Dinas Pariwisata Kaltim Tekankan Pentingnya Digitalisasi dalam Promosi Pariwisata Daerah

August 23, 2025 by  
Filed under Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi

Ibu Kota Nusantara – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, memberikan pembekalan kepada peserta Putri Pariwisata Indonesia, Putri Pariwisata Nusantara, dan Putri Kampus Indonesia 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Kemenko Ibu Kota Nusantara, Sabtu (23/8/2025).

Melalui paparan berjudul Strategi Promosi Pariwisata yang Berkelanjutan di Kalimantan Timur, Ririn menekankan pentingnya pendekatan inovatif, kreatif, dan berbasis teknologi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Ia menyebut ada tiga aspek utama yang menjadi fokus, yakni promosi budaya daerah, pelestarian alam, serta pemasaran digital.

“Pemanfaatan teknologi digital melalui media sosial, website resmi, dan berbagai platform lainnya sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan visibilitas pariwisata Kalimantan Timur, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelas Ririn.

Selain mengisi sesi pembekalan, ia juga hadir sebagai narasumber kegiatan karantina serta sesi wawancara peserta Putra Putri Pariwisata Nusantara 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian EL JOHN Pageants di Ibu Kota Nusantara.

Ia menegaskan, penerapan strategi promosi yang terintegrasi dapat memperkuat posisi pariwisata Kaltim di kancah global.

“Dengan menggabungkan promosi budaya, pelestarian alam, dan pemanfaatan teknologi digital, potensi wisata Kalimantan Timur bisa diangkat secara berkelanjutan sekaligus memberi dampak positif bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian agenda, Ririn juga didaulat menjadi dewan juri pada malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2025 yang digelar di Gedung 1 Kemenko OIKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Minggu malam (24/8/2025). (yud)

PT TCM Dukung Kegiatan Festival Sarut di Kecamatan Damai

August 8, 2025 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Kegiatan festival sarut yang di laksanakan setiap tahun sekali secara rutin di bulan Agustus menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dibina PT. Trubaindo Coal Mining (TCM). Festival diikuti 17 kampung dan 22 Kelompok kerajinan tangan kain sarut  se- Kecamatan Damai digelar di lapangan sepak bola, Kampung Damai Kota, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis (7/8/2025).

Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai lomba selama tiga hari sejak Kamis hingga Sabtu  9 Agustus 2025. Selain dari Dinas Pariwisata. kegiatan melibatkan pihak ketiga sebagai sponsor, diantaranya PT. TCM & BEK dan juga beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Damai

Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan Festival Sarut kali ini k menampilkan beberapa katagori perlombaan yaitu lomba fashion show busana sarut, yang terdiri dari tiga katagori, yang pertama katagori anak anak sebanyak 33 peserta, remaja 15 peserta, dewasa 23 peserta, total ada 71 peserta. Selanjutnya lomba menyarut ada tiga katagori, anak SD 12 peserta, anak tingkat SMP dan SMA 13  peserta, dewasa 26 peserta, total ada 50 peserta.

Ketiga lomba membuat kue tradisional dari Tumpi, makanan tersebut merupakan makanan favorit dari suku Dayak Benuaq, yang diikuti 11 orang peserta.

“Ke empat lomba karnaval yang terdiri dari dua katagori, anak anak 6 peserta, dan dewasa 6 peserta, total 12 peserta,” bebernya.

Plt Kadis Pariwisata Kubar FX. Sumardi menyampaikan, kegiatan festival Sarut tahun 2025 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Kecamatan Damai.

Dasar pelaksanaan kegiatan, Dasar Hukum Undang[1] Undang Dasar No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, dan peraturan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif.

“Adapun dana festival sarut ini bersumber dari APBD DPA tahun anggaran 2025 yakni program pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan kegiatan pelaksanaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat dasar,”ujarnya.

Ia menyebut, festival ini bukan hanya sebuah perayaan, namun juga bentuk nyata dari upaya bersama dalam melestarikan seni, budaya, dan potensi daerah, melalui kegiatan ini, di ketahui bahwa Kampung Damai adalah wilayah yang kaya akan kreativitas, keanekaragaman, dan semangat kolaborasi.

“Saya mengapresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh panitia, sponsor, pelaku seni, UMKM, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, tanpa kerja keras dan kebersamaan, tentu festival ini tidak akan dapat berjalan dengan baik,”ungkapnya.

Ia berharap, festival Sarut ini menjadi momentum positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat rasa kebersamaan, serta membangun citra daerah di mata nasional maupun internasional.

“Terima Kasih atas Partisipasi semua kalangan yang telah bersedia hadir dalam meramaikan dan semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi dinas maupun masyarakat sekitar,”bebernya.

Bupati Kubar Feredrik Edwin menyampaikan, Festival Sarut ini bukan sekadar ajang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya motif khas etnis namun lebih daripada itu event rutin tahunan ini menjadi bagian dari penampilan hasil karya seni budaya, tradisi, dan kebersamaan yang di miliki, sebagai bagian dari hasil budaya kain sarut ini mengandung makna mendalam dalam filosofi kehidupan.

“Festival sarut kali ini panitia mengambil tema “Timuq Nayuq Pemuke Boa Ate, Pejuekng Lentekng Asekng”. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana kita diajak untuk membuka hati mau dan mampu menyimpan kesan terbaik mengenai kekayaan budaya ini,”ungkapnya.

Ia menyampaikan kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kebudayaan juga Dinas Perdagangan Koperasi.

“Saya harap jeli melihat potensi bahkan menfasilitasi, memperkenalkan Seni dan Budaya kepada khalayak luas mengenai apa dan bagaimana upaya yang dapat kita kembangkan dalam menguatkan nilai adat dan budaya ini,”pintanya.

Ia juga berpesan kepada semua pihak tanpa terkecuali agar mau dan mampu memaknai mendalam pesan dari festival sarut ini, ragam rangkaian acara mulai dari pertunjukan seni, perlombaan tradisional hingga pameran dan kerajinan tangan serta kuliner khas daerah.

“Kiranya demi memasyarakatkan kekayaan seni budaya ini kita bisa terlibat aktif dalam upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda melalui penggunaan media sosial dengan bijak, media ini juga menjadi sarana promosi dan pengenalan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif dari Kecamatan Damai,”tandasnya, seraya membuka festival Sarut tersebut.

Manajemen PT TCM, Jones Silas (CD Head) menyampaikan, kerajinan tangan kain sarut ini sejak tahun 2021 sudah ada Memorandum Of Understanding (MoU) dengan PT. TCM, tentang pembinaan mulai dari tingkat kecamatan maupun tingkat kampung, sebanyak 17 kampung dan 22 kelompok sarut.

“Kami bersama Pengurus Kiai Panei Penguntei Lawei (KP2L) Kecamatan Damai melakukan pembinaan di 17 kampung dan 22 Kelompok sarut ini,”ujarnya.

Ia berharap, festival Sarut ini merupakan kearifan lokal yang perlu di lestarikan, karena ini memang hampir punah, maka dari itu para pengrajin kain sarut yang lokusnya ada di Muara Bomboy ini mengangkat kembali kerajinan tangan  kain sarut ini, bersama KP2L ini PT TCM mengangkat kembali kerajinan tangan kain sarut ini hingga berjalan sudah empat tahun hari ini.

“Saat ini sudah bisa kita lihat bersama di kelompok sarut sudah banyak kreasi yang mereka buat, dan ini yang terus kita dorong agar para pengrajin terus berkreasi dan mengembangkan polanya,”tuturnya.

Ia menyebut, perusahaan berharap agar kegiatan ini jangan hanya sampai di festival saja, akan tetapi mereka bisa membikin produk  yang bisa di pamerkan, dan bisa di jual serta bisa bersaing dengan produk lain, tentu harga juga mempengaruhi dari nilai jual kain sarut tersebut.

“Jadi harga juga kita bisa bersaing dengan pengrajin lain serta kualitas produk yang harus diutamakan bagaimana sarut ini lebih di kenal di masyarakat,”ungkapnya.

Dijelaskan,  kerajinan tangan kain sarut ini sudah beberapa kali mengikuti even even, baik di dalam daerah maupun di luar daerah, seperti even Dahau, Peda yang di Kabupaten Kutai Barat, untuk di luar daerah seperti di Jakarta Tamasya Award, di Balikpapan kerjasama dengan Dekranasda provinsi ikut pamerannya, juga bekerjasama dengan kementerian ESDM.

“Untuk di Mancanegara sarut ini pernah ikut pameran di Finlandia,” tandasnya. (arf).

Pulau Kumala Akan Dijadikan Kawasan Wisata Modern

July 29, 2025 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Pulau Kumala di Tenggarong akan menjadi kawasan wisata modern dengan fasilitas lengkap, termasuk rencana pembangunan lapangan golf. Langkah ini merupakan bagian dari konsep revitalisasi menyeluruh kawasan wisata andalan Kukar tersebut.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyebut pembangunan lapangan golf akan melibatkan kerja sama dengan investor, tanpa membebani anggaran daerah.

“Kami tidak akan gunakan dana APBD. Skemanya KPBU, jadi kami ajak mitra swasta untuk mendukung proyek ini,” jelasnya, Senin (28/7/2025).

Ia menambahkan, Pulau Kumala sangat potensial karena letaknya di tengah kota Tenggarong dan memiliki luas 84 hektare, sehingga cocok untuk dijadikan kawasan wisata dengan berbagai fasilitas modern.

Menurut Aulia, semangat pembangunan lapangan golf ini muncul setelah melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga golf.

“Saat turnamen kami adakan di Samarinda, pesertanya membludak. Ini jadi pemicu untuk membangkitkan lagi olahraga golf di Kukar,” ucapnya.

Pengembangan Pulau Kumala juga akan menyasar berbagai sektor. Pemerintah berencana menambahkan zona konservasi flora dan fauna, serta ruang usaha khusus bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin menciptakan kawasan hiburan yang menyatu dengan edukasi dan ekonomi rakyat. Semoga rencana ini mendapat dukungan semua pihak dan bisa segera terealisasi,” tutup Aulia.(adv diskominfo kukar)

 

Malam Ketiga EBIFF 2025, Antusiasme Warga Dongkrak Perputaran Ekonomi

July 28, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 semakin menggeliat. Memasuki malam ketiga gelaran, antusiasme masyarakat meningkat drastis. Tak hanya meriah secara budaya, perputaran ekonomi di lokasi acara juga tercatat signifikan. Acara berlangsung di Temindung Creative Hub, Minggu (27/7/2025).

Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia, Said Rachmat, mengungkapkan,  EBIFF tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok dibanding tahun sebelumnya, terutama dari sisi kualitas peserta.

“Lebih meningkat ya, dari segi kualitas grup yang kami undang tahun ini cukup bagus. Harapan saya dan juga Gubernur serta Sekda, EBIFF bisa dibesarkan lagi dan dalam lima tahun ke depan masuk sebagai festival dunia,” ujar Said.

Menurutnya, pembicaraan terakhir dengan Gubernur Kaltim menunjukkan komitmen peningkatan jumlah negara peserta.

“Tahun depan rencananya delapan negara, tapi Sekda berharap bisa sepuluh,” tambahnya.

Said juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat lokal menyambut tamu dari berbagai negara. Hal ini sangat bagus untuk perkembangan wawasan masyarakat. Pertunjukan internasional seperti ini harus sering dilakukan agar Samarinda lebih cepat dikenal dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyambut baik usulan penambahan negara peserta dan peningkatan anggaran. Ia menilai EBIFF telah menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.

“Harapan kami, festival ini mampu menggerakkan jumlah wisatawan dan pelaku UMKM yang ada. Kalau bisa semakin laris, dan ini menjadi embrio agar event-event berskala besar bisa digelar di Samarinda atau daerah lain di Kaltim,” jelas Ririn.

Ririn juga berharap ke depan Samarinda bisa menjadi kota tujuan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“Kita ingin buktikan, menyelenggarakan event di Kaltim itu kondusif dan tidak sulit. Mudah-mudahan perusahaan swasta, BUMN, dan lainnya juga tertarik menggelar acara di sini,” pungkasnya. (yud)

Tari Kolosal Yayasan Gubang Semarakkan Opening Ceremony EBIFF 2025

July 26, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Opening Ceremony East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 berlangsung meriah di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Jumat malam (25/7/25).

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Yayasan Gubang yang mempersembahkan tarian kolosal bertema budaya lokal Kalimantan Timur.

Tarian yang melibatkan puluhan penari ini menampilkan harmoni antara gerakan tradisional dan elemen teatrikal yang mengangkat kearifan lokal. Penampilan kolosal tersebut menjadi pembuka yang megah, sekaligus menggambarkan kekayaan budaya Borneo di hadapan para tamu undangan dan peserta festival dari berbagai daerah dan mancanegara.

Tari kolosal Yayasan Gubang berhasil menghidupkan suasana stadion yang dipenuhi penonton. Iringan musik etnik dan tata cahaya panggung yang memukau turut memperkuat nuansa budaya yang ditampilkan pada pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan, pertunjukan pembuka ini merupakan simbol dari semangat masyarakat Kaltim menyambut para tamu dari luar daerah dan luar negeri.

“EBIFF adalah ajang pertukaran budaya internasional, dan penampilan ini menunjukkan bahwa kita siap menjadi tuan rumah yang hangat dan membanggakan,” ujarnya.

EBIFF 2025 sendiri diikuti delegasi dari lima negara tetangga dan daerah di Indonesia. Festival ini akan berlangsung hingga 29 Juli, menghadirkan kirab budaya, pentas seni, lokakarya, hingga pameran UMKM.

Tari kolosal Yayasan Gubang menjadi bukti, seni tradisional masih relevan dan dapat dikemas dengan menarik untuk khalayak luas. Penampilan ini pun mendapat sambutan meriah dari penonton dan menjadi pembuka yang memikat serangkaian agenda budaya EBIFF 2025. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1318680
    Users Today : 905
    Users Yesterday : 7595
    This Year : 255189
    Total Users : 1318680
    Total views : 12030194
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-13