arzh-CNenfrdeidko

Prof Sarosa Meninggal di Hari Pendidikan

May 3, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MAHABESAR  Allah subhaanahu wata’ala.  Tokoh pendidikan berpulang di Hari Pendidikan. Itulah yang dialami Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul) Profesor H. Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum bin Raden Mas Hamongpranoto.

Profesor H. Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum

Prof Sarosa mendapat penghargaan pada Dies Natalis ke-21 Fakultas Hukum Unmul

Dia dikabarkan oleh keluarga telah berpulang ke Rahmatullah Jumat dinihari, 2 Mei 2025 pada pukul 03.27 Wita.  “Semoga Allah mewafatkan beliau dengan husnul khotimah dan kami atas nama keluarga mohon maaf lahir batin apabila terdapat salah dan khilaf,” kata istri almarhum, Ibu Dr Hj Martuti, MM bersama sang anak Ayu Fetriana Rosati, SH, MKn serta menantu dan cucu yaitu Tri Nugroho S.Pd, M.Pd, Anindayu Gendhis Nareswari, dan Anandanu Hario Danajaya.

Menurut keterangan pihak keluarga, Prof Sarosa belakangan ini kondisinya agak memburuk. Mungkin karena usia yang sudah mencapai 78 tahun. Dia meninggal dunia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda setelah mendapat perawatan intensif di sana. Kabarnya ada gejala gangguan jantung.

Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Jl Abdoel Wahab Sjahranie di bawah  gerimis. Sebelumnya sempat disalatkan di Masjid Alfatihah, kampus Unmul, Gunung Kelua.

Seorang ustaz mengatakan, orang yang meninggal pada hari Jumat adalah salah satu tanda kebaikan dan husnul khotimah.

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari azab kubur,” bunyi hadis riwayat at-Tirmidzi.

Dari rumah duka di Jl Pramuka 19 No 52, jenazah dilepas oleh Rektor Unmul Prof Abdunnur dan ratusan sivitas akademika. Hadir juga Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud dan mantan Rektor Unmul Prof Masjaya serta sejumlah tokoh lainnya.

“Kita kehilangan tokoh yang kita cintai. Dia adalah guru kita. Banyak yang telah diberikan dan didedikasikan Prof Sarosa kepada Unmul dan pembangunan Kaltim. Kita bersaksi beliau adalah orang baik,”  kata Rektor Abdunnur dengan wajah sendu.

Gubernur Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Kaltim Dr Hasanuddin Mas’ud sangat memuji kiprah Prof Sarosa. “Pak Prof Sarosa banyak membantu pemikiran untuk kemajuan Kaltim,” kata kedua bersaudara yang sama-sama alumni Unmul ini.

Menurut Gubernur, Prof Sarosa adalah tokoh yang konsisten menjaga integritas dan ilmu pengetahuan. “Kaltim kehilangan putra terbaiknya. Semoga beliau husnul khotimah,” ujarnya.

Prof Sarosa juga banyak mendampingi DPRD Kaltim dalam menyusun dan membahas Raperda. “Almarhum banyak bermitra dengan Karang Paci dalam hal penyusunan Naskah Akademik (Nasmik) untuk beberapa Raperda,” kata Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Hanura.

DIRIKAN FAKULTAS HUKUM

Sarosa lahir di Desa Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, 1 Juni 1947. Setelah lulus di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1972, dia bercita-cita ingin menjadi hakim untuk menegakkan keadilan. Tapi gagal lantaran terlambat mengetahui surat panggilan penerimaan hakim dari Kementerian Kehakiman.

Lalu dia hijrah ke Balikpapan. Sempat bekerja di perusahaan swasta kemudian menjadi dosen honorer di Jurusan Ilmu Sosiatri Unmul cabang Balikpapan. Tiga tahun di sana dia diangkat menjadi dosen tetap dan terpilih sebagai ketua jurusan.

Ketika Jurusan Sosiatri ditutup, Sarosa bergabung ke kampus pusat Unmul di Samarinda. Dia sempat diangkat menjadi Pembantu Rektor (Purek) III, Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) serta ketua Program Penyuluhan Bantuan Hukum LPPM Unmul.

Ketika dia terpilih menjadi Dekan Fisipol pada tahun 1997 muncul pemikirannya mendirikan Fakultas Hukum (FH). Alasannya Kaltim sebagai daerah bisnis dan pertambangan membutuhkan ahli-ahli hukum.  Berkat perjuangannya, di tahun 2000 berdiri Fakultas Hukum di Unmul. Bahkan sekarang sudah memiliki program magister.

Belakangan dia juga didaulat menjadi ketua Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan. Dengan jabatannya itu dia banyak berkiprah di luar kampus. Di antaranya mendampingi DPRD dalam membahas naskah akademik Raperda. Dia juga sering dimintai pendapat oleh wartawan berkaitan masalah hukum dan politik.

Saya tidak sempat melayat. Wartawan senior Sjarifuddin Hs yang mengabari saya. Saya sudah lama mengenal Prof Sarosa. Dia tokoh lembut yang selalu bersikap baik dengan siapa saja. Dia gigih membela dan memajukan Unmul. Dia juga bersemangat ikut membangun Kaltim. Kita akan mengenang beliau setiap memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).(*)

Rudy Diserang “Gubernur Konten”

April 30, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

GUBERNUR Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) lagi tak harum namanya di Jawa Barat. Sejumlah netizen dari sana menyerang Rudy.  Ini gara-gara ucapannya yang menyebut Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai “Gubernur Konten.”

Celetukan Rudy itu terjadi pada saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (29/4).

RDP yang juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para kepala daerah se-Indonesia itu, membahas tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, dana transfer pusat ke daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan pengelolaan kepegawaian.

Rudy yang pernah duduk di Komisi III dan VII DPR RI itu mendapat kesempatan lebih awal berbicara. “Rasanya saya seperti pulang kampung masuk ke ruangan ini,” katanya mengenang kiprahnya di Senayan.

Lalu dia menyapa pimpinan Komisi II beserta anggota serta Wamendagri. Nah, ketika dia menyapa rekan-rekannya para gubernur secara khusus Rudy menyinggung KDM. Mungkin maksudnya bercanda, tapi di luar dugaan menuai reaksi negatif dari warga Jabar terutama dari para netizen di Bumi Pasundan itu.

“Terima kasih seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, gubernur konten. Mantap nih Kang Dedi ini dan seluruh pejabat eselon satu Kemendagri yang hadir,” katanya tersenyum serays matanya mengarah ke posisi duduk KDM.

Entah tersinggung atau tidak, ketika giliran KDM berbicara, dia sempat menanggapi ucapan HARUM yang menyebutnya sebagai gubernur konten.

“Tadi Pak Gubernur Kaltim mengatakan gubernur konten. Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan,” kata KDM.

Dia menginformasikan Pemerintah Provinsi Jabar biasanya menganggarkan dana APBD sebesar Rp50 miliar untuk beriklan dan bekerja sama dengan media. “Sekarang cukup Rp3 miliar tapi viral terus. Terima kasih,” katanya balas melirik Rudy Mas’ud.

Tak dapat dimungkiri aktivitas KDM dalam beberapa bulan ini sebagai gubernur banyak menghiasi media sosial (medsos). Bahkan sebagian viral lantaran sepak terjangnya agak berbeda dibanding kepala daerah lainnya. Ceplas-ceplos, suka turun ke bawah, tegas tapi sesekali nyeleneh juga.

Yang terbaru adalah konten KDM berdebat dengan siswi SMA asal Bekasi bernama Aura Cinta. Siswi itu protes terhadap kebijakan Dedi soal uang untuk wisuda sekolah dan penggusuran rumah yang berada di atas lahan milik pemerintah.

Menurut Aura, wisuda atau acara perpisahan atau study tour tetap penting sebagai bentuk kenangan bersama teman-teman, meski dengan biaya minimal.

Kang Dedi tak mau kalah. “Kalau tanpa perpisahan emang kehilangan kenangan? Kenangan bukan pada saat perpisahan, tapi kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun,” jelasnya.

Dia menegaskan kebijakan melarang acara wisuda sekolah dan study tour adalah dalam rangka meringankan beban orangtua siswa. “Wisuda seharusnya hanya dilakukan di tingkat perguruan tinggi, bukan di TK, SMP atau SMA,” tambahnya.

Banyak yang menilai konten KDM sangat positif. Menunjukkan gubernur yang sangat peduli dan merakyat. Sangat menginspirasi kepala daerah lainnya. Tapi ada juga yang mencurigai konten itu semacam pencitraan KDM menyongsong Pilpres 2030. Ada yang menyamakan tingkah KDM mirip Jokowi di awal jadi gubernur DKI dan presiden. Turun sampai ke gorong-gorong.

REAKSI NETIZEN

Dalam sehari kemarin, ribuan komentar netizen menanggapi celetukan Gubernur Rudy Mas’ud. Soalnya videonya langsung beredar dan tersebar di berbagai platform media sosial.

Ada yang bilang Gubernur Rudy iri dengan kinerja KDM, sehingga membuat pernyataan seperti itu. “Bro ini emg blm bisa setinggi bapak aing. Jadi biasanya agak iri dengki. Maaf fakta,” kata akun ynsryna.

Ada beberapa foto kegiatan Rudy di akun pribadinya yang juga diserang netizen. Misalnya soal Gubernur Rudy memperoleh penghargaan Top Pembina BUMD 2025. “Dilantik 20 Februari, 29 April dapat penghargaan..kerja baru 2 bulan dapat penghargaan,” kata akun abizar_zayan_al_farabi menyindir.

Juga foto Rudy membuka Kaltim Open Golf Tournament Gubernur Cup 2025 di Lapangan Golf Pertamina Gunung Bakaran, Balikpapan, Minggu (27/4). “Kerja pak, kerjaaa. Turun ke lapangan tengok warga masyarakatnya dan segala permasalahannya. Bukan malah turun ke lapangan golf,” kata akun indahchayank.

Ada akun lain juga menyorot ikat pinggang yang dipakai Rudy di turnamen tersebut. “Gubernur kami emang gubernur konten, merakyat bos..anda mah gubernur branded, ikat pinggang aja LV..sungguh mencintai produk china, menyala pak,” kata evrinald_.

Akun pribadi Syarifah Suraidah, istri Rudy yang menggantikan Rudy di Senayan juga disentil. ”Tolong bilangin ama suami ibu jangan suka nyinyir orang lain, urusi aja masyarakatnya jangan dengki ke orang lain,” kata akun anakdesaa70.

Di bagian lain, akun Pemprov Kaltim juga kecipratan komentar netizen. “Urus Kalimantan dengan baik, masukkan semua kerjaanmu ke medsos, biar netizen yang menilai, sumber daya alam dr Kalimantan habis dikeruk sama mafia, berani ngga mengapload ke medsos,” kata biawq652.

Selain konten yang menyerang Rudy, ada juga yang membela. Misalnya akun bungarengganis. “Udah nonton full video youtubenya dan jelas banget di video pak gub kaltim memuji kinerjanya gub jabar dengan menyebut ‘mantap.’ Mudah-mudahan soon bisa collab ngonten bareng nih pak gub kaltim dan jabar,” ujarnya.

Sementara itu, beredar juga video Anang Rosadi Adenansi dari Banjarmasin. Dia putra tokoh pers Kalimantan Anang Adenansi. Rosadi menyayangkan apa yang sudah diucapkan Rudy dengan gestur yang dianggapnya kurang bagus. “Saya merasa tidak nyaman dan malu, karena itu saya minta Gubernur Rudy untuk mengklarifikasi,” ucapnya.(*)

Sentuhan Bayan di Uniba

April 29, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BALLROOM Putri Aji Karangmelenu, lantai 8 Gedung G, Kampus Universitas Balikpapan (Uniba) bagai bertuah. Soalnya ada tamu istimewa bertandang, Selasa (22/4) lalu. Dia adalah Director and Chief Operational Officer PT Bayan Resources Tbk Lim Chai Hock, yang akrab dipanggil Mister Lim.

Wajah Mister Lim tampak ceria. Dia didampingi tim manajemen Bayan lainnya di antaranya senior manager Suhud Wahyudi, Senior Legal Officer H Syahbuddin Noor dan Legal Officer Doni Saputra.

Foto Mr Lim tampak terpampang di backdrop. Selain itu juga ada wajah Dato’ Low Tuck Kwong. Dia adalah pemilik saham terbesar di “Kerajaan” Gunung Bayan. Dato’ Low dan Mr Lim masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Malah Dato’ berada di urutan teratas versi Bloomberg dan urutan ke-3 versi Forbes.

Siapa yang tak kenal dengan PT Bayan yang akrab disebut Gunung Bayan? Inilah salah satu pemain tambang batu bara terbesar di Indonesia. Sekitar 80 persen dari total produksinya ada di wilayah Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebagian ada juga di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mr Lim ketika menyerahkan bantuan beasiswa kepada Ketua Yayasan Uniba Dr Rendi Ismail dan Rektor Uniba Dr Isradi Zainal.

Kedatangan Mr Lim mendapat sambutan meriah oleh warga kampus Uniba di Jl Pupuk Raya, Gunung Bahagia. Hampir semua pimpinan Uniba menyambut di antaranya Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Dr Rendi Susiswo Ismail, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kerjasama Merry K Sipahutar, Ph.D serta para dekan.

“Selamat datang di kampus kami Uniba,” kata Rendi menyambut Mr Lim. Hal yang sama juga dilakukan Rektor Isradi dan pimpinan kampus lainnya. Lalu Mr Lim dikalungi anyaman manik sebagai pertanda kehadirannya memang sangat dihargai dan dinantikan.

Bagaimana tidak? Soalnya Mr Lim datang ke Uniba membawa dana sebesar Rp4 miliar sebagai bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Bayan Resources Tbk dalam rangka memberikan beasiswa kepada mahasiswa Uniba yang lagi menyelesaikan studinya.

“Ini bagian komitmen kami dari PT Bayan dan Dato’ Low Tuck Kwong dalam rangka menyejahterakan masyarakat Kaltim melalui program bantuan biaya atau beasiswa pendidikan,” kata Mr Lim.

Dia meminta kepada para mahasiswa yang menerima bantuan tersebut segera bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan segera berkarya. “Jika nanti sudah berhasil jangan lupa bantu yang lain, terutama adik-adik kalian di Uniba,” begitu pesan Mr Lim.

Mr Lim dan tim manajemen PT Bayan bersama sivitas akademika Uniba setelah penyerahan bantuan.

Direktur Operasi PT Bayan Resources ini mengaku bangga dan mengapresiasi kiprah Uniba yang merupakan salah satu perguruan tinggi favorit dan termasuk lima perguruan tinggi terbaik di Kaltim dengan tingkat akreditasi juga baik. “Maju terus,” ucapnya.

Syahbuddin menambahkan, tahun ini bantuan beasiswa PT Bayan meningkat sekitar Rp1 miliar. Tahun sebelumnya mereka menyalurkan dana sekitar Rp3 miliar. “Kita juga membantu sejumlah PT lainnya seperti Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda dan Universitas Kutai Kartanegara,” tambahnya.

Dengan dana Rp4 miliar itu, ada sekitar 400 mahasiswa Uniba yang mendapat kesempatan memproleh dukungan. Termasuk para dosennya terutama yang mengambil program doktoral (S3).

UNTUK KEDOKTERAN

Rendi dan Isradi memuji perhatian dan kepedulian PT Bayan mendukung program pendidikan di Kaltim. Mereka merasakan sejauh ini belum banyak perusahaan tambang di daerah ini yang peduli seperti PT Bayan.   “Kita berharap apa yang dilakukan PT Bayan bisa menginspirasi perusahaan tambang lainnya untuk juga ikut berbuat,” ujar Rendi.

Dengan peningkatan dana bantuan PT Bayan, kata Isradi, pihaknya juga menyalurkan kepada dosen Biomik Kedokteran. “Kami butuh dosen tersebut, karena sebentar lagi Uniba akan membuka Fakultas Kedokteran,” jelasnya.

Isradi juga memuji secara khusus pengabdian Mr Lim yang banyak berada di Kaltim. “Mr Lim telah mendapat gelar kebangsawanan dari Sultan Kutai Kartanegara, itu artinya Mr Lim adalah keluarga besar masyarakat Kaltim dan ikut memajukan Kaltim,” tambahnya.

Uniba sempat memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima beasiswa Bayan menyampaikan testimoni. Di antaranya Jessica dari prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Muhammad Haidir Khaidar dari prodi S1 Teknik Mesin dan Dr Ita Yuni Kartika, dosen prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan  Bisnis (FEB).

“Kami semua bersyukur dan terharu mendapatkan kesempatan menerima bantuan beasiswa. Terima kasih PT Bayan Ressources atas kepedulian dan perhatiannya,” kata mereka.

Menurut Dr Ita, berkat bantuan PT Bayan dia dapat menyelesaikan program S3-nya di Universitas Brawijaya Malang. Malah risetnya juga berkaitan dengan dengan operasional PT Bayan Resources.

“Jadi saya tahu betul kalau PT Bayan telah mengimplementasikan standar akuntansi dengan baik. Saya juga salut atas sikap welcome jajaran PT Bayan  dalam memberikan informasi yang saya perlukan,” kata Ita dengan bangga. Terima kasih PT Bayan Resources Tbk!(*)

Gratispol Rp750 Miliar di Hari Kartini

April 25, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PERINGATAN Hari Kartini Provinsi Kaltim agak beda di tahun 2025 ini. Maklum acara nasional tahunan itu ditandai dengan peluncuran secara resmi 6 Program Gratispol Generasi Emas sebagai perwujudan janji politik Gubernur Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji.

Ke-6 program Gratispol itu adalah program pendidikan gratis jenjang SMA/SMK/MA, SLB, D3, S1, S2 hingga S3, gratis seragam sekolah, pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas bersama BPJS Kesehatan, bebas biaya administrasi kepemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), internet gratis untuk seluruh desa, serta umrah dan perjalanan spiritual gratis bagi marbot masjid dan penjaga rumah ibadah lainnya.

Gubernur Rudy, Wagub Seno Aji, dan Sekprov Sri Wahyuni bersama 53 pimpinan perguruan tinggi yang menerima Program Gratispol bidang pendidikan

Acara tersebut digelar di Plenary Hall GOR Kadrie Oening Samarinda, Senin (21/4) lalu. Berlangsung meriah diselingi peragaan busana daerah. Ada stand-stand SKPD.  Juga penuh puja-puji dan aplaus. Semua berwajah ceria sambil mengenakan syal biru bertuliskan Gratispol.

“Hari ini bukan sekadar peluncuran program. Ini lompatan peradaban. Ini kado perubahan. Ini adalah janji yang kami wujudkan untuk rakyat Kalimantan Timur,” kata Gubernur Rudy penuh semangat  seperti saat kampanye.

Rudy didampingi wakilnya Seno Aji. Hadir semua kepala daerah se-Kaltim dan anggota Forkopimda. Istri Rudy dan Seno, Hj Syarifah Suraidah dan Hj Wahyu Hernaningsih Seno juga datang. Apalagi Suraidah selain sebagai ketua PKK juga anggota DPR RI Dapil Kaltim.

Tak kalah sibuknya adalah Sekretaris Pemprov (Sekprov) Sri Wahyuni. Soalnya dia yang mengatur pergeseran anggaran APBD 2025 ke program Gratispol. Sedang Rudy-Seno dalam menjabarkan janji politiknya didampingi tim transisi yang diketuai Rusmadi Wongso, mantan Sekprov dan wakil wali kota Samarinda.

Dari hasil pergeseran anggaran, Sri berhasil mengalokasikan dana untuk program Gratispol bidang pendidikan sebesar Rp750 miliar. “Dana itu hanya untuk mahasiswa baru di 53 kampus. Belum termasuk seragam sekolah atau bantuan operasional satuan pendidikan yang juga masuk dalam Gratispol Pendidikan di SMA sederajat,” jelasnya.

Menurut Gubernur,  tahun depan program ini diperluas secara menyeluruh. Akan disisihkan dana jumbo sebesar Rp2,1 triliun dari APBD 2026. “Nanti semua pelajar dan mahasiswa termasuk mahasiswa lama dapat menikmati pembebasan biaya pendidikan,” tambahnya.

Dalam menjalankan programnya, Rudy yang akrab dipanggil HARUM (Haji Rudy Mas’ud) juga mendapat dukungan dari dua kakak kandungnya yaitu Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) dan Rahmad Mas’ud (RM). HAMAS adalah ketua DPRD Kaltim dan RM menduduki jabatan Wali Kota Balikpapan.

“DPRD Kaltim mendukung penuh pelaksanaan program Gratispol. Kalau perlu dibuatkan Perdanya. Ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat di daerah ini, sekaligus mendukung agenda nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata HAMAS.

Sedang RM berpendapat, kehadiran program Gratispol memperkuat program yang sudah dijalankan Pemkot Balikpapan. “Selama ini kami hanya menggunakan APBD Kota, yang cakupannya masih terbatas. Kini dengan dukungan provinsi, masyarakat punya kesempatan lebih luas lagi,” tambahnya.

ADA YANG TIDAK IKUT

Dari enam program Gratispol yang diluncurkan, tentu saja yang menjadi primadona adalah program Gratispol bidang pendidikan terutama bagi mahasiswa Kaltim yang sedang kuliah di perguruan tinggi (PT). Soalnya janji Rudy akan digratiskan sampai S3.

Ada 53 rektor PT negeri dan swasta se-Kaltim diundang untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur Rudy. “Termasuk kita dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK),” kata Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto.

Agus mengapresiasi adanya program Gratispol yang sangat membantu mahasiswa dan para orangtua terutama yang keadaan ekonominya sangat terbatas. “Kami mendukung penuh program ini yang sangat besar manfaatnya bagi mahasiswa,” ujarnya.

Dia juga senang sempat berdialog dengan Rudy dan Seno. “Tadi Mas Gubernur dan Wagub siap membantu membangun pintu gerbang ke kampus ITK,” kata Rektor yang pernah bertugas sebagai atase pendidikan di Jerman.

Hal yang sama juga disampaikan Rektor Universitas Mulia Balikpapan Prof Muhammad Ahsin Rifa’i dan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Prof Abdunnur. “Kita menyambut baik program Gratispol, apalagi kalau sudah berjalan penuh,” kata mereka.

Menurut Prof Abdunnur, program Gratispol akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri Kaltim untuk mengenyam pendidikan tinggi, juga mendorong pimpinan PT untuk meningkatkan akreditasi program studi sehingga pendidikan berkualitas bisa dicapai.

Dari catatan yang ada, sebenarnya ada 63 PT di Benua Etam. Tapi ternyata tidak semua ikut karena tidak menyerahkan jumlah kuota mahasiswanya terutama dari PT swasta. “Malah ada pondok pesantren yang tidak mau mengambil program Gratispol,” ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan seperti diberitakan tribunkaltim.

Rahmat menegaskan, bagi PT yang sejak awal tidak masuk dalam daftar kerja sama program Gratispol, maka tidak akan bisa lagi mendaftar untuk tahun-tahun berikutnya.

Dari 53 PT yang menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Rudy, yang menarik ternyata ada dua PT dari luar Kaltim yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di kedua PT ini memang banyak anak Kaltim yang lagi studi.(*)

Walkot Yogya Orang Kaltim

April 23, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA ke Yogyakarta minggu lalu. Saya sempatkan silaturahmi dengan Wali Kota Yogyakarta  Hasto Wardoyo (60). Bukan Hasto Kristiyanto, yang sekjen PDIP.  Tapi Hasto Wardoyo juga dari PDIP. Kebetulan mereka  sama-sama dari Yogyakarta.

Saya menganggap Hasto Wardoyo orang Kaltim, meski lahir di Kulon Progo. Soalnya dia pernah  bertugas di Benua Etam. Ada yang bilang, setiap orang yang pernah meminum air Mahakam, maka dalam darahnya juga mengalir darah Kaltim.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan istri bersama Bunda Arita dan AKBP Sukarman.

“Siap wali kota senior, saya tunggu kedatangannya,” katanya menjawab WhatsApp (WA) saya. Itu saya kirim dari Bandung setelah menghadiri silaturahmi pembentukan Forum Wali Kota Senior (FWS) yang difasilitasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), Hasto bertugas di Kaltim. Mulai tahun 1990 sampai 1995. Dia ditunjuk sebagai kepala Puskesmas Kahala, Kukar, kepala Puskesmas Melak sampai kepala Puskesmas Lok Tuan. Lalu dia mengambil spesialis kandungan (Sp.Og).

Setelah itu dia sempat menjadi kepala Instansi Kesehatan Reproduksi & Bayi Tabung RSUP Dr Sardjito Sleman sampai dosen Fakultas Kedokteran UGM. Dia juga sempat mendirikan RS Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Sadewa, yang dikenal luas dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Berkat pengabdiannya itu, Hasto memperoleh penghargaan sebagai Dokter Teladan 1992 dari Presiden Soeharto. Juga Satyalencana Bidang KB tahun 2010 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian dianugerahi Bintang Jasa Utama dari Presiden Jokowi.

Hasto pulang kampung. Dia terpilih menjadi bupati Kulon Progo 2011-2016 dan 2017-2019. Lalu ditunjuk Presiden Jokowi menjadi kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kembali ke karier politik dengan terpilihnya dia menjadi Wali Kota Yogyakarta 2025-2030.

Ketika menjadi bupati Kulon Progo, saya sempat ke sana. Dia sangat populer dan disukai warganya. Banyak terobosan yang dilakukannya sehingga Kulon Progo maju dan sejahtera. Kulon Progo makin terkenal setelah bandara internasional Yogyakarta dipindahkan ke sana.

Dengan semangat “Bela & Beli Kulon Progo,” Hasto sempat mewajibkan 80 ribu pelajar dan 8 ribu PNS mengenakan seragam batik geblek renteng, batik khas Kulon Progo. Juga mewajibkan PNS membeli beras produksi petani Kulon Progo sebanyak 10 kg per bulan. Lalu PDAM-nya juga didorong mengembangkan usaha dengan memproduksi air kemasan merk AirKu (Air Kulon Progo).

Berkat kebijakan dan inovasi itu, perekonomian Kulon Progo berkembang pesat. Angka kemiskinan menurun. Pembatik dan petani senang karena produksinya dikonsumsi warganya. Produksi AirKu juga mampu menguasai seperempat ceruk pasar air kemasan di daerah itu. Sehingga ditiru daerah lain termasuk Yogyakarta.

DITUNJUK DADAKAN

Hasto mengaku mengikuti Pilwali Yogyakarta 2024 secara dadakan. “Tinggal dua hari lagi pendaftaran saya diinstruksikan Ketua Umum PDIP Ibu Megawati untuk mengikuti Pilkada,” katanya bercerita.

Jadi boleh dibilang tanpa persiapan. Dia berpasangan dengan Wawan Harmawan nekat maju. Hampir tak ada baliho dan spanduk. “Kita hanya mengikuti kampanye selama 48 hari,” katanya.

Di luar dugaan dia berhasil memenangi Pilwali Yogyakarta dengan meraih 44,40 persen melebihi dua paslon lainnya. “Benar-benar surprise buat saya dan PDIP. Selain kurang persiapan, saya tak menyangka warga Yogya mencatat dan merekam hasil kerja baik saya selama di Kulon Progo,” kata Hasto.

Hasto-Wawan memiliki misi menjadikan Kota Yogyakarta dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang tidak banyak sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dan pusat rujukan (center of referral) lewat potensi budaya, pariwisata serta pendidikannya.

“Mestinya Yogyakarta bisa menjadi Singapura kecil, bisa melaksanakan hal itu,” katanya  penuh semangat dalam suatu kesempatan.

Saya sempat menanyakan gagasan baru Hasto tentang program food bank untuk seribu lansia di kota Yogya. Ternyata itu program menampung makanan berlebihan dari kegiatan masyarakat terutama perhotelan yang bisa disalurkan kepada mereka terutama lansia yang sangat membutuhkan.

Hasto juga berhadapan dengan masalah sampah dan kemacetan. Ini juga menjadi prioritas dia untuk membuat Yogya lebih nyaman dan bersih.

Saya menemui Wali Kota Hasto bersama cucu saya Dafa yang lagi kuliah di Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia (UII). Dia senang sekali bisa bertemu Hasto. Apalagi Hasto memberikan support. “Sini kita foto Dafa di tengah, biar nanti juga jadi wali kota,” katanya.

Hasto tahu banyak putra Kaltim belajar di Yogya. Sejak dulu. Dia memberikan apresiasi. Putri bungsu saya, Aisya Febria juga lulusan UGM. Dia menempuh jurusan hubungan internasional di Fakultas Sosial Politik.

Ruang kerja Hasto sangat sederhana. Saya lihat tak ada perabotan yang baru. Biasanya kepala daerah baru maunya ruang kerja juga serba baru. Tapi sepertinya Hasto tidak. Itu pertanda bahwa dia penganut gaya hidup tidak berlebihan. Ketika saya datang, dia membawa bakpia, kue pastry asal Yogya yang sangat terkenal.

Bakpia Pathok 25 dan Bakpia Pathok 75 adalah dua merek bakpia terkenal di Yogyakarta. Bakpia Pathok 25 didirikan pada tahun 1948 oleh Ibu Tan Aris Nio. Sedang Bakpia Pathok 75 merupakan cikal bakal bakpia pathok.

Istri saya, Bunda Arita juga senang mendengar saya bertemu Hasto. Dia juga warga Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta Hadiningrat  (Pakaryaning Yogya) di Balikpapan. Kebetulan Wakil Wali Kota Balikpapan sekarang Bagus Susetyo juga kelahiran Yogya, sehingga Paguyuban Ngayogyakarta Balikpapan yang diketuai AKPB Sukarman sekarang makin semarak.

Ketika berada di Yogya, saya menginap di Hotel Platinum Adisucipto di Jl Raya Solo-Yogyakarta. Dekat Bandara Adisucipto. Itu hotel milik Pak Charles, bos Platinum Balikpapan. Hotel Bintang 4 ini sangat baik pelayanan dan menu makannya.

Saya difasilitasi oleh direktur operasional Sugianto, yang juga ketua PHRI Balikpapan. “Dunia perhotelan lagi tidak baik-baik saja, karena tingkat hunian menurun di mana-mana setelah adanya kebijakan pemangkasan. Kita perlu mendapat dukungan baru dari pemerintah,” katanya penuh harap.(*)

Next Page »