Dukung Isran-Hadi

November 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

CAGUB Kaltim Isran Noor dapat kejutan. Itu terjadi ketika dia menghadiri acara misa keluarga Katolik di kediaman Andhika Hasan, Senin malam (18/11). Tak disangka terselip juga acara penyerahan dukungan kepada Isran dan Hadi.

Andhika Hasan adalah pengusaha dan mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Dia pengurus DPD PDIP Kaltim, yang dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi untuk Balikpapan dan sekitarnya.

Pembawa acara hanya menyediakan waktu singkat untuk penyerahan dukungan. Disebutkan dukungan tersebut datangnya dari KGB.  Kok namanya seperti badan intelijen Rusia? Jemaat sempat kaget. Ternyata bukan. KGB adalah Kawal Gibran Bersama.

KGB adalah organisasi yang mengawal dan berdiri di belakang Gibran Rakabuming Raka, putera sulung Presiden Jokowi.  Sudah hadir dan berjuang ketika Gibran dicalonkan menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Jadi KGB juga berada di belakang Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang dibentuk Prabowo.

“Saya ditugasi membacakan dan menyerahkan amanat dari KGB Pusat,” kata Jeffrin Zai, pemuda Katolik yang dipercaya menjadi Ketua DPW KGB Kaltim bersama pengurus lainnya.

Dalam surat keputusan (SK) No 050/01.SK.RD/DPP/KGB/XI/2024, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KGB memutuskan memberikan dukungan kepada Dr Ir H Isran Noor, M.Si sebagai calon gubernur (Cagub) Kaltim dan H Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim.

SK tersebut  ditandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum DPP KGB Roman Sibuea bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dennis Christian Lokollo. Tanggalnya disesuaikan waktu penyerahan, 18 November 2024.

Ketua KKSS Balikpapan Adam Sinte dan Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang H Hakim Rauf memberikan dukungan kepada Isran-Hadi.

Ketika menerima SK tersebut dari Jeffrin, Isran mengaku terharu dan bangga. “Saya berterima kasih kepada KGB atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan KGB kepada saya dan Pak Hadi. Kami siap menjaga amanat ini,” katanya di depan jemaat.

Menurut Jeffrin, dengan terbitnya SK DPP KGB itu, maka dia sudah menyampaikan instruksi kepada pengurus dan kader KGB di 10 kabupaten/kota se Kaltim untuk memberikan dukungan penuh kepada paslon No 1 Isran-Hadi untuk memenangkan Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya akan berlangsung 27 November mendatang.

Kenapa KGB memberikan dukungan kepada Isran-Hadi? “Kami dari KGB melihat sosok Kai yang profesional, jujur, transparan, punya toleransi tinggi, apa adanya dan tidak banyak drama serta janji palsu. Slogan kami, Kawal-kawal Kai sampai jadi Gubernur Kaltim lagi,” kata Jeffrin.

Acara misa kemarin malam dipimpin Pastor Paroki Kasmir Agung, MSF dan Pastor Yoseph Kristianto, MSF. Hadir juga pastor senior, Huva Hurang, MSF. Acara ini diadakan untuk mendoakan kesembuhan Ibu Rika, istri Andhika sekaligus juga mendoakan untuk keberhasilan Isran-Hadi.

Sempat juga berlangsung dialog. Beberapa jemaat menyampaikan harapan kepada Isran-Hadi. Mulai soal kelangkaan air dan gas melon di Balikpapan, perhatian terhadap guru agama Katolik sampai masalah pembangunan infrastruktur di pedalaman.

“Kita semua dan keluarga harus memberikan dukungan kepada Isran-Hadi, karena selama beliau memimpin Kaltim di periode pertama 2018-2023, banyak sekali perhatiannya diberikan untuk Gereja Katolik seperti juga kepada agama lain,” kata Andhika Hasan.

Yang menarik, jemaat Katolik Balikpapan ternyata juga akrab memanggil Isran dengan sebutan Kai Isran. Mereka juga kompak meneriakkan yel-yel “Pahamlah Ikam.”

MELAYAT DUA KALI

Di hari kedua kampanye di Balikpapan, Senin kemarin, Isran menyempatkan melayat di dua tempat. Pagi hari dia melayat di Gang Wilis RT 12 Damai Baru, Jl MT Haryono atas meninggalnya seorang ibu bernama Rita Syahara binti Abdul Muis.

Isran mengaku sangat terharu karena almarhumah dari keluarga tak mampu. Dia mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman BDS. “Kita doakan almarhumah diterima Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah,” ujarnya khusuk.

Malam tadi Isran juga menyempatkan melayat ke Jl Banjar atas meninggalnya tokoh keluarga Toraja Balikpapan, Andarias C Canette, ayah dari Junior Andarias. Dia sempat memeluk istri almarhum. mengucapkan bela sungkawa dam menyerahkan santunan kepada keluarga.

Warga Toraja mengaku bangga atas perhatian Isran sebagai pemimpin Kaltim. Dia sempat bersilaturahmi di tengah acara ritual keluarga. “Kita dukung Pak Isran dan Pak Hadi,” kata Paci, tokoh Toraja yang sudah berusia 75 tahun.

Isran juga mendapat dukungan dari keluarga Sulawesi ketika dia berkunjung ke kediaman H Hakim Rauf di RT 8 Gang Arya Penangsang, Jl MT Haryono. Dia disambut H Hakim, pengusaha yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang Balikpapan bersama Ketua KKSS Balikpapan Adam Sinte dan tokoh keluarga Mahesa, Youce Rumambi. Tampak juga di sana Hafni Kanafe, sekretaris KK Pinrang.

“Kami konsisten sejak awal mendukung Pak Isran dan Pak Hadi,” kata H Hakim. Hal yang sama juga disampaikan Adam, yang juga memimpin Relawan Pinisi Balikpapan untuk keberhasilan Paslon No 1 Pilgub Kaltim.

Sebelum datang ke kediaman H Hakim, Isran sempat belusukan di kompleks pertokoan Plaza Rapak. Dia disambut antusias oleh pengurus persatuan pedagang Rapak bersama anggotanya, yang sebagian dari keluarga Banjar dan Bugis.

Yang menarik ketika dia singgah di kios penjualan perhiasan emas. Keluhan yang disampaikan para pedagang emas bukan soal jualannya. Malah soal kelangkaan air bersih seperti juga disampaikan warga di berbagai tempat. “Insyaallah jika saya mendapat kepercayaan untuk memimpin kembali Kaltim, saya bersama wali kota terpilih segera mengatasi masalah ini,” jawabnya.

Kebetulan Isran didampingi M Sabani dan drg Syukri Wahid, paslon No 3 untuk Pilwali Balikpapan. “Kami mencalon diri untuk memberikan solusi termasuk masalah air dan gas,” kata Sabani meyakinkan.

Hari ini, Selasa (19/11) Isran masih berada di Balikpapan. Dia blusukan di Pasar Baru yang tertunda dan bertemu dengan sejumlah warga di antaranya warga nelayan di Manggar. Dia juga bertemu Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim dan menyaksikan pagelaran kesenian  Kuda Lumping di Lamaru. “Kami juga siap memberikan dukungan kepada Pak Isran dan Pak Hadi, yang memberikan perhatian luar biasa kepada APINDO,” kata Ketua APINDO Kaltim Slamet Brotosiswoyo.(*)

Kai Borong Makan di Melawai

November 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KAI Isran Noor malam tadi makan lesehan di warung kaki lima Pantai Melawai Balikpapan. Para penjual dan warga yang lagi di sana kaget. Mereka langsung berteriak “Kai..kai…pahamlah ikam.” Lalu berebut minta foto bersama sambil mengacungkan telunjuknya tanda Nomor 1.

Kedatangan Isran ke Melawai memang dadakan. Habis mendarat di Bandara Sepinggan dari Jakarta, lalu nonton reog di Agung Tunggal atas undangan Pak Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim dari PDIP, dia langsung diajak makan lesehan di Melawai.

Yang mengundangnya Ibu Sri Asril, warga Balikpapan Baru yang juga pengusaha. Dia juga mengundang warga Pelayaran dan Sahabat Kecil, yang dibinanya. “Saya tak mengira Pak Isran mau makan di kaki lima,” katanya terharu.

Isran sendiri kaget kalau Melawai berkembang jadi pusat makanan lesehan di Balikpapan pada malam hari. “Saya suka suasana seperti ini dan harus dikembangkannya juga di daerah lain,” katanya sambil melahap nasi, tahu dan tempe goreng, ikan bakar dan ayam goreng. Tak lupa juga sambal uleknya. Sehabis makan dia memesan minuman Jus Alpukat,

Drg Syukri Wahid main gitar bersama pengamen Melawai disaksikan Kai Isran bersama saya, Andi Poli, Pak Samsun dan Ibu Sri Asril.

Sambil makan Kai Isran dihibur sejumlah pengamen Melawai. Bahkan ikut main gitar drg Syukri Wahid, calon wakil wali kota Balikpapan yang berpasangan dengan Muhammad Sabani.  Isran sempat ikut menyanyi ketika mereka membawakan lagu “Andai Aku Bisa.”

Lagu ini memang kesukaan Kai Isran. Dan Isran saya dengarkan ternyata hafal dengan liriknya. Andai Aku Bisa adalah lagu lawas dari album tembang almarhum Chrisye, yang dipopulerkan lagi oleh penyanyi Tulus.

Para pengamen juga kaget kalau Syukri Wahid jago main gitar. “Kalau Bapak dan Pak Sabani jadi pemimpin Kota Balikpapan jangan lupa nasib pengamen jalanan ya pak,” kata mereka kepada Syukri.

Selanjutnya Isran membuat kejutan. Sekitar seribu warga yang makan lesehan di Melawai semua dibayari. Warga bersorak kegirangan ketika Ibu Sri Asril mengumumkan bahwa semua pengunjung tidak usah bayar makanannya. “Semua dibayari Pak Isran,” katanya disambut tepuk tangan dari semua pengunjung. “Hidup Kai Isran. Pilih Nomor 1, Pahamlah Ikam,” kata mereka serentak.

Para pedagang makan juga kegirangan. “Alhamdulillah, mimpi apa kami semua. Warung makanan kami dapat berkah dan rezeki. Terima kasih Kai Isran, terima kasih. Insyaallah menang,” kata mereka kompak.

Saya lihat tagihannya satu warung ada yang sampai Rp5 juta. Bayar pisang gapit saja atau pisang epe (kalau di Pantai Losari Makassar) sampai Rp3 juta. Belum lagi warung yang menyajikan makanan ikan dan ayam bakar. “Saya dan Pak Hadi Mulyadi minta doa dan dukungan Bapak Ibu sekalian dalam Pilgub 27 November nanti,” ujar Isran tersenyum.

Sekitar pukul 21.00 Isran meninggalkan Melawai. Dia terus-terusan didaulat warga foto bersama. “Kami memang butuh pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Lanjutkan Kai Isran dan Pak Hadi,” kata Ibu Asnah, yang datang dari Prapatan.

KAMPANYE DI DOME

Sehari sebelumnya, Sabtu (16/11), Isran dan Hadi melaksanakan  kampanye  di halaman Dome Balikpapan Selatan. Kampanye berlangsung meriah dan lancar.

Isran berdialog dengan warga yang menghadiri kampanye di Dome.

Isran dan Hadi datang bersama tim pendukungnya. Ada mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Ja’ang, Ketua SERAT Kaltim Mugeni dan Ketua Tim Pemenangan Iswan Pariyadi dan Husin Akma. Juga pimpinan partai pendukung di antaranya Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, Ibu Mike dari Demokrat dan Sarwono dari Gelora.

Acara dimulai sejak pagi ditandai dengan senam bersama. Menurut panitia, tadinya direncanakan jalan sehat. Tapi Dishub tak memberi izin. Menurut Kadishub Balikpapan Adwar Skenda, rekomendasinya yang belum lengkap.

Meski tak ada jalan sehat, warga tetap semangat. “Kami datang ke sini bukan karena jalan sehatnya, tapi karena kecintaan kami kepada Pak Isran dan Pak Hadi agar tetap memimpin Kaltim,” kata seorang ibu sambil menggendong bayinya.

Hal yang sama juga disampaikan Ibu Asmi dari Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. “Tanpa jalan sehat kami tetap memilih paslon Pilgub No 1, yaitu Pak Isran-Pak Hadi,” katanya bersemangat.

Selesai senam bersama, warga kota disuguhi acara Festival One Kaltim dengan penampilan sejumlah grup musik dan penyanyi. Di antaranya Ebel Kobra, Onadio Leonardo, Netral, Souljah, OKAAY, Greg Sapodarja dan Shinta Arsinta.

Shinta sempat nyanyi bareng dengan Hadi. Malah hadi sempat bermain drum. “Hebat juga cawagub kita, selain ustaz dan dosen, ternyata beliau juga seniman,” kata Yusuf, warga Sepinggan.

Hadi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas doa dan dukungannya. Pasangan Isran-Hadi nyaris tak bisa ikut Pilgub, karena partainya habis diborong pasangan lain. Syukur atas kepedulian Ibu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maka Partai PDI Perjuangan dan Partai Demokrat konsisten mendukung Isran dan Hadi. “Alhamdulillah tak jadi kotak kosong,” jelasnya.

Isran mengajak warga Balikpapan tetap kompak dan solid memilih Nomor 1 dalam Pilgub Kaltim. Jangan terpengaruh dengan serangan fajar. Dia juga optimis menang di Balikpapan. Isran juga menyinggung nama saya sebagai Wali Kota Balikpapan periode 2011-2021. “Hari ini Pak Rizal Effendi ada di sini. Ikut berjuang memenangkan Isran-Hadi. Semoga ini membawa hasil yang baik untuk kita semua,” katanya bersemangat.

Hari Minggu (17/11) kemarin, cawagub Hadi Mulyadi bersama Paslo Pilwali M Sabani dan Syukri Wahid menghadiri acara Makan Patita Sambil Badendang yang diadakan Perkumpulan Keluarga Maluku Balikpapan (PKMB) di Pantai Sagabo Beach, Batakan, Balikpapan Timur. “Kami tak mau ketinggalan untuk memilih Isran-Hadi,” kata Ketua PKMB yang baru terpilih, Ibu Ellen Hafiedz bersama sekretarisnya Sally Agnes Hukom.

Hadi sempat ikut badendang sambil main drum. “Terima kasih atas dukungan warga Maluku. Kami siap menjadi pemimpin Kaltim yang berdiri di atas golongan, agama dan suku,” kata Hadi.

Dari Batakan Hadi dan Syukri lanjut ke Teritip. Dia menghadiri acara silaturahmi dengan warga Teritip yang diadakan di rumah Pak Andi Poli, mantan Ketua LPM di sana. “Kita juga dukung Pak Isran dan Pak Hadi,” katanya bersama warga setempat.

Senin pagi (18/11)  Isran belusukan di Pasar Baru. Dan malam nanti bertemu dengan beberapa tokoh umat Katolik dalam acara Malam Misa. “Seluruh komponen Masyarakat Balikpapan siap memenangkan Isran-Hadi,” kata Ketua Tim Pemenangan Balikpapan, Andhika Hasan.(*)

Selamat Jalan, Pak Ronald!

November 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kenal Pak Ronald Lolang. Sejak masih aktif sebagai wartawan sampai beliau berpulang. Pak Ronald mengembuskan napas terakhir hari Sabtu, 9 November pukul 16:16 Wita. Setelah disemayamkan selama dua hari di rumah persemayaman Yayasan Karya Insani Jl DI Panjaitan, Senin (11/11) jenazah mendiang dikremasi.

Awalnya dia berpesan untuk dimakamkan di Bukit Tanjung Guntur di Teluk Sumbang, Kabupaten Berau. Tapi 5 hari sebelum meninggal, dia minta dikremasi. Biar abunya disatukan dengan sang istri. Lalu dia minta abunya dilarung seperti mama dan kakak-kakaknya di Sungai Mahakam. “Sebagai anak kami memenuhi pesan terakhir papa,” kata Iwan Santoso Lolang, putra ke-3 ketika saya hubungi melalui WA kemarin.

Ronald Lolang meninggal dalam usia 83 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjachranie (RS AWS) Samarinda. Dia memiliki seorang istri, Ibu Pinky Mariani Lolang (meninggal 7 tahun silam) dengan meninggalkan 7 anak, 5 menantu dan 8 cucu. “Papa meninggal karena sakit dan sudah uzur,” tutur Iwan menjelaskan.

Syafruddin Pernyata (kaus biru) bersama Pak Ronald ketika berkunjung ke Lamin Guntur di Teluk Sumbang.

Generasi muda Kaltim khususnya Samarinda mungkin tak banyak yang mengenal beliau. Dia adalah pengusaha, pelopor pembangunan Kaltim. Warga keturunan yang sangat mencintai Kaltim mulai sang kakek, ayah-ibunya  hingga anak cucunya.

Ayah ibu Ronald adalah Anwar Lo Beng Long dan Dorinawatie Helena Louis. Kakeknya, Lo A Po merantau ke Samarinda pada abad  ke-19. Lalu menjadi mitra bisnis kerabat Kesultanan Kutai. Hubungan itu diteruskan oleh Anwar Lo Beng Long. Malah Beng Long pernah bersekolah bersama Sultan AM Parikesit di Jakarta sebelum melanjutkan ke Amerika.

Dorinawatie, ibu Ronald sempat menghibahkan tanah dan rumahnya di Jl Flores, yang menjadi kampus pertama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Pak Ronald juga termasuk “Bapak Film Indonesia.” Pada kurun 1970 sampai 80-an dia aktif menjadi produser film nasional di bawah bendera PT Gemini Satria Film. Sejumlah film laris pernah dibuatnya. Di antaranya Arwah Komersil Dalam Kampus (1977), November 1928,  Guruku Cantik Sekali (1979), Busana Dalam Mimpi (1980), Tomboy (1981) dan  Merenda Hari Esok (1981).

Dia pemilik bioskop layar lebar Mahakama, yang bangunannya di samping rumah tinggalnya, Villa Annie di Jl Yos Sudarso. Sayang bioskop itu gulung tikar sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman, di mana orang tak banyak lagi datang ke bioskop.

Villa Annie pernah diusulkan jadi situs sejarah atau cagar budaya. Konon dibangun sejak tahun 1897. Rumah bergaya Melayu Banjar. Hampir semua bahan bangunannya dari kayu ulin. Meski berusia lebih satu abad, masih kuat dan kokoh. Arsiteknya tetap menarik menggambarkan peradaban pada zamannya.

Saya sempat nonton film-film Pak Ronald. Terutama film pertamanya yang bergenre komedi, Arwah Komersil Dalam Kampus. Bintang utama Christine Hakim dan Mang Udel. Selain itu ada sejumlah pelawak di antaranya Suroto, Darto Helm, Kardjo AC-DC dan Teten. Christine masih hidup, tapi lainnya sudah meninggal dunia.

Kalau nonton film di Bioskop Mahakama, saya sering dapat fasilitas gratis. Pertama karena salah seorang staf Mahakama, Bung Thalib adalah teman sekolah. Dia atlet tinju dan aktif di KONI Kaltim. Lalu direkrut Pak Ronald di sana. Thalib sudah tiada. Dia teman baik saya, sepiring seperjuangan.

Kedua, saya suka nonton bareng keluarga TNI (dulu ABRI termasuk polisi). Seminggu sekali ada pertunjukan film gratis untuk keluarga ABRI. Nah saya ikut masuk seolah-olah keluarga baju hijau. Film yang diputar kalau tidak film silat Hongkong, ya film India. Kalau film India pasti ada nangisnya dan lama sampai 2 jam lebih.

PENDUKUNG MALOY

Pada era Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tahun 2012, Pak Ronald sangat mendukung rencana pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI)  Maloy di Sangkulirang,  Kutim. Ia menilai gagasan KIPI Pak Awang sangat besar manfaatnya untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Belakangan KIPI Maloy ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014.

Sejak diresmikan pada tahun 2019,  KEK MBTK belum mampu beroperasi dan menggaet investor sesuai target. Sehingga statusnya terancam dicabut. Tapi kabar terakhir awal Maret 2024 lalu, KEK MBTK sudah mengantongi izin beroperasi dari pemerintah pusat.

Maloy sempat jadi buah bibir masyarakat. Soalnya kalau Pak Awang lagi sambutan, pasti soal Maloy  disinggung. “Kalau Pak Awang belum bicara Maloy, maka belum berakhir sambutan beliau,” kenang seorang pejabat.

Irwan Fecho, ketua DPD Demokrat Kaltim menyebut Pak Ronald seorang tokoh pemikir dan pembangunan Kaltim. Dia sering mendapat nasihat dan pandangan tentang pembangunan Kaltim termasuk gagasannya tentang pemanfaatan kawasan karst dikaitkan dengan sektor pariwisata Kaltim.

“Kita semua akan tetap meneruskan semangat dan pikiran besar ayahanda Ronald dalam pengelolaan karst dan pariwisata Kaltim.  Yang sabar ya Kak Sandrina Putrini Lolang, Iwan Lolang. Lanjutkan semangat dan cita-cita besar perjuangan beliau,” begitu kata Irwan, anggota DPR RI dapil Kaltim periode 2019-2024.

Kawasan karst yang dimaksud Irwan adalah kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, yang membentang dari Kabupaten Kutai Timur sampai Kabupaten Berau seluas 1,8 juta hektare. Potensi kawasan ini memang luar biasa, berupa kayu, nonkayu, batuan mineral sampai sarang burung walet.

Di situ juga terdapat gua telapak tangan peninggalan  masyarakat prasejarah berusia 10.000 tahun Sebelum Masehi. Memberi indikasi jejak manusia purba.  Bisa dilihat dari lukisan tangan, gambar perahu dan lukisan berbagai jenis binatang yang tergambar jelas di dinding gua.

Pak Ronald sangat intens mengembangkan pariwisata. Pada tahun 2017, dia membangun Lamin Guntur Ecolodge di Desa Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau.

Banyak turis singgah ke sana. Bangunannya sejenis cottage yang dibuat dari pohon kelapa dan penuh ukiran suku Dayak. Di pantainya terdapat gua habitat kelelawar. Ribuan kelelawar berumah di sana. Kabarnya gua itu dahulu tempat persembunyian para penyelundup yang membawa barang dari Tawao, Malaysia Timur.

Pak Ronald pernah bercerita nama Lamin Guntur terinspirasi dari nama Kepala Suku Dayak Basap, yang oleh Raja Sambaliung diberi gelar Raja Guntur Moalam. Lamin itu juga dia persembahkan untuk istri tercintanya, Ibu Pinky.

Suku Dayak Basap adalah suku Dayak yang sangat primitif. Saya pernah meliput dan menulis di Majalah Tempo. Mereka hidup sekaligus menjaga kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Ada yang tinggal di sekitar Kelay, Biduk-Biduk, Sangkulirang dan Bengalon. Kabarnya ada juga yang sampai di Desa Jonggon, Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Isran Noor, Gubernur Kaltim 2018-2023 memuji dan memberikan apresiasi terhadap kepedulian Pak Ronald ikut membangun Kaltim. “Terima kasih Pak Ronald yang juga memberi perhatian terhadap potensi Sangkulirang,” katanya. Kebetulan Isran kelahiran Sangkulirang dan pernah menjadi bupati Kutim.

Saya lihat ada foto sahabat saya Syafruddin Pernyata bersama Pak Ronald di Lamin Guntur. Mungkin dia berkunjung ke sana ketika masih menjadi kepala Dinas Pariwisata Kaltim. Saya dan Syafruddin pernah meliput Biduk-Biduk. Dia jatuh ketika kita naik gerobak sapi.

Selamat jalan, Pak Ronald. Terima kasih pengabdianmu untuk Kaltim. Saya mengusulkan pada peringatan HUT Ke-68 Provinsi Kalimantan Timur pada 9 Januari 2025 mendatang, Pak Ronald layak mendapat penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdiannya.(*)

Urang Banjar “Sudah Paham”

November 15, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

URANG Banjar sudah paham. Ini jawaban “Pahamlah Ikam” yang sering dinarasikan Isran dan Hadi dalam kampanye Pilgub Kaltim 2024. Pahamlah Ikam adalah Bahasa Banjar, yang artinya pahamlah kamu atau kita.

“Memang kita yang tergabung dalam Relawan  Bubuhan Banjar Bersatu (RB3) Kaltim sudah paham banar kalau suara kita sepenuhnya untuk Isran-Hadi dalam Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya berlangsung 27 November mendatang,” ujar Ketua RB3 Kaltim M Rachmadansyah bersama sekretarisnya, H Achmad.

Cawagub Hadi Mulyadi bersama tokoh Banjar lainnya

Acara deklarasi dukungan dari RB3 ke Isran-Hadi berlangsung dalam suasana meriah di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, Kamis (14/11) pagi. Lebih seribu orang hadir. Ada tarian Jepen Begenjoh ditampilkan. Sebagian bubuhan lelakiannya memakai tutup kepala yang ngarannya laung Banjar. Termasuk Isran dan Hadi.

Sejumlah tokoh Banjar hadir. Di antaranya Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KKBKT) Balikpapan, H Redy Asmara. “Tapi kita datang ke sini bukan membawa nama KBBKT. Pokoknya kita urang Banjar memilih Isran-Hadi,” tandasnya.

Menurut H Redy, bubuhan Banjar di Balikpapan, selain memilih Isran dan Hadi untuk Pilgub, juga mendukung paslon Muhammad Sabani-Syukri Wahid dalam Pilwali Balikpapan.

Selain H Redy, hadir juga KH Farid Wadjdy (mantan wakil gubernur yang juga rektor UNU Samarinda), Zulfakar Madjid, Abah Nanang Sulaiman (mantan anggota DPD RI), Hamsyi Djamhari, Rusbandy, Yahya Ubai dan Muhammad Barkati.

“Tidak ada pilihan lain bagi urang Banjar kecuali Isran-Hadi,” kata Farid. “Warga dari suku lain saja memilih Isran dan Hadi, apalagi kita bubuhan Banjar,” kata Barkati penuh semangat.

Ketua panitia Artha Mulia melaporkan perwakilan bubuhan  Banjar dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim hadir. Mereka membacakan deklarasi memberikan dukungan kepada Isran dan Hadi. “Kami sepakat memilih  beliau,” tandasnya. Sebelumnya Isran ditepungtawari dan didoakan Guru Ifat.

Rachmadansyah menegaskan, warga Banjar secara umum memang bebas menentukan pilihannya. “Tapi insyaallaah sebagian besar bubuhan kita sudah bulat diarahkan untuk bubuhan sendiri, yaitu Pak Isran dan Pak Hadi,” katanya meyakinkan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah warga Banjar di Kaltim mencapai 12,45 persen dari total penduduk 3,7 juta jiwa. Berada di urutan ke-3, setelah suku Jawa yang tercatat 30,24 persen dan suku Bugis di urutan ke-2 yang mencapai 20,81 persen.

Populasi suku Banjar terbesar ada di Samarinda dan Balikpapan. Tapi sebagian juga tersebar di kabupaten/kota lainnya. Mereka menekuni berbagai bidang profesi dan pekerjaan. Ada yang di pemerintahan, legislatif sampai di dunia swasta.  Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, yang dikenal sebagai pasar cenderamata populer Kalimantan sebagian besar adalah pedagang Banjar.

Isran dan Hadi menyatakan terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan warga Banjar. “Sekarang kita rapatkan barisan. Jangan tergoda dengan serangan fajar. Jaga kekompakan, jangan terganggu dengan hasil survei yang diputarbalikkan,” ujarnya.

SOPIR BERPENGALAMAN

Sementara itu, tokoh ulama Banjar,  KH Jumeri Dahri, SH, M.Si, pimpinan majelis zikir dan salawat Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul “Nurul Islam” Kaltim mendoakan dan mendukung penuh paslon Pilgub Kaltim No 1, Isran-Hadi.

“Apa pun yang terjadi kami sudah sepakat memilih Isran dan Hadi. Urangnya baik, santun dan selalu mau menyatu dengan masyarakat. Di mana saja sidin datangi, mulai dulu bukan sehari dua ini haja,” kata sang kiai, yang akrab dipanggil Abah Jumeri.

Menurut Abah Jumeri, semua calon tentu saja baik. Tapi tidak mungkin dua-duanya menjadi gubernur. “Karena itu kita minta kepada Allah pilihkan yang terbaik. Tapi kalau sopirnya balum berpengalaman nyupir oto, bahaya jua penumpang,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa ribuan jamaahnya yang tersebar di berbagai pelosok Kaltim sangat terkesan dengan kepemimpinan Isran-Hadi. “Mereka nomor satu. Tuhan kita ‘kan satu. Ahad. Mudah-mudahan jika nanti mereka terpilih, lebih maju dan sejahtera lagi buat Kaltim,” tambahnya.

Soal sopir berpengalaman ini sebelumnya juga disampaikan tokoh ulama Banjar lainnya, Guru KH Mansur As,   Pimpinan Majelis Taklim Al Mabrur Samarinda. “Soal Pilgub Kaltim, kita harus memilih sopir yang berpengalaman, kalau kada bisa sasat kita,” ujar sidin.

Dalam acara pengajian KBBKT Balikpapan beberapa waktu lalu, ulama Banjar terkenal asal Tanjung, KH Ahmad Sanusi Ibrahim yang dikenal sebagai Guru Jaro juga sempat mendoakan keberhasilan pasangan Isran-Hadi di Pilgub Kaltim dan M Sabani-Syukri Wahid di Pilwali Balikpapan. “Insyaallah doa kita diijabah Allah SWT,” ujar sang Kiai dengan khusyuk.(*)

Isran Dikawal Hudoq Bahau

November 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MANTAN Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pasang badan untuk kemenangan Paslon No 1 Pilgub Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi. Sabtu (9/11) lalu dia menggelar acara budaya Dayak Bahau, Hudoq Pakoq di Lamin Pak Jaang, Jl Batu Cermin, Sempaja Utara, Samarinda Utara.

Ratusan warga Dayak tumpah ruah di laminnya. Jaang menyambut Isran penuh sukacita dan bahkan mengajaknya ikut menari. “Kita bertekad mengawal kemenangan Pak Isran-Hadi,” katanya bersemangat.

Jaang adalah salah seorang tokoh Dayak Kaltim yang sukses. Dia dilahirkan di Long Pahangai, pedalaman Mahakam. Ayahnya orang Bakumpai, tapi ibunya asli dari Suku Dayak Bahau Busang, Datah Naha. Sampai saat ini dia dipercaya menjadi ketua umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT). Dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam dan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim.

Penampilan tari Hudoq yang bernuansa magis dan sakral.

Menurut Jaang, tari Hudoq adalah ritual suku Dayak Bahau, yang memiliki makna simbolik di antaranya sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen, sarana komunikasi dengan para leluhur, pengikat rasa solidaritas, sebagai hiburan serta simbol penghormatan, pengharapan, dan perlindungan.

Dari cerita leluhur masyarakat adat Dayak Bahau, Tuhan mengirimkan roh-roh yang masuk ke dalam Hudoq untuk bertemu dengan manusia. Karena manusia tidak akan kuat saat bertemu dengan roh-roh, maka para roh memakai wujud Hudoq.

Kostum yang dikenakan penari Hudoq menggunakan topeng khusus dan baju dari kulit kayu yang dihiasi rumbai-rumbai dari daun pisang. Gerakan tarinya juga unik, seperti orang yang tengah dirasuki roh. Kakinya dihentakkan ke bumi.

Prosesi ritual Hudoq dibagi menjadi tiga, yaitu Hudoq Taharii, Hudoq Kawit, dan Hudoq Pakoq. “Sambil merawat budaya leluhur, kita juga memperjuangkan agar Pak Isran dan Pak Hadi sukses dalam Pilgub Kaltim yang tinggal beberapa hari lagi,” kata Jaang bersemangat.

Isran mengaku terharu dan terhormat atas perhatian dan dukungan dari warga Dayak Bahau. “Terima kasih Pak Jaang, terima kasih atas dukungan warga Dayak Bahau. Saya akan berjuang untuk kepentingan masyarakat Kaltim termasuk warga Dayak Bahau,” jelasnya.

Menjelang pencoblosan 27 November, dukungan kepada Isran-Hadi terus mengalir dari berbagai organisasi,  paguyuban dan berbagai lapisan masyarakat. Dengan alasan apa pun, mereka tetap menginginkan Kaltim Berdaulat jilid 2 tetap dilanjutkan.

Masyarakat Maluku Samarinda juga memberi dukungan kepada Isran-Hadi. Mereka menggelar acara Malam Badendang dengan Warga Maluku Samarinda.

Pada waktu yang sama, di Balikpapan, Hadi Mulyadi menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat serta pengurus ormas kedaerahan di Markas Pusat KOPPAD (Komando Pengawal Pusat Adat Dayak) Borneo di Jl Ruhui Rahayu, Gunung Bahagia.

Panglima KOPPAD Dr Abriantinus, MA  bersama tokoh lainnya di antaranya dari PDKT, Forum NTT (perwakilan suku Manggarai, Adonara dan Ende), WIKAT (Wadah Kerukunan Antar Toraja), Forum Nias serta berbagai perwakilan dari gereja dan komunitas sepakat memberikan dukungan penuh kepada Isran-Hadi, yang dinilai layak tetap memimpin Kaltim.

Hadi menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dukungan berbagai lapisan masyarakat kepada dirinya dan Pak Isran. “Tujuan kami memimpin Kaltim untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Isran-Hadi juga menyampaikan komitmennya memajukan Kaltim dengan merawat dan mengembangkan berbagai budaya yang hidup di daerah ini. “Pembangunan Kaltim adalah pembangunan yang berbasis pada keberagaman budaya dan kebelanjutan sosial,” jelasnya.

Salah satu partai pendukung Isran-Hadi, Partai Demokrat juga menggelar Rakerdasus di Grand Tjokro Balikpapan. Mereka menegaskan kembali dukungannya untuk kemenangan Isran-Hadi, paslon Wali Kota Balikpapan Muhammad Sa’bani-Syukri Wahid dan paslon Bupati PPU Hamdam Pongrewa-Ahmad Basir serta paslon lainnya yang didukung Demokrat. “Kita optimis mereka keluar sebagai pemenang Pilkada Serentak 2024,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Pecho.

MULAI SERANGAN FAJAR

Sementara itu, Isran dan Hadi mengajak seluruh masyarakat mewaspadai mulai gencarnya gerakan money politic atau politik uang yang dilancarkan oleh paslon atau para pendukung tertentu di beberapa daerah seperti di Samarinda, Balikpapan, dan kabupaten/kota lainnya.

“Saya dengar gerakan serangan fajar yang berbau uang dan barang sudah mulai marak. Bahkan ditengarai ada yang melibatkan anggota Dewan dan para ketua RT. Jelas itu perbuatan melawan hukum,” kata Isran mengingatkan.

Para anggota masyarakat atau pemilih ditawari paket uang antara 100 ribu, 200, 250, 500 sampai Rp900 ribu. Mereka sudah mulai mendata dari rumah ke rumah. Dan sebagian sudah mulai melakukan penyerahan dananya secara bertahap.

Sanksi bagi orang yang melakukan politik uang dalam Pemilu 2024 tercantum dalam Pasal 515 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Setiap orang yang sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta Pemilu tertentu, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp36 juta.

Ustaz kondang Das’ad Latif dari Makassar mengingatkan, mereka yang main politik uang baik yang menyogok maupun yang disogok sama-sama masuk neraka. Karena tindakan itu tidak dibenarkan secara agama.

“Kita marah kalau lihat pejabat korup. Bagaimana tidak korup? Mau jadi pejabat saja beli partai berapa miliar? Dan untuk apa itu? Bapak sendiri juga minta disogok. Sogok Rp300 ribu untuk nyoblos. Bapak masuk neraka. Yang disogok dan yang menyogok masuk neraka,” kata Das’ad lantang dalam berbagai ceramahnya yang juga beredar di medsos.

Isran menginstruksikan tim pendukung dan relawan menangkap dan melaporkan jika ada oknum di tengah masyarakat melakukan politik uang atau serangan fajar.

Dia juga mengingatkan penyelenggara Pemilu terutama KPU dan Bawaslu dan aparat lainnya agar menjalankan tugasnya sesuai amanat UU, bertindak jujur, adil dan tidak memihak. Karena ada pihak yang mengklaim bahwa mereka sudah bisa mendekati petugas Pemilu.

Tim Hukum Isran-Hadi juga sudah mulai aktif turun ke lapangan. Mereka memantau apakah penyelenggaraan Pilkada Serentak termasuk Pilgub Kaltim berlangsung bebas dan rahasia. “Kita siap melaporkan dan menggugat jika ada hal yang tidak benar,” kata Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priyadi.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1614719
    Users Today : 1786
    Users Yesterday : 7733
    This Year : 551229
    Total Users : 1614719
    Total views : 13844518
    Who's Online : 41
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-07