Pulau Kumala Akan Dijadikan Kawasan Wisata Modern

July 29, 2025 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Pulau Kumala di Tenggarong akan menjadi kawasan wisata modern dengan fasilitas lengkap, termasuk rencana pembangunan lapangan golf. Langkah ini merupakan bagian dari konsep revitalisasi menyeluruh kawasan wisata andalan Kukar tersebut.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyebut pembangunan lapangan golf akan melibatkan kerja sama dengan investor, tanpa membebani anggaran daerah.

“Kami tidak akan gunakan dana APBD. Skemanya KPBU, jadi kami ajak mitra swasta untuk mendukung proyek ini,” jelasnya, Senin (28/7/2025).

Ia menambahkan, Pulau Kumala sangat potensial karena letaknya di tengah kota Tenggarong dan memiliki luas 84 hektare, sehingga cocok untuk dijadikan kawasan wisata dengan berbagai fasilitas modern.

Menurut Aulia, semangat pembangunan lapangan golf ini muncul setelah melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga golf.

“Saat turnamen kami adakan di Samarinda, pesertanya membludak. Ini jadi pemicu untuk membangkitkan lagi olahraga golf di Kukar,” ucapnya.

Pengembangan Pulau Kumala juga akan menyasar berbagai sektor. Pemerintah berencana menambahkan zona konservasi flora dan fauna, serta ruang usaha khusus bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin menciptakan kawasan hiburan yang menyatu dengan edukasi dan ekonomi rakyat. Semoga rencana ini mendapat dukungan semua pihak dan bisa segera terealisasi,” tutup Aulia.(adv diskominfo kukar)

 

Malam Ketiga EBIFF 2025, Antusiasme Warga Dongkrak Perputaran Ekonomi

July 28, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 semakin menggeliat. Memasuki malam ketiga gelaran, antusiasme masyarakat meningkat drastis. Tak hanya meriah secara budaya, perputaran ekonomi di lokasi acara juga tercatat signifikan. Acara berlangsung di Temindung Creative Hub, Minggu (27/7/2025).

Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia, Said Rachmat, mengungkapkan,  EBIFF tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok dibanding tahun sebelumnya, terutama dari sisi kualitas peserta.

“Lebih meningkat ya, dari segi kualitas grup yang kami undang tahun ini cukup bagus. Harapan saya dan juga Gubernur serta Sekda, EBIFF bisa dibesarkan lagi dan dalam lima tahun ke depan masuk sebagai festival dunia,” ujar Said.

Menurutnya, pembicaraan terakhir dengan Gubernur Kaltim menunjukkan komitmen peningkatan jumlah negara peserta.

“Tahun depan rencananya delapan negara, tapi Sekda berharap bisa sepuluh,” tambahnya.

Said juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat lokal menyambut tamu dari berbagai negara. Hal ini sangat bagus untuk perkembangan wawasan masyarakat. Pertunjukan internasional seperti ini harus sering dilakukan agar Samarinda lebih cepat dikenal dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyambut baik usulan penambahan negara peserta dan peningkatan anggaran. Ia menilai EBIFF telah menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.

“Harapan kami, festival ini mampu menggerakkan jumlah wisatawan dan pelaku UMKM yang ada. Kalau bisa semakin laris, dan ini menjadi embrio agar event-event berskala besar bisa digelar di Samarinda atau daerah lain di Kaltim,” jelas Ririn.

Ririn juga berharap ke depan Samarinda bisa menjadi kota tujuan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“Kita ingin buktikan, menyelenggarakan event di Kaltim itu kondusif dan tidak sulit. Mudah-mudahan perusahaan swasta, BUMN, dan lainnya juga tertarik menggelar acara di sini,” pungkasnya. (yud)

Tari Kolosal Yayasan Gubang Semarakkan Opening Ceremony EBIFF 2025

July 26, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Opening Ceremony East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 berlangsung meriah di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Jumat malam (25/7/25).

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Yayasan Gubang yang mempersembahkan tarian kolosal bertema budaya lokal Kalimantan Timur.

Tarian yang melibatkan puluhan penari ini menampilkan harmoni antara gerakan tradisional dan elemen teatrikal yang mengangkat kearifan lokal. Penampilan kolosal tersebut menjadi pembuka yang megah, sekaligus menggambarkan kekayaan budaya Borneo di hadapan para tamu undangan dan peserta festival dari berbagai daerah dan mancanegara.

Tari kolosal Yayasan Gubang berhasil menghidupkan suasana stadion yang dipenuhi penonton. Iringan musik etnik dan tata cahaya panggung yang memukau turut memperkuat nuansa budaya yang ditampilkan pada pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan, pertunjukan pembuka ini merupakan simbol dari semangat masyarakat Kaltim menyambut para tamu dari luar daerah dan luar negeri.

“EBIFF adalah ajang pertukaran budaya internasional, dan penampilan ini menunjukkan bahwa kita siap menjadi tuan rumah yang hangat dan membanggakan,” ujarnya.

EBIFF 2025 sendiri diikuti delegasi dari lima negara tetangga dan daerah di Indonesia. Festival ini akan berlangsung hingga 29 Juli, menghadirkan kirab budaya, pentas seni, lokakarya, hingga pameran UMKM.

Tari kolosal Yayasan Gubang menjadi bukti, seni tradisional masih relevan dan dapat dikemas dengan menarik untuk khalayak luas. Penampilan ini pun mendapat sambutan meriah dari penonton dan menjadi pembuka yang memikat serangkaian agenda budaya EBIFF 2025. (yud)

Klentangan Jadi Simbol Pembuka Semangat Budaya Internasional EBIFF 2025

July 26, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Event Budaya Internasional East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 dibuka dengan penuh semarak di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Jumat malam (25/7/2025).

Momentum pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional klentangan, yang menjadi simbol dimulainya rangkaian festival yang akan berlangsung selama lima hari ke depan, hingga 29 Juli 2025. Pemukulan klentangan menjadi penanda semangat merawat kekayaan budaya lokal sekaligus mempertemukannya dengan kebudayaan dunia.

Acara opening ceremony dihadiri masyarakat serta tamu undangan dari berbagai daerah dan negara. Sejumlah perwakilan negara tetangga juga turut menyemarakkan pembukaan dengan menampilkan tarian tradisional mereka, menunjukkan semangat kolaborasi budaya lintas bangsa.

Penampilan kolosal dari para seniman lokal turut mengisi malam pembukaan, menampilkan kekayaan seni Kalimantan Timur melalui tarian, musik, dan pertunjukan cahaya yang memukau. Panggung megah di tengah stadion semakin menghidupkan suasana malam yang hangat dan penuh semangat persaudaraan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud hadir dan membuka secara resmi gelaran EBIFF 2025, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi terhadap diplomasi budaya dan pariwisata.

Festival ini menjadi ruang penting bagi pelestarian budaya daerah, sekaligus memperkenalkan Kalimantan Timur ke kancah internasional. EBIFF 2025 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman budaya dunia. (yud)

Dinas Pariwisata Kaltim Gelar Bimtek untuk Pengelola Taman Rekreasi

July 23, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Taman Rekreasi selama dua hari, mulai 23–24 Juli 2025, di Hotel Yello, Jalan KH. Khalid, Samarinda. Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang merupakan pemilik atau pengelola taman rekreasi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim. Peserta dipilih secara selektif berdasarkan portofolio dan legalitas usaha, dengan prioritas kepada pelaku usaha yang sudah berjalan dan berkembang.

“Bimbingan teknis ini memang kami tujukan kepada owner atau pengelola utama taman rekreasi. Karena mereka lah yang paham kondisi usaha mereka dan bisa langsung menerapkan ilmu yang diperoleh,” ujar Kepala Bidang SDM Dispar Kaltim, Dahlia, mewakili Kepala Dinas Ririn Sari Dewi.

Materi yang diberikan meliputi manajemen pengelolaan taman rekreasi, strategi keuangan, peningkatan kualitas layanan, hingga aspek keamanan. Narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan praktisi berpengalaman, seperti Founder Salma Sofa, Founder Rumah Ulin Arya, Founder Jawsika Outbound Training, Manager Marketing dan Public Relations dari Jatim Park Group.

Menariknya, pada hari kedua peserta akan melakukan praktik lapangan langsung di objek wisata Rumah Ulin Arya untuk belajar dari studi kasus nyata.

“Di awal pelatihan, peserta sudah kami minta membuat analisis SWOT terhadap usahanya masing-masing. Dengan begitu, materi yang kami berikan bisa lebih tepat sasaran,” tambah Dahlia.

Para peserta juga menyampaikan tantangan utama mengembangkan taman rekreasi, terutama perihal permodalan. Dispar Kaltim pun membuka ruang konsultasi agar menjembatani pelaku usaha dengan sumber pembiayaan, termasuk perbankan.

Salah satu peserta dari kawasan Pampang, Samarinda, yang dikenal sebagai desa budaya, turut hadir. Hal ini menjadi masukan penting, pelaku usaha di kawasan potensial pun masih membutuhkan pembinaan manajerial dan kelembagaan.

Kegiatan ini juga bagian dari upaya Dispar Kaltim membentuk ekosistem pariwisata yang saling terhubung.

“Kita sudah punya pelatihan digitalisasi dan pelayanan sebelumnya. Nah, lewat jejaring yang sudah terbentuk ini, pelaku usaha bisa saling mendukung, misalnya dalam hal promosi atau peningkatan SDM,” jelas Dahlia.

Dispar Kaltim menegaskan, kegiatan semacam ini akan terus berlanjut, dengan target mendorong tumbuhnya taman-taman rekreasi yang profesional dan berdaya saing tinggi, serta mampu menopang sektor pariwisata daerah secara berkelanjutan. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb