edukasi yang lebih masif dan deteksi dini yang lebih baik, masyarakat Kaltim dapat mengurangi risiko penyakit yang lebih parah dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bugar di masa depan. (jal)

« Previous PageNext Page »

  • vb