Menggugah Menteri dari IKN

October 23, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PERASAAN warga Kaltim masih mengganjal. Ratusan orang diangkat Prabowo-Gibran menjadi pembantunya, tak seorang pun diambil dari daerah ini. Seakan-akan Kaltim tak punya kader yang masuk dalam kualifikasi tokoh nasional.

“Ya kita sedih dan prihatin, apa Presiden Prabowo kelupaan dengan Kaltim,” tanya Slamet Brotosiswoyo, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim dalam pertemuan Forum Masyarakat Kaltim Menggugah (FMKM) di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, Selasa (22/10) malam.

Pernyataan Forum Masyarakat Kaltim Menggugah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Hal yang sama juga disampaikan mantan rektor Uniba Dr Piatur Pangaribuan, tokoh Balikpapan Willem Tangka dan tokoh muda pemilik brand Straat Mantau Khairul Anam, SH, M.Par, yang akrab dipanggil Bung Arul.

Selama dua hari (21-22/10), Presiden Prabowo didampingi wakilnya Gibran Rakabuming Raka melantik dan mengambil sumpah ratusan orang.  Ada 43 orang menjadi menteri, 56 wakil menteri, 5 kepala lembaga, 7 Utusan Khusus, 5 penasihat khusus, dan 6 kepala badan.

Bayangkan dari pos se-gemoy itu, tak ada satu pun dari Kaltim. Masih lumayan Kalbar dapat satu dan Kalsel 2 orang. Hebatnya yang dari Kalsel, semuanya keluarga H Isam, bos tambang terkenal. Yaitu Dudy Purwagandhi yang jadi Menteri Perhubungan dan Sulaiman Umar sebagai Wakil Menteri Kehutanan (wamenhut).

Sulaiman adalah suami adik H Isam. Sebenarnya dia seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dia pernah menjadi Direktur RS Marina Permata dan anggota DPR RI (2019-2021). Tapi hebatnya diangkat menjadi Wakil Menhut. Yang jadi Menhut adalah Raja Juli Antoni, mantan Wamen ATR/BPN, yang juga Plt Wakil Kepala Otorita IKN.

Jabatan Menhut atau Wakil Menhut sebenarnya sangat pantas untuk Kaltim, yang memang punya hutan tropis terluas. Luas hutan Kaltim 8,2 juta hektare. Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda adalah Hutan Tropika Basah (HTB). Tapi entah kenapa Prabowo tak melirik orang Kaltim.

Amran Sulaiman yang ditunjuk kembali jadi Menteri Pertanian ternyata juga ada kaitan keluarga dengan H Isam. Amran sepupunya. H Isam sendiri memang berdarah Bugis, Sulsel. Tapi dia lahir di Batulicin, Kalsel. Dikenal dekat dengan Presiden Jokowi. Dia sempat menjadi Wakil Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Satu lagi menteri yang ada kaitan dengan H Isam yaitu Dody Hanggodo yang ditunjuk jadi Menteri Pekerjaan Umum (PU).  Dia pengusaha sawit yang punya areal di Kaltim. Perusahaannya punya kerjasama dengan perusahaan anak Haji Isam, Jhony Saputra dan Liana Saputri.

Menurut Slamet, dulu ketika Jusuf Kalla (JK) jadi wapresnya Presiden Jokowi tahun 2014, dia sempat dihubungi Ketua APINDO Pusat Jusuf Wanandi, yang sangat dekat dengan JK. Minta tokoh Kaltim untuk diusulkan jadi menteri. Dia mengajukan nama Dr Irianto Lambrie, yang saat itu menjadi Pj Gubernur Kaltara. Sayang dalam prosesnya tidak terpilih.

ADA 11 NAMA

Dalam pertemuan Selasa malam, FMKM menyampaikan 6 pernyataan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan itu dibacakan Rektor Universitas Mulia Balikpapan Prof Muhammad Ahsin Rifa’i.

Pertama, mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang sejak 20 Oktober 2024 lalu telah resmi menjadi presiden dan wakil presiden periode 2024-2029.

Kedua,  mengucapkan selamat bekerja kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan dan lembaga yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih yang sudah dilantik Presiden Prabowo, 21 Oktober.

Ketiga, mendukung sepenuhnya semua program kerja dan pernyataan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Pertama pada Rapat Paripurna MPR RI, 20 Oktober .

Keempat, meminta perhatian sepenuhnya dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran terhadap kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), seperti yang dilakukan Presiden Jokowi sebelumnya.

Kelima, memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Kaltim khususnya kota penyangga IKN, di  antaranya Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), agar tidak tertinggal dengan pembangunan IKN.

Keenam, dari 100 lebih jumlah menteri, wakil menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Merah Putih, tidak ada satu pun tokoh dari Kaltim. Padahal kontribusi dari Kaltim sangat besar. Baik dilihat dari sumber daya alam (SDA)-nya maupun posisinya di IKN. Karena itu FMKM menggugah  hati Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk memberikan kesempatan dan perhatian kepada tokoh Kaltim untuk berkontribusi dalam kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga yang membawahkan Universitas Mulia, Dr Agung Sakti Pribadi, SH menyebut ada 11 tokoh Kaltim yang punya kualifikasi nasional dan layak menjadi menteri atau wakil menteri.

Ke-11 orang dimaksud adalah Dr Syaharie Jaang (mantan wali Kota Samarinda), Rizal Effendi (mantan wali Kota Balikpapan), Dr Irianto Lambrie (mantan gubernur Kaltara), Dr M Nurdin (mantan Dirjen Kementerian Desa,  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Prof  Kamaruddin Amin (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag), Dr Yulianus Henock (anggota DPD RI), Dr Mahyudin  (mantan wakil ketua DPD RI), Dr Andi Sofyan Hasdam (anggota DPD RI), Dr Marthin Billa (mantan anggota DPD RI), Prof Abdunnur (Rektor Unmul), dan Prof M Ahsin Rifai (Rektor Universitas Mulia).

“Jadi sebenarnya kita punya tokoh-tokoh kelas nasional yang bisa diangkat ke panggung nasional,” kata Agung.

Pernyataan keprihatinan Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) karena tidak adanya wakil Kalimantan di Kabinet Merah Putih.

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) bersama sejumlah ormas Dayak juga menyatakan prihatin tidak adanya putra asli Kalimantan terutama suku Dayak yang dipilih Presiden Prabowo. “Sebanyak 60 persen warga Kalimantan memilih Prabowo-Gibran, tapi kok tidak ada yang dipilih di kabinet. Kami menganggap hal ini sebagai bentuk ketidakadilan yang harus diperbaiki,” kata  pimpinan MADN, Mikael Pai.

Menurut Piatur, ke depan Presiden Prabowo diharapkan memberikan perhatian lebih besar kepada Kaltim dalam berbagai aspek pembangunan. “Saya mengusulkan wakil kepala Otorita IKN yang masih Plt bisa diisi orang Kaltim,” tambahnya.

Satu-satunya orang Kaltim yang sempat ditawari Prabowo untuk menjadi menteri adalah Dr Isran Noor. Dia punya pengalaman lengkap. Pernah jadi bupati dan gubernur serta ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Tapi Isran memilih Pilgub 2024 untuk melanjutkan misi Kaltim Berdaulat jilid 2.(*)

Saya Pernah Menghadap Prabowo

October 21, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PRABOWO SUBIANTO resmi menjadi presiden ke-8 Republik Indonesia. Prosesi pengambilan sumpahnya berlangsung dalam Rapat Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Minggu (20/10) pagi. Dia bersama Gibran Rakabuming Raka resmi menggantikan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

Acara pelantikannya cukup singkat dan khidmat. Tapi yang mengejutkan pidato kenegaraan pertama Prabowo relatif panjang, tapi menarik. Juga sangat berisi. Sangat beda dengan pidato-pidato dia sebelumnya. Kalau nanti menjadi kenyataan, orang yakin Indonesia menjadi negara sejahtera, maju, dan bermartabat.

Ada kepala ikan busuk, burung unta sampai tukang becak keluar dari mulutnya. Ketika dia meminta pimpinan di semua tingkatan pemerintahan menjadi contoh dalam pencegahan korupsi, Prabowo mengutip sebuah pepatah: “Ikan busuk bermula dari kepalanya.” Dia ingin menggambarkan bahwa baik buruknya sebuah institusi tergantung  pemimpinnya.

Prabowo juga mengingatkan agar kita jangan puas dengan angka-angka statistik. Sebab fakta menunjukkan masih banyak kekurangan dan ketimpangan terjadi di sekeliling kita. “Kita tidak boleh memiliki sikap seperti burung unta. Kalau melihat sesuatu yang tidak enak memasukkan kepalanya ke dalam tanah,” ucapnya.

Ketika menyinggung lebih jauh kondisi kemiskinan di Indonesia, dia mengungkapkan masih menemukan saudara kita yang usianya di atas 70 tahun masih menarik becak. “Ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka,” tandasnya.

Bersalaman dengan Prabowo di Kertanegara di tahun 2011.

Masih banyak pidatonya yang menarik. Di antaranya tekad dia agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan mandiri energi. Juga ajakannya untuk kembali bersatu dengan mengembangkan demokrasi yang sejuk tanpa caci maki.

Tapi yang menjadi pertanyaan kita semua, Prabowo tidak sepatahpun menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Padahal itu proyek yang sangat dibela mati-matian oleh Jokowi.

Rasanya baru kali ini saya seharian di depan layar TV. Setelah ikut jalan sehat Hari Santri di halaman Dome, saya langsung nonton pelantikan presiden. Sampai tengah malam. Tangan saya sengaja memegang remote tv. Sebentar ke channel CNN, sebentar ke TVOne, lalu pindah ke MetroTV sampai KompasTV. Pokoknya kalau lagi di sela iklan, saya pindah ke channel lain.

Sebagai anggota MPR Utusan Daerah, saya sempat menghadiri pengambilan sumpah Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, 20 Oktober 1999. Seperempat abad silam. Tentu suasananya amat beda. Yang berlangsung kemarin memang terasa lebih impresif.

Prabowo juga tampil beda. Mulai mobil dan busana yang dikenakan Prabowo sampai sikapnya yang menunjukkan seorang negarawan yang sejati. Dia juga menebarkan suasana kerukunan. Ketika dia bertemu lawannya dalam Pilpres, Anies Baswedan mereka salaman dan berpelukan. Prabowo sempat menepuk pundak Anies.

Tamu-tamu dari berbagai negara disambut dan disalaminya dengan hangat. Yang luar biasa Prabowo hapal  nama-nama tamu negara itu. Padahal jumlahnya cukup banyak, 30 orang. Yang paling panjang adalah nama dan gelar Sultan Brunei. Tapi dia fasih dan lancar mengucapkannya tanpa teks. “Sultan dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam, Paduka Sri Baginda Sultan Haji Hassanal  Bolkiah Mu’izzaddin Wad’daulah ibni Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien,” katanya di luar kepala.

Para menteri dan wakil menteri sudah diumumkan malam hari setelah gala dinner kenegaraan di Istana Negara. Kemudian dilantik Senin (21/10) ini. Nama kabinetnya adalah Kabinet Merah Putih. Yang mengejutkan ajudan kesayangan Prabowo, Mayor Teddy Indra Wijaya dipromosi menjadi sekretaris kabinet (Seskab). Dulu jabatan itu dipegang Pramono Anung.

Juga pengamat politik dan pendiri lembaga survei Indo Barometer M Qodari diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Presiden (KSP). Belakangan dia memang pembela Jokowi dan Prabowo. Ternyata Raffi Ahmad tidak diposisikan sebagai wakil menteri. Kabarnya dia ditunjuk sebagai staf khusus. Tapi tidak diumumkan kemarin.

Kabinet Prabowo memang gemuk. Bayangkan jumlah total 109 orang. Terdiri dari 43 menteri, 5 kepala lembaga dan 56 wakil menteri dan lembaga. Tapi meskipun sudah gemuk tak ada seorang pun wakil dari Kaltim. Justru yang ada dari Kalbar dan Kalsel. Sebagai penghibur, ada dua menteri yang punya usaha sawit di Kaltim. Yaitu,  Widiyanti Putri Wardhana dan Dody Hanggodo. Tapi orang Kaltim pasti tidak kenal termasuk saya. Mudah-mudahan keduanya nanti punya perhatian khusus dengan Kaltim sesuai bidang tugasnya.

Widiyanti jadi Menteri Pariwisata dan Dody dipercaya menjadi Menteri Pekerjaan Umum (PU). Widiyanti melalui PT Teladan Prima Agro (TPA) punya perkebunan kelapa sawit di Berau, Kutim, Paser dan Kukar. Sedang Dody adalah komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.

MINTA DUKUNGAN PILWALI

Saya pernah menghadap Prabowo 13 tahun silam menjelang Pilwali Balikpapan tahun 2011. Saya diantar Ketua DPC Partai Gerindra Balikpapan Ruslan Aliansyah ke Kertanegara untuk mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra.

Prabowo menyambut akrab. Saya datang bersama Heru Bambang, yang menjadi wakil saya. Ruslan, pemilik Hotel Sagita menjelaskan kepada Prabowo bahwa saya adalah Wakil Wali Kota Balikpapan berpasangan dengan Sekda Heru Bambang yang siap maju dalam Pilwali.

Dalam suasana yang santai Prabowo menyatakan kesediaannya memberikan dukungan. “Yang penting Pak Rizal dan Pak Heru, kita berjuang dan menang. Jangan lupa ikut membesarkan Partai Gerindra,” katanya menepuk bahu saya.

Setelah itu saya tak pernah berjumpa lagi secara langsung. Hanya mengikuti lewat pemberitaan dan layar TV. Yang lucu, cucu saya Jenna berusia 5 tahun sangat mengidolakan Prabowo. Dia tinggal di Sentul tak jauh dari kediaman Prabowo di Hambalang. Kalau ada wajah Prabowo di layar TV, dia langsung teriak-teriak dan joget gemoy.

Saya beruntung selama menjadi Wali Kota Balikpapan (2011-2021) pernah bertemu dengan tiga presiden. Selain dengan Prabowo, saya pernah bertemu dan menyambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi. Malah dengan Jokowi ketika masih menjadi Wali Kota Solo, pernah tampil bersama-sama dalam seminar yang diadakan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Ketika saya menjadi anggota MPR Utusan Daerah, saya pernah ke kantor PDIP di Lenteng Agung. Mendapat pengarahan dari Megawati Soekarnoputri. Karena PDIP yang memberikan dukungan sampai saya terpilih. Termasuk ketika pencalonan sebagai wali kota.

Saya pernah bertemu Gus Dur di Mekkah ketika menunaikan ibadah haji dengan Dahlan Iskan. Saya selalu ingat candaan Gus Dur. Salah satunya soal tim sepakbola pesantren yang minta doa dengan kiainya. Santrinya minta menang 12 gol. Tapi hasilnya draw 6-6. Ternyata sang kiai tidak pernah menonton bola. Sehingga gawang yang didoakan hanya satu.(*)

Kaltim yang Bernasib Apes

October 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA beberapa komentar dan tulisan yang menyesalkan tak ada tokoh Kaltim yang dipanggil ke kediaman Prabowo di Jl Kertanegara IV, Kebayoran, Jakarta Selatan. Baik sebagai calon menteri maupun wakil menteri. Atau juga menjadi kepala badan atau lembaga setingkat menteri.

Ada yang menerjemahkan itu pertanda tidak ada tokoh Kaltim yang mempunyai kapasitas untuk mengisi kursi kabinet. Tapi ada juga yang menafsirkan karena tak ada perjuangan dari Kaltim sehingga Prabowo tidak terlalu melirik.

Saya tak yakin tak ada tokoh sekelas menteri di Benua Etam. Saya menyebut ada beberapa dirjen dan mantan dirjen yang bisa dipromosikan. Juga ada beberapa rektor perguruan tinggi yang bisa disodorkan ke Prabowo.

Dalam tulisan saya berjudul “Pak Prabowo, Jangan Lupa Menteri dari Kaltim,”  saya mengangkat beberapa nama yang bisa dipertimbangkan menjadi menteri atau wakil menteri dari Kaltim.

Di antaranya Rektor Universitas Mulawarman (Unmul)  Prof Dr Abdunnur, yang layak menjadi menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH). Atau Rektor Universitas Mulia Balikpapan Prof Muhammad Ahsin Rifa’i, yang pakar perikanan air tawar.

Calon menteri Prabowo berfoto bersama setelah pembekalan di Hambalang.

Ada juga beberapa dirjen kelahiran Kaltim. Di antaranya Prof Kamaruddin Amin, dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dia kelahiran Bontang dengan latar belakang pendidikan di Belanda, Mesir, dan Jerman.

Juga Dr Muhammad Nurdin. Putra kelahiran Samarinda ini pernah menjadi dirjen di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sekarang dia menjadi  widyaiswara di kementerian tersebut.

Saya juga menyodorkan nama Dr H Mahyudin, ST, MM, politikus Kaltim yang cukup berpengalaman. Putra kelahiran Tanjung ini, pernah menduduki beberapa jabatan strategis. Di antaranya,  bupati Kutai Timur, ketua DPD Golkar Kaltim dan wakil ketua umum DPP Golkar, serta wakil ketua MPR dan wakil ketua DPD RI.

Andai kata nama-nama tadi kurang mengena. Saya masih menyodorkan dua nama anggota DPR RI. Meski dia bukan kelahiran Kaltim, tapi keterpilihannya mewakili dapil Kaltim. Yaitu Dr Hetifah Sjaifudian, wakil ketua Komisi X dari Fraksi Golkar dan Budisatrio Djiwandono, keponakan Prabowo yang menjadi wakil ketua Komisi IV dari Fraksi Gerindra.

Sayang tak ada pihak yang mau memperjuangkan habis-habisan. Saya sebenarnya mendorong DPRD Kaltim untuk bersuara. Meski urusan pengangkatan menteri hak prerogatif presiden, tapi tak ada salahnya kita memberi masukan atau usulan kepada presiden. Biar ada orang Kaltim yang dlirik. Berbagai ormas dan mahasiswa juga tak ada yang berteriak.

Coba lihat Maluku lebih berani.  Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku Umar Kei sempat mengancam merdeka jika tak diberi jatah menteri. Saya belum tahu apakah akhirnya permintaan Maluku dipenuhi. Tapi yang jelas, Bahlil Lahadalia, ketua umum DPP Golkar yang dipanggil kembali untuk menjadi menteri, sesungguhnya dia kelahiran Banda, Maluku Tengah.

Seyogianya  Prabowo mempertimbangkan posisi Kaltim yang sangat strategis. Kaltim adalah salah satu penyumbang devisa terbesar kepada negara. Sumber daya alam (SDA) Kaltim cukup besar memberi kontribusi kepada negara, mulai migas, kayu, sawit sampai batu bara.

Selain itu kedudukan Kaltim saat ini juga sangat penting. Soalnya, lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di Provinsi Kaltim, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Masa IKN-nya di Kaltim, tapi tak ada orang Kaltim dipromosikan menjadi menteri atau wakil menteri.

Prabowo sendiri bersama Hashim, sang adik, juga punya ikatan batin dengan daerah ini. Sebab, ada lahan dan bisnis Prabowo di wilayah Kaltim yang sangat strategis. Mulai pabrik kertas di Berau sampai kawasan hutan seluas 200 ribu hektare di ITCI Kenangan, yang persis berdampingan dengan kawasan IKN.

KADER BUGIS SUKSES

Provinsi di wilayah timur yang sukses mengangkat kadernya masuk kabinet Prabowo adalah Sulawesi Selatan.  Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan Adam Sinte mengucapkan selamat karena ada 8 putra Sulawesi menjadi calon menteri atau wakil menteri (wamen).

“Alhamdulillah, ada 8 calon menteri/wamen yang dipilih Prabowo berdarah Bugis,” komentarnya di WA Group KKSS Balikpapan.

Ke-8 orang itu di antaranya adalah Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian sekarang). Dia putra kelahiran Bone. Prof Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal yang kemungkinan dipercaya Prabowo menjadi Menteri Agama. Dia juga kelahiran Bone. Anies Matta, Ketua Umum Partai Gelora ternyata juga dari Bone. Sepertinya dia akan memangku jabatan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia (Wamenlu).

Kemudian Supratman Andi Agus (Menhumkam sekarang) dilahirkan di Soppeng.  Ada lagi Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wamenhan era SBY yang kemungkinan menjadi Menhan. Dia teman dekat Prabowo kelahiran Makassar. Sama-sama digembleng di Kopassus.

Yang juga dipanggil Prabowo adalah Zulfikar Andi Tawalla. Dia adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah kelahiran Gowa. Sepertinya dia bakal menjadi Wamen Perlindungan Pekerja dan Migran.

Sedang Abdul Kadir Karding adalah politisi senior PKB. Dia kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah.  Kemungkinan akan menjadi Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Papua juga termasuk provinsi istimewa. Meski tidak minta, daerah ini pasti dapat jatah menteri. Prabowo sudah memanggil 2 nama wakil Papua yaitu Natalius Pigai (mantan Komisioner Komnas HAM) dan Ribka Haluk (Pj Gubernur Papua Tengah). Biasanya ada juga wakil dari Aceh.

Kaltim sepertinya bernasib apes. Ternyata ada tiga putra Kalimantan yang masuk bursa Kabinet Prabowo. Yaitu anggota DPR RI, Maman Abdurrahman. Dia kelahiran Pontianak, Kalbar. Pernah menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (2019-2024) dari Fraksi Golkar dan terpilih kembali ke Senayan.

Sebelumnya Maman pernah menjadi Presiden BEM Universitas Trisakti. Ketua HMI, AMPI dan KNPI. Maman kemungkinan mengisi posisi calon Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemudian dr Sulaiman Umar Siddiq. Sulaiman lahir di Pagattan, Tanah Bumbu, Kalsel. Menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dia adalah Ketua Tim Pemenangan Daerah Prabowo-Gibran dan pernah menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan (2019-2024).

Sulaiman ternyata adalah adik ipar ipengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Dia kemungkinan calon wakil menteri kesehatan. Soalnya pernah menjadi pengurus IDI dan Direktur RS Permata Marina.

Selain itu ada nama Dr Hanif Faisol Hurofiq, S.Hut, MP. Sebenarnya dia kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur. Tapi lama di Kalsel sehingga sudah dianggap orang Banjar. Dia mantan Kadis Kehutanan Kalsel dengan jabatan terakhir Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (KLHK). Kemungkinan dia akan menduduki pos Menteri Lingkungan Hidup.

Saya baca di WA Grup Wartawan Legend, ada komentar dari wartawan senior Maturidi. Dia menyayangkan tidak ada putra Kaltim yang dilirik Prabowo-Gibran. Padahal banyak putra Kaltim yang menurutnya berpengalaman.

Setidaknya bisa ditunjuk  jadi jubir atau yang mengurusi media. Lalu dia menunjuk nama saya. “Bukankah Pak Rizal sudah berpengalaman jadi wali kota dua periode dan juga berstatus wartawan. Jadi bukan kaleng-kaleng seperti sejumlah artis masuk kabinet, yang sama sekali tidak punya pengalaman mengelola dana APBN atau ABPD,” kata mantan wartawan Tribun Kaltim ini.

Saya tak berani mengomentari pendapat Maturidi. Soalnya sampai malam tadi tak ada telepon dari Mayor Teddy, ajudan kesayangan Prabowo. Lagi pula sudah dilakukan pembekalan di Hambalang. Jadi pintu menteri boleh dibilang sudah tertutup. Kecuali kalau ada reshuffle nanti. Siapa tahu Prabowo masih ingat dengan Kaltim.(*)

Isran di Pandan Sari dan Inpres

October 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISRAN Noor belusukan ke Pasar Pandan Sari dan Pasar Inpres Balikpapan, Selasa (15/10).  Hampir setengah hari dia di sana. Pedagang dan pembeli mengaku surprise. Seorang calon gubernur mau datang ke tempat mereka. Padahal wali kota saja tidak begitu.

“Meski pembinaan pasar tanggung jawab pemerintah kota, tapi pemerintah provinsi juga sangat berkepentingan. Karena itu saya harus masuk ke pasar untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi,” kata Isran.

Sejak pukul 07.00 pagi dia sudah belusukan.  Berangkat dari Samarinda usai salat subuh. Didampingi Ketua Tim Pemenangan Iswan Priyadi dan anggota tim lainnya. Ketua Tim Pemenangan Balikpapan Andhika Hasan bersama sekretaris H Ali Munsyir langsung menyambutnya. Ada juga Ibu Jumiati, Ibu Tities dan Ibu Sri Asril. Saya ikut menemani, saya terbilang akrab dengan pedagang di sana.

Sejumlah ibu-ibu pedagang sayur histeris. Mereka berteriak-teriak nomor 1. Meskipun sebagian besar berdarah Bugis, tapi begitu akrab menyebut “Pahamlah Ikam.” Itu tagline Isran dalam bahasa Banjar. Pahamlah kamu atau kita, maksudnya. Paham bahwa pasangan Isran-Hadi yang terbaik untuk dipilih untuk memimpin Kaltim kedua kalinya.

Di sela-sela berdialog dengan pedagang, Isran sempat minum jamu dan menyantap pisang goreng. Asyik sekali. “Biar tambah sehat Pak Gubernur,” kata ibu penjual jamu. Dia tak menyangka jamu gendongnya bisa diminum seorang calon gubernur.

Isran sempat tanya harga lombok, sayur, telur dan ikan. Harga lombok saat ini berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp30 ribu per kg. Sebagian produksi lokal, sebagian lagi dari Jawa Timur atau Sulawesi. Dia janji transportasi bahan pokok berjalan lancar, sehingga harga tidak melonjak sampai ke konsumen.

Selesai dari pasar Pandan Sari, Isran sarapan di kedai kopi Nam Min. Masih di kawasan pasar.  Ini kedai tertua di Balikpapan. Dibuka sejak tahun 1958. Persis di tahun saya lahir. Selain kopinya, Nam Min juga terkenal dengan roti bakarnya. Rotinya dibuat sendiri tanpa bahan pengawet.

Di Nam Min sejumlah pendukung Isran berdatangan. Ada juga sahabat saya, Abdul Nasir, keturunan India. Dia juga akrab dengan Isran. Ternyata Isran tahu banyak keluarga Nasir. Ia sempat menanyakan adik kandung Nasir, Mukandar.  Waktu tingga di Samarinda, ayah Nasir memiliki toko kain bernama Pancar Duabelas di Jl Panglima Batur.

“Kami siap mendukung Isran-Hadi. Pokoknya yang menang harus Nomor 1,” katanya bersemangat. Nasir bersama keluarga membuka toko di kawasan Pandan Sari, mulai toko kain, toko olahraga sampai toko mebel. Dia ikut juga mengurusi Masjid Manuntung di depan tokonya.

Dari Nam Min, Isran bergerak ke Pasar Inpres Kebun Sayur. Dia disambut Pak Haji Amat, tokoh utama di pasar itu yang terkenal dengan jualan batu permata. Ada payung kembang dan hadrah menyambutnya. “Pak Isran-Hadi bubuhan kita, harus menang. Pahamlah ikam,” katanya mengajak pedagang yang lain penuh semangat.

Di kios Haji Amat, Isran sempat dibacakan doa. Semoga Allah mengijabah niat baiknya. Lalu disuguhi wadai untuk-untuk dan nasi kebule. Makanan khas bubuhan Banjar. Ada juga penyampaian aspirasi dari pedagang Pasar Inpres, agar fasilitas pasar dibenahi.

Pasar Inpres sangat dikenal pendatang dari dalam dan luar negeri. Di situ banyak cenderamata ikonik termasuk batu permata dan manik-manikan. Ada minyak-minyakan asli dari suku Dayak sampai pasak bumi Kalimantan, yang dikenal untuk menambah kejantanan laki-laki.

Isran melihat Pasar Pandan Sari dan Pasar Inpres memang harus dibenahi dan direvitalisasi. Apalagi Pasar Pandan Sari berfungsi sebagai pasar induk. Kondisi dan fasilitasnya sangat memprihatinkan. Isran masuk sampai ke pasar ikan. Pedagangnya semangat, tapi pasarnya tidak memadai. “Nanti saya dengan wali kota baru akan membenahi,” kata Isran, yang juga didampingi pasangan No 3 untuk Pilwali Balikpapan, M Sabani dan Syukri Wahid.

Bertemu mahasiswa, anak muda, dan UMKM di Grand City Balikpapan

Isran juga sempat singgah di kios buah H Umar. Bersama pendukungnya makan buah semangka. Sangat segar, apalagi udara sangat panas. Pas banar. Kemudian bertemu dengan jamaah Gereja Pantekosta Indonesia di Rapak, lalu salat di Masjid Da’watul Falah Batakan dan lanjut silaturahmi ke Pesantren Syaichona Cholil. Isran diterima mantu KH Muhammad Ali Cholil dan dibacain doa keselamatan.

NGECAS DAN NOBAR

Malamnya Isran bertemu anak muda dan mahasiswa di food court Grand City. Dia berdialog berbagai masalah daerah. Tapi sejumlah ibu-ibu terutama dari pelaku UMKM juga ramai-ramai ikut menyerbu Isran. Malah meminta Isran mengendos produknya.

“Ini acara gaul, teman-teman muda termasuk mahasiswa bisa tanya apa saja dengan Pak Isran, biar lebih paham apa yang diperjuangkan Pak Isran untuk kemajuan Kaltim,” kata Erwin, yang menggagas acara ini.

Pertanyaan tentang beasiswa tentu ada. Para mahasiswa berharap program Beasiswa Kaltim Tuntas yang digagas Isran terus ditingkatkan. “Jangan takut kalau saya terpilih lagi, anggarannya akan kita naikkan sampai Rp2,5 triliun,” kata Isran mendapat aplaus audiens.

Ada juga kaum difabel hadir. Dia minta Isran jika terpilih menjadi gubernur Kaltim kedua kalinya lebih memperhatikan nasib kaum difabel di Kaltim terutama dari aspek pendidikan. Ada sekolah di mana kaum difabel bisa mengakses dengan baik.

Dari Grand City Isran meluncur ke ballroom Hotel MaxOne di Jl MT Haryono. Dia bergabung dengan para pendukung dan relawannya nobar pertandingan Timnas Indonesia lawan China dalam babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Sambil bercanda Isran mengatakan “2 kalah, menang 1.” Itu sebelum gol China bersarang di gawang Timnas.  Ternyata yang terjadi kita kalah dua gol dan menang 1 gol. Sejumlah pendukungnya juga paham ada arti lain ucapan Isran, yang mengarah pada hasil Pilgub nanti. “Pahamlah ikam?” katanya, yang disambut kompak: “Pahaaam!!!!.”

Tanpa mengenal lelah, tengah malam Isran kembali balik ke Samarinda. Sejumlah agenda kampanye di Ibu Kota Provinsi juga sudah menunggu. “Kan sudah minum jamu, jadi tetap fit,” katanya penuh semangat.(*)

Selamat Milad Pak Prabowo

October 15, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BEBERAPA hari lagi Prabowo Subianto diambil sumpahnya menjadi presiden kedelapan Republik Indonesia . Tepatnya tanggal 20 Oktober 2024 ini. Atau 5 hari lagi. Acara pelantikan dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Senayan Jakarta.

Prabowo Subianto

Jika melihat acara 5 tahun lalu ketika Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dilantik, maka acaranya relatif berlangsung singkat. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu sidang dibuka oleh Ketua MPR sekarang Ahmad Muzani dari Fraksi Partai Gerindra.

Muzani didampingi 9 wakil ketua MPR yaitu Kahar Muzakir (Golkar), Bambang Wuryanto (PDIP), Rusdi Kirana (PKB), Lestari Moerdijat (NasDem), Hidayat Nur Wahid (PKS), Eddy Soeparno (PAN), Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat) dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman (wakil dari DPD).

Selanjutnya nanti Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengambil tempat. Lalu mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden. Usai pengucapan sumpah, Prabowo dan Gibran menandatangani berita acara. Juga seluruh pimpinan MPR. Kemudian Ketua MPR menyerahkan berita acara tersebut masing-masing kepada Prabowo dan Gibran.

Prabowo dan Gibran  dilantik sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No 504 Tahun  2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilu 2024. Pasangan No 2 ini  berhasil memenangi Pilpres 2024 dengan meraih suara sebanyak 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara yang sah.

Dalam acara pelantikan nanti yang dihadiri seluruh anggota DPR dan DPD RI, terdapat 8 anggota DPR RI dapil Kaltim yaitu Hetifah Sjaifudian (Fraksi Golkar), Sarifah Suraidah (Fraksi Golkar pengganti Rudy Mas’ud), Budi Satrio Djiwandono (Gerindra), Safaruddin (Fraksi PDIP), Nabil Husein Said Amin (Fraksi NasDem), Aus Hidayat Nur (Fraksi PKS) dan Edy Oloan Pasaribu (Fraksi PAN).

Selain itu, ada 4 anggota DPD RI dari Kaltim yaitu Sinta Rosma Yenti, Aji Mimi Mawarni, Andi Sofyan Hasdam, dan Yulianus Henock Sumual.

Sebelum dilantik, hari Kamis lusa    Prabowo merayakan HUT-nya ke-73. Dia dilahirkan di Jakarta, 17 Oktober 1951. Ayahnya Prof Soemitro Djojohadikoesoemo adalah ekonom dan menteri terkenal pada era Presiden Soekarno dan Soeharto. Hasil perkawinan Prabowo dengan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mereka dikaruniai  seorang putra tunggal bernama Ragowo Hediprasetyo Djojohadikoesoemo atau akrab dipanggil Didit Prabowo. Didit dikenal sebagai fashion designer.

Pada bulan yang sama, Gibran Rakabuming Raka juga merayakan hari jadinya. Gibran, 1 Oktober tadi genap berusia 37 tahun. Dia dilahirkan di Solo, 1 Oktober 1987. Putra sulung Presiden Jokowi ini dikaruniai 2 anak hasil perkawinannya dengan Selvi Ananda. Mereka adalah Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Prabowo-Gibran segera mengumumkan nama-nama tokoh yang akan menjadi pembantunya, mengisi jabatan pos menteri, badan dan lembaga setingkat menteri.

Presiden Jokowi mengisyaratkan Prabowo mengumumkan secara resmi menteri-menterinya, Senin (21/10), sehari setelah pelantikan. “Nanti tunggu saja hari Senin, menteri-menterinya akan dilantik,” katanya di Forum CEO 100 Kompas di Istana Garuda IKN, Minggu (13/10) lalu.

Prabowo mengakui postur menterinya memang gemuk. “Negara kita besar, Bung. Luasnya sama dengan Eropa. Padahal Eropa terdiri dari 27 negara, sementara kita satu,” katanya dalam acara di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (9/10) lalu.

Jumlah Kabinet Prabowo mencapai 49 orang. Dia menegaskan memilih menterinya tidak dilihat dari asal usulnya, yang penting mampu berbuat baik untuk bangsa dan rakyat.

Dia juga memilih orang-orang yang berotak baik dan berhati terbaik. “Bukan otaknya hebat, tapi hatinya busuk. Itu berbahaya,” tandasnya.

Prabowo juga mengingatkan kepada semua partai pengusung. Jangan tugaskan kadernya yang jadi menteri untuk mencari uang di APBN.

WIDIYANTI WAKILI KALTIM

Sejak kemarin sampai malam tadi, Prabowo sudah memanggil calon menterinya di Kertanegara IV, Kebayoran, Jakarta Selatan. Itu Alamat kediamannya. Sejumlah wajah lama dari menteri era Jokowi dipanggil. Tapi ada juga sejumlah wajah baru baik dari partai, birokrat maupun profesional.

Nama menteri Jokowi yang dipanggil cukup banyak. Ada 18 orang. Mereka adalah Bahlil Lahadalia (ketua umum DPP Golkar/Menteri ESDM), Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Zulkifli Hasan (Ketua Umum DPP PAN/Menteri Perdagangan), Tito Karnavian (Mendagri), Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (Ketua Umum DPP Demokrat/Menteri ATR/BPN), Raja Juli Antoni (Sekjen PSI/Wakil Menteri ATR/BPN), Pratikno (Mensesneg), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), Budi Gunadi Sadikin (Menkes), Supratman Andi Atgas (Menkumham), Roesan Perkasa Roslani (Menteri Investasi), Muhammad Herindra (Wamenhan), Saefullah Yusuf alias Gus Iful (Sekjen PBNU/Mensos), Agus Gumiwang (Menteri Perindustrian), Erick Thohir (Menteri BUMN), Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Menpora) dan Sri Mulyani (Menkeu).

Sementara calon menteri wajah baru ada yang membuat kejutan dan menarik perhatian. Di antaranya adalah Veronica Tan, eks istri Ahok. Dia mengaku diminta Prabowo khususnya untuk kelompok ibu dan anak-anak. Ada kemungkinan dia menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). Veronica menikah dengan Ahok tahun 1997 dan bercerai 2018. Mereka dikaruniai 3 anak.

“Bersama-sama kita membantu, ya untuk masyarakat, ibu dan anak-anak. Jadi saya bilang ya siap,” kata wanita kelahiran Medan  46 tahun itu ketika ditanya awak media.

Juga Widiyanti Putri Wardhana. Pengusaha perkebunan kelapa sawit PT Teladan Prima Agro di Kalimantan Timur (Kaltim). Ayahnya Wiwoho Basuki adalah konglomerat  yang sukses di sektor energi dan batu bara melalui PT Indika Energy Tbk, PT Kideco Jaya Agung dan PT Cirebon Elektrik Power.

Di sela bisnis, dia aktif di bidang sosial. Selain menjadi sekjen Yayasan Jantung Indonesia (YJI), ketua Yayasan Teladan Utama dan Dewan Pengawas Yayasan Kawula Mandiri.

Ia memiliki gelar Bachelor of Science di bidang Administrasi Bisnis dari Pepperdine University, Malibu, California, Amerika Serikat tahun 1993.

Widiyanti juga aktif di dunia fesyen. Dia memiliki kedekatan dengan anak Prabowo, Didit Hediprasetyo. Dia juga menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Jadi menteri apa? Dia enggan memberikan penjelasan kepada wartawan. “Tunggu saja pengumuman nanti,” katanya tersenyum.

Munculnya nama Widiyanti seakan mengobati kedahagaan warga Kaltim yang mengharapkan ada menteri dari Benua Etam. Meski dia bukan kelahiran Kaltim, setidaknya dia bisa membawa nama daerah ini di panggung nasional. Wilayah perkebunannya ada di Berau, Kutim, Paser sampai Kutai Kartanegara.

Jauh sebelumnya, mantan gubernur Kaltim Isran Noor mengaku sempat ditawari Prabowo jadi menteri. Tapi dia memutuskan tetap memilih ikut Pilgub untuk menuntaskan Kaltim Berdaulat Jilid 2 dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di daerah ini.

PT Teladan yang dipimpin Widiyanti menjadi perusahaan perkebunan pertama yang bekerjasama dengan ECOSITROP (Ecology and Conservation Center for Tropical Studies) dan Universitas Mulawarman (Unmul) dalam “Rencana Aksi Konservasi Orangutan di Perkebunan Kelapa Sawit.”

Selain itu, ada nama tokoh ulama yang juga dipanggil Prabowo. Yaitu Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal. Dia menarik perhatian dunia belum lama ini. Ketika dia mencium kening Paus Fransiskus dan Paus mencium tangannya. Tokoh kelahiran Sulsel, 65 tahun silam ini sepertinya bakal menjadi Menteri Agama (Menag). Dia sudah berpengalaman jadi Wakil Menag di era Presiden SBY.

“Saya nggak menyangka, engga pernah membayangkan. Saya hanya bekerja profesional di bidang saya di Istiqlal dan di perguruan tinggi menjadi dosen,” katanya ketika ditanya wartawan.

Wajah baru lainnya yang dipanggil Prabowo adalah Prasetio Hadi (Ketua DPP Gerindra), Sugiono (Wakil Ketua Umum Gerindra), Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Gerindra), Maruarar Sirait (politikus Gerindra), Nusron Wahid (politikus Golkar),  Wihaji (Wakil Ketua Umum Golkar),  Maman Abdurrahman (Golkar), Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR RI/Golkar), Yandri Susanto (Wakil Ketua Umum PAN),  Abdul Kadir Karding (politikus PKB), Muhaimin Iskandar (Ketua Umum DPP PKB), Teuku Riefky Harsya (Sekjen Demokrat), Iftitah Sulaiman (Demokrat/orang kepercayaan SBY), dan Yusril Ihza Mahendra (mantan Ketua Umum PBB).

Ada juga nama Natalius Pigai (eks Komisioner Komnas HAM), Arifatul Khoiri Fauzi (muslimat NU), Yassierli (guru besar ITB), Satrio Soemantri Brodjonegoro (guru besar ITB), Rachmat Pambudy (politikus Gerindra/guru besar IPB), Abdul Mu’ti (Sekjen Muhammadiyah), Agus Andrianto (Wakapolri), Ribka Haluk (Pj Gubernur Papua Tengah), Budi Santoso (Sekjen Kemendag), Dudy Purwagandhi (Dewan Komisaris PLN), Hanif Faisol Nurofiq (Dirjen Planologi KLHK), Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD RI), Raden Dodi Priyono (Sekjen Kementerian PUPR), dan Donny Ermawan Taufanto (Plt Sekjen Kemhan).

Yang mengejutkan tidak ada nama Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wamenhan era Presiden SBY. Purnawirawan letnan jenderal  ini merupakan orang dekat Prabowo. Bersahabat sejak di Akmil dan sama-sama dari Kopassus. Bisa jadi dia akan menempati pos khusus. Nama Hashim Suyono Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo juga tidak dipanggil. Tapi orang tahu Hashim akan sangat berperan penting dalam pemerintahan kakaknya. Dia wakil ketua Dewan Pembina Gerindra.

Tak kalah menariknya adalah sikap Partai NasDem. Meski sekarang ikut mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, tapi tidak mengajukan jatah menteri.  Sikap ini berkaitan dengan etika dan kepantasan. “Seperti dikatakan Pak Surya Paloh karena di Pilpres NasDem tidak mendukung Prabowo, maka NasDem memberi kesempatan kepada partai-partai yang sudah berjuang,” kata Wakil Ketua NasDem Saan Mustopa.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sumi Dasco Ahmad mengatakan, semua calon menteri Prabowo akan mengikuti pembekalan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Selasa (15/10) ini. Pembekalan juga akan dihadiri wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1612699
    Users Today : 7499
    Users Yesterday : 4820
    This Year : 549209
    Total Users : 1612699
    Total views : 13835270
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-06