LPTQ Kaltim Terus Bina Peserta MTQ yang akan Berlaga di Tingkat Nasional

March 11, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim secara intensif terus melakukan pembinaan terhadap calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang akan berlaga pada MTQ Tingkat Nasional XXX yang akan berlangsung di Kalimantan Timur pada awal Bulan September 2024 yang akan datang.

Pembinaan calon peserta MTQ untuk tahap pertama dilakukan di dua tempat, yaitu Balikpapan dan Jakarta. Sebanyak tujuh cabang Musabaqah sudah selesai dilaksanakan di Asrama Haji, Balikpapan, tanggal 17 Februari sampai dengan 7 Maret 2024. Diikuti oleh 149 peserta, dengan menghadirkan sebanyak 44 orang pelatih nasional dalam 4 gelombang. Per gelombang LPTQ Kaltim menghadirkan sebanyak 11 orang pelatih.

Sedangkan untuk cabang Kaligrafi diikuti 21 orang calon peserta Musabaqah, dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama RI, di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Semua peserta diasramakan di Pusdiklat selama 20 hari. Mulai tanggal 20 Februari sampai dengan 10 Maret 2024.

Untuk memastikan rangkaian kegiatan pembinaan cabang kaligrafi, Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga sebagai Sekda Kaltim didampingi Ketua Harian, Syirajuddin, Ketua II, Dasmiah dan Ketua III, Jauhar Efendi melakukan monitoring dan evaluasi pembinaan dan melihat secara langsung karya para peserta pelatihan, setelah dilakukan sentuhan pembinaan oleh para pelatih tingkat nasional, Jumat  (8/3/2024).

Saar monitoring, Sri Wahyuni  merasa kagum dan surprise atas karya peserta yang ditampilkan, dibanding hasil seleksi pada Bulan Desember 2023 yang lalu. Menurutnya, karya peserta jauh lebih halus dan lebih rapi.

Sementara itu, Dasmiah, selaku Ketua II dan juga sebagai Kepala Biro Kesra banyak memberikan motivasi kepada peserta agar semangat untuk berkarya menggapai cita-cita. “Saya pernah juga sebagai guru memperoleh prestasi tingkat  nasional, sehingga diberikan kesempatan untuk belajar beberapa bulan di Perguruan Tinggi ternama di Amerika Serikat dan di Finlandia”, aku Dasmiah.

Jauhar Efendi, selaku Ketua III LPTQ Kaltim, menambahkan, mengutip hasil wawancara dengan peserta pelatihan, dituturkan kegiatan pelatihan setiap hari dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 22.00 malam.

“Selama pelatihan sedikitnya ada 2 karya yang dibuat dalam tempo 8 jam dan 2 karya tersebut ikut dipamerkan pada saat monitoring dan  evaluasi oleh LPTQ Kaltim”, tambah Jauhar.

Sementara itu, Hajarul Akbar,  selaku penanggungjawab pelatihan, menyampaikan bahwa untuk pelatihan tahap kedua, akan dirumuskan polanya, waktunya, termasuk lokasi pelatihan dan siapa saja peserta yang bisa masuk pelatihan pada tahap kedua.

Pelatih kaligrafi senior, sekaligus pendiri Lemka (Lembaga Kaligrafi), Didin Sirodjuddin, ketika menjelaskan karya peserta pelatihan, mengatakan, “karya anak-anak sudah cukup bagus. Terpenting terus melakukan latihan secara mandiri, sampai tiba tanggal pelaksanaan musabaqoh”.

Cabang Kaligrafi Al-Qur’an (Khattil Qur’an), memiliki 4 golongan. Golongan naskah, golongan hiasan mushaf, golongan dekorasi, dan golongan kaligrafi kontemporer. Masing-masing diikuti peserta kolompok laki-laki dan peserta kelompok perempuan. (MJE)

Vajra Acharya Lian Ji Pimpin Ritual Api Oma di Vihara Vajra Vijaya Citta

March 10, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Vihara Vajra Vijaya Citta mendapat kehormatan dengan kehadiran Vajra Acharya Lian Ji yang dan merupakan seorang pembimbing rohaniawan berusia 95 tahun asal Taiwan memimpin upacara ritual Api Oma yang dilaksanakan Sabtu, (9/4/2024)

Vajra Acharya Lian Ji a hingga kini masih aktif dalam mewakili Mahaguru Dharmaraja Lian sheng dalam mengabarkan ajaran dharma Satya Buddha.

Vajra Acharya Lian Ji, juga merupakan sosok yang disegani dan dihormati, telah memberikan bimbingan rohani dharma satya Buddha selama bertahun-tahun di Ben Shi Tang Kao Shiung, Taiwan. Pengalaman yang mendalam dan pengetahuan luas tentang ajaran Satya Buddha. Ia menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang yang mencari pencerahan dan kedamaian dalam hidup mereka.

Vihara Vajra Vijaya Citta yang berrada di Jalan Mulawarman Samarinda merupakan sebuah tempat yang menyimpan keindahan dan kedamaian bagi para umat Buddha, tempat suci yang menjadi tujuan pelaksanaan upacara api Homa dengan memohon rezeki dan ketentraman negara.

Ritual Api Oma dilaksanakan bertujuan untuk ketentraman dunia dan kedamaian Indonesia khususnya Kota Samarinda. Ritual yang dilakukan dapat mempererat tali silaturahmi untuk umat Budha dan seluruh agama lain. Vajra Acharya Lian Ji menyampaikan, perbedaan ritual api homa yang diselenggarakan sebelumnya dengan tujuan cinta kasih. Sementara untuk tahun ini diharapkan dapat mengabulkan semua harapan  tanpa membedakan umatnya, dengan selalu mengajarkan cinta kasih.

Upacara api Homa yang digelar di Vihara Vajra Vijaya Citta memiliki tujuan yang mulia dengan suasana khidmat, para umat berkumpul untuk memohon berkah dan kedamaian.

Salah satu aspek yang menarik dari upacara ini adalah Upacara Api Homa Pemberkahan rejeki dan Penyebrangan Arwah Ksitigarbha Bodhisatva. Dalam keyakinan Buddha, Ksitigarbha Bodhisatva adalah sosok penuh welas asih dengan ikrar suciNya yang siap membantu dan melindungi dan memberkati semua makhluk hidup.

Vihara Vajra Vijaya Citta sebagai tempat suci, bukan hanya menjadi wadah bagi upacara dan peribadatan, tetapi juga menjadi tempat untuk menenangkan pikiran dan menyatu dengan alam. Arsitektur tradisional dan dekorasi yang kental dengan nuansa Buddha menambah keindahan dan kekhusyukan tempat ini.

Para pengunjung dari berbagai penjuru datang untuk menyaksikan dan ikut berpartisipasi dalam upacara ini total sekitar 500an Peserta hadir menyemarakkan Upacara ini. Diawali dengan sambutan pertunjukkan Barongsai dan Naga dan Di bawah cahaya obor dan gemerlap lilin, suasana hening terasa penuh makna. Semangat kebersamaan dan doa bersama menguatkan hubungan sosial dalam masyarakat.

Vihara Vajra Vijaya Citta dan upacara api Homa yang diadakan di sini memberikan pesan universal tentang pentingnya persatuan, cinta kasih, dan perdamaian. Semangat dari Vajra Acharya Lian Ji yang tidak pernah surut dalam menyebarkan ajaran Satya Buddha menjadi teladan bagi para umat untuk terus berbuat baik dan menemukan kedamaian batin.

Dalam momen ini, semoga karma buruk dari para umat dapat diikis, dan kota Samarinda selalu diberikan perlindungan dan berlimpah rezeki. Vihara Vajra Vijaya Citta tetap menjadi tempat berlindung bagi mereka yang mencari kedamaian dan pencerahan roh. Semoga ajaran Buddha terus menerangi hati dan pikiran, membawa perdamaian bagi seluruh umat di dunia ini. (*)

Sambut Ramadan, Gelar Pelita Day 2024

March 10, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Memanfaatkan momen berakhirnya semua pekerjaan periode 2023 sekaligus menghadapi bulan suci Ramadan, PT Pelita Sakti Samarinda, menggelar kegiatan Pelita Day 2024 yang dipusatkan di Pantai Manggar Balikpapan, Sabtu (9/3/2024).

Ketua Panitia Pelita Day 2024 Ajeng Anggoro menyebutkan, kegiatan diikuti 80-an karyawan perusahaan. Dari Samarinda, para karyawan bertolak ke Balikpapan menggunakan dua bus yang sudah dipersiapkan. “Kegiatan dilakukan dari pagi sampai sore hari,” sebut Ajeng.

Pimpinan Perusahaan Pelita Sakti, Adhitya Rahman Syuhada menyampaikan, sengaja menggelar kegiatan untuk menjalin kekompakan sekaligus silaturahmi dengan semua karyawan. Karena selama ini, tidak semua karyawan berada di satu tempat. Melainkan ada yang bekerja di lokasi proyek, sehingga jarang bertemu.

“Ini menjadi momen untuk menjalin kebersamaan dan saling kenal satu sama lain,” sebutnya.

Selain itu, sesuai nama perusahaan Pelita Sakti, ia ingin ada proses internalisasi nilai-nilai filosofi perusahaan berdasarkan nama tersebut.

“Harapannya, setiap karyawan bisa menjadi ‘pelita’ di dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.

Adhitya kemudian menyampaikan nilai-nilai perusahaan yang diharapkan bisa menyatu dalam kehidupan setiap individu karyawan perusahaannya. Nilai-nilai yang menjadi pondasi perusahaan tersebut adalah Integritas, Maju, Adaptif, dan Niat baik yang kemudian disingkat menjadi kata IMAN.

Agar nilai-nilai perusahaan itu semakin tertanam, dihadirkan juga pembicara yakni Ketua Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) Kaltim, Endro S. Efendi, CHt,. CT., CPS. Dalam paparannya, Endro memberikan cara-cara efektif, bagaimana agar nilai-nilai perusahaan itu bisa ditanamkan. Tak hanya itu, di momen menjelang Ramadan, Endro juga mengajak seluruh karyawan perusahaan itu untuk membuang semua hal-hal yang tidak baik di dalam diri masing-masing.

“Silakan ditulis di selembar kertas, nanti kertasnya kita bakar sama-sama,” ajak Endro.

Tak hanya membuang hal yang tidak baik, seluruh karyawan juga dipandu untuk menuliskan impiannya masing-masing. Kertas bertuliskan seluruh impian karyawan itu, kemudian disatukan ke dalam toples untuk kemudian dihanyutkan dan tenggelam di dasar laut Teluk Balikpapan.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan berbagai kegiatan permainan di tepi Pantai Manggar Balikpapan. Dibagi dalam 6 kelompok, berbagai permainan yang disusun Melody Event Organizer itu harapannya bisa meningkatkan kekompakan dan kebersamaan. Tentu saja, dipersiapkan apresiasi berupa hadiah untuk setiap tim yang berlaga di setiap permainan.

Di ujung kegiatan, 5 karyawan perusahaan ini sempat terkena ‘prank’. Kelima karyawan bingung ketika dianggap telah menuliskan uneg-uneg yang kurang baik terhadap pimpinan perusahaan.

“Mari kita doakan, para karyawan yang ada di depan ini umrohnya mabrur, karena mereka mendapatkan hadiah paket umroh dari perusahaan,” sebut Endro.

Tentu saja, lima karyawan yang sebelumnya kena ‘prank’ tersebut kegirangan dan saling berpelukan dengan rasa haru.

“Alhamdulillah pak, tadi waktu tulis impian, saya menulis ingin umroh. Ternyata beneran bisa umroh,” sebut Soni, salah satu karyawati yang mendapatkan hadiah paket umroh. Tiga karyawan lain yang mendapatkan umroh adalah Ani, Rumini, dan Ulung. Sementara satu karyawan lainnya, Novi, yang nonmuslim, hadiahnya akan digantikan dengan perjalanan wisata ke luar negeri. (*)

Bupati Malang Pimpin Rombongan Baznas ke Kaltim

March 7, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Bupati Malang, H.M. Sanusi memimpin rombongan Badan Amin Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Malang, dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemkab Malang melakukan studi tiru ke Kaltim. Rombongan diterima di Ruang Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/3/2024).

Hadir mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Syirajuddin, Ketua BAZNAS Kaltim, Achmad Nabhan, dan seluruh Pimpinan Baznas Kaltim, serta para staf pelaksana.  Jauhar Efendi, selaku Ketua Dewan  Pengawas (Dewas) BAZNAS Kaltim dan salah satu anggota Dewas, Elto, juga turut hadir pada pertemuan tersebut. Turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Pimpinan Muhammadiyah dan Pimpinan Nahdlatul Ulama Kaltim.

Iyad, sapaan akrab Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Malang dan jajaran Pemkab Malang yang dipimpin langsung Bupati Malang.

Sementara Bupati Malang menyampaikan berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Malang yang cukup menarik. Program tersebut antara lain bupati bersama kepala SKPD setiap hari Jumat melakukan “shuling” (subuh keliling). Lokasinya di Ibukota Kecamatan maupun di desa-desa terpilih. Usai jamaah sholat subuh, dilanjutkan dengan “sapa warga”, dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan dari BAZNAS kepada kaum dhuafa’.

Selain itu, lanjut Bupati Malang, yang tidak kalah menariknya BAZNAS Kabupaten Malang memiliki program bedah rumah bagi warga masyarakat yang tidak mampu. Tahun 2023, BAZNAS membantu program bedah rumah sebanyak 419 unit. Setiap unit rumah dapat bantuan antara 15 – 20 juta rupiah.

Program kegiatan lain adalah pemberian beasiswa satu orang per keluarga bagi anak yang orang tuanya tidak mampu membiayai untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi. Beasiswa diberikan selama perkuliahan sampai tuntas (lulus).

Sementara BAZNAS Kaltim juga menjelaskan tentang potensi zakat di Kaltim cukup tinggi, tetapi perolehan pengumpulan zakat, infak dan shodaqoh relatif masih belum menggembirakan. Kendatipun demikian, pengumpulan ZIS sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada sesi tanya jawab, Jauhar selaku Ketua Dewas BAZNAS menjelaskan, di Kaltim ada Dewas, karena pada periode kepemimpinan sebelumnya, kinerja BAZNAS cukup rendah dan mengalami krisis kepercayaan. Karenanya saat itu diusulkanlah adanya Dewan Pengawas  sebagai Wakil Pemerintah Provinsi untuk mengawasi jalannya BAZNAS.

Selain itu, juga diusulkan agar unsur Pimpinan BAZNAS maupun Dewas dibiayai dari APBD. Tidak boleh mengambil jatah amil, sehingga unsur pimpinan tidak disibukkan lagi dengan urusan pendapatan, dan hanya fokus pada strategi peningkatan pengumpulan ZIS dan strategi pendisitribusian. (MJE)

IAI Kaltim Gelar Seminar Kefarmasian

March 5, 2024 by  
Filed under Kesehatan

dr R.R. Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH

SAMARINDA – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kalimantan Timur menggelar kegiatan Seminar Kefarmasian dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Swissbell Hotel Samarinda, Minggu (3/3/2024).

Ketua panitia apt. Nuficho Nor Rachman, S.Farm. menyampaikan, acara ini diselenggarakan Himpunan Seminat, Perhimpunan, dan Pengurus Daerah IAI Kalimantan Timur dengan tujuan untuk melaksanakan salah satu amanat AD/ART IAI.

“Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, meng-upgrade keilmuan dan kompetensi seorang apoteker yang hadir dalam melayani seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nuficho.

Dikatakan, jumlah peserta yang mengikuti acara pada hari ini cukup banyak yakni berjumlah sekitar 600 orang, baik yang mengikuti secara daring maupun luring. Peserta merupakan sejawat apoteker yang berpraktik di berbagai sektor kefarmasian bahkan  juga ada mahasiswa apoteker yang sedang menempuh studi.

Ketua PD IAI Kalimantan Timur Dr. apt. Arsyik Ibrahim mengajak seluruh apoteker Kaltim agar rajin mengupgrade ilmu pengetahuan kefarmasian yang merupakan salah satu jiwa yang harus dimiliki oleh seorang apoteker yakni “Long life learner” atau pembelajar seumur hidup. Tak hanya itu, orang nomor satu di PD IAI Kalimantan Timur ini juga menekankan agar apoteker dapat berdaptasi dengan peraturan terbaru semenjak terbitnya Undang-Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan khususnya yang terkait dengan pekerjaan kefarmasian.

apt. Audrey Clarissa, S.Si.

‘’Saya mengajak semua apoteker Kalimantan Timur untuk bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan, berkontribusi aktif dalam organisasi IAI,juga bagi masyarakat khususnya  di bidang kesehatan sehingga peran apoteker semakin dirasakan kehadiran dan perannya ’’ ajak Dosen Farmasi Universitas Mulawarman tersebut

Arsyik juga mendorong apoteker agar berani menjadi seorang  pharmapreneur, yakni terjun menjadi wirausaha di bidang kefarmasian untuk menciptakan kemandirian serta membantu menyejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II PP IAI apt. M. Nasruddin mengingatkan pentingnya organisasi untuk fokus pada pembinaan anggota supaya menjaga dan meningkatkan kompetensi termasuk advokasi anggota. Apoteker yang akrab dipanggil Oding ini menyoroti perubahan UU no. 17 tahun 2023 tentang kesehatan yang mengambil alih kembali kewenangan yang sebelumnya diserahkan oleh pemerintah kepada Organisasi Profesi, salah satunya IAI.

Saat ini, kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit menjadi lebih penting dibandingkan dengan pengobatan. Pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian menjadi tantangan baru bagi apoteker untuk dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.

“Kemajuan teknologi akan mempercepat penelitian di bidang kesehatan. Semua kemajuan dan inovasi ini akan melengkapi interaksi manusia dan juga meningkatkan kebutuhan akan perubahan dalam hal ilmu pengetahuan maupun kesehatan termasuk praktik kefarmasian,” ujar apoteker RSUD AW Sjahranie tersebut.

Seminar Kefarmasian ini menghadirkan 2 narasumber yang masing-masing pakar di bidangnya, yaitu dr. R.R Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH yang merupakan satu satunya dokter internist atau dokter spesialis penyakit dalam Gastroenterologi-Hepatologi di Kalimantan Timur. Narasumber kedua, apt. Audrey Clarissa, S.Si. yang merupakan owner sekaligus Managing Director PT. Imedco Djaja. Apoteker yang sering disapa Audrey ini merupakan figur dan inspirator bagi apoteker karena di usia yang masih muda, namun telah berhasil menjadi pharmapreneur sukses bahkan sudah wara-wiri hingga kancah internasional.

Sesi pertama membahas topik “Terapi Penyakit Gastritis dan Problematikanya” yang dibawakan oleh dr. R.R Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH dan dipandu oleh apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. sebagai moderator.

Dalam presentasinya, dokter yang mendalami penyakit terkait sistem pencernaan ini menerangkan bahwa gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung dan memiliki gejala bervariasi yang bisa berupa gejala akut hingga kronis. Di Indonesia, angka kejadian gastritis cukup tinggi yakni sekitar 40,8 % dan di Kalimantan Timur sendiri mencapai angka 14 % yang penyebabnya multi faktor namun mayoritas disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori.

“Penyebab lain adalah karena konsumsi obat-obatan golongan NSAID inhibitor non-selektif, konsumsi alkohol berlebihan, merokok dan pola diet yang tidak baik” ujar dr. Sinta. Di akhir sesi, dokter internist yang terkenal sederhana dan ramah ini mengajak seluruh apoteker untuk aware dengan gelaja atau symptom gastritis sehingga dapat memilihkan obat yang tepat saat pasien datang ke apotek.

Pada sesi kedua, membahas topik “Peluang Kewirausahaan dalam Bisnis Kefarmasian:Strategi Untuk Kesuksesan Bisnis”. Topik ini dibawakan oleh apt. Audrey Clarissa, S.Si. dan dipandu oleh apt. Trianti T. Lamba;, S.Farm. sebagai moderator.

Mengawali presentasinya, Founder Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) ini mengatakan bahwa pertumbuhan pasar farmasi global dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan, hal ini mengindikasikan bahwa potensi pasar farmasi masih terbuka lebar.

“Apoteker yang memiliki keilmuan di bidang farmasi memiliki peluang yang sangat besar untuk berkarir menjadi “Pharmapreneur” atau usaha yang terkait dengan kefarmasian seperti membuka apotek, klinik, distributor obat bahkan menciptakan komoditas tersendiri.” Tutur Audrey.

“Hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi pharmapreneur yakni pengetahuan tentang kefarmasian, visi dan passion, rencana kerja dan tentunya beberapa soft skill di antaranya yaitu kemampuan berkomunikasi, kemampuan memimpin, kemampuan mengambil keputusan dan memecahkan masalah, kemampuan berbicara di depan umum, tim kerja dan kemampuan mengelola stress” ujar Apoteker yang pernah menjabat sebagai Presiden Asean Young Pharmacists Group (AYPG).

Tak hanya berbagi teori dan tips, namun apoteker yang telah sukses menjadi pharmapreneur ini juga berbagi pengalaman tentang perjuangannya merintis sebuah bisnis farmasi yang kini telah sukses meramaikan pasar farmasi dengan menghasilkan produk-produk berkualitas dan berbeda dari lainnya.

Dalam berbisnis, kita perlu mempunyai sebuah strategi salah satunya “Blue Ocean Strategy” sebuah strategi bisnis yang mencari konsumen dengan segmen tertentu untuk menghindari persaingan competitor atau sederhananya menciptakan ruang pasar tanpa pesaing. Tak hanya strategi, namun hal lain yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis sukses adalah pengetahuan tentang regulasi dan mental yang kuat yakni punya passion dan tidak mudah menyerah.

“Kesuksesan bukanlah keajaiban dalam satu malam, tapi proses yang terjadi melalui perjuangan dan bertahap”, ucap Managing Director PT Imedco Djaja ini menutup presentasinya.. (Eka Siswanto Syamsul, Ovhan Trianti/PD IAI Kaltim).

« Previous PageNext Page »

  • vb