Sudarno Lawan APMKT

July 17, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEPERTINYA makin banyak musuh Sudarno alias Bang Darno. Saat ini anggota komunikasi publik Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim ini lagi berseteru dengan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMKT).

APMKT adalah koalisi gabungan elemen masyarakat Kaltim yang aktif menggelar demonstrasi sejak April 2026. Aksi mereka dipicu oleh gelombang ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud hingga berbuntut didesaknya DPRD Kaltim melaksanakan Hak Angket.

Ada beberapa tokoh yang menggerakkan APMKT, di antaranya Erly Sopiansyah yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan alias ketuanya.

Rombongan APMKT yang datang ke rumah Sudarno, 29 Juni 2026

Perang Sudarno dengan APMKT tak cukup lewat media sosial. Sekarang sudah masuk ke ranah hukum. Awalnya Sudarno yang duluan lapor ke Polda Kaltim pada 3 Juli. Dia didampingi pengacara Agus Amri, yang juga duduk di  bidang komunikasi TAGUPP Kaltim.

Menurut Agus, mereka sekaligus melaporkan adanya dugaan dua tindak pidana sekaligus yang menimpa Sudarno. Yang pertama soal pelanggaran UU ITE. “Ini sudah kami laporkan melalui Siber Polda Kaltim,” jelasnya. Pihak yang dilaporkan adalah beberapa akun Instagram dan medsos lainnya. Kabarnya pihak yang dilaporkan itu di antaranya InfoCerewet, lambetimur dan lambekaltim.

Yang kedua, adanya dugaan persekusi atau intimidasi yang terjadi di Samarinda pada 29 Juni lalu di kediaman pribadi Sudarno. Ini dilaporkan Agus melalui Subdit Jatanras (Kejadian dan Tahanan Keras) Polda Kaltim.

Peristiwa 29 Juni itu, kata Agus, ditandai datangnya sejumlah orang-orang APMKT yang datang ke rumah Sudarno. Dia menyebut ada 30-an orang. Di antaranya Erliansyah, Tedy dan Lukman.

Agus menyebutkan orang-orang APMKT itu menuntut permintaan maaf atas ucapan atau ocehan Sudarno di media sosial yang dianggap melukai perasaan. Lalu diajukan proposal yang isinya permintaan sejumlah uang yang besarnya sekitar Rp2 miliar.

“Kami bisa duga, menurut keyakinan kami dengan transkip percakapan dan segala macam bukti yang ada, jelas motifnya percobaaan pemerasan dan permintaan imbalan sejumlah uang. Dibungkus dengan dalih kerjasama atau pendampingan pengawasan. Sebenarnya ditujukan kepada Gubernur Kaltim. Hanya disampaikan lewat Bang Sudarno karena dia dianggap dekat dengan gubernur. Tapi permintaan ini tidak ditindaklanjuti,” begitu kata Agus.

Sudarno melalui Agus merasa gerakan APMKT sudah tidak murni lagi.  “Gerakan adat dan demokrasi kok disertai permintaan uang, jadi mereka tidak punya niat tulus lagi untuk memperjuangkan rakyat Kaltim,” tandasnya.

DIBALAS LAPOR KE POLRESTA

APMKT tidak tinggal diam atas laporan Sudarno. Mereka membalas dengan melaporkan Sudarno ke Polresta Samarinda.  “Saya tidak takut dengan tantangan Anda, saya ulangi lagi, saya tidak takut dengan tantangan Anda,” kata Erly melalui kabarmahakammedia.

Menurut dia, APMKT secara resmi juga sudah melaporkan SD ke Polresta Samarinda pada Senin, 13 Juli 2026. “Kita tunggu saja prosesnya, saya percaya aparat hukum akan segera melaksanakan,” jelasnya.

Erly juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan proposal yang mencantumkan permintaan anggaran Rp2 miliar. “Kami juga bingung proposal apa yang dia maksud. Tapi SD memang pernah menghubungi APMKT untuk membangun komunikasi,” jelasnya.

Dikatakan, APMKT saat ini memang sudah banyak digembosi. Dengan cara apa? Ya cara keji seperti ini. Ada pihak yang tidak senang dengan Aliansi yang terus menerus mengkritik kebijakan Pemerintah (Pemda) yang tidak memihak rakyat. “Saya putra asli Kaltim tidak ingin daerah ini diaduk-aduk, dibuat onar. Saya wajib menjaga, supaya Kaltim tetap utuh, tetap baik dan tetap kondusif, serta terus menjaga toleransi kita antara suku dan antara kita beragama,” kata Erly.

Sementara itu, Sapta Guspiani, Sekretaris APMKT, menuduh Sudarno menyebarkan berita hoaks. Sebab mereka datang ke rumah Sudarno tidak ada unsur paksaan. “Kami memahami bagaimana adab bertamu di rumah orang. Kami datang dengan baik-baik. Kami berdialog dengan baik dan tidak ada unsur menakut-nakuti,” kata Sapta.

Menurur Ibu Marry, rombongan APMKT ke rumah Pak Sudarno melalui Ketua RT. Tapi Ketua RT tidak mengizinkan. Tiba-tiba Sudarno keluar dan mengizinkan masuk ke rumahnya. Malah disediakan aqua dan asbak merokok bagi yang merokok. “Jadi kita masuk sesuai SOP dan kesantunan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jumlah anggota APMKT yang masuk ada sekitar 10 orang. Tapi ada juga wartawan. Kira-kira 7 orang. “Jadi sampiyan (SD) sendiri yang menyuruh kita masuk,” kata Ibu Marry.

Edna/Luna, anggota APMKT lainnya menyebut laporan SD tidak sesuai fakta. “Ini adalah upaya pembungkaman suara rakyat. Sudah diputarbalikkan. Kepada Sdr SD, yang telah melaporkan, Anda sadar ya? Kami datang baik-baik ke rumah Anda, tabayun dan sudah melapor ketua RT sesuai SOP. Anda mempersilahkan kami masuk, tapi Anda bilang kami melakukan persekusi, itu merupakan hal yang melukai perasaan kami,” tandasnya.

Bagaimana kesudahan perseteruan Sudarno dengan APMKT? Ada yang mengusulkan sebaiknya diselesaikan secara musyawarah. Tapi sikap kritis APMKT dan aliansi lainnya termasuk mahasiswa tetap terus dijaga karena penting untuk menjadi kontrol rakyat kepada Pemda terutama gubernur.

“Kami tetap mendukung APMKT dan aliansi lainnya termasuk para mahasiswa dan BEM-nya, karena aksi mereka selama ini sangat bagus untuk mengingatkan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan jajarannya agar bekerja untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat bukan diri pribadi atau kelompoknya,” kata Agus, warga Sungai Pinang Samarinda.(*)

Pesut Mahakam Akan Meninggalkan Danau

July 13, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh : Misman

SAMARINDA – Orcaella brevirostris atau yang lebih dikenal sebagai Pesut Mahakam, adalah spesies mamalia air tawar langka yang dilindungi. Hewan ikon Kalimantan Timur ini masih dapat ditemukan hidup di Danau Jempang, Semayang dan Melintang yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Pesut Mahakam

Keberlangsungan hidup Pesut Mahakam sangat bergantung pada ketersediaan pangan alami berupa ikan dan udang. Selama sumber makanan tersebut masih cukup dan lingkungan tempat hidupnya terjaga, hewan ini akan tetap bertahan. Namun, jika pangan alami tersebut habis atau punah, dapat dipastikan Pesut akan meninggalkan danau tersebut dan berimigrasi ke tempat lain, atau bahkan berisiko mengalami kepunahan.

Ikan dan udang dapat hidup dan berkembang biak dengan baik hanya jika ekosistem perairan dan lahan di sekitarnya terjaga secara alami. Tumbuhan air seperti eceng gondok, kayapu, dan kumpai bukanlah tumbuhan yang tidak berguna, melainkan menjadi tempat tinggal dan sumber makanan utama bagi ikan serta udang.

Meskipun terkadang tumbuhan air tumbuh secara masif hingga menutupi permukaan air sehingga perlu dikendalikan, hal ini tidak boleh dilakukan dengan cara memusnahkan seluruhnya. Karena jika tumbuhan air tersebut dihilangkan secara berlebihan, maka secara otomatis ikan dan udang akan kehilangan habitat dan sumber makanannya, yang akhirnya berujung pada kepunahan juga.

Hal yang sama berlaku bagi tumbuhan alami yang tumbuh di tepi danau. Tumbuhan ini berfungsi sangat penting sebagai penyaring kotoran dan polutan, menjaga kualitas air, menstabilkan tanah agar tidak tergerus atau erosi, serta menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis satwa liar lainnya.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 9 Tahun 2025, luas kawasan yang ditetapkan sebagai zona fungsi ekologi di wilayah Danau Kaskade Mahakam mencapai 82.088,28 hektare. Kawasan ini ditetapkan sebagai wilayah pelindung yang tidak boleh dialihfungsikan penggunaannya demi menjaga keseimbangan alam.

Namun demikian, aturan apapun tidak akan berarti jika tumbuhan air dan tumbuhan alami di daratan sekitar danau ini terus dihabisi atau dialihfungsikan. Kerusakan pada tumbuhan tersebut akan langsung berdampak pada hilangnya sumber pangan bagi Pesut Mahakam. Tanpa makanan yang cukup, hewan langka ini tidak akan dapat bertahan dan terpaksa harus meninggalkan danau tersebut selamanya.

Saya Tetap Dukung Inggris

July 13, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEJAK awal Piala Dunia 2026 digelar, saya sudah bilang kalau saya dukung timnas Inggris. Sedang teman saya bilang dia mendukung Prancis. Saya katakan kepadanya,  “insyaallah” Inggris atau The Three Lions akan ketemu Les Blues di final.

Saya pegang replika tropi Piala Dunia di Hotel Platinum Balikpapan

Prediksi itu bisa saja terjadi. Tergantung hasil semifinal satu dua hari ke depan ini. Lawan Prancis adalah Spanyol, Rabu (15/7) pukul 03.00 dinihari, sedang Inggris berhadapan dengan Argentina, Kamis (6/7) juga pukul 03.00 Wita.

Keempat semifinalis ini membuat sejarah. Karena untuk pertamakalinya semifinal Piala Dunia diisi oleh 4 tim yang memang berada di papan paling atas ranking FIFA. Argentina berada di ranking 1, menyusul Spanyol ke-2, Prancis ke-3 dan Inggris di ranking 4. “Seperti sudah distel barang ini,” kata Pak Adam Sinte, Ketua KKSS Balikpapan, yang juga mantan anggota DPRD Kaltim.

Saya bakal nonton kedua pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Banjarmasin. Mungkin sambil makan soto Banjar, iwak seluang dan dodol Kandangan. Soalnya Selasa ini saya terbang ke sana atas undangan mantan Bupati Kota Baru, Sayed Jafar Alaydrus (SJA), yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hanura Kalsel. SJA adalah warga Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Kenapa saya dukung Inggris? Jawabnya sederhana. Saya menganggap Inggris itu ya Manchester United (MU). Maklum saya pendukung berat MU di Liga Inggris sejak 30 tahun silam. Saya tahu di skuad Inggris hanya  ada 2 pemain MU yang masuk yaitu penyerang Marcus Rashford dan gelandang Kobiie Mainoo. Tapi tak perlu disoal kalau saya menyamakan timnas Inggris dengan MU. Itu mau-maunya saya saja. Hee.

Kapten timnas Inggris Harry Kane bersama gelandang maut, Jude Belingham

Sebenarnya saya kecewa dengan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, karena dia tak memanggil Harry Maguire. Pemain belakang MU berusia 33 tahun ini lagi bagus-bagusnya bermain di Setan Merah. Tapi Tuchel punya alasan dia ingin pemain baru yang masih muda dan dinamis. Karena saya bukan pelatih Inggris, ya saya tak bisa apa-apa meski Maguire mengaku dongkol.

Yang menarik ketika lawan Argentina nanti, di situ juga ada pemain belakang MU yaitu bek Lisandro Martinez dan eks penyerang muda MU, Alejandro Garnacho. MU dan Garnacho sama-sama dendam. Tapi selama ini Garnacho tak pernah diturunkan. Dalam pertandingan sebelumnya, Martinez tampak sangat menonjol menjaga medan pertahanan skuad Albiceleste. Mudah-mudahan Martinez mau “berkhianat” demi membela MU. He..he.

Duel Inggris lawan Argentina mengingatkan orang Perang Malvinas yang terjadi di tahun 1982 atau 44 tahun silam. Penuh dengan dendam dan semangat saling mengalahkan.

Inggris dan Argentina pertama kali berlaga di Piala Dunia 1962 pada fase grup. Inggris pada saat itu menang dengan skor telak 3-1.

Lalu mereka bertemu kembali di Piala Dunia 1966 di mana Inggris akhirnya menjadi juara dunia. Di situ Argentina kalah 0-1. Mereka sakit hati karena ada gol pemain Inggris, Geoff Hurst dianggap berbau offside.

Argentina yang populer dijuluki Tim Tango bisa mengalahkan Inggris 2-1 ketika mereka bertemu di babak perempat final Piala Dunia 1986. Ini pertandingan sangat kontroversial. Sebab, satu dari dua gol yang diciptakan penyerang Argentina, Diego Maradona dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan.”

Tim Argentina kembali berhasil menggilas Inggris pada pertandingan 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan yang panas sampai David Beckham dikenai kartu merah. Argentina menang 4-3 melalui adu penalti.

Pertemuan terakhir mereka pada babak grup Piala Dunia 2002. Inggris menang 1-0 melalui tendangan penalti Bekham, sebagai balas dendam 4 tahun sebelumnya.

Ketika Inggris lawan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 beberapa hari lalu, Bekham tampak menonton bersama keluarganya. Dia tampak bahagia dan ikut bernyanyi lagu “Wonderwall” merayakan kemenangan Inggris 2-1 atas tim yang punya “predator” bernama Erling Haaland.

Inggris dan Argentina yang bertemu di semifinal, sama-sama berjuang keras menghadapi lawan-lawannya di babak sebelumnya. Malah ada yang bilang Argentina lolos karena keberuntungan dan ada skenario agar juara bertahan ini bisa mempertahankan mahkotanya. Mesir dan Swiss lawan mereka sebelumnya mengaku dicurangi. Harusnya mereka bisa membuat pulang Messi.

Timnas Inggris saat ini dikapteni penyerang Harry Kane, sedang Argentina dikomandoi megabintang Lionel Messi. Ini pengalaman pertama Messi berhadapan dengan Tim Inggris. “Secara pribadi, ini pertama kali saya bermain melawan mereka.  Saya sudah bermain melawan semua tim kecuali Inggris. Jadi sangat spesial dan mereka adalah tim raksasa,” ungkap Messi.

Siapa yang menang atas duel panas ini? Saya tetap pegang Inggris. Saya yakin keberuntungan ada di timnas Inggris. Bukan Argentina lagi. Apalagi selain Kane, Inggris punya gelandang menakutkan yaitu Jude Belingham. Dia lagi “kesurupan.” Berkat 2 golnya, Inggris lolos ke babak semifinal.

BOLA BUATAN INDONESIA

Pertandingan semifinal Inggris lawan Argentina berlangsung di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Amerika Serikat. Stadion megah ini mempunyai kapasitas 75 ribu penonton. Tiket masuknya antara Rp14,5 juta sampai Rp51 juta per orang. Tapi bisa bergerak naik. FIFA menerapkan sistem dynamic pricing, yang bergerak naik mengikuti tingginya permintaan pasar. Kabarnya harga tiket final melonjak di atas Rp100 juta dan bahkan miliaran rupiah.

Yang menarik bola yang dipergunakan pada putaran Piala Dunia 2026 yang bernama Trionda adalah buatan Indonesia.   FIFA dan Adidas mempercayakan kepada PT Global Way Indonesi (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatn Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Sayang hanya bolanya saja yang sudah dimainkan di arena Piala Dunia, sedang Timnas Garuda sampai saat ini masih terus berjuang. Indonesia di ranking FIFA berada di urutan ke-118 dunia. Mudah-mudahan pada Piala Dunia 2030 bisa lolos seperti Tanjung Verde, yang cuma berpenduduk 500 ribu orang.

Ketika pertandingan Inggris lawan Norwegia, saya nobar di lobi Hotel Platinum Balikpapan. Tempatnya sangat menyenangkan. Di seting Platinum sangat menarik. Di samping layar LCD yang lebar, ada gawang kecil dipasang. Ada bendera negara peserta Piala Dunia. Di situ juga ada replika tropi  Piala Dunia, kita bisa berfoto.

Saya dan cucu saya, Defa dan Dafin mendapat fasilitas kamar dari Direktur Operasional Platinum Grup, Sugianto. Ternyata di dalam kamar juga bisa menonton Piala Dunia. “Silahkan mau menonton di kamar atau di lobi hotel,” katanya. Dia menawarkan paket ini kepada warga Balikpapan dan siapa saja yang ingin menginap di Platinum.

Cucu saya ternyata mendukung timnas Norwegia. Saya tidak tahu apa alasannya. Mungkin mereka tertarik dengan penampilan Haaland atau suporter Norwegia yang sangat spektakuler menampilkan Viking Row, selebrasi dengan gaya mendayung di kapal Viking.

Defa dan Dafin bersorak sambil meloncat ketika Andreas Schjelderup berhasil melesatkan bola ke gawang Inggris yang dijaga kiper Jordan Pickford. Tapi giliran saya bersorak habis-habisan ketika Jude Belingham berhasil menyarangkan dua gol ke gawang Orjan Nyland.

Karena saya menonton Inggris lawan Argentina di Banjarmasin, saya berharap warga Banjar juga mendukung Inggris. Saya yakin orang Banjar ada yang tinggal atau studi di Inggris ketimbang di Argentina. Kalau ada kesempatan saya mau ziarah ke makam Guru Sekumpul di Martapura. Salah seorang pemain belakang Inggris, Djed Spence kebetulan juga beragam Islam. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kekuatan kepadanya.(*)

TAGUPP Belum Bisa Tidur Tenang

July 10, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SIAPA bilang anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim sudah bisa tidur tenang. Bisa lancar terima honor mulai 20 sampai 45 juta rupiah per bulan. Memang warga net tak banyak lagi menyoal. Tapi itu tak berarti tak ada serangan lagi. Sekarang TAGUPP lagi digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda.

Pihak yang menggugat adalah sejumlah advokat publik Kaltim yang dikomandani Dyah Lestari Wahyuningtyas. Dyah dikenal sebagai advokat publik dan pengacara profesional di Samarinda, yang aktif dalam melakukan pembelaan hukum, pendampingan warga serta mengawal isu-isu tata negara di tingkat daerah.

Tim advokat Kaltim di depan gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda setelah mengikuti jalannya sidang gugatan mereka terhadap SK TAGUPP Kaltim

Sedang yang digugat adalah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud karena telah mengeluarkan SK Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.9/2026 tentang Pembentukan Tim Ahli Gubernur (TAGUPP) tertanggal 19 Februari 2026. Meski dikeluarkan bulan Februari tapi SK tersebut berlaku surut sejak Januari.

Dalam SK tersebut tercantum 47 orang. Sebagai ketua Irianto Lambrie, mantan Gubernur Kaltara yang memimpin Tim Sukses Rudy Mas’ud-Seno Aji. Irianto juga dapat jabatan lain. Dia juga dipercaya Gubernur Rudy Mas’ud sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim.

Di posisi Dewan Penasihat TAGUPP ada nama tokoh terkenal yaitu Bambang Widjojanto, mantan petinggi KPK dan Irfan Wahid, praktisi komunikasi politik, yang juga Komisaris Telkomsel. Selain itu ada nama yang sangat menarik perhatian yaitu Hijrah Mas’ud, adik kandung Gubernur yang dipercaya menjadi wakil ketua. Ada juga nama Sudarno, tim komunikasi TAGUPP yang banyak disorot dan digunjing netizen.

Gugatan para advokat publik itu sudah didaftarkan sejak 11 Juni lalu dan mulai disidangkan 18 Juni. Saat ini sudah memasuki masa sidang ke-3 yang berlangsung pada Kamis (2/7) lalu. Gubernur menunjuk Soleh Abidin dari Biro Hukum Pemprov Kaltim mewakili dirinya.

Pihak advokat menuntut SK tersebut dibatalkan dan TAGUPP dibubarkan. Karena SK No 100.3.3.1 itu mengandung sejumlah persoalan hukum, mulai dasar pembentukan tim yang tidak tepat, pemberlakuan keputusan yang berlaku surut, kompetensi anggota tim yang diragukan, tumpang tindih kewenangan, adanya konflik kepentingan hingga penggunaan anggaran daerah (APBD) yang begitu besar.

Para advokat mencatat ada 15 anggota TAGUPP berdomisili di luar Kaltim. Ada yang double penerimaan, karena juga terima honor dari APBN. Ada 14 anggota TAGUPP tidak dicantumkan apa ada gelarnya padahal mereka tim ahli. Di situ juga terdapat 13 anggota Tim sukses Rudy-Seno.

Melalui APBD 2026, Gubernur Rudy Mas’ud sangat bermurah hati. Dia menyetujui pemberian anggaran sebesar Rp10,78 miliar untuk TAGUPP Kaltim. Anggaran sebesar itu terdiri Rp8,34 miliar untuk pembayaran honor atau uang kehormatan serta Rp2,44 miliar untuk perjalanan dinas. Enak kan?

“Dalam surat gugatan, kami juga minta agar honorium yang sudah diterima tim anggota TAGUPP segera dikembalikan kepada negara,” kata Dyah Lestari.

HIJRAH BELUM DICABUT

Menurut Dyah Lestari, selama persidangan berlangsung banyak hal menarik dan aneh terjadi. Misalnya, tanpa diduga datang Agus Amri dan Ivan Sihombing yang bermaksud hadir sebagai pihak ketiga atau intervensi. Mereka dikenal sebagai pengacara. Agus juga masuk dalam anggota TAGUPP Kaltim.

Ketika majelis hakim mempertanyakan legalitas atau legal standing pihak intervensi, Agus Amri awalnya menyatakan hadir membawa surat dari Ketua TAGUPP dan mewakili “sekumpulan orang.” Tapi belakangan dia mengatakan hanya mewakili diri sendiri, bukan mewakili institusi TAGUPP setelah diburu berbagai pertanyaan dan persyaratan oleh majelis hakim.

Juga dipandang aneh oleh penggugat ketika Soleh Abidin mengatakan pihaknya hanya mewakili 19 anggota TAGUPP. “Setahu saya anggota TAGUPP berjumlah 47 orang terdiri 43 anggota dan 4 staf pendukung. Mengapa tiba-tiba hanya mewakili 19 orang, apa mewakili hanya satu bidang,” tanya Dyah Lestari.

Berkaitan masalah ini, majelis hakim memerintahkan panitera memanggil seluruh anggota TAGUPP untuk dihadirkan di persidangan. Tapi sejauh ini banyak anggota TAGUPP tidak hadir tanpa alasan. “Sangat kita sayangkan, padahal keterangan mereka sangat penting dalam perkara ini,” kata Dyah Lestari.

Soleh Abidin juga menyatakan bahwa SK Gubernur tentang TAGUPP belum pernah direvisi. Itu artinya nama Hijrah Mas’ud masih tercantum sebagai wakil ketua. Soal status Hijrah ini dipertanyakan langsung oleh majelis hakim. Padahal dalam keterangan kepada publik beberapa waktu lalu, Rudy Mas’ud mengatakan sudah menarik adiknya dari tim tersebut.

Gubernur dalam berbagai kesempatan menjelaskan bahwa pembentuan Tim Ahli Gubernur merupakan strategi investasi kebijakan, bukan menjadi beban anggaran. Tim dibentuk untuk memberikan masukan strategis agar kebijakan yang dijalankannya tepat sasaran dan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Sementara Dyah Lestari menegaskan, dia bersama para advokat lainnya mengajukan gugatan ini bukan untuk kepentingan pribadi atau bermuatan kepentingan politik. “Ini murni masalah hukum. Yang kami persoalkan adalah undang-undang dan tata kelola pemerintahan yang benar,” tandasnya.

Banyak warga yang memuji langkah hukum yang dilakukan Dyah Lestari bersama para advokat lainnya. “Kita sangat mengapresiasi, mudah-mudahan majelis hakim tidak masuk angin. Gugatan dikabulkan dan menjadi pelajaran penting bagi Gubernur Rudy Mas’ud,” kata Samsuri, warga Teluk Lerong Samarinda.(*)

Kok Suka dari Luar Pak Gub?

July 9, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MUTASI dan rotasi pejabat Pemprov Kaltim yang dilakukan Gubernur Rudy Mas’ud masih menyisakan persoalan. Banyak pihak menilai kebijakan Gubernur dalam urusan penataan manajemen birokrasi di Pemrov Kaltim tidak mencerminkan sikap profesionalisme dan kinerja yang baik dan objektif.

Bayangkan sudah satu setengah tahun memimpin, Gubernur belum bisa menuntaskan pengisian sejumlah jabatan terutama di Eselon 2 untuk kepala dinas dan jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Gubernur Rudy Mas’ud didampingi Sekdaprov Sri Wahyuni menjelaskan soal mutasi jabatan strategis di Pemprov Kaltim kepada wartawan.

Akhir Juni lalu Gubernur ada melantik 9 pejabat pimpinan tinggi pratama. Mereka adalah Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Puguh Harjanto sebagai Staf Ahli Bidang III, Syarifah Alawiyah sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arief Murdiyanto sebagai Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi sebagai Kadis Komunikasi dan Informatika, Siti Sugiyanto sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa serta drg Ahmad Jais sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo dan dr Mazniati sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanojoso Djatiwibowo.

Sebelumnya pada minggu ketiga Desember 2025, Gubernur juga melantik 7 kepala dinas dan badan serta 84 pejabat Eselon 3 dan 4. Ke-7 pejabat itu adalah Muhaimin sebagai Kepala Bappeda, Fahmi Himawan sebagai Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Buyung Dodi Gunawan sebagai Kepala Pelaksana BPBD, Joko Istianto sebagai Kadis Lingkungan Hidup, Yusliando sebagai Kadis Perhubungan, Siti Farisyah Yana sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang II serta Lisa Hasliana sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan.

Apakah sudah selesai? Ternyata belum. Karena masih ada belasan jabatan Eselon 2 lain yang saat ini belum diisi pejabat definitif. Itu artinya orang yang duduk di jabatan tersebut pada saat ini adalah pelaksana tugas atau Plt.

Jabatan yang belum diisi pejabat definitif itu di antaranya Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Pemuda dan Olahraga, Kadis Perkebunan, Kadis Kehutanan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekretariat DPRD Kaltim, Badan Penghubung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

Plt adalah pejabat yang ditunjuk sementara untuk menjalankan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan tetap. Mengacu pada praktik BKN dan PermenPAN-RB, masa tugas Plt maksimal 3 bulan dan bisa diperpanjang 1 kali. Jadi total maksimal 6 bulan.

Dalam prakteknya, banyak kepala daerah yang melanggar. Termasuk Gubernur Kaltim. Soalnya ada pejabat OPD yang menyandang status Plt lebih dari 6 bulan.

Lalu apa motif Plt dibiarkan berlama-lama? Biasanya yang sangat kuat berkaitan dengan motif politik. Di samping alasan birokrasi atau administrasi. Tapi ada juga yang bermotif ekonomi alias jual beli jabatan. Sengaja diperlambat karena menunggu pihak yang berani menawar lebih tinggi. Itu terjadi di beberapa daerah yang terkena OTT KPK.

Biasanya Plt lebih patuh karena jabatannya sangat bergantung kepada kepala daerah. Gampang diarahkan dan sangat loyal. Maklum berharap nantinya “dihadiahi” jabatan definitif. Atau kepala daerah sengaja mengulur-ngulur waktu karena masih mencari calon pejabat definitif, terutama dari orang lingkarannya. Bisa keluarga, tim sukses atau orang lain termasuk orang luar yang bisa “dinego” alias diatur.

UTAMAKAN ORANG DAERAH

Ketika dicegat awak media, Gubernur Rudy Mas’ud mengakui masih ada rencana mutasi dan rotasi berikutnya. “Mungkin bulan depan kita juga masih melaksanakan  pelantikan lagi beberapa pejabat eselon 2, 3 dan 4,” katanya begitu.

Dia menyebut bulan Juli dan Agustus ini adalah “bulan emas.” Tak jelas apa maksudnya. Tapi “emasnya” apa bisa diraih kalau masih banyak jabatan dipegang “Plt.”

Berkaitan dengan itu, ada pernyataan baru Gubernur yang memantik polemik. Dia terkesan membuka kesempatan tenaga dari luar atau ASN dari daerah lain ikut mengisi jabatan strategis di Pemprov Kaltim. Itu dilakukan melalui lelang terbuka (open bidding) atau dengan menerapkan manajemen talenta di mana Kaltim jadi percontohan.

Anggota DPRD Kaltim Agus Suwandy langsung wanti-wanti. “Kaltim punya banyak ASN berkompeten. Jadi utamakan putra daerah dong,” tegas Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Gerindra.

Dia berpendapat, meski penerapan manajemen talenta membuka peluang bagi ASN dari luar daerah masuk, akan tetapi ASN lokal tetap harus diperioritaskan. “ASN lokal sudah banyak yang bagus-bagus, jadi harus diprioritaskan,” tandasnya.

Secara aturan, merekrut orang dari luar tidak salah. Malah memberi dampak positif. Misalnya membawa angin segar dan semangat pembaharuan serta bisa bertindak lebih objektif dalam mengambil kebijakan atau keputusan.

Tapi ada juga dampak buruknya. Misalnya meruntuhkan semangat  dan potensi orang daerah. Selain itu pejabat dari luar juga membutuhkan adaptasi yang lebih lama. Dia harus mengenal lingkungannya, budaya kerja dan membangun relasi dari nol. Bahkan berdampak ekonomi. Sebagian penghasilannya dikirim ke daerah asalnya atau keluarganya. Jadi ada kecendrungan terjadi capital flight atau pelarian penghasilan keluar daerah.

Kenapa Gubernur Rudy Mas’ud terkesan suka mendatangkan orang luar? Kalau saja motifnya untuk perubahan dan kemajuan tentu baik juga. Tapi melihat rekam jejak Pak Gub dan Bani Mas’ud dalam urusan penempatan jabatan, orang tak begitu percaya penuh. Seperti kata pepatah: “Ada udang di balik batu.”

Pengamat Kebijakan Publik Unmul, Saipul Bachtiar mencurigai kemungkinan adanya unsur kesengajaan dan ketidakpahaman lambatnya pengisian jabatan definitif di Pemprov Kaltim. “Supaya unsur kontrol politiknya bisa lebih dominan,” katanya seperti dirilis dalam video Selasar.

Bani Mas’ud dikenal sangat kental mengembangkan manajemen nepotisme. Mereka semaksimal mungkin memasukkan keluarga dan lingkaran terdekatnya termasuk orang dari daerah tertentu ke lingkaran kekuasaannya.

Kehadiran Hijrah Mas’ud, adik Rudy di Kantor Gubernur tak lepas dari sikap itu. Malah dia sempat ditempatkan sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP), meski kompetensinya diragukan. TAGUPP yang masih dipersoalkan itu, sebagian juga diisi orang luar.

Kebijakan Gubernur memasukkan dua dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ke Dewan Pengawasan RSUD milik Pemprov jelas bukan pertimbangan kompetensi semata. Sebab dosen FKM Unmul juga mampu duduk di situ. Malah lebih mengenal daerah. Juga lebih efisien. Karena itu, Sudarno yang sekarang menjadi anggota bidang komunikasi TAGUPP sempat mengkritik keras kebijakan tersebut.

Gubernur juga rela mematahkan tradisi orang daerah atau orang dalam di kepemimpinan Bankaltimtara. Belum lama ini dia mengangkat Romy Wijayanto, mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Jakarta menggantikan M Yamin sebagai direktur utama dan Achmad Syamsuddin, mantan Dirut BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menjadi Komisaris Utama (Komut) Bankaltimtara.

M Yamin orang daerah dan lulusan FEB Unmul. Dia diganti sebelum habis masa jabatannya yang kedua. Sebelumnya Dirut Bankaltimtara juga orang daerah di antaranya Zainuddin Fanani dan Aminuddin. Demikian juga Komut-nya. Komut terakhir adalah Zainuddin Fanani, tapi Gubernur tak mau memperpanjang. Sebelumnya ada Prof Suhartono, juga orang daerah yang sekarang jadi Rektor STIE Balikpapan.

Gubernur Rudy Mas’ud kelahiran Balikpapan meski darah orang tunya berasal dari Sulawesi Barat. Dia juga meraih kesarjanaannya mulai S1 sampai S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul Samarinda.  Jadi agak aneh juga kalau dia tidak pro dengan orang lokal atau orang daerah.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb