Naik Pinisi ke Pulau Balang

December 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA baru pertama kali naik kapal pinisi Mahligai Nusantara ke Pulau Balang. Diajak Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Zaenal Arifin hari Minggu (15/12). Berangkat dari Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Lihat Pelabuhan Somber saya jadi teringat Ibu Sumaria Daeng Toba. Pelabuhan itu dulu adalah pelabuhan feri penyeberangan Balikpapan-Penajam. Dioperasikan sejak 1979 hingga 2004. Setelah itu terhenti karena digugat Sumaria. Dia memenangi gugatan, akhirnya Pemprov Kaltim bersama Pemkot Balikpapan membayar harga tanah dan sewa pemakaian total di atas Rp20 miliar.

Ada rencana pelabuhan Somber akan difungsikan lagi menjadi pelabuhan bongkar muat barang terutama sembako Balikpapan-Mamuju (Sulbar). Menurut Asisten I Pemkot Balikpapan, Zulkifli, pelabuhan itu masih layak digunakan. Tapi kemarin saya lihat ada beberapa tiang pondasi pelabuhan terancam putus akibat korosi.

Aksi Sumaria ternyata belum selesai. Dia kembali menggugat warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Somber. Dia kembali memenangi gugatan. Tanahnya seluas 3,8 hektare. Di situ ada 45 rumah warga. Saat ini tengah dilakukan negosiasi dan rencana eksekusi.

Keluarga besar Pj Bupati PPU Zaenal Arifin di atas kapal pinisi Mahligai Nusantara

Terlepas soal itu, saya senang bisa ikut perjalanan wisata bersama keluarga besar Pj Bupati PPU, Zaenal Arifin. Dia kelahiran Balikpapan, yang jabatan sebelumnya adalah direktur Konservasi Tanah dan Air, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Bertugas sebagai Pj Bupati PPU sejak 19 September 2024 dan berakhir 10 Februari 2025 nanti saat bupati baru dilantik.

Zaenal membawa keluarga besarnya. Mereka 9 saudara. Salah satunya dr MN Khaeruddin, mantan direktur RS Pertamina Balikpapan. Selain itu ada Muhammad Syarifuddin, dokter spesialis bedah mulut di RS Harapan Kita Jakarta.

Dalam rombongan ada juga  Hasbullah Helmi, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan bersama kakak sulungnya Mohammad Hamdhani, mantan GM Inhutani Balikpapan. Ada juga keluarga Ida Nurmin dan Odah dari Tenggarong.

Mereka masih ada hubungan keluarga. Kakek-nenek Zaenal dan Helmi ternyata berdarah India. Saya dengar Helmi dan keluarganya akan berangkat ke Calicut menyusuri silsilah keluarga besarnya. Calicut atau Kozhikode adalah negara bagian Kerala, India yang penduduknya sekitar 500 ribu jiwa. Lebih kecil dari Balikpapan.

Meski hujan, saya senang duduk di dek kapal. Saya bisa menyaksikan lagi kawasan hutan mangrove sepanjang Sungai Somber menuju Teluk Balikpapan. Sesekali saya lihat ada kawanan bekantan (Nasalis larvatus) bergelantungan di antara dahan pohon mangrove. Menarik sekali.

Bekantan itu kita bilang monyet bule atau monyet belanda karena hidungnya yang panjang dan besar. Sifatnya pemalu. Dilindungi UU, karena terancam punah. Adanya hanya di Pulau Kalimantan termasuk di Brunei, dan Malaysia.

Di kawasan ini ada yang namanya Agus Bei, penerima penghargaan Kalpataru. Dia penjaga dan pengelola kawasan mangrove seluas 150 hektare di sana. Dia mendirikan Mangrove Center, yang sangat terkenal.

Peneliti dari KLHK Tri Atmoko khawatir keberlangsungan hidup ribuan bekantan di Teluk Balikpapan, karena sumber pakan utamanya dari mangrove jenis perepat (Sonneratia alba) banyak yang mati.

Perjalanan menuju Jembatan Pulau Balang ternyata lama juga. Sekitar dua jam. Tapi tidak menjemukan. Di atas kapal yang dikemudikan Bule, kita dihibur dengan musik elekton yang dimainkan Om Iday. Penyanyinya Dana dan Uya.

Ternyata Pj Bupati dan dr Khaeruddin jago nyanyi. Suaranya bagus.  Saya juga didaulat nyanyi. Tapi suara saya, ehm, pas-pasan. Dana tahu lagu kesukaan saya sejak jadi wali kota. Cinta Terbaik dari Cassandra dan Jaga Selalu Hatimu dari Ivan Seventeen.

Rombongan juga dihibur satu sajian tarian dari Papua. Yang menari Eka dan Ayu dari sanggar tari Dewi Ratih. Kalau tidak salah anaknya Bu Eeng yang mengajar tari di sanggar tersebut. Bu Eeng adalah pelaku UMKM makanan Balikpapan, yang sekarang buka warung di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sayang dalam perjalanan itu, rombongan tak melihat adanya lumba-lumba tanpa sirip atau pesut laut (Finless porpoise), yang berkeliaran di Teluk Balikpapan. Malah yang terlihat ada seekor buaya muara melintas.

Sekali-sekali mata saya terarah ke sejumlah bangunan industri yang bercokol di bibir Teluk Balikpapan. Di antaranya yang menonjol  pabrik minyak sawit Kutai Refinery Nusantara (KRN) dari Apical Group dan terminal batu bara PT Gunung Bayan.

Pemilik Gunung Bayan, Datuk Low Tuck Kwong adalah orang terkaya di Indonesia versi majalah Bloomberg edisi Desember 2024 dengan total kekayaan bersih 27,2 miliar dolar AS atau setara Rp436 triliun lebih.

Sedang KRN milik Sukanto Tanoto, orang kaya ke-5 di Indonesia dengan kekayaan 20,9 miliar US dolar atau Rp335 triliun lebih. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN adalah lahan HTI-nya Sukanto. KRN pengelola dan pengekspor minyak sawit, biodesel dan produk turunan lainnya terbesar di negeri ini.

BERKAT GUBERNUR AWANG FAROEK

Puncak pelayaran kita mengelilingi jembatan Pulau Balang. Jembatan ini sekarang menjadi tujuan wisata baru dari Balikpapan  dan PPU setelah kehadiran IKN. “Sebenarnya lebih cantik kita lihat malam hari dengan tata lampunya yang sangat eksotik. Tapi perjalanan malam hari agak rawan karena banyak kapal kecil milik warga yang tidak menggunakan lampu melintas,” kata Dana.

Kapal pinisi Mahligai Nusantara beroperasi tiap hari. Tarifnya per orang Rp250 ribu. Jika dicarter Rp10 juta per sekali perjalanan. Dapat makan siang gratis plus minum dan makanan camilan serta hiburan elekton.

Jembatan Pulau Balang yang diresmikan Presiden Jokowi pada 28 Juli 2024 menjadi penghubung jalan tol dari Balikpapan ke lokasi IKN di Sepaku. Juga terhubung ke Bandara Naratetama atau Bandara VVIP yang berada di Kelurahan Gersik.

Dulunya Jembatan Pulau Balang dibangun untuk kepentingan konektivitas Balikpapan, PPU dan Kalsel. Adalah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang ngotot membangunnya. Terdiri dari bentang pendek antara PPU ke Pulau Balang sepanjang 470 meter dan bentang panjang dari Pulau Balang ke Balikpapan sepanjang 804 meter.

Bentang pendeknya dibiayai dana APBD Kaltim sebesar Rp425 miliar, sedang bentang panjangnya menjadi beban APBN sebesar Rp1,4 triliun lebih dengan skema pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Jembatan Pulau Balang dibangun mulai tahun 2015 dan tersambung tahun 2020. Tapi belum bisa dimanfaatkan karena jalan pendekatnya di kawasan Kariangau belum beres. Syukur ada proyek IKN, sehingga Kementerian PUPR bergegas menuntaskannya.

Menara jembatan atau cable stayed Jembatan Pulau Balang menjadi menara terpanjang kedua setelah Jembatan Suramadu di Selat Madura.

Untuk meningkatkan konektivitas, PUPR sekarang ini lagi membangun jembatan duplikasi atau kembarannya di sisi bentang pendek. Hampir rampung. Progres terakhir dilaporkan sudah di atas 70 persen.

Bersama Awang Faroek, waktu itu kita juga ingin membangun jembatan tol antara Senipah, PPU ke Lapangan Merdeka Balikpapan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sudah dibentuk badan usahanya melibatkan, Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan dan PT Waskita dari BUMN.

Desain jembatan dirancang dengan ketinggian 50 meter dari permukaan air laut pasang. Sayang rencana ini jadi mandek menyusul kehadiran proyek IKN. Kementerian PUPR dan Perhubungan khawatir jembatan itu mengganggu lalu lintas kapal-kapal besar.

Mengakhiri perjalanan, Pj Bupati PPU mengajak kita nyanyi bersama lagunya Iwan Fals, Kemesraan. “Biar  kemesraan kita dan masyarakat tetap terjaga,” katanya. Saya lihat sejumlah bekantan di sekitar Pelabuhan Somber bergelantungan. Mungkin mereka ingin menyampaikan salam perpisahan. Sambil berpesan, kapan-kapan bertemu lagi. He..he.(*)

Melihat “Monyet Nusantara”

December 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEBELUM Presiden Prabowo datang, saya lebih dulu mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), hari Sabtu (14/12). Saya datang bersama keluarga Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Zainal Arifin, yang datang dari Jakarta. Mereka satu saudara juga dengan dr M Noor Khairuddin, mantan direktur RS Pertamina Balikpapan.

Karena datang dengan pengawalan, mobil bisa langsung masuk ke kawasan inti IKN, depan Istana Negara. Pengunjung biasa hanya sampai di rest area, lalu naik bus yang disediakan Otorita. Istana Negara dan Istana Garuda tidak dibuka untuk umum. Pengunjung hanya boleh berfoto ria di depan pagar Istana.

Monyet liar di kawasan Samboja menuju IKN Sepaku.

Tapi sebelum sampai ke IKN saya sempat berhenti di kawasan jalan, yang di kiri kanannya banyak berkeliaran kawanan monyet liar. Tak jauh dari persimpangan Samboja menuju Sepaku. Saya sengaja ingin melihat dari dekat. Ada yang bilang itu “monyet Nusantara.” Soalnya dekat dengan iKN.

Ternyata kawanan monyet itu tidak kabur. Malah mendekat ke mobil saya. Rupanya mereka menduga mobil yang datang pasti membawa makanan. Itu sebabnya mereka berani mendekat bukan sebaliknya kabur ke dalam hutan.

Lebih 10 ekor monyet yang datang mendekat. Lucu juga. Ada yang bersama anak-anaknya. Saya lihat ada yang jenis beruk (Macaca nemestrina), ada juga monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Beruk berbadan lebih besar, jadi kelihatan lebih berkuasa dan dominan dibanding monyet ekor panjang.

BPSI LHK Samboja yang bertugas mengelola kawasan hutan Samboja, tempat monyet itu berkeliaran sudah lama mengimbau masyarakat yang lewat tidak memberi makanan. Sebab tindakan terkesan baik itu, justru bisa mendatangkan dampak buruk baik bagi monyet maupun manusianya.

Kawanan monyet itu jadi malas mencari makan ke dalam hutan secara mandiri. Jadinya dia bisa beringas kepada orang, jika tak diberi makanan. Ada juga monyet yang mati terlindas mobil karena berebut makanan. Sebaliknya bisa jadi juga pengendara motor mengalami kecelakaan gara-gara serangan monyet.

Jika terjadi interaksi orang dengan monyet liar, ada risiko penyakit zoonosis yang mengancam. Orang bisa tertular penyakit yang secara alami ada pada hewan. Di antaranya Avian influenza, rabies, anthrax dan lainnya.

Saya sendiri tak berani membuka kaca mobil terlalu lebar. Takut monyet liar itu tiba-tiba melompat atau menerjang ke dalam mobil. Kawanan monyet itu berkeliaran di sekitar mobil dan bahkan ada yang sampai naik ke atas mobil. Dikiranya saya membagi makanan.

Tempo hari ada rencana Otorita IKN ingin memindahkan kawanan monyet itu ke kawasan yang lebih aman. Salah satu pilihannya di Pulau Benawa, karena di situ ada makanan dari mangrove dan beberapa buah hutan lainnya.

“Memang waktu itu sudah dibicarakan. Kalau beruk itu mengganggu, maka kita pindahkan saja ke kawasan lain. Apalagi primata ini bukan termasuk hewan yang dilindungi,” kata Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Pungky Widiaryanto.

Beberapa langkah lain juga dilakukan OIKN untuk menunjukkan pembangunan infrastruktur IKN ramah lingkungan termasuk melindungi satwa liar. Di antaranya di beberapa titik jalur pembangunan tol Balikpapan-IKN dibangun terowongan atau perlintasan satwa. “Biar satwa tidak melintas di jalan tol yang bisa ketabrak kendaraan yang lewat,” kata Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti ketika datang meninjau.

Di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN saya tak menemukan kawanan monyet liar. Soalnya di sana hanya ada ribuan pohon eucalyptus dari program hutan tanaman industri (HTI). Jadi hampir tak ada satwanya.

Kawanan angsa putih di kolam depan Istana Negara IKN.

Di kolam buatan di seberang lapangan Istana Negara, saya melihat ada puluhan ekor angsa putih. Mereka asyik berjemur. Tak jauh dari situ ada seekor burung  bangau. Aneh juga kok burung bangaunya cuma sendirian.

IKN TETAP RAMAI DAN BERDEBU

Suasana pembangunan infrastruktur di IKN ternyata masih tetap ramai. Ratusan truk besar membawa material berseliweran setiap saat. Debunya juga beterbangan di mana-mana. Termasuk di jalan-jalan dan perkampungan di Sepaku.

Saya khawatir kondisi kesehatan pekerja dan warga setempat di kemudian hari. Saya lihat para pekerja IKN banyak yang tidak menggunakan alat pelindung seperti masker, topi dan sarung tangan. Juga nasib kehidupan warga setempat. Pasti debu masuk ke dalam rumah, tempat penampungan air dan makanan. Termasuk warung makan.

Deputi Sarana dan Prasarana OIKN Danis Hidayat Sumadilaga, yang juga ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN membantah pembangunan IKN melambat di era Presiden Prabowo. “Tidak melambat, kami masih mengerjakan penyelesaian pembangunan IKN dengan semangat dan sesuai target yang ditetapkan,” katanya seperti diberitakan Kompas.com.

Menurut Danis, untuk mengejar target tersebut, terutama penyelesaian ekosistem perkantoran eksekutif, pekerja konstruksi yang dikerahkan saat ini mencapai 26.189 orang. “Tak ada kendala yang berarti, kecuali hal-hal teknis seperti clash antarpekerja, dan masalah pembebasan lahan,” tambahnya.

Saya sempat singgah di kompleks perkantoran Bank Indonesia (BI), yang tak jauh dari Istana. Saya lihat gedungnya dengan desain bertema Garuda Vittaraksha Rupa hampir rampung. Saya teringat Gubernur BI Perry Warjiyo, yang juga ketua umum ISEI. Kebetulan saya ketua ISEI Balikpapan.

Pembangunan Istana Wapres juga terlihat dikebut termasuk kantor IKN dan Masjid Nusantara yang diperkirakan sudah bisa dipergunakan untuk salat Idulfitri awal April 2025. Bandara VVIP IKN juga dijadwalkan selesai dalam waktu dekat ini.

Di waktu ke depan ini Presiden Prabowo meminta segera dibangun ekosistem gedung perkantoran untuk lembaga legislatif dan yudikatif. Dia menargetkan sudah ada di tahun 2028 atau 2029, di saat dia sudah berkantor di IKN.

Saya sempat berfoto di depan  kereta otonom tanpa rel yang sudah tidak beroperasi lagi. Menurut Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, kendaraan modern itu akan dikembalikan ke China karena belum memenuhi standar layak pengoperasian.

Ketika melintas di depan Istana Negara, saya sempat dicegat ibu-ibu yang mengenakan seragam berwana biru. Ternyata mereka guru-guru SD No 3 Balikpapan yang lagi berkunjung. Mereka mendaulat saya ikut berfoto bersama.

Dari catatan OIKN, ada 3 sampai 5 ribu pengunjung tiap hari datang ke IKN. Mereka dari berbagai penjuru termasuk dari luar Kaltim. Kawasan IKN saat ini menjadi destinasi wisata baru yang berdampak kepada perekonomian daerah dan lokal.

Sayang di kawasan inti tak ada pedagang kaki lima berjualan makanan. Kecuali ada café Excelso yang nempel di kantor Menko. Tapi saya kaget di depan proyek kantor BI ada penjual es sepeda melayani beberapa pekerja dan petugas.

Keluar dari kawasan inti IKN, saya sempat singgah di Warung Makan Koh Acang. Tadinya dia jualan di Gunung Sari Balikpapan. Sekarang hijrah ke IKN menangkap peluang. Sayang ketika saya datang dia lagi berbelanja bahan dan ikan di Pasar Klandasan. “Makan aja,” katanya lewat HP. Saya dimasakkan saus udang dan ikan plus tumis toge. Mantap!!!.(*)

Cindara-Abdu di Kereta Kencana

December 15, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TEMAN saya kaget, hari Jumat (13/12) datang ke Balikpapan, tapi tak mendapatkan kamar hotel.  Akhirnya dia memutuskan mengambil kamar hotel di Samarinda. Untunglah perjalanan Samarinda-Balikpapan sekarang tak masalah. Lewat jalan tol cukup lancar, meski jalan tolnya agak gerudukan.

Ada apa ya? Kok kamar hotel di Balikpapan penuh? Apa Presiden Prabowo dengan sejumlah menteri barunya mau ke Ibu Kota Nusantara (IKN)? Begitu sederet pertanyaan yang mencerocos dari mulutnya.

Saya menggelengkan kepala. Saya bilang hotel penuh bukan karena Prabowo mau datang. Akan tetapi ini berkaitan dengan hajatan orang nomor satu di Balikpapan, Wali Kota Rahmad Mas’ud (RM). Dia tengah melaksanakan pernikahan putri sulungnya, Cindara binti Rahmad Mas’ud, BA yang disunting seorang pria bernama Ir Abdurrahman bin Muhammad Al Habsyi, ST, M.Sc.

Abdurrahman atau akrab dipanggil Abdu adalah putra keluarga H Muhammad bin Edrus Al Habsyi dan Hj Ifa Farida binti Umar Al Hamid. Masih keluarga Habib, keturunan Nabi.

Namanya wali kota mantu tentulah heboh. Pernikahan populer bulan ini, kata TribunKaltim. Apalagi RM juga dikenal sebagai saudagar kaya dari keluarga Bani Mas’ud. Makanya semua dia lakukan, baik untuk membahagiakan putrinya sampai pelayanan kepada tamu-tamu yang datang. Apalagi ini mantu pertama dari 6 anaknya.

Hampir semua hotel di-booking. Mulai hotel melati sampai berbintang. RM menyediakan secara gratis penginapan untuk tamu-tamu dan sanak keluarga yang datang dari berbagai daerah di luar Balikpapan.  Itu sebabnya mereka yang mencari kamar hotel untuk sementara sulit untuk mendapatkan.

Prosesi pernikahan Cindara dengan Abdu sudah berlangsung beberapa hari. Beberapa ritual adat dilakukan. Di antaranya pengajian, mappacci’ dan mappasikarawa, ada juga ritual tradisi mengaduk uang panai yang unik, siraman sampai menggendong mempelai.

Sebagian acara dipusatkan di Hotel Gran Senyiur tak jauh dari rumah pribadi RM. Sedang resepsinya berlangsung di dalam dan di luar BSCC Dome, Sabtu (14/11) kemarin sejak pagi sampai malam.  Ribuan undangan dibagi-bagi waktu kedatangannya agar semua acara berjalan lancar. Ada para pejabat, pengusaha, tokoh adat, paguyuban dan pemuda, ketua RT sampai warga biasa.

Kegembiraan Rahmad dan Nurlena menggandeng putri kesayangannya, Cindara.

Di antara tokoh yang datang, Mendagri Tito Karnavian didampingi Pj Gubernur  Akmal Malik. Juga Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadia, yang juga menteri ESDM. Maklum Rahmad juga ketua DPD Golkar Balikpapan dan adiknya, Rudy Mas’ud sebagai ketua DPD Golkar Kaltim. Sempat tersiar kabar Presiden Prabowo dan Jokowi berkenan datang.

Demi keamanan dan kelancaran  resepsi, para undangan diminta membawa “kartu akses masuk” ke tempat acara. Di situ tertulis:  “Kartu ini harap dibawa dan mohon ditunjukkan kepada penerima tamu.” Kartu Akses Masuk ada di dalam kartu undangan.

Ketika akad nikah dilaksanakan, RM sendiri yang bertindak sebagai wali nasab didampingi Kepala KUA Balikpapan Kota H Murtafiin, S.Ag dan Ustaz kondang dari Makassar Dr H Das’ad Latif, Gus Muwafiq, dan Habib Husein bin Taufik Al Habsy. Hadir juga saudara RM di antaranya Hasanuddin Mas’ud, yang juga ketua DPRD Kaltim.

Abdu sangat lancar mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin terbilang cukup unik. Yaitu 1.212 riyal, mata uang Arab Saudi untuk menandai momen pernikahan mereka, tanggal 12 dan bulan 12. Cindara sendiri lahir 31 Desember. Jadi ini juga kado terindah menjelang hari ulang tahunnya.

Sebelum menikahkan, RM sempat menasihati Abdu. Kata-katanya sangat dalam. “Jagalah anak saya Cindara binti Rahmad. Dia adalah anak kesayangan dari seluruh keluarga. Saya titipkan engkau selalu dekat kepada Allah SWT. Ajarilah dia, nasihatilah dia. Sayangilah dia sebagaimana kau menyayangi kedua orangtuamu. Pesan saya dekatkan dia selalu ke jalan Allah dan bina dia. Kau menyakiti anak saya, kau mengecewakan anak saya sama saja dengan mengecewakan seluruh keluarga,” begitu pesannya yang sangat menyentuh.

Sementara itu sang ibu, Hj Nurlena Ramad membuat komentar di Facebook. “Alhamdulillah, prosesi akad Cindara dan Abdu berlangsung penuh khidmat, mempertemukan dua hati yang kini bersatu dalam janji suci di hadapan Allah SWT dan keluarga tercinta.  Semoga rumah tangga yang dibangun dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan. Selamat menempuh hidup baru, anakku Cindara dan Abu. Semoga cinta kalian abadi hingga akhir hayat.”

Resepsi pernikahan berlangsung sangat semarak. Kedua mempelai tampil serasi. Abdu mengenakan jas hitam dengan dasi kupu-kupu, sedang Cindara mengenakan gaun pengantin yang elegan dan mewah bertema “Princess.”

Mereka diarak dengan Kereta Garuda Kencana. Kereta itu pemberian Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat atau Gusti Yudha dari Keraton Yogyakarta, Februari tahun lalu. Diiringi juga kuda pattuddu’ dan kirab budaya Mandar. Undangan juga dihibur dengan penampilan Ratu Dangdut Elvi Sukaesih, Nassar, dan Titi Dj.

Yang bikin heboh, acara pernikahan Cindara dan Abdu juga dimeriahkan dengan pesta rakyat malam tadi. Ada konser Dewa 19 di halaman Dome. Ribuan warga sudah datang sejak sore. Tampil juga Rizky Febian dan Dipha Barus. Mereka sudah rindu menyaksikan penampilan Ahmad Dhani. Apalagi gratis. Selain musisi, sekarang Dhani juga menjadi anggota DPR RI dari Gerindra, partainya Presiden Prabowo. Apa tidak keren?

Di tengah berbagai pujian dan ketakjuban, Kaltimpost merilis berita dengan judul: Kemewahan Pernikahan Anak Wali Kota Balikpapan Disorot, Netizen Heboh dengan Komentarnya.”

SEKOLAH DI INGGRIS

Cindara memang sangat disayangi Rahmad dan Nurlena. Sampai-sampai salah satu nama perusahaan yang mereka bangun dinamai PT Cindara Pratama Lines. Cindara sebagai direktrisnya. Mengutip nomorsatukaltim.com, perusahaan ini didirikan Februari 2007 dengan bisnis inti transportasi darat, transportasi air, distribusi dan pemasaran bahan bakar minyak (BBM).

RM berharap Cindara menjadi penerus tongkat kepemimpinan usahanya. Bisa jadi juga dalam arena politik. Karena putrinya yang cantik itu, cerdas dan luas pergaulannya. Penampilannya juga sangat gaul dan pernah viral dengan barang-barang branded-nya.

Sang ibu, Nurlena pernah mengungkapkan, nama Cindara terinspirasi dari sejarah salah satu kerajaan atau bangsawan dari tanah Mandar, Sulbar. Kebetulan putri kerajaan itu diberi nama Cindara.

Dalam pencarian di Google, nama Cindara memiliki makna yang baik dan berharga. Nama Cindara juga melambangkan orang yang terampil, ulet dan berkompeten. Ia adalah orang yang lembut hati dan murah hati.

Menurut Rahmad, kehadiran Cindara membawa kebahagiaan bagi keluarganya dan menjadi penyemangat di tengah tantangan hidup yang mereka hadapi. “Cindara lahir sebagai cahaya di keluarga kami,” tambahnya.

Gelar Bachelor of Arts (BA) sepertinya diraih Cindara ketika dia kuliah di University of Westminster, London. Kampus ini punya 19 ribu mahasiswa dari 169 negara. Universitas ini terkenal dengan jurusan media dan modenya, yang dinilai terbaik di dunia. Pilihan studinya ada desain kreatif dan industri digital, seni dan sains, manajemen bisnis dan lain-lain.

Cindara juga sempat mengenyam pendidikan di Almanar Azhari Islamic School dan International High School.

Di tengah resepsi pernikahan Cindara-Abduh yang meriah, saya menghadiri undangan pernikahan warga di Karang Joang. Secara khusus saya diundang. Kedua mempelai juga menikah hari Kamis, 12 Desember. Sang mempelai saya lihat juga bahagia meski acaranya sederhana. Saya datang sendiri, karena Bunda Arita ke Sentul Bogor menengok cucunya, Jena yang lagi berulang tahun ke-5.

Setiap menghadiri acara resepsi pernikahan dan diminta memberi ucapan selamat, saya selalu menyelipkan narasi menyentuh dari Presiden BJ Habibie ketika menikahi Ainun. “Saya menikahi kamu bukan untuk mencari kesempurnaan. Tapi saya melihat yang tidak sempurna dari sudut kesempurnaan.” Selamat bahagia menjadi pasangan yang samawa: Sakinah, Mawaddah, Warahmah.(*)

Isran-Hadi Akhirnya Menggugat

December 13, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PLGUB Kaltim ternyata belum selesai. Paslon No 1 Isran-Hadi sebagai petahana akhirnya memutuskan membawa hasil Pilkada Serentak 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabar gugatan ke MK itu baru diketahui Rabu (11/12) tengah malam menjelang penutupan pendaftaran. Sebelumnya tak pernah terdengar ada rencana tersebut. Tiba-tiba Tim Hukum Isran-Hadi muncul di Gedung MK, Jl Merdeka Barat No 6, Jakarta Pusat.

Sejauh ini juga tidak ada komentar dari mereka. Isran sendiri sampai sekarang belum pernah mengeluarkan pernyataan. Dari Seputarfakta.com ada komentar singkat dari Hadi Mulyadi, calon wagub. “Iya, kami sudah mengajukan gugatan ke MK,” ungkapnya melalui pesan singkat, Kamis (12/12) pagi.

Anggota Tim Hukum Isran-Hadi ketika melaporkan Bawaslu Kaltim ke DKPP di Jakarta.

Beberapa media memberitakan gugatan tersebut dengan mengutip situs resmi MK. Juga sudah beredar Surat Akta Pengajuan Permohonan Elektronik Nomor 265/PAN.MK.e.AP3/12/2024 berikut lampirannya yang ditandatangani Plt Panitera Muhidin pada tanggal 11 Desember 2024.

Di situ disebutkan pemohon adalah Isran Noor dan Hadi Mulyadi, calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim No Urut 1. Kuasa hukumnya Jaenal M dkk. Pokok permohonan adalah Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur Kaltim 2024. Sedang waktu pengajuan permohonan disebutkan Rabu, 11 Desember 2024 pukul 21.57 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Dalam berkas permohonan yang diajukan dilampirkan surat permohonan pemohon, surat kuasa pemohon, KTA dan BAS Kuasa Hukum Pemohon, flashdisk pemohon serta daftar alat bukti dan alat buktinya.

Dari surat kuasa pemohon yang berjumlah 4 orang terdapat nama pengacara terkenal Refly Harun. Bahkan kabarnya ada juga anggota dari  Kantor Pengacara Mahfud MD.

Daftar Permohonan Perkara Pilkada Serentak 2024 yang dikutip dari situs resmi MK pada Kamis (12/12) pagi, terungkap ada 15 permohonan sengketa Pilgub, sebanyak 213 permohonan sengketa pilkada bupati dan 47 permohonan sengketa pilkada wali kota.

Yang mengejutkan dari 15 permohonan sengketa pilgub tidak terdapat permohonan sengketa dari Pilgub Jakarta. Itu berarti rencana Tim Hukum Paslon No 1 Pilgub DKI Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) urung dilaksanakan. “Kami batal mengajukan gugatan karena adanya arahan pimpinan,” kata Tim Hukum RIDO, Muslim Jaya Butar Butar tanpa menjelaskan siapa pimpinan yang dimaksud.

Dari 213 permohonan sengketa pilkada bupati atau pilbup, 3 di antaranya dari Kaltim. Dua gugatan dari paslon pilbup Kukar, yaitu Paslon No 2 Awang Yacoub Lukman-Akhmad Zais dan Paslon No 3 Dendi Suryadi-Alif Turiadi serta gugatan dari Paslon No 1 Madri Pani-Agus Wahyudi di Pilbup Berau.

Sementara itu, dengan adanya gugatan Isran-Hadi, maka penetapan calon terpilih Pilgub Kaltim 2024 mau tidak mau harus menunggu putusan  MK terlebih dahulu. Hal yang sama juga terjadi pada Pilbup Kukar dan Berau.

BAWASLU KURANG BUKTI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim yang bakal menjadi pihak termohon mengaku sudah siap menghadapi PHPU yang diajukan paslon Isran-Hadi. “Iya PHPU merupakan tahapan penting bagi paslon yang merasa tidak puas dengan hasil Pilkada Serentak 2024,” kata Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris seperti diberitakan TribunKaltim.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, gugatan PHPU diajukan para paslon ke MK selama 3×24 jam setelah penetapan rekapitulasi. Sepertinya itu sudah dilakukan tim hukum paslon No 1 Pilgub Kaltim, paslon No 2 dan No 3 Pilbup Kukar dan paslon No 1 Pilbup Berau.

Menurut Fahmi, gugatan PHPU Pilgub Kaltim tentu akan dihadapi langsung oleh pihaknya. Sedang gugatan PHPU dari Pilbup menjadi beban dan tanggung jawab dari masing-masing KPU di wilayahnya. Dan KPU nantinya juga didampingi oleh tim hukum.

Ketua KPU Berau Budi Harianto menyatakan siap menghadapi gugatan dari paslon Madri Pani-Agus Wahyudi. “Sesuatu yang normal dalam pesta demokrasi. Kami tunggu jadwal dari MK saja,” katanya. Hal yang sama juga dinyatakan Ketua KPU Kukar Rudi Gunawan.

Berdasarkan Peraturan MK No 3 Tahun 2024 tentang Tata Cara Beracara dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernujr, Bupati dan Wali Kota, maka berkas permohonan paslon dicatat panitera MK dalam Buku Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik (e-BP3). Lalu dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan kelengkapan pemohon oleh MK.

Pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lambat 3 hari kerja sejak diterimanya Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik (e-AP3). Jika sudah lengkap, maka panitera MK mencatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK).

Dari pengumuman e-BRPK itu, maka termohon atau KPU akan mengetahui dalil atau bukti apa yang dibawa paslon ke MK terkait gugatan PHPU yang diajukan. Selanjutnya masing-masing pihak menunggu jadwal persidangan dan mempersiapkan saksi serta alat bukti yang dibutuhkan.

Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris membenarkan jika ada gugatan PHPU yang diajukan paslon ke MK, maka penetapan calon terpilih dengan sendirinya menunggu putusan dari MK. “Jadi kita jalani dulu persidangannya di MK,” jelasnya.

Sementara itu mengutip dari Sapos.co.id, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim Hari Darmanto mengungkapkan, ada 130 laporan pelanggaran yang masuk ke meja mereka. Mencakup berbagai tahapan, mulai masa kampanye sampai tahap pemungutan suara.

Dari total laporan pelanggaran yang masuk itu, terdapat 71 kasus secara spesifik menyoroti dugaan pembagian uang. “Sebanyak 11 kasus terdeteksi langsung oleh pengawasan kami, 60 lainnya dari laporan masyarakat,” kata Hari.

Selain itu, terdapat 50 laporan lain terkait potensi politik uang. Kasus ini terdiri dari 11 temuan hasil pengawasan langsung Bawaslu dan 39 kasus dari laporan masyarakat.

Menurut Hari, hambatan terbesar dalam menindaklanjuti laporan pelanggaran tadi adalah minimnya bukti yang mendukung laporan tersebut. Selain waktu penyelidikan yang sangat terbatas. “Kami sering terkendala bukti, sehingga banyak laporan yang tidak dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sejauh ini banyak pihak yang menyoroti lemahnya kinerja Bawaslu. “Yang kami lihat ada kesan dan dugaan aparat Bawaslu melakukan pembiaran atau tidak berdaya menghadapi berbagai pelanggaran terutama politik uang di lapangan,” kata Usman dan Harun, dua pemilih asal Samarinda dan Balikpapan.

Tim hukum Isran-Hadi awal November lalu melaporkan Bawaslu Kaltim ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) di Jakarta. “Kami laporkan ke DKPP karena Bawaslu Kaltim diduga melakukan pembiaran terjadinya money politics yang sangat masif dan sudah viral di ruang publik,” kata Dr Jaidun, SH, MH, ketua Tim Hukum Isran-Hadi.(*)

Empat Cagub Tumbang

December 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA empat teman seangkatan saya sewaktu jadi wali kota tumbang di Pilgub Serentak 2024. Mereka adalah Airin Rachmi Diany (mantan wali kota Tangsel), Ridwan Kamil (mantan wali kota Bandung), Mohammad Ramdan “Danny” Pomanto (mantan wali kota Makassar) dan Rusdy Mastura (mantan wali kota Palu).

Ridwan dan Rusdy sudah sempat menjadi gubernur satu periode. Ridwan menjadi gubernur Jabar (2018-2023). Sedang Rusdy menjadi gubernur Sulteng 2021-2024.

Kalau bertempur di Jabar hampir pasti Ridwan menang. Tapi partainya Golkar menggeser dia ke DKI, karena ada Dedi Mulyadi yang menjadi Cagub Jabar dari Partai Gerindra. Berpasangan dengan Suswono (PKS), mereka kalah unggul dengan Pramono Anum dan H Rano Karno alias Si Doel.

Tim hukum Ridwan-Suswono melakukan gugatan. Menurut saya, jika gugatannya nanti kalah di MK, Kang Emil masih tetap berpeluang berkarier di pemerintahan. Dia bisa jadi jadi calon menteri pengganti jika ada reshuffle kabinet atau menjadi kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggantikan Basuki Hadimuljono.

“Bismillah, tetap semangat. Banyak panggung kebermanfaatan yang bisa kita lakukan,” katanya ketika saya WA kemarin.

Sedang Rusdy Mastura-Sulaiman Agusto di luar dugaan pada Pilgub Sulteng 2024 berada di posisi terakhir dari 3 peserta. Pemenangnya adalah Anwar Hafid-Reny Lamadjido. Mereka juga mengalahkan Paslon kuat Ahmad Ali-Abdul. Padahal Ahmad Ali adalah wakil ketua umum DPP NasDem yang didukung banyak partai.

Anwar-Reny didukung Partai Demokrat, PKS dan PBB. Anwar pernah menjadi bupati Morowali dan anggota DPR RI. Sedang Reny, putri mantan gubernur Sulteng Abdul Azis Lamadjido dan pernah menjadi wakil wali kota Palu.

Satu-satunya teman saya yang sukses bertahan jadi gubernur adalah Mahyeldi Ansharullah, yang terpilih kembali jadi gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Sebelumnya dia menjadi gubernur masa bakti 2021-2024. Dan wali kota Padang dua periode (2013-2018 dan 2018-2023) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Teman seangkatan saya di Kaltim adalah Neni Moerniaeni. Dia wali kota Bontang 2016-2021. Lalu kalah di Pilwali berikutnya. Pada Pilwali Serentak 2024, dia yang berpasangan dengan Agus Haris memenangi kontestasi kembali.

Mantan wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) punya nasib beda. Gagal maju ke Pilgub Jabar, justru dipilih Presiden Prabowo menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri. Dia memang petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), yang mendapat tempat banyak di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Ketika Bima Arya terpilih menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), saya yang memimpin sidang. Pemilihan di waktu wabah Covid itu berlangsung cepat dan lancar. Tanpa pemungutan suara alias aklamasi.  Dia menggantikan Airin, yang berakhir masa jabatannya bersama saya.

Teman saya yang lain mantan wali kota Jambi Dr H Syarif Fasha juga urung ke Pilgub Jambi. Tapi dia terpilih menjadi anggota DPR RI 2024-2029 dari Partai NasDem. Sama partainya dengan saya. Dan sama-sama pernah menjadi wakil ketua APEKSI.

Pengalaman kalah di Pilgub juga pernah saya rasakan. Dalam Pilgub Kaltim 2018 saya berpasangan dengan mantan wali kota Bontang Dr Sofyan Hasdam, suami Neni. Saya mendadak diminta menggantikan Nusyirwan Ismail, mantan wawali Samarinda yang meninggal dunia. Pemenang Pilgub waktu itu adalah pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Ada yang tanya kenapa saya tidak nyalon lagi? Saya tak bisa jawab. “Kita lihat perkembangan ke depan saja,” kata saya begitu.

SANGAT MENGEJUTKAN

Kekalahan Airin dan Danny Pomanto cukup mengejutkan. Karena dua-duanya populer dan punya elektabilitas yang tinggi. Ada yang bilang ada situasi “anomali” yang membuat mereka tumbang terutama dialami Airin.

Airin Rachmi Diany

Proses pencalonan Airin memang sempat terseok-seok. Meski dia salah satu elite DPP Golkar, tapi partainya sempat tidak memberikan rekomendasi. Karena di Banten ada calon dari Partai Gerindra dan KIM Plus, yaitu pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

Airin tetap nekat mencalonkan diri. Dia mendapat dukungan dari PDIP sekaligus menggandeng kader PDIP, Ade Sumardi. Akhirnya Golkar ikut memberikan dukungan. Sampai survei terakhir angka elektibilitas Airin tetap tinggi mencapai 70 persen. Tapi hasil Pilgub di luar dugaan dia kalah.

Menantu Ratu Atut ini bersikap kesatria. Dia mengucapkan selamat kepada pemenangnya. “Makasih, Pak Wali,” katanya ketika saya kirimi semangat lewat WA. “Pak Wali sekarang di mana, kita reunian yuk,” katanya mengajak saya.

Danny Pomanto bersama Azhar Arsyad maju Pilgub Sulsel diusung PDIP, PKB dan PPP. Dia sebelumnya berada di Partai NasDem lalu pindah ke kandang banteng. Dia dikalahkan petahana Andi Sudirman Sulaiman, yang berpasangan dengan mantan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, yang juga istri Ketua DPW NasDem Rusdi Masse. NasDem lagi berjaya di Sulsel mengalahkan Golkar dan partai lainnya.

Ada yang bilang kekalahan beberapa cagub tadi ada kaitannya karena membawa bendera banteng moncong putih. Sebab ada kekuatan yang ingin menghabisi merah pada saat ini.  Itu yang terjadi pada Airin, Rusdy Mastura, Danny Pomanto termasuk di Kaltim.

PDIP juga kalah di kandangnya, Jawa Tengah. Juga tumbang di Manado, Sumut dan Jatim. Kecuali di DKI Jakarta, yang di luar dugaan mampu mengikis “kekuasaan” PKS. Calon PDIP I Wayan Koster tetap bertahan di Pilgub Bali. PDIP juga menang di Kalbar dan beberapa daerah lainnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, di tengah berbagai gempuran dan tekanan, PDIP menang di 12 provinsi dan 247 kabupaten/kota. “Kami menang karena memiliki posisi yang jelas di tengah anomali demokrasi dan ketidakadilan yang terjadi secara masif,” katanya lantang.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1636103
    Users Today : 2603
    Users Yesterday : 4571
    This Year : 572613
    Total Users : 1636103
    Total views : 13996545
    Who's Online : 46
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-11