Tahu Sumedang, Lab UM dan IKN

June 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MINGGU (21/6) pagi saya diajak Pjs Rektor Universitas Mulia (UM) Balikpapan, Dr Agung Sakti Pribadi ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebelum masuk ke jalur jalan menuju IKN di km 38, kita singgah dulu ke lokasi Warung Sumedang yang baru di Km 36. ”Kita sarapan dulu di sini,” kata Pak Agung.

Karangan bunga dari KCU BCA Dago Bandung dan BNI Sumedang untuk pembukaan Warung Tahu Sumedang Km 36

Saya kaget ada Warung Tahu Sumedang yang baru di Km 36. Padahal sebelumnya sudah dibuka Warung Tahu Sumedang di dekat pintu exit Tol Samboja, 200 meter arah jalan ke IKN.

“Ya yang ini pusatnya Warung Tahu Sumedang Renyah,” kata seorang petugas menghampiri kami sambil menyodorkan daftar menu.

Warung Tahu Sumedang baru di Km 36 Jl Soekarno-Hatta memang cukup besar. Pemandangannya menarik. Bisa melihat hamparan kebun sawit yang luas.  Parkirnya juga sangat lebar. Musholanya bersih dan bagus. Saya lihat di depannya ada sejumlah karangan bunga ucapan selamat. Yang menarik ada kiriman dari Kantor Cabang Utama (KCU) BCA  Dago Bandung dan Kantor Cabang (KC) BNI Sumedang.

Warung Tahu Sumedang Renyah di jalur jalan poros Balikpapan-Samarinda ini sangat legendaris terutama di lokasi lama di Km 50. Soalnya dibuka sejak tahun 80-an. Tapi pada 30 Maret 2026 lalu warung ini resmi ditutup permanen.

Para penikmat tahu Sumedang kaget. Berita ini sempat viral di media sosial. Lalu dikaitkan penutupan ini sebagai tindakan dari Otorita IKN. Apalagi sempat tertulis di pagar seng penutup ucapan bernada protes. Bunyi tulisan itu: “Kami Atas Nama Karyawan, Jukir Tidak Terima Penutupan oleh Otorita IKN.”

Apakah Otorita IKN yang memerintahkan penutupan? Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw sempat menjelaskan duduk ceritanya. Dia mengungkapkan, lokasi Warung Tahu Sumedang itu memang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang seyogianya harus dijaga dan dilindungi serta tidak boleh ada kegiatan masyarakat.

Sehubungan itu, pihaknya bertemu dengan pihak terkait terutama pemilik warung. “Akhirnya dengan itikad baik dari sang pemilik dalam mendukung upaya pemulihan fungsi kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto, maka Warung Sumedang ditutup dan akan dipindahkan ke lokasi di luar Bukit Soeharto,” kata Troy.

Dia juga menegaskan bahwa perlindungan kawasan hutan Bukit Soeharto bukan semata-mata penegakan regulasi, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan IKN berjalan selaras dengan kelestarian alam.

Dari catatan lama, Warung Tahu Sumedang di Km 50 sebenarnya sudah pernah ditutup pada tahun 2018 juga karena alasan berada di lokasi Tahura Bukit Soeharto. Namun atas pertimbangan dan respon masyarakat, akhirnya diizinkan kembali beroperasi saat itu.

UM BUKA LAB TEKNIK

Habis melahap tahu Sumedang, sop buntut, nasi goreng dan tempe mendoang, kita meneruskan perjalanan ke IKN. Tujuannya ada dua. Mau melihat perkembangan terakhir pembangunan IKN. Kedua, meninjau persiapan Universitas Mulia (UM) membuka pelayanan laboratorium struktur dan teknologi bahan.

Pak Agung mengajak beberapa stafnya. Di antaranya Pak Sudarno dan Pak Sumardi, S.Kom, M.Kom, yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni UM. Selain itu ikut juga Pak Jatmiko,  arsitek senior rancang bangun Balikpapan.

Kawasan glamping IKN yang banyak menarik perhatian wisatawan. Dulu dimanfaatkan Presiden Jokowi untuk bermalam.

“Melihat masifnya pembangunan IKN dan wilayah sekitarnya, UM merasa perlu membuka layanan laboratorium untuk uji bangunan. Kita melayani semua pihak yang membangun di wilayah ini,” kata Pak Agung.

Lokasi lab yang disiapkan UM kebetulan tak jauh dari lokasi IKN. Beberapa peralatan lab sudah masuk. Di antaranya sudah siap melayani pengujian beton, pengujian non destruktif dan analisis agregat. “Nanti kita juga siapkan untuk pengujian tanah atau soil test,” tambahnya.

Jatmiko memuji terobosan yang dilakukan UM di IKN bersama mitranya. “Saya kira ini sangat dibutuhkan di lingkungan IKN. Kalau tidak salah selama ini uji teknik bangunan banyak dilayani Sucofindo. Dengan adanya lab UM, maka masyarakat punya pilihan dan bisa mempercepat waktu pengujian,” jelasnya.

Belakangan ini saya beberapa kali ke IKN. Terakhir mendampingi kunjungan Pak Dahlan Iskan. Tapi kemarin saya baru pertama kali meninjau jembatan kaca IKN yang berada di kawasan glamping. Dulu kawasan glamping itu digunakan Presiden Jokowi jika bermalam. “Kalau Bapak Presiden Prabowo belum pernah tidur di sini,” kata seorang petugas di sana.

Kawasan glamping dan jembatan kaca itu berada di bukit belakang Istana Garuda. Memang sangat menarik ketika berada di sana. Kita bisa melihat langsung perkembangan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari atas bukit. Sekalian uji nyali berjalan di atas jembatan kaca yang unik.

Fasilitas ini tidak setiap hari dibuka untuk umum. “Hanya di hari-hari tertentu saja, terutama di hari libur di mana kunjungan masyarakat ke IKN meningkat,” kata petugas tadi.

Kami beruntung bisa diberi kesempatan ke sana. “Alhamdulillah atas seizin dan rekomendasi Pak Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN,” kata Sumardi.

Kunjungan kami di IKN ditutup dengan makan siang di Restoran Kampung Kecil, sebelah Hotel Qubika. Saya dan Pak Jatmiko sama-sama pesan gareng asem ikan patin dan Pak Agung order nasi pecel. Lalu ditutup dengan melahap rujak buah. Nikmat sekali. Rasanya sudah tak sabar agar IKN segera difungsikan sebagai ibu kota negara.(*)

Kala Bukit Soeharto Dizalimi

June 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TAMAN Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dizalimi. Karena itu perlu kita lakukan pertobatan ekologis dan perlu istiqomah. Ucapan menarik dan beraroma religius itu dilontarkan Dr Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), yang saat ini juga memimpin Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal  IKN.

Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup OIKN Dr Myrna Asnawati Safitri, Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Irjen Pol Edgar Diponegoro, Camat Samboja Barat Burhanudin membuka papan larangan berbagai kegiatan yang merusak Tahura Bukit Soeharto.

Myrna menyampaikannya pada acara Revegetasi Lahan Bekas Tambang Ilegal di wilayah RT 12, Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (18/6) pagi. Ini langkah penting dalam pemulihan Kawasan Tahura Bukit Soeharto yang luasnya mencapai 64 ribu hektare.

Dalam istilah orang-orang rimbawan, revegetasi adalah  proses penanaman kembali dan pemulihan lahan terdegradasi atau rusak akibat aktivitas seperti pertambangan, kebakaran hutan dan banjir. Tujuannya mengembalikan fungsi ekologis, mencegah erosi, memperbaiki kulitas tanah dan memulihkan keanekaragaman hayati.

Saya diundang di acara tersebut. Malah diminta bicara mewakili orang Samboja. Saya bilang sebenarnya saya lahir di Balikpapan, tapi masa kecil saya antara tahun 60-70-an memang di Samboja. Ayah saya guru di SD Gunung Malang, lalu jadi kepala sekolah di SD 011 di Sungai Merdeka, dekat persimpangan Km 38.

Saya menanam 5 pohon balangeran. Tampak danau bekas tambang yang sudah tercemar.

Waktu itu saya hanya mengenal Samboja sebagai ladang minyak BPM/Pertamina. Banyak sumur minyak. Pulang sekolah saya diajak ayah saya berladang. Samboja masih lestari, hijau dan menakjubkan. Saya tak menyangka kalau Samboja sekarang menjadi daerah pertambangan batu bara. Banyak OKB-nya. Orang kaya mendadak. Sayangnya pertambangannya tidak resmi alias ilegal. Selain juga ada yang menanam kelapa sawit. Juga ilegal.

Bukit Soeharto yang ada di wilayah Samboja jadi hancur. Tambang batu bara liar baik yang besar maupun yang karungan menjadi-jadi. Termasuk juga penanaman kelapa sawit tanpa izin yang jelas. Dulu malah ramai dengan perkebunan lada dan buah naga.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol Edgar Diponegoro yang juga wakil ketua Satgas mengungkapkan, pihaknya mencatat total luasan pembukaan lahan ilegal di kawasan konservasi ini mencapai angka yang sangat besar. Dari aksi tambang batu bara ilegal saja mencapai 4.200 hektare dan dari perkebunan kelapa sawit illegal mencapai 8.300 hektare.

Pada November tahun lalu, Bareskrim Polri bersama Polda Kaltim melakukan operasi besar di IKN. Sejumlah pelaku ditangkap. Ada 4.000 kontainer batu bara yang siap dikirim ke Surabaya disita. Polisi juga menemukan lahan terbuka seluas 300 hektare akibat aktivitas tambang liar tersebut.

Sekarang Satgas juga membidik target lain, yakni aktivitas tambang pasir dan batu (galian C) illegal di luar kawasan hutan.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin S.Ag, M.Si mengakui sekarang ini hampir tak terdengar lagi ada penambangan liar. Berkat adanya Satgas, Tahura Bukit Soeharto bisa dijaga. “Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak merusak Bukit Soeharto,” kata Camat Berprestasi Terbaik II Kaltim tahun 2026 ini.

ADA SISA KARUNGAN

Saya setuju ucapan Ibu Myrna, Tahura harus dijaga dan diselamatkan. Penegakan hukum dan pemulihan lingkungan harus dilakukan. Juga persoalan penguasaan lahan harus diurai dan diselesaikan. Mana warga lama dan mana yang baru datang.

Saya juga mendorong warga Samboja punya pemahaman yang sama. Tahura Bukit Soeharto sangat berguna bagi anak cucu di kemudian hari dan menjadi warisan yang tidak ternilai harganya.

Ada yang menarik ketika saya memasuki areal revegatasi bekas lahan tambang di RT 12, Sungai Seluang,  Samboja. Di situ masih ada tumpukan batu bara sisa yang tidak diambil lagi oleh penambangnya. Malah masih ada yang sudah dimasukkan dalam karung plastik.

Di lokasi penanaman yang berbukit juga ada pemandangan yang menarik. Di bawahnya terlihat danau dengan airnya yang berwarna hijau. Itu air yang terkontaminasi dari aktivitas pertambangan.

Belum diketahui berapa jumlah lubang atau danau bekas tambang di Bukit Soeharto? Tapi di Kaltim tercatat antara 1.700 sampai 44 ribu titik, yang telah merenggut sedikitnya 45 nyawa akibat tenggelam.

Ada usul dari warga Samboja, agar bekas galian tambang ilegal dijadikan kolam budidaya perikanan air tawar. Dulu di daerah ini banyak terdapat ikan air tawar seperti gabus, pepuyu, lele dan ikan seluang.

Myrna menyambut baik usul tersebut. Tapi sebelum dilaksanakakan ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, komitmen yang kuat dari masyarakat untuk menjaga keselamatan. Jangan ada lagi jatuh korban dari lubang tambang. Kedua, kadar keasaman (pH) air dan kandungan tanah wajib di uji di laboratorium agar hasil panen ikan bebas dari sisa kandungan logam berat.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Lazuardi Nasution menjelaskan, acara revegetasi yang dilaksanakan adalah penutup dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang berlangsung sejak 5 Juni 2026.

Ada beberapa aksi yang sudah dilakukan di antaranya korve di area Masjid Negara, bersih Pantai Tanah Merah, penanaman mangrove dan envi walk.

Aksi revegatasi itu ditandai penanaman 1.000 pohon Balangeran, trembesi dan Tanjung di atas areal seluas 1,6 hektare.

Saya teringat zaman penanaman pohon era Presiden SBY. Waktu itu Indonesia mentargetkan menanam sejuta pohon di Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Karena itu warga Indonesia yang tercatat di atas 200 juta orang harus menanam minimal 5 pohon untuk mencapai target tersebut. Saya tetap konsisten dengan kewajiban itu. Saya menanam 5 pohon. (*)

Chelsie Kian Mendunia

June 20, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KITA lagi demam bola dunia. Tapi tak berarti berita olahraga lain tersingkir. Soalnya ada berita hebat dari cabang catur. Chelsie Monica Ignesias Sihite, pecatur cantik kelahiran Balikpapan berusia 30 tahun mengalahkan pecatur nomor satu dunia, Grandmaster Sven Magnus Carlsen (35) dari Norwegia.

Senyum Chelsie Monica di depan papan catur

Meski bukan kejuaraan resmi, tapi keberhasilan Chelsie mengalahkan Carlsen jadi viral. Kemenangan bersejarah itu terjadi dalam ajang ekshibisi catur simultan yang digelar di Hong Kong bersamaan dengan rangkaian acara Kejuaraan Catur Cepat dan Kilat Beregu Dunia (FIDE World Rapid and Blitz Team Championship).

Dalam ekshibisi itu, Carlsen menghadapi 24 pecatur dari seluruh dunia dengan format catur cepat. Dan Chelsie satu-satunya pecatur yang bisa menumbangkan sang juara dunia.

Apa tidak hebat? Carlsen yang dikalahkan Chelsie adalah juara dunia catur lima kali. Juga juara dunia catur cepat 5 kali dan 8 kali memenangi Kejuaraan  Dunia Catur Blitz (bersama dengan Ian Nepomniachtchi) dan merupakan juara bertahan dari Piala Dunia Catur.

Carlsen telah menduduki posisi No 1 dalam peringkat catur dunia FIDE sejak 1 Juli 2011 dan hanya kalah dari Garry Kasparov dalam waktu yang dihabiskan sebagai pemain dengan peringkat tertinggi di dunia. Ia juga memegang rekor tak terkalahkan terpanjang di tingkat elit dalam catur klasik, yaitu 125 pertandingan. Karena itu dia diberi gelar Greatest Of All Time (GOAT) catur dunia.

Mengutip dari laporan CNN Indonesia, detik-detik kemenangan itu terjadi 5 menit sebelum waktu pertandingan berakhir. Chelsie dengan mantap memindahkan buah benteng dari c1 ke h1. Carlsen kemudian langsung menjabat tangan perempuan 30 tahun yang memiliki gelar  Women International Master (WIM) sebagai tanda mengaku kalah.

Chelsie pun seketika tersenyum, menghela napas panjang dan menutup muka dengan tangan seperti tidak percaya sudah mengalahkan pecatur nomor satu dunia.

Dari video yang beredar, kita lihat Chelsie langsung meminta tanda tangan Carlsen dan kemudian meminta foto selfie alias swafoto. Carlsen tak keberatan. Dia menyorongkan wajahnya ke arah kamera ponsel Chelsie. “Aduh senang banget,” kata Chelsie berbunga-bunga.

Menurut Chelsie, perasaannya bercampur senang dan grogi ketika terpilih sebagai salah satu pemain yang diadu lawan Carlsen. Senang karena bisa menghadapi juara dunia sepanjang masa, tapi juga grogi kalau tak mampu mengimbangi. “Strategi saya awalnya bertahan dan tidak cepat kalah, eh tahunya malah bisa memenangi pertandingan,” katanya penuh kebahagiaan.

Berita kemenangan Chelsie sudah sampai ke ibunya, Eda Sihite di Balikpapan. “Ibu senang, terima kasih atas dukungan semua pihak,” katanya ketika saya hubungi, kemarin. Ayah Chelsie sudah beberapa tahun meninggal dunia. Padahal dia yang mengenalkan Chelsie bermain catur.

Apa ada rencana Chelsie pulang ke Balikpapan? “Dia masih bertanding catur cepat dan kilat. Mereka main tim bersama Utut Adianto sampai tanggal 22 Juni,” kata sang ibu.

BANGGA IKUT MENDORONG

Saya dapat kiriman video kemenangan Chelsie dari Randy, staf manajemen PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), anak perusahaan Apical Group yang pabriknya di Kariangau Balikpapan Barat. “Keren nih pak,” katanya mengomentari. Saya tidak tahu apakah Randy juga suka catur. Selama ini saya hanya diajak Randy main bulu tangkis dan pickleball.

Perasaan saya ikut gembira atas prestasi itu.  Ketika saya masih menjabat wali kota, saya ikut membantu dan mendorong Chelsie agar bakatnya bermain catur bisa diasah di Jakarta, sehingga bisa berkembang menjadi pecatur nasional dan bahkan dunia. Waktu itu dia masih kecil.

Ada dua orang tokoh yang sangat berjasa secara langsung atas keberhasilan Chelsie. Yaitu Nugroho yang waktu itu menjadi Ketua Percasi Balikpapan. Dan juga Pak Udin Hianggio, sebelum menjadi Wagub Kaltara, dia pernah menjadi Ketua Pengda Percasi Kaltim. Nugroho dan Pak Udin yang mengirim Chelsie bergabung ke Sekolah Catur Utut Adianto di Jakarta.

Di luar dugaan, Chelsie memang pemain catur berbakat. Sejak 2003, Chelsie sudah ikut berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun di turnamen bergengsi mulai level Asia Tenggara hingga dunia.

Masih berusia 10 tahun, Chelsie sudah menjadi runner-up di kejuaraan ASEAN Age Group Chess Championship di Thailand pada 2005. Dia juga pernah menjuarai World School Chess Championship di Singapura pada 2008. Lalu mempersembahkan medali emas di SEA Games 2013 di Myanmar.

Chelsie juga viral ketika menjadi komentator pertandingan catur antara Dewa Kipas (Dadang Subur) melawan Women Grand Master (WGM) Irene Kharisma Sukandar, yang disiarkan di kanal You Tube Deddy  Corbuzier pada Maret 2021.

Saya pernah bertanding lawan Chelsie dalam pertandingan ekshibisi catur simultan di teras Pemkot Balikpapan. Chelsie melawan 10 pecatur Balikpapan termasuk saya. Di luar dugaan satu-satunya yang berhasil main draw hanya saya. Sedang 9 lainnya kalah semua. Mungkin dia takut mengalahkan wali kota.

Hari-hari ini saya melatih cucu saya, Dafin yang mulai suka bermain catur. Dia baru berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SDIT Balikpapan Islamic School Balikpapan Baru. Kemarin saya dikalahkan. Saya lengah menteri saya di makannya. Dia tertawa, saya keok. Mudah-mudahan dia bisa menyusul Chelsie.(*)

Mengkritik Boleh, Tetapi Jangan Menafikan Fakta: Bupati Kutim Tidak Diam Hadapi Persoalan Sawit

June 19, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: H. Akhmad Wasrip Setiyono, S.T. (ketua PKS kutim)

Kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, tentu memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terkait penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluhkan petani. Namun, kritik yang menyatakan Kutai Timur “seperti tidak punya bupati dan Dinas Perkebunan” patut ditinjau kembali secara objektif berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan.

H. Akhmad Wasrip Setiyono, S.T.

Sebab, jika menilik berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini, sulit untuk mengatakan bahwa pemerintah daerah bersikap diam atau tidak peduli terhadap sektor perkebunan sawit.

Sawit Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah

Pertama, perlu dipahami bahwa sektor kelapa sawit justru menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Kutai Timur. Bupati Ardiansyah Sulaiman secara terbuka menyampaikan bahwa sejak tahun 2021 pemerintah daerah telah menetapkan kelapa sawit sebagai bagian dari grand design pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor sawit mulai dari aspek budidaya, tata kelola data, hilirisasi industri hingga peningkatan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Artinya, secara kebijakan makro, sektor sawit bukanlah sektor yang diabaikan, melainkan sektor yang ditempatkan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi Kutai Timur.

Bupati Justru Sedang Menertibkan Tata Kelola Sawit

Kedua, kritik mengenai lemahnya data justru sedang dijawab oleh langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah.

Pada 17 Juni 2026, Bupati Ardiansyah Sulaiman memimpin rapat koordinasi bersama perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kutai Timur. Dalam forum tersebut, Bupati secara tegas meminta sinkronisasi data antara Dinas Perkebunan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, jutaan ton Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Kutai Timur keluar daerah tanpa tercatat secara optimal sebagai produk asal Kutai Timur. Akibatnya, daerah kehilangan potensi manfaat ekonomi dan peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, pemerintah daerah mulai memperkuat pengawasan melalui mekanisme Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) yang kini telah menjadi kewenangan daerah sejak tahun 2024.

Jika dicermati, upaya pembenahan data yang sedang dilakukan ini justru menjawab substansi kritik yang disampaikan DPRD. Persoalannya bukan pemerintah tidak bekerja, tetapi pemerintah sedang melakukan proses penataan tata kelola yang selama ini memang belum ideal.

Persoalan Harga TBS Tidak Sesederhana Menyalahkan Pemerintah Daerah

Ketiga, perlu dipahami bahwa harga TBS sawit bukanlah komoditas yang sepenuhnya dapat dikendalikan oleh pemerintah kabupaten.

Harga sawit dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:

  • Harga CPO dunia;
  • Harga minyak nabati global;
  • Nilai tukar rupiah;
  • Permintaan pasar ekspor;
  • Biaya logistik;
  • Kebijakan ekspor nasional;
  • Kondisi produksi pabrik dan kebun.

Dalam sistem yang berlaku saat ini, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan harga TBS secara sepihak.

Yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah melakukan pengawasan, memfasilitasi komunikasi antara petani dan perusahaan, mendorong transparansi harga, serta memastikan perusahaan menjalankan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, ekspektasi bahwa bupati dapat secara langsung menaikkan harga sawit merupakan pemahaman yang kurang tepat terhadap tata kelola industri sawit nasional.

Hilirisasi Adalah Solusi Jangka Panjang yang Sedang Diperjuangkan

Keempat, langkah yang dilakukan Bupati Kutai Timur justru menyasar akar persoalan yang lebih mendasar, yakni ketergantungan daerah pada penjualan bahan mentah.

Dalam rapat bersama perusahaan perkebunan, Ardiansyah Sulaiman secara terbuka menyentil perusahaan-perusahaan sawit yang memiliki kebun di Kutai Timur tetapi membangun industri pengolahan di luar daerah.

Kritik tersebut sangat relevan.

Selama ini Kutai Timur hanya menjadi pemasok bahan baku, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati daerah lain yang memiliki pabrik pengolahan.

Bupati bahkan mencontohkan bahwa Kota Bontang sudah memiliki industri minyak goreng sawit, sementara bahan bakunya banyak berasal dari Kutai Timur.

Artinya, pemerintah daerah tidak hanya berpikir mengenai harga sawit hari ini, tetapi juga berupaya membangun ekosistem industri yang mampu menciptakan stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Rekam Jejak Kinerja Tidak Bisa Diabaikan

Kelima, menilai kepemimpinan daerah harus dilakukan secara utuh, bukan hanya dari satu isu yang sedang berkembang.

Di bawah kepemimpinan Ardiansyah Sulaiman, Kutai Timur menunjukkan sejumlah capaian pembangunan yang mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk DPRD sendiri.

Salah satu contoh terbaru adalah keberhasilan mendorong ekspor komoditas kakao yang mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Kutai Timur. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Dengan kata lain, narasi bahwa pemerintah daerah tidak bekerja menjadi sulit dipertahankan ketika fakta menunjukkan adanya berbagai program dan capaian yang telah berjalan.

Kritik Harus Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Sensasi

Pada akhirnya, masyarakat tentu menginginkan pemerintah dan DPRD berada dalam satu barisan untuk memperjuangkan kepentingan petani.

Kritik dari DPRD penting sebagai fungsi pengawasan. Namun kritik akan jauh lebih produktif apabila diarahkan untuk memperkuat solusi daripada membangun kesan bahwa pemerintah tidak melakukan apa-apa.

Fakta menunjukkan bahwa Bupati Kutai Timur telah mengambil langkah melalui penguatan tata kelola data, sinkronisasi antarinstansi, pengawasan distribusi CPO, dorongan hilirisasi industri sawit, serta koordinasi dengan perusahaan-perusahaan perkebunan.

Apakah langkah tersebut sudah sempurna? Tentu belum. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Namun mengatakan Kutai Timur seperti tidak memiliki bupati dan Dinas Perkebunan jelas mengabaikan berbagai upaya yang sedang dan telah dilakukan pemerintah daerah.

Dalam situasi ekonomi yang menantang, yang dibutuhkan masyarakat bukanlah pertentangan narasi antara legislatif dan eksekutif, melainkan kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi petani sawit Kutai Timur.

Calon Walkot Balikpapan dan Samarinda

June 17, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BAKAL calon Wali Kota Samarinda mulai terkuak, tapi Balikpapan sepertinya masih dingin-dingin saja. Apa memang belum ada? Rasanya tidak juga. Pembicaraan di berbagai tempat mulai ramai meski belum mengerucut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wali Kota Balikpapan  Rahmad Mas’ud sama-sama sudah 2 periode.  Jadi tidak mungkin lagi mencalonkan diri. Tinggal kita bicara siapa calon penggantinya di tahun 2029 nanti?

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Samarinda secara resmi sudah mengumumkan ketua DPC-nya, Helmi Abdullah sebagai calon Wali Kota Samarinda 2029. “Ketua DPC kami Bapak Helmi Abdullah adalah kader terbaik kami, jadi layak beliau kami calonkan,” kata Sekretaris DPC Gerindra, Mujianto, Senin (8/6) lalu.

Calon di partai milik Presiden Prabowo Subianto ini tidak saja Helmi, karena juga terdengar ada kader Gerindra dari provinsi juga disebut-sebut. Dia adalah Agus Suwandy, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Mulawarman. Agus juga aktif di dunia olahraga. Dia Ketua GABSI Kaltim dan sebelumnya Ketua Perbasi.

Di luar kader Gerindra, juga beredar beberapa nama. Di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dari Partai NasDem, Ketua DPC Demokrat Samarinda Muhammad Barkati dan Viktor Yuan, anggota DPRD Samarinda juga dari Demokrat.

Sedang dari Golkar juga disebut-sebut  ada 2 nama. Yaitu anggota DPRD Kaltim dr  Andi Satya Adi Saputra serta Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, kakak kandung Gubernur Rudy Mas’ud.

Hasanuddin Mas’ud

Hasanuddin Mas’ud yang memangku jabatan Ketua DPC Golkar Kukar  kabarnya diproyeksi di dua daerah. Selain di Samarinda, dia juga ada kemungkinan menjadi calon Wali Kota Balikpapan.

Ada skenario politik dari keluarga Bani Mas’ud yang sudah lama terdengar. Ada kemungkinan Rahmad Mas’ud yang sekarang Ketua Golkar Balikpapan diproyeksi menjadi Ketua DPRD Kaltim. Lima tahun kemudian dia bakal didorong menjadi calon Gubernur Kaltim menggantikan adiknya, Rudy Mas’ud jika sampai dua periode.

Jika Hasanuddin tak jadi ke Samarinda, maka nama Andi Satya Adi Saputra bakal menguat. Dia adalah putra anggota DPD RI dapil Kaltim, dr Sofyan Hasdam yang juga mantan Wali Kota Bontang. Istri Sofyan atau ibu kandung Andi Satya adalah dr Neni Moerniaeni yang sekarang memangku jabatan Wali Kota Bontang. Sedang Ketua DPRD Bontang saat ini adalah Andi Faizal, juga anak Sofyan Hasdam dan Neni Moerniaeni.

Peta politik dinasti di Kaltim saat ini sangat kuat di tiga daerah. Selain dari Bani Mas’ud dan klan Sofyan Hasdam, juga Bupati Kabupaten Paser, dr Fahmi Fadli. Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi adalah adik kandung Fahmi. Sedang istri Fahmi, Sinta Rosma Yenti adalah anggota DPD RI dapil Kaltim.

PETA BALIKPAPAN

Ada kabar yang beredar, jika Hasanuddin tak jadi ke Balikpapan, maka ada kemungkinan Rahmad Mas’ud mendorong istrinya, Hj Nurlena menjadi penggantinya. Tapi kabar lain mengatakan, Rahmad tidak terlalu berkenan istrinya masuk ke wilayah politik.

Beberapa pengurus DPC Golkar Balikpapan meragukan kalau Alwy Al Qadri, keponakan Rahmad yang sekarang Ketua DPRD Balikpapan didorong ke kursi No 1. Kapasitas Alwy dianggap belum memadai untuk bertanding sampai ke sana.

Masih ada tiga anggota Bani Mas’ud yang bisa saja didorong menggantikan Rahmad Mas’ud. Yaitu pasangan suami istri, dr Ifransyah Fuadi dan Hijrah Mas’ud serta H Eddy Salasa, suami adik kandung Rahmad yaitu Yuliana Mas’ud.

Ifransyah saat ini adalah Direktur RSUD Beriman milik Pemkot Balikpapan.  Sedang Hijrah sempat menjadi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim. Hijrah disebut-sebut banyak berperan di Kantor Gubernur mendampingi kakaknya Rudy Mas’ud.

Eddy Salasa adalah Ketua DPP Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) periode 2022-2027. Dia sempat meramaikan bursa calon Ketua KADIN Balikpapan dan calon Bupati Sinjai, Sulsel.

Calon Golkar lainnya adalah Abdulloh, mantan Ketua DPRD Balikpapan yang sekarang ini menjadi Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim. Dukungan masyarakat untuk Abdulloh cukup kuat, tapi kabarnya dia tidak terlalu direkomendasi oleh Bani Mas’ud.

Itu sebabnya beberapa waktu lalu beredar di media sosial, unggahan tentang Abdulloh yang terkesan dihalang-halangi rencana pencalonannya. Beberapa sumber mengatakan, ada kemungkinan Abdulloh loncat ke partai lain.

Selain beberapa nama tadi, nama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo juga sangat  diperhitungkan. Karena dia adalah Ketua DPC Gerindra Balikpapan. Nama Bagus memang belum mengakar, tapi dengan kedudukannya sebagai Wawali dan Ketua Gerindra, banyak jalan untuk dia bersosialisasi di masyarakat.

Dari PDI, ada kemungkinan mendorong Eddy Tarmo. Eddy yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Kaltim, saat ini dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Balikpapan. Pada Pilkada 2024 lalu, dia calon wawali mendampingi Rendy Ismail, Ketua Yayasan Uniba Balikpapan.

Di Balikpapan juga beredar beberapa nama calon wakil wali kota. Ada calon lama yaitu drg Syukri Wahid, Ketua DPC Partai Gelora. Pada Pilkada 2024 dia menjadi calon wawali mendampingi HM Sa’bani.

Selain Syukri, nama Muhaimin juga sering disebut-sebut. Saat ini dia adalah Kepala Bappeda Kaltim, yang sebelumnya sempat menjadi Sekda Balikpapan. Nama Muhaimin dinilai cukup menjual, karena dia pernah menjadi Ketua KNPI dan Ketua Karang Taruna Balikpapan.

Ada tiga anak muda yang juga berpeluang ke depan setidaknya untuk jadi calon wawali. Mereka adalah Glenn Nirwan, mantan Ketua HIPMI. Dia putra pengusaha beton Roy Nirwan. Juga Ketua HIPMI Balikpapan saat ini yaitu Adam Dustin Bhakti dan Ketua Kadin Balikpapan yang baru, Noval Asfihani. Dia adalah putra pengusaha H Asfiah Achmad. Ketiga anak muda ini dianggap punya kapasitas dan cukup kuat integritasnya. Selain juga dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses.

Apakah Bani Mas’ud masih bisa menguasai Kaltim di Pilkada 2029 mendatang? Sepertinya tidak gampang. Serangan dan sorotan yang kuat kepada Gubernur Rudy Mas’ud pada saat ini bisa mendistorsi “kesaktian” Bani Mas’ud. Apakah seperti itu? Kita lihat saja perkembangan di tahun-tahun mendatang ini.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb